Mikroorganisme Penyebab Infeksi Pada Mata. Pendahuluan

dokumen-dokumen yang mirip
dan menjadi dasar demi terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.

Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi Klinik Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

3. METODOLOGI PENELITIAN

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI KLINIK DEPARTEMEN MIKROBIOLOGI FKUI/RSCM Jl. Pegangsaan Timur no.16, Jakarta 10320

25 Universitas Indonesia

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Hampir 700 spesies bakteri dapat ditemukan pada rongga mulut. Tiap-tiap

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. jamur, dan parasit (Kemenkes RI, 2012; PDPI, 2014). Sedangkan infeksi yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada keadaan fisiologis vagina dihuni oleh flora normal. Flora

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Chlamydia trachomatis

BAB 1 PENDAHULUAN. keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina yang terlepas dan

FLOUR ALBUS/LEUKOREA A RI FUAD FAJRI

BAB I PENDAHULUAN. virus, bakteri, dan lain-lain yang bersifat normal maupun patogen. Di dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan (Volk dan Wheeler, 1990).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) menurut Global Initiative of

BAB II TINJUAN PUSTAKA

II. RERAN DAN KARAKTERISTIK MIKROBIA YANG PENTING DALAM PANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah dalam bidang kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UJI EFEKTIVITAS PENGAWET ANTIMIKROBA. Marlia Singgih Wibowo School of Pharmacy ITB

BAB I PENDAHULUAN. Infeksi pada saluran napas merupakan penyakit yang umum terjadi pada

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. akar selama atau sesudah perawatan endodontik. Infeksi sekunder biasanya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

FARINGITIS AKUT. Finny Fitry Yani Sub Bagian Respirologi Anak Bagian IKA RS M Djamil- FK Unand

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh masuk dan berkembang biaknya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. terisi dengan cairan radang, dengan atau tanpa disertai infiltrasi dari sel

Jika tidak terjadi komplikasi, penyembuhan memakan waktu 2 5 hari dimana pasien sembuh dalam 1 minggu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kanamisin termasuk dalam golongan aminoglikosida. 14

BAB 1 PENDAHULUAN. terjadi di Indonesia, termasuk dalam daftar jenis 10 penyakit. Departemen Kesehatan pada tahun 2005, penyakit sistem nafas

LAMPIRAN 1. Skema Alur Pikir

BAB 1 PENDAHULUAN. cetak dapat melunak dengan pemanasan dan memadat dengan pendinginan karena

BAB 1 PENDAHULUAN. iskemik jaringan pulpa yang disertai dengan infeksi. Infeksi tersebut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. antigen (bakteri, jamur, virus, dll.) melalui jalan hidung dan mulut. Antigen yang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan kelompok mikroba di dalam rongga mulut dan dapat diklasifikasikan. bakteri aerob, anaerob, dan anaerob fakultatif.

ABSTRAK. PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTICANDIDA INFUSA DAUN SIRIH (Piper betle Lynn) SEGAR DENGAN SABUN CAIR PEMBERSIH VAGINA KEMASAN SECARA IN VITRO

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. bahan partikulat debu dan tetesan cairan, yang semuanya mengandung. rumah sakit yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan reproduksi menurut World Health Organization (WHO) adalah

BANGSA EUBACTERIALES

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Dalam upaya menjaga kesehatan tubuh, memelihara kebersihan tangan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proses penuaan adalah perubahan morfologi dan fungsional pada suatu

BAB 1 PENDAHULUAN. digunakan di kedokteran gigi adalah hydrocolloid irreversible atau alginat

KARAKTERISTIK PENDERITA GONORE DI POLIKLINIK PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2011-DESEMBER

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah suatu. infeksi kronis pada telinga tengah yang diikuti

Pemantapan mutu Lab. Mikrobiologi

BAB I PENDAHULUAN. melanda peradaban manusia selama berabad-abad (Pelczar dan Chan, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan terapi saluran akar bergantung pada debridement

BAB I PENDAHULUAN. sinus yang disebabkan berbagai macam alergen. Rinitis alergi juga merupakan

PENUNTUN PRAKTIKUM. Ilmu Dasar Keperawatan (IDK II)

IDENTIFIKASI BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) PADA PASIEN SUSPEK TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS NGRONGGOT, KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB 1 PENDAHULUAN. Mikroorganisme penyebab penyakit infeksi disebut juga patogen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gonore merupakan penyakit infeksi menular seksual. (IMS) yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae (N.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 4 METODE PE ELITIA

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan. lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang predominan. Bakteri dapat dibagi menjadi bakteri aerob, bakteri anaerob dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. massa koloni bakteri kompleks yang terorganisasi dalam matriks intermikrobial

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 2. Sistem Reproduksi ManusiaLatihan Soal 2.2. Sifilis. Epididimitis. Kanker prostat. Keputihan

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB I PENDAHULUAN. lumut. Tumbuhan lumut merupakan sekelompok tumbuhan non vascular yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT

BAB I PENDAHULUAN. Keragaman bakteri dapat dilihat dari berbagai macam aspek, seperti

BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya sangat cepat. Penyakit ini bervariasi mulai dari hiperemia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Bentuk jeruk purut bulat dengan tonjolan-tonjolan, permukaan kulitnya kasar

BAB I PENDAHULUAN. kedua di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae, yaitu

PENDAHULUAN. kejadian VAP di Indonesia, namun berdasarkan kepustakaan luar negeri

LAPORAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT UPDATE WEBSITE DAN MADING TRIWULAN I TAHUN 2017

REPRODUKSI MIKROORGANISME

BAB I PENDAHULUAN. ke pasien, operator ke lingkungan dan lingkungan ke pasien (Infection Control

BAB 1. Infeksi terkait dengan perawatan kesehatan melalui pemasangan alat-alat medis

LAPORAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT UNTUK WEBSITE DAN MADING TRIWULAN III TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme di Indonesia masih mengkhawatirkan kehidupan masyarakat.

BAB 5 HASIL PE ELITIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

LAPORAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT UPDATE WEBSITE DAN MADING SEMESTER I TAHUN 2017

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Mikroorganisme Penyebab Infeksi Pada Mata Departemen Mikrobiologi FK USU Pendahuluan Frekuensi infeksi pada mata sebenarnya adalah jarang (rendah) oleh karena : Mata secara kontinu mengeluarkan cairan air mata yang mempunyai aktivitas sebagai pencuci mata. Cairan air mata juga mengandung antibakteri. Kultur spesimen yang berasal dari proses infeksi pada mata adalah relatif sedikit. 1

Pemeriksaan terhadap spesimen Spesimen yang paling sering yang berasal dari mata adalah purulen. Terhadap spesimen ini perlu dilakukan pemeriksaan direct smear dan kultur. Dianjurkan bahan yang diambil dari mata relatif banyak. Untuk kultur dianjurkan menggunakan berbagai macam media perbenihan untuk mendapatkan mikroorganisme penyebab. Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata A. Bakteri 1. Staphylococcus aureus (gram positif) 2. Streptococcus pneumoniae (gram positif) 3. Streptocopccus alpha haemolitic (gram positif) 4. Streptococcus beta haemolitic (gram positif) 5. Corynebacterium diptheriae (gram positif) selalu penyebab pseudomembranous conjunctivitis 2

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata 6. Haemophylus aegyptius (gram negatif) = Koch-weeks bacill 7. Moraxella lacunata (Moraxella-Axenfield bacillus), diplobacillus, thick, short, gram negatif penyebab subacut/chronic cattarrhale conjunctivitis 8. Neisseria gonorrhoeae Neisseria gonorrhoeae Diplococcus gram negatif Bentuk seperti ginjal tersusun berdua-dua (pair kidney beans) Koloni pada media Thayer Martin : kecil, jernih seperti titik embun Oxydase tes positif Fermentasi glukosa positif 3

Neisseria gonorrhoeae Penyakit conjunctivitis (opthalmia neonatorum) Cara penularan : penyakit STD, infeksi pada neonatus terjadi melalui mukosa mata dari mukosa vagina (jalan lahir) yang terinfeksi. Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata 9. Coliform bacilli dan Enteric bacilli 10. Pseudomonas aeruginosa 11. Bakteri anaerob 12. Mycobacterium 4

B. Chlamydia trachomatis Obligat intraseluler DNA dan RNA Dinding sel kaku (rigid), tidak mempunyai lapisan peptidoglikan/muramic acid Gram positif Replikasi dimulai dari elementary body (spore like), memasuki sel dan mengalami reorganisasi dan menjadi besar (reticulate body) dan terjadi pembelahan binary fission B. Chlamydia trachomatis Penyakit : Trachoma, lebih dari 15 immunotype (A-L) Tipe A,B, C penyebab trachoma Tipe D-K penyebab penyakit genital tract yang menularkan ke mata neonatus Cara penularan : melalui kontak tangan ke mata Hanya menginfeksi manusia 5

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata C. Virus 1. Adenovirus 2. Herpes simpleks virus 3. Coxsackie virus grup A 4. Enterovirus 70 Virus Virus Genom Penyakit Cara penularan Herpes simpleks virus DNA Keratokonjungtivitis Mukosa mata Adeno virus DNA Konjungtivitis, keratokonjungtivitis Mukosa mata Coxsackie virus grup A RNA Acutehaemorrhagic conjunctivitis Mukosa mata Enterovirus70 RNA Acutehaemorrhagic conjunctivitis (karakteristik petekie pada conjunctiva bulbar) Mukosa mata 6

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata D. Fungi (Jamur) Penyebab keratomycosis (corneal infection) - Fusobacterium solani - Candida albicans - Aspergillus fumigatus Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata Penyebab Chorioretinal infection,endopthalmitis - Candida albicans - Torulapsis glabrata - Petriellidium boydii 7

Pada mata juga dijumpai bakteri nonpatogen dan opurtunis Corynebacterium xerosis Bakteri diphtheroid lainnya Staphylococcus coagulase lainnya Micrococcus Penyakit infeksi pada mata selalu purulent conjunctivitis Diagnosa laboratorium Spesimen adalah bahan purulent Diambil dengan cotton swab Pengambilan dilakukan sebelum : - pemberian antibiotik local aplication - irigasi dengan larutan - pemberian obat-obatan lainnya Spesimen diambil dari permukaan kantong konjungtiva bawah atau inner canthus mata. 8

Spesimen Terhadap spesimen dilakukan : Pemeriksaan direct smear dengan pewarnaan metode gram Segera di kultur pada media : blood agar, chocolate agar, Loeffler media (untuk Corynebactyerium) Dikultur dalam candle jar untuk bakteri tersangka Neisseriae dan Corynebacterium Spesimen Dikultur dalam anaerobic jar untuk tersangka bakteri anaerob Semua kultur harus dalam 48 jam. 9

Acute Bacterial Conjunctivitis Kebanyakan disebabkan : 1. Streptococcus pneumoniae 2. Beta haemolitic Streptococcus grup A 3. Haemophylus influenzae 4. Staphlylococcus aureus Pada bayi baru lahir penyebabnya : 1. Chlamydia trachomatis 2. Neisseria gonorrhoeae 3. Staphylococcus Gonococcal infection Penyakit Gonorrhoae Biasanya gejala purulen timbul pada hari ketiga dan empat sesudah lahir. Diagnosa laboratorium : - pewarnaan gram terhadap purulen -kultur pada media chocolate agar/thayer Martin dalam suasana microaerophilic -tes oxydase terhadap koloni positif pada Neisseriae gonorrhoeae 10

Chlamydial infection Penyakit Trachoma Gejala timbul purulent pada hari ke 5 sampai hari 14 sesudah lahir Bila satu mata terinfeksi, periksa juga mata yang lainnya, hasilnya selalu significan Spesimen : scraping conjunctiva, diwarnai dengan Giemsa dengan hasil inclusion body yang basofilik pada sitoplasma. Staphylococcal infection Gejala dapat timbul kapan saja 11

Fungus infection Kultur pada sabaroud dextrose agar, blood agar, brain heart infusion. Jamur yang mungkin : - Candida albicans - Fusobacterium solani - Aspergillus fumigatus - Torulapsis glabrata 12

13

14