A. Dasar Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga

dokumen-dokumen yang mirip
NOMOR 14 TAHUN 1993 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1993 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

JAMSOSTEK. (Jaminan Sosial Tenaga Kerja)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1993 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

UU R.I. NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN GUBERNUR BANTEN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-04/MEN/1993 TAHUN 1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA

2015, No Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150,

2 Sistem Jaminan Sosial Nasional pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi se

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1977 TENTANG ASURANSI SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1977 TENTANG ASURANSI SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

WALIKOTA PROBOLINGGO

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Ta

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ABSTRAKSI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PESERTA DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN KECELAKAAN KERJA

2012, No Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c menetapkan Peraturan Pemerintah te

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI NO. 04 TH 1993

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MMS CONSULTING Advocates & Counselors at Law

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KE LIMA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 14 TAHUN 1993

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA

WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA DUMAI NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA. 1. Pengertian dan Dasar Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Jasa

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lex Administratum, Vol. IV/No. 1/Jan/2016. Kata kunci: jamsostek, pemutusan hubungan kerja

Lex Administratum, Vol. II/No.3/Jul-Okt/2014

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II PERLINDUNGAN HAK-HAK PEKERJA KONTRAK YANG DI PHK DARI PERUSAHAAN

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI KABUPATEN PURWAKARTA

BAB III PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENGAGA KERJA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2007 TENTANG

BAB II PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP PELAKSANAAN JAMSOSTEK OLEH PENGAWAS KETENAGAKERJAAN. A. Gambaran Umum Seputar Pengawas Ketenagakerjaan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Hukum dapat diartikan sebagai norma hukum yakni norma yang dibuat

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA,

perjanjian kerja waktu tertentu yakni terkait masalah masa waktu perjanjian yang

2015, No Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); 2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Umum BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (JAMSOSTEK)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1993 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK IND ONES IA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 102 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 23/MEN/XII/2008 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2005 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

IMPLEMENTASI UU NO. 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMSOSTEK PADA PT. RIMBA MATOA LESTARI DI KABUPATEN JAYAPURA

6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: PER. 12/MEN/VI/2007 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pemba

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENDAHULUAN. sumber daya dan dana yang ada. Faktor manusia atau tenaga kerja sebagai penggerak utama

BAB III TINJAUAN HUKUM TENTANG KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN PEKERJA. Menurut Undang-undang No. 13 Tahun 2003 dalam passal 1 angka (2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PELAKSANAAN PROGRAM JAMSOSTEK DITINJAU DARI PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA. DAHLIA Dosen Fakultas Hukum UNISRI

BAB I PENDAHULUAN. kekayaan alam yang berlimpah juga didukung oleh penduduk yang besar

3. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 609 TAHUN 2012 TENTANG

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NO: PER-23/MEN/V/2006

Implementasi Program Jaminan Sosial untuk Pekerja Indonesia

2015, No Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

PENYELENGGARAAN PROGRAM JKK DAN JKM BAGI PEGAWAI ASN PUSAT

BUPATI BULUNGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DI KABUPATEN BULUNGAN

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-20/MEN/X/2007. TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA

PERATURAN MENTERI NO. 12 TH 2007 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-12/MEN/VI/2007

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat (Haliman dan Wulandari, 2012).

Transkripsi:

BAB II PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PEGAWAI PD. PASAR KOTA MEDAN A. Dasar Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dasar hukum pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja 2. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 3. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 Tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja 4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-04/MEN/1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja 6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 1998 tentang Perubahan PP No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 7. Peraturan Pemerintah Nomor 83 tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 8. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2002 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaran 19

Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja 9. Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 2005 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaran Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja B. Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Persyaratan Kepesertaan Menurut Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 disebutkan bahwa persyaratan dan tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah, maka berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 disebutkan mengenai persyaratan kepesertaan sebagai berikut : Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih atau membayar upah paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Pengusaha yang telah menyelenggarakan sendiri program pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerjanya dengan manfaat lebih baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar menurut peraturan pemerintah, maka tidak wajib ikut dalam Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diselenggarakan oleh PT. Jamsostek. Pengusaha dan tenaga kerja yang telah ikut program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK) sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 14

Tahun 1993, dapat tetap melanjutkan kepesertaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Selanjutnya pengusaha yang belum mengikutsertakan tenaga kerjanya, maka wajib memberikan jaminan sosial tenaga kerja sesuai dengan peraturan tersebut. Tata Cara Pendaftaran Kepesertaan Pengusaha yang memenuhi syarat penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja dalam hal kepesertaan wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja kepada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan badan penyelenggara. Pengusaha harus menyampaikan formulir jaminan sosial tenaga kerja kepada badan penyelenggara selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya formulir dari badan penyelenggara. Dalam waktu selambat-lambatnya 7 hari sejak formulir pendaftaran dan pembayaran iuran pertama diterima, badan penyelenggara menerbitkan dan menyampaikan kepada pengusaha hal-hal sebagai berikut: - Sertifikat kepesertaan untuk masing-masing perusahaan sebagai tanda kepesertaan perusahaan. - Kartu peserta untuk masing-masing tenaga kerja sebagai tanda kepesertaan dalam jaminan sosial tenaga kerja. - Kartu Pemeliharaan Kesehatan untuk masing-masing tenaga kerja bagi yang

mengikuti program jaminan pemeliharaan kesehatan. 8 Selanjutnya pengusaha menyampaikan kartu peserta program jaminan sosial tenaga kerja kepada masing-masing tenaga kerja dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterimanya dari badan penyelenggara. Kartu peserta berlaku sampai berakhirnya masa kepesertaan tenaga kerja yang bersangkutan dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Apabila tenaga kerja pindah tempat kerja dan masih menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja, maka harus memberitahukan kepesertaannya kepada pengusaha tempat kerja yang baru dan menunjukkan kartu peserta. Kepesertaan perusahaan dan tenaga kerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja berlaku sejak pendaftaran dan pembayaran iuran pertama dilakukan oleh pengusaha. Pengusaha diwajibkan untuk melaporkan kepada PT. Jamsostek apabila tejadi perubahan mengenai : 9 a. Alamat perusahaan b. Kepemilikan perusahaan c. Jenis dan bidang usaha d. Jumlah tenaga kerja dan keluarganya e. Besarnya upah setiap tenaga kerja Laporan tersebut disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak terjadinya perubahan. Tenaga kerja peserta jaminan sosial tenaga kerja wajib menyampaikan daftar susunan keluarga kepada pengusaha, termasuk segala hal. 67. 8 Eggi Sudjana, Bayarlah Upah Sebelum Keringatnya Mengering, Jakarta, PPMI, 2005,

perubahannya. Apabila terjadi perubahan mengenai jumlah tenaga kerja dan keluarganya dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak laporan diterima, PT. Jamsostek wajib menerbitkan : a. Kartu peserta tenaga kerja baru, kecuali tenaga kerja yang bersangkutan telah memiliki kartu peserta b. Kartu pemeliharaan kesehatan yang baru 10 Bagi perusahaan atau pengusaha yang telah mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja, berarti pengusaha itu telah melakukan suatu tindakan yang bijaksana yaitu melindungi para pekerja dalam menghadapi setiap kecelakaan yang mungkin terjadi, mendidik para pekerjanya untuk menghemat atau menabung yang nantinya dapat dinikmati apabila sewaktu-waktu terjadi suatu kejadian, melindungi perusahaannya dari keharusan memberikan tunjangan kecelakaan yang kemungkinan jumlahnya sangat besar dan memberikan ketenangan kepada pekerja beserta keluarganya karena dengan terjadinya kecelakaan yang tidak diharapkan, mereka telah berhak memperoleh jaminan yang memadai. C. Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Pegawai PD. Pasar Kota Medan Jaminan sosial tenaga kerja merupakan hak dari setiap pekerja, untuk mendapatkan perlindungan baik dalam bentuk jaminan sosial maupun penggantian kerugian dalam rangka pelaksanaan tugas yang merupakan 9 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

kewajiban setiap pekerja. Jaminan sosial tenaga kerja adalah salah satu kebutuhan dasar bagi tenaga kerja untuk dapat bekerja lebih produktif dan hidup lebih sejahtera. Sebaliknya bagi perusahaan juga akan dapat lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan usahanya, karena tenaga kerja yang bekerja di perusahaannya terlindung dan terjamin oleh program jaminan sosial tenaga kerja. Program jaminan sosial tersebut meliputi setiap upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan keluarganya. PD. Pasar Kota Medan mengikutsertakan seluruh pekerjanya yang termasuk dalam Pekerja Tetap. Program jaminan sosial tenaga kerja tersebut terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Menurut pegawai PD. Pasar Kota Medan, jaminan sosial tenaga kerja yang telah dilaksanakan oleh Perusahaan sangat memberikan manfaat bagi pekerjanya. Karena dengan menjadi anggota atau mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja dapat meringankan kebutuhan keluarga. Disamping membantu kebutuhan keluarga, juga kesejahteraan dalam perusahaan pun menjadi terjamin. 11 Tata cara pendaftaran kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja meliputi beberapa tahap, yaitu : 12 1. Pendaftaran Tenaga Kerja 10 Lalu Husni, Penyelesaian Perselisian Hubungan Industrial Melalui Pengadilan dan Diluar Pengadilan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Parsada, 2004, hal. 90. 11 Bapak Sukardi Bg, Wawancara, Karyawan PD. Pasar Kota Medan, 2 Agustus 2011. 12 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Perusahaan melakukan pendaftaran tenaga kerja untuk kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dilakukan bagi pekerja yang baru pada kepesertaan awal maupun pekerja baru susulan pada bulan-bulan berikutnya. 2. Penerbitan Kartu Peserta (KPA) Setelah persyaratan kepesertaan dipenuhi, PT Jamsostek akan menerbitkan dan menyampaikan kartu peserta (KPA) sebagai tanda kepesertaan. 3. Pendaftaran Keluarga Tenaga Kerja Perusahaan melakukan pendaftaran keluarga tenaga kerja melalui kepesertaan program jaminan pemeliharaan kesehatan. Dalam pendaftaran ini juga dilakukan pemilihan fasilitas pelayanan kesehatan yang dikehendaki pekerja dan keluarganya. Kepesertaan perusahaan dan tenaga kerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja berlaku sejak pendaftaran dan pembayaran iuran pertama dilakukan oleh pengusaha. Pengusaha juga diwajibkan untuk melaporkan kepada PT. Jamsostek apabila tejadi perubahan mengenai : 13 a. Alamat perusahaan b. Kepemilikan perusahaan c. Jenis dan bidang usaha d. Jumlah tenaga kerja dan keluarganya e. Besarnya upah setiap tenaga kerja Laporan tersebut disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak 13 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

terjadinya perubahan. Tenaga kerja peserta jaminan sosial tenaga kerja wajib menyampaikan daftar susunan keluarga kepada pengusaha, termasuk segala perubahannya. Apabila terjadi perubahan mengenai jumlah tenaga kerja dan keluarganya dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak laporan diterima, PT Jamsostek wajib menerbitkan : a. Kartu peserta tenaga kerja baru, kecuali tenaga kerja yang bersangkutan telah memiliki kartu peserta b. Kartu pemeliharaan kesehatan yang baru 14 Bagi perusahaan atau pengusaha yang telah mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja, berarti pengusaha itu telah melakukan suatu tindakan yang bijaksana yaitu melindungi para pekerja dalam menghadapi setiap kecelakaan yang mungkin terjadi, mendidik para pekerjanya untuk menghemat atau menabung yang nantinya dapat dinikmati apabila sewaktu-waktu terjadi suatu peistiwa, melindungi perusahaannya dari keharusan memberikan tunjangan kecelakaan yang kemungkinan jumlahnya sangat besar dan memberikan ketenangan kepada pekerja beserta keluarganya karena dengan terjadinya kecelakaan yang tidak diharapkan, mereka telah berhak memperoleh jaminan yang memadai. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, PD. Pasar Kota Medan dalam melaksanakan program jaminan sosial tenaga kerja bekerja sama dengan PT Jamsostek sebagai badan 14 Abdul Khakim, Aspek Hukum Pengupahan, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006, hal. 55.

penyelenggara. Adapun program jaminan sosial tenaga yang diselenggarakan meliputi : 1. Jaminan Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja menurut Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992 adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan biasa / wajar dilalui. Kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kecelakaan kerja merupakan risiko yang dihadapi oleh tenaga kerja yang melakukan pekerjaan. 15 Mengingat gangguan mental akibat kecelakaan kerja sifatnya relatif sehingga sulit diterapkan derajat cacatnya maka jaminan atau santunan hanya diberikan dalam hal terjadi cacat mental tetap yang mengakibatkan tenaga kerja yang bersangkutan tidak bisa bekerja lagi. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh kematian atau cacat atau kecelakaan kerja baik fisik maupun mental maka perlu adanya Jaminan Kecelakaan Kerja. Dalam jaminan kecelakaan kerja, PT Jamsostek melakukan perhitungan kemudian menetapkan besarnya jaminan yang didasarkan pada tingkat kecacatan dan tingkat upah pekerja yang bersangkutan yang terdiri 15 Halili Toha dan Hari Pramono, Hubungan Kerja Antara Majikan dan Buruh, Jakarta: Bina Aksara, 1999, hal. 31.

dari penggantian biaya dan santunan. Apabila kecelakaan kerja menimpa pekerja dan mengakibatkan pekerja tersebut tidak mampu bekerja sementara waktu, maka santunan uang yang diberikan mempunyai batas waktu sampai pekerja sembuh dan mampu bekerja lagi sesuai dengan surat keterangan dokter. Frekuensi terjadinya kecelakaan kerja di PD. Pasar Kota Medan ini jarang terjadi karena perusahaan sangat mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya sehingga dalam menjalankan produksinya telah dilengkapi dengan berbagai pengamanan. Berdasarkan data yang ada, diketahui bahwa kebanyakan kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh kelalaian pekerja, seperti kondisi fisik pekerja dalam menjalankan pekerjaannya. 16 Bagi Pekerja telah diberikan alat-alat kerja dan alat pelindung yang telah disediakan oleh Perusahaan. Terhadap Pekerja yang tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja, serta tidak mempergunakan alat perlengkapan kerja dan alat pelindung diri yang disediakan sehingga dapat menimbulkan kecelakaan terhadap dirinya sendiri atau teman sekerja serta menimbulkan kerugian kepada Perusahaan dapat dikenakan sanksi peringatan atau pemutusan hubungan kerja. 17 Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 2005, jaminan kecelakaan kerja dibayarkan secara sekaligus dan berkala dengan besarnya 16 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.

santunan yaitu : 1. Santunan cacat total untuk selama-lamanya dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dan secara berkala dengan besarnya santunan : - Santunan sekaligus (lumpsum) sebesar 70 % x 70 bulan upah (tetap) - Santunan berkala sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per bulan selama 24 (dua puluh empat) bulan - Santunan cacat kekurangan fungsi dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dengan besarnya santunan adalah % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 70 bulan upah 2. Santunan kematian akibat kecelakaan kerja dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dan secara berkala dengan besarnya santunan : - Santunan sekaligus (lumpsum) sebesar 60 % x 70 bulan upah, sekurang-kurangnya sebesar jaminan kematian. - Santunan berkala sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per bulan selama 24 (dua puluh empat) bulan - Biaya pemakaman sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) Berdasarkan keterangan Pekerja Pabrik Gula Trangkil, dapat disimpulkan bahwa para pekerja mendukung adanya pembuatan laporan kecelakaan kerja pekerja. 18 Selama pekerja yang tertimpa kecelakaan kerja masih belum mampu bekerja, pengusaha tetap membayar upah pekerja yang 17 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.

bersangkutan, sampai penetapan akibat kecelakaan kerja yang dialami diterima semua pihak. 19 Apabila santunan yang dibayarkan badan penyelenggara lebih besar dari yang dibayarkan pengusaha, maka selisihnya dibayarkan langsung kepada pekerja. Sebaliknya, jika penggantian santunan yang dibayarkan badan penyelengara lebih kecil dari upah yang telah dibayarkan pengusaha, maka selisihnya tidak dimintakan pengembaliannya kepada pekerja. 20 2. Jaminan Kematian Kematian adalah salah satu kehidupan yang pasti akan dialami oleh orang termasuk para pekerja. Jaminan kematian adalah jaminan yang diberikan kepada keluarga dan ahli waris pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja untuk meringankan beban keluarga. Pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja akan mengakibatkan putusnya penghasilan pekerja. Dan hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Oleh karena itu diperlukan jaminan kematian dalam upaya meringankan beban keluarga dari pekerja yang meninggal dunia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 2005, jaminan kematian dibayarkan sekaligus kepada janda / duda / anak dan meliputi 18 Bapak Agus Supriyadi, Wawancara, Pekerja PD. Pasar Kota Medan, 1 Agustus 2011. 19 Bapak Sukardi Bg, Wawancara, Pekerja PD. Pasar Kota Medan, 1 Agustus 2011. 20 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.

santunan kematian sebesar Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah) dan biaya pemakaman sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Santunan jaminan kematian tersebut diberikan sekaligus kepada ahli waris dengan urutan sebagai berikut : 1. janda atau duda 2. anak 3. orang tua 4. cucu 5. kakek atau nenek 6. saudara kandung 7. mertua 21 Apabila janda, duda, atau anak yatim tidak ada, jaminan kematian dibayarkan sekaligus kepada keturunan sedarah dari tenaga kerja, menurut garis lurus ke bawah dan garis kurus ke atas dihitung sampai derajat kedua. Akan tetapi jika tenaga kerja tidak memiliki keturunan sedarah, jaminan kematian dibayarkan sekaligus kepada pihak yang ditunjuk tenaga kerja dalam wasiatnya. Jika tidak ada wasiat, biaya pemakaman dibayarkan kepada pengusaha atau pihak lain guna pengurusan pemakaman. Untuk mengajukan klaim pembayaran jaminan kematian kepada PT Jamsostek, pihak yang berhak harus menyerahkan bukti-bukti berupa kartu peserta jaminan sosial tenaga kerja dan surat keterangan kematian. 21 Thoga M. Sitorus, Masalah Ketenagakerjaan di Indonesia dan Daerah (Pasca Reformasi), Medan: Bina Media Perintis, 2007, hal. 11.

PD. Pasar Kota Medan juga memberikan tunjangan kematian tersendiri kepada Pekerja Tetap dan Pekerja Kampanye yaitu : 1) Apabila Pekerja meninggal dunia maka kepada keluarga atau ahli warisnya diberikan tunjangan : - biaya pemakaman (termasuk kain kafan, peti dan bahan keperluan lain) sebesar satu bulan upah minimal Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) - uang duka sebesar 3 (tiga) bulan upah - gula pasir sebanyak 15 kilogram, dan - uang jasa yang besarnya diberikan sesuai dengan masa kerja yaitu : Masa Kerja Aktif 3-6 tahun 6-9 tahun 9-12 tahun 12-15 tahun 15-18 tahun 18-20 tahun 20-24 tahun > 24 tahun Besarnya Uang Jasa 2 bulan upah 3 bulan upah 4 bulan upah 5 bulan upah 6 bulan upah 7 bulan upah 8 bulan upah 10 bulan upah 2) Apabila salah satu keluarga Pekerja meninggal dunia maka kepada Pekerja tersebut diberikan bantuan biaya pemakaman sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan bantuan gula pasir sebanyak 10 kilogram. 3) Bagi pekerja yang meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugasnya, maka kepada ahli warisnya diberikan :

- 2x bantuan biaya pemakaman - 2x uang duka - 2x uang jasa - Bantuan gula pasir sebanyak 30 kilogram 4) Dalam hal Pekerja atau keluarganya meninggal di RSU Pemerintah yang letaknya sangat jauh dari rumahnya, dan perawatan dilakukan atas petunjuk Dokter Perusahaan, maka atas permintaan keluarga yang bersangkutan, jenasahnya dapat dibawa ke rumah yang bersangkutan atas biaya Perusahaan. 5) Dalam hal Pekerja yang menjalani purna tugas meninggal dunia, maka kepada isterinya diberikan tunjangan sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan menunjukkan bukti Surat Keputusan Pensiun atau bukti pendukung lain. Bagi Pekerja peserta jaminan sosial tenaga kerja, pemberian tunjangan bantuan biaya pemakaman, uang duka serta tunjangan kematian berkenaan dengan kecelakaan kerja dikaitkan dengan santunan yang diterima oleh PT Jamsostek dalam arti kata diberikan santunan atau tunjangan yang paling menguntungkan bagi Pekerja, dalam hal pemberian dari Perusahaan lebih besar dari yang diterima dari PT Jamsostek maka selisihnya menjadi beban Perusahaan. 22 22 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.

3. Jaminan Hari Tua Hari tua mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan seorang pekerja, untuk itu diadakan program jaminan hari tua. Dengan adanya program jaminan hari tua diharapkan tenaga kerja yang sudah mencapai hari tua tidak gelisah dan dapat hidup tenang karena adanya kepastian penerimaan penghasilan. Jaminan hari tua merupakan jaminan yang memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan sekaligus atau berkala pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun atau memenuhi persyaratan tertentu. Pembayaran iuran jaminan hari tua menjadi tanggung jawab bersama antara pekerja dan pengusaha, dengan besarnya iuran jaminan hari tua adalah 5,70 % x upah sebulan, dengan perincian 2 % x upah sebulan dibayar oleh pekerja, dan 3,70 % x upah sebulan dibayar oleh pengusaha. Untuk pekerja, pembayaran iuran jaminan hari tua langsung diambil dari pemotongan gaji pekerja setiap bulan. Pekerja Tetap yang akan menjalani purna tugas dari perusahaan diberikan Uang Jasa Masa Akhir Jabatan (UJAM) sebagai berikut : - Bagi Pekerja Tetap yang berhenti dengan hormat dari perusahaan dengan masa kerja sekurang-kurangnya 15 tahun atau jika meninggal dunia, atau 5 tahun cacat, atau berapa tahun pun jika gugur/tewas dalam menjalankan tugas perusahaan, akan menerima uang jasa akhir masa jabatan dengan menggunakan rumus : UJAM = FJ x U x 120

Keterangan : UJAM : Uang Jasa Akhir Masa FJ : Faktor Jasa, yaitu Masa Kerja x 2,5 % (maksimal 80 %) U : Upah Pokok x Indeks Konjungtur Selain itu, Perusahaan Pabrik Gula Trangkil juga memberikan santunan hari tua kepada Pekerja Tetap yang menjalani purna tugas yang besarnya 1/2 bulan upah bersih per tahun, dengan santunan hari tua maksimal sebesar 15 kali upah bersih. Bagi Pekerja Kampanye yang menjalani purna tugas diberikan penghargaan masa dinas. Penghargaan diberikan bagi Pekerja Kampanye yang memiliki masa kerja terus menerus dalam lingkungan perusahaan sekurang-kurangnya selama 15 tahun giling atau 20 tahun giling atau 25 tahun giling atau 30 tahun giling. Santunan hari tua diberikan kepada : a. Karyawan yang berhak atas pensiun b. Ahli waris karyawan yang meninggal dunia Pemberian jaminan hari tua diberikan secara sekaligus. Bagi Pekerja Tetap dan Pekerja Kampanye yang diberhentikan Perusahaan karena mencapai usia pensiun (55 tahun) dan yang bersangkutan memiliki masa kerja kurang dari 15 tahun dan tidak memenuhi syarat pensiun, maka kepadanya diberikan uang pesangon, uang jasa dan ganti rugi. 23 23 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.

4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pemeliharaan kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat melaksanakan tugas sebaikbaiknya dan merupakan upaya kesehatan di bidang penyembuhan (kuratif). Jaminan pemeliharaan kesehatan diberikan kepada pekerja karena kesehatan sangat menunjang segala aktivitas pekerja sehingga lebih meningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan. Demikian pula dengan keluarga pekerja yang sehat akan mendorong kerja serta ketenangan kerja bagi pekerja dalam menjalankan tugas-tugasnya di perusahaan. Jaminan pemeliharaan kesehatan diberikan apabila pekerja atau keluarganya menderita sakit yaitu sakit yang biasa atau pada umumya diderita dan bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja. Jaminan pemeliharaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Dengan demikian, tenaga kerja dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya untuk penyembuhan (kuratif). Program jaminan pemeliharaan kesehatan, dikelola sendiri oleh PD. Pasar Kota Medan yaitu dengan menyediakan fasilitas Poliklinik dan Dokter Perusahaan bagi pekerja dan keluarganya. Perusahaan mengambil kebijaksanaan ini karena Perusahaan menilai selama ini PT. jamsostek kurang memberikan pelayanan bagi jaminan pemeliharaan kesehatan. Bagi pekerja dan keluarganya yang berobat ke Poliklinik dan Dokter

Perusahaan tidak dipungut biaya. Apabila pekerja dan keluarganya berobat di luar maka biayanya akan diganti oleh perusahaan. Selain itu, perusahaan juga akan mengganti biaya perawatan di Rumah Sakit maksimal 2 (dua) bulan dengan mendapat gaji standar dalam setahun, jika harus opname lagi bukan merupakan tanggungan perusahaan. Selain tunjangan yang disebutkan di atas, PD. Pasar Kota Medan juga memberikan tunjangan lain kepada pekerjanya yaitu : 1. Perawatan dan Pengobatan Mata Pemeriksaan dan perawatan mata di RSU Pemerintah hanya dilakukan atas attest dokter Perusahaan. Kacamata untuk pekerja diberikan berdasarkan pendapat dokter perusahaan dan diatur sebagai berikut : - lensa kacamata atas resep dokter untuk pertama kali dan berikutnya diganti penuh maksimal Rp 125.000,00 (seratus dua pulu lima ribu rupiah) - tangkai kacamata ditanggung untuk pertama kali sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh lima ribu rupiah) dan untuk penggantian yang berikutnya setiap tahun diganti sebesar jumlah yang sama. Sedangkan untuk keluarga pekerja diberikan penggantian biaya dengan ketentuan sebagai berikut : - lensa kacamata tiap kali dibutuhkan diganti sesuai dengan tarif yang berlaku untuk pekerja - tangkai kacamata diganti untuk pertama kali senilai 50 % dari tarif

yang berlaku untuk pekerja, dan kali berikutnya setiap tiga tahun sebesar jumlah yang sama yaitu 50 % dari tarif yang berlaku bagi pekerja. 2. Perawatan Gigi Pekerja yang memerlukan perawatan gigi karena sakit (abses) dan giginya harus dicabut atau ditambal dengan bahan amalgam (bukan logam mulia) menurut pertimbangan dokter perusahaan, maka biaya sehubungan dengan perawatan ditanggung oleh perusahaan. Untuk pemasangan gigi palsu (prothese) dan perawatannya tidak ditanggung oleh perusahaan. 3. Perawatan Kesehatan Guna kepentingan pekerja dan keluarganya, perusahaan menyediakan poliklinik di bawah pengawasan dokter perusahaan, mantri dan bidan. Kepada pekerja dan keluarganya yang sakit, melahirkan anak atau keguguran kandungan diberikan perawatan dan pengobatan oleh dokter perusahaan. Apabila pekerja dan keluarganya memerlukan perawatan atau pengobatan di Rumah Sakit, maka perawatan dan pengobatan itu di lakukan di RSU Pemerintah Tingkat Kabupaten/Kotamadya setempat atas attest dokter perusahaan. Penyelenggaran pelayanan dokter kesehatan bagi pekerja dan keluarganya diadakan dalam musim giling adalah 3x seminggu, sedangkan dalam musim luar giling adalah 2x seminggu. Tiap tahun atau paling lambat 2 tahun sekali Pekerja bulanan

dapat diperiksa kesehatannya secara poliklinis di Poliklinik Perusahaan, dan pemerikasaan lebih lanjut dilakukan atas attest Dokter Perusahaan. Ada hal-hal lain yang tidak mendapatkan penggantian biaya perawatan dan pengobatan, antara lain : 1. Perawatan kecantikan atau kosmetik serta bedah plastik. 2. Penyakit yang diderita karena kesalahan sendiri atau karena tidak mentaati petunjuk dokter, mantri poliklinik atau bidan Perusahaan. 3. Penggunaan Suplemen, Viagra dan obat sejenis lainnya. 4. Penyakit jiwa. 5. Penyakit kelamin, AIDS dan akibat dari penyakit tersebut. 4. Biaya Bersalin dan Sarana Keluarga Berencana Biaya bersalin Pekerja wanita dan seorang istri Pekerja yang tercatat pada Perusahaan menjadi beban Perusahan dalam hal sebagai berikut : - Dirawat di Poloklinik BKIA Perusahaan atau pada waktu melahirkan dibantu oleh Bidan dari Poloklinik Perusahaan. - Karena suatu kelainan yang memerlukan perawatan khusus di RSU Pemerintah atas attest Bidan BKIA atau Dokter Perusahaan. - Bersalin diluar RSU Pemerintah dan karena tidak mungkin dibantu oleh Bidan BKIA Perusahaan karena jarak terlalu jauh dapat diberikan bantuan biaya dengan sepengetahuan Bidan BKIA atau dokter Perusahaan yaitu sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk Bidan Luar dan Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) untuk dukun beranak.

Biaya persalinan diberikan oleh Perusahaan terbatas untuk persalinan anak pertama, kedua dan ketiga dari Pekerja wanita atau istri Pekerja dari perkawinan yang sah. Bagi Pekerja yang dalam masa percobaan atau training tidak berhak atas penggantian biaya persalinan. Biaya persalinan tersebut meliputi : biaya dokter / ahli kandungan / bidan, obat-obatan, sewa peralatan untuk persalinan, biaya operasi dan perawatan bila terjadi kelainan pada kandungan, biaya kamar, biaya perawatan untuk bayi selama di Rumah Sakit / klinik Perusahaan. Dalam menunjang Program Keluarga berencana Nasional, Polillinik BKIA menyediakan sarana Keluarga Berencana. 24 Untuk program jaminan pemeliharaan kesehatan ini, PD. Pasar Kota Medan telah melaksanakan sendiri. Karena kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Dalam pelaksanaannya, Perusahaan telah menyediakan fasilitas Poliklinik dan Dokter Perusahaan bagi pekerja dan keluarganya. Pada dasarnya pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja di PD. Pasar Kota Medan tidak mengalami hambatan yang serius. Berdasarkan hasil penelitian dan informasi yang diperoleh, hambatan yang timbul adalah berkaitan dengan lamanya waktu untuk mencairkan dana atau pengambilan uang jaminan dari PT Jamsostek. 25 Selain itu, hambatan yang timbul adalah adanya pekerja yang kesulitan mengurus klaim karena kartu pesertanya 24 Zaeni Asyhadie, Perselisihan Perburuhan, Dasar-Dasar Hukum Perburuhan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 91.

hilang. 26 Setiap ada hambatan yang timbul, maka harus dicari jalan keluarnya. Untuk mengatasi hambatan mengenai kurang memadainya pelayanan yang diberikan oleh PT Jamsostek, maka khusus untuk jaminan pemeliharaan kesehatan PD. Pasar Kota Medan menyelenggarakan sendiri jaminan tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas yaitu Poliklinik, Bidan dan Dokter Perusahaan serta bekerja sama dengan beberapa Rumah Sakit setempat. Dalam mengatasi lamanya waktu pengambilan uang jaminan dari PT jamsostek, maka Perusahaan terlebih dahulu harus meminjami uang yang diperlukan oleh pekerja jika terjadi risiko yang diikutkan dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Setelah PT Jamsostek memberikan uang jaminan tersebut, maka uang jaminan yang dari PT Jamsostek diberikan kepada Perusahaan untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan. 27 Bagi Pekerja yang kehilangan kartu peserta, Perusahaan menghimbau kepada para Pekerja untuk segera melaporkan ke Perusahaan. Perusahaan akan segera membuat surat pengantar untuk pengajuan dalam pembuatan kartu peserta yang baru ke PT Jamsostek. Kemudian PT Jamsostek akan menerbitkan kartu peserta yang baru. 28 25 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011. 26 Bapak Agus Supriyadi, Wawancara, Pekerja PD. Pasar Kota Medan, 1 Agustus 2011. 27 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011. 28 Bapak Cristian, Wawancara, Kepala Bagian Personalia PD. Pasar Kota Medan, 5 Agustus 2011.