Tips 4: Ingat Syarat Buku Bermutu Penulis yang kompeten dalam bidang ilmunya dan cakap menulis. Kurikulum yang baik Bahan referensi yang lengkap Teknik penyajianyang baik. Perwajahan buku yang baik Kertas yang memadai Adanya Tim editor dan evaluator Percetakan yang baik.
Bagaimana cara menjadi penulis buku ajar?
PERTANYAAN TENTANG NASKAH BUKU 1.Mengapa buku ini ditulis? 2.Siapa pembaca utamanaya? 3.Bagaimana buku ini digunakan? 4.Kurikulum mana yang harus diacu? 5.Materi mana yang harus mendapatkan penekanan & materi mana yang dapat diabaikan? 6.Tujuan pendidikan yang bagaimana yang akan dicapai melalui buku ini? 7.Bagaimana spesifikasinya produksi buku ini?
Menulislah Buku dengan Terstruktur
KELANGKAPAN NASKAH Struktur Buku Judul (title) Halaman Copyright (Copyright page) Kata persembahan (dedication) Prakata (preface) Kata pendahuluan (foreword) Ucapan penghargaan (acknowledgement) Pengantar (introduction) Daftar isi (table of contents) Judul bab (chapter heading) Daftar bacaan (bibliographi) Daftar istilah (glossari) Lampiran (appendix) Index (index)
Bagaimana menjadikan tulisan menjadi buku..??? Sistematika Konsisten Bahasa yang efisien sesuai EYD Informatif
Menulis itu gampang :-p Arswendo Semua Dapat Menulis Semua Dapat Membuat Catatan Arsip Menulis Panduan Diri Buku Panduan Umum
Sistem Menulis Buku Sistem Kliping Sistem Kutipan atau Catatan Sistem Penelitian
Sistem Kliping Pemilahan Tema Ringkasan Informasi Kliping Buku Kesimpulan
Sistem Kutipan/Catatan ( People forget, records remember) Langsung Informasi Catatan/ Kutipan Ringkasan/ Komentar Buku Tak Langsung Kutipan Langsung: kata-kata tepat seperti pada sumbernya (wording) Kutipan Tak Langsung: tidak dengan kata-kata yang tepat/sama seperti aslinya, akan tetapi alur gagasan masih sama dengan naskah aslinya. (Paraphrasing) Apabila alur gagasan menurut pikiran sendiri disebut ringkasan (Sumerizing)
Sistem Penelitian Fakta Teori Problem/ Ide Penulisan Informasi Buku Data Empirik Konsep Dasar Hipotesis Tahap Teoritik : kajian pustaka, teori, historis Tahap Empirik : Pengujian anggapan dasar atau hipotesis meliputi pengumpulan, pengolahan data dan kesimpulan
Tahap Penulisan Mengendapkan informasi Membuat outline yang pasti dan rinci Menulis naskah draft Membaca naskah secara cepat dan perbaikan ide bila perlu Membaca naskah secara teliti (konsentrasi pada kesatuan kalimat, tanda baca, ejaan, istilah) Menyusun Index, Daftar Pustaka Menyusun Daftar Tabel/Isi atau Lampiran Membaca naskah secara keseluruhan dan up dating
Koleksi TOC sebanyak-banyaknya
5 Tips to Double Your Writing Productivity SPEED S: Select a topic=pilih topik P: Prepare your facts=siapkan fakta dan data E: Establish a structure= tentukan strukturnya E: Eliminate distractions= hilangkan gangguan D: Dash to the finish=segera selesaikan
Menghindari Plagiarism Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/plagiarisme http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/04/menghindariplagiarisme-dalam-karya.html
Plagiarism dr kata latin plagiari(us)=penculik, plagi(um)=menculik adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri Plagiarism adalah penganiyayaan intelektual Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas
Tingkatan Plagiarism menurut www.ieee.org Tingkat 1= 50 % menyalin kata perkata Tingkat 2= 20-50 % menyalin kata perkata Tingkat 3= menyalin elemen tulisan penting hingga 20% Tingkat 4= menyalin parafrase secara tidak benar tanpa pengakuan Tingkat 5= menyalin dengan pengakuan kata perkata tanpa quote atau indent yang jelas.
Swaplagiarism Swaplagiarisme adalah penggunaan kembali sebagian atau seluruh karya penulis itu sendiri tanpa memberikan sumber aslinya. Mengambil mentah-mentah dari tulisan karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber. Termasuk pelanggaran ringan, akan tetapi dapat menjadi berat jika untuk manipulasi menambah KUM dunia Akademik
Yang bukan plagiarism menggunakan informasi yang berupa fakta umum common knowledge. menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas. mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya. Kesimpulan penelitian sendiri, pikiran-pikiran dan observasi sendiri serta pengalaman sendiri.
Sangsi Plagiarism Berdasarkan UU No.20/2003 1. Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya (pasal 25 ayat 2) 2. Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Kiat Menghindarinya 1. Membuat kutipan langsung, yaitu dengan cara menyalin kalimat, frase, atau salah stu bagian dari teks secara langsung dengan kata-kata yang sama persis disertai dengan tanda petik. 2. Membuat Parafrase Teks, yaitu menuliskan kembali bagian dari teks dari sumber yang akan kita masukan dalam karya tulis kita, namun ditulis dengan kata-kata sendiri, selanjutnya cantumkan nama pengarang/pemilik ide yang kita gunakan.
Cara Pengutipan Jumlah kata 30-50 kata, dianggap kutipan pendek, harus disisipkan dalam tubuh teks karangan. Lebih dari jumlah tersebut, harus disajikan dalam blok terindentasi dengan font yang lebih kecil.
Sitasi Sitasi : penulisan sumber yang digunakan dalam karya tulis Sitasi dalam teks: Mencantumkan nama pemilik ide, teori, pendapat orang lain langsung dalam teks yang kita tulis dimana buah pikiran berupa ide, pendapat, ataupun teori orang lain tersebut kita gunakan. Pencantuman dilakukan menuliskan nama lengkap, tahun dari sumber tersebut, serta halamannya. alamat lengkap (link) dari sumber di internet
Daftar Pustaka Pencantuman sumber dari karya cipta yang kita gunakan di akhir karya tulis. Sumber dituliskan lebih detail, meliputi nama pengarang, tahun penulisan, judul karya tulis, penerbit serta lokasi penerbitannya jika karya tulis tersebut berupa cetakan (print out).
Langkah Akhir
Pahami Permasalahan Teknis Penulisan >< Penerbitan Aplikasi yang digunakan saat penulisan berbeda dengan proses di Penerbitan Gaya bahasa penulis berbeda dengan editor penerbitan Kualitas gambar capture yang sangat kurang akan menyulitkan proses penerbitan
"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..." Pram 06/02/2006
Selamat Berkarya