PERANCANGAN NGN BERBASIS OPEN IMS CORE PADA JARINGAN MPLS VPN

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISA PERFORMANSI APLIKASI VIDEO CONFERENCE PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING [MPLS] ANITA SUSANTI

DAFTAR ISTILAH. : perkumpulan dari ethernet service switch yang. Ethernet. interface yang berupa ethernet.

BAB I PENDAHULUAN. teknologi internet, user komputer mulai menggunakan surat elektronik atau

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Semua bidang usaha di dunia ini menerapkan teknologi informasi dalam

ABSTRAK. Kata Kunci : GRE, HTTP, IMS, IPsec, L2TP, OPNET Modeler 14.5, Video Call, VoIP, VPN.

IMPLEMENTASI QOS INTEGRATED SERVICE PADA JARINGAN MPLS GUNA PENINGKATAN KUALITAS JARINGAN PADA PENGIRIMAN PAKET VIDEO TUGAS AKHIR

LAMPIRAN B USULAN TUGAS AKHIR

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW

IMPLEMENTASI DAN ANALISA PERFORMANSI LAYANAN MULTIMEDIA PADA JARINGAN MPLS DAN VPLS BERBASIS IP MULTIMEDIA SUBSYSTEM

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

Bab 2. Tinjauan Pustaka

Performa Protokol Routing OSPF pada Jaringan VOIP Berbasis MPLS VPN

I. PENDAHULUAN. IP Multimedia Subsystem (IMS) awalnya didefinisikan oleh The 3 rd Generation

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

Analisis dan Perancangan Quality of Service Pada Jaringan Voice Over Internet Protocol Berbasis Session Initiation Protocol

MPLS Multi Protocol Label Switching

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang I 1

TEKNOLOGI MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA JARINGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Makalah Seminar Kerja Praktek PENGGUNAAN SOFTSWITCH PADA VOICE OVER INTERNET PROTOCOL

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pengujian Performansi Jaringan Testbed MPLS-VPN Pada Laboratorium Jaringan Komputer

MPLS. Sukamto Slamet Hidayat

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

ANALISA PERBANDINGAN KINERJA LAYANAN VIDEO STREAMING PADA JARINGAN IP DAN JARINGAN MPLS

BAB 1 PENDAHULUAN. tersebut hanya berada dalam satu lokasi maka akan lebih mudah dalam

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

BAB 1 PENDAHULUAN. protokol - protokol lain, yang merupakan protokol-protokol kunci dalam

: ANALISA PERBANDINGAN KINERJA LAYANAN VIDEO STREAMING PADA JARINGAN IP DAN JARINGAN MPLS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

STUDY ANALISIS QOS PADA JARINGAN MULTIMEDIA MPLS

ANALISIS KINERJA TRAFIK VIDEO CHATTING PADA SISTEM CLIENT-CLIENT DENGAN APLIKASI WIRESHARK

ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN WAN BERBASIS MPLS PADA PT.INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL TBK SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat

BAB III PERENCANAAN SISTEM

BAB IV HASIL SIMULASI DAN KINERJA SISTEM

ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK

ANALISIS KINERJA JARINGAN RSVP MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN IPv6 BERBASIS MPLS

RANCANG BANGUN DAN ANALISA QOS AUDIO DAN VIDEO STREAMING PADA JARINGAN MPLS VPN

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang bersifat convergence dengan teknologi komunikasi lainnya. Salah

Jaringan Komputer I. Materi 9 Protokol WAN

MODUL 9 MPLS (MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING)

Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN VIRTUAL PRIVATE LAN SERVICE-TE TUNNEL DENGAN OPENIMSCORE SEBAGAI SERVER LAYANAN MULTIMEDIA

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak

Dian Satria Jaya Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang. Abstrak

TUGAS BESAR KINERJA TELEKOMUNIKASI NEXT GENERATION NETWORK PERFORMANCE (NGN) QoS ( Quality Of Service ) Dosen Pengampu : Imam MPB, S.T.,M.T.

ANALISIS KINERJA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia

BAB I PENDAHULUAN. multimedia memasuki dunia internet. Telepon IP, video conference dan game

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

IMPLEMENTASI SEAMLESS MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) PADA JARINGAN MPLS

Performance Analysis of VoIP-SIP using RSVP on a Proxy Server

BAB 3 METODOLOGI. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

7.1 Karakterisasi Trafik IP

TUGAS AKHIR. ANALISA QUALITY OF SERVICE (QoS) PADA JARINGAN IPTV DENGAN ROUTING BERBASIS LINK-STATE

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Manusia telah berada di titik krisis dalam penggunaan teknologi untuk

PERANCANGAN JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING MENGGUNAKAN METODE NDLC UNTUK LAYANAN VOIP DAN STREAMING VIDEO UNIVERSITAS TELKOM

Optimalisasi Jaringan Wide Area Network Dengan Teknik Multiprotocol Label Switching

ANALISA PERBANDINGAN KINERJA LAYANAN VIDEO STREAMING PADA JARINGAN IP DAN JARINGAN MPLS. Disajikan Oleh :David Sebastian Kelas :P4 NPM :

ANALISIS KINERJA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING

ANALISIS TRAFFIC PADA JARINGAN CIRCUIT EMULATION SERVICE DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL SUMSEL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

UKDW BAB I PENDAHULUAN

ANALISIS KINERJA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN APLIKASI CISCO PACKET TRACER

Analisa Karakteristik Teori Antrian pada Jaringan IP Multimedia Subsystem (IMS) Menggunakan OPNET Modeler 14.5

Simulasi Pengukuran Quality Of Service Pada Integrasi Internet Protocol Dan Asynchronous Transfer Mode Dengan Multiprotocol Label Switching (MPLS)

Rudy Samudra P Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI LAYANAN VOICE OVER IP PADA JARINGAN MPLS MENGGUNAKAN PROTOKOL UDP,SCTP,DAN TFRC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi telekomunikasi semakin lama semakin

BAB I PENDAHULUAN. yang mempunyai kemampuan modular dengan berbasis teknologi IP (Internet

BAB I PENDAHULUAN. Layanan World Wide Web (WWW), yang begitu populer sebagai sarana

Kajian Manajemen Antrian pada Jaringan Multiprotocol Label Switching

Simulasi dan Analisis QoS Video Conference Melalui Jaringan Interworking IMS UMTS Menggunakan Opnet

TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung

BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi berbasis Multiprotocol Label Switching (MPLS).

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah studi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

ANALISIS KUALITAS LAYANAN VIDEO PADA JARINGAN ATM DENGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. yang mengarah pada Next Generation Network (NGN) yang kemungkinan besar

Transkripsi:

PERANCANGAN NGN BERBASIS OPEN IMS CORE PADA JARINGAN MPLS VPN Dadiek Pranindito 1, Levana Rizki Daenira 2, Eko Fajar Cahyadi 3 Program Studi Teknik Telekomunikasi, Sekolah Tinggi Telematika Telkom Purwokerto Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147 Telp. 0281 641629, Fax. 0281 641630 E-mail: dadiek@st3telkom.ac.id ABSTRAK Next Generation Network (NGN) merupakan pengiriman berbagai layanan (voice, video, dan data) melalui satu jaringan berdasarkan sistem Internet Protokol (IP). Trend telekomunikasi telah berkembang ke arah IP Based Telecommunication dikarenakan kemudahan dalam implementasi dan dapat digunakan untuk berbagai jenis layanan telekomunikasi. Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi munculnya IP Multimedia Subsystem (IMS), sebuah teknologi yang menyediakan aplikasi based on IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan layanan triple play (voice,video,dan data) dalam waktu yang bersamaan. Studi ini dilakukan untuk implementasi sebuah teknologi layanan komunikasi antar client yaitu berupa jaringan Next Generation Network (NGN) dimana dalam session control akan dirancang menggunakan Open IMS Core dan jaringan backbone menggunakan MPLS-VPN. Dengan melakukan perancangan menggunakan Open IMS Core pada jaringan MPLS VPN diharapkan dapat dilakukan pengiriman layanan yang beragam melalui jaringan private pada network layer. Dari hasil simulasi pengujian jaringan pada penelitian ini didapatkan hasil delay dan packet loss dalam kategori baik. Pada layanan voice call, video call dan data berupa text messaging menghasilkan rata-rata nilai delay secara berurutan sebesar 10.6 ms, 3.9 ms dan 206.8 ms. Nilai delay tertinggi berada pada layanan text messaging, yaitu sebesar 206.8 ms, sedangkan nilai delay terendah berada pada layanan video call yaitu sebesar 3.9 ms. Packet loss untuk ketiga layanan tersebut sebesar 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jaringan NGN berbasis Open IMS Core pada jaringan MPLS VPN mampu memberikan layanan triple play dengan delay dan packet loss dalam kategori baik. Kata Kunci: NGN, Open IMS Core, MPLS VPN, Delay, Packet Loss 1. PENDAHULUAN Next Generation Network (NGN) merupakan pengiriman berbagai layanan (voice, video dan data) melalui satu jaringan berdasarkan sistem Internet Protokol (IP). NGN dibangun pada pengembangan teknologi yang berbasis pada IP. Trend telekomunikasi telah berkembang ke arah IP Based Telecommunication dikarenakan kemudahan dalam implementasi dan dapat digunakan untuk berbagai jenis layanan telekomunikasi. Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi munculnya IP Multimedia Subsystem (IMS), sebuah teknologi yang memungkinkan penguna untuk menggunakan layanan Triple Play (voice,video dan data) dalam waktu yang bersamaan. Multi Protocol Label Switching (MPLS) bertujuan agar lalu lintas pada suatu jaringan lebih efektif dan efisien, hal tersebut dikarenakan pengiriman paket data yang lebih cepat disebabkan karena adanya pemberian label yang berisi informasi kemana paket data dikirimkan yang diletakkan pada IP address. MPLS dapat digunakan untuk Virtual Private Network (VPN) yang terdapat pada layer 3 (Network Layer). Penggunaan MPLS VPN dapat membuat koneksi user tidak perlu dihubungkan end-to-end dengan jalur tersendiri. Pada penelitian ini dilakukan simulasi jaringan mencakup Wide Area Network (WAN) yang menghubungkan 2 wilayah berbeda, dimana wilayah tersebut termasuk dalam metropolitan area. Studi ini dilakukan untuk melihat implementasi sebuah teknologi layanan komunikasi antar client yaitu berupa jaringan NGN dimana dalam session control akan dirancang menggunakan Open IMS Core dan jaringan backbone menggunakan MPLS VPN. Dengan melakukan perancangan menggunakan Open IMS Core pada jaringan MPLS VPN diharapkan dapat melakukan pengiriman layanan yang beragam melalui jaringan private pada network layer. Sehingga diharapkan simulasi tersebut bisa memberikan gambaran mengenai NGN secara end to end. 2. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Triple Play Triple Play merupakan layanan yang terdiri dari voice, video dan data yang disediakan melalui suatu jaringan. Layanan Triple Play terdiri dari layanan : a. Voice Layanan voice dalam triple play dapat juga diartikan dengan layanan voice over ip (VOIP), yaitu 40

merupakan pengiriman data suara dari suatu tempat ke tempat yang lain menggunakan perantara protokol IP dan jaringan internet. [1] b. Video Layanan video pada triple play dapat juga diartikan dengan layanan video coverence, yaitu merupakan layanan komunikasi berupa audio dan video sebagai sarana komunikasi yang melibatkan dua atau lebih client dalam waktu yang bersamaan. c. Data Layanan data pada triple play dapat juga diartikan dengan layanan text messaging, yaitu merupakan layanan komunikasi berupa pesan teks. 2.2 Multi Protocol Label Switching (MPLS) MPLS bertujuan agar lalu lintas pada suatu jaringan lebih efektif dan efisien, hal tersebut disebabkan karena adanya pemberian label yang berisi informasi kemana paket data dikirimkan yang diletakkan pada IP Address. [5] Komponen yang terdapat pada jaringan MPLS ditunjukkan pada Gambar 1 : Gambar 1. Komponen MPLS [6] Penjelasan Gambar : a. Label Switched Path (LSP) adalah jalur yang melewati satu atau serangkaian Label Switching Router (LSR) yaitu dimana paket diteruskan oleh label swapping dari satu MPLS node menuju MPLS node yang lain. [7] b. Label Switching Router (LSR) merupakan MPLS node yang bertanggungjawab untuk menerima dan meneruskan paket-paket pada jaringan MPLS. [7] c. Label Edge Router (LER) merupakan node MPLS yang menghubungkan sebuah domain MPLS dengan node yang berada di luar domain MPLS. [7] d. MPLS label merupakan label yang ditempatkan sebagai header MPLS.[7] e. MPLS node adalah node yang menjalankan MPLS, berfungsi sebagai pengendali yang meneruskan paket berdasarkan label. Dalam hal ini, MPLS node adalah sebuah router. [7] f. MPLS Egress Node, merupakan node yang mengatur trafik saat meninggalkan MPLS domain. [7] g. MPLS Ingress Node, merupakan node yang mengatur trafik saat memasuki MPLS domain. [7] 2.3 Virtual Private Network (VPN) VPN merupakan jaringan pribadi yang dibangun menggunakan jaringan publik (internet). Sehingga, pengguna jarak jauh dapat saling berkomunikasi secara bebas dan aman melalui jaringan publik. [8] 2.4 MPLS VPN Teknologi MPLS dapat digunakan untuk VPN yang terdapat pada layer 3 (Network Layer). MPLS VPN dapat membuat koneksi user tidak perlu dihubungkan end-to-end dengan jalur tersendiri. Arsitektur MPLS VPN menyediakan kemampuan untuk menangani infrastruktur jaringan pribadi yang mengirimkan layanannya pada infrastruktur jaringan publik. [9] Komponen MPLS VPN ditunjukkan pada Gambar 2. : Gambar 2. Komponen MPLS VPN [10] 41

Penjelasan Gambar : 1. CE, merupakan perangkat pelanggan yang secara langsung terhubung dengan service provider. 2. PE, merupakan perangkat yang berada di dalam jaringan provider yang terhubung dengan CE dan bertanggung jawab untuk memberikan akses layanan MPLS VPN. 3. P, merupakan perangkat yang berada di dalam jaringan provider yang tidak terhubung langsung dengan CE dan bertanggung jawab untuk fungsi routing dan forwarding. 2.5 IP Multimedia Subsystem (IMS) IMS merupakan standar yang bersifat menyeluruh atau global dari suatu framework arsitektur yang memungkinkan untuk memberikan berbagai layanan berbasis IP dengan suatu jaminan QoS untuk semua pengguna. Prinsip kerja dari IP IMS adalah menggunakan session dalam mengangani setiap layanan permintaan pelanggan. [12] Arsitektur IMS ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Arsitektur IMS [13] Berdasarkan Gambar 3., arsitektur IMS terbagi menjadi tiga, yaitu : a. Transport dan endpoint Transport dan endpoint berfungsi untuk menginisiasi dan mengakhiri pensinyalan (SIP) untuk membangun session. [13] b. Session Control Call Session Control Function (CSCF) yang terdapat pada session control menyediakan registrasi dari endpoint dan proses routing dari pesan pensinyalan (SIP) menuju application server yang dituju. CSCF terbagi menjadi beberapa bagian yaitu P-CSCF, S-CSCF, dan I-CSCF. [13] c. Application Server Application server menyediakan layanan end user logic untuk komunikasi antara layanan telephony dan non telephony. [13] 2.6 Transport Protocol a. Transmission Control Protocol (TCP) TCP merupakan protokol yang memiliki karakteristik connection-oriented, yang artinya saat pengiriman data dari pengirim ke penerima akan terjadi proses handshaking yang bertujuan agar terjadi sinkronisasi di sisi pengirim dan penerima. [14] b. User Datagram Protocol (UDP) [14] UDP merupakan protokol yang memiliki karakteristik connectionless, artinya saat pengiriman data tidak memerlukan koneksi antara pengirim dengan penerima dikarenakan protokol UDP mengutamakan kecepatan dalam pengiriman data. c. Real-time Transport Protocol (RTP) RTP merupakan protokol yang digunakan saat pengiriman layanan yang bersifat real time, seperti telephone, video conference, dll. [15] 2.7 Graphical Network Simulator (GNS3) GNS3 merupakan aplikasi simulator jaringan komputer yang mudah digunakan. Penggunaan operating system yang asli dari perangkat jaringan, memungkinkan user dapat melakukan simulasi dan perancangan jaringan yang kompleks dan memungkin user berada pada kondisi yang nyata dalam melakukan konfigurasi router secara langsung dibandingkan menggunakan aplikasi simulator Cisco Packet Tracer. [16] 42

2.8 Open IMS Core Open IMS Core merupakan paket software implementasi dari CSCFR dan HSS pada IMS berbasis Open Source yang dikembangkan oleh Fraunhofer FOKUS dimulai pada tahun 2006 dan semua elemen yang ada pada Open IMS Core tersebut membentuk sebuah arsitektur IMS/NGN. Komponen Open IMS Cor e ditunjukkan pada Gambar 4. : 3. METODE 3.1 Penjelasan Metode Gambar 4. Komponen Open IMS Core [17] Mulai Perancangan jaringan dan pembuatan skenario pengujian jaringan Instalasi OpenIMS Core Konfigurasi MPLS-VPN di GNS3 Instalasi software Boghe IMS/RCS Simulasi berhasil Pengambilan dan pengolahan data berupa parameter delay danpacket loss Analisa hasil simulasi Selesai Gambar 5. Langkah - langkah penelitian 3.2 Perancangan Jaringan dan Pembuatan Skenario Perancangan jaringan backbone pada penelitian ini terbagi menjadi dua tahapan, yaitu perancangan topologi jaringan tanpa menggunakan software simulator GNS3 1.3.9 yang ditunjukkan pada Gambar 6. dan perancangan topologi jaringan menggunakan software simulator GNS3 1.3.9 yang ditunjukkan pada Gambar 7. 43

Gambar 6. Topologi jaringan tanpa menggunakan software simulator GNS3 1.3.9 Gambar 7. Topologi jaringan menggunakan software simulator GNS3 1.3.9 Perangkat penyusun jaringan MPLS VPN ditunjukkan pada Tabel 1: Tabel 1. Perangkat penyusun jaringan MPLS VPN Jumlah Client Perangkat Jaringan MPLS-VPN Link Model Jumlah Server Tipe Layanan 2 Client 1 buah router (R3) sebagai P 3 buah router (R2, R4, R6) sebagai PE 3 buah router (R1, R5 dan R7) sebagai CE 1 buah PC Open IMS Core 2 buah PC Client 1 Server, yaitu Open IMS Core GigabitEthernet 1 Server, yaitu Open IMS Core Triple Play (Voice, Video dan Data) Adapun penjelasan mengenai masing-masing perangkat penyusun jaringan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Client, merupakan komputer yang menggunakan layanan atau fasilitas yang disediakan oleh komputer server. b. Open IMS Core, merupakan komputer yang berfungsi sebagai sebagai session control layer yang menjembatani user dengan layanan triple play yang disediakan software Boghe IMS/RCS Client. c. Customer Edge (CE), merupakan perangkat yang terletak di sisi client yang secara langsung terhubung dengan service provider. d. Provider Edge (PE), merupakan perangkat yang berada di dalam jaringan provider yang terhubung dengan CE dan bertanggungjawab untuk memberikan akses layanan VPN. e. Provider (P), merupakan perangkat yang berada di dalam jaringan provider yang tidak terhubung langsung dengan CE dan bertanggungjawab untuk fungsi routing dan forwarding. Dalam penelitian ini terdapat tiga skenario pengujian jaringan yang akan ditunjukkan pada Tabel 2 : 44

Tabel 2. Skenario pengujian jaringan Skenario 1 2 3 Komunikasi Client A1 dengan Client A2 Client A1 dengan Client A2 Client A1 dengan Client A2 Waktu (menit) 5 10 15 20 5 10 15 20 5 10 15 20 Layanan Video call Voice Data Parameter Delay & Packet loss 3.3 Pengambilan Data Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi parameter delay dan packet loss yang diamati pada layanan voice call, video call dan text messaging. Kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik data tertentu pada berbagai jenis teknologi disebut dengan QoS. [2] a. Delay (waktu tunda) Delay (waktu tunda) merupakan durasi waktu transmit yang dibutuhkan paket dari pengirim ke penerima. [3]. Nilai delay dapat dinyatakan sebagai :.. [3] Dimana : = waktu data ke-n keluar antrian dan siap ditransmisi = waktu data ke-n masuk ke antrian Tabel 3. Standar Delay berdasarkan ITU- T G.1010 [4] Medium Aplication Delay Audio < 150 ms Conversational preferred Voice < 400 ms limit Video Videophone < 150 ms preferred < 400 ms limit b. Packet Loss (paket hilang) Packet Loss (paket hilang) merupakan banyaknya paket yang hilang selama proses transmisi paket ke tujuan. Kemacetan transmisi akibat padatnya traffic yang harus dilayani dalam batas waktu tertentu, kegagalan link transmisi dan kapasitas yang tidak mencukupi merupakan beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya packet loss. [2] Nilai packet loss dapat dinyatakan sebagai berikut :... [3] Tabel 4. Standar Packet Loss berdasarkan ITU T G.1010 [4] Medium Aplication PLR Audio Video Conversational Voice Videophone < 3% Packet Loss Ratio (PLR) < 1% Packet Loss Ratio (PLR) Tampilan komunikasi voice call, video call dan text messaging secara berurutan ditampilkan pada Gambar 8, 9 dan 10. 45

Gambar 8. Tampilan voice call disisi pengirim dan penerima Gambar 9. Tampilan video call disisi penerima Gambar 10. Tampilan text messaging disisi penerima 4. PEMBAHASAN & HASIL Data hasil proses simulasi pada penelitian ini didapatkan dari software analysis tool wireshark 12.4 4.1 Delay Tabel 5. Hasil delay disisi penerima Layanan Voice Call Durasi Nilai (menit) (ms) Standarisasi Ket. 5 9.8 < 150 ms Sangat Baik 10 12.1 (sangat baik) Sangat Baik 15 10.2 < 400 ms Sangat Baik 20 10.2 (toleransi) Sangat Baik Video 5 3.9 < 150 ms Sangat Baik 46

Call 10 4 (sangat baik) Sangat Baik 15 3.6 < 400 ms Sangat Baik 20 3.9 (toleransi) Sangat Baik 5 185.2 Text 10 187 Messaging 15 231.6 - - 20 223.5 Hasil data berupa parameter delay yang ditampilkan dalam bentuk tabel 3. Akan diubah menjadi bentuk tampilan grafik agar terlihat secara keseluruhan statistik data serta mempermudah dalam proses analisa. Gambar 11. Grafik delay pada layanan voice call Berdasarkan Gambar 11. rata-rata delay tertinggi berada pada durasi voice call selama 10 menit, yaitu sebesar 12,1 ms. Standar QoS yang baik disisi pelanggan berdasarkan standar ITU-T G.1010 untuk parameter delay pada layanan conversational voice two-way yang baik yaitu <150 ms dengan batas toleransi sebesar 400 ms [7]. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai parameter delay pada layanan voice call termasuk dalam kategori yang baik. delay (ms) 4,2 4 3,8 3,6 Delay Video Call 4 3,9 3,6 3,9 3,4 durasi komunikasi 5 10 15 20 (menit) Gambar 12. Grafik delay pada layanan video call Berdasarkan Gambar 12. rata-rata delay tertinggi berada pada durasi video call selama 10 menit yaitu sebesar 4 ms. Standar QoS yang baik disisi pelanggan berdasarkan standar ITU-T G.1010 untuk parameter delay layanan video two way yang baik yaitu <150 ms dengan batas toleransi sebesar 400 ms [8]. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai parameter delay pada layanan video call termasuk dalam kategori yang baik. 47

Gambar 13. Grafik delay pada layanan text messaging Berdasarkan Gambar 13. rata-rata delay tertinggi berada pada durasi text messaging selama 15 menit, yaitu sebesar 231.6 ms. Layanan text messaging merupakan jenis layanan yang memiliki karakteristik connection oriented karena merupakan layanan yang menggunakan protocol TCP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil delay layanan text messaging lebih besar dibandingkan dengan layanan voice dan video call dikarenakan dalam pengiriman paket data dari pengirim ke penerima memerlukan proses handshaking terlebih dahulu sebelum paket dikirimkan. 4.2 Packet Loss Gambar 14. Grafik packet loss pada layanan triple play Tabel 6. Hasil packet loss disisi penerima Layanan Packet Loss (%) 5 menit 10 Menit 15 Menit 20 Menit Voice Call 0 0 0 0 Video Call 0 0 0 0 Text 0 0 0 0 Gambar 14. dan Tabel 6. menunjukkan hasil packet loss pada layanan triple play sebesar 0 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa performansi jaringan untuk ketiga layanan tersebut dalam kategori baik. Hal tersebut dikarenakan jaringan backbone yang digunakan pada penelitian ini tidak rumit karena hanya mencakup dua client saja, sehingga trafik jaringan tidak terlalu besar. 5. SIMPULAN Kesimpulan hasil analisis dan pengujian pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Perancangan jaringan NGN berbasis Open IMS Core dapat berjalan dengan baik pada jaringan backbone MPLS VPN, sehingga client A1 dan A2 dapat berkomunikasi satu sama lain. 2. Rata-rata nilai parameter delay yang dihasilkan pada penelitian ini untuk layanan voice call, video call dan text messaging secara berurutan adalah 10.6 ms, 3.9 ms, dan 206.8 ms. Pada penelitian ini, rata rata nilai delay tertinggi pada layanan text messaging sebesar 206.8 ms dan rata rata nilai delay terendah pada layanan video call, yaitu sebesar 3.9 ms. 48

3. Besarnya nilai packet loss untuk layanan voice call, video call dan text messaging menghasilkan 0%. Hal tersebut disebabkan karena pada penelitian ini hanya mencakup dua client saja sehingga trafik jaringan pada penelitian ini tidak terlalu besar. UCAPAN TERIMA KASIH Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT karena atas rahmat, hidayah dan karunia-nya penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Dalam melakukan penelitian ini penulis telah mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, terutama ucapan terimakasih saya sampaikan kepada mama (Hj. Umi Sukowati) dan papa (H. Hariyono) yang telah membesarkan penulis, hingga mampu memberikan kontribusi didalam publikasi ilmiah, dan tidak lupa pula di ucapkan kepada pihak kampus ST3 Telkom Purwokerto, terutama bagian LPPM yang telah mendanai publikasi paper penelitian ini, semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. PUSTAKA [1] G. G. Yugianto and O. Rachman. (2012), Router Teknologi, Konsep, Konfigurasi dan Troubleshooting. Bandung: Informatika Bandung. [2] U. Gunadarma, Network Traffic Management, Quality of Service ( Qos ), Congestion Control dan Frame Relay. [3] D. Pranindito, R. Munadi, and R. M. Rumani. (2014), Analisis Perbandingan Performansi Penjadwalan Paket Antara Homogeneous Algorithm Dengan Hybrid Algorithm Pada Jaringan Point-To-Multipoint Wimax, vol. 6, no. 2, pp. 63 72. [4] D. Systems. (2001), G.1010 (11/2001), vol. 1010. [5] I. Rijayana and L. Teori. (2005), Teknologi Multi Protocol Label Switching ( MPLS ), vol. 2005, no. Snati. [6] Devi Fitriani, D. R. (t.thn.). Implementasi dan Analisis Perfomansi Jaringan Multicast VPLS Untuk Layanan Video Streaming. [7] R. Munadi. (2011), Teknik Switching. Bandung: Informatika Bandung. [8] A. Rachmawati, Data Dengan Teknologi Informasi Multiprotocol Label Switching, no. 9, pp. 155 164. [9] J. Guichard, I. Pepelnjak, and J. Apcar. (2003), MPLS and VPN Architectures, Volume II, vol. II. [10] R.. Edvia, Layer 3 VPN. [Online]. Diaskses pada : 14 Mei 2016, dari www.slideshare.net:http://www.slideshare.net/rosmida/layer3-vpn. [11] Modul 2 - Multi Protocol Label Switching (MPLS), Lab. Switching dan Transmisi ST3 Telkom Purwokerto. [12] F. Jamil, D. T. Elektro, F. Teknik, and U. Indonesia. (2011), Universitas Indonesia Implementasi Enum Server Pada Jaringan Ims Dengan Menggunakan Open Ims Core Universitas Indonesia,. [13] J. Si and I. T. Telkom. (2007), IP Multimedia Subsystem ( I M S ). [14] A. Dwiyankuntoko. (2007), Membandingkan Protokol UDP dan TCP, pp. 1 6. [15] S. Protokol and J. Komputer, Protokol jaringan komputer, pp. 1 10. [16] D. Dewannanta. (2007), Mengenal Software Simulator Jaringan Komputer GNS3, pp. 1 7. [17] M. Pelatihan, I. D. A. N. Implementasi, D. Riset, and L. T. Switching, Open ims core. 49