BETERNAK KAMBING INTENSIF

dokumen-dokumen yang mirip
TERNAK KAMBING 1. PENDAHULUAN 2. BIBIT

Budidaya Ternak Kambing Dan Domba

V. PROFIL PETERNAK SAPI DESA SRIGADING. responden memberikan gambaran secara umum tentang keadaan dan latar

ANALISIS HASIL USAHA TERNAK SAPI DESA SRIGADING. seperti (kandang, peralatan, bibit, perawatan, pakan, pengobatan, dan tenaga

1. Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

TINJAUAN PUSTAKA. sangat populer di kalangan petani di Indonesia. Devendra dan Burn (1994)

PETUNJUK TEKNIS. Budidaya Ternak Kambing (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH) Agung Prabowo BPTP Sumatera Selatan. Report No. 51. STE.

II. TINJAUAN PUSTAKA

TEKNIS BUDIDAYA SAPI POTONG

Petunjuk Praktis Manajemen Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak sapi

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Chen et al., 2005). Bukti arkeologi menemukan bahwa kambing merupakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan hasil persilangan

Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN. Praktis Beternak Kambing/ Domba 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Ettawa (asal india) dengan Kambing Kacang yang telah terjadi beberapa

PENDAHULUAN. potensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia, dan

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 07/Permentan/OT.140/1/2008 TANGGAL : 30 Januari 2008

Manajemen Terpadu Pemeliharaan Sapi Bali PENDAHULUAN

KAMBING. Oleh : Tatok Hidayatul Rohman. Linnaeus, 1758

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan kambing tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (tipe

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang terregistrasi

PENANAMAN Untuk dapat meningkatkan produksi hijauan yang optimal dan berkualitas, maka perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman. Ada beberapa hal yan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kambing Kacang dengan kambing Ettawa. Kambing Jawarandu merupakan hasil

SILASE TONGKOL JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK RUMINANSIA

TERNAK KELINCI. Jenis kelinci budidaya

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016

BUDIDAYA BELIMBING MANIS ( Averhoa carambola L. )

I. PENDAHULUAN. sapi yang meningkat ini tidak diimbangi oleh peningkatan produksi daging sapi

Budidaya dan Pakan Ayam Buras. Oleh : Supriadi Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau.

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan

LAPORAN SEMENTARA ILMU PRODUKSI TERNAK POTONG PENGENALAN BANGSA-BANGSA TERNAK

TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Sapi Friesian Holstein (FH) Produktivitas Sapi Perah

TEKNIK PENGOLAHAN UMB (Urea Molases Blok) UNTUK TERNAK RUMINANSIA Catur Prasetiyono LOKA PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KEPRI

KLASIFIKASI PENGGEMUKAN KOMODITAS TERNAK SAPI Oleh, Suhardi, S.Pt.,MP

Siti Nurul Kamaliyah. SISTEM TIGA STRATA (Three Strata Farming System)

PENGAMATAN POST-MORTEM KUALITAS KULIT KAMBING DI KOTA MANADO

IbM TERNAK KAMBING Di DESA BAGAN MELIBUR DAN DESA API - API PROVINSI RIAU

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian Desa : Kelompok : I. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : Umur :...tahun 3. Alamat Tempat Tinggal :......

ANALISIS EKONOMI PENGGEMUKAN KAMBING KACANG BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL. Oleh : M. Jakfar dan Irwan* ABSTRAK

II KAJIAN KEPUSTAKAAN. karena karakteristiknya, seperti tingkat pertumbuhan cepat dan kualitas daging cukup

BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing merupakan mamalia yang termasuk dalam ordo artiodactyla, sub ordo

Cara Menanam Cabe di Polybag

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Persebaran Kambing Peranakan Ettawah (PE) galur lainnya dan merupakan sumber daya genetik lokal Jawa Tengah yang perlu

TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DALAM POT/POLYBAG

I. PENDAHULUAN. yang memiliki potensi hijauan hasil limbah pertanian seperti padi, singkong, dan

II. TINJAUAN PUSTAKA. ternak dalam suatu usahatani atau dalam suatu wilayah. Adapun ciri keterkaitan

I. PENDAHULUAN. tumbuhan tersebut. Suatu komunitas tumbuhan dikatakan mempunyai

Lingkup Kegiatan Adapun ruang lingkup dari kegiatan ini yaitu :

Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi)

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

HIJAUAN GLIRICIDIA SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang telah

Cara Sukses Menanam dan Budidaya Cabe Dalam Polybag

Penanganan bibit jati (Tectona grandis Linn. f.) dengan perbanyakan stek pucuk

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*)

TINJAUAN PUSTAKA Kambing Kambing Perah

BUDI DAYA PADI SRI - ORGANIK

BUDIDAYA SUKUN 1. Benih

EKTERIOR, PENENTUAN UMUR, PENANDAAN, PENDUGAAN BOBOT BADAN DAN EVALUASI TERNAK POTONG. Oleh: Suhardi, S.Pt.,MP

TEKNIK BUDIDAYA PADI DENGAN METODE S.R.I ( System of Rice Intensification ) MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK POWDER 135

Pupuk Organik Powder 135 (POP 135 Super TUGAMA)

JENIS PAKAN. 1) Hijauan Segar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nutfah (Batubara dkk., 2014). Sebagian dari peternak menjadikan kambing

I. PENDAHULUAN. pertumbuhan tubuh dan kesehatan manusia. Kebutuhan protein hewani semakin

TEKNOLOGI BUDIDAYA ITIK DI LAHAN PEKARANGAN Oleh Ermidias Penyuluh Pertanian Madya I.PENDAHULUAN

KARYA TULIS ILMIAH PENGOLAHAN LIMBAH KAKAO MENJADI BAHAN PAKAN TERNAK

BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan

Tabel 4.1. Zona agroklimat di Indonesia menurut Oldeman

III. BAHAN DAN METODE. Sederhana Dusun IX, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan,

Tugas Mata Kuliah Agribisnis Ternak Potong (Peralatan Untuk Perawatan Ternak Potong, Pemotongan Kuku, Memilih Sapi Bibit Peranakan Ongole) Oleh

Tanya Jawab Seputar DAGING AYAM SUMBER MAKANAN BERGIZI

PENGGEMUKAN SAPI Oleh : Arif fachul anam BP3K Binangun

S i s t e m M a s y a ra k a t y a n g B e r ke l a n j u t a n

KIAT-KIAT MEMILIH DAGING SEHAT Oleh : Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat (disadur dari berbagai macam sumber)

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN

PETUNJUK PRAKTIS. Petunjuk Praktis Pengukuran Ternak Sapi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang, kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing Kejobong

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

: PENGGEMUKAN SAPI DI INDONESIA

lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis

Inovasi Anyar Penggemukan Sapi

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 359/Kpts/PK.040/6/2015 TENTANG PENETAPAN RUMPUN KAMBING SABURAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TEKNIK PEMILIHAN BIBIT KAMBING DAN DOMBA

Lampiran I. Bagan Penelitian Menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) Vol. Volll. Vol! Villi. V,ll. Villi. Vdll V.I. Keterangan : Vi V2V3V4V5

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS TERNAK JALAK SUREN

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

III. METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

Bibit sapi potong - Bagian 3 : Aceh

PANDUAN. Mendukung. Penyusun : Sasongko WR. Penyunting : Tanda Panjaitan Achmad Muzani

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. berkuku genap dan memiliki sepasang tanduk yang melengkung. Kambing

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia dengan populasi yang

PERSIAPAN BAHAN TANAM TEH

Sejarah Kambing. Klasifikasi Kambing. Filum : Chordota (Hewan Tulang Belakang) Kelas : Mamalia (Hewan Menyusui)

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. untuk penggemukan dan pembibitan sapi potong. Tahun 2003 Pusat Pembibitan dan

Transkripsi:

BETERNAK KAMBING INTENSIF Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat 2009

BETERNAK KAMBING INTENSIF PENYUSUN Sasongko Wijoseno R. Luh Gde Sri Astiti Tanda Panjaitan Achmad Muzani Nurul Agustini BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN NUSA TENGGARA BARAT 2009

KATA PENGANTAR Populasi ternak kambing di Nusa Tenggara Barat setiap tahun mengalami peningkatan. Usaha beternak kambing sebagian besar masih merupakan peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan yang sederhana. Dalam upaya pengembangan peternakan rakyat diperlukan adanya berbagai pendekatan sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat diadopsi dan dikembangkan secara berkelanjutan. Brosur beternak kambing intensif ini disusun untuk mendukung pelaksanaan kegiatan anggota FMA (Farmer Managed Extension Activities) melalui program FEATI (Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information). Informasi yang disajikan diharapkan dapat bermanfaat bagi peternak di wilayah FEATI sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Kepala Balai, Dr. Ir. Dwi Praptomo, MS

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Pustaka Pendahuluan... 1 Kambing Kacang... 4 Kambing Peranakan Etawah (PE)... 5 Kambing Boer... 7 Kambing Manggala dan Kambing Batang... 9 Memilih Bibit... 14 Mengatur Perkawinan... 18 Pendugaan Umur... 22 Pakan... 23 Perkandangan... 40 Kesehatan... 43

DAFTAR PUSTAKA Ludgate, Patrick J.,dkk.1989. Kumpulan Peragaan Dalam Rangka Penelitian Ternak Kambing dan Domba di Pedesaan. Balai Penelitian Ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan PEternakan. Badan Litbang Pertanian. Bogor. Merkel, R.C., Subandyo. 1997. Sheep and Goat Production Handbook for Southeast Asia. Third Edition. Small Ruminant-Collaborative Research Support Program University of California Davis. USA. Suparyanto, A., Murtiyeni. 2006. Pedoman Penanganan Penyakit Kudis dan Cacing pada Ternak Kambing. Balai Penelitian Ternak Ciawi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. Sasongko WR, Y.G. Bulu., A. Hipi dan A. Surahman. 2004. Potensi Kambing Lokal yang Dipelihara Petani pada Agroekosistem Lahan Kering di Lombok Timur NTB. Prosiding Seminar Nasional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi PErtanian. Badan Litbang Pertanian. Depertemen Pertanian.

Thedford T. R. Alih bahasa Purnomo Ronohardjo dan Soetedjo. 1994. Penuntun Kesehatan Ternak Kambing. Balai Penelitian Penyakit Hewan. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian, Bogor. Tomaszewska, M.W. dkk. 1993. Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. Sebelas Maret University Press. Surakarta. 11, 380-382. Davendra, C. dan Burns. 1994. Produksi Kambing di Daerah Tropis. Terjemahan dari Goat Production in The Tropics. Penerbit ITB Bandung. 132-145.

PENDAHULUAN Kambing merupakan jenis ternak ruminansia yang sudah sejak lama dibudidayakan. Memelihara ternak ini relatif tidak sulit, karena selain jinak makanannya juga cukup beragam. Berbagai jenis hijauan mau dimakannya bahkan di beberapa daerah kambing memakan berbagai macam limbah rumah tangga bahkan mau memakan kertas koran. Jenis daun-daunan cukup digemari oleh kambing diantaranya daun turi, lamtoro dan daun tanaman tahunan lainnya (mangga, nangka dll) 1

Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah yang tergolong kering dan berbukit atau daerah pegunungan karena hewan ini menyukai daerah seperti itu, kambing adalah hewan takut pada air. Sementara ini kambing digolongkan dalam 2 tipe yaitu a. kambing potong (penghasil daging) b. kambing dwi-guna (penghasil daging dan susu). Berdasarkan tujuan pemeliharaan : a. Untuk pembibitan b. Untuk penggemukan 2

Beberapa jenis kambing telah dikenal oleh masyarakat adalah : a. kambing Kacang b. kambing Peranakan Etawah. umum Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia. Kambing Kacang mempunyai keistimewaan dalam hal prolifikasi (beranak kembar) dan interval (jarak) beranak yang pendek di bandingkan kambing PE. Sedangkan jenis kambing yang belum lama ini dikembangkan dan dibudidayakan adalah kambing Boer yang merupakan tipe kambing potong. 3

KAMBING KACANG Merupakan kambing asli Indonesia, tidak jelas asal usulnya. Tanda-tanda kambing kacang : 1. Badan kecil, pendek 2. Telinga pendek tegak 3. Leher pendek 4. Punggung meninggi 5. Jantan dan betina bertanduk 6. Tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60 65 cm 7. Betina dewasa 56 cm 8. Bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg Kambing Kacang 4

KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan persilangan antara kambing Kacang dengan Kambing Etawah, yang telah terjadi puluhan tahun yang lalu. Hasil silangan tersebut telah mampu beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Kambing PE jantan 5

Ciri-ciri Kambing PE : 1. Telinganya panjang dan terkulai sampai dengan 18 30 cm 2. Warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. 3. Bulu Kambing PE jantan bagian atas leher, pundak lebih tebal dan agak panjang, sedang yang betina bulu panjangnya hanya terdapat pada bagian paha. 4. Bobot badan jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg. tinggi pundaknya 76-100 cm. Anak Kambing PE 6

KAMBING BOER Berasal dari Hottentot yaitu daerah iklim semi arid di negara Cape Peninsula. Merupakan kambing pedaging Memiliki ciri-ciri : 1. Bulu agak panjang, 2. Bertanduk, 3. Warna bulu coklat pada bagian leher dan kepala, pada bagian badan dan kaki berwarna putih. 4. Telinganya panjang dan terkulai. 5. Berat badan betina dewasa 60 75 kg. Kambing Boer 7

Peranakan kambing Boer dengan kambing Kacang Kambing Boer betina 8

KAMBING MANGGALA DAN KAMBING BATANG Merupakan hasil perkawinan antara kambing Kacang dengan kambing Peranakan Etawah yang menyebabkan terjadinya turunan baru dengan ciri-ciri menyerupai keduanya. Sering dijumpai di daerah pedesaan terdapat jenis kambing yang secara fisik mirip kambing PE tetapi ukuran tubuhnya lebih kecil dari kambing PE dan lebih besar dari kambing Kacang. Karena sudah terbentuk sekian lama dan telah beradaptasi dengan baik dilingkungannya sehingga masyarakat menyebutnya sebagai 9

kambing lokal yang diberi sebutan kambing Menggala dan kambing Batang, khususnya di wilayah Lombok Timur. Jenis kambing ini memang memiliki karateristik yang khas dengan ukuran tubuh : 1. pada umur antara 1 3 tahun bobot badannya jantan 35-40 kg & betina 24-25 kg 2. tinggi badan 66 cm 3. lingkar dada 65 cm dan panjang badan 45 cm. Bila dilihat dari ciri-ciri yang terdapat pada bentuk fisiknya maka terdapat dua jenis yang memiliki kekhasan yaitu : 1. Kambing manggala mirip kambing PE 2. Kambing batang mirip kambing kacang 10

Kambing Manggala mirip kambing PE 11

Kambing manggala memiliki ciri-ciri mirip dengan kambing PE yaitu : 1. Telinganya relatif lebih panjang dan terkulai, 2. Bulu-bulu yang terdapat di bagian tertentu dari tubuhnya lebih panjang (pada punggung dan belakang paha), 3. Kepala besar. 4. Warna bulu umumnya lebih terang coklat, putih belang coklat atau belang hitam. Kambing Batang memiliki ciri-ciri mirip dengan kambing kacang: 1. Telinga tidak terlalu panjang, tegak 2. Berbulu pendek di sekujur tubuhnya, 3. Kepala kecil. 12

4. Warna bulu umumnya lebih gelap, hitam, coklat tua. Walaupun ada beberapa yang berwarna terang. Kambing Batang mirip kambing Kacang 13

MEMILIH BIBIT TANDA-TANDA PEJANTAN CALON BIBIT Sehat, tubuh besar (sesuai umur) Bulu bersih dan mengkilap Badan panjang, kaki lurus, tidak cacat Tumit tinggi, penampilan gagah Aktif dan nafsu kawinnya besar, mudah ereksi Buah zakarnya normal (2 buah, sama besar dan kenyal); Sebaiknya dari keturunan kembar 14

Penampilan kambing Pejantan Calon Bibit 15

TANDA-TANDA BETINA CALON BIBIT Sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat Bulu bersih dan mengkilap Alat kelaminnya normal Mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik) Ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan) Sebaiknya berasal dari keturunan kembar 16

Penampilan kambing Betina Calon Bibit 17

MENGATUR PERKAWINAN Apabila seekor kambing telah memasuki masa dewasa kelamin maka ternak tersebut dapat dikawinkan. Tanda-tanda dewasa kelamin : Kambing berumur 6-8 bulan biasanya telah dewasa kelamin (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya Umur pertama kali dikawinkan 10 12 bulan (untuk betina), sedangkan yang jantan mulai dipakai sebagai pemacek berumur lebih dari 1 tahun. 18

TANDA BIRAHI PADA TERNAK BETINA 1. Alat kelamin bagian luar membengkak, basah, merah dan hangat 2. Ekor digerak-gerakan, 3. Diam bila dinaiki oleh pejantan WAKTU MENGAWINKAN Waktu yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi. Untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang. 19

Hindarkan terjadinya perkawinan antar saudaranya atau anak dengan bapaknya, atau induk dengan anaknya. TANDA TERNAK MELAHIRKAN Pinggul mengendur Ambing tampak besar dan putting susu terisi penuh Alat kelamin bengkak kemerah-merahan dan lembab Gelisah Nafsu makan menurun 20

PERAWATAN ANAK KAMBING BARU LAHIR 1. Perhatikan ikatan anak dan induk setelah melahirkan apakah induk aktif menjilati dan menyusui anaknya? 2. Bila induk tidak mau menyusui anaknya, Pegang induk dan dekatkan kepada anaknya sehingga anak dapat menyusu kepada induknya Bila tetap tidak mau menyusui selama lebih dari 4 jam berikan susu bubuk putih + gula 1 sendok teh + 1 butir telur ayam + 1 cangkir air matang aduk dan minumkan dengan bantuan dot, berikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri 21

PENDUGAAN UMUR Umur kambing dapat diperkirakan dari jumlah gigi kambing yang tumbuh seperti gambar dibawah ini Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 1. Gambar 1 Umur kurang dari 1 tahun, semua gigi belum permenen ( gigi seri) 2. Gambar 2 Umur 1-2 tahun satu pasang gigi permanen 3. Gambar 3 Umur 2-3 tahun dua pasang gigi permanen 4. Gambar 4 Umur 3-4 tahun tiga pasang gigi permanen 5. Gambar 5 Umur 4-5 tahun seluruh gigi permenen 22

PAKAN SUMBER PAKAN Manfaat rumput adalah sebagai sumber tenaga atau energi dengan sedikit kandungan protein Jenis rumput yang umum di gunakan peternak adalah rumput alam (rumput lapangan) Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain : Rumput Setaria Rumput Brachiaria Clitoria ternatea dan lain-lain 23

Selain rumput sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber Tenaga atau energi antara lain : Kulit dan daun singkong Daun papaya Batang Kangkung Daun Jagung Jerami Padi Srikandi, contoh varietas jagung untuk pakan ternak 24

Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain : Daun Kacang tanah Daun Kacang panjang Daun Kedelai Daun Gamal Daun Turi Daun Lamtoro Daun Kaliandra Pohon Gamal sebagai sumber protein 25

Pakan yang bersumber dari hasil olahan pertanian antara lain: Dedak padi Ampas tahu dan lain-lain KEBUTUHAN PAKAN 1. Kambing Dewasa 1 bagian daun + 3 bagian rumput 2. Kambing yang akan dikawinkan 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput 3. Kambing bunting 3 bagian daun + 3 bagian rumput 26

KEBUTUHAN MINERAL dan AIR MINUM Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi kambing Sumber mineral dapat diperoleh dari garam dapur atau dapat dibeli di toko-toko pertanian dan peternakan Cara pemberian 1. Siapkan ruas bambu yang panjangnya 40-50 cm kemudian kupas kulit luarnya 2. Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya 3. Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh 27

4. Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi garam atau mineral 5. Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang. Bambu yang kulit luarnya sudah dibuang Lubangi kecil-kecil diseputar bambu ini Air minum dapat diberikan kepada kambing dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari 28

MENGELOLA HMT Bila kita memelihara ternak ruminansia umumnya seperti Sapi, Kerbau, kambing dan domba maka bagian yang terpenting adalah menyediakan pakan. Pakan utama dari ternak ruminansia yang biasa disebut hewan memamah-biak adalah hijauan bisa berupa rerumputan atau dedaunan pohon. Namun untuk memperoleh makanan ternak sekarang ini cukup sulit kalau kita tidak menyediakannya sendiri. Cara menanam HMT Dengan stek Dengan biji 29

T U R I Turi adalah jenis legum pohon yang umum ditanam oleh petani di pedesaan bertujuan untuk pakan ternak dan kepentingan lainnya contohnya tempat merambat jenis tanaman sayuran atau kacangkacangan seperti komak atau kecipir. Umumnya ditanam di pematang sawah. 30

Sebagai tanaman pakan ternak, turi memiliki kandungan gizi yang cukup baik terutama bagi induk menyusui. Produktivitasnya juga cukup tinggi tidak mengenal musim, bahkan di beberapa daerah turi dimanfaatkan sebagai pakan utama untuk ternak ruminansia seperti kambing, sapi pada saat musim kemarau. Turi mudah ditanam bisa dengan biji maupun dengan stek. Penanaman dilakukan saat musim hujan. Pematang sawah untuk menanam turi 31

LAMTORO KX2 Lamtoro merupakan salah satu jenis legume pohon yang memiliki beberapa manfaat lainnya seperti tanaman pagar, sekaligus pelindung, pencegah erosi pada daerah perbukitan. Sangat tahan terhadap kekeringan, sehingga dapat menjadi sumber pakan di musim kemarau dengan produksi tetap tinggi. 32

Lamtoro hibrida KX 2 leuchocephala dengan Leucaena pallida. merupakan hasil persilangan Leucaena Keunggulannya : Kemampuan produksi hijauan yang tinggi dan stabil karena perakarannya yang dalam Tahan terhadap serangan kutu loncat KX2 juga dikenal tahan terhadap pemangkasan sedang sampai berat Produksi biji rendah sehingga potensi menjadi gulma relatif kecil. 33

Mempunyai kandungan protein kasar 31% Tingkat kecernaan invitro 61% Kandungan tannin yang dapat diekstrak 4.1%. Benih komersial KX2 belum banyak tersedia dan harganya cukup tinggi. Salah satu cara untuk perbanyakan adalah dengan menggunakan stek. Persiapan Sediakan alat-alat yang berupa : - Pisau yang tajam - Gunting stek - Polybag 34

Bahan yang digunakan berupa : - Tanah - Pupuk kandang - Potongan (stek) cabang KX2 Cara melakukan 1. Gunakan : Gunting dan Pisau a. untuk memotong cabang-cabang terseleksi dari pohon indukan. Proses pemilihan dan pemotongan cabang harus dilakukan secepatnya agar tidak mempengaruhi daya tumbuh dari stek. 35

b. diusahakan menggunakan pisau yang tajam, agar pada waktu pembuatan stek dapat dilakukan pemotongan tanpa merusak jaringan batang maupun kulit. 2. Kantong polybag sudah harus diisi dengan tanah sebelum semua proses perbanyakan dimulai. Media tanah segera disiram dengan air sampai jenuh sebelum stek ditancapkan. 3. Media tanam merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang yang sudah masak dengan perbandingan 1: 1. 36

4. Pembuatan stek harus dilakukan dengan cepat, jangan membiarkan cabang yang telah dipotong dari pohon induk terlalu lama karena berpengaruh pada tingkat keberhasilan tumbuh. 5. Ukuran dan panjang stek tergantung dari ruas-ruas stek. Kalau ruas stek pendek bisa kita pakai 2 4 mata, sebaliknya kalau ruas agak panjang cukup 2 mata saja. Ruas-ruas pendek biasanya terdapat pada cabang bagian bawah, sedangkan ruas panjang ada pada cabang tengah dan ujung. Ruas-ruas pendek cenderung memberikan daya tumbuh yang lebih baik. 37

Ruas Panjang Ruas Pendek Contoh ruas panjang dan ruas pendek pada Lamtoro KX2 38

Pemotongan pada ujung stek dibuat miring sedangkan bagian pangkal membentuk baji atau kampak untuk membedakan antara ujung dengan pangkal (jangan salah tanam). Pemotongan stek dilakukan dengan cepat dan menggunakan pisau yang sangat tajam sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan batang dan kulit. Polibag diisi tanah+pupuk kandang 4 cm cmc Pemotongan seperti ini untuk menjaga jangan sampai terjadi penggenangan air di ujung stek pada waktu penyiraman. 39

PERKANDANGAN Sebaiknya ternak dipelihara dalam kandang agar : 1. Memudahkan pengawasan terhadap ternak yang sakit, atau yang sedang dalam masa kebuntingan. 2. Memudahkan dalam pemberian pakan, 3. Menjaga keamanan ternak. 40

Syarat pembuatan kandang Sebelum membuat kandang sebaiknya ditentukan dulu lokasi dan arah menghadap diusahakan menghadap ke timur, agar kandang yang dibuat memenuhi persyaratan kesehatan ternak yang dipelihara. Syarat-syarat tersebut : 1. Kandang dapat dibuat dari bahan yang kuat, murah harganya dan tersedia di lokasi. 2. Kandang beratap, dinding dengan ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik, khususnya untuk kambing 41

kandangnya berlantai panggung dilengkapi dengan peralatan lain seperti tempat pakan dan minum. Bentuk kandang yang terbuat dari bahanbahan yang mudah didapat dan murah harganya 42

KESEHATAN Penyakit Cacingan Penyebab Penyakit cacing pada kambing umumnya disebabkan oleh parasit cacing dari golongan cacing gilig, tetapi ada juga dari golongan cacing pipih ataupun cacing Pita Cacing gilig Jenis telur cacing penyebab cacingan pada kambing Haemonchus Tricuris 43

Gejala 1. Kambing semakin kurus 2. Bulu kambing berdiri dan kusam 3. Nafsu makan berkurang 4. Kambing terlihat pucat 5. Kotoran lembek sampai mencret sehingga kandang cepat menjadi kotor Kambing kurus akibat cacingan 44

Penanganan 1. Obat tradisional a. Daun nenas yang dekeringkan, dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg bobot badan kambing dicampur air kemudian diminumkan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting) b. Daun nenas segar dihilangkan durinya ditimbang 600 mg untuk 1 kg bobot badan kambing kemudian diberikan kepada kambing diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting) 2.Obat pabrikan Biasanya digunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali 45

Pencegahan 1. Jagalah kandang tetap bersih dan kering 2. Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos 3. Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah) 4. Jangan berikan rumput yang masih berembun 5. Aritlah rumput 2-3 cm diatas permukaan tanah Cara mengarit rumput 46

Penyakit Kudis (Sacbies/Kurap) Penyebab Gejala Parasit kulit (Sarcoptes sp) Kulit merah dan menebal Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding kandang Kerontokan bulu Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher Kambing menggaruk-garukan kepala karena gatal 47

Penanganan 1. Obat Tradisional Belerang Cuka Oli baru Bawang merah a. Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan kemudian semua bahan dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh b. Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x sehari, sampai sembuh 48

2. Obat Pabrikan Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit) Pencegahan a. Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat b. Bersihkan kandang setiap hari lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang c. Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol 2% d. Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing 49

Diare Penyebab Pakan berjamur, terlalu muda Bakteri, virus, protozoa Atau kombinasi keduanya Bulubulu sekitar dubur kotor Gejala 1. Kotoran encer warnanya dari hijau terang, hijau gelap sampai hijau kekuningan 2. Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian 3. Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran 50

Penanganan a. Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat b. Berikan larutan oralit larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak c. Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan) Pencegahan 1. Jangan membeli kambing sakit atau memasukkan kambing sakit ke dalam kandang kambing sehat 2. Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare 3. Jagalah kandang tetap bersih 51

Keracunan Penyebab Keracunan akibat tanaman beracun Memakan tanaman yang tercemar pestisida Gejala 1. Mulut berbusa 2. Kejang-kejang 3. Kemerahan dan pembengkakan pada muka 4. Diare berdarah 5. Kematian mendadak 52

Penanganan a. Bila gejala keracunan sudah lebih dari 3 jam pengobatan akan menjadi sulit dilakukan b. Minumkan air kelapa c. Berikan tablet Norit 2-3 buah d. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan) Pencegahan 1. Jangan gembalakan kambing pada tempat yang banyak tanaman beracun 2. Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dilakukan pemupukan atau penyemprotan pestisida/hama 53

Sumber Dana : FEATI 2009 Oplaag : 600 Eksemplar Nomor : 01/Brosur/FEATI/2009 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat Jalan Raya Peninjauan Narmada Telp. (0370) 671313 Fax. (0370) 671620 Http///www.ntb.litbang.deptan.go.id Email : litram@mataram.wasantara.net.id