Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

HUBUNGAN METAKOGNISI, EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN ORGANISASI DENGAN REGULASI DIRI PADA REMAJA : STUDI KASUS DI SMA N 2 NGAWI

OLEH: NILA ANGGRENI E1M

KESADARAN METAKOGNITIF

Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN: PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI ABAD KE-21

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG METODE PENGAJARAN DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA

Oleh: RIDA FITRIA NIM. E1M

PENERAPAN STRATEGI METAKOGNISI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENGIDENTIFIKASI PROFIL METAKOGNISI SISWA SMA KELAS X

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH KETRAMPILAN DASAR PRAKTEK KLINIK Suyati 1

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA KELAS XI SMA

HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA SEMESTER ENAM ANGKATAN

KORELASI ANTARA KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 DAWARBLANDONG, MOJOKERTO

PERBEDAAN METAKOGNITIF SISWA MELALUI METODE THINK PAIR SQUARE DAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS X

REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 83 JAKARTA UTARA

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU-SISWA DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SISWA SMAN 9 SEMARANG

Rosi Kurniawati Tino Leonardi, M. Psi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya

ABSTRACT

HUBUNGAN KAPASITAS MEMORI KERJA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KLECO I SURAKARTA SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

PENGARUH STRATEGI MIND MAP

ABSTRACT. Keywords :personality, learning achievement PENDAHULUAN

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA SMA DI KOTA MEDAN. Oleh : GOPINATH NAIKEN SUVERANIAM

Eunike Relsye Umboh Billy J. Kepel Rivelino S. Hamel

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

MEMBERDAYAKAN METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN. Muhfahroyin*)

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA SISTEM PERKULIAHAN TRADISIONAL DENGAN SISTEM PERKULIAHAN TERINTEGRASI

HUBUNGAN NILAI TES MASUK MAHASISWA BERDASARKAN UJIAN DAN RAPOR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI PRODI D3 KEBIDANAN UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Key Word: Metacognitive Awareness, Project-based Learning, Environtmental Polution

Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung

PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PENGARUH KEMAMPUAN METAKOGNITIF, LINGKUNGAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR KDPK I PADA MAHASISWA PRODI D-IV BIDAN PENDIDIK REGULER STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012/2013

ABSTRAK. Kata kunci: Kooperatif, Team Games Tournament, Prestasi Belajar.

STUDI KOMPARATIF PRESTASI BELAJAR SISWA DARI KELUARGA DENGAN POLA ASUH OTORITER DAN DEMOKRATIS ( Penelitian Pada Siswa SMA Negeri I Wonosari )

PENGETAHUAN METAKOGNISI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LIMIT

[53] Jurnal Biotik, ISSN: , Vol. 2, No. 1, Ed. April 2014, Hal ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGUDAP DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PROGAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SKRIPSI

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

KARYA TULIS ILMIAH. Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan. Oleh : SUSANTI EKA SARI NIM : R

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2011

Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.5 No.1 (2016)

HUBUNGAN FEAR OF FAILURE DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA

HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN SIKAP TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI

SKRIPSI DARMAN NABABAN

HUBUNGAN STUNTING DAN GIZI KURANG DENGAN SKOR IQ ANAK SEKOLAH DASAR UMUR 8 TAHUN DI KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG TESIS

ABSTRAK PERBANDINGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMA SWASTA DAN SMA NEGERI DI PONTIANAK TAHUN 2014

Gambaran Pelaksanaan Problem-Based Learning Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN

Profil Metakognisi Siswa Smp Dalam Memecahkan Masalah Open-Ended (Studi Kasus Ditinjau dari Tingkat Kemampuan Siswa )

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

ABSTRAK. (Kata kunci : College adjustment ) Universitas Kristen Maranatha

DUKUNGAN DOSEN DAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PAPARAN PADA PEROKOK PASIF DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) PADA REMAJA USIA TAHUN SKRIPSI

Prosiding Psikologi ISSN:

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

Penerapan Strategi Metakognisi pada Cooperative Learning Tipe STAD untuk Melihat Perkembangan Metakognisi Siswa pada Materi Elastisitas

HUBUNGAN MINAT, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN FISIK DENGAN HASIL BELAJAR KONSEP KEBIDANAN MAHASISWA PRODI KEBIDANAN STIKES BINAWAN

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2015

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN METAKOGNISI CALON GURU FISIKA

REGULASI BELAJAR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI. Ermida Simanjuntak Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Konseptual. 1. Metakognitif. Menurut Flavell (1976) yang dikutip dari Yahaya (2005), menyatakan

KEMAMPUAN INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEKERJA TENTANG APD TERHADAP PENGGUNAANNYA DI CV. UNGGUL FARM NGUTER

Kata kunci : wellness, emotional-mental wellness,intellectual wellness, physical wellness, social wellness, spiritual wellness.

ANALISIS KARAKTERISTIK MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI ANGKATAN 2013 TELKOM UNIVERSITY MENGGUNAKAN KNOWLEDGE CONVERSION 5C

HUBUNGAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRESTASI MAHASISWA SEMESTER IV DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Hilman Imadul Umam, 2013

THE PROBLEM EXPERIENCED BY JUNIOR HIGH SCHOOL NUMBER 3 RUMBIO JAYA

HUBUNGAN PERILAKU KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP N 4 PADANG TAHUN 2012

KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI ASAM BASA DI SMAN 1 PACET KELAS XI

ANALISIS KOMPARASI KINERJA MAHASISWA AKUNTANSI DAN MAHASISWA NON AKUNTANSI PERGURUAN TINGGI SWASTA DI BOGOR (KASUS PADA STIE KESATUAN BOGOR)

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD ADVENT DI KOTA MEDAN TAHUN Oleh : SUNTHARA VIGNES MOOGAN

HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PENCAPAIAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA D III KEBIDANAN DALAM MATA KULIAH ASKEB IV DI UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK REMAJA DI SURAKARTA SKRIPSI

Pengkategorian Kesadaran Metakognitif Mahasiswa pada Pembelajaran Aljabar Linier di AMIKOM Mataram

PENGARUH METAKOGNITIF DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MATA KULIAH DOKUMENTASI KEPERAWATAN TESIS

DIAGNOSA KESULITAN METACOGNITIVE AWARENESS TERHADAP PROSES PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

PENGARUH PAPARAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SISWA SMA DI KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA

PENGARUH KETERAMPILAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI FKIP UNIVERSITAS RIAU

ABSTRAK. Kata kunci : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, dan Hasil Belajar

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik

Transkripsi:

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Hubungan Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik dan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat Empat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2015/2016 Relationship of Metacognition Ability with Characteristic and Academic Achievement of Students at Medical Faculty of Bandung Islamic University Academic Year 2015/2016 1 Viendri Firhand Nisa, 2 Mia Kusmiati, 3 Titik Respati 1 Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung 2 Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung 3 Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 viendfirhand@gmail.com, 2 emkahf@yahoo.com, 3 titik.respati@gmail.com Abstract. Academic achievement reflected performance of student learning that effected by internal factor, external factor, approached learning and metacognition. Metacognition was effected by characteristic of an individual such as gender and age. The purpose of this research was to analyze relationship of metacognition ability with students characteristic and academic achievement of students at Medical Faculty of Bandung Islamic University. This was an observational analytic method with cross sectional approach. Respondents were all fourth level student of Medical Faculty of Bandung Islamic University academic year 2015/2016 (168 students). Statistics analysis was used chi square test. Female with adolescent age were 56,5% compare to young adult. The ability of planning, monitoring, knowledge, and evaluation components of metacognition in low category were 61.3%, 56%, 50%, 44.6% respectivelly whereas in good category were 38.7%, 44%, 50%, 55,4% respectivelly. Statistics test showed that there is negative relationship between gender and knowledge component (p=0,01, & R=-0,19) whereas monitoring, evaluation and planning have no significant correlation. Ability of knowledge, monitoring, planning, and evaluation as component of metacognition have no relationship with age and academic achievement (p=>0,05).the conclusions of this research are gender have significant relationship with knowledge component of metacognition whereas age and academic achievement have no significant relationship. Keywords: Academic Achievement, Age, Gender, Metacognition Abstrak. Prestasi belajar mencerminkan performa belajar mahasiswa yang dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor internal, eksternal, pendekatan belajar dan metakognitif. Metakognitif dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya karakteristik individu yaitu jenis kelamin dan usia. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kemampuan metakognitif dengan karakteristik dan prestasi belajar mahasiswa di Fakutas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa tingkat empat FK UNISBA tahun akademik 2015/2016 sebanyak 168 orang. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Karakteristik responden perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan rentang usia remaja sebanyak 56,5%, sisanya dewasa. Kemampuan metakognitif komponen planning, monitoring, pengetahuan, dan evaluasi yang termasuk kategori kurang sebanyak 61,3%, 56%, 50%, 44,6% secara berturut-turut, sedangkan yang termasuk kategori baik sebanyak 38,7%, 44%,50%, 55,4% secara berturut-turut. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan negatif tidak erat antara jenis kelamin dengan komponen pengetahuan (p=0,01, & R=- 0,19) sedangkan komponen monitoring, evaluasi dan planning tidak terdapat hubungan. Demikian halnya dengan hubungan kemampuan metakognitif komponen pengetahuan, monitoring, planning, dan evaluasi dengan usia dan prestasi belajar yang tidak memiliki hubungan (p>0,05). Simpulan, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan metakognitif komponen pengetahuan serta tidak terdapat hubungan antara kemampuan metakognitif dengan usia dan prestasi belajar. Kata Kunci : Karakteristik, Kemampuan Metakognitif, Prestasi Belajar 146

Hubungan Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik dan 147 A. Pendahuluan Metakognitif adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui dan mengontrol cara belajar atau pengetahuan dan pemikiran mengenai dirinya sendiri atau pikiran, perasaan, dan nilai orang lain (Flavell,1979). Kemampuan metakognitif dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, kecerdasan, pengalaman, motivasi, keyakinan, self regulation, self efficacy dan study interest. Hal ini diperlukan mahasiswa kedokteran agar mampu secara langsung meregulasi pengalaman belajar sendiri yang dapat meningkatkan prestasi belajar. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung merupakan fakultas kedokteran swasta termuda di Kota Bandung. FK UNISBA terus meningkatkan mutu pendidikannya agar menghasilkan lulusan yang unggul dan akreditasi yang meningkat dari sebelumnya. Salah satu indikator yang diukur yakni prestasi belajar mahasiswa yang dapat dipengaruhi oleh kemampuan metakognitif tiap mahasiswa. Diharapkan pada mahasiswa tingkat empat, kemampuan metakognitif telah berkembang yang dipengaruhi proses pembelajaran dari tingkat satu. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui karakteristik jenis kelamin dan usia mahasiswa tingkat empat 2. Untuk mengetahui kemampuan metakognitif mahasiswa tingkat empat 3. Untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa tingkat empat 4. Untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kemampuan metakognitif pada mahasiswa tingkat empat 5. Untuk menganalisis hubungan antara kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar pada mahasiswa tingkat empat B. Landasan Teori Metakognitif pertama kali dikemukaan oleh Flavell (1979) yang menggambarkan sebagai pengetahuan mengenai proses kognitif dirinya sendiri. Metakognitif dibagi menjadi dua komponen yaitu pengetahuan dan regulasi kognisi. Pengetahuan metakognitif meliputi deklaratif, prosedural dan conditional. Pengetahuan deklaratif merupakan pengetahuan mengenai skill yang dimiliki, intellectual resources, dan kemampuan sebagai pelajar. Pengetahuan prosedural yaitu pengetahuan pelajar mengenai prosedur strategi belajar dan memori yang paling baik untuk diimplementasikan, sedangkan pengetahuan conditional adalah pengetahuan pelajar mengenai kapan dan alasan penggunaan strategi dalam belajar (Weaver, 2012). Komponen kedua yaitu regulasi, merupakan aktivitas yang terlibat dalam memfasilitasi belajar dan ingatan. Regulasi meliputi perencanaan, pengamatan, dan evaluasi. Perencanaan adalah pemilihan strategi dan sumber kognisi sebelum belajar yang sesuai. Pengamatan merupakan kesadaran pelajar terhadap apa yang dipelajari selama belajar. Evaluasi adalah melihat outcomedan menilai kefektifan strategi yang digunakan dalam belajar (Weaver, 2012). Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan metakognitif. Kemampuan metakognitif berkembang seiring dengan bertambahnya usia yang dimulai dari usia muda dan berlanjut hingga dewasa (Weil, 2013). Pengalaman mengenai suatu pekerjaan atau tugas dapat membantu pada proses kognitif seseorang untuk lebih mengetahui bagaimana cara dari proses kognitif mereka sendiri dan memonitoring pengetahuan metakognitif secara efektif (Efklides, 2006). Kecerdasan seseorang juga menentukan bagaimana mengalokasikan sumber kognitif dan memonitor proses kognitif. Cara belajar efektif yang didukung oleh guru, lingkungan Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

148 Viendri Firhand Nisa, et al. dan instruksi yang baik dapat meningkatkan kemampuan proses dan kontrol kognitif (Veenman, 2006). Jenis kelamin juga memengaruhi metakognitif dimana perempuan memiliki kemampun metakognitif yang lebih baik karena perempuan memiliki kemampuan problem solving setelah belajar yang lebih baik daripada laki-laki (Iri, 2013). Metakognitif juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu lain seperti motivasi, keyakinan, self-regulation, self-efficacy dan study interest (Veenman, 2006). Pengukuran aktivitas metakognitif pada pelajar berkembang dalam bentuk kuesioner. Alat ukur yang sering digunakan antara lain Motivated Strategies for Learning Questionnaries (MSLQ), Awareness of Independent Learning Inventory (AILI), dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI). MAI merupakan metacognitive inventory yang mudah dilakukan dan sesuai untuk remaja dan dewasa (Meijer, 2013). Kuesioner tersebut mengukur metakognitif dalam dua komponen yaitu pengetahuan dan regulasi kognisi. Alat ukur ini merupakan kuesioner self-report mengandung 52 pernyataan, 17 pernyataan mengenai pengetahuan kognisi dan 35 pernyataan mengenai regulasi kognitif. Prestasi belajar merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang (Sukmadinata, 2005). Faktor yang memengaruhi prestasi belajar terdiri dari beberapa faktor faktor yaitu faktor internal, eksternal, pendekatan belajar, dan metakognitif (Gonullu, 2015). Faktor internal merupakan kondisi jasmani atau rohani seseorang. Faktor eksternal merupakan kondisi lingkungan seseorang. Faktor ini meliputi faktor sosial dan nonsosial.faktor pendekatan belajar yakni jenis upaya belajar sesorang yang meliputi strategi dan metode yang akan digunakannya dalam mengikuti proses belajar. Kesadaran metakognitif yang ditumbuhkan pada pelajar dapat meningkatkan prestasi belajar. Pelajar yang memiliki kemampuan metakognitif yang baik dapat memahami suatu konteks pemelajaran secara mendalam dan menentukan strategi yang efektif untuk mencapai prestasi yang tinggi (Schlenberg, 2011). Indikator prestasi belajar dapat dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing memiliki nilai mutu 4, 3, 2, 1, dan 0 yang diakumulasikan pada akhir program pendidkan, disebut indeks prestasi kumulatif. Indikator juga dapat dilihat dari outcome, yaitu prestasi akademis yang ditunjukkan oleh nilai(ipk). IPK rendah memiliki rentang 2,00 sampai 2,75, kategori sedang memiliki rentang 2,76-3,50 sedangkan kategori tinggi memiliki rentang 3,51-4,00 (Menteri Pendidikan, 2006). C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Mayoritas usia responden berada pada rentang usia remaja (<21 tahun) sesuai dengan Tabel 1. Tabel 1. Distribusi karakteistik jenis kelamin dan usia Karakteristik Jumlah (n) Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-laki 48 28,6 Perempuan 120 71,4 Usia Remaja (< 21 tahun) 95 56,5 Dewasa Muda (>21 tahun) 73 43,4 Volume 2, No.2, Tahun 2016

Hubungan Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik dan 149 Kemampuan Metakognitif Kemampuan metakognitif dibagi menjadi dua kategori dengan batas nilai mean setiap komponen. Jika skor lebih dari mean masuk kategori baik sedangkan kategori kurang jika skor lebih rendah dari mean. Tabel 2. Perbedaan Kemampuan Metakognitif Pengetahuan Procedural knowledge Declarative knowledge Conditional knowledge Planning Planning Information management strategies Monitoring Monitoring Debugging strategies Mean 50,52 51,01 36,42 Evaluasi 17,79 Variabel Tabel 3. Distribusi kemampuan metakognitif Jumlah (n) Persentase (%) Pengetahuan Kurang 84 50 Baik 84 50 Planning Kurang 103 61,3 Baik 65 38,7 Monitoring Kurang 94 55,95 Baik 74 44,05 Evaluasi Kurang 75 44.64 Baik 93 55,36 Hasil penelitian menunjukkan kemampuan metakognitif komponen evaluasi pada mahasiswa tingkat empat mayoritas berkategori baik, komponen pengetahuan yang memiliki jumlah kategori kurang dan baik yang sama sejumlah 84 orang, sedangkan komponen metakognitif komponen planning dan komponen monitoringmayoritas berkategori kurang. Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

150 Viendri Firhand Nisa, et al. Prestasi Belajar Tabel 4. Distribusi prestasi belajar Variabel Jumlah (n) Persentase (%) Rendah 19 11.31 Sedang 114 67,86 Tinggi 35 20,83 Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar pada mahasiswa tingkat empat lebih banyak padakategori sedang (67,86%), selanjutnya diikuti kategori tinggi dan rendah yaitu sebesar 20,83% dan 11,31%. Tingkat Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik Jenis Kelamin Tabel 5 memperlihatkan hubungan negatif yang tidak erat antara pengetahuan metakognitif dengan jenis kelamin (p=0,01, & R=-0,19), yaitu laki-laki memiliki pengetahuan metakognitif lebih baik dibanding perempuan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara planning, monitoring, dan evaluasi metakognitif dengan jenis kelamin. Tabel 5. Hubungan kemampuan metakognitif dengan jenis kelamin pada mahasiswa FK UNISBA tahun akademik 2015/2016 Variabel Laki-Laki Jenis kelamin Perempuan Total n % n % n % Pengetahuan Kurang 16 33,33 68 56,67 84 50 Baik 32 66,67 52 43,33 84 50 0.01* -0,19 Total 48 100 120 100 168 100 Planning Kurang 26 54,17 77 64,17 103 61,31 Baik 22 45,83 43 35,83 65 38,69 0.23-0,05 Total 48 100 120 100 168 100 Monitoring Kurang 28 58,33 66 55 94 55,95 Baik 20 41,67 54 45 74 44,05 0.69 0,03 Total 48 100 120 100 168 100 Evaluasi Kurang 24 50 51 42,5 75 44,64 *signifikan Baik 24 50 69 57,5 93 55,36 0.38 0,07 Total 48 100 120 100 168 100 Penelitian sebelumnya menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan terhadap kemampuan metakognitif (Aljaberi, 2015). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan pada kemampuan pengetahuan metakognitif dengan laki-laki memiliki kemampuan pengetahuan yang lebih baik. Hal tersebut mendukung penelitian sebelumnya bahwa terdapat perbedaan antara jenis kelamin dengan kemampuan metakognitif dengan p R Volume 2, No.2, Tahun 2016

Hubungan Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik dan 151 kemampuan pengetahuan yang lebih baik. Hal tersebut dapat terjadi karena jumlah mahasiswa laki-laki lebih sedikit, yang menyebabkan laki-laki cenderung untuk memiliki self-efficacy lebih yang dapat meningkatkan kemampuan metakognitif dan dalam proses belajar laki-laki cenderung memiliki pola pikir rasional yang dapat meningkatkan kemampuan metakognitifnya (Flavell, 1979) Perbedaan hasil penelitian ini juga dapat dikarenakan adanya variasi usia, lingkungan sosial yang dapat memengaruhi pengalaman belajar individu yang dapat memengaruhi kemampuan metkognitif (Aljaberi, 2015). Tingkat Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik Usia Tabel 6 memperlihatkan tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara kemampuan metakognitif komponen pengetahuan, planning, monitoring, dan evaluasi dengan usia. Tabel 6. Hubungan kemampuan metakognitif dengan usia pada mahasiswa FK UNISBA tahun akademik 2015/2016 Variabel Usia Total Remaja Dewasa muda p R n % n % n % Pengetahuan kurang 51 53,7 33 45,2 84 50 baik 44 46,3 40 54,8 84 50 total 95 100 73 100 168 100 Planning kurang 56 58,6 47 64,4 103 61,3 baik 39 41,1 26 35,6 65 38,7 total 95 100 73 100 168 100 Monitoring kurang 52 54,7 42 57,5 94 56 baik 43 45,3 31 42,5 74 44 total 95 100 73 100 168 100 Evaluasi kurang 37 38,9 38 52,1 75 44,6 baik 58 61,1 35 47,9 93 55,4 total 95 100 73 100 168 100 0,27 0,08 0,47 0,05 0,71 0,02 0,09 0,13 Penelitian sebelumnya mengenai perkembangan pengetahuan metakognitif pada dewasa menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pada saat usia remaja, dengan peningkatan tertinggi pada usia ahir remaja dan akan plateu selama usia dewasa (Weil, 2013). Penelitian ini berkebalikan dengan konsep proses belajar sebelumnya oleh Rasnak yang menyatakan bahwa tingkat kemampuan metakognitif secara signifikan membaik dan meningkat sesuai dengan usia (Iri, 2013). Pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara usia dengan kemampuan metakognitif karena usia dari mahasiswa tingkat empat memiliki rentang yang tak terlalu jauh yang didominasi oleh rentang usia remaja, sehingga tidak terlihat peningkatan kemampuan metakognitif. Hal tersebut juga dapat dikarenakan tidak terjadinya perkembangan secara signifikan dari otak dalam rentang usia yang berdekatan tersebut sehingga tidak terdapatnya perbedaan antara kemampuan metakognitif dengan rentang usia mahasiswa tingkat empat. Terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan metakognitif yaitu kecerdasan, cara belajar, motivasi, self-regulation, self-efficacy dan study interest (Veenman, 2006). Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

152 Viendri Firhand Nisa, et al. Kemampuan Metakognitif dengan Prestasi Belajar Tabel 7 memperlihatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kemampuan metakognitif komponen pengetahuan, planning, monitoring dan evaluasi dengan prestasi belajar Tabel 7. Hubungan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar pada mahasiswa FK UNISBA tahun akademik 2015/2016 Kemampuan Metakognitif Pengetahuan Prestasi Belajar Rendah Sedang Tinggi Total p R n % n % n % n % Kurang 5 26,32 63 55,26 16 45,71 84 50 Baik 14 73,68 51 44,74 19 54,29 84 50 Total 19 100 114 100 35 100 168 100 Planning Kurang 14 73,68 70 61,4 19 54,29 103 61.31 0,06-0,41 0,38 Baik 5 26,32 44 38,6 16 45,71 65 38,69 0,09 Total 19 100 114 100 35 100 168 100 Monitoring Kurang 12 63,16 62 54,39 20 57,14 94 55,95 Evaluasi Baik 7 36,84 52 45,61 15 42,86 74 44,05 0,77 0,02 Total 19 100 114 100 35 100 168 100 Kurang 7 36,84 51 44,74 17 48,57 75 44,64 Baik 12 63,16 63 55,26 18 51,43 93 55,36 0,71-0,08 Total 19 100 114 100 35 100 168 100 Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif dapat meningkatkan proses akademis dan motivasi sehingga menjadi pelajar yang independen karena seseorang yang memiliki kemapuan metakognitif yang baik dapat meregulasi proses kognitifnya sendiri dalam menyelesaikan masalah dan mengerjakan tugas serta mahasiswa yang menggunakan strategi metakognitif dalam proses belajar dapat meningkatkan prestasi belajar karena mahasiswa dapat mengidentifikasi pengetahuan apa yang mereka tidak ketahui dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya (Palmer,2014). Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar. Hal tersebut mendukung penelitian Cubucku (2009) membahas tentang hubungan antara tujuan akademik dengan metakognitif dan prestasi belajar. Perbedaan hasil penelitian ini dapat dikarenakan penelitian yang menunjukan hubungan yang signifikan antara metakognitif dengan prestasi belajar dilakukan di negara maju seperti Amerika yang kemungkinan telah memiliki sistem pembelajaran yang lebih baik, sedangkan hasil peneitian yang tak menunjukkan hasil signifikan ditemukan di negara berkembang seperti Cyprus, Turki dan Pakistan. Sistem pembelajaran dan ujian memegang peranan penting dalam menguasai dan memahami konten suatu pembelajaran. (Veenman, 2006) Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya Volume 2, No.2, Tahun 2016

Hubungan Kemampuan Metakognitif dengan Karakteristik dan 153 pengaruh budaya atau kultur yang memengaruhi cara belajar sesorang selain dari faktor internal, eksternal dan pendekatan belajar yang memengaruhi prestasi belajar sesorang. D. Kesimpulan 1. Mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan rentang usia remaja lebih banyak daripada usia dewasa muda. 2. Kemampuan metakognitif pada mahasiswa FK Unisba secara umum masih kurang dengan kemampuan planning dan monitoring tergolong pada kategori kurang sedangkan kemampuan evaluasi termasuk kategori baik, dan kemampuan pengetahuan memiliki jumlah yang sama untuk kategori kurang dan baik. 3. Prestasi belajar mahasiswa tingkat empat FK Unisba mayoritas memiliki prestasi belajar yang sedang diikuti prestasi belajar tinggi dan prestasi belajar rendah. 4. Terdapat hubungan negatif tidak erat antara jenis kelamin laki-laki dengan kemampuan pengetahuan metakognitif sedangkan komponen metakognitif lainnya tak berhubungan. Tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara usia dengan kemampuan metakognitif. 5. Kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat empat FK Unisba tak memiliki hubungan yang bermakna untuk seluruh komponen baik pengetahuan, planning, monitoring, dan evaluasi E. Saran 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang dapat memengaruhi metakognitif selain usia dan jenis kelamin 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar disertai faktor lain yang dapat memengaruhi tingkat prestasi belajar 3. Perlu dilakukan penelitian mengenai setiap komponen metakognitif yang dapat memengaruhi prestasi belajar 4. Perlu dilakukan penelitian menggunakan alat ukur selain MAI dan indikator prestasi belajar selain IPK terahir Daftar Pustaka Aljaberi, N.M., 2015. University Students Level of Metacognitive Thinking and their Ability to Solve Problems. American International Journal of Contemporary Research, 5, pp.121 134. Cubukcu, F., 2009. Metacognition in the classroom. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 1(1), pp.559 563. Efklides, A., 2006. Metacognition and affect: What can metacognitive experiences tell us about the learning process? Educational Research Review, 1(1), pp.3 14. Flavell, J.H.,1979. Metacognition and cognitive monitoring: A new area of cognitif developmental inquiry. American Psychologist, 34(10), pp.906-11 Gonullu, I., 2015. Metacognition in Medical Education. Educatinal for Health, 27(2), pp.225 226. Iri, Y., 2013. A Comparative Comparison of Metacognitive Knowledge in Male and Female high school students of Golestan Province Iran., 3(11), pp.92 95. Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

154 Viendri Firhand Nisa, et al. Meijer, J. et al., 2013. The development of a questionnaire on metacognition for students in higher education. Educational Research, 55(1), pp.31 52. Nasional, M.P., 2006. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232 / U / 2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Palmer, E.C., David, A.S. & Fleming, S.M., 2014. Effects of age on metacognitive efficiency. Consciousness and Cognition, 28(1), pp.151 160. Sabatin, A.., 2006. A comparative studyof the level of metacognitive thinking skills between gifted students and their peersin the intermediate stage of Mecca ordinary schools. Amman Arab University. Schellenberg, S., Negishi, M. & Eggen, P., 2011. The effects of metacognition and concrete encoding strategies on depth of understanding in educational psychology. Teach Educ Psychol, 7, pp.17 24. Sukmadinata, N., 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan 6th ed., Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Veenman, M.V.J., Van Hout-Wolters, B.H.A.M. & Afflerbach, P., 2006. Metacognition and learning: Conceptual and methodological considerations. Metacognition and Learning, 1(1), pp.3 14. Weaver, S.O,. 2012. The Effect of Metacognitive Strategies on Academic Achievement, Metacognitive Awareness, and Satisfication in an Undergraduated Online Education Course. University of South Alabama Weil, L.G. & Fleming, S.M., 2013. The development of metacognitive ability in adolescence. Consciousness and Cognition, 22, pp.264 271. Volume 2, No.2, Tahun 2016