DESAIN DAN SIMULASI PEMBENTUKAN PILAR-B BENCHMARK MODEL III NUMISHEET 2008

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS AKHIR DESAIN DAN SIMULASI PEMBENTUKAN PILAR-B BENCHMARK MODEL III NUMISHEET 2008

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

ANALISYS TITIK KRITIS DESAIN DIE FENDER DEPAN BAGIAN LUAR MOBIL MINITRUCK ESEMKA NASKAH PUBLIKASI

TUGAS AKHIR MODELING PROSES DEEP DRAWING DENGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

SIMULASI PROSES DEEP DRAWING STAINLESS STEEL DENGAN SOFTWARE ABAQUS

BAB I PENDAHULUAN. dalam peningkatan hasil produksi yang berkualitas dalam dunia industri,

DESAIN DIES CHASIS LONG MEMBER MENGUNAKAN SPRING DAN PAD PADA MINI TRUCK ESEMKA SANG SURYA

PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. METINDO ERA SAKTI. Nama : Haga Ardila NPM : Jurusan : Teknik mesin

BAB II LANDASAN TEORI

MODIFIKASI DESAIN MODEL DIE CUSHION PADA MESIN PRESS CERLEI MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 DI PT.XXX

ANALISA PENGARUH CLEARANCE

PENGARUH SIFAT PLASTISITAS BAHAN TERHADAP KUALITAS PRODUK PROSES DEEP DRAWING

SIMULASI CUP DRAWING UNTUK MENGHINDARI CACAT WRINKLING DAN THINNING DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOFORM R2

BAB I PENDAHULUAN. dalam menghasilkan produk produk yang berkualitas agar merebut. pasar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri.

PREDIKSI SPRINGBACK PADA PROSES DEEP DRAWING DENGAN PELAT JENIS TAILORED BLANK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

LAPORAN PENELITIAN PENGARUH SIFAT PLASTISITAS MATERIAL TERHADAP KUALITAS PRODUK HASIL PROSES DEEP DRAWING

PENGARUH JENIS SAMBUNGAN PELAT TERHADAP TERJADINYA CACAT KERUT PADA PROSES CUP DRAWING

Kualitas produk deep drawing sangat tergantung dari penentuan yang tepat dari variabelvariabel

Mesh Generation untuk Permukaan Die dan Punch dengan Program Fortran

BAB II PERTIMBANGAN DESAIN

PERBANDINGAN DIMENSI LEBAR DIE (CETAKAN) DENGAN PRODUK (HASIL BENDING) DARI PROSES BENDING CHASSIS MOBIL ESEMKA

ANALISIS SQUARE CUP DEEP DRAWING

PENGARUH BEAD TERHADAP CACAT MATERIAL SPCEN SD DALAM PROSES TRY-OUT OUTER PILLAR B - LH PADA PROTOTYPE MPV CARNESIA

Proses Lengkung (Bend Process)

BAB I PENDAHULUAN. sangatlah pesat. Salah satu proses yang terpenting dalam bidang

PENGARUH BLANK HOLDER FORCE (BHF) TERHADAP CACAT WRINKLING DAN KOEFISIEN GESEK PADA PROSES CUP DRAWING

PERANCANGAN PRESS DIES PART C & ROUND REINFORCE DI PT. HYDRAXLE PERKASA MANUFACTURING ENGINEERING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III RANCANGAN MODIFIKASI KONSTRUKSI

SIMULASI CUP DRAWING UNTUK MENGHINDARI CACAT WRINKLING DAN THINNING DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOFORM R2

DISAIN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN DIES SASIS MOBIL MINI TRUK ESEMKA

Mengenal Proses Deep Drawing

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR

ANALISA MAMPU BENTUK ALUMINIUM KOMERSIAL TERHADAP EFEK PERBEDAAN KETEBALAN MATERIAL PADA PROSES SPINNING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bentuk suatu benda kerja dengan menggunakan sepasang alat. perencanaan peralatan, diameter yang akan dipotong, material alat

TUGAS AKHIR ANALISA KEMAMPUAN TARIK PLAT TAILOR WELDED BLANKS DENGAN KETEBALAN 0,7 MM DAN 1,5 MM MENGGUNAKAN LAS SHIELDED METAL ARC WELDING

BAB II Landasan Teori

Studi Cacat Permukaan plat Aluminium pada Proses Pembengkokkan Sudut Mesin Bending

ANALISYS TITIK KRITIS DESAIN DIE FENDER DEPAN BAGIAN LUAR MOBIL MINITRUCK ESEMKA

DESAIN DIES CHASIS LONG MEMBER MENGUNAKAN SPRING DAN PAD PADA MINI TRUCK ESEMKA SANG SURYA

BAB III METODOLOGI. sebagian besar digambarkan dalam diagram alir, agar mempermudah proses

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam

PENGUJIAN CUP DRAWING PADA PLAT TIPIS DENGAN SAMBUNGAN LAS TITIK, TEKUK, DAN TANPA SAMBUNGAN

SIMULASI PROSES DEEP DRAWING CUP (BASKOM) PELAT JENIS STAINLESS STEEL 304 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ABAQUS 6.9-3

II. TINJAUAN PUSTAKA

TUGAS AKHIR DESAIN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT RULY SETYAWAN NIM

Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :

ANALISIS HASIL PEMOTONGAN PRESS TOOL PEMOTONG STRIP PLAT PADA MESIN TEKUK HIDROLIK PROMECAM DI LABORATORIUM PEMESINAN

PENENTUAN UKURAN OPTIMUM MATERIAL DENGAN METODE REGRESI LINEAR GANDA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI MATERIAL PT TMMIN STAMPING PLANT

SIMULASI PROSES BACKWARD EKSTRUSION PADA PEMBUATAN KOMPONEN PISTON

SIMULASI DAN OPTIMISASI PROSES CUP DRAWING UNTUK MENGURANGI CACAT KERUT DAN PENIPISAN

PROGRESSIVE DIES UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK PENGUNCI SABUK. Bambang Setyono, Mrihrenaningtyas Dosen Jurusan Teknik Mesin - ITATS ABSTRAK

DESAIN DAN ANALISIS STATIS DIES OUTER REAR DOOR MOBIL ESEMKA RAJAWALI 2 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CATIA V5

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian

ANALISA TEGANGAN PADA PEMBENTUKAN KOMPONENGROMMET GASKET EXHAUST SEPEDA MOTOR MELALUI DEEP DRAWING

ANALISIS MASALAH KERUTAN (WRINKLE) PADA PRODUK ALAS KALENG UKURAN 681 GRAM

PERANCANGAN PRESS TOOL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KOEFISIEN GESEKAN PADA PROSES MANUFAKTUR

RANCANG BANGUN PUNCH DAN DIES UNTUK AVOR WASHTAFEL PADA PROSES DEEP DRAWING DAN TRIMMING

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

RANCANG ULANG PUNCH-DIES UNTUK PEMBUATAN OUTLET PIPE I DI PT. IONUDA SURABAYA

PERANCANGAN PROGRESIVE DIES KOMPONEN RING M7 SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER

PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

TUGAS AKHIR. Study Pengaruh Sifat Plastisitas Material Terhadap Kualitas Produk Deep Drawing Cylinder Cup

TUGAS SARJANA CHRYSSE WIJAYA L2E604271

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

BAB II LANDASAN TEORI. tapi pengertian filter disini lebih khusus lagi yaitu sebagai alat yang digunakan

BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

STUDI EKSPERIMENTAL SPRINGBACK PADA KASUS PLAT TEKUK

PENGUJIAN MESIN PRESS MEKANIK SEMI OTOMATIS DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK 0.5 HP

PENGARUH KETEBALAN MATERIAL DAN CLEARANCE PROGRESSIVE DIES TERHADAP KUALITAS PRODUK RING M7

TEGANGAN (YIELD) Gambar 1: Gambaran singkat uji tarik dan datanya. rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan

Optimasi Pembuatan Produk Support Melalui Analisis Proses Single Tool Menjadi Progressive Hybrid Tool

Jurnal Mechanical, Volume 4, Nomor 2, September 2013

Optimasi Dimensi Tebal Awal Pelat Pada Proses Pembengkokan Bentuk Jogged Flange Dengan Simulasi Tiga Dimensi

SIFAT MAMPU BENTUK LEMBARAN PLAT BAJA KARBON RENDAH PADA PROSES TARIK DALAM

ANALISA KONSTRUKSI DAN PERECANAAN MULTIPLE FIXTURE

BAB I PENDAHULUAN. alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan semacamnya, merupakan contoh dari beberapa struktur pelat. Pelat-pelat tersebut

ANALISIS DAN EKSPERIMEN BLANK HOLDER GAP MINIMUM PADA PROSES RECTANGULAR CUP DEEP DRAWING

Pembebanan Batang Secara Aksial. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT

BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA

PERANCANGAN DIE PRESS SISTEM PROGRESSIVE UNTUK MEMBUAT PRODUK DIAL PLATE TIPE XYZ

STUDI SPRINGBACK PADA KASUS PLAT TEKUK DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA PERHITUNGAN GAYA - GAYA MEKANIS PADA PEMBUATAN KOMPONEN OTOMOTIF BRAKET UPPER ARM

BAB 1 PENDAHULUAN. Industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat. Perkembangan

SKRIPSI PEMBUATAN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANGKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

PROSES REVERSE ENGINEERING MENGGUNAKAN LASER OPTICAL SCANNER TESIS

BAB IV PENGUMPULAN DATA

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Mulai

II. TINJAUAN PUSTAKA. (coil). Dari komposisi kimianya, sheet metal dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

DESAIN DAN SIMULASI PEMBENTUKAN PILAR-B BENCHMARK MODEL III NUMISHEET 2008 Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Disusun oleh : Mukhammad Tri Ade Putra D200 08 0045 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017 i

i

ii

iii

DESAIN DAN SIMULASI PEMBENTUKAN PILAR-B BENCHMARK MODEL III NUMISHEET 2008 ABSTRAKSI Proses pembentukan pelat dengan metode press atau stamping banyak digunakan dalam dunia industri otomotif untuk membuat komponen. Proses pembentukan tersebut menggunakan suatu cetakan yang terdiri atas bagian atas dan bagian bawah. Desain cetakan atau dies yang baik adalah menghasilkan produk tanpa terjadi kecacatan. Proses desain cetakan menjadi faktor yang sangat penting untuk mendapatkan produk yang presisi. Kecacatan yang biasa terjadi pada proses pembentukan pelat diantaranya adalah terjadinya penipisan (thinning) dan kerutan (wrinkling). Cacat produk tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah cetakan. Saat ini perkembangan perangkat lunak (software) sudah sangat maju sehingga proses desain dapat dilakukan secara tiga dimensi. Proses perakitan pun dapat dilakukan secara virtual. Hal ini akan mempersingkat waktu pengerjaan pembuatan cetakan dan dapat mengurangi kesalahan proses. Pada penelitian ini, desain dilakukan dengan menggunakan software CATIA V5. Sedangkan analisis proses pembentukan dan kecacatan dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak Autoform. Hasil desain dengan menggunakan CATIA V5 menunjukkan gambar assembly dengan tidak ada bagian saling tumpang tindih. Komponen-komponen pendukung cetakan dapat digabungkan dengan sempurna. Analisis kecacatan yang terjadi adalah penipisan berkisat - 0.3% sampai 0.1% dari tebal plat awal. Analisis kerutan menghasilkan nilai tertinggi sebesar 0.03mm. Proses pembentukan menunjukkan masih berada di posisi yang aman berdasarkan analisis kemampuan bentuk (formability) material plat. Kata kunci : Cetakan atas, cetakan bawah, desain 3D, assembly, simulasi pembentukan, penipisan, kerutan ABSTRACTION The process of plate formation by press or stamping method is widely used in the automotive industry to create components. The forming process uses a mold consisting of the top and the bottom. A good mold or dies design is to produce a product without disability. The mold design process becomes a very important factor to get a precision product. Common defects in the process of plate formation include the occurrence of thinning (thinning) and wrinkling (wrinkling). The defect of the product may be caused by various factors, such as mold. Currently the development of software (software) is very advanced so that the design process can be done in three dimensions. The assembly process can be done virtually. This will shorten the processing time of making the mold and can reduce process errors. In this research, design is done by using CATIA V5 software. While the process of formation and disability analysis is done by utilizing Autoform software. The design results using CATIA V5 show assembly images with no overlapping parts. The mold support components can be combined perfectly. The disability analysis is thinning - 0.3% to 0.1% of the initial plate thickness. Wrinkle analysis yields the highest value of 0.03mm. The formation process shows that it is still in a safe position based on the formability analysis of plate material. Keyword : Top mold, bottom mold, 3D design, assembly, simulation forming, thinning, wrinkling 1

1. PENDAHULUAN Perkembangan dunia industri saat ini dituntut untuk dapat membuat suatu produk dengan cara efisien dan efektif. Satu cara yang mulai banyak dikembangkan dunia industri adalah dengan memanfaatkan fasilitas perangkat lunak (software), namun hal ini belum di kembangkan secara maksimal terutama di industri otomobil atau karoseri. Di industri otomobil atau karoseri pengggunaan perangkat lunak sangat di perlukan terutama untuk desain struktur, manufaktur dan desain interior, bahkan sampai keanalisanya atau yang kita kenal dengan finite element analysis/method (FEA/FEM) atau numerical simulation. Proses stamping secara umum terdiri dari desain die, pembuatan die dengan cara pengecoran dan proses pembentukan itu sendiri yaitu proses penekanan pelat oleh die. Permasalahan yang terjadi yaitu die tidak dapat secara langsung digunakan untuk produksi masal, karena pada proses penekanan pelat memungkinkan terjadi sobek (tearing), patah (fracture), berkerut (wrinkle) dan kembalinya pelat ke posisi semula karena sifat elastisitas (springback). Untuk menanggulangi hal ini masih menggunakan cara coba-coba (trial and error) kemudian pada bagian die yang menyebabkan kerusakan dilakukan perbaikan dengan proses permesinan. Batasan masalah : Agar penelitian ini lebih terfokus dan tidak melebar, maka permasalahan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut : a. Desain dies atau cetakan menggunakan software CATIA V5 dengan model solid atau pejal. b. Assembly atau penggabungan dilakukan di CATIA V5. c. Simulasi proses pembentukan menggunakan software Autoform. d. Analisis cacat hanya pada penipisan (thinning), kerut (wrinkling) dan mampu bentuk plat (formability) Tujuan penelitian : Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk melakukan desain dies atau cetakan dan komponen pendukungnya, melakukan assembly dan analisis proses pembentukan atau stamping. 2

1.1. Tinjauan Pustaka Die berarti mati, maksudnya tidak dapat diubah-ubah dan hanya untuk membuat bentuk yang tetap. Dies dapat dipakai berulang-ulang sesuai dengan bentuknya yang tetap untuk produksi dalam skala besar dengan dimensi yang sama dan toleransi yang tidak jauh berbeda (Pawira, 1995). Berdasarkan jenis konstruksi, dies untuk peralatan press secara umum dikategorikan menjadi dua jenis (Suchy, 1997): 1. Open Die Set Biasanya digunakan pada industri manufaktur yang memproduksi bagian yang sederhana, jumlah yang tidak terlalu banyak dan tidak memerlukan toleransi yang cermat. Open die set merupakan jenis peralatan press yang tergolong murah, namun karena tidak menggunakan pin antar (pin guide) jenis ini akan mudah terjadi penyimpangan pada saat proses bila tidak dilakukan proses secara presisi. 2. Pillar Die Set Mempunyai beberapa keuntungan pada penggunaan jenis peralatan ini. Antara lain bentuk yang dapat dipress lebih lebar, lebih besar dan memungkinkan berbagai kombinasi. Jumlah dan pengaturan posisi pin guide disesuaikan dengan bentuk dan tergantung dari seberapa keakuratan yang direncanakan. Untuk membuat suatu die, di lakukan melalui beberapa proses dari mulai desain hingga siap untuk produksi. Dari proses pembuatan die, beberapa proses yang dapat dijelaskan adalah desain, pattern, casting, machining, finishing, spoting dan try out (fauzan, 2002). 1.2. Landasan Teori 1.2.1. Elastisitas dan Plastisitas Pelat Sebuah pelat yang dikenai beban dari luar, maka pelat akan mengalami deformasi. Pada pembebanan dibawah kekuatan luluh, maka bahan akan kembali ke bentuk semula hal ini dikarenakkn sifat elastis bahan. Peningkatan beban yang melebihi kekuatan luluh (yield strength) yang dimiliki pelat akan mengakibatkan aliran deformasi pelat dimana pelat tidak akan kembali ke bentuk semula atau pelat mengalami deformasi permanen (permanent set) yang disebut dengan plastisitas. Tegangan adalah besaran pengukur intensitas gaya-gaya (F) atau reaksi dalam yang timbul persatuan luas (A). Apabila terjadi tegangan secara merata pada luas A dan σ bernilai konstan, maka persamaan yang digunakan adalah 3

σ = F n A Tegangan dibagi menjadi dua komponen yaitu tegangan normal (σ) dan tegangan geser (τ). Tegangan normal (σ) adalah tegangan yang bekerja tegak lurus terhadap bidang luas (Timoshenko, 1986). bidang: Tegangan geser (τ) adalah tegangan tangensial atau sejajar yang bekerja pada τ = F n A Tegangan normal dianggap positif jika menimbulkan suatu tarikan (tensile) dan dianggap negatif jika menimbulkan penekanan (compression). Regangan didefinisikan sebagai perubahan ukuran atau bentuk material dari panjang awal sebagai hasil dari gaya yang menarik atau yang menekan pada material. Sekecil apapun gaya yang bekerja, maka benda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Untuk memperoleh satuan deformasi atau regangan (ε) yaitu dengan membagi perpanjangan (l l0) dengan panjang material mula-mula l0 ε = ƪ ƪ 0 ƪ 0 Batasan sifat elastis perbandingan regangan dengan tegangan akan linier dan berakhir sampai pada titik mulur. Hubungan regangan dan tegangan tidak lagi linier pada saat material mencapai pada batasan fase sifat plastis. 1.2.2. Pengertian Simulasi Simulasi adalah proses merancang suatu model dari suatu sistem nyata dengan tujuan untuk memahami perilaku sistem dan mengevaluasi untuk meningkatkan performa dari sistem. Sedangkan sistem adalah suatu kumpulan elemen yang saling berhubungan melalui berbagai bentuk interaksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat (Fauzan, 2003). 1.2.3. Numisheet 2008 Numisheet 2008 adalah suatu organisasi yang membahas permasalahan atau yang biasa disebut dengan benchmark, yang berpusat di Pontiac Michigen USA dan benchmark di numisheet 2008 itu sendiri terdiri dari tiga permasalahan yaitu: a. Benchmark I berisi tentang kurva batas pembentukan (forming limit curve). 4

b. Benchmark II berisi tentang Springback pada S-rail model. c. Benchmark III berisi tentang proses pengepresan B-pilar. Gambar 1. B-pilar pada Numisheet 2. METODE PENELITIAN Dalam proses stamping (press forming processes) peralatan yang umum dipakai yaitu mesin pres hidrolis (press hydraulic) dan cetakan ( dies). Dalam bab ini menerangkan atau mengulas mengenai perencanaan dies. Dies merupakan alat cetak untuk membuat suatu komponen yang dibuat sesuai dengan desain yang diinginkan dan diproses di atas mesin pres. Diagram alir penelitian ini adalah : Gambar 2. Diagram Alir Penelitian 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Desain Solid 3D dengan CATIA Desain die drawing B - p i l a r dibuat berdasarkan data data pada surface yang terdapat dalam IGES file benchmark III numisheet 2008 yang sudah ada untuk dibuat konstruksi die drawing dengan bentuk solid desain 3D. Pembuatan model geomerti konstruksi die drawing dengan menggunakan aplikasi software CATIA V5. 5

Gambar 3. Surface Upper Die Konstruksi die yang digunakan untuk proses drawing secara umum terdiri dari bagian bagian utama die (lower die, upper die, blank holder) dan beberapa komponen pendukung die (die accessories) Gambar 4. Surface Lower die dan Blank holder Dalam pembuatan desain die draw decklid inner panel konstruksi die dibuat dengan memperhatikan standar dasar konstruksi casting die draw. Beberapa hal yang dapat dijelaskan antara lain : - Material : besi cor kelabu - Dimensi Die - Lower Die 2500 x 1650 x 860 H (mm) - Upper Die 2500 x 1650 x 649.14 H (mm) - Pad Die 1880 x 1250 x 459.38 H (mm) - Luas Blank Material - Blank Material 1754 x 1313 x 0.9/0.8 T (mm) 3.2. Lower Die Lower Die, merupakan die pembentuk bagian bawah dan merupakan base dari sebuah die. Lower die ditempatkan pada bolster machine dan biasanya menyatu dengan blank holder 6

sebagai tempat dudukan. Pada lower die banyak ditempatkan komponen komponen (acessories die). Gambar 5. Lower Die atau cetakan bawah 3.3. Upper Die Upper die merupakan die pembentuk bagian atas yang bergerak bersama mesin press. Upper die di sesuaikan dengan clearence yang sudah ditentukan untuk ketebalan pelat. Upper die ditempatkan pada bagian atas pada slide bolster machine. Gambar 6. Upper Die atau cetakan atas. 3.4. Hasil Simulasi Dari gambar surface model die drawing dibuatkan simulasinya dengan menggunakan perangkat lunak Autoform. Semua bagian dijadikan satu assembly seperti pada gambar, yang terdiri dari blank, punch, die dan blank holder. 7

Gambar 7. Gabungan die, punch, blank holder dan blank. Cetakan atau die diletakan pada posisi di atas (upper) dengan gerakan ke bawah. Sedangkan tool atau punch berada di bawah dengan posisi diam atau tidak bergerak. Blank holder atau pemegang pelat, akan bergerak bersamaan dengan cetakan atas yang berfungsi sebagai penjepit pelat. Tahap akhir dari poses simulasi ini adalah trimming atau pemotongan sisa plat dengan pola yang telah ditentukan. Pemotongan diasumsikan dengan menggunakan laser cutting yang diwakili oleh gambar pola pemotongan. Setelah proses simulasi berhasil dilakukan maka langkah berikutnya adalah analisis kecacatan yang mungkin terjadi selama proses pembentukan. Analisis kecacatan yang dilakukan meliputi penipisan (thinning) dan kerutan (wrinkling). Selain itu, dilakukan juga analisis kemampuan pembentukan atau formability dari proses yang dibuat. Gambar 8. Langkah proses pembentukan plat 3.5. Analisis penipisan Penipisan atau thinning sering terjadi pada proses die drawing karena plat mengalami penarikan dan penekanan. Dalam proses die drawing, penipisan sebisa mungkin dihindari atau diminimalkan. Gambar 9 memberikan gambaran penipisan yang terjadi pada 8

proses die drawing B-pilar. Nilai terendah adalah -0.3% akibat tekan dan sebesar 0.1 % akibat penarikan. Gambar 9. Hasil analisis penipisan (thinning) 3.6. Analisis kerutan Gambar 10 menunjukan distribusi kerutan yang terjadi setelah proses die drawing. Kerutan terjadi akibat laju aliran material yang tidak sesuai dengan kecepan cetakan dalam proses pembentukan. Kerutan dapat juga diakibatkan dari pemberian gaya pemegang plat yang terlalu kecil. Nilai tertinggi dari kerutan yang terjadi adalah 0.03 mm. Karena nilai kerut lebih besar dari 0.002 mm maka kerutan tersebut terjadi di daerah plastis sehingga sulit untuk dihilangkan. Salah satu cara terbaik adalah dengan mengubah sedikit pada cetakan di bagian yang menyebabkan kerut, misalnya dengan memperbesar sudut tekukan atau memperbesar radius. Gambar 10. Hasil analisis kerutan (wrinkling) Gambar 11. Hasil analisis kemampuan bentuk plat 9

3.7. Analisis kemampuan bentuk Analisis kemampuan bentuk plat dilakukan untuk melihat daerah-daerah yang rawan terjadinya retak atau sobek. Hasil yang didapatkan seperti terlihat pada gambar 12, dimana beberapa bagian mengalami tekan, tarik, dan daerah penipisan. Daerah yang kemungkinan terjadinya retak atau sobek tidak ada. Kemampuan bentuk plat selama proses die drawing dapat digambarkan secara grafik seperti yang ditunjukkan pada gambar 12. Titik-titik hitam yang terlihat merupakan analisis kemampuan bentuk plat selama proses. Dari gambar tersebut dapat terlihat dengan jelas bahwa proses die drawing terjadi di daerah yang aman yaitu daerah dimana plat menerina penarikan dan penekanan. Daerah yang berwana merah merupakan daerah retak atau sobek, sehingga jika terjadi grafik pada warna merah maka proses die drawing harus dimodifikasi lagi. Gambar 12. Diagram batasan pembentukan plat 4. PENUTUP 4.1. KESIMPULAN Penelitian dalam desain cetakan untuk pembentukan plat dan simulasi proses die drawing dengan Autoform, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Dalam pembuatan desain dies, didasarkan pada Surface yang terdapat di IGES file dari model Numisheet 2008. 2. Dies yang digunakan untuk proses drawing secara umum terdiri dari bagian bagian utama die yaitu lower die, upper die, dan blank holder (binder). 10

- Dimensi Die Lower Die : 2500 x 1650 x 860 H (mm) Upper Die : 2500 x 1650 x 649.14 H (mm) Pad Die : 1880 x 1250 x 459.38 H (mm) - Luas Blank Material Blank Material : 1754 x 1313 x 0.9/0.8 T (mm) 3. Komponen komponen yang digunakan pada die drawing disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya masing masing. Komponen pendukung itu antara lain: slide plate, stopper pad, distance block, stopper material, hook, dan stroke end block 4. Simulasi proses pembentukan B-pilar berhasil dilakukan dengan menggunakan software Autoform. Analisis penipisan memberikan hasil -0,3% dan 0,1% dari tebal plat. Analisis kerutan tertinggi sebesar 0,03 mm. Analisis kemampuan bentuk memberikan hasil bahwa proses die drawing berada di posisi yang aman. 4.2. SARAN Saran yang dapat diajukan agar percobaan berikutnya lebih baik dan menyempurnakan percobaan yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Dalam pembuatan desain die drawing ini tidak banyak formulasi perhitungan, tetapi lebih banyak berdasarkan standar-standar die yang ada. Dengan Surface yang sama, tiap desainer die dalam mendesain suatu die tidak selalu sama. 2. Die untuk pembuatan komponen B-Pilar hanya dibuat die drawnya saja. Setelah proses drawing untuk komponen B-Pilar, idealnya tersedia die trim-pierce dan flange. DAFTAR PUSTAKA Donaldson, Cyrll, 1985, Tool Design, TATA McGraw Hill Companies, New Delhi F.A. Firman, 1999, Pengetahuan Dasar Die Design, Stamping Tools Division, P.T. Toyota Astra Motor Fauzan, 2003, Analisis Penerapan Permesinan Model (Pattern) untuk Mereduksi Total Waktu Permesinan Coran (Casting) Die dengan Metode Simulasi, Program Teknik Industri S1 Tugas Akhir, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Magelang. 11

Makinouchi, A, 1996, Sheet Metal Forming in Industri, Journal of Material Processing Technology, V.60, hal. 19-26 Pawira, Laimin, 1995, Job Training CAD CAM Die, P.T. Fuji Technica Indonesia, Jakarta Rao P.N, 1987, Manufacturing Technology: Foundry, Forming and Welding, McGraw-Hill Companies, New Delhi Singer F.L dan Andrew Pytel, 1995, Ilmu Kekuatan Bahan (Teori Kokoh-Strength of Material) (alih bahasa Darwin Sebayang), Ed. II, Erlangga, Jakarta. Suchy, Ivana, 1997, Hand Book of Die Design, McGraw Hill, New York, Inc. Timoshenko dan Goodier, 1986, Teori Elastisitas (alih bahasa oleh Darwin Sebayang), Ed. III, Erlangga, Jakarta. Wiratma, Daniel, 1999, Proses Stamping Buku Panduan CAD CAM, Production & Engineering Division, Toyota Motor Corporation.,2000, CATIA User Guide, Dassault System, 2002, Die Specification, Stamping Plant, P.T. Toyota Astra Motor, Standard Components For Press Dies, Misumi Corp., www.numisheet2008.org 12