BAB I PENDAHULUAN I. 1 LATAR BELAKANG Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena seringkali diberitakan adanya suatu wilayah dilanda gempa bumi, baik yang ringan maupun yang sangat dahsyat, menelan banyak korban jiwa dan harta, meruntuhkan bangunan-bangunan dan fasilitas umum lainnya. Gempa yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 pukul 05.53.58 WIB atau pada 26 Mei pukul 22.53.58 waktu UTC, gempa ini merupakan salah satu gempa yang sangat besar dan mengakibatkan banyak jumlah korban yang meninggal. USGS melaporkan bahwa pusat gempa pada koordinat 7,962 LS dan 110,458 BT dengan kedalaman 10 km. Menurut BMG telah terjadi getaran lebih dari 300 kali pada tanggal 27 Mei 2006 selama sehari. Gempa bumi didefinisikan sebagai suatu guncangan yang cepat di bumi disebabkan oleh patahan atau pergeseran lempengan tanah di bawah permukaan bumi [Hamid Patilima, 2006]. Gempa bumi tersebut membawa gelombang seismik, yang terdiri dari gelombang Primer ( P ), gelombang Sekunder ( S ), gelombang Love, dan gelombang Rayleigh. Gelombang seismik diartikan sebagai gelombang energi yang disebabkan oleh gerakan batuan di dalam bumi yang tiba-tiba mengalami guncangan, selain itu bisa juga disebabkan oleh ledakan yang ada di dalam bumi. Sebagai salah satu disiplin ilmu kebumian, Geodesi tentu saja memiliki peranan penting dalam penelitian tentang gempa bumi, apalagi mengingat Indonesia yang terletak didaerah rawan gempa. Dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) kita dapat melakukan penelitian-penelitian untuk mengetahui fenomena-fenomena gempa bumi yang terjadi. Salah satu aplikasi yang dapat 1
dilakukan adalah mangkaji karakteristik gelombang seismik yang terjadi pada gempa Yogyakarta Mei 2006, yakni selama 3 hari sebelum gempa dan 7 hari setelah gempa dengan menggunakan data GPS High-Rate epok 1 detik. Stasiun GPS yang digunakan pada penelitian Tugas Akhir ini adalah stasiun GPS kontinyu Yogyakarta (sebagai rover) dan stasiun GPS kontinyu Diego Garcia (sebagai titik ikat) dengan jarak baseline antara kedua titik adalah 4118 Km. I. 2 TUJUAN Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah mengkaji permasalahan-permasalahan dalam penentuan karakteristik gelombang seismik dari data GPS High-Rate baseline panjang (4118 Km) pada gempa Yogyakarta tahun 2006. I. 3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup pekerjaan dalam tugas akhir ini adalah : Studi kasus adalah gempa bumi Yogyakarta yang terjadi pada 27 Mei 2006 pukul 05.53.58 WIB atau pada DoY (Day of Year) 146 tahun 2006 pukul 22.53.58 waktu UTC. Data yang digunakan adalah data pengamatan stasiun GPS High-Rate Yogyakarta (JOG2) sebagai rover dan data pengamatan stasiun GPS High-Rate Diego Garcia (DGAR) yang terletak di Samudra Hindia sebagai titik ikat dengan panjang baseline 4118 Km. Pengolahan data menggunakan software Bernese 5.0 dengan menggunakan penentuan posisi Diferensial Kinematik. 2
I. 4 KEMANFAATAN Manfaat dari penulisan tugas akhir ini antara lain : Memberikan gambaran mengenai permasalahan penggunaan GPS High-Rate baseline panjang untuk pemantauan potensi gempa bumi melalui hasil kajian karakteristik gelombang seismik. Memberikan kontribusi dalam kaitannya dengan upaya mitigasi bencana gempa bumi di daerah Yogyakarta dan di Indonesia pada umumnya. I. 5 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah : Studi literatur, meliputi kajian tentang teknologi GPS, khususnya aplikasi GPS dalam penentuan posisi metode kinematik, gempa bumi dan gelombang seismik. Pengumpulan data GPS High-Rate Yogyakarta dan Diego Garcia beserta parameter-parameter yang dibutuhkan untuk proses pengolahan data. Pengolahan data pengamatan GPS High-Rate dengan menggunakan Software Bernese 5.0. Analisis, meliputi analisis data deret waktu dari hasil koordinat kinematik stasiun GPS High-Rate Yogyakarta (JOG2). Kesimpulan dan Saran. 3
Berikut ini adalah visualisasi diagram alir metodelogi penelitian Tugas Akhir : Gambar 1.1 Visualisasi Metodelogi Penelitian 4
I. 6 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab I akan dibahas mengenai latar belakang, ruang lingkup, tujuan, metodelogi penelitian dan sistematika penulisan. BAB II : GEMPA BUMI DAN GELOMBANG SEISMIK Pada bab II akan dibahas mengenai gempa bumi dan penyebabnya, siklus gempa bumi, gelombang seismik dan sejarah kegempaan di daerah Yogyakarta. BAB III : GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Pada Bab III akan dibahas mengenai Global Positioning System (GPS), kesalahan dan bias GPS dan penentuan gelombang seismik dengan menggunakan GPS High-Rate. BAB IV : PENGOLAHAN DATA Pada Bab IV akan dibahas mengenai proses pengolahan data stasiun GPS High- RateYogyakarta. BAB V : ANALISIS Pada Bab V akan dibahas mengenai hasil dari proses pengolahan data dengan permasalahan-permasalahannya terhadap penentuan karakteristik gelombang seismik stasiun GPS High-RateYogyakarta. BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN Pada Bab V akan dituliskan kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian yang dilakukan dengan mengacu kepada analisis pada bab sebelumnya. Sebagai penutup, pada bab ini juga akan disampaikan beberapa saran yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. 5