III. METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (closing price) yang tercatat di indeks LQ 45 periode yang dinyatakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang

PENGARUH FAKTOR - FAKTOR FUNDAMENTAL SAHAM PT. UNILEVER INDONESIA, TBK TAHUN : Faishal Febrian NPM :

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. ukuran perusahaan, dan good corporate governance terhadap kebijakan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

III. METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III.METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bidang consumer and goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. yang digunakan dalam penelitian ini adalah DPR, Net Profit Margin

BAB IV HASIL PENELITIAN. telah di publikasikan melalui website Bank Panin Syariah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. yang telah diperoleh dan dapat dilihat dalam tabel 4.1 sebagai berikut : Tabel 4.1 Descriptive Statistics

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN. penelitian ini rasio likuiditas yang digunakan adalah Current Ratio (CR)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. dari masing-masing variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian. menggunakan rasio return on asset (ROA).

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan verifikatif. Metode deskriptif adalah studi untuk menentukan fakta dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang terdaftar dalam LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode

LAMPIRAN. Daftar sampel penelitian Perusahaan Sub-Sektor Otomotif dan Komponen Periode

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dengan jumlah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. perusahaan publik yang terdaftar berjumlah 393 perusahaan. Sampel dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur dari periode

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek

III. METODE PENELITIAN. Obyek penelitian ini adalah profitabilitas perbankan syariah yang ada di

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing variabel. Tabel 4.1. Statistik Deskriptif

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian tentang Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS),

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, BI RATE DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA BANK BUMN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam analisis statistik obyek penelitian pada sub bab ini, peneliti

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. BEI (Bursa Efek Indonesia) selama periode tahun 2010 sampai 2014.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Cahaya Fajrin R Pembimbing : Dr.Syntha Noviyana, SE., MMSI

BAB IV ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Garment dan Subsektor otomotif dan Komponen tahun Metode

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Return On invesment(roi), Earning Per Share(EPS), dan. Deviden Per Share (DPS) terhadap harga saham

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. meliputi analisis kuantitatif yang berupa analisis regresi berganda serta

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. estimasi yang terbaik, terlebih dahulu data sekunder tersebut harus dilakukan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Dari data-data sekunder berupa laporan keuangan yang telah diperoleh, maka

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Consumer

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. corporate social responsibility. Size (ukuran) perusahaan, likuiditas, dan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Disusun oleh : Nama : Lonella Dwita NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Widyatmini, SE., MM.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), bekerjasama dengan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. selanjutnya akan membahas mengenai penelitian tentang pengaruh komisaris

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil objek penelitian yaitu perusahaan yang berada pada

Transkripsi:

25 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Populasi Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan elemen yang menjadi pusat objek penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kategori Indeks BISNIS-27 selama periode tahun penelitian yaitu dari tahun 2009 sampai dengan 2011. Setiap periodenya, perusahaan yang tergabung dalam BISNIS-27 berjumlah 27 perusahaan. 3.1.2 Sampel Pengambilan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan kriteria dalam pengambilan sampel. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu: 1. Perusahaan yang konsisten masuk dalam indeks BISNIS-27 selama periode tahun penelitian yaitu dari tahun 2009 sampai dengan 2011. 2. Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan dan membagikan dividen dari tahun 2009 sampai dengan 2011.

26 3. Perusahaan yang memiliki data lengkap untuk faktor-faktor yang diteliti, seperti Return on Assets (ROA), Asset Growth, serta Dividend Payout Ratio (DPR), dan tidak memiliki nilai data ekstrim selama periode pengamatan. Berdasarkan kriteria di atas maka didapat hasil sebagai berikut: Tabel 3.1 Perhitungan Sampel Perusahaan Keterangan Jumlah Jumlah perusahaan per periode yang tergabung dalam Indeks BISNIS-27 di BEI 27 Perusahaan yang tidak terdaftar secara konsisten dalam Indeks BISNIS-27 di BEI 11 Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan per tahun secara lengkap selama tahun 2009-2011 1 Perusahaan sampel tidak membagikan dividen 3 Perusahaan yang memiliki jarak nilai data yang ekstrim selama periode penelitian 2 Perusahaan sampel 10 Total observasi data (N) selama 3 tahun periode penelitian 30 Sumber : www.idx.co.id Tabel 3.1 menjelaskan tentang perhitungan jumlah sampel perusahaan yang diambil. Awalnya, total jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 27 perusahaan yang merupakan perusahaan dalam Indeks BISNIS-27 selama tahun 2009 sampai dengan 2011. Kemudian sampel tersebut berkurang menjadi 16 perusahaan, dikarenakan 11 perusahaan tidak terdaftar secara konsisten dalam

27 Indeks BISNIS-27. Sampel perusahaan berkurang kembali menjadi 15 perusahaan, dikarenakan terdapat 1 perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangannya. Selanjutnya, jumlah sampel berkurang kembali hingga menjadi 12, dikarenakan terdapat 3 perusahaan yang tidak membagikan dividennya. Hingga pada akhirnya jumlah total sampel yang digunakan adalah 10 perusahaan, setelah terlebih dahulu dikurangi dengan 2 perusahaan yang memiliki nilai data ekstrim selama periode penelitian, sehingga total observasi data (N) selama periode penelitian (3 tahun) yaitu sebanyak 30 data perusahaan pengamatan (10 perusahaan x 3 tahun). Daftar nama perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu: Tabel 3.2 Daftar Nama Perusahaan Sampel No Nama Perusahaan Kode 1 Astra Agro Lestari Tbk. AALI 2 Astra International Tbk. ASII 3 Bank Central Asia Tbk. BBCA 4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BBNI 5 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BBRI 6 Bank Mandiri (Persero) Tbk. BMRI 7 Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. INTP 8 Jasa Marga (Persero) Tbk. JSMR 9 Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. TLKM 10 United Tractor Tbk. UNTR Sumber: www.idx.co.id

28 3.2 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu berupa laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh BEI selama tiga tahun berturut-turut mulai periode tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Untuk sumber data, dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber yang berhubungan dengan penelitian seperti, Indonesian Capital Market Directory (ICMD), www.idx.co.id, dan dari data-data perusahaan yang telah dipublikasikan melalui media internet lainnya. 3.3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan dokumentasi. Metode studi kepustakaan merupakan suatu cara yang dilakukan dimana dalam memperoleh data dengan menggunakan cara membaca dan mempelajari sumber-sumber tulisan atau buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam lingkup penelitian ini. Sedangkan metode dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara melihat dokumen yang telah dipublikasikan oleh perusahaan dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

29 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.4.1 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel yang digunakan terdiri dari variabel dependen dan variabel independen. a) Variabel Dependen Variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen pada penelitian ini adalah pembagian dividen. b) Variabel Independen Variabel independen adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel dependen. Variabel independen pada penelitian ini menggunakan variabel profitabilitas dan tingkat pertumbuhan perusahaan. 3.4.2 Definisi Operasional Variabel a) Pembagian Dividen Keputusan yang menyangkut penentuan besarnya bagian keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham, yang dihitung dari rasio besarnya laba yang dibagikan sebagai dividen terhadap besarnya laba yang diperoleh (Sutrisno, 2003 dalam Ipaktri, 2012). Untuk menentukan tingkat Dividend Payout Ratio, dapat dihitung dengan rumus :

30 DPR = DPS (dividen per lembar saham) EPS (laba per lembar saham) b) Profitabilitas Profitabilitas adalah tingkat keuntungan yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya (Rizal A., 2010 dalam Ekasiwi, 2012:15). Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas total asetnya. Rumus : ROA = Laba sebelum pajak (EBIT) Total Aktiva c) Tingkat Pertumbuhan Perusahaan Tingkat pertumbuhan perusahaan (Asset Growth) adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan (Taswan, 2003). Rumus : Asset Growth = Total Asset (t) Total Asset (t-1) Total Asset (t-1)

31 Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Rasio yang Indikator Skala menunjukkan tingkat Profitabilitas (X 1 ) keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan ROA= Laba sebelum pajak (EBIT) Total Aktiva Rasio operasinya. Perubahan Tingkat Pertumbuhan Perusahaan (X 2 ) (penurunan atau peningkatan) total aktiva / asset yang dimiliki oleh perusahaan. Asset Growth = Total Asset (t) Total Asset (t-1) Total Asset (t-1) Rasio Keputusan yang menyangkut penentuan besarnya bagian keuntungan yang dibagikan Pembagian Dividen (Y) kepada pemegang saham, yang dihitung dari rasio besarnya DPR = DPS EPS Rasio laba yang dibagikan sebagai dividen terhadap besarnya laba yang diperoleh.

32 3.5 Metode Analisis 3.5.1 Pengujian Asumsi Klasik Karena data yang digunakan adalah data sekunder, maka untuk menentukan ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang mendasari model regresi. Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 3.5.1.1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen atau keduanya terdistribusikan secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas data dapat diuji dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji statistik yaitu dengan membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik nonparametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) (Ekasiwi, 2012:37) yang dapat dilihat dari : 1. Nilai signifikansi < 0,05 ; maka data terdistribusi secara tidak normal. 2. Nilai signifikansi > 0,05 ; maka data terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut.

33 Tabel 3.4 Hasil Uji Statistik Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 30 Normal Parameters a Mean.0000000 Std. Deviation 14.51494838 Most Extreme Differences Absolute.107 Positive.107 Negative -.091 Kolmogorov-Smirnov Z.584 Asymp. Sig. (2-tailed).885 a. Test distribution is Normal. Sumber : Data sekunder diolah Tabel 3.4 menjelaskan bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan signifikansi 0,885 yang berarti berada di atas 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai residual sudah terdistribusi normal pada model tersebut. 3.5.1.2 Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinieritas pada penelitian dilakukan dengan matriks kolerasi. Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitas dilakukan dengan memperhatikan nilai matriks kolerasi yang dihasilkan pada saat pengolahan data serta nilai VIF (Variance

34 Inflation Factor) dan Tolerance-nya. Model regresi dinyatakan bebas dari multikolinearitas jika mempunyai nilai Tolerance < 1 dan nilai VIF < 10. (Priono, 2006:34). Tabel 3.5 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients a Collinearity Statistics Model 1 (Constant) Tolerance VIF Profitabilitas.994 1.006 Tk.Pertumbuhan Perusahaan.994 1.006 a. Dependent Variable: Pembagian Dividen Sumber : Data sekunder diolah Tabel 3.5 menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu profitabilitas dan tingkat pertumbuhan perusahaan memiliki nilai Tolerance < 1 dan nilai VIF < 10, maka tidak ada masalah multikolinearitas antar variabel independen tersebut. 3.5.1.3 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas, jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas dapat dilihat melalui grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat dengan residualnya. Apabila pola pada grafik

35 ditunjukkan dengan titik-titik menyebar secara acak (tanpa pola yang jelas) serta tersebar di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas (Ekasiwi, 2012:39) Gambar 3.1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari output di atas dapat diketahui bahwa titik-titik membentuk pola yang tidak teratur. Titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regresi ini. 3.5.1.4 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem

36 autokorelasi (Ghozali, 2006). Autokorelasi timbul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Autokorelasi dapat diketahui melalui uji Durbin Watson (DW test). Jika DW terletak diantara du dan 4-du, maka berarti tidak ada autokolerasi (Ekasiwi, 2012:39). Hipotesis yang diuji adalah: Tabel 3.6 Klasifikasi Nilai Durbin-Waston Hipotesis Nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d <dl Tidak ada autokorelsai positif No decision dl d du Tidak ada korelasi negatif Tolak 4-dl < d < 4 Tidak ada korelasi negatif No decision 4-du d 4-du Tidak ada korelasi positif dan negatif Tidak tolak du < d < 4-du Tabel 3.7 Hasil Uji Durbin-Watson Model Summary b Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson 1.600 a.360.313 15.04294 2.191 a. Predictors: (Constant), Tk.Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas b. Dependent Variable: Pembagian Dividen Sumber : Data sekunder diolah Nilai DW pada pengujian ini sebesar 2,191, sedangkan nilai tabel DW dengan menggunakan derajat kepercayaan 95%, jumlah sampel (n) 30 dan jumlah

37 variabel bebas (k) 2, maka di tabel Durbin Watson akan didapatkan nilai dl sebesar 1,284 dan nilai du sebesar 1,567 sedangkan nilai 4-du sebesar 2,433. Karena nilai DW berada diantara nilai du dan 4-du (1,567 < 2,191 < 2,433) maka tidak terjadi autokorelasi atau keputusan diterima. 3.5.2 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen secara simultan ataupun secara parsial. Persamaan regresi dengan linier berganda dalam penelitian ini adalah : Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + e Dimana : Y : Pembagian dividen (DPR) X 1 : Profitabilitas (ROA) X 2 : Tingkat pertumbuhan perusahaan (Asset Growth) A = konstanta b1,,bn = koefisien regresi e = error term 3.5.3 Pengujian Hipotesis 3.5.3.1 Uji Statistik F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan atau

38 bersama-sama terhadap variabel dependen. Jika probabilita (signifikansi) lebih besar dari 0,05 maka variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen, jika probabilita lebih kecil 0,05 maka variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Probabilita (signifikansi) > 0,05 : Ho diterima atau Ha ditolak Probabilita (signifikansi) < 0,05 : Ho ditolak dan Ha diterima Dimana : Ho = variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Ha = variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. 3.5.3.2 Uji Statistik t Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial atau individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dalam pengolahan data menggunakan program komputer SPSS, pengaruh secara individual ditunjukkan dari nilai signifikan uji t. Jika nilai signifikan uji t < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan secara individual masing-masing variabel. Probabilita (signifikansi) > 0,05 : Ho diterima atau Ha ditolak Probabilita (signifikansi) < 0,05 : Ho ditolak dan Ha diterima Dimana : Ho = variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Ha = variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.