Gambar 3 Lampu tabung.

dokumen-dokumen yang mirip
4 METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan tempat 4.2 Alat dan bahan 4.3 Metode pengambilan data

3 METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH PERBEDAAN POSISI PENEMPATAN LAMPU TABUNG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG NELA INDAH ERMAWATI

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1 : Juni 2015

BAHAN DAN METODE. Gambar 2. Bibit Caladium asal Kultur Jaringan

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2015 di

Balai Diklat Perikanan Banyuwangi

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

III. METODELOGI PENELITIAN

CONTOH SOAL FISIKA OSN KE-1 Oleh: Enjang Jaenal Mustopa

Kajian Pemanfaatan Ballast Elektronik Bekas Pada Lampu TL

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Waktu dan Tempat. Materi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Maret - 25 April 2012 di Laboratorium

III. BAHAN DAN METODE

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN LAMPU TABUNG BEREFLEKTOR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG SITI ROHANAH

Penyusun: Tim Laboratorium Energi

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

FASILITAS LABORATORIUM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. : Airfoil Clark Y Flat Bottom. : Bolam lampu 360 Watt

BAB 4 HASL DAN PEMBAHASAN

Tugas akhir BAB III METODE PENELETIAN. alat destilasi tersebut banyak atau sedikit, maka diujilah dengan penyerap

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

3 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK. (Selection on bait and hook number of vertical line) Oleh:

BAB III BAHAN DAN METODE

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Alat dan Bahan

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Bagan

BAB III METODE PENELITIAN. lamongan dan di Laboratorium Biofisika Departemen Fisika Fakultas Sains dan

JURNAL PEMANFAATAN SUBERDAYA PERIKANAN

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

2 TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Macam-macam lampu tabung (

BAB I PENDAHULUAN. adalah lebih hemat energi. Untuk menghidupkan lampu LED tersebut dapat

PETUNJUK PENGGUNAAN KIPAS ANGIN DENGAN LAMPU NEON & RADIO AM/FM POWER AC/DC ISI ULANG

SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.

Schematic Diagram. Keterangan : : lampu indikator power : lampu indikator filamen : Relay

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Daya dan Alat Mesin Pertanian, Jurusan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDEKATAN RANCANGAN Kriteria Rancangan

METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan. 3.2 Alat dan Bahan Bahan Alat

MODUL TATA CAHAYA. Desain Interior Universitas Esa Unggul. Oleh: Muhammad Fauzi. S.Des., M.Ds

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2015 Juni 2015 di Laboratorium

LAPORAN MUTASI BARANG PERSEDIAAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2014 TAHUN ANGGARAN :2014

BAB III RANCANG BANGUNG MBG

BAB III PERANCANGAN, INSTALASI PERALATAN DAN PENGUJIAN

Kegiatan Semester 2. Sumber: Kegiatan Semester 2 103

RAB ENERGI TERBARUKAN (SMA/SMK)

BAB III METODOLOGI. Genset 1100 watt berbahan bakar gas antara lain. 2 perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau altenator.

BAB III METODE PENELITIAN. Chlorella sp. tiap perlakuan. Data di analisa menggunakan statistik One Way

ANALISIS SIFAT GELOMBANG PADA FLUIDA DENGAN TANGKI RIAK

RANCANG BANGUN KONVERSI ENERGI SURYA MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN MODEL ELEVATED SOLAR TOWER

Sumber : Wiryawan (2009) Gambar 9 Peta Teluk Jakarta

3. BAHAN DAN METODE Kegiatan penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu perancangan,

RANCANG BANGUN ALAT PENYENGAT NYAMUK LISTRIK. Achmad Solichan * ) Abstrak

3. METODE PENELITIAN

Pertanyaan Final SMA (wajib 1)

5 HASIL. kecepatan. dan 6 Sudu. dengan 6 sudu WIB, yaitu 15,9. rata-rata yang. sebesar 3,0. dihasilkan. ampere.

I. PENDAHULUAN Visi

BAB III METODE PENELITIAN. konsentrasi limbah cair tapioka (10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan 0% atau kontrol)

PENGUKURAN INTENSITAS PENCAHAYAAN PERTEMUAN KE 5 MIRTA DWI RAHMAH, S.KM,. M.KKK. PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

BAB 2 LANDASAN TEORI

3 METODOLOGI. Gambar 9 Peta lokasi penelitian.

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian

JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Studi ketertarikan ikan di keramba jaring apung terhadap warna cahaya lampu di perairan Sindulang I, Kecamatan Tuminting, Kota Manado

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bahan dan alat uji yang digunakan untuk pengumpulan data, pengujian, diagram

IV METODOLOGI PENELITIAN. Bahan penelitian yang akan digunakan adalah S. platensis, pupuk Azolla pinnata,

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Alat dan Bahan

Pengukuran dengan Tang Meter Dan Lux Meter

BERKAS SOAL OLIMPIADE BIDANG STUDI FISIKA

BAB III METODE. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode

PENGARUH ARUS LISTRIK TERHADAP WAKTU PINGSAN DAN PULIH IKAN PATIN IRVAN HIDAYAT SKRIPSI

Dr. Victor Yuardi Risonarta. Aktifitas: Dosen dan konsultan di Institut Teknologi Sepuluh November -Surabaya

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

YUNANTO KURNIAWAN D

BAB 4 HASIL UJI DAN ANALISA

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 17 Januari 2016 di UD.

BAB III METODE PENELITIAN

FIsika USAHA DAN ENERGI

BAB III METODE PENELITIAN

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

3. METODOLOGI PENELITIAN. Persiapan dan pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret

PENGUJIAN TINGKAT PENCAHAYAAN DI RUANG KULIAH SEKOLAH C LANTAI III- O5

Laporan Praktikum IPA Modul 6. Gelombang

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penelitian yaitu pengukuran nilai iluminasi pada medium udara yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Alat Penangkapan Ikan, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Tahap kedua penelitian yaitu persiapan dan pengoperasian bagan apung dilakukan di perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat dari bulan Juli sampai September 2010 (Lampiran 1). 3.2 Alat dan bahan Alat yang digunakan pada tahap pertama penelitian adalah bagan apung (Gambar pada Lampiran 2), lampu tabung, lampu dalam air, serok, luxmeter, termometer, penggaris, dan timbangan digital. Bahan yang digunakan pada tahap pertama penelitian merupakan bahan-bahan untuk pembuatan lampu dalam air yang terdiri atas lampu tabung, stoples Nutrisari, kabel listrik eterna, saklar, stop kontak listrik, stabilizer, generator listrik berdaya 1.000 watt, lampu tabung 24 watt, karet plastik, lem silicone rubber, dan terminal listrik. Alat yang digunakan pada tahap kedua penelitian adalah lampu tabung, lampu dalam air, luxmeter, karton hitam, penggaris, tali, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah lampu tabung dan lampu dalam air. Berikut ini adalah gambar lampu tabung merek Phillips 24 watt yang digunakan sebagai bahan penelitian tahap pertama dan kedua (Gambar 3). Gambar 3 Lampu tabung.

Pembuatan lampu dalam air diawali dengan memasukkan lampu TL kedalam stoples Nutrisari. Bagian atas stoples ditutup dengan lem dan karet plastik. Ujicoba kebocoran lampu dilakukan dengan cara memberi pemberat pada lampu, menenggelamkan lampu sedalam 1 m dan menyalakannya selama 1 jam. Jika tidak ada kebocoran pada stoples, maka pembuatan lampu dalam air dianggap berhasil. Konstruksi lampu dalam air dapat dilihat pada Gambar 4. 8 cm Lem Karet 18 cm Gambar 4 Konstruksi dan dimensi lampu dalam air. 3.3 Metode pengambilan data Metode untuk pengambilan data yang digunakan adalah metode percobaan. Operasi penangkapan dilakukan secara langsung pada bagan apung dengan menggunakan lampu tabung dan lampu dalam air di perairan teluk Palabuhanratu. Data yang dikumpulkan terdiri atas data nilai iluminasi cahaya dan hasil tangkapan yang diperoleh. Penelitian terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu pengukuran nilai iluminasi cahaya pada medium udara. Tahap kedua adalah pengukuran nilai iluminasi cahaya di dalam air dan operasi penangkapan bagan apung di Palabuhanratu. Pengukuran nilai iluminasi pada medium udara dilakukan dengan mengukur iluminasi lampu pada ruang gelap dengan kemiringan sudut tertentu. Pengukuran dilakukan bergantian antara lampu tabung dan lampu dalam air. Jarak antara luxmeter dan lampu sejauh 1 m (Gambar 6).

Gambar 6 Posisi pengukuran iluminasi cahaya dengan luxmeter pada sudut15, 30, 45, 60, 75, 90 hingga sudut 360. Prosedur pengoperasian bagan apung meliputi urutan sebagai berikut: 1) Pengoperasian alat tangkap dibagi dalam 3 kelompok waktu, yaitu pukul 19.00-22.00, 22.00-01.00, dan 01.00-04.00; 2) Penggunaan lampu tabung dan lampu dalam air bergantian secara acak seiring dengan kelompok waktu penangkapan; 3) Pelaksanaan percobaan ini diawali dengan merangkai 4 buah lampu untuk setiap jenis lampu pada setiap operasi penangkapan;

4) Lampu tabung digantungkan pada ketinggian 1 m di atas perukaan air laut, sedangkan lampu dalam air pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air laut; 5) Pengukuran iluminasi cahaya dilakukan setiap kedalaman 1 m sampai kedalaman 12 m. Posisi pengukuran iluminasi diatas bagan ditunjukkan pada Gambar 5; f 8 m a 1,3 m 2,6 m 3,9 m b c d e 8 m Keterangan : a : Titik tengah kerangka bagan; b : Posisi pengukuran 1,3 m; c : Posisi pengukuran 2,6 m;. d : Posisi pengukuran 3,9 m; e : Posisi penempatan 4 buah lampu; dan f : Kerangka bagan. Gambar 5 Posisi pengukuran iluminasi cahaya secara horizontal diatas jaring bagan. 6) Bobot total hasil tangkapan pada setiap perlakuan ditimbang dan diidentifikasi jenisnya; dan 7) Operasi penangkapan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan untuk setiap perlakuan lampu.

3.4 Metode analisis data Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Metode deskriptif komparatif adalah metode dengan menjelaskan dan melakukan perbandingan data hasil penelitian dari dua perlakuan yang berbeda. Pada penelitian ini dibandingkan antara data dengan menggunakan lampu tabung dan lampu dalam air. Hasil penelitian yang digunakan dalam analisis berupa data, grafik dan tabel. Perbandingan dilakukan antara lampu tabung standar di atas permukaan air dengan lampu tabung terbungkus stoples Nutrisasi di dalam air. Data yang diambil berupa nilai iluminasi cahaya pada medium udara dan medium air, serta hasil tangkapan yang diperoleh. Data tersebut diolah secara komparatif dan dibuat grafiknya untuk memudahkan dalam analisa deskriptif.