PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

dokumen-dokumen yang mirip
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

Jumlah aset lancar

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 (UnAudited) dan tahun yang

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

Jumlah Aset Lancar

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)


Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk


PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN. 30 Juni 2016 dan PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk. Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH)

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT LIPPO SECURITIES Tbk

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk. DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit) Serta Untuk

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas...

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT VICTORIA INSURANCE

PT YULIE SEKURINDO TBK

PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Transkripsi:

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan Konsolidasian yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015

Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan - Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 - Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 - Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 - Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 29

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 Catatan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 2.075.548.280 2.116.279.585 Piutang usaha kepada pihak ketiga 6, 22 30.148.117.478 26.197.058.195 Piutang lain-lain kepada pihak ketiga 2.244.569.005 2.404.783.446 Persediaan barang 7 40.185.835.164 50.916.708.614 Pajak dibayar di muka 9a 79.914.462 69.914.462 Uang muka pembelian 8 37.158.159.043 40.895.465.323 Beban dibayar dimuka 4.900.459.419 4.687.212.861 Jumlah aset lancar 116.792.602.851 127.287.422.486 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan 9d 6.040.508.893 5.670.825.640 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp. 165.716.240.819,- dan Rp. 160.730.864.879,- masingmasing pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 10 322.388.642.140 327.374.018.080 Aset lain-lain 207.116.000 207.116.000 Jumlah aset tidak lancar 328.636.267.033 333.251.959.720 JUMLAH ASET 445.428.869.884 460.539.382.206 * disajikan kembali Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 1

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN - lanjutan 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 Catatan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 11, 22 197.714.182.144 212.536.336.940 Utang usaha kepada pihak ketiga 12, 22 500.065.360 500.065.360 Beban akrual 24.105.478 44.563.326 Utang pajak 9b 712.792.713 84.118.122 Utang lain-lain kepada pihak ketiga 324.957.116 317.661.162 Jumlah liabilitas jangka pendek 199.276.102.810 213.482.744.909 LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja 21 4.082.322.558 4.082.322.558 JUMLAH LIABILITAS 203.358.425.368 217.565.067.467 EKUITAS Modal dasar - terdiri atas saham seri A dengan nominal Rp. 4.000 per saham sebanyak 21.000.000 lembar, seri B dengan nominal Rp. 1.000 per saham sebanyak 80.000.000 lembar dan seri C dengan nominal Rp. 100 per lembar saham sebanyak 2.669.840.000 saham. Modal yang ditempatkan dan disetor penuh - terdiri atas saham seri A sebanyak 10.774.600 saham dan saham seri B sebanyak 64.647.600 saham pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 14 107.746.000.000 107.746.000.000 Tambahan modal disetor 15 154.920.000 154.920.000 Saldo laba Ditentukan penggunaannya 600.000.000 600.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 23.025.618.598 23.475.361.801 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 131.526.538.598 131.976.281.801 Kepentingan non pengendali 13 110.543.905.918 110.998.032.938 Jumlah ekuitas 242.070.444.516 242.974.314.739 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 445.428.869.884 460.539.382.206 * disajikan kembali Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 2

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Catatan 31 Maret 2016 31 Maret 2015 PENDAPATAN Penjualan 17 32.775.334.170 36.438.384.676 Beban pokok penjualan 18 23.847.795.338 21.550.485.751 Laba kotor 8.927.538.832 14.887.898.925 BEBAN USAHA Beban usaha 19 1.434.642.637 1.905.115.903 Laba usaha 7.492.896.195 12.982.783.022 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - Pendapatan jasa giro 5.710.502 9.646.625 - Rugi selisih kurs 170.544.531 (4.073.762.158) - Beban bunga dan administrasi bank 20 (7.201.675.214) (9.366.255.702) - Pendapatan lain-lain 18.068.815 22.032.001 Beban lain-lain -bersih (7.007.351.366) (13.408.339.234) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 485.544.829 (425.556.212) MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak penghasilan kini 9c (1.383.697.713) (1.348.958.400) Pajak penghasilan tangguhan 9d (5.717.338) 293.297.841 Beban Pajak - bersih (1.389.415.051) (1.055.660.559) Laba bersih periode berjalan (903.870.222) (1.481.216.771) PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Keuntungan imbalan pasca kerja 345.864.710 - Jumlah laba komprehensif (558.005.512) (1.481.216.771) LABA YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk (449.743.202) 741.637.078 Kepentingan non pengendali (454.127.020) (2.222.853.850) Jumlah laba (903.870.222) (1.481.216.771) Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk (711.592.310) - Kepentingan non pengendali 153.586.798 - Jumlah Laba Komprehensif (558.005.512) - Laba per saham 16 (6) 10 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 3

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Ekuitas yang dapat Modal ditempatkan Tambahan Saldo Laba diatribusikan kepada Kepentingan Jumlah Ekuitas dan Disetor Modal Disetor Ditentukan Belum Ditentukan pemilik entitas Non Pengendali Penggunaannya Penggunaannya Induk Saldo 31 Desember 2014 107.746.000.000 154.920.000 600.000.000 22.865.973.582 131.366.893.582 110.875.603.319 242.242.496.901 Laba komperehensif periode berjalan - - - 741.637.078 741.637.078 (2.222.853.850) (1.481.216.771) Saldo 31 Maret 2015 107.746.000.000 154.920.000 600.000.000 23.607.610.660 132.108.530.660 108.652.749.469 240.761.280.129 Saldo 31 Desember 2015 107.746.000.000 154.920.000 600.000.000 23.475.361.801 131.976.281.801 110.998.032.938 242.974.314.739 Laba komperehensif periode berjalan - - - (449.743.202) (449.743.202) (454.127.020) (903.870.222) Saldo 31 Maret 2016 107.746.000.000 154.920.000 600.000.000 23.025.618.598 131.526.538.598 110.543.905.918 242.070.444.517 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 4

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 31 Maret 2015 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 28.824.274.887 38.820.642.696 Pembayaran kas kepada pemasok (4.632.879.895) (31.834.725.288) Pembayaran kas kepada karyawan (1.411.706.816) (1.391.564.280) Pembayaran operasi lain-lain (1.057.109.853) (4.063.041.651) Penerimaan jasa giro 5.710.502 9.646.625 Pembayaran beban bunga dan administrasi bank (7.547.539.925) (9.366.255.702) Pembayaran pajak penghasilan 618.674.591 (2.595.038.923) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 14.799.423.491 (10.420.336.523) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap (18.000.000) (164.816.000) Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (18.000.000) (164.816.000) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan utang bank dan lembaga keuangan lainnya (4.822.154.796) 8.915.414.080 Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan lainnya (10.000.000.000) - Kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan (14.822.154.796) 8.915.414.080 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (40.731.305) (1.669.738.443) KAS DAN BANK AWAL PERIODE 2.116.279.585 3.950.247.926 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 2.075.548.280 2.280.509.483 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian 5

1. INFORMASI UMUM a. Pendirian Perusahaan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Dewan Komisaris : Komisaris Utama : Harianto Harianto Komisaris (Independen) : Thomas Hindarto Thomas Hindarto Dewan Direksi : Direktur Utama (Corporate Secretary) : Gunawan Taslim Gunawan Taslim Direktur Independen Thomas Amir Iskandar Thomas Amir Iskandar Komite Audit : Ketua : Thomas Hindarto Thomas Hindarto Anggota : Indra P Indra P : Awi Subhan Awi Subhan Internal Audit : Purnomo Purnomo b. Penawaran Umum Efek Perusahaan PT Nusantara Inti Corpora, Tbk ( dahulu bernama PT United Capital Indonesia, Tbk ) ( "Perusahaan ") didirikan berdasarkan akta Notaris No. 166 tanggal 30 Mei 1988 dari Mohamad Said Tadjoedin, S.H. Notaris di Jakarta dengan nama PT. Aneka Keloladana dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. C2-5501 HT.01.01. Th. 1988 tertanggal 30 Juni 1988 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 11 Desember 1990 tambahan No. 5045. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta Pernyataan keputusan Rapat No. 91 tanggal 23 Juni 2015 dari Yulia, SH, Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan pengurus Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut tercatat dalam penerimaan pemberitahuan perubahan data Perusahaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0948810 tanggal 07 Juli 2015. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan menjelaskan bahwa maksud dan tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang investasi. Perusahaan berdomisili di Menara Palma Lt. 12 Jl. HR. Rasuna Said Blok X-2 Kav 6 Kuningan, Jakarta 12950. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1992. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak adalah sebanyak 464 orang karyawan (tidak diaudit). Pada tanggal 28 Maret 2002, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM - LK (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) dengan suratnya No. S-614/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum atas 96.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 210 per saham kepada masyarakat. Waran seri I tersebut diberikan sebagai insentif bagi para pemegang saham baru dimana setiap pemegang saham yang memiliki 19 saham baru dan tercatat namanya sebagai pemegang saham pada tanggal 26 Mei 2000 akan mendapatkan 13 waran seri I yang memberikan hak untuk setiap pemegang waran seri I untuk melakukan pembelian saham baru perusahaan dengan nilai nominal Rp. 200 per saham pada harga Rp. 210. Waran seri I tersebut memiliki jangka waktu selama 3 tahun dan telah berakhir pada tanggal 18 April 2005. Pada tanggal 18 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM - LK (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) dengan surat No. S-1873/PM/2004 untuk melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham Perusahaan untuk membeli saham Perusahaan. Pada tanggal 16 April 2004, Perusahaan melakukan perubahan dan peningkatan Modal Dasar Perseroan dari Rp. 84.000.000.000 menjadi Rp. 164.000.000.000, melakukan penerbitan saham baru yang diklasifikasikan sebagai saham seri B dan melakukan perubahan nilai nominal saham ("Reverse Stock ") dari Rp. 200 per saham menjadi Rp. 400 per saham dan waran seri I dengan rasio perbandingan 2 waran seri I yang lama akan mendapatkan 1 waran seri I yang baru yang dapat digunakan untuk membeli saham seri A dengan nilai nominal Rp. 400 pada harga Rp. 420 per saham. 6

1. INFORMASI UMUM - LANJUTAN c. Entitas anak Perusahaan memiliki entitas anak yang bergerak dalam industri pemintalan benang yaitu : Entitas anak Domisili Persentase kepemilikan 42.460 dan 31 Desember 2015 Tahun operasi komersial PT. Delta Nusantara Yogyakarta 51,90% 1989 Total aset 42.460 dan 31 Desember 2015 Rp 423.466.052.182 dan Rp 434.060.857.410 2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI a. Standar yang Berlaku pada Tahun Berjalan Penerapan dari standar akuntansi berikut oleh Perseroan, yang berlaku efektif 1 Januari 2015, menyebabkan perubahan signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak: - Perubahan terhadap PSAK 46, Pajak Penghasilan, untuk memperjelas bahwa pajak final tidak diatur di dalam ruang lingkup standar ini. - Perubahan terhadap PSAK 50 Instrumen keuangan: Penyajian, untuk memperjelas syarat-syarat saling hapus antar aset dan liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan. - - Perubahan terhadap PSAK 60, Instrumen keuangan: Pengungkapan, untuk memperbaiki pengungkapan saling hapus. PSAK 68 Pengukuran nilai wajar, bertujuan untuk meningkatkan konsistensi dan mengurangi kompleksitas dengan memberikan definisi yang tepat atas nilai wajar dan sumber tunggal atas pengukuran nilai wajar dan syarat pengungkapan. Persyaratan tidak memperluas penggunaan akuntansi nilai wajar tetapi memberikan pedoman penerapan ketika penggunaannya telah diharuskan atau diperbolehkan oleh standar lain di dalam PSAK. Penerapan dari perubahan interpretasi standar akuntansi berikut, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2015, tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan: - PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian laporan keuangan - PSAK 4 (revisi 2013) Laporan keuangan tersendiri - PSAK 15 (revisi 2013) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama - PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan kerja - PSAK 46 (revisi 2014) Pajak penghasilan - PSAK 48 (revisi 2013) "Penurunan nilai - PSAK 50 (revisi 2014) Instrumen keuangan: Penyajian - PSAK 55 (revisi 2013) Instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran - PSAK 60 (revisi 2014) Instrument Keuangan : Pengungkapan - PSAK 65 (revisi 2013) Laporan keuangan konsolidasian - PSAK 66 Pengaturan bersama - PSAK 67 Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain - PSAK 68 Pengukuran nilai wajar - ISAK 15 (revisi 2015) Batas Aset Imbalan Pasti" - ISAK 26 (revisi 2013) Penilaian ulang derivatif melekat - Pencabutan PSAK 12 (revisi 2009) Bagian partisipasi ventura bersama - Pencabutan ISAK 7 "Konsolidasi entitas bertujuan khusus" - Pencabutan ISAK 12 "Pengendalian bersama entitas: Kontribusi non moneter oleh venturer" Penerapan dini revisi dan standar baru diatas sebelum 1 Januari 2015 tidak diijinkan. 7

2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI - LANJUTAN b. Standar dan Interpretasi Telah Diterbitkan Tapi Belum Berlaku Penerapan interpretasi baru berikut yang berlaku sejak 1 Januari 2016 adalah sebagai berikut: - PSAK 1 (revisi 2015) Penyajian Laporan Keuangan - PSAK 4 (revisi 2015) Laporan keuangan tersendiri - PSAK 5 (revisi 2015) Segmen Operasi - PSAK 7 (revisi 2015) Pengungkapan Pihak pihak berelasi - PSAK 15 (revisi 2015) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama - PSAK 16 (revisi 2015) Aset tetap - PSAK 19 (revisi 2015) Aset tak berwujud - PSAK 22 (revisi 2015) Kombinasi Bisnis - PSAK 24 (revisi 2015) Imbalan kerja - PSAK 25 (revisi 2015) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan kesalahan - PSAK 53 (revisi 2015) Pembayaran Berbasis Saham - PSAK 65 (revisi 2015) Laporan keuangan konsolidasian - PSAK 66 (revisi 2015) Pengaturan bersama - PSAK 67 (revisi 2015) Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain - PSAK 68 (revisi 2015) Pengukuran Nilai Wajar - ISAK 30 (revisi 2015) Pungutan - ISAK 31 (revisi 2015) Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13 Properti investasi Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, manajemen masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan dan surat edaran tentang pedoman penyajian laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) (Sekarang Otoritas Jasa Keuangan - OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM - LK No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. b. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya historis pada umumnya berdasarkan nilai wajar yang digunakan pada saat pertukaran aset. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. 8

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN c. Prinsip konsolidasian - Entitas anak Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau penjualan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan, dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. - Entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah semua entitas dimana entitas anak mempunyai pengaruh signifikan tetapi tidak mengendalikan, pada umumnya mempunyai kepemilikan saham antara 20% dan 50% hak suara. Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya diakui pada harga perolehan. Didalam investasi entitas anak atas entitas asosiasi termasuk goodwill yang diidentifikasi ketika akuisisi. Bagian entitas atau laba rugi entitas asosiasi pasca akuisisi diakui dalam laporan laba rugi dan bagian atas mutasi pendapatan komprehensif lainya pasca akuisisi di dalam pendapatan komprehensif lainnya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi. Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika bagian entitas anak atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali entitas anak memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama asosiasi. Keuntungan yang belum direalisasi atas transaksi antara entitas anak dan entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas dieliminasi sebanyak kepemilikan entitas anak pada entitas asosiasi tersebut. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang dipindahkan. Kebijakan akuntansi dari entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas akan dirubah apabila perlu untuk menjaga konsistensi dengan kebijakan yang digunakan oleh entitas anak. Keuntungan atau kerugian dilusi yang timbul dalam investasi entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. d. Kombinasi bisnis Akuisisi entitas anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Dalam penerapannya, imbalan untuk akuisisi termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontijensi diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran tahun. Semua perubahan selanjutnya ddalam nilai wajar dari imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang relevan. Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi yang di klasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada tahun pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan entitas anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntasinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasiannya. Selama tahun pengukuran, pihak pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Perusahaan dan entitas anak memperoleh informasi lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu periode dari tanggal akuisisi. 9

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN e. Transaksi dalam mata uang asing Pembukuan Perusahaan dan entitas anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun bersangkutan. Berikut ini adalah kurs mata uang asing yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015: Kurs mata uang asing yang digunakan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Dollar Amerika Serikat Rp 13.276 Rp 13.795 f. Transaksi dengan pihak - pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam hal ini dirujuk sebagai "Entitas Pelapor") sebagai berikut : 1) Orang atau keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut : i. Pengendalian atau pengendali bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau iii. Personil manajamen kunci entitas atau entitas induk dari entitas pelapor. 2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut : i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lainnya. ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam poin (1). vii. Orang yang diidentifikasi dalam poin 1 (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (suatu entitas induk dari entitas). Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Aset keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Selain kas dan bank, aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang usaha dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. 10

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas -lanjutan Metode suku bunga efektif Penurunan nilai aset keuangan Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama tahun yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa mendatang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan tahun yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. - Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau - Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau - Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata tahun kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang. Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan penurunan nilai. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan penurunan nilai. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan penurunan nilai. Perubahan nilai tercatat akun cadangan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan entitas anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan dan entitas anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan entitas anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas dan ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. 11

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN g. Aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas -lanjutan Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas keuangan Utang usaha dan utang lain-lain serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika dan hanya jika liabilitas Perusahaan dan entitas anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluwarsa. Jika liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan dari liabilitas yang ada telah dimodifikasi secara substansial, pertukaran atau modifikasi tersebut diberlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan atas liabilitas baru, dan selisih antara masing-masing nilai tercatat liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. h. Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika dan hanya jika, - - Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. i. Kas dan bank Kas dan bank terdiri dari kas dan kas di bank yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya. j. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode biaya masuk pertama keluar pertama. k. Beban dibayar dimuka Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat dari masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Method). l. Aset tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. 12

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN l. Aset tetap -lanjutan Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Jenis aset Bangunan dan prasarana Kendaraan Mesin dan peralatan Peralatan kantor Komputer Masa manfaat 20 tahun 10 tahun 5 dan 8 tahun 5 dan 8 tahun 4 tahun Beban pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Perbaikan yang menambah masa manfaat atau meningkatkan manfaat ekonomis aset tetap dikapitalisasi ke harga perolehan aset terkait dan disusutkan dengan tingkat penyusutan aset yang bersangkutan. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun yang bersangkutan. m. Sewa Apabila dalam suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada ditangan lessor maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian atas dasar garis lurus selama masa sewa. Sewa aset tetap dimana memiliki secara substansi seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara bagian yang merupakan pelunasan liabilitas dan bagian yang merupakan beban keuangan sedemikian rupa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo pembiayaan. Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas setiap tahun. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama dengan metode penyusutan aset tetap yang dimiliki sendiri. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa akan mendapatkan kepemilikan atas aset pada akhir masa sewa, aset tersebut disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa. n. Penurunan nilai aset non keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan entitas anak menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut. Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi. Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. 13

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN o. Imbalan kerja p. Pengakuan pendapatan dan beban Penjualan barang Pendapatan dari penjualan barang diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi: Perusahaan dan entitas anak memberikan imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan dan entitas anak sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Keuntungan atau kerugian dari kurtailmen dan penyelesaian program manfaat pasti diakui ketika kurtailmen dan penyelesaian tersebut terjadi. Kurtailmen terjadi jika entitas menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifkan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program, atau mengubah ketentuan dalam program yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Sebelum menentukan dampak kurtailmen atau penyelesaian, perusahaan dan entitas anak mengukur kembali kewajiban dengan menggunakan asumsi aktuarial yang berlaku. - Perusahaan dan entitas anak telah memindahkan risiko secara signifikan dan memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli; - Perusahaan dan entitas anak tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual; - Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal; - Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada Perusahaan dan entitas anak; dan - Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan transaksi penjualan dapat diukur dengan andal. Pendapatan bunga Pendapatan bunga diakui berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang dan tingkat bunga yang sesuai. Beban Beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis). 14

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI-LANJUTAN q. Pajak penghasilan r. Laba per saham s. Segmen operasi Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: - - Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabiltas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam tahun ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara subtantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan. Penggunaan aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan entitas anak ekspektasikan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir tahun pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui diluar laba atau rugi. Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direviu oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan dan entitas anak mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan - Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. 15

4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN s. Segmen operasi -lanjutan Rugi penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang Penyisihan penurunan nilai persediaan Dalam proses penerapan standar akuntansi sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang mempunyai efek yang signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain dari yang sudah dijelaskan dibawah ini. Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir tahun pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini. Perusahaan dan entitas anak menilai penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang telah diungkapkan dalam Catatan 6. Perusahaan dan entitas anak membuat penyisihan persediaan apabila persediaan tersebut diestimasi tidak akan digunakan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan persediaan yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dengan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penentuan nilai tercatat persediaan dan biaya persediaan barang, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan dan entitas anak. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Perusahaan dan entitas anak atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta tahun pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan diatas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah penyusutan yang diakui dan nilai tercatat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 10. Manfaat karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Perusahaan dan entitas anak diakumulasi dan diamortisasi selama tahun mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Perusahaan dan entitas anak dianggap tetap dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan terhadap liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan entitas anak. 16

5. KAS DAN BANK 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Kas 677.735.715 545.010.856 Bank : Rupiah PT CIMB Niaga, Tbk 240.728.768 717.201.109 PT Bank Panin, Tbk 194.120.734 202.915.077 PT Bank Capital Indonesia, Tbk 610.083.061 550.399.877 PT Bank Central Asia, Tbk 15.257.249 11.790.445 PT Bank MNC Internasional Tbk - - Sub Jumlah 1.060.189.813 1.482.306.508 Dollar Amerika PT Bank Panin, Tbk 322.119.571 48.996.757 PT CIMB Niaga, Tbk - 23.580.315 PT Bank Capital Indonesia, Tbk 15.503.182 16.385.149 Sub Jumlah 337.622.753 88.962.221 Jumlah 2.075.548.280 2.116.279.585 Tingkat suku bunga untuk kas di bank berkisar 0,50% - 3,00% dan 0,10% - 3,00% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. 6. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang, terdiri dari : 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Rupiah 30.148.117.478 26.197.058.195 Dollar Amerika Serikat - - Jumlah 30.148.117.478 26.197.058.195 Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan, terdiri dari : 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Pihak ketiga Benang 19.294.795.186 15.340.973.258 Kapas 10.853.322.292 10.856.084.937 Jumlah 30.148.117.478 26.197.058.195 Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang, terdiri dari : 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Belum jatuh tempo 19.061.241.631 16.664.543.147 Lewat jatuh tempo : 1-30 hari 6.125.465.459 4.861.480.523 31-60 hari 2.124.150.264 2.386.685.690 61-90 hari 2.481.099.447 1.879.620.793 > 90 hari 356.160.677 404.728.042 Jumlah 30.148.117.478 26.197.058.195 Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, terdapat piutang usaha entitas anak pihak ketiga dijadikan jaminan atas fasilitas utang lembaga keuangan lainnya (Catatan 11). Berdasarkan hasil penelahaan keadaan akun piutang usaha pihak ketiga masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga tidak diadakan penyisihan penurunan nilai piutang. 17

7. PERSEDIAAN BARANG 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Barang jadi 18.754.678.894 24.996.712.436 Bahan baku 14.277.891.578 17.561.806.641 Suku cadang dan bahan penolong 5.166.789.280 5.166.789.280 Barang dalam proses 1.986.475.413 3.191.400.257 Jumlah 40.185.835.165 50.916.708.614 Berdasarkan hasil pengkajian ulang keadaan fisik persediaan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan dapat terpulihkan seluruhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai untuk persediaan. Persediaan barang jadi diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia (ACA) - pihak ketiga dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 14.500.000.000 pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. 8. UANG MUKA PEMBELIAN Akun ini merupakan uang muka pembelian bahan baku kepada pemasok masing-masing sebesar Rp.37.158.159.047,- Rp.40.895.465.323,- pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. dan 9. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka 31 Maret 2016 31 Desember 2015 PPN masukan 79.914.462 69.914.462 Jumlah 79.914.462 69.914.462 b. Utang pajak 31 Maret 2016 31 Desember 2015 PPh pasal 29 700.362.182 80.246.588 PPh pasal 23 2.375.600 2.375.600 PPh pasal 21 1.784.756 1.495.934 PPh Pasal 4 ayat (2) 8.270.175 - Jumlah 712.792.713 84.118.122 18

9. PERPAJAKAN-LANJUTAN c. Pajak penghasilan badan Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut : 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 485.544.829 (425.556.212) Entitas anak (323.525.001) (6.056.465.550) Rugi sebelum taksiran pajak 162.019.827 (6.482.021.762) Koreksi fiskal Perbedaan temporer Imbalan pasca kerja 8.336.317 16.482.335 Penyusutan aset tetap (183.174.589) 82.059.263 Jumlah perbedaan temporer (174.838.272) 98.541.598 Perbedaan permanen Pendapatan jasa giro (2.581.868) (137.638) Penyusutan 67.500.000 39.965.814 Pajak 4.938.057 1.246.627 Entertainment 460.000 435.000 Beban lain -lain 25.721.025 6.342.009.097 Jumlah perbedaan permanen 96.037.214 6.383.518.900 Jumlah koreksi fiskal (78.801.058) 6.482.060.498 Laba fiskal 83.218.769 38.736 Penghasilan kena pajak 83.218.769 38.736 Taksiran pajak penghasilan : 78.049.463 9.500 Entitas induk 78.049.463 9.500 Entitas anak 1.305.648.250 1.348.948.900 Taksiran pajak penghasilan kini 1.383.697.713 1.348.958.400 Dikurangi : PPh Pasal 25 - entitas induk - - PPh Pasal 25 - entitas anak (1.300.000.000) 186.067.173 Kurang bayar pajak entitas induk 78.049.463 9.500 Utang pajak kini entitas anak 5.648.250 1.162.881.727 Jumlah PPh pasal 29 kurang bayar 83.697.713 1.162.891.227 Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak penghasilan diubah untuk yang keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 30%, 28% masing-masing untuk tahun fiskal 2008 dan 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. 19

9. PERPAJAKAN-LANJUTAN d. Pajak tangguhan Perhitungan taksiran pajak penghasilan adalah sebagai berikut : 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Pajak tangguhan induk Penyusutan aset tetap (45.793.647) 4.120.584 Imbalan pasca kerja 2.084.079 20.514.816 Pajak tangguhan entitas anak 37.992.230 268.662.442 Jumlah (5.717.338) 293.297.841 Saldo aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut : 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Saldo awal aset pajak tangguhan 6.046.226.231 5.752.928.390 Pajak tangguhan tahun berjalan (5.717.338) 293.297.841 Saldo akhir aset pajak tangguhan 6.040.508.893 6.046.226.231 10. ASET TETAP 31 Maret 2016 Awal Penambahan Pengurangan Akhir Harga Perolehan Tanah 35.215.484.000 - - 35.215.484.000 Bangunan dan Prasarana 124.986.964.079 - - 124.986.964.079 Kendaraan 2.387.970.130 - - 2.387.970.130 Mesin dan Peralatan 226.219.478.566-226.219.478.566 Peralatan kantor 3.588.197.515 - - 3.588.197.515 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.280.642.005 - - 1.280.642.005 Jumlah 395.561.228.149 - - 395.561.228.149 CIP mesin 92.543.654.810 - - 92.543.654.810 Jumlah 488.104.882.959 - - 488.104.882.959 Akumulasi Penyusutan Bangunan dan Prasarana 46.281.169.687 1.488.832.577-47.770.002.264 Kendaraan 2.343.446.567 32.683.520-2.376.130.087 Mesin dan Peralatan 105.686.358.527 3.421.665.902-109.108.024.429 Peralatan kantor 3.379.472.709 26.854.386-3.406.327.095 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.157.925.535 15.339.555-1.173.265.090 Jumlah 160.730.864.879 4.985.375.940-165.716.240.819 Nilai Buku 327.374.018.080 322.388.642.140 20

10. ASET TETAP-LANJUTAN 31 Desember 2015 Awal Penambahan Pengurangan Akhir Harga Perolehan Tanah 35.215.484.000 - - 35.215.484.000 Bangunan dan Prasarana 124.986.964.079 - - 124.986.964.079 Kendaraan 2.387.970.130 - - 2.387.970.130 Mesin dan Peralatan 226.054.662.566 164.816.000-226.219.478.566 Peralatan kantor 3.588.197.515 - - 3.588.197.515 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.280.642.005 - - 1.280.642.005 Jumlah 395.396.412.149 - - 395.561.228.149 CIP mesin 92.543.654.810 - - 92.543.654.810 Jumlah 487.940.066.959 - - 488.104.882.959 Akumulasi Penyusutan Bangunan dan Prasarana 40.325.839.378 5.955.330.309-46.281.169.687 Kendaraan 2.266.712.486 76.734.081-2.343.446.567 Mesin dan Peralatan 91.932.845.420 13.753.513.107-105.686.358.527 Peralatan kantor 3.272.055.171 107.417.538-3.379.472.709 Komputer 1.882.491.854 - - 1.882.491.854 Renovasi Kantor 1.096.567.315 61.358.220-1.157.925.535 Jumlah 140.776.511.624 19.954.353.255-160.730.864.879 Nilai Buku 347.163.555.335 327.374.018.080 Entitas anak memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Sleman, Yogyakarta dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu 30 tahun. Seluruh aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia (ACA) - pihak ketiga pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 55.500.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, aset tetap entitas anak dijadikan jaminan atas fasilitas utang bank (Catatan 11). Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut (Catatan 18 dan 19) : Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Dibebankan : Biaya produksi tidak langsung 4.630.731.964 4.595.684.846 Biaya umum dan administrasi 372.643.976 389.691.096 Jumlah 5.003.375.940 4.985.375.942 21

11. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA a. Utang bank 31 Maret 2016 31 Desember 2015 PT Bank Panin, Tbk. Pinjaman rekening koran 14.950.492.173 14.814.162.868 Pinjaman berulang 1 15.000.000.000 15.000.000.000 Pinjaman Sight L/C Pinjaman berulang 2 23.826.489.971 34.784.974.072 PT Bank Capital Indonesia, Tbk. 119.637.200.000 119.637.200.000 Sub Jumlah 173.414.182.144 184.236.336.940 b. Utang lembaga keuangan lainnya PT Pacific Multi Finance 24.300.000.000 28.300.000.000 Jumlah 197.714.182.144 212.536.336.940 Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 Perusahaan dan entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Panin, Tbk dan PT Bank Capital Indonesia, Tbk antara lain: PT Bank Panin, Tbk Entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Panin, Tbk antara lain: - Pinjaman Rekening Koran Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman rekening koran untuk modal kerja dengan maksimum plafon sebesar Rp. 15.000.000.000. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 22 Desember 2016 dengan tingkat bunga pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing sebesar 12,5%. - Pinjaman Berulang 1 (satu) Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman berulang 1 untuk modal kerja dengan maksimum sebesar Rp 15.000.000.000. Masa pinjaman sampai dengan 22 Desember 2016 dengan tingkat bunga pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing sebesar 12,5%. - Pinjaman Sight L/C Entitas anak memperoleh fasilitas kredit pinjaman Sight L/C sehubungan dengan modal kerja khusus untuk melunasi fasilitas Sight L/C serta impor barang bahan baku berupa kapas, polyester dan rayon dengan total maksimum sebesar USD 5.000.000 (Pinjaman Berulang 2 dengan maksimum sebesar Rp 36.500.000.000 dan Usance L/C dengan maksimum sebesar USD 2.500.000) dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 12,5% pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, dan total maksimum sebesar USD 3.000.000 (Pinjaman Berulang 2 dengan maksimum sebesar Rp 27.500.000.000 dan Usance L/C dengan maksimum sebesar USD 3.000.000) dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 12,5% pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 22 Desember 2016. PT Bank Capital Indonesia, Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas L/C dari PT Bank Capital Indonesia,Tbk sehubungan dengan pembelian bahan baku dan modal kerja, dengan plafon sebesar USD 3.250.000 sub limit P. Aksep I USD 1.000.000, P. Aksep II sebesar Rp 10.000.000.000, Usance dan Sight sebesar USD 1.050.000, P. Aksep III sebesar USD 950.000, P. Aksep IV sebesar Rp 35.000.000.000 dengan tingkat bunga pada tanggal 31 Desember 2014 masing-masing sebesar 9% p.a. untuk P. Aksep I, 15% p.a untuk P. Aksep II, 8% p.a untuk Usance dan Sight, 9% p.a untuk P. Aksep III dan 15% p.a untuk P. Aksep IV. Masa pinjaman sampai dengan tanggal 18 Desember 2016. Pada bulan Agustus 2015 Perusahaan melakukan konversi atas pinjaman Aksep I dengan jumlah maksimum sebesar Rp. 45.678.200.000,-, pinjaman Aksep III dengan jumlah maksimum Rp. 13.414.000.000,- dengan tingkat suku bunga masing-masing sebesar 15% per tahun pada tanggal 31 Desember 2015. Fasilitas pinjaman dijaminkan dengan persediaan, piutang usaha, mesin dan peralatan. Entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman angsuran berjangka dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk untuk refinancing mesin dengan jumlah plafon sebesar Rp 25.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 12,5% p.a dan telah dilunasi pada tahun 2015. Entitas anak mendapat fasilitas pinjaman dengan jumlah plafon Rp. 16.000.000.000,-, Masa pinjaman sampai dengan tahun 2016 dengan tingkat bunga 13% p.a pada tanggal 31 Desember 2015. Fasilitas pinjaman dijaminkan dengan aset tetap. Semua fasilitas pinjaman dijaminkan dengan tanah dan bangunan pabrik beserta mesin-mesin dan peralatan entitas anak. 22

11. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA-LANJUTAN PT Pacific Multi Finance Pada bulan Juli 2013, entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp. 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun sudah dilunasi Juli 2014. Pinjaman ini dijamin dengan tagihan senilai Rp. 12.000.000.000. Pada bulan Juli 2014, entitas anak memperoleh fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun. Masa pinjaman sampai dengan Juli 2015 dan sudah dilunasi pada tahun 2015. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada bulan Desember 2014, entitas anak memperoleh tambahan fasilitas pinjaman anjak putang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 18.300.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 18% per tahun dan telah diperpanjang masa pinjamannya di Desember 2015 dengan Masa pinjaman sampai dengan Desember 2016. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada bulan Juli 2015, entitas anak memperoleh tambahan fasilitas pinjaman anjak piutang dengan recourse dari PT Pacific Multi Finance (PMF) sebesar Rp 10.000.000.000 untuk modal kerja dengan tingkat bunga 15% per tahun per tahun. Masa pinjaman sampai dengan Juli 2016. Pinjaman ini dijaminkan dengan tagihan piutang usaha. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 Perusahaan dan entitas anak telah memenuhi persyaratan dan pembatasan sesuai dengan perjanjian bank. 12. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA 31 Maret 2016 31 Desember 2015 a. Rincian utang usaha berdasarkan pemasok, terdiri dari : Pihak ketiga Suku cadang 334.202.710 334.202.710 Bahan penolong 165.862.650 165.862.650 Jumlah 500.065.360 500.065.360 b. Rincian utang usaha berdasarkan mata uang, terdiri dari : Pihak ketiga Rupiah 500.065.360 500.065.360 Dollar Amerika Serikat - - Jumlah 500.065.360 500.065.360 Utang usaha dikategorikan sebagai belum jatuh tempo berdasarkan umur utang masing-masing pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. Tidak terdapat jaminan yang diberikan atas utang usaha pihak ketiga tersebut. 13. KEPENTINGAN NON PENGENDALI Akun ini merupakan kepentingan non pengendali atas aset bersih pada PT Delta Nusantara, entitas anak masing - masing sebesar Rp, 110,543,905,920,- pada tanggal 31 Maret 2016 dan Rp. Rp. Rp. 110.998.032.938,-,- pada tanggal 31 Desember 2015. 14. MODAL SAHAM Berdasarkan data laporan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek, PT Ficomindo Buana Registrar, daftar pemegang saham per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah : Pemegang saham Jumlah Saham Kepemilikkan Nilai Nominal ( lembar ) (%) (Rp) Bloom International Ltd 14.250.000 18,89 20.357.142.857 Lenovo Worldwide Corporation 27.073.425 35,90 38.676.321.429 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 34.098.775 45,21 48.712.535.714 Jumlah 75.422.200 100,00 107.746.000.000 Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, Perusahaan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba setiap tahun buku untuk cadangan apabila saldo laba positif sampai cadangan tersebut mencapai paling sedikit 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. 23

14. MODAL SAHAM-LANJUTAN Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 11 Juni 2014 di hadapan Notaris Humberg Lie, SH.,MKn, Perusahaan telah meningkatkan dana cadangan Rp. 150.000.000,- yang semula sebesar Rp. 450.000.000,- atau 0,4176 % menjadi Rp. 600.000.000,- atau 0,5569 % dari jumlah yang telah ditempatkan dan disetor. 15. TAMBAHAN MODAL DISETOR 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Agio Saham Penawaran Umum Saham Perdana 543.200.000 543.200.000 Biaya Emisi Penawaran Umum Saham Perdana (388.280.000) (388.280.000) Jumlah Tambahan Modal Disetor 154.920.000 154.920.000 16. LABA PER SAHAM Berikut ini adalah rekonsiliasi perhitungan laba bersih per saham: 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Perusahaan (449.743.202) 741.637.078 Jumlah rata-rata tertimbang saham 75.422.200 75.422.200 Laba per saham (6) 10 17. PENJUALAN 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Penjualan benang 6.242.033.542 18.023.266.588 Penjualan bahan baku 24.972.570.429 18.364.755.820 Penjualan lain-lain 1.560.730.199 50.362.268 Jumlah 32.775.334.170 36.438.384.676 Tidak ada pihak pembeli dengan jumlah nilai penjualan melebihi 10% dari pendapatan konsolidasian. 18. BEBAN POKOK PENJUALAN 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Bahan baku yang digunakan 9.080.590.521 12.349.109.319 Upah langsung 720.950.824 725.364.412 Biaya produksi tidak langsung 6.599.295.607 6.547.642.648 Jumlah biaya produksi 16.400.836.952 19.622.116.379 Persediaan barang Dalam proses Awal tahun 3.191.400.257 2.225.110.995 Akhir tahun (1.986.475.413) (2.052.221.172) Jumlah biaya pokok produksi 17.605.761.796 19.795.006.202 Barang jadi Awal tahun 24.996.712.436 22.834.301.229 Akhir tahun (18.754.678.894) (21.078.821.680) Jumlah beban pokok penjualan 23.847.795.338 21.550.485.751 24

19. BEBAN USAHA 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Beban penyusutan 372.643.976 389.691.096 Beban gaji dan tunjangan 392.064.535 365.984.645 Beban penjualan 239.748.788 263.352.258 Imbalan pasca kerja (Catatan 21) 36.150.926 545.764.135 Beban konsultan 181.000.000 82.500.000 Beban sewa kantor 44.878.785 55.289.350 Makan dan minum - 31.523.368 Jasa layanan KSEI 66.000.000 66.691.074 Beban perlengkapan kantor - 9.359.369 Beban transportasi dan perjalanan dinas - 12.629.413 Beban listrik, air dan telepon - 13.823.476 Beban lain-lain (dibawah Rp. 50 juta) 102.155.627 68.507.719 Jumlah 1.434.642.637 1.905.115.903 20. BEBAN BUNGA DAN ADMINISTRASI BANK 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Akun ini merupakan beban bunga dan administrasi bank sebagai berikut : Provisi dan bunga pinjaman 7.197.761.176 9.324.716.845 Administrasi bank 3.914.037 41.538.857 Jumlah 7.201.675.214 9.366.255.702 21. IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan dan entitas anak telah membentuk penyisihan untuk imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Penyisihan imbalan kerja karyawan (terdiri dari biaya jasa kini dan amortisasi biaya jasa lalu) yang dibebankan secara langsung ke beban umum dan administrasi. Beban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim adalah: Periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 31 Maret 2015 Biaya bunga - 311.248.255 Biaya jasa kini - 272.485.448 (Keuntungan) kerugian aktuarial - (37.969.568) Jumlah - 545.764.135 1 Januari 2015/ 31 Maret 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014 Disajikan Kembali Mutasi saldo eliminasi liabilitas imbalan kerja neto Liabilitas imbalan pasca-kerja, awal tahun 4.082.322.558 3.936.129.582 3.205.043.426 Beban (pemulihan) imbalan pasca-kerja pada tahun berjalan - 616.211.997 583.733.703 (Keuntungan) kerugian aktuarial yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain - (470.019.021) 147.352.453 Liabilitas imbalan pasca-kerja akhir 4.082.322.558 4.082.322.558 3.936.129.582 tahun 25

21. IMBALAN PASCA KERJA - LANJUTAN 31 Maret 2016 31 Desember 2015 1 Januari 2015/ 31 Desember 2014 Disajikan Kembali Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja: Saldo awal 4.082.322.558 3.936.129.582 3.205.043.426 Biaya jasa kini - 314.890.367 313.717.164 Biaya bunga - 301.321.630 270.016.539 Imbalan yang dibayar - - - Beban (manfaat) jasa lalu - - - (Laba) rugi neto aktuaria - (470.019.021) 147.352.453 Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 4.082.322.558 4.082.322.558 3.936.129.582 31 Maret 2016 31 Desember 2015 1 Januari 2015/ 31 Desember 2014 Disajikan Kembali Mutasi kerugian (keuntungan aktuarial) yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain: Saldo awal (1.075.314.969) (605.295.948) (752.648.401) (Keuntungan) kerugian aktuarial yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain - (470.019.021) 147.352.453 Saldo akhir (1.075.314.969) (1.075.314.969) (605.295.948) Perhitungan imbalan kerja Perusahaan untuk tanggal 31 Desember 2015 dihitung oleh aktuaris independen PT Bhumi Darma Aktuaria, perhitungan imbalan kerja entitas anak dihitung oleh PT Dian Artha Tama untuk tanggal 31 Desember 2015 sesuai dengan laporannya tanggal 16 Maret 2016. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial Perusahaan adalah sebagai berikut : 31 Maret 2016 31 Desember 2015 1 Januari 2015/ 31 Desember 2014 Disajikan Kembali Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun 55 tahun Tingkat diskonto 8,0% 8,3% 8,3% Tingkat kenaikan gaji tahunan 8,4% 8,4% 8,4% Referensi tingkat kematian TMI-III 2011 CSO-1980 CSO-1980 22. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING ASET 31 Maret 2016 31 Desember 2015 USD IDR USD IDR (nilai penuh) (ekuivalen) (nilai penuh) (ekuivalen) Kas dan bank $ 25.431 337.622.753 $ 83.538 1.039.207.750 Piutang usaha $ - - $ 1.384.536 17.223.622.217 Jumlah aset $ 25.431 337.622.753 $ 1.468.073 18.262.829.967 LIABILITAS Utang bank $ 1.625.605 21.581.529.703 $ 6.100.313 75.887.893.720 Utang usaha $ - - $ 24.916 309.952.221 Jumlah liabilitas $ 1.625.605 21.581.529.703 $ 6.125.229 76.197.845.941 LIABILITAS BERSIH $ (1.600.174) (21.243.906.950) $ (4.657.156) (57.935.015.974) 26

23. SEGMEN OPERASI Segmen operasi Segmen operasi Perusahaan dan entitas anak ditetapkan berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait dengan produk yang dihasilkan yaitu benang, kapas dan lainnya. Segmen operasi Perusahaan dan entitas anak pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut : Pendapatan 31 Maret 2016 Benang dan bahan baku Lainnya Jumlah Penjualan 31.214.603.971 1.560.730.199 32.775.334.170 Hasil Segmen 31.214.603.971 1.560.730.199 32.775.334.170 Beban pokok penjualan 23.847.795.338 Beban usaha 1.434.642.637 Laba usaha 7.492.896.195 Beban lain-lain - bersih (8.396.766.417) Jumlah rugi komprehensif (903.870.222) Aset Segmen Dialokasikan 445.428.869.884 Tidak dialokasikan - Jumlah 445.428.869.884 Liabilitas segmen Dialokasikan 203.358.425.368 Tidak dialokasikan - 203.358.425.368 27

23. SEGMEN OPERASI-LANJUTAN Pendapatan Penjualan 36.388.022.408 50.362.268 36.438.384.676 Hasil Segmen 36.388.022.408 50.362.268 36.438.384.676 Beban pokok penjualan 21.550.485.751 Beban usaha 1.905.115.903 Laba usaha 12.982.783.022 Beban lain-lain - bersih (14.463.999.793) Jumlah laba komprehensif (1.481.216.771) Aset segmen Dialokasikan 447.400.074.850 Tidak dialokasikan - Jumlah 447.400.074.850 Liabilitas segmen Dialokasikan 5.091.799.731 Tidak dialokasikan - 5.091.799.731 24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR Risiko merupakan sebuah ketidakpastian yang berpengaruh secara material terhadap tujuan Perusahaan dan entitas anak, yang disebabkan oleh kemungkinan tidak tercapainya sasaran Perusahaan dan entitas anak. Oleh sebab itu, manajemen Perusahaan dan entitas anak perlu mengantisipasi dan mempersiapkan penanganan risiko yang efisien dan efektif, dengan pengelolaan yang profesional. Tujuan Perusahaan dan entitas anak dalam mengelola risiko keuangan adalah untuk mencapai keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian dan meminimalisasi potensi efek memburuknya kinerja keuangan Perusahaan dan entitas anak. Risiko yang berasal dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah risiko keuangan, termasuk diantaranya adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar dan risiko suku bunga. a. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan entitas anak gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya kepada Perusahaan dan entitas anak. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha yang diberikan kepada pelanggan dari penjualan Perusahaan dan entitas anak. Nilai maksimum eksposur adalah sebesar nilai tercatat sebagaimana diungkapkan pada Catatan 6. b. Risiko likuiditas 31 Maret 2015 Benang dan bahan baku Lainnya Jumlah Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan dan entitas anak tidak dapat memenuhi liabilitas pembayaran pada saat jatuh tempo. Perusahaan telah menelaah, memantau, serta menetapkan kebijakan syarat pembayaran yang sesuai dengan penerimaan penjualan. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan piutang dari pelanggan. Tabel dibawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan. 28

24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR - LANJUTAN b. Risiko likuiditas-lanjutan Dibawah Diatas 31 Maret 2016 1-5 tahun 1 tahun 5 tahun Total Utang usaha 500.065.360 - - 500.065.360 Utang bank dan lembaga keuangan lainya 197.714.182.144 - - 197.714.182.144 Utang lain-lain 324.957.116 - - 324.957.116 Beban akrual 24.105.478 - - 24.105.478 Jumlah 198.563.310.097 - - 198.563.310.097 c. Risiko pasar Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko pasar yaitu risiko mata uang asing. Risiko mata uang asing adalah risiko atas perubahan nilai tukar Rupiah sebagai mata uang pelaporan terhadap mata uang asing, khususnya Dollar Amerika Serikat. Risiko ini muncul jika terjadi pelemahan Rupiah terhadap mata uang asing dapat secara negatif mempengaruhi pendapatan dan kinerja Perusahaan dan entitas anak. Risiko tingkat bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. d. Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anak memiliki pinjaman dengan bank dimana bila terjadi kenaikan suku bunga yang signifikan di pasar maka Perusahaan dan entitas anak akan menegosiasikan ulang suku bunga tersebut dengan pemberi pinjaman. Nilai wajar Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau karena mereka dicatat pada nilai pasar. 25. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 27 April 2016. 29