LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926 1.337.321.456 Piutang usaha kepada pihak ketiga 6, 22 26.549.040.081 20.459.843.797 22.259.810.749 Piutang lain-lain kepada pihak ketiga 2.455.267.564 1.364.284.980 1.462.635.904 Persediaan barang 7 56.357.003.001 46.464.388.233 44.238.433.634 Pajak dibayar di muka 9a 66.652.771 38.469.506 - Uang muka pembelian 8 42.915.590.127 14.259.303.357 15.765.615.836 Beban dibayar dimuka 3.432.573.052 1.067.236.627 1.152.369.145 Jumlah aset lancar 135.066.978.537 87.603.774.427 86.216.186.724 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan 9d 5.904.952.615 5.762.667.360 5.576.142.126 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp. 155.745.488.942,-, Rp. 140.776.511.624,- dan Rp. 120.820.576.281,- masing-masing pada tanggal 30 September 2015, 31 Desember 2014 dan 2013 10 332.359.394.017 347.163.555.335 367.119.490.678 Aset lain-lain 207.116.000 207.116.000 207.116.000 Jumlah aset tidak lancar 338.471.462.632 353.133.338.695 372.902.748.804 JUMLAH ASET 473.538.441.169 440.737.113.122 459.118.935.528 * disajikan kembali Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN - lanjutan 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 11, 22 235.676.037.918 189.460.865.822 209.905.971.130 Utang usaha kepada pihak ketiga 12, 22 498.562.235 672.247.704 908.214.265 Beban akrual 44.563.325 41.362.258 50.326.698 Utang pajak 9b 442.950.195 4.120.022.055 2.964.249.891 Utang lain-lain kepada pihak ketiga 55.696.757 233.282.118 32.639.780 Jumlah liabilitas jangka pendek 236.717.810.430 194.527.779.957 213.861.401.764 LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja 21 3.818.375.928 3.970.335.772 3.233.443.654 JUMLAH LIABILITAS 240.536.186.358 198.498.115.729 217.094.845.418 EKUITAS Modal dasar - terdiri atas saham seri A dengan nominal Rp. 4.000 per saham sebanyak 21.000.000 lembar, seri B dengan nominal Rp. 1.000 per saham sebanyak 80.000.000 lembar dan seri C dengan nominal Rp. 100 per lembar saham sebanyak 2.669.840 saham. Modal yang ditempatkan dan disetor penuh - terdiri atas saham seri A sebanyak 10.774.600 saham dan saham seri B sebanyak 64.647.600 saham pada 30 September 2015, 31 Desember 2014 dan 2013. 14 107.746.000.000 107.746.000.000 107.746.000.000 Tambahan modal disetor 15 154.920.000 154.920.000 154.920.000 Saldo laba Ditentukan penggunaannya 600.000.000 600.000.000 450.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 10.902.580.180 16.008.071.360 22.831.003.273 Pendapatan komprehensif lain 689.760.703 377.760.742 456.731.833 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 120.093.260.884 124.886.752.102 131.638.655.106 Kepentingan non pengendali 13 112.908.993.927 \ 117.352.245.291 \ 110.385.435.004 Jumlah ekuitas 233.002.254.810 242.238.997.393 242.024.090.110 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 473.538.441.169 440.737.113.122 459.118.935.528 * disajikan kembali Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 2
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Catatan 30 September 2015 30 September 2014 PENDAPATAN Penjualan 17 72.066.194.413 78.382.118.020 Beban pokok penjualan 18 47.571.981.538 52.278.726.290 Laba kotor 24.494.212.875 26.103.391.730 BEBAN USAHA Beban usaha 19 4.301.549.682 4.322.716.912 Laba usaha 20.192.663.193 21.780.674.818 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - Pendapatan jasa giro 16.802.619 22.619.572 - Rugi selisih kurs (4.792.369.142) (2.036.532.373) - Beban bunga dan administrasi bank 20 (23.706.812.230) (13.863.044.951) - Pendapatan lain-lain 49.486.549 140.322.698 Beban lain-lain -bersih (28.432.892.203) (15.736.635.054) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (8.240.229.011) 6.044.039.763 MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak penghasilan kini 9c (1.740.002.250) (5.751.326.290) Pajak penghasilan tangguhan 9d 142.285.255 222.627.233 Beban Pajak - bersih (1.597.716.995) (5.528.699.057) Laba (rugi) bersih periode berjalan (9.837.946.006) 515.340.706 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Keuntungan imbalan pasca kerja 601.203.423 - Jumlah laba (rugi) komprehensif (9.236.742.583) 515.340.706 LABA (RUGI) YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk (5.105.491.180) 267.440.727 Kepentingan non pengendali (4.732.454.826) 247.899.980 Jumlah laba (rugi) (9.837.946.006) 515.340.706 Laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk (4.793.491.218) - Kepentingan non pengendali (4.443.251.364) - Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif (9.236.742.583) - Laba (rugi) per saham 16 (68) 4 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Pendapatan Ekuitas yang dapat Modal ditempatkan Tambahan Komprehensif Saldo Laba diatribusikan kepada Kepentingan Jumlah Ekuitas dan Disetor Modal Disetor Lain Ditentukan Belum Ditentukan pemilik entitas Non Pengendali Penggunaannya Penggunaannya Induk Saldo 31 Desember 2013 107.746.000.000 154.920.000 456.731.833 450.000.000 22.831.003.273 131.638.655.106 110.385.435.004 242.024.090.110 Pembentukan dana Cadangan - - - 150.000.000 (150.000.000) - - - Laba komperhensif periode berjalan - - - - 267.440.727 267.440.727 247.899.980 515.340.706 Saldo 30 September 2014 107.746.000.000 154.920.000 456.731.833 600.000.000 22.948.444.000 131.906.095.833 110.633.334.984 242.539.430.816 Saldo 31 Desember 2014 107.746.000.000 154.920.000 377.760.742 600.000.000 16.008.071.360 124.886.752.102 117.352.245.291 242.238.997.393 Pendapatan komprehensif lain - - 311.999.961 - - 311.999.961 289.203.462 601.203.423 Rugi komperehensif periode berjalan - - - (5.105.491.180) (5.105.491.180) (4.732.454.826) (9.837.946.006) Saldo 30 September 2015 107.746.000.000 154.920.000 689.760.703 600.000.000 10.902.580.180 120.093.260.884 112.908.993.927 233.002.254.810 107.746.000.000 154.920.000 689.760.703 600.000.000 10.902.580.180 120.093.260.884 112.908.993.927 233.002.254.810 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2015 30 September 2014 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 65.976.998.129 82.293.740.209 Pembayaran kas kepada pemasok (74.527.825.975) (32.182.880.473) Pembayaran kas kepada karyawan (3.613.410.135) (3.790.389.087) Pembayaran operasi lain-lain (7.150.249.365) (1.639.312.063) Penerimaan jasa giro 16.802.619 22.619.572 Pembayaran beban bunga dan administrasi bank (23.706.812.230) (13.863.044.951) Pembayaran pajak penghasilan (3.705.255.125) (4.008.577.525) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi (46.709.752.082) 26.832.155.682 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap (164.816.000) - Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (164.816.000) - ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan utang bank dan lembaga keuangan lainnya 56.215.172.096 - Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan lainnya (10.000.000.000) (20.345.758.651) Kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan 46.215.172.096 (20.345.758.651) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (659.395.986) 6.486.397.031 KAS DAN BANK AWAL TAHUN 3.950.247.926 1.337.321.456 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 3.290.851.940 7.823.718.487 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 5
1. INFORMASI UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Nusantara Inti Corpora, Tbk ( dahulu bernama PT United Capital Indonesia, Tbk ) ( "Perusahaan ") didirikan berdasarkan akta Notaris No. 166 tanggal 30 Mei 1988 dari Mohamad Said Tadjoedin, S.H. Notaris di Jakarta dengan nama PT. Aneka Keloladana dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. C2-5501 HT.01.01. Th. 1988 tertanggal 30 Juni 1988 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 11 Desember 1990 tambahan No. 5045. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta Pernyataan keputusan Rapat No. 91 tanggal 23 Juni 2015 dari Yulia, SH, Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan pengurus Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut tercatat dalam penerimaan pemberitahuan perubahan data Perusahaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0948810 tanggal 07 Juli 2015. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan menjelaskan bahwa maksud dan tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang investasi. Perusahaan berdomisili di Menara Palma Lt. 12 Jl. HR. Rasuna Said Blok X-2 Kav 6 Kuningan, Jakarta 12950. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1992. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut: 30 September 2015 31 Desember 2014 Dewan Komisaris : Komisaris Utama : Harianto Hermani Komisaris (Independen) : Thomas Hindarto Thomas Hindarto Dewan Direksi : Direktur Utama (Corporate Secretary) : Gunawan Taslim Gunawan Taslim Direktur Independen Thomas Amir Iskandar Ramadhiyan Eka Putra Komite Audit : Ketua : Thomas Hindarto Thomas Hindarto Anggota : Indra P Indra P : Awi Subhan Awi Subhan Internal Audit : Purnomo Purnomo Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak adalah sebanyak 464 orang karyawan (tidak diaudit). b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 28 Maret 2002, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM - LK (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) dengan suratnya No. S-614/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum atas 96.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 210 per saham kepada masyarakat. Waran seri I tersebut diberikan sebagai insentif bagi para pemegang saham baru dimana setiap pemegang saham yang memiliki 19 saham baru dan tercatat namanya sebagai pemegang saham pada tanggal 26 Mei 2000 akan mendapatkan 13 waran seri I yang memberikan hak untuk setiap pemegang waran seri I untuk melakukan pembelian saham baru perusahaan dengan nilai nominal Rp. 200 per saham pada harga Rp. 210. Waran seri I tersebut memiliki jangka waktu selama 3 tahun dan telah berakhir pada tanggal 18 April 2005. Pada tanggal 18 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM - LK (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) dengan surat No. S-1873/PM/2004 untuk melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham Perusahaan untuk membeli saham Perusahaan. Pada tanggal 16 April 2004, Perusahaan melakukan perubahan dan peningkatan Modal Dasar Perseroan dari Rp. 84.000.000.000 menjadi Rp. 164.000.000.000, melakukan penerbitan saham baru yang diklasifikasikan sebagai saham seri B dan melakukan perubahan nilai nominal saham ("Reverse Stock ") dari Rp. 200 per saham menjadi Rp. 400 per saham dan waran seri I dengan rasio perbandingan 2 waran seri I yang lama akan mendapatkan 1 waran seri I yang baru yang dapat digunakan untuk membeli saham seri A dengan nilai nominal Rp. 400 pada harga Rp. 420 per saham. 6
1. INFORMASI UMUM - LANJUTAN c. Entitas anak Perusahaan memiliki entitas anak yang bergerak dalam industri pemintalan benang yaitu : Entitas anak Domisili Persentase kepemilikan 30 September 2015 dan 31 Desember 2014* Tahun operasi komersial PT. Delta Nusantara Yogyakarta 51,90% 1989 Total aset 30 September 2015 dan 31 Desember 2014* Rp 466.846.059.188 dan Rp 434.060.857.410 2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI Standar yang berlaku efektif sejak tahun 2015 Berikut ini standar dan interpretasi baru dan revisi yang diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. - PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian laporan keuangan - PSAK 4 (revisi 2013) Laporan keuangan tersendiri - PSAK 15 (revisi 2013) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama - PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan kerja - ISAK 26 "Penilaian ulang derivative melekat" - PSAK 46 (revisi 2013) Pajak penghasilan - PSAK 48 (revisi 2013) Penurunan nilai aset - PSAK 50 (revisi 2013) Instrumen keuangan : penyajian - PSAK 55 (revisi 2013) Instrumen keuangan : pengakuan dan pengukuran - PSAK 60 (revisi 2013) Instrumen keuangan : pengungkapan - PSAK 65 Laporan keuangan konsolidasian - PSAK 66 Pengaturan bersama - PSAK 67 Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain - PSAK 68 Pengukuran nilai wajar 3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Pernyataan kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan dan surat edaran tentang pedoman penyajian laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM - LK No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. b. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya historis pada umumnya berdasarkan nilai wajar yang digunakan pada saat pertukaran aset. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. 7
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN c. Prinsip konsolidasian - Entitas anak Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau penjualan selama periode berjalan termasuk dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan, dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. - Entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah semua entitas dimana entitas anak mempunyai pengaruh signifikan tetapi tidak mengendalikan, pada umumnya mempunyai kepemilikan saham antara 20% dan 50% hak suara. Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya diakui pada harga perolehan. Didalam investasi entitas anak atas entitas asosiasi termasuk goodwill yang diidentifikasi ketika akuisisi. Bagian entitas atau laba rugi entitas asosiasi pasca akuisisi diakui dalam laporan laba rugi dan bagian atas mutasi pendapatan komprehensif lainya pasca akuisisi di dalam pendapatan komprehensif lainnya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi. Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika bagian entitas anak atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali entitas anak memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama asosiasi. Keuntungan yang belum direalisasi atas transaksi antara entitas anak dan entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas dieliminasi sebanyak kepemilikan entitas anak pada entitas asosiasi tersebut. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang dipindahkan. Kebijakan akuntansi dari entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas akan dirubah apabila perlu untuk menjaga konsistensi dengan kebijakan yang digunakan oleh entitas anak. Keuntungan atau kerugian dilusi yang timbul dalam investasi entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. d. Kombinasi bisnis Akuisisi entitas anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Dalam penerapannya, imbalan untuk akuisisi termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontijensi diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran periode. Semua perubahan selanjutnya ddalam nilai wajar dari imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang relevan. Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi yang di klasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan entitas anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntasinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasiannya. Selama periode pengukuran, pihak pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Perusahaan dan entitas anak memperoleh informasi lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu periode dari tanggal akuisisi. 8
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN e. Transaksi dalam mata uang asing Pembukuan Perusahaan dan entitas anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode bersangkutan. Berikut ini adalah kurs mata uang asing yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014: Kurs mata uang asing yang digunakan 30 September 2015 31 Desember 2014* Dollar Amerika Serikat Rp 14.657 Rp 12.440 f. Transaksi dengan pihak - pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam hal ini dirujuk sebagai "Entitas Pelapor") sebagai berikut : 1) Orang atau keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut : i. Pengendalian atau pengendali bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau iii. Personil manajamen kunci entitas atau entitas induk dari entitas pelapor. 2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut : i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lainnya. ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam poin (1). vii. Orang yang diidentifikasi dalam poin 1 (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (suatu entitas induk dari entitas). Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Aset keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Selain kas dan bank, aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang usaha dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. 9
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas -lanjutan Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa mendatang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: - Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau - Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau - Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang. Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan penurunan nilai. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan penurunan nilai. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan penurunan nilai. Perubahan nilai tercatat akun cadangan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan entitas anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan dan entitas anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan entitas anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas dan ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. 10
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas -lanjutan Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas keuangan Utang usaha dan utang lain-lain serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika dan hanya jika liabilitas Perusahaan dan entitas anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluwarsa. Jika liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan dari liabilitas yang ada telah dimodifikasi secara substansial, pertukaran atau modifikasi tersebut diberlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan atas liabilitas baru, dan selisih antara masing-masing nilai tercatat liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. h. Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika dan hanya jika, - Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan - Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. i. Kas dan bank Kas dan bank terdiri dari kas dan kas di bank yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya. j. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode biaya masuk pertama keluar pertama. k. Beban dibayar dimuka Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat dari masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Method). l. Aset tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. 11
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN l. Aset tetap -lanjutan Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Jenis aset Bangunan dan prasarana Kendaraan Mesin dan peralatan Peralatan kantor Komputer Masa manfaat 20 tahun 10 tahun 5 dan 8 tahun 5 dan 8 tahun 4 tahun Beban pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Perbaikan yang menambah masa manfaat atau meningkatkan manfaat ekonomis aset tetap dikapitalisasi ke harga perolehan aset terkait dan disusutkan dengan tingkat penyusutan aset yang bersangkutan. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode yang bersangkutan. m. Sewa Apabila dalam suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada ditangan lessor maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian atas dasar garis lurus selama masa sewa. Sewa aset tetap dimana memiliki secara substansi seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara bagian yang merupakan pelunasan liabilitas dan bagian yang merupakan beban keuangan sedemikian rupa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo pembiayaan. Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas setiap periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama dengan metode penyusutan aset tetap yang dimiliki sendiri. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa akan mendapatkan kepemilikan atas aset pada akhir masa sewa, aset tersebut disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa. n. Penurunan nilai aset non keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan entitas anak menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut. Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi. Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan. 12
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN o. Imbalan kerja Perusahaan dan entitas anak memberikan imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan dan entitas anak sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Keuntungan atau kerugian dari kurtailmen dan penyelesaian program manfaat pasti diakui ketika kurtailmen dan penyelesaian tersebut terjadi. Kurtailmen terjadi jika entitas menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifkan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program, atau mengubah ketentuan dalam program yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Sebelum menentukan dampak kurtailmen atau penyelesaian, perusahaan dan entitas anak mengukur kembali kewajiban dengan menggunakan asumsi aktuarial yang berlaku. p. Pengakuan pendapatan dan beban Penjualan barang Pendapatan dari penjualan barang diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi: - Perusahaan dan entitas anak telah memindahkan risiko secara signifikan dan memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli; - Perusahaan dan entitas anak tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual; - Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal; - Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada Perusahaan dan entitas anak; dan - Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan transaksi penjualan dapat diukur dengan andal. Pendapatan bunga Pendapatan bunga diakui berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang dan tingkat bunga yang sesuai. Beban Beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada periode yang bersangkutan (accrual basis ). 13
3. IHKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN q. Pajak penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabiltas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara subtantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Penggunaan aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan entitas anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui diluar laba atau rugi. r. Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada periode yang bersangkutan. s. Segmen operasi Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direviu oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan dan entitas anak mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: - Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); - Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan - Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. 14
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN s. Segmen operasi -lanjutan Dalam proses penerapan standar akuntansi sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang mempunyai efek yang signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain dari yang sudah dijelaskan dibawah ini. Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini. Rugi penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang Perusahaan dan entitas anak menilai penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang telah diungkapkan dalam Catatan 6. Penyisihan penurunan nilai persediaan Perusahaan dan entitas anak membuat penyisihan persediaan apabila persediaan tersebut diestimasi tidak akan digunakan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan persediaan yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dengan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penentuan nilai tercatat persediaan dan biaya persediaan barang, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan dan entitas anak. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Perusahaan dan entitas anak atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan diatas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah penyusutan yang diakui dan nilai tercatat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 10. Manfaat karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Perusahaan dan entitas anak diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Perusahaan dan entitas anak dianggap tetap dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan terhadap liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan entitas anak. 15
5. KAS DAN BANK 30 September 2015 31 Desember 2014 Kas 742.606.945 546.664.963 Bank : Rupiah PT CIMB Niaga, Tbk 802.950.489 166.357.007 PT Bank Panin, Tbk 724.063.705 2.171.248.584 PT Bank Capital Indonesia, Tbk 422.604.637 14.432.790 PT Bank Central Asia, Tbk 11.857.009 11.990.595 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4.696.068 - PT Bank MNC Internasional Tbk - 346.238 Sub Jumlah 1.966.171.908 2.364.375.213 Dollar Amerika PT Bank Panin, Tbk 534.633.276 78.490.711 PT CIMB Niaga, Tbk 29.740.958 946.835.989 PT Bank Capital Indonesia, Tbk 17.698.853 13.881.050 Sub Jumlah 582.073.087 1.039.207.750 Jumlah 3.290.851.940 3.950.247.926 Tingkat suku bunga untuk kas di bank berkisar 0,50% - 3,00% dan 0,10% - 3,00% masing-masing pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014. 6. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang, terdiri dari : 30 September 2015 31 Desember 2014 Rupiah 18.222.515.224 3.236.221.580 Dollar Amerika Serikat 8.326.524.857 17.223.622.217 Jumlah 26.549.040.081 20.459.843.797 Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan, terdiri dari : 30 September 2015 31 Desember 2014 Pihak ketiga Benang 19.326.225.480 15.232.215.484 Kapas 7.222.814.601 5.227.628.313 Jumlah 26.549.040.081 20.459.843.797 Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang, terdiri dari : 30 September 2015 31 Desember 2014 Belum jatuh tempo 8.521.522.154 5.036.221.548 Lewat jatuh tempo : 1-30 hari 7.825.221.549 8.331.141.899 31-60 hari 6.804.550.369 4.936.221.548 61-90 hari 2.536.223.586 1.623.002.154 > 90 hari 861.522.423 533.256.648 Jumlah 26.549.040.081 20.459.843.797 Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, terdapat piutang usaha entitas anak pihak ketiga dijadikan jaminan atas fasilitas utang lembaga keuangan lainnya (Catatan 11). Berdasarkan hasil penelahaan keadaan akun piutang usaha pihak ketiga masing-masing pelanggan pada akhir periode, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga tidak diadakan penyisihan penurunan nilai piutang. 16
7. PERSEDIAAN BARANG 30 September 2015 31 Desember 2014 Barang jadi 26.003.622.698 22.834.301.229 Bahan baku 23.821.455.425 15.390.168.784 Suku cadang dan bahan penolong 3.569.370.070 6.014.807.225 Barang dalam proses 2.962.554.808 2.225.110.995 Jumlah 56.357.003.001 46.464.388.233 Berdasarkan hasil pengkajian ulang keadaan fisik persediaan pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan dapat terpulihkan seluruhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai untuk persediaan. Persediaan barang jadi diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia (ACA) - pihak ketiga dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 14.500.000.000 pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. 8. UANG MUKA PEMBELIAN Akun ini merupakan uang muka pembelian bahan baku kepada PT Indorama Synthetics, Tbk masing-masing sebesar Rp 42.915.590.127,- dan Rp 14.259.303.357,- pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014. 9. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka 30 September 2015 31 Desember 2014 PPN masukan 52.289.062 38.469.506 PPh Pasal 25 14.363.709 - Jumlah 66.652.771 38.469.506 b. Utang pajak 30 September 2015 31 Desember 2014 PPh pasal 29 440.002.250 4.117.438.666 PPh pasal 23 1.500.000 - PPh pasal 21 1.447.945 1.731.953 PPh Pasal 4 ayat (2) - 851.436 Jumlah 442.950.195 4.120.022.055 17
9. PERPAJAKAN-LANJUTAN c. Pajak penghasilan badan Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut : 30 September 2015 30 September 2014 Laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (8.240.229.011) 6.044.039.763 Entitas anak (4.662.997.612) (19.121.156.135) Rugi sebelum taksiran pajak (12.903.226.623) (13.077.116.372) Koreksi fiskal Perbedaan temporer Imbalan pasca kerja - 8.596.262 Penyusutan aset tetap 119.897.442 82.059.263 Jumlah perbedaan temporer 119.897.442 90.655.525 Perbedaan permanen Pendapatan jasa giro (647.588) (619.359) Pajak 2.451.208 - Entertainment 933.700 - Selisih kurs 1.562.026.816 - Beban lain -lain - 730.791 Jumlah perbedaan permanen 1.564.764.136 111.432 Jumlah koreksi fiskal 1.684.661.578 90.766.958 Rugi fiskal (11.218.565.045) (12.986.349.414) Penghasilan kena pajak (11.218.565.045) (12.986.349.414) Taksiran pajak penghasilan : - - Entitas induk - - Entitas anak 1.740.002.250 5.751.326.290 Taksiran pajak penghasilan kini 1.740.002.250 5.751.326.290 Dikurangi : PPh Pasal 25 - entitas induk - - PPh Pasal 25 - entitas anak (1.300.000.000) (1.000.000.000) Lebih bayar pajak entitas induk - - Utang pajak kini entitas anak 440.002.250 4.751.326.290 Jumlah PPh pasal 29 kurang bayar 440.002.250 4.751.326.290 Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak penghasilan diubah untuk yang keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 30%, 28% masing-masing untuk tahun fiskal 2008 dan 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. d. Pajak tangguhan Perhitungan taksiran pajak penghasilan adalah sebagai berikut : 30 September 2015 30 September 2014 Penyusutan aset tetap 29.974.361 22.663.881 Pajak tangguhan entitas anak 112.310.895 199.963.352 Jumlah 142.285.255 222.627.233 Saldo aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut : 30 September 2015 31 Desember 2014 Saldo awal aset pajak tangguhan 5.762.667.360 5.576.142.126 Pajak tangguhan periode berjalan 142.285.255 186.525.234 Saldo akhir aset pajak tangguhan 5.904.952.615 5.762.667.360 18
10. ASET TETAP 30 September 2015 Awal Penambahan Pengurangan Akhir Harga Perolehan Tanah 35.215.484.000 - - 35.215.484.000 Bangunan dan Prasarana 124.986.964.079 - - 124.986.964.079 Kendaraan 2.387.970.130 - - 2.387.970.130 Mesin dan Peralatan 226.054.662.566 164.816.000-226.219.478.566 Peralatan kantor 3.588.197.515 - - 3.588.197.515 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.280.642.005 - - 1.280.642.005 Jumlah 395.396.412.149 164.816.000-395.561.228.149 CIP mesin 92.543.654.810 - - 92.543.654.810 Jumlah 487.940.066.959 164.816.000-488.104.882.959 Akumulasi Penyusutan Bangunan dan Prasarana 40.325.839.378 4.466.497.732-44.792.337.110 Kendaraan 2.266.712.486 62.050.561-2.328.763.047 Mesin dan Peralatan 91.932.845.420 10.313.847.206-102.246.692.626 Peralatan kantor 3.272.055.171 80.563.154-3.352.618.325 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.096.567.315 46.018.665-1.142.585.980 Jumlah 140.776.511.624 14.968.977.318-155.745.488.942 Nilai Buku 347.163.555.335 332.359.394.017 31 Desember 2014 Awal Penambahan Pengurangan Akhir Harga Perolehan Tanah 35.215.484.000 - - 35.215.484.000 Bangunan dan Prasarana 124.986.964.079 - - 124.986.964.079 Kendaraan 2.387.970.130 - - 2.387.970.130 Mesin dan Peralatan 226.054.662.566 - - 226.054.662.566 Peralatan kantor 3.588.197.515 - - 3.588.197.515 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.280.642.005 - - 1.280.642.005 Jumlah 395.396.412.149 - - 395.396.412.149 CIP mesin 92.543.654.810 - - 92.543.654.810 Jumlah 487.940.066.959 - - 487.940.066.959 Akumulasi Penyusutan Bangunan dan Prasarana 34.370.509.066 5.955.330.312-40.325.839.378 Kendaraan 2.189.978.405 76.734.081-2.266.712.486 Mesin dan Peralatan 78.178.243.644 13.754.601.776-91.932.845.420 Peralatan kantor 3.164.144.217 107.910.954-3.272.055.171 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.035.209.095 61.358.220-1.096.567.315 Jumlah 120.820.576.281 19.955.935.343-140.776.511.624 Nilai Buku 367.119.490.678 347.163.555.335 19
10. ASET TETAP-LANJUTAN Entitas anak memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Sleman, Yogyakarta dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu 30 tahun. Seluruh aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia (ACA) - pihak ketiga pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 55.500.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, aset tetap entitas anak dijadikan jaminan atas fasilitas utang bank (Catatan 11). Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut (Catatan 18 dan 19) : Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 30 September 2015 30 September 2014 Dibebankan : Biaya produksi tidak langsung 13.864.712.903 13.787.875.216 Biaya umum dan administrasi 1.104.264.415 1.147.868.875 Jumlah 14.968.977.318 14.935.744.091 11. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 30 September 2015 31 Desember 2014 a. Utang bank PT Bank Panin, Tbk. Pinjaman rekening koran 14.291.571.989 13.972.975.851 Pinjaman berulang 1 15.000.000.000 15.000.000.000 Pinjaman Sight L/C Pinjaman berulang 2 57.752.615.929 23.826.489.971 PT Bank Capital Indonesia, Tbk. 120.331.850.000 108.361.400.000 Sub Jumlah 207.376.037.918 161.160.865.822 b. Utang lembaga keuangan lainnya PT Pacific Multi Finance 28.300.000.000 28.300.000.000 Jumlah 235.676.037.918 189.460.865.822 Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 Perusahaan dan entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Panin, Tbk dan PT Bank Capital Indonesia, Tbk antara lain: PT Bank Panin, Tbk Entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Panin, Tbk antara lain: - Pinjaman Rekening Koran Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman rekening koran untuk modal kerja dengan maksimum plafon sebesar Rp. 15.000.000.000. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 22 Desember 2015 dengan tingkat bunga pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing sebesar 12,5%. - Pinjaman Berulang 1 (satu) Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman berulang 1 untuk modal kerja dengan maksimum sebesar Rp 15.000.000.000. Masa pinjaman sampai dengan 22 Desember 2015 dengan tingkat bunga pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing sebesar 12,5%. - Pinjaman Sight L/C Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman Sight L/C sehubungan dengan modal kerja khusus untuk melunasi fasilitas Sight L/C serta impor barang bahan baku berupa kapas, polyester dan rayon dengan total maksimum sebesar USD 5.000.000 (Pinjaman Berulang 2 dengan maksimum sebesar Rp 36.500.000.000 dan Usance L/C dengan maksimum sebesar USD 2.500.000) dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 12,5% pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, dan total maksimum sebesar USD 3.000.000 (Pinjaman Berulang 2 dengan maksimum sebesar Rp 27.500.000.000 dan Usance L/C dengan maksimum sebesar USD 3.000.000) dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 12,5% pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 22 Desember 2015. 20
11. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA-LANJUTAN PT Bank Capital Indonesia, Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas L/C dari PT Bank Capital Indonesia,Tbk sehubungan dengan pembelian bahan baku dan modal kerja, dengan plafon sebesar USD 3.250.000 sub limit P. Aksep I USD 1.000.000, P. Aksep II sebesar Rp 10.000.000.000, Usance dan Sight sebesar USD 1.050.000, P. Aksep III sebesar USD 950.000, P. Aksep IV sebesar Rp 35.000.000.000 dengan tingkat bunga pada tanggal 31 Desember 2014 masing-masing sebesar 9% p.a. untuk P. Aksep I, 15% p.a untuk P. Aksep II, 8% p.a untuk Usance dan Sight, 9% p.a untuk P. Aksep III dan 15% p.a untuk P. Aksep IV. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 18 Desember 2015. Pada bulan Agustus 2015 Perusahaan melakukan konversi atas pinjaman Aksep I dengan jumlah maksimum sebesar Rp. 45.678.200.000,-, pinjaman Aksep III dengan jumlah maksimum Rp. 13.414.000.000,- dengan tingkat suku bunga masing-masing sebesar 15% per tahun pada tanggal 30 September 2015. Fasilitas pinjaman dijaminkan dengan persediaan, piutang usaha, mesin dan peralatan. Entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman angsuran berjangka dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk untuk refinancing mesin dengan jumlah plafon sebesar Rp 25.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 12,5% p.a dan telah dilunasi pada tahun 2015. Entitas anak mendapat fasilitas pinjaman dengan jumlah plafon Rp. 16.000.000.000,-, Masa pinjaman sampai dengan tahun 2016 dengan tingkat bunga 13% p.a pada tanggal 30 September 2015. Fasilitas pinjaman dijaminkan dengan aset tetap. Semua fasilitas pinjaman dijaminkan dengan tanah dan bangunan pabrik beserta mesin-mesin dan peralatan entitas anak. PT Pacific Multi Finance Pada bulan Juli 2013, entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp. 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun sudah dilunasi Juli 214. Pinjaman ini dijamin dengan tagihan senilai Rp. 12.000.000.000. Pada bulan Juli 2014, entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun. Masa pinjaman sampai dengan Juli 2015 dan sudah dilunasi pada tahun 2015. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada bulan Desember 2014, entitas anak memperoleh tambahan fasilitas pinjaman anjak putang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 18.300.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 18% per tahun. Masa pinjaman sampai dengan Desember 2015. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada bulan Juli 2015, entitas anak memperoleh tambahan fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun per tahun. Masa pinjaman sampai dengan Juli 2016. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 Perusahaan dan entitas anak telah memenuhi persyaratan dan pembatasan sesuai dengan perjanjian bank. 12. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA 30 September 2015 31 Desember 2014 a. Rincian utang usaha berdasarkan pemasok, terdiri dari : Pihak ketiga Suku cadang 332.699.585 409.963.256 Bahan penolong 165.862.650 262.284.448 Jumlah 498.562.235 672.247.704 b. Rincian utang usaha berdasarkan mata uang, terdiri dari : Pihak ketiga Rupiah 498.562.235 362.295.483 Dollar Amerika Serikat - 309.952.221 Jumlah 498.562.235 672.247.704 Utang usaha dikategorikan sebagai belum jatuh tempo berdasarkan umur utang masing-masing pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014. Tidak terdapat jaminan yang diberikan atas utang usaha pihak ketiga tersebut. 13. KEPENTINGAN NON PENGENDALI Akun ini merupakan kepentingan non pengendali atas aset bersih pada PT Delta Nusantara, entitas anak masing - masing sebesar Rp. 112.908.993.927,- pada tanggal 30 September 2015 dan Rp. Rp. 117.352.245.291,- pada tanggal 31 Desember 2014. 21
14. MODAL SAHAM Berdasarkan data laporan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek, PT Ficomindo Buana Registrar, daftar pemegang saham per 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 adalah : Pemegang saham Jumlah Saham Kepemilikkan Nilai Nominal ( lembar ) (%) (Rp) Bloom International Ltd 14.250.000 18,89 20.357.142.857 Lenovo Worldwide Corporation 27.073.425 35,90 38.676.321.429 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 34.098.775 45,21 48.712.535.714 Jumlah 75.422.200 100,00 107.746.000.000 Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, Perusahaan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba setiap tahun buku untuk cadangan apabila saldo laba positif sampai cadangan tersebut mencapai paling sedikit 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 11 Juni 2014 di hadapan Notaris Humberg Lie, SH.,MKn, Perusahaan telah meningkatkan dana cadangan Rp. 150.000.000,- yang semula sebesar Rp. 450.000.000,- atau 0,4176 % menjadi Rp. 600.000.000,- atau 0,5569 % dari jumlah yang telah ditempatkan dan disetor. 15. TAMBAHAN MODAL DISETOR 30 September 2015 31 Desember 2014 Agio Saham Penawaran Umum Saham Perdana 543.200.000 543.200.000 Biaya Emisi Penawaran Umum Saham Perdana (388.280.000) (388.280.000) Jumlah Tambahan Modal Disetor 154.920.000 154.920.000 16. LABA PER SAHAM Berikut ini adalah rekonsiliasi perhitungan laba (rugi) bersih per saham: 30 September 2015 30 September 2014 Laba (rugi) yang diatribusikan kepada pemegang saham Perusahaan (5.105.491.180) 267.440.727 Jumlah rata-rata tertimbang saham 75.422.200 75.422.200 Laba (rugi) per saham (68) 4 17. PENJUALAN 30 September 2015 30 September 2014 Penjualan benang 36.277.275.244 39.085.211.450 Penjualan bahan baku 33.956.256.624 38.339.985.570 Penjualan lain-lain 1.832.662.545 956.921.000 Jumlah 72.066.194.413 78.382.118.020 Tidak ada pihak pembeli dengan jumlah nilai penjualan melebihi 10% dari pendapatan konsolidasian. 22
18. BEBAN POKOK PENJUALAN 30 September 2015 30 September 2014 Bahan baku yang digunakan 31.220.562.846 35.462.217.003 Upah langsung 1.789.562.254 1.900.246.220 Biaya produksi tidak langsung 18.468.621.720 18.767.578.329 Jumlah biaya produksi 51.478.746.820 56.130.041.552 Persediaan barang Dalam proses Awal tahun 2.225.110.995 2.158.746.128 Akhir periode (2.962.554.808) (2.280.534.284) Jumlah biaya pokok produksi 50.741.303.007 56.008.253.396 Barang jadi Awal tahun 22.834.301.229 17.774.556.082 Akhir periode (26.003.622.698) (21.504.083.188) Jumlah beban pokok penjualan 47.571.981.538 52.278.726.290 19. BEBAN USAHA 30 September 2015 30 September 2014 Beban penyusutan 1.104.264.415 1.147.868.875 Beban gaji dan tunjangan 1.014.214.317 1.090.110.577 Beban penjualan 579.562.258 750.077.356 Imbalan pasca kerja (Catatan 21) 449.243.579 277.681.524 Beban konsultan 252.500.000 157.480.000 Beban sewa kantor 162.605.242 181.358.012 Jasa layanan KSEI 97.441.074 92.000.000 Beban lain-lain (dibawah Rp. 50 juta) 641.718.797 626.140.567 Jumlah 4.301.549.682 4.322.716.912 20. BEBAN BUNGA DAN ADMINISTRASI BANK 30 September 2015 30 September 2014 Akun ini merupakan beban bunga dan administrasi bank sebagai berikut : Provisi dan bunga pinjaman 23.654.903.713 13.782.979.998 Administrasi bank 51.908.517 80.064.952 Jumlah 23.706.812.230 13.863.044.951 23
21. IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan dan entitas anak telah membentuk penyisihan untuk imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Penyisihan imbalan kerja karyawan (terdiri dari biaya jasa kini dan amortisasi biaya jasa lalu) yang dibebankan secara langsung ke beban umum dan administrasi. Beban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim adalah: Periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 30 September 2014 Biaya bunga 231.560.858 163.686.760 Biaya jasa kini 217.682.721 133.489.612 Kerugian aktuarial - (19.494.848) Jumlah 449.243.579 277.681.524 1 Januari 2014/ 30 September 2015 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Disajikan Kembali Disajikan Kembali Mutasi saldo eliminasi liabilitas imbalan kerja neto Liabilitas imbalan pasca-kerja, awal periode/tahun 3.970.335.772 3.233.443.654 3.364.957.868 Beban (pemulihan) imbalan pasca-kerja pada periode/tahun berjalan 449.243.579 584.720.015 513.175.963 (Keuntungan) kerugian aktuarial yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain (601.203.423) 152.172.103 (644.690.177) Liabilitas imbalan pasca-kerja akhir 3.818.375.928 3.970.335.772 3.233.443.654 periode/tahun 1 Januari 2014/ 30 September 2015 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Disajikan Kembali Disajikan Kembali Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja: Saldo awal 3.970.335.772 3.233.443.654 3.558.053.398 Biaya jasa kini 231.560.858 314.703.476 271.324.787 Biaya bunga 217.682.721 270.016.539 185.072.683 Imbalan yang dibayar - - (136.317.037) Beban (manfaat) jasa lalu - - - (Laba) rugi neto aktuaria (601.203.423) 152.172.103 (644.690.177) Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 3.818.375.928 3.970.335.772 3.233.443.654 30 September 2015 1 Januari 2014/ 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Disajikan Kembali Disajikan Kembali Mutasi kerugian (keuntungan aktuarial) yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain: Saldo awal (614.655.705) (766.827.808) (122.137.631) (Keuntungan) kerugian aktuarial yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain (601.203.423) 152.172.103 (644.690.177) Saldo akhir (1.215.859.128) (614.655.705) (766.827.808) 24
21. IMBALAN PASCA KERJA - LANJUTAN Perhitungan imbalan kerja Perusahaan untuk tanggal 31 Desember 2014 dihitung oleh aktuaris independen PT Bhumi Darma Aktuaria sesuai dengan laporannya tanggal 17 Maret 2015, perhitungan imbalan kerja entitas anak dihitung oleh PT Dian Artha Tama untuk tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 sesuai dengan laporannya masing-masing tanggal 03 Desember 2015 dan 26 Februari 2015. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial Perusahaan adalah sebagai berikut : 30 September 2015 1 Januari 2014/ 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Disajikan Kembali Disajikan Kembali Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun 55 tahun Tingkat diskonto 8,0% 8,3% 8,3% Tingkat kenaikan gaji tahunan 8,4% 8,4% 8,4% Referensi tingkat kematian TMI-III 2011 CSO-1980 CSO-1980 Analisis sensitivitas dari perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto terhadap kenaikan (penurunan) liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: 1 Januari 2014/ 30 September 2015 31 Desember 2014 31 Desember 2013 Jika ada kenaikan 1% (329.035.179) (418.667.312) (287.164.482) Jika ada penurunan 1% 372.864.876 283.515.102 327.982.757 Manajemen berkeyakinan bahwa imbalan yang diberikan kepada karyawan yang memenuhi persyaratan telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 22. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING ASET 30 September 2015 31 Desember 2014 USD IDR USD IDR (nilai penuh) (ekuivalen) (nilai penuh) (ekuivalen) Kas dan bank $ 39.713 582.073.087 $ 83.538 1.039.207.750 Piutang usaha $ 568.092 8.326.524.857 $ 1.384.536 17.223.622.217 Jumlah aset $ 607.805 8.908.597.944 $ 1.468.073 18.262.829.967 LIABILITAS Utang bank $ 1.625.605 23.826.489.971 $ 6.100.313 75.887.893.720 Utang usaha $ - - $ 24.916 309.952.221 Jumlah liabilitas $ 1.625.605 23.826.489.971 $ 6.125.229 76.197.845.941 LIABILITAS BERSIH $ (1.017.800) (14.917.892.027) $ (4.657.156) (57.935.015.974) 25
23. SEGMEN OPERASI Segmen operasi Segmen operasi Perusahaan dan entitas anak ditetapkan berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait dengan produk yang dihasilkan yaitu benang, kapas dan lainnya. Segmen operasi Perusahaan dan entitas anak pada 30 September 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : Pendapatan 30 September 2015 Benang dan bahan baku Lainnya Jumlah Penjualan 70.233.531.868 1.832.662.545 72.066.194.413 Hasil Segmen 70.233.531.868 1.832.662.545 72.066.194.413 Beban pokok penjualan 47.571.981.538 Beban usaha 4.301.549.682 Laba usaha 20.192.663.193 Beban lain-lain - bersih (30.030.609.198) Jumlah rugi komprehensif (9.837.946.006) Aset Segmen Dialokasikan 473.538.441.169 Tidak dialokasikan - Jumlah 473.538.441.169 Liabilitas segmen Dialokasikan 240.536.186.358 Tidak dialokasikan - 240.536.186.358 Pendapatan 30 September 2014 Benang dan bahan baku Lainnya Jumlah Penjualan 77.425.197.020 956.921.000 78.382.118.020 Hasil Segmen 77.425.197.020 956.921.000 78.382.118.020 Beban pokok penjualan 52.278.726.290 Beban usaha 4.322.716.912 Laba usaha 21.780.674.818 Beban lain-lain - bersih (21.265.334.112) Jumlah laba komprehensif 515.340.706 Aset segmen Dialokasikan 441.518.541.795 Tidak dialokasikan - Jumlah 441.518.541.795 Liabilitas segmen Dialokasikan 199.745.938.787 Tidak dialokasikan - 199.745.938.787 26
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR Risiko merupakan sebuah ketidakpastian yang berpengaruh secara material terhadap tujuan Perusahaan dan entitas anak, yang disebabkan oleh kemungkinan tidak tercapainya sasaran Perusahaan dan entitas anak. Oleh sebab itu, manajemen Perusahaan dan entitas anak perlu mengantisipasi dan mempersiapkan penanganan risiko yang efisien dan efektif, dengan pengelolaan yang profesional. Tujuan Perusahaan dan entitas anak dalam mengelola risiko keuangan adalah untuk mencapai keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian dan meminimalisasi potensi efek memburuknya kinerja keuangan Perusahaan dan entitas anak. Risiko yang berasal dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah risiko keuangan, termasuk diantaranya adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar dan risiko suku bunga. a. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan entitas anak gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya kepada Perusahaan dan entitas anak. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha yang diberikan kepada pelanggan dari penjualan Perusahaan dan entitas anak. Nilai maksimum eksposur adalah sebesar nilai tercatat sebagaimana diungkapkan pada Catatan 6. b. Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan dan entitas anak tidak dapat memenuhi liabilitas pembayaran pada saat jatuh tempo. Perusahaan telah menelaah, memantau, serta menetapkan kebijakan syarat pembayaran yang sesuai dengan penerimaan penjualan. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan piutang dari pelanggan. Tabel dibawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan. Dibawah Diatas 30 September 2015 1-5 tahun 1 tahun 5 tahun Total Utang usaha 498.562.235 - - 498.562.235 Utang bank dan lembaga keuangan lainya 235.676.037.918 - - 235.676.037.918 Utang lain-lain 55.696.757 - - 55.696.757 Beban akrual 44.563.325 - - 44.563.325 Jumlah 236.274.860.235 - - 236.274.860.235 c. Risiko pasar Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko pasar yaitu risiko mata uang asing. Risiko mata uang asing adalah risiko atas perubahan nilai tukar Rupiah sebagai mata uang pelaporan terhadap mata uang asing, khususnya Dollar Amerika Serikat. Risiko ini muncul jika terjadi pelemahan Rupiah terhadap mata uang asing dapat secara negatif mempengaruhi pendapatan dan kinerja Perusahaan dan entitas anak. Risiko tingkat bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. d. Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anak memiliki pinjaman dengan bank dimana bila terjadi kenaikan suku bunga yang signifikan di pasar maka Perusahaan dan entitas anak akan menegosiasikan ulang suku bunga tersebut dengan pemberi pinjaman. Nilai wajar Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. 27
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR - LANJUTAN d. Risiko suku bunga - lanjutan Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau karena mereka dicatat pada nilai pasar. 25. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan untuk dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 serta laporan posisi keuangan tanggal 1 Januari 2014/31 Desember 2013, telah disajikan kembali dari saldo yang sebelumnya telah disajikan sehubungan dengan penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2013) "Imbalan Kerja" (Catatan 3o dan 21). Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: LAPORAN POSISI KEUANGAN Sebelum penyajian kembali 2014 Setelah penyajian kembali ASET Aset pajak tangguhan 5.752.928.390 5.762.667.360 Jumlah aset tidak lancar 353.123.599.725 353.133.338.695 JUMLAH ASET 440.727.374.151 440.737.113.122 LIABILITAS Liabilitas imbalan pasca kerja 4.546.035.596 3.970.335.772 JUMLAH LIABILITAS 199.073.815.553 198.498.115.729 EKUITAS Saldo laba Belum ditentukan penggunaanya 22.886.681.051 16.008.071.360 Pendapatan komprehensif lain - 377.760.742 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 131.387.601.051 124.886.752.102 Kepentingan non pengendali 110.265.957.547 117.352.245.291 Jumlah ekuitas 241.653.558.598 242.238.997.393 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 440.727.374.151 440.737.113.122 LAPORAN POSISI KEUANGAN Sebelum penyajian kembali 2013 Setelah penyajian kembali LIABILITAS Liabilitas imbalan pasca kerja 4.000.271.462 3.233.443.654 JUMLAH LIABILITAS 217.861.673.225 217.094.845.418 EKUITAS Pendapatan komprehensif lain - 456.731.833 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 131.181.923.273 131.638.655.106 Kepentingan non pengendali 110.075.339.029 110.385.435.004 Jumlah ekuitas 241.257.262.302 242.024.090.110 26. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 14 Desember 2015. 28