EKLAMPSIA POSTPARTUM: SEBUAH TINJAUAN KASUS

dokumen-dokumen yang mirip
Hipertensi dalam kehamilan. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

PREEKLAMPSIA - EKLAMPSIA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Langkah I : Pengumpulan/penyajian data dasar secara lengkap

BAB I PENDAHULUAN. yaitu disebabkan karena abruptio plasenta, preeklampsia, dan eklampsia.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan Data Dasar Secara Lengkap. tahun, dan ini merupakan kehamilan ibu yang pertama.

Prinsip Umum Kegawadaruratan Maternal Neonatal. Sendy Firza Novilia T, S.S.T.Keb

Preeklampsia dan Eklampsia

SOAL KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL NISA RAHAYU NURMUSLIMAH, S.ST

Diabetes Melitus Gestasional. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

PENANGANAN TERKINI PREEKLAMSIA EFENDI LUKAS DIVISI FETOMATERNAL, DEPARTEMEN OBGYN FK UNHAS / RS DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN meninggal dunia dimana 99% terjadi di negara berkembang. 1 Angka

ABSTRAK HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP ANGKA KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA RUMAH SAKIT SUMBER KASIH CIREBON PERIODE JANUARI 2015 SEPTEMBER 2016

KELUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA KASUS-KASUS PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN PERIODE JANUARI 2011 DESEMBER 2012

Pertumbuhan Janin Terhambat. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. kematian maternal (maternal mortality). Menurut World Health

ABSTRAK. GAMBARAN UMUM PENDERITA PREEKLAMPSIA-EKLAMPSIA YANG DI RAW AT INAP DI RUMAH SAKIT IMMANlJEL BANDIJNG PERIODE JULI 2003-JUNI 2004

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Persalinan Induksi persalinan diindikasikan pada pre-eklampsia dengan kondisi buruk seperti gangguan

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN

KARAKTERISTIK DAN LUARAN PREEKLAMPSI DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO

BAB I PENDAHULUAN. terjadi yaitu perdarahan, infeksi dan pre eklampsia ( Saifuddin, 2009).

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang keilmuan Obstetri dan Ginekologi.

GAMBARAN KANDUNGAN PROTEIN DALAM URIN PADA IBU BERSALIN DENGAN PRE EKLAMPSI DI RSUD

BAB I PENDAHULUAN. plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui

BAB 1 PENDAHULUAN. Preeklamsi (PE) merupakan gangguan multiorgan pada kehamilan,

KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan ujian akhir Program. Kompetensi Bidan di Program Studi Diploma III Kebidanan

ABSTRAK PREEKLAMPSIA (STUDI PUSTAKA)

BUKU REGISTER PARTUS DI RUMAH SAKIT

SINOPSIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI KAB BOJONEGORO TESIS OLEH INDRAYANTI

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny F GI P TRIMESTER III INPARTU DENGAN PRE EKLAMPSIA BERAT. Siti Aisyah* dan Sinta Lailiyah** ABSTRAK

BAB 2 TINJAUAN PUSAKA

BAB I PENDAHULUAN. utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. The World Health

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU HAMIL DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. sistem kardiovaskular dalam keadaan optimal yaitu dapat menghasilkan aliran

PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf

Karakteristik pasien dengan preeklampsia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

BAB I PENDAHULUAN. berperan sebagai salah satu penyulit kehamilan. 1. (AKI) di Indonesia masih merupakan salah satu yang tertinggi di Asia

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 1, April 2015 ISS N KOMPETENSI BIDAN DALAM PENANGANAN AWAL PEB DAN EKLAMSIA PADA BIDAN PRAKTIK MANDIRI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Karakteristik Pasien Preeklampsia dan Eklampsia di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere Periode Januari Juni 2016

Dr. Hotma Partogi Pasaribu, Sp.OG. Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas kedokteran USU RSHAM -RSPM

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL PADA NY. M G 4 P 2 A 1 UMUR 44. DI RSUD Dr. MOEWARDI KARYA TULIS ILMIAH

Hemoragik antepartum (HAP) Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

EVALUASI PENGGUNAAN TOKOLITIK PADA PASIEN DENGAN RISIKO KELAHIRAN PREMATUR DI TIGA RUMAH SAKIT DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. kelahiran preterm, dan intrauterine growth restriction (IUGR) (Sibai, 2005;

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian di Indonesia dan sekitar 20-

Tujuan Asuhan Keperawatan pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

MAGNESIUM SULFAT. Maisuri T. Chalid

BAB IV METODE PENELITIAN. obstetri dan ginekologi. analisis data dilakukan sejak bulan Maret Juni menggunakan pendekatan retrospektif.

LUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA WANITA USIA LEBIH DARI 35 TAHUN di RSUP Dr. KARIADI, SEMARANG, TAHUN 2008

BAB 1 PENDAHULUAN. kehamilan 20 minggu. American College Obstetry and Gynecology (ACOG)

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kesehatan ibu adalah satu dari delapan program Millenium

BAB 1 PENDAHULUAN. Osteoporosis adalah kondisi atau penyakit dimana tulang menjadi rapuh dan

ID Soal. Pertanyaan soal Menurut anda KPSW terjadi bila :

PERAWATAN ICU HIPERTENSI GESTASIONAL DENGAN KOMPLIKASI

PROFIL SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN. Sasaran Pembangunan Millenium Development Goals (MDGS) adalah 102 per

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA NY. S G4P3A0 UMUR

M/ WITA/ P4A0

GAMBARAN HEMATOLOGI RUTIN, TES FUNGSI HATI, DAN TES FUNGSI GINJAL PADA PASIEN PREEKLAMPSIA, EKLAMPSIA, DAN HIPERTENSI GESTASIONAL DI RS

Journal of Diabetes & Metabolic Disorders Review Article

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN SIKAP IBU TENTANG SENAM HAMIL DI RSU ISLAM KUSTATI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih tinggi

BAB I PENDAHULUAN. dunia mengalami preeklampsia (Cunningham, 2010). Salah satu penyulit dalam

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan angka kematian ibu (Maternal Mortality Rate) dan angka. kematian bayi (Neonatal Mortality Rate). (Syaiffudin, 2002).

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

BAB I PENDAHULUAN. merupakan persalinan normal, hanya sebagian saja (12-15%) merupakan

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MATERNITAS: EKLAMPSIA

THE INFLUENCE OF METHYLERGONOVINE MALEAT ADMINISTRATION ON INCREASING BLOOD PRESSURE IN SEVERE PREECLAMPSIA

KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI BLU RSUP PROF DR. R.D. KANDOU MANADO TAHUN 2012

HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH

KEHAMILAN GANDA. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. melihat derajat kesehatan perempuan. Salah satu target yang ditentukan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin di Ruangan Camar II RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014

Disusun oleh : Intiyaswati. membengkak dan pada pemeriksaan laboratorium dijumpai protein didalam urine

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY C P 2002 DENGAN POST HPP KARENA RETENSIO PLASENTA DI RSUD dr.soegiri LAMONGAN TAHUN 2015

NORMAL DELIVERY LEOPOLD MANUEVER. Dr.Cut Meurah Yeni, SpOG Bagian Obstetri & Ginekologi FK Unsyiah/RSUD-ZA

EMBOLI CAIRAN KETUBAN

BAB V PENUTUP. khususnya pada keluhan utama yaitu Ny. S G III P II A 0 hamil 40 minggu. mmhg, Nadi: 88 x/menit, Suhu: 36,5 0 c, RR: 26 x/menit, hasil

BAB I PENDAHULUAN. kebidanan dalam suatu negara adalah Kematian Maternal. Kematian

BAB 1 PENDAHULUAN. Kematian Ibu (AKI), sehingga menempatkannya diantara delapan tujuan Millennium

BAB I PENDAHULUAN. bangsa salah satunya diukur dari besarnya angka kematian (morbiditas). Makin

BAB IV METODE PENELITIAN. dan Penyakit Kandungan dan Ilmu Patologi Klinik. Penelitian telah dilaksanakan di bagian Instalasi Rekam Medis RSUP Dr.

BAB III METODE PENELITIAN

BUKU REGISTER PARTUS DI PUSKESMAS

BAB I PENDAHULUAN. Millenium development goal (MDG) menargetkan penurunan AKI menjadi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

No Identitas Tempat Jam Pemantauan 1 Ny.TS 32th

INTISARI. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet Kalsium Laktat. Puskesmas Sungai Jingah. xiii. 1-2 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 3

Asuhan Persalinan Normal. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

Faktor Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu 2011

Transkripsi:

EKLAMPSIA POSTPARTUM: SEBUAH TINJAUAN KASUS Mohd Andalas 1, Andry Khairani Ramadana 2, dan Rudiyanto 2 1 Bagian Obstetrik dan Genikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2 Mahasiswa Kepanitraan Klinik Senior Departemen Obstetrikdan Genikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Bada Aceh Email: andalas_dr@yahoo.com Abstrak. Eklampsia adalah kejang pada kehamilan dengan gejala preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu kumpulan gejala pada ibu hamil ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik 140/90 mmhg dan proteinuria pada usia kehamilan 20 minggu. Eklampsia dibedakan menjadi eklampsia gravidarum, eklampsia intrapartum, dan eklampsia pospartum. Kejadian eklampsia sekitar 2-8% diseluruh dunia dan merupakan penyebab kematian 500.000 ibu melahirkan setiap tahunnya. Angka kejadian eklampsia di Indonesia mencapai128.273 kasus setiap tahun. Di RSUZA pada tahun 2012 terdapat 142 kasus, dari profil kesehatan kota Banda Aceh tahun 2012 eklampsia dan preeklampsia merupakan penyebab 20% kematian ibu hamil setiap tahunnya. Berikut dibahas kasus seorang wanita Indonesia 37 tahun dengan usia kehamilan 39-40 minggu, pasien dengan pre eklampsia berat, inpartu, pembukaan lengkap 10cm, dan ditatalaksana dengan protap preeclampsia berat menggunakan MgSO 4 4 gram bolus lambat dilanjutkan 6 gram MgSO 4 40% dalam 500 ml cairan RL, dilakukan pimpinan persalinan dan bayi lahir normal. Pascapersalinan kala tiga pasien mengalami kejang selama 15 detik. Kasus membahas mengapa eklampsia dapat terjadi setelah tatalaksana MgSO 4, hal ini dihubungkan dengan rendahnya kadar ion Mg 2+ yang terionisasi di dalam darah tidak mampu memberikan efek ini bisa pada potensial post junctional dan menyebabkan peningkatan eksitabilitas dari serabut otot dan berefek terhadap kejang. (JKS 2017; 1: 33-37) Kata kunci: preeklampsia, eklampsia, postpartum Abstract. Eclampsia is a condition of the seizure caused by preeclampsia. Preeclampsia itself is a condition when the blood pressure of pregnancy increase up to 140/90 mmhg with proteinuria and the gestational age 20 weeks.eclampsia divided into eclampsia gravidarum, eclampsia intrapartum and eclampsia postpartum.incidents of eclampsia is about 2-8% in the world, and its couse 500.000mortality every year. Amount of Eclampsia in Indonesia reached 128.273cases every years. At RSUZA in 2012 there was 142 cases, based on Banda Aceh Health Ministry Profile 2012 known that they are 20% etiology which can make pregnant woman dead every year.this Article discuss about an Indonesian pregnant woman, 37 years old with 39-40 weeks of gestational age,she has severe preeclampsia wihinpartu condition, complete opening 10cm, and treated by severe preeclampsia treatment guide. Its treated using MgSO 4 4 gram bolus gradually and after that giving 6 gram MgSO 4 40% in 500 ml RL. Then,delivering babies with normal condition. After third stage of laborn, she was seized for about 15 seconds. This case discuss about why eclampsia happen after given MgS0 4, this associated with lowof Mg 2+ level in the body which ionized in theblood that can t giving inhibition effect in the postjunctional potential and cause increase of eksitability from miofibronal and seizure. (JKS 2017; 1: 33-37) Keyword: preeclampsia, eclampsia, postpartum 33

JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 17 Nomor 1 April 2017 Pendahuluan Eklampsia adalah kejang yang terjadi pada ibu hamil dengan tanda-tanda preeklampsia. Preeklampsia sendiri merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari hipertensi (Tekanan darah 140/90 mmhg) bersamaan dengan proteinuriamasif yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Eklampsia dibagi menjadi tiga yaitu, eklampsia antepartum, eklampsia intrapartum, dan eklampsia postpartum. Eklampsia banyak terjadi pada trimester terakhir dan semakin meningkat saat mendekati persalinan. (1). Sekitar 60-75% eklampsia dapat terjadi sebelum persalinan, dansekitar 40-50% terjadi saat persalinan dan 48 jam pertama setelah melahirkan. Ancaman kejang dapat tetap terjadi hingga 6 minggu pasca persalinan yang sering disebut dengan eclampsia late onset.. (1,2,4) Mekanisme terjadinya preeklampsia dan eklampsia masih belum dimengerti, halini digambarkan sebagai disease of theory. (5,6,7) Teori-teori tersebut di antaranya adalah; a. Teori iskemia plasenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel, b. Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin, c. Teori kelainan pada vaskularisasi plasenta, d. Teori adaptasi kardiovaskular, e. Teori inflamasi, f. Teori defisiensi gizi, dan g. Teori genetik. Salah satuteori etiologi preeklampsia yang saat ini cukup banyak dianut yaitu teori iskemiaplasenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel. (7) Penatalaksanaan preeklampsia lebih ditekankan pada pencegahan kejang dan pengontrolan hipertensi. Pemberian anti kejang Magnesium sulfat (MgSO 4 ) merupakan pilihan pertama dalam tatalaksana preeklamsia berat, pemberian jalur intravena dapat diberikan dengan loading dose 4 gram diencerkan dalam 10 ml cairan aquades diberikan selama 15 hingga 20 menit bolus lambat. Selanjutnya dapat memulai dosis rumatan MgSO 4 6 gram dalam 500 ml cairan Ringer laktat dengan kecepatan dosis 1gram/jam atau sekitar 28 tetes makro permenit. (6,7,9) Penatalaksanaan hipertensi dan pencegahan kejang dapat menurunkan risiko komplikasi. Pemberian obat anti hipertensi yang direkomendasikan ialah nifedipin sebanyak 10 mg diberikan setiap 20 menit sampaitekanan darah turun mencapai 25% dari mean arterial pressure(map). (9,11) Laporan Kasus Seorang wanita hamil G3P2A0 usia37 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat RumahSakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan keluhan perut mulas, HPHT 4/5/2015,usia kehamilan diketahui 39-40 minggu, TTP 8/2/2016. Ibu merasakan mules sejak 10 jam sebelum masuk rumah sakit, disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 200/110 mmhg, denyut nadi 110 dpm, laju nafas 22x/i, serta proteinuria +3. Pemeriksaan status obstetrik didapatkan tingi fundus uteri (TFU) 31 cm dengan taksiran berat janin 3100 gram, pada fundus kesan bokong, punggung pada sisi kanan dengan denyut jantung janin 140 denyut per-menit, kepalamengisi bagian terbawah rahim, sudah masuk pintu atas panggul. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan lengkap 10 cm, teraba kepala, selaput ketuban (-), selanjutya dilakukan penatalaksaan MgSO4 loading dose 4 grambolus lambat dilanjutkan dengan drip 6 mg dengan kecepatan 1 gram per jam dan nifedipin 10 mg oral, dan dilakukan pimpinan persalinan. Lahir bayi laki-laki dengan berat badan lahir 2700 gram, panjang badan48 cm, dengan 34

Mohd Andalas 1, Andry Khairani Ramadana 2, dan Rudiyanto 3 Eklampsia Postpartum: Sebuah Tinjauan Kasus skor apgar 5/6. Selanjutnya dilakukan manajemen aktif kala tiga plasenta lahir lengkap. Evaluasi persalinan kala empat, dengan menilai jumlah pendarahan serta mengevaluasi kontraksi dari uterus.sepuluh menit kemudian pasien kejang selama satu menit, Tekanan darah 190/110mmHg, denyut nadi 115 dpm, laju napas 30 x/menit. Pasien didiagnosis dengan eklampsia post partum pada P3A0. Selanjutnya pasien ditatalaksana dengan MgSO 4 40% 2 gram secarabolus lambat, beberapa saat kemudian kejang teratasi dan pasien di evaluasi lebih lanjut. Pembahasan Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Kota Banda Aceh padatahun 2012 terdapat 142 kasus eklampsia dan preeklampsia. (1,2) Berdasarkan profil kesehatan kota Banda Aceh diketahui keduanya merupakan penyebab 20% kematian maternal setiap tahunnya dan kelompok risiko tinggi usia ibu hamil yaitu kurang dari 20 tahun dan diatas 35 tahun sebanyak 80 kasus dan kelompok usia tidak beresiko sebesar 62 kasus, berdasarkan profil kesehatan kota Banda Aceh tahun 2014 diketahui preeklamsia dan eklampsia merupakan penyebab 20% kematian maternal setiap tahunnya. (1,2,4,5) Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada penolongan persalinan pada pasiendengan preeklampsia berat (PEB), Pasien dengan PEB sebaiknya tidak diperkenankan untuk mengejan terlalu hebat, hal ini dikarenakan proses mengejan dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah. (8,10) Seperti yang kita ketahui, peningkatan tekanan darahpada wanita dengan PEB berbanding lurus dengan terjadinya eklampsia (10,13). Hal yang perludilakukan pada pasien dengan PEB adalah mempercepat proses persalinan kala duadengansectiocaesareaataudapatjugamela kukan tindakan ekstraksi forsepdanekstraksi vacuumbertujuanuntukmengurangiefekkomp likasi yang mungkinterjadi. (9,10) Kejangmasihmungkinakanterjadiwalautatala ksana MgSO 4 telahdiberikan, angka kejadian ini terjadi sekitar 10%dariseluruhkasus. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian 2gram bolus MgSO 4 atau dapat diberikan sodium amoborbital 250 mg intra venasecarapelanselama 3 sampai 5 menit. (21) Kejang pada eklampsia terdiridari beberapa fase. Fase pertama terjadi adanya twiching pada wajah pada 20 detik pertama diikuti pada fase kedua timbulnya sentakan tonikklonik pada pada badan dan ekstremitas pasien diikuti dengan fase penurunan kesadaran saat setelah kejang pasien dapatmenjadi agitasi serta terjadi hiperventilasi, keadaan ini merupakan kompensasi dari keadaan asidosis laktat yang terjadi selama kejang. (20) Dari berbagai studi menyebutkan kejang yang terjadi setelah tatalaksana preeklampsia masih belum dimengerti sepenuhnya. Kemungkinan hal ini terjadi akibat peningkatan jumlah MgSO 4 tidak diikuti dengan peningkatan kadar Mg 2+ total dan yang terionisasisehingga efek inhibisi terhadap ion Ca 2+ tidak terjadi. Walaupun peningkatan jumlah MgSO 4 meningkat secara signifikan, tetapi kadar Ca 2+ yang terionisasi tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menunjukan bahwa efek MgSO 4 tidak melalui modulasi kadar kalsium Ca 2+ terionisasi, sehingga hal ini mampu memicu terjadinya kejang walaupun tatalaksana MgSO 4 sudah diberikan. (18,19) Pada wanita hamil terdapat penurunan kadar magnesium darah, walaupun tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kehamilan normal dan preeklampsia ataueklampsia. Penurunan kadar magnesium dalam darah pada penderita preeklampsia daneklampsia mungkin dapat diterangkan 35

JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 17 Nomor 1 April 2017 atas dasar hipervolemia yang fisiologis pada kehamilan. (13,15) Pengaruh yang paling berbahaya dari ion Mg 2+ adalah hambatan pelepasan Asetilkolin. (18) Ion Magnesium berperan dalam proses pelepasan ion Ca 2+, Na + dan K + trans membran pada fase depolarisasi dan repolarisasi, melalui aktivitas enzim Ca-ATPase dan Na- 6ATPase. Defisiensi Mg 2+ akan menurunkan konsentrasi Kalium dalam sel dan meningkatkan konsetrasi Na + dan Ca 2+ dalam sel yang pada akhirnya mengurangi ATP intraseluler, sehingga Mg 2+ dianggap sebagai stabilisator dari berbagai kanal ion tidak berfungsi, dalam keadaan ini penurunan jumlah ion Mg 2+ akan meningkatkan ambang batas eksitasi sehingga dapat menyebabkan kejang. (18,20) Magnesium memilikiefek minor pada post junctional sedangkan pada motor end plate ion Mg 2+ memiliki efek kompetisi terhadapion Ca 2+ didaerah pre-junctional. Pada beberapa keadaan tertentu kompetisi tersebut tidak dapat terjadi walaupun kadar Mg 2+ yang sudah ada sudah mencapai ambang batas, halini yang di curigai menyebabkan efek inhibisitidakdapatditekanwalaupun serum ion Mg 2+ sudahberada di ambangbatas normal. (16,18) Ion Mg 2+ dan ion Ca 2+ bersifat antagonis satu sama lain,konsentrasi ion Mg 2+ yang sudah tinggi akan menghambat pelepasan Asetilkolin, sedangkankonsentrasi ion Calsium yang tinggi akan meningkatkan pelepasan asetilkolin dari nervusterminal presinaptik. (18,21) Ion Mg 2+ memiliki efek inhibisi pada potensial post junctional danmenyebabkan penurunan eksitabilitas dari serabut-serabut otot, sehingga dengan 4 gram MgSO 4 pada keadaan preeklampsia mampu meningkatkan ambang kejang, dengan penjelasan tersebutlah MgSO 4 memberi efek anti kejang pada tatalaksanapreeklampsia. (16,19,20,21) Kesimpulan Pemberian MgSO 4 merupakan terapi pilihan pada tatalaksana preeclampsia berat dalam mencegah eklampsia. Kemungkinan kejang pasca tatalaksana MgSO 4 masihdapatterjadi, oleh karena itu pemantauan pasca pemberia obat sangat penting untuk dilakukan. Daftar Pustaka 1. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan Jakarta: PT Bina Pustaka. 2010.p 15-45 2. Lindheimer MD, Taler SJ, Cunningham FG. Hipertension in pregnancy. In: Journal of the American Society of Hypertension; 2008. 9 (3) :119-123 3. Djannah, SN. Arianti, IS. Gambaran epidemiologi kejadian preeklampsia/ eklampsia Di RSU PKU muhammadiyyah yogyakarta tahun 2007-2009. 2010. 4. Rizky Amalia.Hubungan usia ibu hamil dengan angka kejadian preeklampsia di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. 2013: p28-30 5. Amiruddin R, dkk. Issu Mutakhir tentang Komplikasi Kehamilan (Preeklampsia dan Eklampsia). Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat. UNHAS: 2007 6. Cunningham, F.G.et al. Hipertensive Disorder in Pregnancy In: Williams Obstetrics- 22nd Edition USA: Mc Graw Hill: 2008 7. Angsardkk. Pedoman Pengelolaan Hipertensi Dalam Kehamilan Di Indonesia edisi kedua. Himpunan Kedokteran Fetomaternal POGI: 2005 8. Prasetiyo I. Eklampsia. [online]. [cited: November 2012]. Available from:http://rsud.patikab.go.id/?page=do wnload&file=eklampsia.doc&id=13 9. Tierney, M.L. McPhee, S.J. Papadakis, M.A. Current Medical Diagnosis &Treatment-45th Edition USA: Mc Graw Hill: 2006 36

Mohd Andalas 1, Andry Khairani Ramadana 2, dan Rudiyanto 3 Eklampsia Postpartum: Sebuah Tinjauan Kasus 10. Rambulangi J, Ong T. Preeklampsia dan Eklampsia In: Rangkuman Protap Obgyn Unhas: 2010 11. Galan, H. et al. Obstetrics Normal and Problem Pregnancies USA: Elsevier: 2007 12. JNPK-KR. Buku Acuan Pelatihan Klinik Pelayanan Obstetri Emergensi DasarJakarta: 2008 13. Pokharel SM, Chattopadhyay SK. HELLP Syndrome a pregnancy disorder with poor diagnosis USA: Elsevier: 2008 14. Witlin AG, Sibai BM. Diagnosis and Management of Women with HELLP syndrome. USA. Elsevier:2000 15. Greer IA, Walters B, Nelson C. Maternal Medicine. London: Elsevier: 2007 16. Dinas kesehatan Kota Banda Aceh,Profilkesehatantahun 2012. Banda Aceh: 2014 17. Idama To, Lindow SW. Magnesium sulfate: A Review O Clinical Pharmacology Applied Toobstetrics. Br J Obstet Gynecol. 1998. 105: p260-83 18. Pritchard JA. The Use Of Magnesium Ion In The Management Of Eclamtogenic Toxemia.Gynecol Obstet. 2005. 100: p131-40 19. Sibai BM, Villar MA, Bray E. Magnesium Suplementation During Pregnancy : A Doubleblind Randomizid Controlled Clinical Trial. Am J Obstet Gynecol. 2009. 161: p115-9 20. ACOG. ACOG Practice Bulletin: Diagnosis and Management of Preeclampsia and Eclampsia: The American College of Obstetricians and Gynecologists Number 33.2002:1 21. Sibai BM. Diagnosis, prevention, and management of eclampsia.obstet Gynecol. 2005 Feb. 105(2): p402-10 37