Pertemuan Konsultasi dengan Tim Pengarah Pertemuan konsultasi ini mengkonsultasikan perumusan visi dan misi, tujuan dan sasaran, penetapan sistem dan zona sanitasi, serta penetapan layanan, termasuk rumusan tentang isu-isu strategis dan kemungkinan hambatan. Kegiatan ini dilakukan oleh Anggota Pokja Sanitasi Kota Langsa dan didampingi oleh City Facilitator, salah satu kegiatan tersebut adalah : Memaparkan visi, misi, tujuan, sasaran dan arahan penahapan, sistem sanitasi, zona sanitasi, tingkat layanan, isu-isu strategis dan kemungkinan hambatan. Memaparkan (draf) arah pengembangan sektor sanitasi kota. Mintakan persetujuan tentang arah pengembangan sektor dari Tim Pengarah. Adapun hasil yang dicapai melalui proses ini adalah diperolehnya persetujuan dari Tim Pengarah untuk perumusan Arah Pengembangan Sektor Sanitasi Kota. Berikut rumusan hasil yang dicapai pada pertemuan konsultasi dengan tim pengarah : Hambatan, Isu dan potensi yang ada Kota Langsa merupakan salah satu daerah di sebelah Timur Aceh, yang terletak pada posisi sebelah Utara Pulau Sumatera, kota ini mempunyai luas wilayah 262,41 km 2 terbagi atas 5 kecamatan dan 51 desa, dengan kepadatan penduduk rata-rata 36 jiwa per hektar dan 4,9% dari jumlah penduduk di kategorikan sebagai penduduk miskin. Disamping itu secara topografi Kota Langsa terletak pada dataran aluviasi pantai dengan elevasi berkisar 8 m dari permukaan laut, sehingga secara rutin kota ini sering mengalami banjir. Kota Langsa sampai dengan saat ini belum memiliki sistem jaringan limbah domestik. Buangan air limbah rumah tangga masih menggunakan system onsite sehingga sangat besar peluang yang mengakibatkan terjadinya pencemaran air tanah. Padahal, mayoritas penduduk menggunakan air tanah, baik sumur bor maupun sumur terbuka. Begitupun dengan keberadaan IPLT sebagai pengolahan lanjutan, belum optimal dalam penggunaannya. Pembuangan limbah melalui tangki septik dan sumur resapan serta pembuangan air bekas mandi, cuci dan dapur masih banyak dilakukan ke sungai dan pantai, atau sekitar 20,6% penduduk membuang tinja langsung ke ruang terbuka. 1
Pada tingkat pelayanan pengelolaan persampahan di Kota Langsa masih terbatas, yaitu hanya pada daerah pusat kota, pemukiman padat, pertokoan, perkantoran, jalan-jalan umum serta area pasar. Timbunan sampah diperkirakan 420,80 m3/hari dan hanya 70 m3/hari atau hanya sekitar 16,6% yang dapat diangkut ke TPA. Belum tersedianya lokasi TPS di dekat lokasi permukiman penduduk sehingga umumnya masyarakat membuang sampah dengan cara membakar, menimbun atau membuang ke saluran drainase. Hasil survei kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa yang paling banyak dijumpai adalah rumah tangga yang membuang sampahnya di halaman rumah, yakni sebesar 67,44%. Prosentase terbesar ini terdiri dari sampah yang dibuang ke lubang lalu dibakar sebesar 35,75 % dan sampah yang dibuang tanpa lubang lalu dibakar sebesar 31,69%, akibatnya tidak hanya genangan air, banjir sering melanda kota ini. Ditambah lagi dengan system drainase yang masih jauh dari memadai, terutama untuk menanggulangi genangan air dalam wilayah kota serta pengendalian banjir yang saat ini masih terus terjadi di Kota Langsa. Berdasarkan buku Kajian Strategis Potensi Daerah Kota Langsa Tahun 2007, masih banyak terdapat rumah tangga yang belum memiliki saluran drainase. Untuk Langsa Barat 1.446 kk atau 14,67% rumah tangga yang belum memiliki saluran drainase. 8.420 kk atau 85,33% sudah memiliki saluran drainase tetapi kondisinya masih buruk. Kecamatan Langsa Kota juga mengalami hal serupa, hanya 59,15% saja rumah dengan kondisi drainase baik, 25,33% kondisi buruk dan 15,52% kondisi drainase sangat buruk. Kecamatan Langsa Timur 33,52% belum memiliki drainase sedangkan yang sudah memiliki drainase 66,85%. Kondisi dengan kategori baik 49,63%, kondisi buruk 43,66%, sedangkan kondisi dengan kategori sangat buruk 6,71%. Visi, Misi, Sasaran Umum dan Arahan Penahapan Sistem Sanitasi Kota Langsa Visi dan Misi Sanitasi Kota Langsa, yaitu Menuju Masyarakat Kota Langsa Sehat. Ini merupakan visi sanitasi yang di wujudkan kedalam beberapa misi, diantaranya: 1. Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi; 2. Melaksanakan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan bersih; 3. Mewujudkan partisipasi pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Sedangkan sasaran umum dari kerangka kerja SSK ini mengacu pada sasaran terukur yang tertuang dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Nasional 2010 2014, RPJMD Kota Langsa 2007 2012, dan sasaran dalam pencapaian MDGs 2015. 2
Dari sisi kebijakan sanitasi, SSK Kota Langsa lebih didasarkan pada kegiatan fisik sektor sanitasi beserta sarana dan prasarana pengelolaannya, dan juga perilaku masyarakat baik individu maupun kelompok seperti yang tertuang di bawah ini: 1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Sanitasi; Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat, sesuai dengan PP No. 65 Tahun 2005, tentang SPM, ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh setiap warga secara minimum meliputi jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintah. 2. Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap pola hidup sehat dan bersih; Menjadikan sanitasi sebagai kebutuhan pokok masyarakat, untuk itu diperlukan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat secara terus menerus dan berkesinambungan. Informasi yang mudah diakses, mudah dimengerti dan dirancang dengan baik serta kampanye peningkatan kesadaran pada isu yang spesifik seperti penanganan sampah, kotoran anak, cucian tangan pakai sabun (CTPS), kebersihan toilet dan pengolahan limbah dalam rumah tangga. 3. Pelaksanaan partisifasi pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menciptakan lingkungan yang sehat; Peningkatan partisipasi masyarakat (LSM, organisasi berbasis masyarakat) dan pihak swasta dan pengarusutamaan jender dalam perencanaan dan pembangunan sanitasi serta melibatkan masyarakat miskin secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Arah Pentahapan Pencapain 2010-2014 1. Pengelolaan Air Limbah Domestik: Menghilangkan kebiasaan BAB di sembarang tempat (Stop BABS) Menyediakan MCK bagi masyarakat yang belum terlayani atau rawan sanitasi Meningkatkan akses dan tingkat pelayanan sanitasi, terutama bagi penduduk berpendapatan rendah, kawasan perumahan padat dan rawan sanitasi Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas septiktank. Meningkatkan kedisiplinan warga dalam pengurasan septiktank secara reguler Meningkatkan jumlah dan kualitas armada truk pengangkut lumpur tinja 3
Meningkatkan kinerja IPLT dan penambahan IPLT baru di beberapa lokasi baru di pinggiran kota 2. Pengelolaan Persampahan Meningkatkan kedisiplian warga untuk melakukan 3R dan komposting Meningkatkan volume sampah terangkut Meningkatkan jumlah dan kualitas Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Meningkatkan tingkat pelayanan dan area yang dapat dilayani Meningkatkan jumlah dan kualitas armada pengangkutan sampah Meningkatkan TPA menjadi sanitary landfill 3. Penataan Sistem Drainase Lingkungan Meningkatnya resapan air ke dalam tanah, melalui lubang-lubang biopori, sumur resapan, dan parit resapan. Meningkatkan luasan kolam-kolam penampungan air, waduk-waduk, dan sejenisnya Memperbaiki kondisi saluran drainase dan sarana pendukungnya. Zona Sanitasi Pilihan Sistem dan Pentahapan Sub Sektor Air Limbah yaitu: Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem On site, CLTS MCK+ adalah Gampong Buket Rata, Buket Metuah, Alur Pinang, Pondok Kemuning, Selalah, Pondok Pabrik, Sidorejo, Simpang Lhee, Alue Dua, Paya Bujok Selemak, Karang Anyar, dan Gedubang Jawa. Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem Jangka Menengah adalah Gampong Jawa, dan Blang Senibong, Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem On site, berbasis rumah tangga adalah Paya Bujok Blang Pase, Gampong Blang, Alue Berawe, Gampong Meutia, Tualang Teungoh, Alue Merbau, Matang Cengai, Senebok Antara, Cinta Raja, Sungai Lueng, Sidodadi, Gampong Baro, Merandeh, Baroh Langsa Lama, Lhok Banie, Paya Bujok Teungoh, Paya Bujok Beramo, Seriget, Matang Seulimeng, Sungai Pauh, Kuala Langsa, dan Pondok Kelapa. Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem Off site, jangka panjang adalah Timbang Langsa, Birem Puntong, dan Gedubang Aceh. 4
Pemilihan, Zonasi, dan Penentuan Prioritas Sistem Pengelolaan Sampah yaitu: Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem Layanan >70%, Tidak langsung adalah Gampong Jawa, Sungai Pauh Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem Layanan penuh termasuk sapuan jalan, jangka pendek adalah Pekan Langsa, Paya Bujok Blang Pase, Gampong Blang, Alue Berawe, Gampong Meutia, Blang Senibong, Tualang Teungoh, Timbang Langsa, Alue Dua, Birem Puntong, Paya Bujok Selemak dan Gedubang Jawa Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem Layanan seperlunya, jangka panjang (lokal) adalah Buket Rata, Buket Metuah, Alue Merbau, Matang Cengai, Senebok Antara, Alur Pinang, Cinta Raja, Sungai Lueng, Pondok Kemuning, Selalah, Pondok Pabrik, Sidodadi, Sidorejo, Gampong Baro, Merandeh, Baroh Langsa Lama, Lhok Banie, Paya Bujok Teungoh, Paya Bujok Beramo, Simpang Lhee, Seriget, Matang Seulimeng, Sungai Pauh, Kuala Langsa, Pondok Kelapa, Karang Anyar, dan Gedubang Aceh. Pemilihan, Zonasi, dan Penentuan Prioritas untuk Sistem Drainase Tersier yaitu : Gampong/Kelurahan dengan Pilihan sistem penanganan jangka pendek adalah Pekan Langsa, Gampong Jawa, Paya Bujok Blang Pase, Gampong Blang, Alue Berawe, Gampong Meutia, Blang Senibong, Tualang Teungoh, Buket Rata, Buket Metuah, Alue Merbau, Matang Cengai, Senebok Antara, Alur Pinang, Cinta Raja, Sungai Lueng, Pondok Kemuning, Selalah, Pondok Pabrik, Sidodadi, Sidorejo, Gampong Baro, Merandeh, Baroh Langsa Lama, Lhok Banie, Paya Bujok Teungoh, Paya Bujok Beramo, Simpang Lhee, Seriget, Matang Seulimeng, Sungai Pauh, Kuala Langsa, Timbang Langsa, Alue Dua, Birem Puntong, Paya Bujok Selemak, Pondok Kelapa, Karang Anyar, Gedubang Jawa, dan Gedubang Aceh. Tingkat layanan sanitasi setiap subsektor(air limbah, Persampahan dan drainase) untuk (jangka panjang, menengah dan pendek) Tingkat layanan sampah di Kota Langsa masih rendah, dari total jumlah penduduk 144.644 jiwa baru 40.715 jiwa yang dapat dilayani atau baru sekitar 28,12 %. Peningkatan pelayanan sampah sampai tahun 2011 ditargetkan akan mencapai 60% dari populasi, pada tahun 2016 diproyeksikan menjadi 70%, pada tahun 2021 dan tahun 2026 menjadi 80% dari populasi. Penduduk yang menggunakan septik tank sebesar 20 % dari kondisi eksisting 15 % dengan peningkatan sebesar 1-2 % dalam setahun. Penduduk yang menggunakan cubluk dari eksisting 30 % diharapkan dapat berkurang pertahunnya dengan menggunakan septik tank. Sehingga pada 5
tahun 2011 tinggal 25 % dan tahun 2026 sebesar 15 %. Kecuali pada daerah dimana penduduk masih mempunyai lahan yang luas sehingga secara individual mereka masih memanfaatkan cubluk. Untuk masyarakat yang masih menggunakan sistem cemplung dan lain-lain sangat besar sekali, kondisi eksisting menunjukkan sebesar 55 %. Diharapkan pola atau kebiasaan sanitasi masyarakat dari tahun ke tahun terus berkurang seriring dengan bertambahnya masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan, pencemaran air atau badan air. Untuk tahun 2011 masyarakat yang masih menggunakan sistem cemplung dan lain-lain sebesar 38 %, tahun 2016 sebesar 35 %, tahun 2021 sebesar 25 % dan tahun 2026 sebesar 20 %. Drainase mencakup wilayah yang berada dalam kota Langsa dan atau diluarnya bila masih membawa pengaruh langsung terhadap system drainase kota. ================ 6
Strategi Sanitasi Kota Langsa 1