BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN HIDUP CV. EVERGREEN BUANA PRIMA SANDANG DI SLEMAN

PENDAHULUAN. Dokumen Upaya Pengelolaan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) Pembangunan SPBU Jrengik Sampang

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN HIDUP PT. COMRADINDO LINTASNUSA PERKASA DI SLEMAN

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN HIDUP PT. INDOMARCO PRISMATAMA

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN PONDOK WISATA DAN RUMAH MAKAN LOKAL DI SLEMAN

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN HIDUP GUDANG PERALATAN ELEKTRONIK DAN PERALATAN RUMAH TANGGA PT.JDCL DI SLEMAN

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN UD M JOINT EXCLUSIVE LEATHERCRAFT SLEMAN

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN,

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN,

DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (DPLH)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN PONDOK WISATA DAN RUMAH MAKAN LOKAL DI SLEMAN

PENGARUH JUMLAH LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN JALAN DI JALAN ASPAL KELAS III A DI KABUPATEN LAMONGAN

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN,

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN,

2012, No.71 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaita

Landasan Hukum Pengelolaan Air Limbah

UKL DAN UPL TPA SAMPAH TALANGAGUNG KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

TERMINAL JATIJAJAR KOTA DEPOK

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP KEGIATAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU)

10. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta;

BUPATI KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

SURAT PERMOHONAN PERSETUJUAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL)

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 122 TAHUN 2005 TENTANG

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan. Investigasi Kerusakan Lingkungan. PengelolaanLingkunganHidup:

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 108 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan BAB 1 Pendahuluan BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG CIUNG WANARA DI KABUPATEN GIANYAR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen lingkungan di dalam sebuah manajemen operasi tradisional

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai salah satu cara untuk memantau kinerja produksinya. Pengukuran

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BARITO KUALA KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR / 71 /KUM/2013

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

2 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 9 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI

ANALISA KINERJA LALU LINTAS AKIBAT DAMPAK DARI PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN STUDI KASUS PADA PROYEK PERUMAHAN BANANA PARK RESIDENCE SIDOARJO

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

`BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH

LAMPIRAN Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 122 Tahun 2005

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG

PROFIL BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (BPLH)

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BAB I PENDAHULUAN. berputar menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Mesuji.

RKL-RPL RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN PLTU TANJUNG JATI B UNIT 5 DAN 6 (2 X MW) DI KABUPATEN JEPARA, PROVINSI JAWA TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

GREEN TRANSPORTATION

Jangka waktu penyelesaian : ± 19 hari (pengumuman 5 hari, pemeriksaan 14 hari sejak formulir UKL UPL dinyatakan lengkap secara administrasi)

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

Syarat Bangunan Gedung

EVALUASI PELAYANAN LAHAN PARKIR KENDARAAN RODA EMPAT DI TERMINAL 1 BANDAR UDARA SOEKARNO HATTA TANGERANG BANTEN*

Tabel Hasil Proses Pelingkupan

Model Persamaan Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 45/MENLH/10/1997 TENTANG INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA LINGKUNGAN HIDUP

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

ISO Nur Hadi Wijaya

PERATURAN BANGUNAN /BUILDING REGULATION

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.231, 2010 KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP. Pengelolaan. Pemantauan. Lingkungan Hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lampiran I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 13 Tahun 2010 Tanggal : 7 Mei 2010

2016, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8

LAMPIRAN III. PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR : 50 TAHUN 2012 TANGGAL :

G U B E R N U R JAMB I

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 24 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

FORMULA. Bidang Tata Ruang ditetapkan. Σ Izin Pemanfaatan Ruang yang diterbitkan dalam 1 Tahuan FORMULA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERKANTORAN

Guna menghasilkan strategi sanitasi Kabupaten sebagaimana tersebut di

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 66 TAHUN 1993 T E N T A N G FASILITAS PARKIR UNTUK UMUM MENTERI PERHUBUNGAN,

Dasar Hukum yang Digunakan dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

PEMBINAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PROVINSI DKI JAKARTA

C. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN

PERBEDAAN AMDAL DAN ANDAL

PROFIL DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN WONOGIRI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 84 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN LINAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Perencanaan manajemen lingkungan hidup Industri Garmen CV. Evergreen Buana Prima Sandang di Sleman telah tersusun. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) tahap pra konstruksi sampai tahap operasional dapat dilihat pada Tabel 5.33. sampai Tabel 5.38. Berikut ini adalah kesimpulan dari hasil analisis dan penyusunan dokumen UKL-UPL: a. Peruntukan lokasi Industri Garmen CV. Evergreen Buana Prima Sandang sudah sesuai dengan tata ruang kawasan perkotaan, dimana Kecamatan Kalasan merupakan kawasan peruntukan industri. b. Luas RTH yang rencana dibangun sudah memenuhi aspek legal dimana Luas RTH CV. Evergreen Buana Prima Sandang adalah sebesar 31.1% dari total luas lahan. c. Kondisi air dan udara pada tapak proyek dan tetangga tidak ada yang melapaui baku mutu yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada pengelolaan lebih lanjut pada masa pra konstruksi. d. Kebutuhan air bersih CV. Evergreen Buana Prima sandang adalah sebesar 12.276 m 3 /hari yang digunakan oleh 200 karyawan industri, baik pada pabrik, kantor, maupun mess karyawan. e. Timbulan limbah cair, emisi, dan sampah sudah dapat diprediksi, dikelola dan dipantau dengan baik. Analisis timbulan limba cair, emisi, dan sampah dapat dilihat pada subbab 5.5. subbab 5.7. f. Perencanaan pengelolaan sanitasi sudah direncanakan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku serta hasil perhitungan kapasitas limbah cair yang ditimbulkan. Perencanaan pengelolaan sanitasi dapat dilihat pada subbab 5.8. g. Analisis bahaya K3 sudah dibuat dan bentuk penanggulan serta pengendalian sudah direncanakan. Analisis bahaya K3 dapat dilihat pada subbab 5.9. h. Dalam kajian arus lalu lintas, tidak ada rekomendasi khusus terkait arus lalu lintas di Jalan Melati pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan operasional. Ruang parkir yang direncanakan sudah memenuhi regulasi yang berlaku. 136

6.2. Saran Saran yang dapat direkomendasikan dalam menjalankan perencanaan manajemen lingkungan hidup yang telah dibuat yaitu: a. Perencanaan manajemen lingkungan hidup yang telah dibuat harus dilaksanakan oleh pemrakarsa sesuai dengan dokumen UKL-UPL. b. Partisipasi dari pemrakarsa, pemerintah, dan masyarakat diperlukan agar manajemen lingkungan hidup dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat komitmen dan pelaporan tertulis terhadap upaya pengelolaan dan pemantauan manajemen lingkungan hidup yang telah dilakukan. 137

DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. (2014). Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan IV-Tahun 2013. Retrieved March 31, 2014, from http://www.bps.go.id/brs_file/industri_03feb14.pdf Birry, A. A., Brigden, K., Casper, K., Cobbing, M., Crawford, T., Dawe, A., Vilmavicuite, I. (2013). Toxic Threads : Meracuni Surga. Amsterdam. Retrieved from greenpeace.org Darsono, V. (2012a). Sistem Manajemen Lingkungan Waroeng Steak dan Shake. (Penelitian). Badan Lingkungan Hidup Sleman. Yogyakarta. Darsono, V. (2013). Panduan Pengelolaan Green Industry. Cahaya Atma Pustaka: Yogyakarta. Direktorat Jenderal Bina Marga. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).Jakarta. Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2004). Profil Kota Yogyakarta. Yogyakarta. Effendi, Hefni. (2004). Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. George, B., & Dragolea, L. (2013). Implementation of environmental management systems ISO 14001 or EMAS, 4(3). Hadiwiardjo, B.H. (2004). ISO 14001 Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hidayat, M. N. (2011). Sistem Manajemen Lingkungan Untuk Memperoleh Sertifikasi ISO 14001 di PT. Traktindo Utama Surabaya. Jurnal Ilmu Lingkungan, 8(1), 50 57. Hobbs, F. (1995). Perencanaan dan Teknik Lalu lintas. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Hoffman, A. (1994). Organizational change and the greening process at Amoco. Total Quality Environmental Management, 1, 1 21. Homburger W.S. James H Kell and David D. Perkins, Fundamental of Traffic Planning Engineering, 13 Th edition, Institute of Transportation Studies, University of California at Berkeley, 1992. 138

Keputusan Bupati Sleman Nomor 17 Tahun 2004 Pengelolaan Lingkungan Hidup. 24 April 2004. Yogyakarta. Keputusan Bupati Sleman Nomor 210.IPT/Kep.KDH/A/2013 Izin Pemanfaatan Tanah CV. Evergreen Buana Prima Sandang Untuk Industri Garmen di Padukuhan Kadirojo II, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Seluas 4.347 m 2. 14 Januari 2013. Yogyakarta. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272 Tahun 1996 Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 153 Tahun 2002 Baku Mutu Udara Ambien Daerah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996 Baku Tingkat Kebisingan. 25 November 1996. Jakarta. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-51/MENLH/10/1995 Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri. 12 Agustus 1995. Jakarta. Massoud, J. A., Daily, B. F., & Bishop, J. W. (2011). Perceptions of environmental management systems an examination of the Mexican manufacturing sector. Industrial Management & Data Systems, 111(1), 5 19. doi:10.1108/02635571111099703 Matthews, D. H. (2003). Environmental management systems for internal corporate environmental benchmarking. Benchmarking, 10, 95 106. Retrieved from www.emeraldinsight.com/researchregister McCloskey, J., & Maddock, S. (1994). Environmental management: Its role in corporate strategy. Management Decision, 32(1), 27 32. doi:10.1108/00251749410050651 Met Calf and Eddy. (1997). Wastewater Engineering, Treatment, Disposal and Reuse, Re Use. McGraw Hill Series Water Resources and Environmental Engineering. New York. OHSAS 18001. (2007). Occupational Health and Safety Management System Requirement. Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 Tahun 2012 Tahapan Pemberian Izin. 15 Mei 2012. Yogyakarta. 139

Peraturan Bupati Sleman Nomor 18/Per.Bup/A/2005 Persyaratan Tata Bangunan dan Lingkungan. 5 Mei 2005. Yogyakarta. Peraturan Bupati Sleman Nomor 49 Tahun 2012 Pentunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 5 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung. 8 November 2012. Yogyakarta. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2005 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Sleman Tahun 2006-2025. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031. 10 Agustus 2012. Sleman Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 19 Tahun 2001 Izin Peruntukan Penggunaan Tanah. 12 November 2001. Yogyakarta. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2012 Bangunan Gedung. 12 Januari 2012. Yogyakarta. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. 11 Januari 2007. Jakarta. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air. 3 September 1990. Jakarta. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Persyaratan Kualitas Air Minum. 19 April 2010. Jakarta. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. 19 Nopember 2002. Jakarta. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2009 Pemanfaatan Air Hujan.15 April 2009. Jakarta Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 140

dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan Hidup. 7 Mei 2010. Jakarta. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. 25 Maret 2013. Jakarta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008 Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran dan Bangunan Gedung dan Lingkungan. 30 Desember 2008. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya. Jakarta. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 39 Tahun 2006 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrestruktur Tahun 2007. 29 Desember 2006. Jakarta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 14 Tahun 2008 Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan. 6 Maret 2006. Jakarta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1980 Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. 9 Juni 1980. Jakarta. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1980 Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan. 14 April 1980. Jakarta. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Pengawasan Instalasi Penyalur Petir. 21 Februari 1989. Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 Pengendalian Pencemaran Air. 5 Juni 1990. Jakarta. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 Izin Lingkungan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2013 Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. 15 Oktober 2012. Jakarta 141

Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 64 Tahun 2007 Pedoman Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan, Upaya Pemantauan Lingkungan dan Dokumen Pengelolaan Lingkungan. 8 Oktober 2007. Yogyakarta Psomas, E. L., Fotopoulos, C. V., & Kafetzopoulos, D. P. (2011). Motives, difficulties and benefits in implementing the ISO 14001 environmental management system. Management of Environmental Quality: An International Journal, 22(4), 502 521. doi:10.1108/14777831111136090 Rowland-Jones, R., Pryde, M., & Cresser, M. (2005). An evaluation of current environmental management systems as indicators of environmental performance. Management of Environmental Quality, 211 218. Schiffman, R. I., Delaney, B. T., Scott, F., & Hamilton, E. (1997). Implement an ISO 14001 environmental management system. Chemical Engineering Progress, 41 58. Srikandi, N., dan Driejana. (2009). Pengaruh Karakteristik Faktor Emisi Terhadap Estimasi Beban Emisi Oksida Nitrogen (NOx) dari Sektor Transportasi. Faculty of Civil and Environmental Engineering. Bandung : ITB. Standar Nasional Indonesia 03-1746-2002 Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar Untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung. 29 Desember 2000. Jakarta Standar Nasional Indonesia 03-2398-2002 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Dengan Sistem Resapan. 5 September 2012.Jakarta Standar Nasional Indonesia 03-2453-2002 Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan. 5 September 2002. Jakarta Standar Nasional Indonesia 3242-2008 Pengelolaan Sampah di Permukiman. 27 April 2006. Jakarta. Sturm, A., & Upasena, S. (1998). ISO 14001 - Implementing an environmental management system (2.02 ed., Vol. 9320). Basel: Ellipson. Retrieved from www.ellipson.com Suhadi, Dollaris R. (2008). Penyusunan Petunjuk Teknis Perkiraan Beban Pencemaran Udara dari Kendaraan Bermotor Di Indonesia. Kementrian Lingkungan Hidup. Sutarto. (2013). Penggunaan Mikroorganisme Sebagai Agensia Bioremediasi, Sanitasi dan Perombakan Sampah. (Skripsi). Faculty of Civil and Environmental Engineering. Bandung : ITB. 142

Tamin, Z. (1997). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung. Thompson, L. M. (2009). Creating a culturally relevant environmental management system for a metis workplace. University of Manitoba. Tias, N. P. (2009). Efektivitas pelaksanaan AMDAL dan UKL-UPL dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Kudus. Universitas Diponegoro Semarang. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Sumber Daya Air. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tenaga Kerja. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Pengelolaan Sampah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yudo, S. (2000). Manfaat pemantauan dalam bidang pengelolaan lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 1(3), 270 277. 143