PEMANFAATAN GOOGLE MAPS API UNTUK VISUALISASI DATA BASE TRANSCEIVER STATION

dokumen-dokumen yang mirip
Menampilkan Google Maps V3 pada halaman website

PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

10 - SIG Berbasis Web. by: Ahmad Syauqi Ahsan

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB

Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia

DAFTAR ISI. WebSIGIT - Web Sistem Informasi Geografis Infrastruktur Terpadu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MEMBANGUN SISTEM NAVIGASI DI SURABAYA MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API

Rancang Bangun Aplikasi POI Search Menggunakan Google Maps API Berbasis Web

SISTEM PEMETAAN AREA PERSAWAHAN DESA GANTUNG KABUAT EN BELITUNG TIMUR BERBASIS GEORAPHICAL INFORMATION SYSTEM

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API STUDI KASUS KABUPATEN MOJOKERTO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Ada beberapa penelitian tentang web dan data. perumahan yang pernah dibahas oleh beberapa mahasiswa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan

Jurnal JARKOM Vol. 2 No. 1 Desember 2014

WebGIS-PT Website Geographic Information System - Pariwisata Terpadu 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Pemanfaatan Google Maps dalam Pembuatan Aplikasi Pemantau Kondisi Jalan dan Lalu lintas

Menampilkan multiple marker Google Maps API

Benni Agung Nugroho Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Kediri

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang

8 JURNAL INFORMATIKA & MULTIMEDIA, Vol. 07, No. 01, Tahun Benni Agung Nugroho 1, Fery Sofian Efendi 2

BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat.

Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Potensi Usaha Industri Kreatif

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Untuk membangun aplikasi ini, ada beberapa dasar penelitian seperti,

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN PARIWISATA KABUPATEN PESISIR BARAT BERBASIS WEB

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA DI KABUPATEN LANGKAT BERBASIS ANDROID

KNSI PEMBANGUNAN APLIKASI TRAVELING GUIDE KOTA BOGOR MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API

Instalasi Aplikasi Pada Perangkat Mobile. instalasi aplikasi pada perangkat mobile berbasis android :

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:

Pengembangan Aplikasi City Guide Berbasis Android

Rancang Bangun Aplikasi Location-Based Service Pencarian Lokasi Wisata Di Kota Semarang Berbasis Android

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Tugas Modul 2-3. <?php //Header File XML header("content-type: text/xml"); include("koneksi.php");

MENAMPILKAN GOOGLE MAPS DI WEB BROWSER DENGAN HTML5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Beberapa acuan yang digunakan dalam pengembangan sistem dan aplikasi

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. atau tata cara memperoleh rute pariwisata di Provinsi Jawa Barat yang sedang

Bab 3 Perancangan Sistem

PEMETAAN MENARA TELEKOMUNIKASI OPERATOR INDOSAT SUB CLUSTER LUBUK PAKAM BERBASIS ANDROID

BAB 3 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PETA UI BERBASIS GOOGLE MAPS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan data, serta dapat

Web GIS untuk Bank Swasta di Kota Semarang

APLIKASI WISATA BATAM MENGGUNAKAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE BERBASIS WEBGIS. Abstrak

Jurnal Komputer Terapan Vol. 3, No. 1, Mei 2017, Jurnal Politeknik Caltex Riau

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG

Perancangan Aplikasi Sistem Navigasi Objek Wisata berbasis Android pada Dinas Pariwisata Kota Makassar

BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai ibukota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota

PEMANFAATAN GOOGLE MAP API PADA APLIKASI PENCARIAN LOKASI DEPARTMENT STORE BERBASIS WEB

4.2. Sistem Penerima Data Stasiun Cuaca HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Teknologi Ponsel Struktur Menu

BAB 3 LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ONLINE SEBAGAI PENUNJANG BISNIS DIGITAL DENGAN GOOGLE JAVASCRIPT

Bermain dengan Marker Google Maps API

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB MENGENAI PENYEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN, PERUMAHAN, DAN RUMAH SAKIT DI KOTA BEKASI. Fie Jannatin Aliyah

BAB II. Gambar 1. Komponen Kunci Sistem Informasi Geografis

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. antarmuka, menu yang tersedia pada sistem, form-form masukan, analisis kinerja

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Sistem yang dibuat adalah sistem yang berbasis web (online), sehingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENCARIAN LOKASI BANK DI KOTA PALEMBANG. Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar, Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan

BAB I PENDAHULUAN. Android merupakan sebuah sistem operasi yang sedang. populer, pada tanggal 3 September 2013 telah mencapai 1 miliar

Menu ini dapat dipilih menggunakan mouse dengan mengklik kiri mouse. berdasarkan pada pencarian Region, Vendor dan Alarm Highlight.

BAB I PENDAHULUAN. (SIG) adalah salah satu sistem informasi yang dibahas dalam ilmu komputer, yang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMANTAUAN PENYEBARAN TENAGA PENGAJAR (Studi Kasus: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar)

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SHOWROOM DAN BENGKEL MOBIL DI SURABAYA BERBASIS WEB

APLIKASI PENGINGAT AGENDA BERDASARKAN LOKASI DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) BERBASIS ANDROID

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

APLIKASI MOBILE GIS UNTUK PEMETAAN BEAUTY CENTER

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BENGKEL SEPEDA MOTOR DI SAMARINDA MENGGUNAKAN QUANTUM GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM

Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tempat Indekos Pada Perangkat Mobile Android

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP

PORTAL PENCARIAN PROPERTI BERBASIS ANDROID DENGAN MEMANFAATKAN GPS DAN GOOGLE MAPS API

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN JALAN DESA BERBASIS MOBILE ANDROID

Oki Ria Hermawan 1), Harjono 2) Jl. Raya Dukuhwaluh PO. Box 202 Purwokerto )

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom

Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Pada Perangkat Mobile Dengan Penentuan Posisi User Menggunakan Cell ID

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal SCRIPT Vol. 1 No. 2 Januari 2014

SISTEM INFORMASI PENCARI KERJA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

APLIKASI INFORMASI PARIWISATA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS MOBILE PLATFORM BLACKBERRY

SISTEM INFORMASI PENJUALAN ONLINE SEPATU PADA TOKO STARS SHOP MEDAN

APLIKASI PENCARIAN RUTE DAN INFORMASI MALL BERBASIS ANDROID. Abstrak

Sistem Informasi Geografis Perumahan Di Kota Manado Berbasis Web

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian. beberapa studi yang pernah dilakukan yang

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA KOTA SAMARINDA BERBASIS WEB

APLIKASI PEMETAAN LOKASI RUMAH IBADAH PURA DI DKI JAKARTA PADA PERANGKAT ANDROID BERBASIS LBS

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

Penting : Tampilan yang optimal disarankan Anda menggunakan Browser : Mozilla Firefox, Anda bisa Download Disini!

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI HOTEL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SVG

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota

Kata Pengantar. 2. Bapak Putu Wira Buana, S.Kom., M.T., selaku pembimbing II yang sudah membimbing dan mengarahlan penulis.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN SISTEM SISTEM PENCARIAN LOKASI PERGURUAN TINGGI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN GOOGLE

Transkripsi:

PEMANFAATAN GOOGLE MAPS API UNTUK VISUALISASI DATA BASE TRANSCEIVER STATION Septia Rani Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta 55184 Email : septia.rani@uii.ac.id ABSTRACT This paper discusses the use of the Google Maps API to perform data visualization for Base Transceiver Station (BTS) data. BTS are typically used by telecommunications companies to facilitate wireless communication between communication devices with the network operator. Each BTS has important information such as it s location, it s transaction traffic, as well as information about revenue. With the implementation of BTS data visualization using the Google Maps API, key information owned by each BTS can be presented more attractive and also easier to understand. BTS data visualization supports decision-making processes related to company policies such as marketing strategy in order to increase the revenue of the company. Keywords : Google Maps, Data Visualization, Base Transceiver Station. 1. PENDAHULUAN Teknologi internet yang saat ini berkembang pesat telah memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mendapatkan informasi. Dengan memanfaatkan internet, kita bisa mengakses dan menemukan banyak informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kehadiran internet dan juga adanya kebutuhan akan informasi telah mendorong munculnya banyak sistem informasi, termasuk sistem informasi yang menggunakan peta geografis. Sistem informasi geografis adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan (Burrough, 1986). Teknologi sistem informasi geografis dapat mengintegrasikan antara basisdata dengan berbagai keuntungan analisis geografis yang disajikan dalam bentuk peta. Sistem informasi geografis (SIG) telah diaplikasikan untuk berbagai keperluan, diantaranya: SIG dalam bidang kelautan dan perikanan (Zainuddin, 2006), SIG untuk menentukan daerah prioritas rehabilitasi (Narulita dkk., 2008), SIG untuk pemantauan posisi kendaraan (Hanifah dkk., 2010), dan SIG untuk mengetahui lokasi industri (Setiaji, 2012). Google Maps merupakan salah satu layanan yang menyediakan peta online dan citra satelit. Layanan yang disediakan oleh Google ini cukup interaktif dan dapat dimanfaatkan oleh developer web yang ingin mengembangkan sebuah sistem informasi geografis. Beberapa aplikasi yang pernah dikembangkan dengan memanfaatkan Google Maps diantaranya: aplikasi peta kampus (Ichtiara, 2008), SIG untuk pemetaan pariwisata (Swastikayana, 2011), dan aplikasi untuk sistem informasi pariwisata (Purnomo, 2015). Google Maps memiliki banyak fitur, diantaranya yaitu pencarian (search) dan integrasi bisnis. Fitur - fitur yang dimiliki oleh Google Maps ini dapat dimanfaatkan oleh suatu perusahaan atau institusi untuk mengetahui persebaran aset yang dimiliki. Pada makalah ini, penulis memanfaatkan Google Maps API untuk melakukan visualisasi data Base Transceiver Station (BTS) yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi XYZ. Keberadaan BTS bagi masyarakat sangat penting karena perangkat tersebut dapat mengirimkan dan menerima sinyal dari perangkat mobile seperti telepon seluler, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi 1

Teknoin Vol. 22 No.21Juni 2016 : 01-09 dengan jaringan operator. Tujuan dari implementasi ini antara lain agar suatu perusahaan telekomunikasi dapat mengetahui letak aset BTS yang dimiliki beserta informasi yang tersimpan di setiap BTS. Pembahasan pada makalah ini disusun sebagai berikut. Bagian 2 menjelaskan tentang Google Maps API. Bagian 3 mendeskripsikan implementasi yang dilakukan. Terakhir, kesimpulan dari makalah ini dijelaskan di bagian 4. 2. GOOGLE MAPS API Google Maps merupakan suatu layanan internet gratis yang dikeluarkan oleh Google Inc. dengan menyediakan teknologi pemetaan canggih yang dapat menampilkan peta suatu tempat di dunia. Fitur - fitur yang disediakan oleh Google Maps diantaranya sebagai berikut : a. Foto Satelit Dengan fitur foto satelit ini, pengguna Google Maps dapat melihat gambar yang sama sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. b. Hasil Pencarian dan Integrasi Bisnis Fitur ini mempermudah pengguna dalam mencari suatu tempat yang ingin dikunjungi. Tempat yang dicari dapat berupa tempat wisata, tempat penginapan, tempat perbelanjaan, dan sarana umum lainnya. c. Draggable Maps Fitur ini memungkinkan peta yang ditampilkan dapat digeser dengan menggunakan bantuan mouse. d. Zooming Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat peta secara lengkap dan detail dengan cara zooming (memperbesar) pada bagian peta yang diinginkan. e. Terrains Maps Fitur ini menyediakan informasi mengenai peta fisik atau peta topografi yang umumnya disediakan oleh buku peta atlas. Contohnya seperti informasi lokasi gunung berapi aktif di pulau Sumatera. f. Street View Dengan fitur ini pengguna dapat mengecek situasi jalan di tempat tertentu, misalnya mengecek situasi jalan di depan toko es krim favorit. g. Petunjuk Arah Berkendara Google Maps juga menyediakan fitur yang memberikan petunjuk arah dalam berkendara menuju suatu tempat. Google Maps dapat mendeteksi keberadaan pengguna dan meminta pengguna untuk memasukkan tempat tujuan yang diinginkan. Dengan kedua informasi tersebut maka Google Maps akan memberikan informasi jalan yang harus dilalui untuk menuju ke tempat tujuan. Penggunaan Google Maps memiliki kelebihan, antara lain sebagai berikut : a. Menampilkan peta jalan sesuai dengan keadaan nyata. b. Tampilan peta dapat diubah sesuai dengan tampilan aslinya menggunakan fitur satelit. c. Konten data yang ditambahkan ke peta akan disimpan di sisi server, bukan di sisi klien, sehingga data yang dimiliki menjadi lebih aman. Google Maps API (Application Programming Interfaces) memungkinkan developer untuk mengkustomisasi peta dan informasi yang ditampilkan pada peta. Dengan API ini, developer dapat menambahkan Google Maps di halaman web milik sendiri. API menyediakan sejumlah utilitas/fungsi yang dapat digunakan untuk memanipulasi peta dan menambahkan konten ke dalam peta, sehingga memungkinkan developer untuk membuat aplikasi peta yang interaktif. Berikut ini akan dijelaskan beberapa fungsi Google Maps Javascript API yang diimplementasikan pada makalah ini. a. Map Sederhana Peta akan ditampilkan sesuai dengan input yang ada di dalam script. Berikut ini script untuk menampilkan map sederhana : 2

<html> <head> <script src="http://maps.googleapis.com/maps/api/js"> function initialize() { center:new google.maps.latlng(-7.7591,110.3842), zoom:8, maptypeid:google.maps.maptypeid.roadmap ; var map=new google.maps.map(document.getelementbyid </head> <body> <div id="googlemap" style="width:500px;height:380px;"> </div> </body> </html> Output tampilan dari map sederhana dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar peta yang tampil akan berpusat di koordinat latitude dan longitude sesuai dengan yang dituliskan pada kode program. var x=new google.maps.latlng(-6.8959,109.6394); var bandung=new google.maps.latlng(-6.9034,107.5731); var jogja=new google.maps.latlng(-7.8032,110.3398); function initialize() { center:x, zoom:7, maptypeid:google.maps.maptypeid.roadmap ; var map=new google.maps.map(document.getelementbyid var mytrip=[jogja,bandung]; var flightpath=new google.maps.polyline({ path:mytrip, strokecolor:"#ff0000", strokeopacity:0.5, strokeweight:4 flightpath.setmap(map); Output tampilan dari penggunaan polyline simple dapat dilihat pada Gambar 2. Pada contoh tersebut dibuat garis yang menghubungkan antara kota Bandung dengan kota Yogyakarta. Gambar. 2 Polyline Simple pada Google Maps. Gambar. 1 Contoh Peta Pada Google Maps. c. Polygon Simple Polygon merupakan pengembangan dari polyline. Polygon dapat digunakan sebagai tanda area suatu tempat. Berikut ini contoh script untuk menampilkan polygon simple. b. Polyline Simple Dengan menggunakan polyline simple, dapat dibuat garis antar titik pada peta. Garis dapat digunakan sebagai penanda dalam peta. Berikut ini contoh script untuk menampilkan polyline simple. var x=new google.maps.latlng(-7.8032,110.3398); var p1=new google.maps.latlng(-7.7032,110.3398); var p2=new google.maps.latlng(-7.8032,110.4398); var p3=new google.maps.latlng(-7.9032,110.3398); var p4=new google.maps.latlng(-7.8032,110.2398); 3

Teknoin Vol. 22 No.21Juni 2016 : 01-09 function initialize() { center:x, zoom:10, maptypeid: google.maps.maptypeid.roadmap ; var map=new google.maps.map(document.getelementbyid var mytrip=[p1,p2,p3,p4]; var flightpath=new google.maps.polygon({ path:mytrip, strokecolor:"#0000ff", strokeopacity:0.8, strokeweight:2, fillcolor:"#0000ff", fillopacity:0.4 flightpath.setmap(map); zoom:8, maptypeid:google.maps.maptypeid.roadmap ; var map=new google.maps.map(document.getelementbyid var marker=new google.maps.marker({ position:mycenter, marker.setmap(map); var infowindow = new google.maps.infowindow({ content:"selamat datang di Yogyakarta!" infowindow.open(map,marker); Output tampilan dari penggunaan info window dapat dilihat pada gambar 4. Output tampilan dari penggunaan polygon simple dapat dilihat pada gambar 3. Gambar.4 Info Window pada Google Maps. Gambar. 3 Polygon Simple pada Google Maps. d. Info Window Info window digunakan untuk memberikan informasi terhadap suatu titik yang terdapat pada peta. Dengan adanya info window, pengguna dapat mengetahui keterangan mengenai titik tersebut. Berikut ini contoh script untuk menampilkan info window. e. Event Closure Event closure ditunjukkan dengan mengklik suatu titik pada peta yang kemudian akan keluar info window sebagai keterangan pada titik yang ditandai tersebut. Berikut ini contoh script untuk event closure. var mycenter=new google.maps.latlng(-7.8032,110.3398); function initialize() { center:mycenter, 4

var mycenter=new google.maps.latlng(-7.8032,110.3398); function initialize() { center:mycenter, zoom:8, maptypeid:google.maps.maptypeid.roadmap ; var map=new google.maps.map(docum ent.getelementbyid var marker=new google.maps.marker({ position:mycenter, marker.setmap(map); var infowindow = new google.maps.infowindow({ content:"selamat datang di Yogyakarta!" google.maps.event.addlistener(marker, 'click', function() { infowindow.open(map,marker); Output tampilan dari penggunaan event closure sama seperti yang terlihat pada gambar 4. Perbedaannya adalah info window baru akan muncul setelah pengguna mengklik penanda (marker) pada peta. 3. IMPLEMENTASI Base Transceiver Station (BTS) merupakan pemancar sinyal, yang mana untuk setiap BTS biasanya terdiri atas beberapa cell yang memancarkan jenis sinyal yang berbeda (seperti sinyal GSM, sinyal 3G, dll). Pada makalah ini, sebagai contoh kasus maka akan dibuat sebuah aplikasi pelaporan data BTS untuk perusahaan telekomunikasi XYZ. Aplikasi yang dibuat bertujuan untuk memberikan visualisasi mengenai letak BTS - BTS yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dan dibatasi untuk wilayah tertentu (dalam implementasi kali ini dibatasi hanya untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta). Langkah - langkah yang dilakukan untuk implementasi sistem adalah sebagai berikut : a. Membuat desain user interface. b. Membuat fungsi untuk meng-generate query berdasarkan data-data pada form yang telah diisi oleh pengguna. c. Membuat mekanisme untuk parsing datadata cell hasil query dari file PHP ke file Javascript. Mekanisme parsing ini menggunakan XML. d. Membuat fungi - fungsi drawing menggunakan Javascript untuk menampilkan visualisasi cell di dalam Google Maps. Visualisasi cell menggunakan bentuk elips dan bentuk kerucut. Tampilan dari aplikasi yang telah dibuat dapat dilihat pada gambar 5. 5

Teknoin Vol. 22 No.21Juni 2016 : 01-09 Gambar.5 Halaman Utama Aplikasi. Pada saat pertama kali mengakses aplikasi, pengguna akan diminta untuk mengisikan pilihan data. Pilihan data yang harus diisi diantaranya pilihan bulan, branch, dan pilihan range (revenue, transaction, duration, traffic). Di sebelah kanan form isian ditampilkan gambar peta wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng - DIY) yang berpusat di kota Yogyakarta. Peta tersebut di-import dari layanan Google Maps. Selanjutnya di sebelah kanan peta terdapat keterangan gambar dan sebuah tabel yang akan berisikan daftar nama site BTS yang sesuai dengan pilihan (query) yang dimasukkan oleh pengguna. Setelah pengguna mengisikan pilihan di sebelah kiri dan mengklik tombol load, maka sistem akan segera memproses permintaan dari pengguna. Permintaan ini akan ditransformasikan menjadi sebuah query untuk mendapatkan cell - cell di basisdata yang memenuhi kriteria permintaan dari pengguna. Di browser pengguna akan ditampilkan alert yang berisi informasi mengenai banyaknya cell yang memenuhi kriteria yang sudah diisikan tadi. Pada contoh gambar 6, terdapat sebanyak 337 cell yang memenuhi kriteria sehingga akan digambarkan cell - cell tersebut pada peta. 6

Setelah proses drawing (menggambarkan cell - cell di peta) selesai, di peta akan muncul gambar bentuk - bentuk elips dan kerucut yang sangat kecil, seperti terlihat pada gambar 7. Masing - masing gambar merepresentasikan sebuah cell. Gambar - gambar tersebut dibuat berbeda untuk membedakan jenis band dari setiap cell, yaitu apakah GSM, 3G ataukah 4G. Tabel daftar nama site BTS juga telah berisi link - link yang apabila diklik akan mengarahkan peta ke lokasi nama site BTS yang bersangkutan. Gambar. 6 Alert Banyaknya Cell. Gambar. 7 Proses Drawing Selesai. 7

Sebagai contoh, pada saat pengguna mengklik tulisan link Rembang, Google Maps akan bergeser secara otomatis ke lokasi dengan site name Rembang. Tampilan gambarnya juga ikut diperbesar. Ilustrasi ini dapat dilihat pada Gambar 8. Setelah diperbesar, terlihat bahwa di site name Rembang terdapat dua buah cell yaitu sebuah cell GSM (direpresentasikan dengan gambar elips berwarna merah) yang mengarah ke barat daya dan sebuah cell 4G (direpresentasikan dengan gambar kerucut berwarna hijau) yang mengarah ke selatan. Gambar. 9 Tampilan Informasi Sebuah Cell. Gambar. 8 Peta Cell di Salah Satu Daerah. Selain tampilan berupa gambar peta, di Google Maps sendiri telah menyediakan fitur untuk mengubah tampilan sesuai dengan citra satelit. Pada gambar 10, bisa dilihat bagaimana aplikasi yang dikembangkan dapat merepresentasikan lokasi - lokasi cell di lapangan. Citra satelit sangat berguna terutama untuk mengetahui keadaan nyata di lapangan, seperti informasi apakah BTS terletak di daerah yang padat pemukiman atau tidak. Informasi seperti ini sangat berguna untuk mengambil keputusan terutama untuk upaya pemasaran dan promosi produk / layanan. Apabila pengguna mengklik suatu gambar cell tertentu yang tampil di Google Maps, akan muncul informasi lengkap mengenai cell tersebut di dalam Google Maps. Pada contoh Gambar 9, setelah pengguna mengklik pada area elips berwarna merah (cell GSM) maka akan muncul info window yang berisi informasi lengkap dari cell tersebut. Informasi yang ditampilkan meliputi informasi mengenai koordinat latitude dan longitude, arah cell, lokasi kecamatan dan kabupaten, besaran transaksi, durasi, dan rata-rata trafik, termasuk besaran revenue yang dihasilkan oleh cell tersebut. Gambar. 10 Tampilan Satelit. 8

Setelah dikembangkannya aplikasi visualisasi data Base Transceiver Station dengan memanfaatkan Google Maps, ada beberapa keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah : a. Aplikasi ini memberikan gambaran yang nyata mengenai lokasi serta bagaimana distribusi BTS-BTS. b. Penyajian informasi sebuah cell (untuk keperluan reporting) menjadi lebih menarik dan informatif karena menyertakan gambar petanya. c. Dengan melihat data persebaran BTS, aplikasi yang memanfaatkan Google Maps ini dapat membantu dalam hal pengadaan / pembangunan BTS baru. d. Aplikasi akan sangat membantu dalam hal pengambilan kebijakan perusahaan seperti contohnya dalam hal marketing. 4. KESIMPULAN Pemanfatan Google Maps API untuk visualisasi data Base Transceiver Station (BTS) membuat informasi - informasi penting yang dimiliki oleh BTS dapat disajikan dengan lebih menarik dan lebih mudah dipahami. Persebaran lokasi dari BTS menjadi lebih mudah untuk dipantau. Visualisasi data BTS ini juga mendukung proses pengambilan keputusan oleh perusahaan terkait kebijakan yang berkaitan dengan marketing dalam rangka meningkatkan revenue dari perusahaan. Untuk kedepannya, aplikasi visualisasi data BTS dapat dikembangkan agar dapat diakses dengan menggunakan perangkat mobile seperti ponsel Android. Selain itu juga perlu ditambahkan menu penunjuk arah dari lokasi pengguna ke lokasi BTS sehingga akan memudahkan petugas apabila ingin melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi BTS. DAFTAR PUSTAKA Burrough, P.A. Principles of Geographical Information Systems for Land Resources Assessment. Clarendon Press. Oxford. 1986. Hanifah, R., Isnanto, R.R., dan Christyono, Y. Simulasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemantauan Posisi Kendaraan Via SMS Gateway. TRANSMISI. 12 (2), 45-49. 2010. Ichtiara, C. Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Universitas Indonesia Berbasis Web dengan Menggunakan Google Maps API. Universitas Indonesia. Depok. 2008. Narulita, I., Rahmat, A., dan Maria, R. Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Menentukan Daerah Prioritas Rehabilitasi di Cekungan Bandung. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. Jilid 18 No.1. 23-35. 2008. Purnomo, A.S. Implementasi Google Maps API dengan PHP dan MySQL (Kasus: Sistem Informasi Pariwisata). Jurnal Teknologi Industri. Vol.21. No.1. 1-6. 2015. Setiaji, P. Sistem Informasi Geografis Industri di Kabupaten Kudus. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan (Semantik). 2012. Swastikayana, I.W.E. Sistem Informasi Geografis Berbasis Web untuk Pemetaan Pariwisata Kabupaten Gianyar. Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Yogyakarta. 2011. Zainuddin, M. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penelitian Perikanan dan Kelautan. Lokakarya Agenda Penelitian. Selayar. 2006. http://www.w3schools.com/googleapi/ diakses 7 Februari 2016. 9