PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

AGUSTUS 2017 KOTA MANADO MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,21 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

No. 01/3307/2017, 9 Mei 2017

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI DI KOTA SRAGEN Bulan Januari 2017 Inflasi 1,10 persen

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KOTA JAYAPURA NOVEMBER 2016 DEFLASI 0,23 PERSEN MERAUKE NOVEMBER 2016 INFLASI 0,83 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA MARET 2017 DEFLASI 0,07 PERSEN

Transkripsi:

No. 01/01/71/Th. IX, 2 Januari 2015 PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO Kota Manado pada bulan Desember 2014 mengalami Inflasi sebesar 3,83 persen. Inflasi tahun kalender dan inflasi year on year (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 9,67 persen. Delapan puluh dua kota IHK semuanya mengalami inflasi. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok komoditas yaitu meliputi kelompok bahan makanan sebesar 9,31 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,70 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,42 persen; kelompok sandang sebesar 1,16 persen, kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,71 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 7,22 persen. DESEMBER 2014 KOTA MANADO MENGALAMI INFLASI SEBESAR 3,83 PERSEN Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2014 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Kota Manado mengalami inflasi sebesar 3,83 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,23 di bulan November 2014 menjadi 118,61 di bulan Desember 2014. Inflasi tahun kalender dan inflasi year on year (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 9,67 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok komoditas yaitu meliputi kelompok bahan makanan sebesar 9,31 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,70 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,42 persen; kelompok sandang sebesar 1,16 persen, kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,71 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 7,22 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit, tomat sayur, angkutan dalam kota, bensin, semen, tarif listrik, cabai merah, bawang merah, beras, emas perhiasan, mie, paket liburan, angkutan antar kota, tarif parkir, nasi dengan lauk, seng, telur ayam ras, bahan pelumas/oli, apel, pasta gigi, ekor kuning, angkutan udara, bawang putih, kendaraan carter/rental, soto, mujair, kembang kol, tarif sewa motor, sate, sawi hijau, roti tawar, pisang, ayam hidup, kangkung, gula pasir, daun bawang, coklat batang, blus, kakap putih, pepaya, buncis dan lain-lain. Semua kelompok memberikan sumbangan/andil inflasi pada bulan Desember 2014 ini, sehingga tidak ada kelompok yang memberikan sumbangan deflasi. Sumbangan inflasi masing-masing kelompok yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,0136 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,1157 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,4202 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0155 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0471 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,1571. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015 1

IHK Tabel 1 IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manado Desember 2014, Tahun Kalender 2014, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) Kelompok Pengeluaran IHK November 2014 IHK Desember 2014 Inflasi Desember 2014 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2014 2) Inflasi Tahun ke Tahun (Y o Y) 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U m u m (Headline) 114,23 118,61 3,83 9,67 9,67 1 Bahan Makanan 119,83 130,99 9,31 11,52 11,52 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 107,02 107,77 0,70 4,57 4,57 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 115,85 117,50 1,42 10,95 10,95 4 Sandang 103,55 104,75 1,16 2,52 2,52 5 Kesehatan 106,32 106,72 0,38 4,16 4,16 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 108,34 109,11 0,71 2,43 2,43 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 121,20 129,95 7,22 17,57 17,57 1) Persentase perubahan IHK Desember 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Desember 2014 terhadap IHK Desember 2013 3) Persentase perubahan IHK Desember 2014 terhadap IHK Desember 2013 Gambar 1 Perkembangan IHK Kota Manado Tahun Berjalan 2014 (2012=100) 135.00 130.00 125.00 120.00 115.00 110.00 105.00 100.00 Jan 14 Feb 14 Maret 14 April 14 Mei 14 Juni 14 Juli 14 Agust 14 Sept 14 Okt 14 Nov 14 Des 14 Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015

Sumbangan/Andil (%) Gambar 2 Inflasi Kota Manado 2009-2014 4.50 4.00 3.50 3.00 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 0.00-0.50-1.00-1.50-2.00-2.50 Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des 2009-1.35 1.25 1.29-1.32-0.64-0.12 0.46 0.65-0.36 0.83 1.27 0.38 2010 0.41 0.49-0.18-0.08 1.37-1.07 2.10 1.22 0.45-0.70 0.64 1.50 2011 0.95 0.21 0.14-1.43-0.07 0.07 0.08 0.10-0.22 0.33-0.40 0.94 2012-0.13 0.60 1.12 1.63-0.84 0.50 0.85 2.16-1.58 0.52 1.01 0.10 2013-0.49 1.30 1.52-0.56-0.15 0.21 3.96 2.27-2.10-1.10 0.44 2.69 2014 1.06-0.23 0.31 0.30-0.15 0.67 0.85-0.26-0.03 1.42 1.56 3.83 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Gambar 3 Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Manado Desember 2014 (2012=100) 2.00 2.0136 1.50 1.00 1.1571 0.50 0.00 Bahan Makanan 0.4202 0.1157 0.0638 0.0155 0.0471 Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Kelompok Pengeluaran Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015 3

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada Desember 2014 mengalami Inflasi 9,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 119,83 pada November 2014 menjadi 130,99 pada Desember 2014. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini sembilan sub kelompok diantaranya mengalami Inflasi dan dua sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 44,14 persen dan terendah terjadi pada sub kelompok daging dan hasilhasilnya sebesar 0,19 persen. Sedangkan sub kelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah sub kelompok ikan segar sebesar 0,86 persen dan pada sub kelompok lemak dan minyak mengalami deflasi sebesar 0,60 persen. Kelompok ini pada Desember 2014 memberikan sumbangan inflasi sebesar 2,0136 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabai rawit sebesar 0,9976 persen; tomat sayur sebesar 0,69 persen; cabai merah sebesar 0,0836 persen; bawang merah sebesar 0,0812 persen; beras sebesar 0,0807 persen; telur ayam ras sebesar 0,0258 persen; apel sebesar 0,0154 persen; ekor kuning sebesar 0,014 persen; dan bawang putih sebesar 0,0133 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu: cakalang sebesar 0,0477 persen; selar/tude sebesar 0,01 persen; minyak goreng sebesar 0,0075 persen; daging ayam ras sebesar 0,006 persen; layang/benggol sebesar 0,0045 persen; jagung manis sebesar 0,0022 persen; lolosi sebesar 0,0011 persen; dan kolputih/kubis sebesar 0,001 persen. 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Kelompok ini pada Desember 2014 mengalami inflasi 0,70 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 107,02 pada November 2014 menjadi 107,77 pada Desember 2014. Dua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok makanan jadi sebesar 1,14 persen; dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,15 persen. Sedangkan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol relatif stabil. Kelompok ini pada Desember 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1157 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: mie sebesar 0,0463 persen; nasi dengan lauk sebesar 0,0313; soto sebesar 0,0120 persen; sate sebesar 0,0083 persen; roti tawar sebesar 0,0064 persen; dan gula pasir sebesar 0,0050 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini relatif tidak ada. 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Kelompok ini pada Desember 2014 mengalami inflasi sebesar 1,42 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,85 pada November 2014 menjadi 117,50 pada Desember 2014. Tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 1,29 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 2,49 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,20 persen sedangkan sub kelompok perlengkapan rumah tangga relatif stabil. Pada Desember 2014 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,4202 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah semen sebesar 0,2006 persen; tarif listrik sebesar 0,18 persen dan seng sebesar 0,031 persen. 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015

4. S a n d a n g Kelompok sandang pada Desember 2014 mengalami inflasi sebesar 1,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,55 pada November 2014 menjadi 104,75 pada Desember 2014. Semua sub kelompok mengalami inflasi pada Desember 2014 yaitu sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,08 persen; sub kelompok sandang wanita sebesar 0,27 persen; sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,22; dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 6,05 persen. Kelompok ini pada Desember 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil terhadap deflasi sebesar 0,0638 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu emas perhiasan sebesar 0,0550 persen; blus dewasa sebesar 0,0038 persen; dan blus anak sebesar 0,0018 persen. 5. K e s e h a t a n Kelompok kesehatan pada Desember 2014 mengalami inflasi 0,38 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,32 pada November 2014 menjadi 106,72 pada Desember 2014. Pada Desember 2014 sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok obat-obatan sebesar 0,06 persen; dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,78 persen. Sedangkan sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani relatif stabil. Kelompok ini pada Desember 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,0155 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan yaitu pasta gigi sebesar 0,0143 persen, jamu sebesar 0,0005 persen hand body lotion sebesar 0,0004 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada Desember 2014 mengalami inflasi 0,71 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 108,34 pada November 2014 menjadi 109,11 pada Desember 2014. Dua sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,11 persen; dan sub kelompok rekreasi sebesar 2,24 persen. Sedangkan sub kelompok olah raga; sub kelompok pendidikan;dan sub kelompok kursus-kursus/pelatihan pada bulan ini relatif stabil. Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2014 memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,0471 persen dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan yaitu paket liburan sebesar 0,04 persen. 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada Desember 2014 mengalami inflasi 7,22 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,20 pada November 2014 menjadi 129,95 pada Desember 2014. Sub kelompok yang mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok transpor sebesar 10,20 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 4,21 persen. Sedangkan sub kelompok komunikasi dan pengiriman serta sub kelompok jasa keuangan pada Desember 2014 relatif stabil. Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2014 memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 1,1571 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan/andil inflasi yaitu: tarif angkutan dalam kota 0,6218 persen; bensin sebesar 0,3854; angkutan antar kota 0,0386 persen; tarif parkir sebesar 0,0332 persen; bahan pelumas/oli sebesar 0,0184 persen dan angkutan udara sebesar 0,0138 persen. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015 5

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN Tingkat inflasi tahun kalender (Desember) 2014 adalah sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 9,67 persen. Sedangkan tingkat inflasi Desember 2014 terhadap November 2014 sebesar 3,83 persen. Tabel 3 Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, Tahun 2012 2014 Inflasi 2012 2013 2014 (1) (2) (3) (4) 1. Desember 0,10 2,69 3,83 2. Tahun kalender (Desember terhadap Desember ) 6,04 8,12 9,67 3. Desember terhadap Desember (tahun ke tahun) 6,04 8,12 9,67 (tahun n) (tahun n-1) PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI PULAU SULAWESI Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada Desember 2014 tercatat keseluruhan kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 4,12 persen dengan IHK 115,26 sedangkan inflasi terendah terjadi di Watampone sebesar 2,43 persen dengan IHK 117,35. Tabel 4 Perbandingan IHK dan Inflasi Desember 2014 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) Desember 2014 K O T A IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. MANADO 118,61 3,83 2. PALU 120,21 2,86 3. BULUKUMBA 125,61 2,73 4. WATAMPONE 117,35 2,43 5. MAKASSAR 116,50 2,69 6. PARE-PARE 117,71 3,75 7. PALOPO 116,54 2,78 8. KENDARI 116,16 3,27 9. BAU-BAU 121,89 3,34 10. GORONTALO 115,26 4,12 11. MAMUJU 116,85 2,45 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015

Gambar 4 Pemetaan Inflasi Desember 2014 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) Manado 3,83 Gorontalo 4,12 Palu 2,86 Mamuju 2,45 Pare-Pare 3,75 Palopo 2,78 Watampone 2,43 Kendari 3,27 Makassar 2,69 Bulukumba 2,73 Bau-Bau 3,34 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015 7

BPS PROVINSI SULAWESI UTARA Informasi lebih lanjut hubungi: Albert Nicolaas, SE Kabid. Statistik Distribusi BPS Provinsi Sulawesi Utara Telepon: 0431-847044 Fax.: 0431-862204 Email: bps7100@bps.go.id Homepage: http://sulut.bps.go.id 8 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 01/01/71/Th.IX, 2 Januari 2015