PENYEDIAAN DATA REFERENSI DARI SUMMARY DATA TEREKAM ABSTRACT

dokumen-dokumen yang mirip
Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL

OPTIMASI QUERY PADA DATABASE UNTUK 2-WAY SMS DIPENDA PROVINSI SULAWESI UTARA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

BAB 2 LANDASAN TEORI

Database Systems: Ch. 3: The Relational Model. History of The Relational Model. Learning Objectives

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA KODE : TI11. C228 / 4 SKS

Pertemuan 1 : PENGANTAR BASIS DATA

Pengantar Basis Data

Mata Kuliah : Sistem Basis Data. Place photo here PENGANTAR BASIS DATA

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2

Sistem Basis Data Lanjut DATA MINING. Data Mining 1/12

MENAMPILKAN DATA MENGGUNAKAN SQL SELECT

IMPLEMENTASI INVERTED INDEX DENGAN SISTEM MANAJEMEN BASISDATA UNTUK MENDUKUNG MODEL PEMEROLEHAN BOOLEAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan dunia teknologi

KONTRAK PERKULIAHAN. Kontrak Perkuliahan Sistem Basis Data oleh Saiful Bahri STMIK SINUS -1-

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2

Query adalah bahasa SQL (Structured Query Language) yang ditampilkan dalam bentuk visual, yang dapat digunakan untuk melihat, memodifikasi dan

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER D3 BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA UNTUK PEMESANAN HOTEL PEONY BERBASIS WEB

Program Studi: Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika Mata Kuliah: Data Management Oleh: Yudi Priyadi ( DATA MANAGEMENT OVERVIEW )

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Komputer

Sistem Basis Data SISTEM BASIS DATA Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Disusun oleh Vivine Nurcahyawati, M.Kom, OCP

Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 2 (D3/SI) * KODE / SKS KK / 2 SKS

PENGENALAN MICROSOFT SQL SERVER

ANALISA DAN PERANCANGAN BASIS DATA SISTEM PENJADWALAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN SEKOLAH MUSIK CITRAS

Esson Sihombing, S.Kom.

Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi data management, business process management dalam suatu perancangan SIM suatu organisasi.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Basis Data 1 Sistem Basis Data

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM

Aktivitas Pembelajaran. Kegiatan Dosen

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL)

Lessons. 1. Definisi Basis Data. 2. Sistem Basis Data. 3. Komponen Sistem Basis Data. 4. Abstraksi Data. 5. Bahasa Basis Data

SOAL KUIS. 3. Data aktual yang disimpan pada tiap elemen atau atribute: a. Atribute d. Enterprise b. Data Value e. Tuple c. File

ANALISIS DAN PERANCANGAN BASIS DATA PEMBELIAN, PENJUALAN, DAN PERSEDIAAN PADA CV. DEWI BERSAUDARA

PENINGKATAN UNJUK KERJA MYSQL DALAM INPUT DAN OUTPUT DATA. Jaeni 1

P7 Perancangan Database

1. Pengertian Database

Universitas Komputer Indonesia. Pemrograman dengan C++ Builder

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI E- LEARNING BERBASIS WEB PADA SMAN 101 JAKARTA

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

APLIKASI BASIS DATA BERBASIS MICROSOFT ACCESS

Abstrak BAB I PENDAHULUAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA PEMBELIAN, PENJUALAN, DAN PERSEDIAAN PADA PT INTERJAYA SURYA MEGAH

Sistem Basis Data Lanjut DATA WAREHOUSE. Data Warehouse 1/20

DASAR DASAR MICROSOFT ACCESS

PENGARUH JOIN ORDERING TERHADAP WAKTU RESPON QUERY

PEMETAAN HUBUNGAN GENERALISASI/SPESIALISASI PADA MODEL ER KE MODEL RELASIONAL

PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA UNTUK APLIKASI PEMBUATAN DAN MONITORING TARGET LETTER (Studi Kasus PT. ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA)

MICROSOFT ACCESS. Database Relationship. Basis Data Relationship Database and Query - Teknik Informatika UNSIL Page 1

RANCANGAN SISTEM BASIS DATA UNTUK MENGELOLA DATA TRANSAKSI PEMBELIAN DAN PENJUALAN SAHAM PADA BAGIAN SETTLEMENT PT.

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN POLA MODEL-VIEW- CONTROLLER (MVC)

Analisa Perancangan Sistem Informasi

UNIVERSITAS MERCU BUANA

PENGENALAN MICROSOFT QUERY ANALYZER

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM BASIS DATA PEMBAYARAN DAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS DI SMA NEGERI 3 SERANG

DATABASE DESIGN PADA PT. CAKRA PRIMA PERKASA

Sistem Informasi Manajemen Persewaan DVD ABSTRAK

Pendahuluan. Semester Genap Th Ajaran 2012/2013. Budi Susanto UKDW. Sistem Basis Data. Sistem Basis Data. Teknik Informatika

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA MANAJEMEN ASET DIVISI TEKNIK DI GLOBAL TV

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

Pengantar Basis Data SISTEM BASIS DATA I. WAN H. Manihuruk, S.kom

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA CATATAN WAKTU KERJA DAN PROYEK KARYAWAN PADA PT REKAYASA ENGINEERING

Modul 4 Microsoft Access 2007

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA UNTUK PROSES PEMBELIAN,PERSEDIAAN, DAN PENJUALAN PADA UD KARTIKA LANGGENG

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA PERPUSTAKAAN AKADEMIK PADA BADAN STANDARDISASI NASIONAL INDONESIA

Modul Praktikum Basis Data 5 Query

Modul ke: Aplikasi Komputer 13TEKNIK. Pengantar Ms. Access Lanjutan. Fakultas. Hendri, ST. MT. Program Studi

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BASIS DATA

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI : SISTEM INFORMASI

SISTEM INFORMASI PROSES TRANSAKSI PENJUALAN DI RUMAH MAKAN SUN ABSTRAK

PEMANFAATAN SISTEM BASIS DATA UNTUK PROSES PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PERSEDIAAN PADA PT. CAKRA MEDIKA UTAMA

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

PROSES PERANCANGAN DATABASE

BAB II LANDASAN TEORI

DESAIN BASIS DATA SKS

BAB III LANDASAN TEORI. Henry Simamora (2000) dalam buku Akuntansi Basis Pengambilan

Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)

PENGARUH DESAIN TERHADAP PENERAPAN EFEKTIFITAS DATABASE MELALUI BEBERAPA CONTOH KASUS

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA PENJUALAN DAN PEMBELIAN BERBASIS WEB PADA PT SUN POWER

VISUAL PROGRAMMING 2. bangdanu.wordpress.com. By: Danu Wira Pangestu

DESAIN DATA WAREHOUSE UNTUK MENGINTEGRASIKAN DATA KEPOLISIAN DI WILAYAH JAWA TIMUR

Konsep Sistem Informasi B. BAB 2 - SQL Overview

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA PADA APLIKASI IT HELP DESK BERBASIS WEB DI PT. PANEN LESTARI INTERNUSA (SOGO)

Transkripsi:

PENYEDIAAN DATA REFERENSI DARI SUMMARY DATA TEREKAM Teady Matius Surya Mulyana tmulyana@bundamulia.ac.id, teadymatius@yahoo.com Teknik Informatika Universitas Bunda Mulia ABSTRACT In the reference data that only requires a field to provide information, use the table to provide reference data in a database system would be a waste of time, process and storage. Data from the field which had records stored in a query can be done to get the summary. Data generated from the summary, it can be used as a reference to fill in those fields on the next record or update the field on a record. Kata Kunci: Database, Structure Query Language, Data Reference, View PENDAHULUAN Sistem database sangat penting dalam pengembangan software aplikasi. Hal ini dikarenakan database berisi datadata yang akan diproses menjadi informasi. Silberschatz (Silberschatz, 1997) mengatakan bahwa sistem database dirancang untuk mengatur penyediaan informasi. Beberapa programmer biasanya menggunakan tabel data untuk menangani penyediaan data yang diacu oleh tabel lain atau sekelompok data yang diacu oleh sebuah tabel data untuk kondisi apapun. Rob (Rob, 2009) menjelaskan bahwa business rules mempengaruhi identifikasi entities, relationship dan constraint. Dalam hal ini, beberapa tabel data referensi harus menyediakan data-data yang diperlukan dan disusun dalam rancangan relational database. Hal disebabkan karena mereka harus menyediakan informasi sebagai mana business rules perlukan, dimana informasi harus lengkap dan tidak redundant. Untuk beberapa alasan, hal ini berguna. Tetapi untuk alasan lain hal ini malah menjadi pemborosan proses, waktu dan penyimpanan. Hal ini disebabkan penyediaan tabel data untuk menyimpan satu field agar tetap konsisten tersebut harus menyediakan setidaknya dua buah field. Satu field pada tabel pengacu, satu field pada tabel yang diacu. Penyediaan tabel referensi ini memang memenuhi persyaratan kaidah normalisasi tetapi menilik alasan di atas, bahwa rancangan perangkat lunak harus menyediakan rancangan database yang mudah digunakan oleh pemakai, kondisi ini tidak memenuhi, hal ini hanya membuat pemakai harus bekerja dua kali. Harus mengisi data referensi hanya untuk mengisi sebuah data, kemudian kembali ke form data yang sedang diisi untuk memilih data dari referensi yang sedang diisi tadi. Untuk alasan mencegah data ganda juga tidak efektif, karena pemakai juga masih sering salah dalam pengisian data. Data yang diisikan masih dapat ganda dengan penulisan yang berbeda karena kesalahan manusia, misalkan adanya kelebihan spasi dan, kelebihan huruf yang mengakibatkan data diinterprestasikan sebagai data baru karena secara struktural data tersebut memang berbeda dengan data tersimpan sebelumnya. Dalam hal ini secara database data tidak ganda, Teknologi Informasi Page 17 of 32 Penyediaan Data Referensi

tetapi secara interprestasi pengguna, data tersebut ganda. METODE Atzeni (Atzeni, 1999) mengatakan bahwa database umumnya dibuat dari beberapa relasi, dimana setiap tuple berisi nilai tertentu yang diperlukan dalam hal menentukan hubungannya. Setiap tabel dihubungkan dengan tabel lainnya oleh key. Pada satu tabel key bertindak sebagai primary key, sedangkan pada tabel lainnya bertindak sebagai foreign key. Kondisi ini memungkinkan untuk membuat sebuah view sebagai bagian dari pengembangan aplikasi. Pada umumnya setiap sistem manajemen database memiliki fitur berupa view. Pada view ini dapat dibuat SQL untuk mengambil data dan merelasikan dengan data lainnya. SQL dapat disimpan dan view yang dihasilkan dapat diperlakukan sebagai tabel. Dalam hal ini dapat dipanggil oleh view lain dan direlasikan dengan tabel data maupun view lainnya. View dapat dipanggil oleh aplikasi lain dan diperlakukan sebagai tabel yang memberikan data. Connoly (Connoly, 2005) mengatakan bahwa view adalah hasil dinamis dari satu atau beberapa relational operation yang beroperasi berdasarkan relasi ke procedure dari relasi lainnya. Sebuah View adalah relasi virtual yang tidak perlu ada pada database, tetapi dapat diproduksi berdasarkan permintaan oleh sebagian pengguna pada saat diminta. Penggunaan view pada aplikasi sangat membantu dalam proses penyediaan data, dimana data yang bersifat histori dapat diquery untuk menghasilkan data yang diperlukan dan disimpan dalam view, sehingga ketika melakukan programming, tidak perlu repot memikirkan bagaimana menghasilkan data tertentu dari data yang bersifat histori. Afrati (Afrati, 2008) mengatakan bahwa pada aplikasi data-management, seperti integrasi informasi, data warehousing, rancangan web-site, dan optimasi query dapat dipecahkan dengan menggunakan view. Lipyeow (Lipyeow, 2007) mengatakan pemakaian view untuk menghasilkan data dan pengetahuan (knowledge) dapat dilakukan dengan relational Operator. Penggunaan view ini akan memerlukan rancangan query dengan operator yang baik. Endres (Endres, 2008) menyimpulkan bahwa teknik optimasi pencarian query yang efisien akan sangat berguna untuk berbagai aplikasi praktis database. Sebagaimana Connoly telah jelaskan bahwa view dapat diimplementasikan seperti sebuah tabel, dan berdasarkan alasan diatas bahwa tabel referensi yang berisi hanya satu field saja hanya memboroskan waktu, proses dan penyimpanan. Pada penanganan data yang harus masih dalam kaidah bentuk normal dapat diterapkan dalam bentuk view. Ide dasarnya adalah untuk membuat query yang berisi summary data dari field tertentu dan menjadikannya sebagai view yang dapat berperan sebagai data referensi ketika mengisi field tersebut. Ada tiga kondisi yang terjadi ketika menerapkan summary dari suatu field dalam bentuk query ataupun view yang berperan sebagai data referensi. Kondisi pertama adalah data referensi yang diperlukan hanya memerlukan informasi data dari satu field saja. Hal ini tidak berlaku jika data referensi yang diperlukan ketika pemilihan sebuah data referensi harus menghasilkan lebih dari satu field data. Kondisi kedua adalah tidak diperlukannya key tambahan, dimana field yang dihasilkan oleh data referensi hanya satu field, sehingga dapat berlaku sebagai primary key. Kondisi Ketiga adalah data referensi yang dihasilkan hanya akan didapat dari data-data pada record yang telah tersimpan sebagai data histori yang disummarykan. Teknologi Informasi Page 18 of 32 Penyediaan Data Referensi

Sekumpulan data yang mempunyai relasi one-to-many dengan data induk, juga dapat menerapkan penggunaan view referensi ini. Contoh: Jika sebuah data buku memerlukan data referensi pengarang, jika data pengarang pada aplikasi hanya memerlukan nama pengarang saja tidak memerlukan data lainnya seperti pendidikan, kota tempat tempat tinggal dsb, maka data referensi pengarang dapat diquery dari record data buku yang pernah ada dan dijadikan referensi untuk dipilih dalam mengisi data pengarang. Dalam hal ini field pengarang pada data buku tersebut dapat diisi dengan bebas tanpa harus memilih dari data referensi yang ada. Dalam kasus ini jika data pengarang ternyata memerlukan data lain selain nama pengarang, maka rancangan ini tidak dapat diterapkan. PEMBAHASAN Penerapan dapat dilakukan pada sebuah tabel tunggal, dimana data yang terekam dapat disummary menjadi data referensi. Selain itu dapat juga dapat dilakukan pada satu set data terelasi yang mana suatu tabel data mempunyai detail data pada tabel lain. Pada kasus ini maka tabel tersebut yang akan diquery menjadi view referensi. Baik pada tabel tunggal maupun pada tabel master-detail, penerapan penyediaan view referensi akan mengikuti cara berikut: Pada sistem database harus disediakan sebuah view yang menyediakan query untuk melakukan summary terhadap field tersebut dari data yang sudah terekam. Hasil query tersebut dimasukkan ke dalam property items pada ComboBox, dan ketika pengisian data, maka ComboBox tersebut sudah berisi data yang dapat dipilih untuk mengisi field yang mengacu ke data referensi tersebut. ComboBox diset sebagai editable, dimana selain memilih dari item-item terdaftar, pemakai dapat juga mengisi dengan data lain. Pada penerapan dengan Delphi, digunakan DBComboBox yang mempunyai property style. Property style ini mempunyai pilihan style yang terdiri dari csdropdown, csdropdownlist, csownerdrawfixed, csownerdrawvariable dan cssimple. Agar nilai DBDropDown dapat diedit, maka style harus diisi dengan csdropdown. SELECT <namafield> FROM <namatabel> GROUP BY <namafield> Gambar 1. Syntax SELECT - GROUP BY Query dapat dilakukan dengan menggunakan GROUP BY, sehingga data yang sama pada field yang dituju hanya akan ditampilkan satu kali. Syntax query SELECT dengan GROUP BY dapat dilihat pada Gambar 1 Sebagai contoh, untuk membuat sebuah view referensi nama pengarang pada sebuah tabel bernama TabelJudul, Implementasi contoh ini dapat dilihat pada Gambar 2. SELECT pengarang FROM TabelJudul GROUP BY pengarang Gambar 2. Contoh summary terhadap sebuah tabel tunggal Contoh penerapan lain dilakukan pada subyek, dimana sebuah judul buku akan berisi beberapa subyek. Pada kasus ini tabel Judul tidak perlu ikut diquery. Query hanya dilakukan pada table TabelSubyek yang berisi field NomorKatalog dan subyek. SELECT subyek FROM TabelSubyek GROUP BY subyek Gambar 3. Contoh summary terhadap sebuah tabel detail yang merupakan bagian dari satu set tabel Dimana field NomorKatalog mengacu pada tabel judul yang mempunyai NomorKatalog sebagai Primary Key. Teknologi Informasi Page 19 of 32 Penyediaan Data Referensi

Contoh penerapan ini dapat dilihat pada Gambar 3. Sedangkan pada contoh aplikasi yang dipergunakan, dilakukan query terhadap MBarang untuk mendapatkan view RefMerek yang merupakan summary dari field merek pada MBarang tersebut. SELECT Merek FROM MBarang GROUP BY merek Gambar 4. Contoh summary field Merek dari Tabel MBarang Relasi antara MBarang dengan RefMerek dapat diilustrasikan pada Gambar 4. Jika mempergunakan view, maka view yang dihasilkan akan dipanggil oleh dataset untuk kemudian dimasukkan ke komponen DBComboBox. Sedangkan untuk implementasi dalam bentuk SQL, maka cukup diketikkan dalam dataset TQuery. Gambar 4. Relasi Tabel dengan view summary Selanjutnya ketika suatu data yang di dalamnya berisi field yang mengacu kepada data referensi tersebut diisi, maka data dari view yang sudah dipersiapkan menjadi pilihan untuk mengisi field tersebut. Karena nilai pada DBComboBox dapat diedit, maka ketika pemakai mendapati tidak ada pilihan nilai yang diharapkannya pada DBComboBox, pemakai dapat memasukkan nilai yang diinginkan pada box editor DBComboBox. Ada dua efektifitas dari penggunaan view referensi ini: Pertama: tidak perlu menyediakan tabel data referensi yang harus diisi secara tersendiri, sehingga mempersingkat proses dan waktu. Data referensi yang dihasilkan oleh view otomatis akan bertambah seiring dengan bertambahnya variasi data pada field yang dijadikan view referensi. Ketika terjadi perbaikan data, maka secara otomatis view referensi akan menyesuaikan. Kedua: karena tidak perlu menyediakan tabel data referensi, maka tidak diperlukan proses pengecekan data, hanya diperlukan proses query untuk menghasilkan referensi data. SIMPULAN 1. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk mempergunakan view sebagai data referensi: Data tersebut tidak memerlukan informasi lain baik bagi tabel yang sedang dirancang maupun tabel lainnya yang mengacu pada data referensi tersebut. 2. Penggunaan view pada kondisi yang ditentukan dapat menghemat waktu, proses dan penyimpanan. 3. Selain menggunakan view untuk penyediaan data referensi, dalam aplikasi dapat digunakan Query pada dataset yang dibaca dan dimasukkan ke combobox ataupun komponen lainnya. 4. Pada satu set data yang bersifat master-detail dimana pengisian field dari suatu referensi data disimpan pada tabel detail, query untuk melakukan summary hanya dilakukan pada tabel detailnya yang berisi informasi yang akan dibuat referensi tersebut. Teknologi Informasi Page 20 of 32 Penyediaan Data Referensi

Saran Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menerapkan apa yang sudah dijabarkan pada karya tulis ini pada program-program yang mempunyai kasus yang sesuai dengan kondisi yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA [1] Silberschatz, Abraham., Korth, F. Henry., Sudarshan, S. 1997. Database System Concepts. USA. Mc Graw- Hill. [2] Rob, P. and Coronel, C., Database Systems: Design, Implementation, and Management. Boston- Massachusets; Thomson Course Technology., 2009. [3] Atzeni, Paulo., Ceri, Stefano., Paraboschi, Stefano., Torlonne, Ricardo. 1999. Databases System - Concept, Language And Architecture. USA. Mc Graw-Hill. [4] Connolly, Thomas. & Begg, Carolyn. 2005. Database Systems 4th edition - A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Essex, UK; Addison Wesley - Pearson Education. [5] Afrati, Foto. & Kiourtis, Nikos. Query Answering Using Views In The Presence of Dependencies, 2008, Auckland - New Zealand; International Workshop on New Trends in Information Integration. [6] Lipyeow Lim, Haixun Wang, Min Wang. Unifying Data and Domain Knowledge Using Virtual Views, 2007, Vienna - Austria; 33rd International Conference on Very Large Data Bases. [7] Endresi, Markus. & Kiebling, Warneri. Optimization of Preference Queries With Multiple Constraint, 2008, Auckland - New Zealand; PersDB 2008-2nd International Workshop on Personalized Access, Profile Management, and Context Awareness: Databases. Teknologi Informasi Page 21 of 32 Penyediaan Data Referensi