USULAN PENELITIAN PEMBINA

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN ELEMENTER GENERATOR AXIAL TIPE ROTOR GANDA ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN SISTEM

USULAN PENELITIAN. SEARCH and SHARE RESEARCH GRANT

ANALISIS PERBANDINGAN REGULASI TEGANGAN GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI TANPA MENGGUNAKAN KAPASITOR KOMPENSASI DAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

Perancangan Prototype Generator Magnet Permanen 1 Fasa Jenis Fluks Aksial pada Putaran Rendah

PERANCANGAN MINI GENERATOR TURBIN ANGIN 200 W UNTUK ENERGI ANGIN KECEPATAN RENDAH. Jl Kaliurang km 14,5 Sleman Yogyakarta

PEMBUATAN DAN UJI KELISTRIKAN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL

PROTOTYPE GENERATOR MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN KUMPARAN STATOR GANDA

HIBAH PENELITIAN/PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2017

TEMPLATE HIBAH PENELITIAN DOSEN UNIVERSITAS SAHID JAKARTA

Lampiran 1. Format Justifikasi Anggaran

PROTOTIPE GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 1 FASA PUTARAN RENDAH SEBAGAI KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN AWAL GENERATOR AXIAL MAGNET PERMANEN KECEPATAN RENDAH

Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB)

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

Aspek Perancangan Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 1 Fasa Untuk Mengakomodir Kecepatan Putar RPM

ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH HUBUNGAN SHORT-SHUNT DAN LONG-SHUNT TERHADAP REGULASI TEGANGAN DAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI

BAB I PENDAHULUAN. maka semakin maju suatu negara, semakin besar energi listrik yang dibutuhkan.

1. BAB I PENDAHULUAN

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

MAKALAH ANALISIS SISTEM KENDALI INDUSTRI Synchronous Motor Derives. Oleh PUSPITA AYU ARMI

BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

1BAB I PENDAHULUAN. contohnya adalah baterai. Baterai memberikan kita sumber energi listrik mobile yang

Perancangan Generator Magnet Permanen dengan Arah Fluks Aksial untuk Aplikasi Pembangkit Listrik

PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TIGA FASE BERDAYA KECIL

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

STUDI DESAIN KUMPARAN STATOR PADA GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL TANPA INTI STATOR

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2)

GENERATOR LISTRIK MAGNET PERMANEN TIPE AKSIAL FLUKS PUTARAN RENDAH DAN UJI PERFORMA

B A B 1 PENDAHULUAN. sebaliknya dari energi mekanik ke energi listrik. Alat yang dapat mengubah

BAB II DASAR TEORI. Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung

1 BAB I PENDAHULUAN. energi alternatif yang dapat menghasilkan energi listrik. Telah diketahui bahwa saat

1 BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan permintaan konsumsi energi tidak diimbangi dengan

BAB I PENDAHULUAN. Pada suatu kondisi tertentu motor harus dapat dihentikan segera. Beberapa

Vol 9 No. 2 Oktober 2014

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang

Pendahuluan Motor DC mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik. Sebaliknya pada generator DC energi mekanik dikonversikan menjadi energi l

Mesin Arus Bolak Balik

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Mesin Arus Bolak Balik

PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK

Universitas WirarajA PEDOMAN USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TIM PENYUSUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Umum. Motor arus searah (motor DC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

Generator Magnet Permanen Sebagai Pembangkit Listrik Putaran Rendah

Dasar Teori Generator Sinkron Tiga Fasa

PANDUAN SISTEMATIKA PENGUSULAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

TUGAS PERTANYAAN SOAL

Mesin Arus Bolak Balik

MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Optimasi Lebar Celah Udara Generator Axial Magnet Permanen Putaran Rendah 1 Fase

PEDOMAN USUL PENELITIAN SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN

PERBAIKAN REGULASI TEGANGAN

NASKAH PUBLIKASI DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA

Momentum, Vol. 10, No. 2, Oktober 2014, Hal ISSN

ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

BAB II LANDASAN TEORI

PEDOMAN USULAN RISET SISTEMATIKA USULAN RISET

MOTOR DC. Karakteristik Motor DC

Universitas Medan Area

Penelitian Kompetitif Nasional

STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

STUDI PEMAKAIAN SUPERKONDUKTOR PADA GENERATOR ARUS BOLAK- BALIK

BAB II DASAR TEORI. commit to user

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Tiga Bagian Utama Sistem Tenaga Listrik untuk Menuju Konsumen

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGARUH KECEPATAN PUTAR PENGGERAK MULA MIKROHIDRO TERHADAP KELUARAN GENERATOR INDUKSI 1 FASE 4 KUTUB ABSTRAKSI

PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON

PENGUMUMAN NO.131/IT5.3/PG/2018

BAB I PENDAHULUAN. Dengan ditemukannya Generator Sinkron atau Alternator, telah memberikan. digunakan yaitu listrik dalam rumah tangga dan industri.

PENELITIAN HIBAH FAKULTAS TEKNIK UNPAS. Kegiatan penelitian Hibah Fakultas Teknik dilaksanakan sebagai

PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA

FORMULIR RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

PERANCANGAN GENERATOR INDUKSI MAGNET PERMANEN SATU FASE KECEPATAN RENDAH

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang vibration vibration unbalance air gap

REWINDING MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS IMC (INDUCTION MOTOR CAGE) DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk CILACAP PLANT

PANDUAN PROPOSAL PENELITIAN DANA DIPA PPNS. p3m.ppns.ac.id

PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN PPM PRIORITAS UNIVERSITAS PADJADJARAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

Induksi Elektromagnetik

I. Maksud dan tujuan praktikum pengereman motor induksi

Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK NO LOAD AND LOAD TEST GENERATOR SINKRON EXPERIMENT N.2 & N.4

Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar

DA S S AR AR T T E E ORI ORI

BUKU PANDUAN PENELITIAN DIPA

Transkripsi:

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 452/ Teknik Tenaga USULAN PENELITIAN PEMBINA SIMULASI GENERATOR AXIAL FLUX PERMANENT MAGNET (AFPM) DENGAN MENGGUNAKAN ANSYS MAXWELL TIM PENGUSUL NUNDANG BUSAERI, MT (NIDN. 0030066203) SUTISNA, MT (NIDN: 0424116902 ) UNIVERSITAS SILIWANGI Februari, Tahun 2017 i

HALAMAN PENGESAHAN PENELITIAN PEMBINA ii

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... iii 1.1. Latar Belakang...1 1.2. Permasalahan...2 1.3. Tujuan Khusus...2 1.4. Urgensi Penelitian...2 1.5. Kontribusi Penelitian...3 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...4 2.1. State of the Art...4 2.2. Peta Jalan Penelitian (Road Maps)...7 BAB 3. METODE PENELITIAN...8 3.1. Metodologi penelitian...8 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN...11 4.1 Anggaran Biaya...11 4.2 Jadwal Penelitian...11 DAFTAR PUSTAKA...12 LAMPIRAN... A Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian... A Lampiran 2. Dukungan sarana dan prasarana penelitian... C Lampiran 3. Susunan organisasi tim pengusul dan pembagian tugas... D Lampiran 4. Biodata ketua dan anggota tim pengusul... E Biodata Anggota I... I Lampiran 5. Surat pernyataan ketua pengusul... L iii

RINGKASAN Usulan penelitian ini bekaitan dengan simulasi model Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi ansys maxwell. Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan model atau simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan ansys maxwell, mencari pengaruh gap rotor dan stator motor terhadap tegangan keluar. Pengusul adalah Dosen dari prodi teknik elektro dengan kualifikasi keahlian bidang mesin elektrik. Durasi waktu kegiatan adalah 8 bulan. Masalah utama dari penelitian ini adalah bagaiman mensimulasikan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan Ansys Maxwell, bagaimana pengaruh gap rotor dan stator terhadap tegangan output. Metode penelitian yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah perancangan model menggunakan Ansys Maxwell kemudaian dilakukan kajian analisis gap stator rotor terhadap tegangan keluaran generator. Luaran dari penelitian ini adalah draft journal standar Internasional (International Review of Electrical Engineering (IREE)), model simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) dengan Ansys Maxwell. Keywords: Generator, Axial, Magnet, AFPM, Ansys Maxwell. iv

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi pembangkit listrik semakin pesat, saat ini para peneliti berusaha bagaimana meningkatkan efesiensi penerator, beberapa fokus pada ekpesrimen generator dengan bentuk dan formasi yang berbeda. Generator axial merupakan salah satu jenis mesin listrik yang dapat membangkitkan energi listrik dengan arah aliran fluks aksial. Generator jenis ini terus dikembangkan dengan berbagai variasi agar didapat tingkat efisiensi yang baik sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Generator ini biasa disebut dengan AFPM (Axial Flux Permanent Magnet). Generator fluks aksial tipe rotor ganda stator tunggal tanpa inti besi adalah salah satu jenis generator yang seringkali digunakan untuk pembangkit listrik untuk putaran rendah. Generator jenis ini terus menerus dikembangkan dengan berbagai variasi agar di dapat tingkat efisiensi yang baik sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. (Chatra, 2011) Pemodelan generator axial fluks magnet permanen 3 fasa tipe multi stator internal rotor diaplikasikan pada software ansys yang mempresentasikan objek nyata atau realita sebagai seperangkat persamaan matematika, grafis ataupun bagan agar mudah dipahami dalam penelitian yang akan dibuat. Axial Fluks Generator Magnet Permanen memiliki sejumlah keunggulan yang berbeda dari radial-fluks, yaitu dapat dirancang untuk memiliki Rasio Daya Tinggi, sehingga rasio bahan inti berkurang, planar dan mudah disesuaikan dengan kondisi udara, mengurangi kebisingan dan tingkat getaran menurut refersensi dari (Setiawan, 2011). Selain itu, arah jalan air gap fluks dapat bervariasi, sehingga mengurangi topologi tambahan. Menurut saya, Axial Fluks Generator Magnet Permanen memiliki keunggulan yang berbeda dari radial-fluks, diantaranya memiliki daya yang lebih besar di rpm rendah dengan kontruksi yang sama, memiliki celah antara magnet permanen, sehingga panas mesin listrik berkurang, dan mudah mengatur kerapatan celah udara, sehingga bisa memaksimalkan permanen magnet yang digunakan. 1

Dengan demikian diperlukan adanya analisis yang optimum untuk generator AFPM (Axial Flux Permanent Magnet) rotor ganda stator tunggal, sehingga akan memberikan hasil yang optimum pula. Desain keseluruhan dari generator aksialfluks kemudian dituangkan dalam pemodelan generator aksial tipe rotor ganda stator tunggal yang dibuat didalam software ansys. 1.2. Permasalahan 1. Bagaiaman merancang Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 2. Bagaimana pengaruh gap rotor dan stator Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa terhadap tegangan output 3. Bagaimana konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.3. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Merancang Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 2. Pengaruh gap rotor dan stator Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa terhadap tegangan output 3. Konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.4. Urgensi Penelitian Urgensi penelitian berdasarkan materi-materi sebagai berikut: 1. Generator axial merupakan generator yang sering digunakan pada pembangkit tenaga angin 2. Pengaruh gap dan rotor pada Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell, akan berdampak pada perancangan generator secara real 2

3. Simulasi Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa menjadi acuan dalam pembuatan generator pada skala lebih besar 4. Konfigurasi material dalam membentuk rancangan Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 3 phasa dengan menggunakan aplikasi Ansys Maxwell 1.5. Kontribusi Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa kontribusi pada bindang ilmu elektro dan ilmu pendidikan olahraga, kontribusi dapat diuraikan sebagaimana berikut: 1. Bidang Ilmu Elektro: a) Implementasi ilmu mesin elektrik kuhusnys pada pembangit listrik kecepatan rendah b) Pengembangan penelitian berdampak langsung pada pwrancangan pembangkit listrik tenaga angin atau pembangit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) c) Pengaruh gap terhadap output memberikan kontribusi langsung pada perancangan generator low speed dengan efesiensi yang dapat diperkirakan. 3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. State of the Art Generator adalah sebuah alat pembangkit listrik yang terdiri atas 2 bagian utama. Bagian rotor terdiri atas magnet permanen dan bagian stator terdiri atas beberapa kumparan kawat konduktor. Prinsip kerja generator menggunakan hukum Faraday. Stator pada dasarnya merupakan tempat penginduksian medan magnet terjadi. Rancangan stator tanpa inti besi biasanya digunakan pada generator putaran dan torsi beban yang rendah. Hal ini disebabkan tidak adanya inti besi pada kumparan. Keunggulan yang diperoleh yakni dapat meminimalisir rugi rugi fluks magnet yang terjadi karena efek tarik menarik antara inti besi dengan magnet permanen yang disebut dengan efek coging torque (Sofian, 2011). Pada stator tanpa inti besi susunan kumparannya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu tersusun secara overlapping dan nonoverlapping. Gambar 1. Tipe kumparan overlapping (kiri) dan non-overlapping (kanan) (Sumber: Rossouw, 2009) Perancangan bentuk kumparan terdiri dari 4 jenis bentuk kumparan. Bentuk pertama yaitu trapezoidal yang mempunyai flux linkage yang maksimum tetapi membutuhkan ujung sambungan yang panjang. Bentuk kedua yaitu rectangular atau rhomboidal yaitu memiliki ujung sambungan yang lebih pendek namum kemampuan flux linkage yang lebih kecil. Adapun gabungan dari kedua bentuk 4

trapezoidal dan rectangular yaitu hexagonal dan bentuk yang terakhir yaitu cicular yang tidak memiliki sudut sama sekali (Prisandi, 2011). Rotor terdiri dari 2 komponen utama yaitu magnet permanen dan tatakan penyangga magnet permanen (yoke). Rotor pada generator axial tidak memerlukan arus eksitasi dari luar dikarenakan medan magnet yang dihasilkan berasal dari magnet permanen (Atmojo, 2011). Neodynium-iron-boron (NdFeB) menjadi jenis magnet yang paling baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Terdapat dua cara penempatan magnet permanen pada tatakan penyangga, yaitu surface mounted dan embedded. (a) (b) Gambar 3. (a) Surface mounted dan (b) embedded (Sumber: Rossouw, 2009) Celah udara (air gap) pada generator axial merupakan jarak antara rotor dan stator. Celah udara (air gap) juga menjadi tempat perpindahan medan magnet melewati kumparan pada stator sehingga menghasilkan nilai fluks magnet yang mempengaruhi tegangan induksi pada kumparan (Atmojo, 2011). 5

Gambar 4. Variabel air gap (Sumber: Mahmoudi et al., 2011) a) Prinsip Kerja Generator Sinkron Axial Konstruksi generator sinkron axial terdiri dari 3 bagian utama yaitu rotor, stator dan celah udara (air gap). Ketiga bagian konstruksi tersebut memiliki diameter yang melebar untuk memperbesar daya keluarannya (Prisandi, 2011). Hukum Faraday menjadi dasar dari prinsip kerja generator dalam mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Penelitian Faraday dan Henry membuktikan bahwa jika sebuah simpul atau kumparan kawat kondukor dilewati oleh fluks magnetik yang berubah terhadap waktu maka pada simpul atau kumparan kawat konduktor tersebut akan timbul gaya gerak listrik induksi dan arus induksi. Proses itu sendiri disebut sebagai induksi magnetik (Tipler, 2001). 6

2.2. Peta Jalan Penelitian (Road Maps) Peta penelitian yang akan dilakukan selama 3 tahun dimana tahapan penelitian diuarikan sebagaimana tabel berikut: Perancangan dan Simulasi Mesin Listrik - Simulasi genset dengna apliaksi ansys - Kajian mesin listrik - Kajian energi baru terbarukan - Rancangan dasar sistem - Identifikasi kerja sistem - Sistem tenaga listrik mandiri Prototype - Pembuatan motor axial dengna magnet permanet pada wilayah kerja low speed - Pembuatan generator axial dengna magnet permanet pada wilayah kerja low speed - Multi rotor dan stator low speed Uji Coba sistem Skala Lab - Pengujian mesin listrik sebagai motor axial dengna magnet permanen - Pengujian mesin listrik sebagai generator axial dengna magnet permanen - Uji Coba Skala Lapangan - Penerapan dan Pemasangan produk pada industri - Penerapan dan Pemasangan produk pada masyarakat - 2017-2018 2019-2021 2022-2024 2025 Gambar 2.6 Road Maps Research jangka pendek Gambar 2.7 Menunjukan road maps jangka panjang penelitan yang akan dilaksanakan. Kegiatan penelitian ini merupakan bagian awal dari peta penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini diawali dari perencanaan dan simulasi sistem tahun 2017, pembuatan prototype hasil simulasi dilaksanakan pada tahun 2019-2021, uji coba mesin dilaksanakan pada tahun 2022-2024, dan 202 adalah penerapan hasil penelitian pada industri dan masyarakat. 7

BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1. Metodologi penelitian Fluks Magnetik Fluks magnetik berkaitan dengan jumlah garis medan magnet yang melewati luasan yang diketahui. Dalam hal ini, fluks magnet (Φm) didefinisikan sebagai perkalian medan magnetik B dengan luasan A yang dibatasi oleh rangkaiannya. Jika garis garis medan magnet melewati suatu luasan yang terdiri atas sebuah kumparan dengan jumlah N lilitan, maka besar fluks magnet yang dihasilkan yaitu sebesar (Tipler, 2001) : Dimana : Φm = Fluks magnet (weber) N = Jumlah lilitan pada kumparan A = Luas penampang (meter) Φm = N.B.A (1) Perhitungan fluks magnet yang terdiri dari beberapa kumparan dan magnet permanen yang saling terhubung sebagai berikut (Nurhadi, 2012) : Dimana : B max = B r lm lm + δ Bmax = Medan magnet maksimal (tesla) Br = Madan magnet relatif (tesla) lm = Tinggi magnet (meter) δ = Panjang celah udara (meter) Generator sinkron axial dirancang untuk beroperasi pada putaran rotor yang rendah, yaitu pada kecepatan < 1000 rpm. Kecepatan putaran rotor tidak mempengarui besarnya nilai maksimun pada fluks magnet, tetapi kecepatan putaran rotor berpengaruh terhadap frekuensi yang dihasilkan (Budiman et al., 2013 dan Prisandi, 2011). 8

Dimana : f = np 120 f = Frekuensi yang dihasilkan (Hz) P =Jumlah kutub magnet pada rotor n = Kecepatan putaran rotor (rpm) Besar tegangan induksi yang dihasilkan dalam satu kumparan sebagai berikut : Dimana : ε = N d m dt ε = Tegangan induksi (volt) N = Jumlah lilitan d m dt = Perubahan fluks magnet terhadap satuan waktu (Wb/s) f= Tegangan induksi (volt) Tanda negatif pada rumus berkenaan dengan arah tegangan induksi dihasilkan. Jika memperhitungkan total keseluruhan tegangan induksi yang dihasilkan suatu generator dapat menggunakan rumus sebagai berikut (Tipler, 2001 dan Nurhadi, 2012) : E A = 4.44 x Nxfx max x Ns Nph (Volt) (7) Dimana : EA N f = Tegangan induksi yang dihasilkan (Volt) = Jumlah lilitan per kumparan = Frekuensi (Herz) Φmax = Fluks magnet (Weber) Ns = Jumlah kumparan Nph = Jumlah phasa Gambar 3.1 berikut adalah diagram fishbone penelitian. Pada diagram fishbone penelitian dibagi beberapa segmen kegiatan tiap tahunya selama 3 tahun. 9

Tahapan penelitian sebagaimana pada Gambar 3.1. Tahap awal dimulai dengan studi literatur mengenai magnet permanet, generator axial dan aplikasi Ansys Maxwell, tapah berikutnya adalah pemodelan, yaitu dilakukan pembuatan model generator axial 3 phasa dengan magnet permanen meliputi stator, rotor, penempatn magnet. Tahap berikutnya adalah evaluasi mengenai tegangan output dari model yang disimulasikan, kajian pengaruh gap stator dan rotor terhadap perubahan tegangan output, evaluasi daya motor. Tahap akhir adalah dokumentasi meliputi pembuatan daft jurnal standar internasional, laporan keuangan dan laporan penelitian Magnet Pemanent Generator Axial Ansys Maxwell Literatur Studi Rotor Stator Magnet Pemodelan Tegangan Output Gap Rotor Stator Daya Output Evaluasi Dokumentasi Draft Jurnal Laporan Keuangan Laporan Penelitian Gambar 3.1 Tahapan Proses Penelitian Gambar 3.2 Fishbone Penelitian 10

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Anggaran Biaya Penelitian ini dilakukan dengan 8 bulan dengan rekapitulasi biaya yang diusulkan adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Rekapitulasi Usulan Penelitian No Jenis Pengeluaran % Biaya yang di usulkan (Rp) 1 Gaji dan upah 20% 0 2 Bahan habis pakai dan peralatan Penunjang 55% 12,210,000 3 Perjalanan 15% 3,750,000 4 Lain2 (publikasi, seminar, laporan, dokumentasi, dll ) 10% 1,540,000 Jumlah 100% 17,500,000 4.2 Jadwal Penelitian AGENDA PENELITIAN TAHUN I Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian. Bulan No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Pembentukan tim peneliti 2 Studi pustaka 3 Persiapan peralatan 4 Instalasi Ansys Maxwell 5 Pemodelan 6 Uji model 7 Evaluasi 8 Dokumentasi 11

DAFTAR PUSTAKA Atmojo, P.A. 2011. Analisis Unjuk Kerja Rancang Bangun Generator Axial Cakram Tunggal sebagai Pembangkit Listrik Turbin Angin Poros Vertikal Tipe Sarvonius, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Mahmoudi, A., Rahim, N.A., and Hew, W.P. 2011. Axial-flux Permanent Magnet Machine Modeling, Design, Simulation and Analysis, Full Length Research Paper, Electrical Engineering Department, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia Prisandi, H.C. 2011. Studi Desain Kumparan Stator pada Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Axial Tanpa Inti Stator, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Rossouw, G.F. 2009. Analysis and Design of Axial Fluks Permanent Magnet Wind Generator System for Direct Battery Charging Applications, thesis, Department of Electrical and Electronic Engineering Stellenbosch University, South Africa. Sofian, E. 2011. Studi Bentuk Rotor Magnet pada Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Axial Tanpa Inti Stator, Skripsi, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok. Tipler, A.P. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik, Penerbit Erlangga, Jakarta 12

LAMPIRAN Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian 1. Honor Honor Honor/Jam (Rp) Waktu (J/Mg) Minggu Honor per Tahun (Rp) Th I Ketua Anggota 2. Peralatan penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Memori komputer - - Upgrade komputer 2 Hardisk PC Tempat penyimpanan data 1 6 30-6 30 - SUB TOTAL (Rp) - Harga Satuan (Rp) 1,500,000 1,200,000 Harga Peralatan Penunjang (Rp) Th I 3,000,000 1,200,000 Tinta Printer Cetak laporan 4 720,000 180,000 SUB TOTAL (Rp) 4,920,000 3. Bahan Habis Pakai Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Internet browsing diluar kampus 8 Tinta Printer pencetakan laporan 2 Buku Mesin Elekrik 4. Perjalanan Harga Satuan (Rp) 200,000 235,000 Harga Peralatan Penunjang (Rp) Th I 1,600,000 470,000 referensi 1 300,000 300,000 SUB TOTAL (Rp) 7,290,000 Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Perjalanan luar kota Perjalanan dalam kota 5. Lain-lain Sewa kendaraan dan biaya Tol untuk belanja alat, banlanja buku, studi pustaka, koordinasi. Kegiatan Justifikasi Kuantitas 5 Harga Satuan (Rp) 400,000 Biaya per Tahun (Rp) Th I 2,000,000 5 1,750,000 350,000 SUB TOTAL (Rp) 3,750,000 Harga Satuan (Rp) Biaya per Tahun (Rp) Th I A

Biaya ATK dan photocopy Biaya ini digunakan untuk mendukung pengadaan ATK dan kebutuhan photocopy dan kegiatan pelaporan tahunan Laporan 1 1 540,000 500,000 540,000 500,000 draft jurnal biaya pembuatan draft jurnal, konsultasi pembuatan jurnal 1 500,000 500,000 SUB TOTAL (Rp) 1,540,000 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SETIAP TAHUN (Rp) Th I 17,500,000 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SELURUH TAHUN (Rp) 17,500,000 B

Lampiran 2. Dukungan sarana dan prasarana penelitian Sarana penunjang pada penelitian ini diantaranya adalah: 1. Internet 2. Ruang peneitian 3. Ruang diskusi 4. Perpustakaan 5. Komputer C

Lampiran 3. Susunan organisasi tim pengusul dan pembagian tugas Nama / NIDN Fakultas/Prodi Bidang Ilmu Alokasi Waktu (J/Mg) Uraian Tugas Nundang Busaeri, MT/ NIDN. 0030066203 FT Elektro Elektro 6 Ketua Tim 1. Koordinasi tim 2. Menentukan target 3. Evaluasi kerja tim dan hasil percobaan 4. Bersama anggota membuat draf jurnal 5. kendali penggunaan anggaran Sutisna, MT/ NIDN. 0424116902 FT Elektro Elektro 6 Anggota II 1. Melakukan bantuan kegiatan penelitian pada bidang sistem kendali dan instrumentasi. 2. Evaluasi kerja tim 3. Bersama tim membuat draf jurnal 4. Evaluasi penggunaan anggaran D

Lampiran 4. Biodata ketua dan anggota tim pengusul A. Keterangan Diri Biodata ketua 1 Nama Ir. Nundang Busaeri, MT 2 Jenis Kelamin Pria 3 Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala 4 NIP/NIK 19620630 199202 1 001 5 NIDN 0030066203 6 Tempat dan Tanggal Lahir Bandung / 30 Juni 1962 7 Alamat e-mail nundangb@unsil.ac.id 9 Nomor Telepon/HP 08122184273 10 Alamat Kantor Jl. Siliwangi No 24 Kota Tasikmalaya 11 Nomor Telepon/Faks 0265-323537 12 Lulusan yang Telah Dihasilkan 60 13 Keahlian 1. Energi Baru Terbarukan 2. Mesin Listrik 3. Kewirausahaan B. RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun Lulus S1 S2 Nama Perguruan Tinggi UNSRI (Palembang) ITB Bidang Ilmu Elektro Elektro Tahun Masuk-Lulus 1989 1997 Nama Pembimbing Ir. Mahmud Hasyim, MSc Prof. Kodrat Sumintapura, Phd E

No. C. Kursus/Latihan di Dalam dan Luar Negeri Nama kursus/latihan Lamanya/tgl Bln/thn/s/d Tgl/bln/thn Ijazah/tanda Lulus/surat Keterangan Tahun Tempat Keterangan 1 2 3 4 5 6 Proses Belajar Mengajar bagi Kopertis IV Lima Hari 1. dosen PTS Kopertis Wilayah 1996 Jatinangor (5 9 Agustus 1996) IV Sumedang 2. 3. Workshop Proposal Penelitian Lokakarya Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi Tiga Hari (13 15 Mei 1997) Dua Hari ( 8 s/d 9 Juli 2003 ) 4. Semiloka Sertifikasi Dosen 20 September 2008 2008 5. 6. 7. TOT Pendidikan Kewirausahaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah E Learning Studio for Academic Workshop Lima Hari ( 11 15 Mei 2009 ) Sertifikat 1997 LP ITB Sertifikat 2003 Kopertis IV Sertifikat 2009 Enam Hari 2010 Tiga Hari ( 19 21 April 2011 ) 2011 Universitas Siliwangi Dirjen Dikti Jakarta Diklat PU Bandung ComLabs ITB Sertifikat Sertifikat TOT Sertifikat ( L4 ) Ahli Pengadaan Nasional Sertifikat NO. D. Riwayat kepangkatan golongan ruang penggajian PANGKAT GOL RUANG PENGGAJIAN BERLAKU TERHITUNG MULAI TANGGAL SURAT KEPUTUSAN PEJABAT NOMOR TGL. 1 2 3 4 5 6 7 1. Penata Muda III/a 1 Maret 1993 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 0449/C.1 /III/ 1993 2. Penata Muda Tingkat I III/b 1 April 1999 3. Penata III/c 1 April 2001 4. Penata Tingkat I III/d 5. Pembina IV/a 1 Oktober 2006 1 Oktober 2008 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional Mentri Pendidikan Nasional 0825/004/ KP.5/1999 5128/004/SK. KP.5/2001 0237/004/SK. KP. 5/2007 76810/A4.5/ KP/2008 1 Maret 1993 7 Mei 1999 23 Agustus 2001 29 Januari 2007 17 Desember 2008 F

E. Pengalaman jabatan Akademik/Pekerjaan MULAI GOL. RUANG SURAT KEPUTUSAN NO JABATAN DAN PENGGAJIAN SAMPAI PEJABAT NOMOR TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Menteri Assisten 1 Pebruari Pendidikan 29 Agustus 1. Ahli 1992 III/a 1249/C.5/VIII/1994 dan 1994 Madya 1 Juni 1994 Kebudayaan 2. 3. Assisten Ahli Lektor Muda 2 Juni 1994 1 September 1998 2 September 1998 1 September 2000 III/a III/b 3. Lektor 01 09 2000 III/b 4. Lektor Kepala 1 Juni 2006 III/c Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional Menteri Pendidikan Nasional 1431/004/KP.4/1998 2249/004/KP.4/2000 23 September 1998 28 November 2000 2996/004/SK.KP.6/2001 6 Juni 2001 38320/A.2.7/KP/2006 31 Mei 2006 F. Pengalaman Jabatan Struktural/Pekerjaan NO JABATAN MULAI SURAT KEPUTUSAN PEJABAT NOMOR TANGGAL 1 2 3 4 5 6 1. Kepala Laboratorium 1 Oktober Ketua BP. Jurusan 1990 YUS T. Elektro SKEP.026/YUS/10/1990 8 Oktober 1990 2. 3. 4. 5. 6. Sekjur T. Elektro Ka. Lab & Sekjur T. Elektro Sekjur T. Elektro PD I Fatek Dekan FT Periode I 28 September 1992 28 Agustus 1995 1 September 1998 1 September 1998 1 November 2000 Ketua BP. YUS Ketua BP. YUS Rektor Ketua BP. YUS Ketua BP. YUS SKEP. 029/YUS/9/1992 28 September 1992 SKEP. 052/YUS/8/1995 28 Agustus 1995 68.SK/US- BU/P.3/IX/1998 SKEP. 078/YUS/09/1998 SKEP. 073/YUS/10/2000 14 September 1998 1 September 1998 28 Oktober 2000 G

H

Biodata Anggota I 1. Identitas Diri: 1 Nama Lengkap (Dengan Sutisna, ST., MT. gelar) 2 Jenis Kelamin Laki-laki 3 Jabatan Fungsional Lektor 4 NIP/NIK/Identitas 411221216 lainnya 5 NIDN 0424116902 6 Tempat dan Tanggal Tasikmalaya, 24 Nopember 1969 Lahir 7 E-Mail sutisna@unsil.ac.id 8 Nomor Telepon/HP 081321147812 9 Lulusan yang Telah 21 orang Dihasilkan 10 Mata Kuliah yg Diampu 1. Sistem Distribusi 2. Transmisi Daya Elektrik 2. Riwayat Pendidikan Nama Perguruan Tinggi Bidang Ilmu S-1 S2 Universitas Siliwangi Institut Teknologi Bandung Teknik Elektro Tahun Lulus 2000 Judul Skripsi/Tesis Studi Pembuatan alat pengendali pengatur putaran motor induksi dengan mengasut tegangan untuk stator berubah dan tak tetap menggunakan SCR.(Silicon Controlled Rectiffier). Teknik Elektro 2007 Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Radial Menggunakan Metode Algoritma-Graph I

3. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun 1 2010 2 2011 Judul Penelitian Program Kuliah Kerja Nyata (Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Penguasaan Ilmu dan Teknologi Tepat Guna dalam Upaya Mendukung Peningkatan IPM Kabupaten Tasikmalaya) Program Kuliah Kerja Nyata (Gerakan Pembangunan Desa Melalui Pengembangan Jiwa Kewirausahaan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna) Pendanaan Sumber Jumlah LPPM LPPM 4. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir No 1 2 3 4 5 6 7 8 Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/ Nomor/Tahun Penentuan Path dengan Arah Aliran Daya Vol. 4/No. 1/Januari SITROTIKA Hasil Load-Flow 2008 Tegangan Kejut Kerangka Metal Peralatan pada Gardu Induk Tasikmalaya SITROTIKA Vol. 4/No. 2/Juli 2008 Analisis Penurunan Pasokan Daya Listrik Vol.6/No.1/Januari Pengaruh Perbaikan Faktor Daya di Asia SITROTIKA 2010 Toserba Tasikmalaya Analisis Rugi Daya Saluran Transmisi 150 kv Gardu Induk Tasikmalaya-Ciamis dengan Model Saluran Pendek (Short SITROTIKA Vol. 6/No. 2/Juli 2010 Line Model) Analisis Keandalan Sistem Distribusi Vol.7/No. 1/Januari Energi Listrik Penyulang Karang Tengah SITROTIKA 2011 dan Sekarwangi PT. PLN APJ Sukabumi Rugi Daya dan Efisiensi pada Transformator 150/20 kv, 60 MVA di SITROTIKA Vol. 7/No. 2/Juli 2011 Gardu Induk UPT Garut Kompensasi Reaktor Shunt dengan Aplikasi Konstanta ABCD pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv di SITROTIKA Vol. 8/No. 2/Juli 2012 Gardu Induk Tasikmalaya Analisis Gangguan Tunggal dari Saluran ke Tanah dengan Metode Komponen Simetris pada Saluran Udara Tegangan SITROTIKA Vol. 9/No. 2/Juli 2013 Ekstra Tinggi Gardu Induk Tasikmalaya Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari J

ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan ITGM 2017 Tasikmalaya, 24 Januari 2017 Pengusul, ( Sutisna, M.T. ) K

Lampiran 5. Surat pernyataan ketua pengusul L

Lampiran 6. Capaian output dari Penelitian Internal 2016 M