KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR PADA WACANA SLOGAN DI LINGKUNGAN SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

dokumen-dokumen yang mirip
Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR PADA WACANA SLOGAN DI LINGKUNGAN SURAKARTA

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai

BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF MELALUI STRATEGI KNOW-WANT TO KNOW-LEARNED (KWL) PADA SISWA KELAS III MI MUHAMMADIYAH NGASEM

ANALISIS ASPEK MAKNA TUJUAN PADA SLOGAN LALU LINTAS DI KOTA SURAKARTA : TINJAUAN SEMANTIK NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Realisasi Tuturan dalam Wacana Pembuka Proses Belajar- Mengajar di Kalangan Guru Bahasa Indonesia yang Berlatar Belakang Budaya Jawa

TINDAK TUTUR IMBAUAN DAN LARANGAN PADA WACANA PERSUASI DI TEMPAT-TEMPAT KOS DAERAH KAMPUS

TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA TUTURAN KHOTBAH SALAT JUMAT DI LINGKUNGAN MASJID KOTA SUKOHARJO

TINDAK TUTUR ILOKUSI DIALOG FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO (SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK)

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM SLOGAN DI WILAYAH KOTA SURAKARTA. Naskah Publikasi

TINDAK PROVOKATIF DALAM SPANDUK DI WILAYAH KOTA SURAKARTA KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI

REALISASI TINDAK TUTUR DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI ANAK GURU DI TK PERTIWI 4 SIDOHARJO NASKAH PUBLIKASI

TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN SEPEDA MOTOR DI BOYOLALI. Naskah Publikasi. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1

TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA IKLAN PEMASARAN GEDUNG PERKANTORAN AGUNG PODOMORO CITY SKRIPSI

TINDAK KESANTUNAN KOMISIF PADA IKLAN KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH SURAKARTA. Naskah Publikasi

KESANTUNAN MENOLAK DALAM INTERAKSI DI KALANGAN MAHASISWA DI SURAKARTA

PENGARUH MODAL USAHA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR GEDE HARDJONAGORO SURAKARTA TAHUN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Akuntansi.

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

PELAKSANAAN ADOPSI ANAK MELALUI PENGADILAN AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR) NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS TINDAK TUTUR PEDAGANG DI STASIUN BALAPAN SOLO NASKAH PUBLIKASI

REALISASI BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH DAN MENASIHATI GURU-MURID DI KALANGAN ANDIK TK DI KECAMATAN SRAGEN WETAN. Naskah Publikasi Ilmiah

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG KENAMPAKAN ALAM MELALUI METODE JIGSAW SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMAWAN JATINOM, KLATEN TAHUN

SIKAP PROFESIONALISME DAN KINERJA AKADEMIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus di SLTA Muhammadiyah Karanganyar)

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memenuhi Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF JAWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS V SD N GAWANAN II COLOMADU TAHUN

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SAINS PADA MATERI SIFAT DAN PERUBAHAN WUJUD SUATU BENDA MELALUI PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING

ANALISIS ASPEK MAKNA TUJUAN PADA SLOGAN LALU LINTAS DI KOTA SURAKARTA : TINJAUAN SEMANTIK SKRIPSI

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE

BAB I PENDAHULUAN. lain, alat yang digunakan berkomunikasi tersebut adalah bahasa. Chaer

Artikel Publikasi KESANTUNAN DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI NONFORMAL DI KALANGAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI SWASTA SE-RAYON SURAKARTA

REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR SKRIPSI

Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

PERMAINAN BONEKA TANGAN DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI KELOMPOK B TK ISLAM UNGGULAN BIRRUL WALIDAIN SRAGEN TAHUN AJARAN 2013/2014

DAYA PRAGMATIK DI BALIK PERNYATAAN PEJABAT KPK vs POLRI

BAB I PENDAHULUAN. pikirannya. Baik diungkapkan dalam bentuk bahasa lisan maupun bahasa. informasi, gagasan, ide, pesan, maupun berita.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY

BENTUK DAN STRATEGI PENOLAKAN MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS PEMBELAJARAN DI KALANGAN PESERTA DIDIK SMA DAN SMK SEKABUPATEN REMBANG

KONSTRUKSI NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM SYAIR LAGU. (Studi Hermeneutika pada Lagu-Lagu Album Untukmu Indonesiaku dari Cokelat Band)

TINDAK TUTUR KOMISIF PADA WACANA KAMPANYE TERBUKA DI KALANGAN BAKAL CALON KEPALA DESA DI KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI

REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR NASKAH PUBLIKASI

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN WHAT IS MY LINE

WACANA PERSUASI PADA BUKU ISLAMI AGAR ANAK RAJIN SHALAT KARYA SUBHAN HUSAIN ALBARI NASKAH PUBLIKASI

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A

TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN SEPEDA MOTOR DI BOYOLALI SKRIPSI

TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA INTERAKSI PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA KELAS 1 SD TAHUN AJARAN 2011/2012

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi PGSD. Oleh: MUHAMAD HASAN A

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Oleh: DEWI KUSMIYATI A

S U D A R M I NIM. A. 53A100044

Diajukan oleh: A JUNI, 2015

REALISASI TINDAK KESANTUNAN BERBAHASA TENAGA KEPENDIDIKAN FKIP TAHUN 2014 SKRIPSI

TINDAK SKRIPSI A Persyaratan

PENERAPAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI

: AHMAD FATKHUL HUDA A

PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KECAKAPAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD ISLAM MAKARIMA KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

JURNAL PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN PRAKTEK TENTANG BERTOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MELALUI MEDIA FOTO IDOLA PADA SISWA KELAS VII.8 SMP NEGERI 2 MASARAN

PARTISIPASI PEMUDA DALAM MENGGUNAKAN HAK PILIH PADA PEMILU LEGISLATIF BAGI PARA PEMILIH PEMULA

BAB I PENDAHULUAN. dengan usia pada tiap-tiap tingkatnya. Siswa usia TK diajarkan mengenal

Oleh: Endah Yuli Kurniawati FakultasKeguruandanIlmuPendidikan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

PENGARUH KEMANFAATAN LEMBAR KERJA SISWA ( LKS ) DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA

REALISASI BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH DAN MENASIHATI GURU-MURID DI KALANGAN ANDIK TK DI KECAMATAN SRAGEN WETAN SKRIPSI

DAYA PERLOKUSI WACANA IKLAN ROKOK DI DAERAH SURAKARTA

ANALISIS IDIOMATIK PADA ARTIKEL BERITA DI HARIAN SOLOPOS EDISI DESEMBER 2012 : KAJIAN SEMANTIK

NASKAH PUBLIKASI PEMAKAIAN PREPOSISI PADA KOLOM POS PEMBACA DI HARIAN SOLOPOS SKRIPSI

RAGAM KALIMAT DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Akuntansi

ANALISIS PESAN BAHASA KELUHAN WARGA DESA PILANG KECAMATAN RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan

KELOGISAN GAGASAN PADA KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX A SMP AL-ISLAM KARTASURA NASKAH PUBLIKASI

BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Diajukan Oleh: SEPTIN ARIYANI A

BAB I PENDAHULUAN. berupasistemlambangbunyiujaranyang kompleks dan aktif. Kompleks,

REALISASI TINDAK KESANTUNAN KOMISIF DI KALANGAN MASYARAKAT PEDAGANG PASAR TRADISIONAL NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Cara pengungkapan maksud dan tujuan berbeda-beda dalam peristiwa

BAB 2 TINDAK TUTUR DAN SLOGAN IKLAN. Pandangan Austin (Cummings, 2007:8) tentang bahasa telah menimbulkan

PENERAPAN STRATEGI TEAM QUIZ

TINDAK TUTUR PADA UNGKAPAN BAK TRUK DI SEPANJANG JALAN RINGROAD SOLO-SRAGEN TINJAUAN: PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI

PENANGANAN ANAK HIPERAKTIF MELALUI TERAPI PERMAINAN PUZZLE DI KELOMPOK KB PAUD SAYMARA KARTASURA TAHUN AJARAN 2014/2015

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN NASKAH PUBLIKASI

TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA IKLAN PEMASARAN GEDUNG PERKANTORAN AGUNG PODOMORO CITY NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: FENDY ARIS PRAYITNO NIM A

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat S-1. Program Studi Pedidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.

KAJIAN TINDAK TUTUR PADA WACANA RUBRIK SURAT PEMBACA KABAR KOMPAS EDISI JANUARI 2014 SKRIPSI

DAYA PERLOKUSI DI BALIK PERNYATAAN-PERNYATAAN JOKOWI SEBAGAI KEPALA PEMERINTAHAN DKI JAKARTA

ANALISIS TINDAK TUTUR PEDAGANG DI STASIUN BALAPAN SOLO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibedakan menjadi dua sarana,

KALIMAT IMPERATIF DALAM BAHASA LISAN MASYARAKAT DESA SOMOPURO KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Oleh: HARIYANTO A

NASKAH PUBLIKASI. Oleh: SUMBER TRI UTAMI A PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. perwujudan peradaban dan kebudayaan serta satuan lambang bunyi yang

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERPUTARAN KREDIT DAN MODAL KERJA DENGAN RENTABILITAS PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KPRI SMPN 7 SUKOHARJO

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE KALKULATOR JARIMATIKA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SD NEGERI NOGOSARI 3

TINDAK TUTUR ILOKUSI SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN PESAN SOSIAL PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA

ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT PERINTAH GURU DALAM PROSES KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SD NEGERI 09 PANGGANG, KABUPATEN JEPARA

BAB 5. KESIMPULAN dan SARAN. pemakaiannya. Bahasa juga kerap dijadikan media dalam mengungkapkan

TINDAK TUTUR DALAM DIALOG DRAMA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO

ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM BAHASA IKLAN KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF TAHUN 2014 DI BOYOLALI

Transkripsi:

KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR PADA WACANA SLOGAN DI LINGKUNGAN SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Oleh : YUTI SUPRAPTINI A 310090199 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

UMYERSITAS MUHAMMADIYAH ST]RAKARTA FAKTJLTAS KEGURUATI DAII ILMU PEI\TDIDIKAIY Jl. A Yani Tromol Pos I - Pabelau Krtasura Telp. (0271)717417 Fax : 7151448 Suraknta 57102 Surat Persetujuan Artikel Publikasi Ilmiah Yang bertanda tangan di bawah ini pembimbing skripsiltugas ekhir: Nama : Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Htrm. NIP :132049998 Telah membaca dan mencermati naskah artikel publikasi ilmiah yang merupakan ringkasan skripsi (tugas akhir) dari mahasiswa: NaMa : YUTI SUPRAPTINI Nim : 4310090199 Program studi : Pendidikan Bahasa lndonesia dan Daerah Judul skripsi : KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR PADA WACANA SLOGAN DI LINGKUNGAN SURAKARTA Naskah artikel tersebut Iayak dan dapat disetujui untuk dipublikasikan. Demikian persetujuan dibuat, semoga dapat dipergunakan seperlunya. Maret 2013 ryr_z vvilj,\ Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH B i s mi I I ahiru ahm aniru ohim Yang bertanda tangan dibawah ini, saya Nama NIM Fakultas/ Jurusan Jenis Judul YUTI SUPRAPTINI A 310090199 FKIP/ PBSID SKRIPSI KARAKTERISTIK TINDAK WACANA SLOGAN DI SURAKARTA TUTUR PADA LINGKLINGAN Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk : 1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan UMS atau penulisan karya ilmiah saya, demi pengembangan ilmu pengetahuan. 2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/mengalih formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikan, serta menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis kepada Perpustakan UMS, tanpa perlu minta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/ pencipta. 3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan pihak Perpustakaan UMS, dari semua bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaranhak cipta dalam karya ilmiah ini. Demikian pemyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat di gunakan sebagaimana semestinya. Surakarta, 22Maret2013

KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR PADA WACANA SLOGAN DI LINGKUNGAN SURAKARTA Yuti Supraptini, A310 090 199, Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Dan Daerah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhamadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 5710 Telp (0271) 717417 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur pada wacana slogan yang ada di lingkungan Surakarta dan mengetahui karakteristik tindak tutur wacana slogan di lingkungan Surakarta. Penelitian dianalisis menggunakan metode padan dan agih. Hasil penelitian ini Bentuk-bentuk tindak tutur yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur direktif dan tindak tutur representatif. Terdapat 8 modus yaitu: perintah 14 tuturan, mengimbau 7 tuturan, mengajak 6 tuturan, permintaan 4 tuturan, sindiran 2 tuturan, peringantan 2 tuturan, melarang 2 tututran, menyarankan 1 tuturan, Adapun tindak tutur representatif tuturan tersebut menyatakan 10 tuturan dan memberitahukan 8 tuturan. Karakteristik tindak tutur wacana slogan di lingkungan Surakarta terdiri atas tiga karakteristik, yakni meliputi (1) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta memiliki kecenderungan untuk menyatakan maksud tuturan secara langsung. Pada maksud tindak tutur ini di dominasi oleh tindak tutur direktif dengan modus mengajak dan memerintah; (2) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan cenderung juga disertai dengan penanda kata definisi yakni Kata yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas; (3) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta menunjukan bahwa penutur lebih tinggi status sosialnya dari pada mitra tutur, ditinjau dari situasi sosialnya. Kata kunci: slogan, tindak tutur, karakteristik 1. Pendahuluan Bahasa sebagai gejala sosial yang kompleks baik masalah sosialnya, kulturnya maupun situasionalnya. Dalam penelitian ini pendekatan prakmatik digunakan untuk mengkaji karakteristik tindak tutur. Dengan objek karakteristik tersebut dapat diketahui satuan analisis tindak tutur itu atau maksud tindak tutur itu diujarkan (oleh penuturnya). Tindak tutur adalah salah satu kegiatan fungsional manusia sebagai makhluk berbahasa. Kegiatan pemerolehan bahasa dapat dikembangkan, baik melalui lisan maupun tulisan. Tindak tutur merupakan kajian terpenting dalam 1

pragmatik. hal ini sejalan dengan pendapat Yule (2006:3) yang mendefinisikan pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar atau pembaca. Sebuah tuturan diucapkan kerap kali menimbulkan sebuah tindakan dari penutur maupun mitra tutur. Seperti pendapat Yule (2006:82) yang mengemukakan bahwa tindak tutur yaitu tindakan-tindakan yang ditampilkan lewat tuturan. Karena dalam ujaran sesalu memiliki maksud tertentu yang melatar belakangi ujaran, maksud itulah yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu terhadap orang lain, seperti halnya mencubit atau memukul. Dengan demikian tindak tutur adalah aktivitas mengujarkan tuturan dengan maksud tertentu. Klasifikasi terbagi atas 5 jenis tindak tutur yakni deklarasi, representatif, ekspresif, direktif, dan komisif. Deklarasi ialah jenis tindak tutur yang mengubah dunia melalui tuturan. Representatif ialah tindak tutur yang menyatakan apa yang diyakini penutur kasus atau bukan. Ekspresif ialah jenis tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur. Direktif adalah jenis tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Komisif ialah jenis tindak tutur yang dipahami oleh penutur untuk mengingatkan dirinya terhadap tindakan-tindakan yang akan datang. Dalam dunia komunikasi saat ini, tampak terjadi adanya peran slogan. Dalam hal ini, slogan seolah-olah menjadi fenomenal yang perlu disusun oleh komunitas tersebut dengan maksud menunjukkan dan mempromosikan kinerja untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2001:480), Slogan merupakan tuturan, perkataan, atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahu, atau menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Sebagai bentuk tuturan atau penggunaan bahasa yang bermaksud menyampaikan informasi dan memiliki karakteristik. Bahasa wacana slogan memiliki fungsi untuk mengungkapkan isi atau informasi yang dimaksudkan oleh pembuat slogan. Berdasarkan fenomena diatas perlu dilakukannya penelitian mengenai pengungkapan isi atau informasi yang terdapat pada wacana slogan. oleh karena 2

itu peneliti melakukan penelitian dengan judul Karakteristik Tindak Tutur pada Wacana Slogan di Lingkungan Surakarta. 2. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan wacana slogan di lingkungan Surakarta. Sumber Data penelitian ini adalah tempat-tempat umum dan instansi di wilayah kota Surakarta yang terdapat wacana Slogan. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan metode observasi atau pengamatan dan metode simak dilanjutkan dengan teknik catat (Mahsun, 2005:242). Teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode padan agih. Keabsahan data diukur dengan menggunakan teknik triangulasi, yakni triangulasi teori dan metode. 3. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk tindak tutur dan karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta. Bentuk-bentuk tindak tutur wacana slogan merujuk pada pendapat Yule (2006: 92-94) yang membagi klasifikasi tindak tutur menjadi 5 jenis yakni deklarasi, representatif, direktif, ekspresif, komisif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada wacana slogan di lingkungan Surakarta peneliti menemukan dua jenis tindak tutur yakni direktif dan representatif. Berikut data bentuk tindak tutur direktif: 3.1 Bentuk-bentuk tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta 3.1.1 Bentuk tindak tutur direktif 3.1.1.1 Modus Perintah Tuturan perintah difungsikan secara konvensional untuk memerintah. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif perintah, berikut realisasi nya. (1) Eksplikatur : Jagalah bumi ini dari polusi Penanda : Jagalah Konteks : Tuturan wacana slogan diambil dari taman Balai Kambang. Maksud : Menyuruh agar selalu menjaga bumi tercinta ini dari polusi yang diakibatkan dari banyaknya 3

kendaraan yang asapnya tidak ramah lingkungan, yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Data (1) merupakan tindak tutur direktif perintah. Penanda Jagalah dalam Tuturan Jagalah bumi ini dari polusi yang dikatakan oleh penutur merupakan tuturan memerintah agar selalu menjaga bumi tercinta ini dari polusi yang diakibatkan dari banyaknya kendaraan yang asapnya tidak ramah lingkungan, yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Melalui tuturan tersebut suatu tindak tutur yang mengandung unsur menyuruh supaya mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang diperintah oleh penutur. 3.1.1.2 Modus Mengajak Modus mengajak mengandung maksud bahwa penutur mengajak mitra tutur supaya melakukan sesuatu sebagaimana yang dinyatakan oleh penutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif mengajak, Berikut realisasinya. (2) Eksplikatur : Ayo menanam untuk masa depan Penanda : Ayo Konteks : Tuturan wacana slogan diperoleh dari taman Balai Kambang Maksud : Mengajak menanam pohon untuk masa depan yang lebih baik. Data (2) merupakan tindak tutur direktif mengajak. Memalui tuturan tersebut penanda Ayo penutur mengajak mitra tutur untuk melakukan sesuatu sebagaimana yang diinginkan oleh penutur, yakni bersama-sama menanam pohon untuk masa depan yang lebih baik. Mengajak adalah suatu yang bertujuan untuk meminta supaya mitra tutur menuruti sebagaimana yang diinginkan oleh penutur. Sesuatu yang diinginkan penutur itulah yang menjadi dasar bagi mitra tutur untuk melakukan suatu tindakan. Dengan demikian, suatu tindakan yang dilakukan oleh mitra tutur semata-mata untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh penutur. 3.1.1.3 Modus Mengimbau 4

Modus mengimbau adalah suatu tuturan yang mengandung maksud meminta, menyerukan, atau mengajak mitra tutur melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh sebagaimana yang dikehendaki oleh penutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif mengimbau sebagai berikut. (3) Eksplikatur : Saatnya utamakan kejujuran Penanda : Saatnya Konteks : Tuturan wacana slogan diperoleh dari lingkungan Kopma kampus Universitas Muhamadiyah Surakarta. Maksud : Mengimbau untuk selalu bersikap jujur dalam segala hal. Data (3) merupakan tindak tutur direktif mengimbau yaitu suatu tindak tutur yang mengandung maksud meminta, menyerukan, atau mengajak mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang dikehendaki oleh penutur, Tuturan Saatnya utamakan kejujuran yang dikatakan oleh penutur merupakan tuturan mengimbau untuk selalu bersikap jujur dalam segala hal, karena kejujuran merupakan kunci utama meraih kesuksesan. 3.1.1.4 Modus Permintaan Modus meminta adalah suatu tindak tutur yang bertujuan untuk memohon dan mengharapkan kepada mitra tutur supaya diberi sesuatu atau menjadi sebuah kenyataan sebagaimana yang diminta oleh mitra tutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat permintaan sebagai berikut. slogan yang menunjukan tindak tutur direktif (4) Eksplikatur : Lindungi dan sayangi orang disekitar kita dari asap rokok Penanda : Lindungi Konteks : Tuturan wacana slogan diambil dari rumah sakit Kasih Ibu Slamet Riyadi Surakarta. Maksud : Meminta agar tidak merokok disembarang tempat, karena asap rokok dapat merugikan orang lain, terutama ibu hamil dan anak-anak. 5

Data (4) merupakan tindak tutur direktif permintaan yaitu suatu tindak tutur yang bertujuan untuk memohon dan mengharapkan kepada mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang diminta oleh penutur. Tuturan Lindungi dan sayangi orang disekitar kita dari asap rokok yang dikatakan oleh penutur merupakan tuturan meminta agar tidak merokok disembarang tempat, karena asap rokok dapat merugikan orang lain, terutama ibu hamil dan anak-anak. 3.1.1.5 Modus Sindiran Modus sindiran adalah suatu tindak tutur yang bertujuan untuk mengingatkan atau menegur seseorang secara tidak langsung atau tidak terus terang. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif sindiran sebagai berikut. (5) Eksplikatur : Pinjam boleh asal jangan langganan Penanda : Implikatur Konteks : Tuturan wacana slogan diperoleh dari lingkungan di SMA Batik 1 Surakarta. Maksud : Menyindir untuk tidak terlalu sering meminjam sesuatu hal terhadap O 1. Data (5) merupakan tindak tutur direktif sindiran. Tuturan Pinjam boleh asal jangan langganan. penutur bermaksud untuk mengingatkan atau menegur mitra tutur meminjam sesuatu hal terhadap penutur. 3.1.1.6 Modus Peringatan agar tidak terlalu sering Modus peringatan adalah suatu tindak tutur yang bertujuan untuk mengingatkan atau memberi nasihat, teguran kepada mitra tutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif peringatan sebagai berikut. (6) Eksplikatur : Ingat korban meninggal sia-sia sudah banyak, hati-hati dijalanan umum. Penanda : Ingat Konteks : Tuturan diperoleh dari jalan raya Solo Baru. 6

Maksud : Memperingatkan agar berhati-hati dijalan raya, dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Sehingga dapat mencegah resiko kecelakaan dalam berkendara. Data (6) merupakan tindak tutur direktif peringatan. Yaitu suatu tuturan yang bertujuan untuk memberi nasihat, teguran, peringatan supaya seseorang ingat akan kewajiban atau tindakan yang harus dilakukan. Melalui tuturan Ingat korban meninggal sia-sia sudah banyak, hati-hati dijalanan umum bermaksud memperingatkan agar berhati-hati dijalan raya, dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Sehingga dapat mencegah resiko kecelakaan dalam berkendara. 3.1.1.7 Modus Melarang Modus melarang yaitu suatu tindak tutur yang melarang supaya mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang diminta oleh penutur, berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif menyarankan sebagai berikut. (7) Eksplikatur : Stop korupsi di negeri ini Penanda : Stop Konteks : Tuturan wacana slogan ini diperoleh dari lingkungan Sriwedari. Maksud : Melarang untuk melakukan tindakan korupsi dan membrantas korupsi yang kian lama kian merajalela, bahkan sering kita lihat para pejabat negara yang melakukan tindakan korupsi. Data (7) merupakan tindak tutur direktif melarang yaitu suatu tindak tutur yang melarang supaya mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang diminta oleh penutur, tuturan Stop korupsi dinegeri ini yang dikatakan oleh penutur merupakan tuturan melarang untuk melakukan tindakan korupsi dan membrantas korupsi yang kian lama kian merajalela, bahkan sering kita lihat para pejabat negara yang melakukan tindakan korupsi. 7

3.1.1.8 Modus Menyarankan Menyarankan yaitu suatu tindak tutur yang menyarankan seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disarankan oleh penutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur direktif menyarankan sebagai berikut. (8) Eksplikatur : Mencegah lebih baik dari pada mengobati Penanda : Dari pada Konteks :Situasi sosial tuturan diperoleh dari lingkungan rumah sakit Kasih Ibu Maksud :Menyarankan bahwa lebih baik mencegah dari pada mengobati, yakni mencegah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Data (8) merupakan tindak tutur direktif menyarankan. Yaitu suatu tindak tutur yang menyarankan seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disarankan oleh penutur. Melalui tuturan Mencegah lebih baik dari pada mengobati penutur bermaksud menyarankan bahwa lebih baik mencegah dari pada mengobati, yakni mencegah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. 3.1.2 Bentuk tindak tutur representatif 3.1.2.1 Menyatakan Modus menyatakan yakni menyatakan maksud tuturan yang diyakini oleh penutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur representatif menyatakan sebagai berikut. (9) Eksplikatur : Damai itu indah Penanda : Itu Konteks :Tuturan diperoleh dari lingkungan kos Azahra kampus UMS. Maksud :Diyakini oleh O 1 bahwa hidup damai itu indah, yaitu dengan cara selalu menjaga kerukunan antar individu maupun kelompok. 8

Data (9) merupakan tindak tutur representatif. Tuturan representatif menyatakan apa yang diyakini penutur. Tuturan Damai itu indah bahwasanya diyakini oleh penutur dengan menjaga kerukunan antar individu maupun kelompok, selain juga saling menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lainya, dengan demikian terciptalah kedamaian yang membuat hati kita nyaman. 3.1.2.2 Memberitahukan Modus memberitahukan yakni memberitahukan maksud tuturan yang diyakini oleh penutur. Berdasarkan data yang ditemukan di lingkungan Surakarta terdapat slogan yang menunjukan tindak tutur representatif menyatakan sebagai berikut. (10) Eksplikatur : Menanam pohon berarti menyumbang oksigen Penanda : Berarti Konteks : Tuturan diperoleh dari taman balai kambang surakarta. Maksud : Diyakini dengan ikut serta dalam menanam pohon, maka dapat menciptakan lingkungan hudup yang sehat, yakni dengan banyaknya sumber oksigen. Data (10) merupakan tindak tutur representatif. Tuturan representatif merupakan jenis tindak tutur yang memberitahukan apa yang diyakini oleh penutur. Berkaitan dengan tuturan Menanam pohon berarti menyumbang oksigen Diyakini O 1 dengan ikut serta dalam menanam pohon, maka dapat menciptakan lingkungan hudup yang sehat, yakni dengan banyaknya sumber oksigen. 3.2 Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta. 3.2.1 Tindak tutur wacana slogan cenderung menyatakan maksud tuturan secara langsung Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta memiliki kecenderungan untuk menyatakan maksud tuturan secara langsung. Pada maksud tindak tutur ini di dominasi oleh tindak 9

tutur direktif dengan modus mengajak dan memerintah. Tuturan wacana slogan direktif berisi tuturan yang meminta mitra tutur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur. Seperti data berikut: Modus mengajak yaitu mengandung maksud bahwa penutur mengajak mitra tutur supaya melakukan sesuatu sebagaimana yang dinyatakan oleh penutur. (11) Ayo berantas koruptor dinegeri indonesia (12) Mari bersama kita hijaukan bumi Tuturan tersebut merupakan tuturan langsung yaitu penutur mengajak mitra tutur untuk mekalukan sesuatu sesuai dengan apa yang di tuturkan. Kata ayo dan mari menunjukan penanda tuturan direktif modus mengajak. Modus perintah yaitu mengandung maksud tuturan menyuruh mitra tutur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diperintah oleh penutur. (13) Sholatlah sebelum kamu disholatkan Tuturan tersebut merupakan tuturan langsung yaitu penutur memerintah mitra tutur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang di tuturkan. Penanda partikel lah pada kata sholatlah merupakan penegasan bahwa tuturan tersebut adalah tindak tutur direktif modus perintah. 3.2.2 Tindak tutur wacana slogan juga cenderung disertai dengan kata definisi Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan cenderung juga disertai dengan penanda kata definisi yakni Kata yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas. Seperti tuturan berikut: (14) Plagiat adalah kejahatan korupsi 10

Penanda adalah pada tuturan (14) menerangkan bahwa melakukan tindakan plagiat sama saja melakukan tindakan korupsi, yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. 3.2.3 Penutur bertipe status sosial lebih tinggi dari pada mitra tutur (partisipan) dalam tindak tutur wacana slogan Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta menunjukan bahwa penutur lebih tinggi status sosialnya dari pada mitra tutur, hal ini terbukti dari lima puluh tujuh data yang telah diidentifikasi. seperti data berikut: (16) Selamatkan lingkungan untuk hari esok yang lebih baik. Ditunjau dari situasi sosial yakni lingkungan asal tuturan tersebut yang berada di taman Balai Kambang tuturan tersebut ditulis oleh pemkot (penutur) Surakarta. Sehingga menunjukan bahwa status sosialnya lebih tinggi dari pada mitra tutur yakni pengunjung taman Balai Kambang. Adapun maksud tuturan tersebut pemkot (penutur) bermaksud menyuruh untuk selalu menjaga lingkungan agar lingkungan selalu sehat dan masa depan bumi kita tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan hasil analisis diatas bentuk-bentuk tindak tutur yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur direktif dan tindak tutur representatif. Hasil dan temuan data tindak tutur direktif pada wacana slogan di lingkungan Surakarta dapat diketahui ada 8 modus yaitu: perintah, mengimbau, permintaan, sindiran, peringantan, mengajak, menyarankan, melarang. Adapun tindak tutur representatif mengandung tuturan yang memaparkan apa yang diyakini oleh penutur mengenai sesuatu hal atas kebenarannya, tuturan tersebut menyatakan dan memberitahukan maksud tuturan. Dari 56 data wacana slogan ditemukan 38 tindak tutur direktif dan 18 tindak tutur representatif. Tiga puluh delapan data tindak tutur direktif meliputi modus perintah sebanyak 14 tuturan, modus mengimbau sebanyak 7, modus mengajak sebanyak 6 tuturan, modus permintaan sebanyak 4 tuturan, modus sindiran sebanyak 2 tuturan, modus peringatan sebanyak 2 tuturan, modus 11

menyarankan sebanyak 1 tuturan, modus melarang sebanyak 2 tuturan. Delapan belas tindak tutur representatif yang mengandung tuturan apa yang diyakini ileh penutur mengenai sesuatu hal atas kebenarannya, meliputi submenyatakan sebanyak 10 tuturan, submemberitahukan sebanyak 8 tuturan. Karakteristik tindak tutur wacana slogan di lingkungan Surakarta terdiri atas tiga karakteristik, yakni meliputi (1) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta memiliki kecenderungan untuk menyatakan maksud tuturan secara langsung. Pada maksud tindak tutur ini di dominasi oleh tindak tutur direktif dengan modus mengajak dan memerintah; (2) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan cenderung menggunakan tindak tutur representatif yaitu menyatakan suatu tuturan yang diyakini oleh penutur. Selain itu sedikit banyak juga disertai penanda kata definisi yakni Kata yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas; (3) Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta menunjukan bahwa penutur lebih tinggi status sosialnya dari pada mitra tutur, ditinjau dari situasi sosialnya. Temuan penelitian diatas meliputi bentuk-bentuk tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan surakarta berupa tindak tutur direktif dan tindak tutur representatif dan karakteristik tindak tutur wacana slogan yang diidentifikasi berdasarkan bentuk-bentuk tindak tutur. Bentuk-bentuk tindak tutur tersebut sesuai dengan pendapat Yule (2006:92-94) yang menyatakan terdapat 5 klasifikasi tindak tutur yakni representatif, deklarasi, ekspresif, direktif, dan komisif. Namun, dalam hasil analisis ini hanya menemukan dua klasifikasi yakni direktif dan representatif. Selain itu penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Subekti (2009) yakni menganalisis mengenai bentuk tindak tutur dan menemukan karakteristik dalam iklan kampanye legislatif partai politik di media televisi yakni modus tindak tutur yang digunakan oleh partai politik dalam iklan kampanye di media televisi secara umum, karakteristik tindak tutur yang digunakan dalam iklan kampanye legislatif dapat dinyatakan memiliki kecenderungan sebagai tindak tutur langsung atau direct speech act. Pada modus 12

tindak tutur ini didominasi oleh tindak tutur direktif. Ketiga, emphatic stress tindak tutur merupakan bentuk tindak tutur ekspresif yang mengandung maksud dalam bertutur. Pada emphatic stress tindak tutur ini didominasi oleh subtindak tutur berterima kasih dan mengucapkan rasa syukur. Meskipun demikian, hasil temuan tersebut memiliki perbedaan yakni berupa data dan sumber data yang digunakan. Temuan ini diarahkan membawa pengaruh bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama kaitannya dengan pembelajaran bahsa indonesia. Kaitan penelitian mengenai tindak tutur wacana slogan yakni dengan Analisis wacana slogan merupakan salah satu kegiatan menganalisis wacana dalam hal ketrampilan aspek membaca. 4. Simpulan Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh peneliti yakni mengenai Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan dilingkungan Surakarta dapat disimpulkan mengenai dua rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya. Peneliti menemukan beberapa bentuk tindak tutur yakni tindak tutur direktif dan tindak tutur representatif. Tindak tutur direktif berupa bentuk tuturan perintah, ajakan, sindiran, permintaan, imbauan, menyarankan, melarang. Tindak tutur representatif berupa tuturan yang meyakini mengenai suatu tuturan atas kebenarannya yakni berupa submenyatakan dan submemberitahukan. Tuturan tuturan tersebut diperoleh dari wacana slogan yang menunjukan karakteristik didalamnya. Karakteristik tindak tutur pada wacana slogan di lingkungan Surakarta, sebagai berikut: pertama, memiliki kecenderungan untuk menyatakan maksud tuturan secara langsung. Pada maksud tindak tutur ini di dominasi oleh tindak tutur direktif dengan modus mengajak dan memerintah; kedua, wacana slogan cenderung juga disertai dengan penanda kata definisi; ketiga, pada wacana slogan di lingkungan Surakarta menunjukan bahwa penutur lebih tinggi status sosialnya dari pada mitra tutur, ditinjau dari situasi sosialnya. 13

5. Daftar pustaka Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mashun. 2005. Metode Penelitian Bahasa; Tahapan Strategis, Metode dan Tekniknya. Jakarta: Rajawali Press. Subekti, Erwin. 2009. Tindak Tutur Dalam Iklan Kampanye Legislatif Partai Politik di Media Televisi Tahun 2009. Sripsi. http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=showview&id=11137. Diakses pada hari jumat, 08 maret 2013. Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 14