COST OF ILLNESS PASIEN STROKE

dokumen-dokumen yang mirip
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke merupakan gangguan aliran darah pada suatu bagian otak

ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA

SELISIH LAMA RAWAT INAP PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELLITUS TIPE 2 ANTARA RILL DAN PAKET INA-CBG

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian

HUBUNGAN BIAYA OBAT TERHADAP BIAYA RIIL PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DIABETES MELITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut World Health Organization tahun 2011 stroke merupakan

COST OF ILLNESS PASIEN HEMOFILIA A DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BIAYA RIIL DAN ANALISIS KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA KASUS SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RSJ SAMBANG LIHUM

PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF PAKET INA-CBG S DAN ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA RIIL PADA PASIEN DIABETES MELITUS

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE ISKEMIK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia berkembang cukup

BAB III METODE PENELITIAN

PERBANDINGAN BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG s PENYAKIT STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA

LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI

BAB III METODE PENELITIAN. desain penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009

BAB I PENDAHULUAN UKDW. fisik, mental, sosial dan ekonomi bagi penderitanya (Satyanegara et al, 2009)

Abstract ASSOCIATION OF ATRIAL FIBRILLATION AND ISCHEMIC STROKE ANALYSIS FROM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. khususnya mengenai jaminan social (Depkes RI, 2004). Penyempurna dari. bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015

ABSTRAK HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN PENDERITA RAWAT INAP STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT

E. Keaslian Penelitian Beberapa penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini antara lain: 1. Ng et al (2014) dengan judul Cost of illness

ANALISIS LAMA RAWAT DAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN PADA SISTEM PEMBAYARAN INA DRG DAN NON INA DRG DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

ANGKA KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK, MEDAN PADA TAHUN 2011 KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIS RAWAT INAP DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT

HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ABSTRAK. GAMBARAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2010

BAB III METODE PENELITIAN. dengan teknik pendekatan secara cross sectional dengan mengambil data

AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan 3 No.

ANALISIS PERBEDAAN PEMBIAYAAN BERBASIS TARIF INA-CBG

PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELITUS RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN TAHUN

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

PREVALENSI TERJADINYA TUBERKULOSIS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG) LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

AZIMA AMINA BINTI AYOB

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012

JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral secara

BIAYA PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL YANG MENJALANI SEKSIO SESAREA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

COST OF ILLNESS DARI CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PerBedaan TariF RIIL dengan TariF INA-CBG S Pasien Jkn rawat inap TYPHOID FEVER di rsud kabupaten sukoharjo TriWulan i TaHun 2014

Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan. Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat. Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Insidensi stroke hampir mencapai 17 juta kasus per tahun di seluruh dunia. 1 Di

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke yang disebut juga sebagai serangan otak atau brain attack ditandai

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara

kesatuan yang tidak terpisahkan dari manajemen operasi RS. Manajemen operasi yang efisien (lean management) adalah manajemen operasi yang

STUDI PENGGUNAAN ANTIPLATELET (CLOPIDOGREL) PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di Amerika Serikat. Pada 2002, stroke membunuh sekitar orang. Jumlah tersebut setara

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. WHO pada tahun 2002, memperkirakan pasien di dunia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

Agus Tri Widiyantara 1* & Arlina Dewi 2 *Penulis Korespondensi: 1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Yogyakarta tahun Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 65

PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER

DAFTAR ISI. Sampul Dalam... i. Lembar Persetujuan... ii. Penetapan Panitia Penguji... iii. Kata Pengantar... iv. Pernyataan Keaslian Penelitian...

PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan adalah dengan memantapkan penjaminan kesehatan melalui. jaminan kesehatan. Permenkes No. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan

SKRIPSI. Oleh : Ratna Murti Ariyani

HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PASIEN DENGAN JENIS STROKE DI RUANG RAWAT INTENSIF RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr SAIFUL ANWAR MALANG

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER

Peran PERSI dalam upaya menyikapi Permenkes 64/2016 agar Rumah sakit tidak bangkrut. Kompartemen Jamkes PERSI Pusat Surabaya, 22 Desember 2016

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK. Oleh : YULI MARLINA

BAB I PENDAHULUAN. individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya untuk meningkatkan derajat

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN ANAK TB PARU RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

STUDI PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER (ARB) pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

BAB I PENDAHULUAN. menjalankan program Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) sejak

DAFTAR PUSTAKA. Caplan, L.R., Stroke: A Clinical Approach. Boston: Butterworth Heinemann.

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF) Journal of Management and Pharmacy Practice

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf.

PENGARUH KODE TINDAKAN MEDIS OPERATIF DAN NON MEDIS OPERATIF PADA DIAGNOSIS APPENDICITIS, FRAKTUR EKSTREMITAS, KATARAK

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN FRAKTUR TERBUKA GRADE III DALAM FASE GOLDEN PERIOD DENGAN OVER GOLDEN PERIOD SKRIPSI

KARYA TULIS ILMIAH ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JOGJA PERIODE TAHUN 2015

HUBUNGAN PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN DI ICU DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK, MEDAN PERIODE BULAN JULI 2014 HINGGA OKTOBER

BAB III METODE PENELITIAN. menggambarkan unit cost yang berhubungan dengan pelayanan rawat inap

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG TAHUN 2014

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG

INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN

BAB I PENDAHULUAN. terdapat dalam Undang-undang No.40 Tahun 2004 pasal 19 ayat1. 1

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU KECAMATAN BARAT II PALEMBANG

Transkripsi:

Submitted: 13-05-2015 Accepted : 13-06-2015 Published : 30-06-2015 p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi COST OF ILLNESS PASIEN STROKE COST OF ILLNESS OF STROKE PATIENT Sandi Purbaningsih 1), Djoko Wahyono 2) dan Endang Suparniati 3) 1) RSUD RA Kartini, Jepara 2) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 3) RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta ABSTRAK Stroke adalah penyakit gangguan otak yang dapat mengakibatkan kematian dan kecacatan dengan biaya perawatan yang besar. Studi Cost of Illness (COI) bertujuan untuk mengukur beban ekonomi suatu penyakit. Penelitian dimaksudkan untuk melihat gambaran total biaya penyakit stroke, mengetahui perbedaan biaya riil pasien stroke rawat jalan dan rawat inap ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional berdasarkan perspektif rumah sakit. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui catatan medik pasien, bagian penjaminan, dan dari bagian Unit Teknologi Informatika di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode bulan Januari sampai Juni 2014. Variabel bebas meliputi usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke meliputi stroke iskemik dan hemoragi, sedangkan variabel terikat adalah biaya riil pasien stroke rawat jalan dan rawat inap. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, Mann Whitney, dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya penyakit stroke untuk 606 pasien adalah sebesar Rp. 5.867.281.315,97. Biaya rawat jalan menunjukkan berbeda signifikan ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin dan cara bayar untuk stroke iskemik, sedangkan untuk stroke hemoragi menunjukkan beda signifikan ditinjau dari faktor jenis kelamin dan cara bayar. Biaya rawat inap menunjukkan beda signifikan ditinjau dari faktor usia, kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid untuk stroke iskemik, sedangkan untuk stroke hemoragi menunjukkan beda signifikan ditinjau dari kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid. Tipe stroke memberikan hasil perbedaan signifikan pada biaya stroke rawat jalan. Kata Kunci: Cost of Illness, stroke, perspektif rumah sakit ABSTRACT Stroke is an illness that causes of brain disorder that can lead to death and severe disability on individual, and the stroke medication costs are enormous. The study of the Cost of Illness (COI) measures the economic burden of an illness. The research goal is to identify the total cost portrait of stroke, to determine the difference in the real cost of outpatient and inpatient stroke patients terms of factors as age, gender, the class of treatment, length of stay, the number of comorbid, payment systems and type of stroke in Dr. Sardjito hospital. This research was analytic research with cross sectional study design based on the perspective of the hospital. The data were collected retrospectively through medical patients records from January to June 2014, from the insurance division, and from the Information Technology Unit at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. The variables in this study consist of the independent variables namely: age, gender, medication class, length of stay, number of comorbid, payment system and stroke type include ischemic and hemorrhagic stroke, while the dependent variables namely: the real cost of outpatient and inpatient stroke patients in Dr Sardjito hospital. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, Mann Whitney, and Kruskal Wallis. The total cost of stroke from January-June 2014 based on the perspective of the Dr. Sardjito hospital for 606 patients was Rp. 5,867,281,315,97. The cost of outpatient with ischemic stroke showed significant difference in terms of the age factor, sex, and payment system, while the cost of outpatient with hemorrhagic stroke showed a significant difference in terms of the factors gender and payment system. The cost of inpatient with ischemic stroke showed a significant difference in terms of age, class treatment, and length of stay and the number of comorbidities, while the cost of inpatient with hemorrhagic stroke showed significant differences in terms of class treatment, length of stay and the number of comorbidities. The type of stroke results significant differences in the cost of outpatient stroke. Keywords: The Cost of Illness, stroke, Dr. Sardjito hospital s perspective PENDAHULUAN Stroke adalah salah satu penyebab kecacatan berat di seluruh dunia pada usia di atas 60 tahun dengan biaya perawatan yang besar. Pada tahun 2004 diperkirakan 53,6 miliar dolar Amerika (Nasution, 2007), sehingga stroke Korespondensi Sandi Purbaningsih, S.Si., Apt RSUD RA Kartini Email : sandi.at03@gmail.com HP : 081226611125 disebut sebagai penyakit yang mahal baik untuk pasien sendiri dan keluarganya. Penelitian Finkelstein et al. (2014) memperkirakan penduduk Indonesia di atas usia 40 tahun diproyeksikan meningkat sebesar 34,4% dari 73,4 menjadi 98,7 juta pada 2020, sedangkan pertumbuhan penduduk total diperkirakan hanya 9,7%. Antara 2010 dan 2020 jumlah prevalensi hipertensi sebagai faktor 95

Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 resiko stroke diperkirakan akan meningkat sebesar 6,8%, sedangkan prevalensi stroke diperkirakan akan meningkat sebesar 20%. Berdasarkan prevalensi tersebut diperkirakan beban ekonomi stroke akan mengalami peningkatan dengan proporsi terbesar yaitu 56,9% dari $ 0,29 miliar menjadi $0,45 miliar. Studi Cost of Illness (COI) atau analisa biaya penyakit mengukur beban ekonomi penyakit dan memperkirakan jumlah maksimum yang berpotensi dapat disimpan atau dihemat jika penyakit itu bisa dicegah. Banyak penelitian COI telah dilakukan selama 30 tahun terakhir. Peran penting studi COI dapat dilihat dari seringnya penggunaan oleh para pembuat kebijakan. Sebagian besar dari studi ini telah berperan dalam debat kebijakan terkait kesehatan masyarakat karena studi ini menyoroti besarnya dampak dari penyakit di masyarakat. METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis Penelitian adalah penelitian analitik noneksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Data yang digunakan diambil secara retrospektif melalui catatan medik pasien yang mengalami stroke yang memenuhi kriteria inklusi selama periode bulan Januari sampai Juni 2014, bagian Unit Teknologi Informatika dan bagian Penjaminan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mengetahui biaya perawatan pasien. Analisis biaya ini dilakukan berdasarkan perspektif rumah sakit. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data retrospektif dari catatan medik pasien; rincian biaya medik riil pasien stroke; data klaim INA CBG s pasien stroke periode Januari-Juni 2014 Subjek Penelitian Subjek yang digunakan adalah seluruh populasi pasien stroke di RSUP Dr. Sardjito periode bulan Januari-Juni 2014 yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah semua pasien yang mengalami stroke baik stroke iskemik dan stroke haemoragik baik rawat inap maupun rawat jalan di RSUP. Dr. Sardjito; pasien dengan data rekam medik dan pembiayaan yang lengkap. Kriteria eksklusi subyek penelitian adalah pasien stroke dengan komorbid penyakit yang tidak ada hubungannya dengan sistem vaskuler meliputi kanker, TBC, dan HIV-AIDS. Variabel Penelitian Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang meliputi: usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke. Sedangkan variabel tergantung adalah biaya riil pasien rawat jalan dan biaya riil pasien rawat inap. Analisis Data Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif untuk memaparkan besar total biaya penyakit stroke, komponen-komponen biaya yang menyusun total biaya penyakit stroke: analisis uji beda biaya pasien stroke di RSUP Dr. Sardjito ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, kelas perawatan, lama perawatan, jumlah komorbid, cara bayar dan tipe stroke dilakukan dengan metode analisis Mann Whitney untuk uji beda 2 kelompok, dan Kruskal Wallis untuk uji beda lebih dari 2 kelompok pada taraf kepercayaan 95% (α=5%). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Biaya Pasien Stroke Rawat Jalan Analisis biaya pada penelitian ini dilakukan dengan memperhitungkan faktorfaktor yang mempengaruhi biaya penyakit stroke di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Januari-Juni 2014. Total biaya penyakit pasien stroke rawat jalan merupakan perhitungan total biaya penyakit pasien stroke iskemik dan hemoragi dengan cara bayar fee for service dan prospective payment system. Hasil perhitungan total biaya pasien stroke rawat jalan untuk 246 episode kunjungan sebesar Rp. 98.102.668,72. Dengan rata-rata perawatan per episode sebesar Rp. 390.815,5±259.056,13. Tabel I menunjukkan bahwa usia memberikan hasil berbeda secara signifikan 96

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi terhadap biaya riil yang ditimbulkannya, dengan nilai p= 0,01 (<0,05). Dilihat dari nilai rata-rata biaya, semakin lanjut usia pasien, maka biaya yang ditimbulkannya juga semakin besar. Hal ini disebabkan semakin lanjut usia pasien fungsi dan metabolisme tubuh semakin menurun dan seringkali pasien lanjut disertai beberapa komorbid (penyakit penyerta), sehingga biaya pengobatan tidak hanya untuk mengobati penyakit stroke saja tapi juga penyakit komorbid. Jenis kelamin juga memberikan hasil beda yang signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan dengan signifikansi p= 0.03. Hasil ini sesuai dengan penelitian Gnonlonfoun et al. (2013) yang menyebutkan bahwa biaya stroke dipengaruhi oleh jenis kelamin. Biaya untuk pasien laki-laki lebih besar dari pada biaya untuk pasien perempuan, karena pada laki-laki cenderung memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit vascular, sehingga pada laki-laki kemungkinan menderita stroke lebih besar. Hasil analisis berdasarkan jumlah komorbid tidak menunjukkan hasil beda secara signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan (p=0,057). Hal tersebut kemungkinan karena yang lebih berpengaruh terhadap biaya riil adalah tingkat keparahan penyakit dan jumlah komorbid tidak cukup untuk menentukan tingkat keparahan. Untuk menentukan tingkat keparahan diperlukan komponen lain yaitu prosedur (tindakan) yang diperlukan untuk menangani penyakit tersebut sesuai sistem grouper casemix. Tabel I. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Iskemik Rawat Jalan terhadap Biaya Riil Variasi Kelompok n Jumlah Rata-rata SD p (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Usia (tahun) < 40 11 1.945.950,00 176.904,55 100.133,25 40-54 33 12.376.300,00 375.039,39 206.892,34 55-70 122 52.801.518,74 432.799,33 292.953,70 > 70 57 24.681.699,98 433.012,28 272.998,44 Jenis Kelamin Laki-laki 155 68.284.787,48 440.547,02 294.021,79 Perempuan 68 23.520.681,24 345.892,37 212.392,89 Jumlah Komorbid Tanpa 58 23.007.587,50 396.682,54 286.860,46 1 86 31.297.249,98 363.921,51 217.829,70 2 65 31.289.831,24 481.382,02 333.002,74 > 2 14 6.210.800,00 443.628,57 175.193,58 Cara Bayar Fee for service 30 8.501.887,49 283.396,25 220.836,42 Prospective payment system 193 83.303.581,23 431.624,77 277.397,08 0,010 0,030 0,057 0,000 97

Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel II. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Hemoragi Rawat Jalan dengan Biaya Riil Variasi Kelompok Usia (tahun) n (episode) Jumlah Rata-rata SD P (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < 40 7 969.000 138.428,57 102.337,92 40-54 6 1.485.750 247.625,00 179.954,20 55-70 8 3.054.550 381.818,75 239.763,27 > 70 2 787.900 393.950,00 87.327,69 Jenis Kelamin Laki-laki 9 1.334.150 148.238,89 90.745,16 Perempuan 14 4.963.050 354.503,57 213.116,33 Jumlah Komorbid Tanpa 14 2.682.300,00 396.682,54 286.860,46 1 5 1.725.050,00 363.921,51 217.829,70 2 4 1.889.850,00 481.382,02 333.002,74 > 2 0 0,00 0,00 0,00 0,061 0,032 0,054 Cara bayar Fee for service 5 437.500,00 87.500,00 22.360,68 0,000 Prospective payment system 18 5.859.700,00 325.538,89 197.881,32 Dari hasil analisis pada Tabel II diketahui bahwa pada pasien stroke hemoragi rawat jalan faktor yang memberikan hasil beda signifikan terhadap biaya rill hanya jenis kelamin (p=0,032). Hal ini karena pasien stroke hemoragi rawat jalan yang berjenis kelamin perempuan rata-rata berusia lanjut (di atas 50 tahun) yang kemungkinan sudah mengalami postmenstruasi. Menurut penelitian Haast et al., (2012), kejadian postmenstruasi dan usia yang lebih panjang pada perempuan, menyebabkan perempuan mendapatkan serangan stroke pada usia lanjut dan biasanya terjadi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, karena perbedaan jenis hormonal mempengaruhi patofisiologi dan sirkulasi darah di otak. Hasil analisis untuk faktor usia dan jumlah komorbid tidak memberikan hasil beda yang signifikan terhadap biaya riil (p>0,05). Pasien yang memiliki 2 komorbid mempunyai rata-rata biaya tertinggi sebesar Rp. 481.382,02. Tabel III. Uji Beda Tipe Stroke Pasien Rawat Jalan terhadap Biaya Riil Tipe Stroke n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Stroke Iskemik 223 91.805.468,72 404.009,41 261.927,27 Stroke Hemoragi 23 6.297.200,00 273.791,30 201.064,46 0,006 98

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi Berdasarkan Tabel III, diketahui bahwa tipe stroke memberikan hasil berbeda secara signifikan terhadap biaya riil yang ditimbulkan (p<0,05), meskipun rata-rata pada stroke hemoragi lebih rendah dari rata-rata pada stroke iskemik. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Nordin et al., (2012) yang menyatakan bahwa biaya stroke kurang dipengaruhi oleh tipe stroke akan tetapi lebih dipengaruhi oleh tingkat keparahan stroke. Program JKN yang diterapkan pemerintah mulai 1 Januari 2014, memberlakukan perhitungan biaya perawatan pasien dengan cara bayar prospective payment system didasarkan pada tarif INA-CBGs menyebabkan analisis tentang biaya yang terkait dengan tarif INA-CBGs adalah aktual untuk dilakukan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara biaya riil pasien stroke dengan cara bayar prospective payment system dengan klaim tarif INA-CBGs yang ditetapkan berdasarkan grouping. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh selisih negatif untuk biaya pasien stroke iskemik sejumlah 110 episode sebesar Rp. 5.049.248,00 dan untuk pasien stroke hemoragi rawat jalan sejumlah 6 episode sebesar Rp. 400.418,00. Selisih negatif antara biaya riil pasien stroke rawat jalan dengan cara bayar PPS memberi gambaran tentang kemungkinan kerugian biaya yang ditanggung rumah sakit dalam perawatan pasien stroke rawat jalan. Analisis Biaya Pasien Stroke Rawat Inap Perhitungan total biaya pasien stroke rawat inap adalah sebesar Rp. 5.769.178.647,25 untuk 424 episode perawatan, merupakan penjumlahan dari total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar fee for service dan total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar prospective payment system. Total biaya riil yang dibutuhkan untuk perawatan pasien rawat inap dengan cara bayar fee for service selama periode Januari-Juni 2014 adalah sebesar Rp. 424.349.443,57 akumulasi dari biaya riil pasien stroke iskemik dan stroke hemoragi rawat inap sebanyak 42 episode. Ratarata perawatan per episode sebesar Rp. 10.103.558,18±12.431.342,95. Hasil perhitungan total biaya pasien stroke rawat inap dengan cara bayar prospective payment system dengan menjumlahkan biaya medik langsung rawat inap pasien stroke iskemik dan hemoragi. Dari hasil perhitungan diperoleh total biaya sebesar Rp. 5.344.829.203,68 untuk 382 episode. Hasil uji beda karakteristik pasien stroke iskemik terhadap biaya riil dalam Tabel IV menunjukkan bahwa usia memberikan hasil berbeda sangat signifikan terhadap biaya riil rawat inap, ditunjukkan dengan nilai p= 0,000 (<0,05). Hasil ini sesuai dengan penelitian Chow et al., (2004), yang menyimpulkan bahwa usia, kelas perawatan, dan lama perawatan berpengaruh signifikan terhadap total biaya perawatan. Pada uji beda jenis kelamin memberikan hasil tidak berbeda secara signifikan dengan biaya riil (p=-0,300). Penelitian Damayanti (2010) juga menyimpulkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap biaya riil pasien stroke. Hal ini kemungkinan disebabkan variasi kondisi kesehatan pasien laki-laki dan perempuan yang berkunjung ke rumah sakit pada periode tersebut hampir sama. Kelas Perawatan juga memberikan hasil berbeda yang sangat signifikan terhadap biaya dengan nilai p= 0.000 (<0.05). Perbedaan tersebut karena adanya perbedaan fasilitas yang diperoleh pasien. Selain itu tiap kelas perawatan ada perbedaan jenis obat yang diberikan. Pada kelas menengah ke bawah banyak menggunakan obat-obat generik dengan harga yang relatif murah, sedangkan pada kelas yang lebih tinggi sering masih menggunakan obatobat branded atau branded generik dengan harga yang relatif lebih mahal. Uji perbedaan lama perawatan memiliki nilai signifikansi yang jauh dibawah 0,05 (p=0,000), berarti semakin lama perawatan pasien di ruang rawat inap maka semakin besar biayanya. Karena semakin lama perawatan, minimal ada penambahan biaya akomodasi, pelayanan medik, dan obat serta barang medik 99

Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel IV. Hasil Uji Beda Karakteristik Pasien Stroke Iskemik Rawat Inap terhadap Biaya Variasi Komponen Usia (tahun) n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < 40 14 258.499.282,95 18.464.234,50 17.562.080,47 40-54 58 562.671.284,78 9.701.229,05 10.468.208,45 55-70 152 1.934.477.612,20 12.726.826,40 11.384.807,78 > 70 85 1.387.209.372,99 16.320.110,27 15.764.921,64 Jenis Kelamin Laki-laki 195 2.364.418.003,37 12.125.220,53 11.662.090,25 Perempuan 114 1.778.439.549,55 15.600.346,93 14.991.679,10 Kelas perawatan III 45 447.625.074,25 9.947.223,87 12.799.046,88 II 163 1.975.957.469,23 12.122.438,46 12.053.678,07 I 37 540.887.855,69 14.618.590,69 13.692.263,52 VIP 31 438.231.693,20 14.136.506,23 9.665.755,66 VVIP 15 285.658.574,89 19.043.904,99 14.004.193,73 Suite Room 18 454.496.885,66 25.249.826,98 18.356.179,21 Lama Perawatan (hari) < 5 75 479.103.806,73 6.388.050,76 3.993.128,07 5-10 171 1.891.850.427,01 11.063.452,79 8.317.334,06 10-20 41 985.752.899,12 24.042.753,64 16.779.133,56 > 20 22 786.150.420,06 35.734.110,00 19.772.147,68 Jumlah Komorbid Tanpa 2 20.956.692,71 10.478.346,36 7.598.553,00 1 96 1.046.290.747,63 10.898.861,95 11.255.528,13 2 131 1.751.151.066,49 13.367.565,39 13.422.403,98 > 2 80 1.324.459.046,09 16.555.738,08 14.107.228,81 Cara Bayar Fee for service 27 308.798.125,55 11.436.967,61 14.126.959,95 Prospective payment system 282 3.834.059.427,37 13.595.955,42 12.980.514,58 0,000 0,300 0,000 0,000 0,008 0,553 Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Huang et al., (2013) bahwa lama perawatan berpengaruh terhadap biaya riil rawat inap. Efisiensi biaya perawatan pasien stroke rawat inap dengan cara memberikan terapi yang efektif. Salah satu usaha rumah sakit untuk memberikan perawatan yang efektif bagi pasien stroke adalah dengan cara mendirikan unit stroke. Studi meta analisis yang diadakan oleh Stroke Unit Trialists Collaboration (2007) menunjukkan adanya penurunan angka kematian pasien stroke 18% ketika dirawat di Unit stroke daripada pasien yang dirawat di bangsal. Hal ini karena di Unit stroke pasien ditangani oleh dokter-dokter spesialis yang saling berkolaborasi. Hasil uji perbedaan kelompok jumlah komorbid terhadap biaya riil penyakit stroke di dapatkan p=0,000 (<0,05), berarti perbedaan jumlah komorbid akan menyebabkan perbedaan biaya yang ditimbulkan. Berdasarkan penelitian Aouinti et al. (2013) jumlah komorbid akan meningkatkan biaya terutama biaya obatobatan. Pada tabel VI dapat dilihat bahwa biaya riil menunjukkan beda signifikan ditinjau dari lama perawatan (p=0,000), kemudian jumlah komorbid (p=0,036) dan kelas perawatan memberikan pengaruh yang kurang signifikan (p=0,049) Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata biaya meningkat secara signifikan dengan bertambahnya lama perawatan pasien. Demikian juga halnya dengan biaya rata-rata pada kelompok jumlah komorbid, dimana biaya rata-rata meningkat dengan 100

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi semakin banyaknya jumlah komorbid yang dimiliki pasien stroke. Hasil ini sesuai dengan kesimpulan Specogna dkk., (2013) bahwa biaya terapi stroke dipengaruhi salah satunya dengan adanya faktor komorbiditas. Untuk kategori kelas perawatan, tampak juga adanya peningkatan rata-rata biaya perawatan dengan kenaikan kelas, meskipun terlihat bahwa rata-rata biaya pasien untuk kelas I lebih tinggi dibandingkan dengan biaya ratarata pasien VIP, karena ada beberapa pasien kelas I dengan tingkat keparahan yang berat sehingga membutuhkan beberapa tindakan operatif dengan biaya tinggi seperti tracheotomy dan craniotomy, serta perawatan yang lama di ICU sampai 20 hari. Dari hasil uji beda tipe stroke terhadap biaya (Tabel V), menunjukkan bahwa tipe stroke tidak memberikan beda yang signifikan terhadap biaya penyakit stroke dengan signifikansi 0.855 (>0.05). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nordin et al., (2012), bahwa biaya stroke tidak dipengaruhi oleh tipe stroke akan tetapi lebih dipengaruhi oleh tingkat keparahan stroke. Dari hasil perhitungan selisih antara biaya riil dengan klaim tarif INA-CBG s diketahui bahwa pada penyakit stroke iskemik rawat inap didapatkan perbedaan positif sebesar Rp. 186.260.802,00, sedangkan untuk kasus stroke hemoragi diperoleh selisih negatif sebesar Rp.218.889.560,60, sehingga ada kemungkinan rumah sakit menanggung kerugian. selisih negatif pada kelas perawatan diluar tanggungan BPJS (VIP, VVIP, suite room) otomatis menjadi tanggung jawab pasien. Penetapan kode diagnosis oleh petugas koding rumah sakit mempunyai peran strategis untuk menentukan besarnya tarif INA-CBG s yang bisa diklaim ke pihak BPJS. Sehingga ketepatan penulisan diagnosa dan prosedur medik yang lengkap menjadi salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan. Tabel V. Hasil Uji beda Tipe Stroke terhadap Biaya Riil Rawat Inap Tipe Stroke n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) Stroke Iskemik 309 4.142.857.552,92 13.407.306,00 13.074.517,75 Stroke Hemoragi 115 1.626.321.094,33 14.141.922,56 15.120.956,40 0,855 101

Volume 5 Nomor 2 Juni 2015 Tabel VI. Hasil Uji beda Karakteristik Pasien Stroke Hemoragi Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito terhadap Biaya Variasi Kelompok Usia (tahun) n Jumlah Rata-rata SD P (episode) (Rp) (Rp) (Rp) (signifikansi) < 40 6 81.330.544,36 13.555.090,73 9.496.044,24 40-54 27 424.126.333,90 15.708.382,74 21.249.500,18 55-70 55 740.667.771,05 13.466.686,75 11.333.183,93 > 70 27 380.196.445,02 14.081.349,82 16.225.668,10 Jenis Kelamin Laki-laki 61 823.244.771,29 13.495.815,92 13.529.448,65 Perempuan 54 803.076.323,04 14.871.783,76 16.839.054,78 Kelas perawatan III 22 233.464.555,25 10.612.025,24 12.044.345,65 II 71 837.297.710,57 11.792.925,50 8.502.166,93 I 12 307.361.451,77 25.613.454,31 30.363.849,80 VIP 8 141.924.145,74 17.740.518,22 12.308.760,70 VVIP 1 26.993.533,00 26.993.533,00 0,00 Suite Room 1 79.279.698,00 79.279.698,00 0,00 Lama Perawatan (hari) < 5 37 167.538.763,86 4.528.074,70 3.086.525,36 5-10 25 285.561.996,35 11.422.479,85 5.860.284,54 10-20 46 825.213.430,52 17.939.422,40 8.780.274,22 > 20 7 348.006.903,60 49.715.271,94 37.199.232,24 Jumlah Komorbid Tanpa 10 80.854.581,08 8.085.458,11 5.437.375,43 1 56 625.179.393,75 11.163.917,75 8.961.712,28 2 26 356.159.900,71 13.698.457,72 9.502.827,61 > 2 23 564.127.218,79 24.527.270,38 26.777.917,77 Cara Bayar Fee for service 15 115.551.318,02 7.703.421,20 9.131.369,81 Prospective payment system 100 1.510.769.776,31 15.107.697,76 15.629.196,10 0,923 0,579 0,049 0,000 0,036 0,163 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Cost of Illness Pasien Stroke di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dapat diambil kesimpulan bahwa total biaya penyakit stroke iskemik dan hemoragi dalam periode Januari-Juni 2014 (6 bulan) berdasarkan perspektif RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta adalah sebesar Rp. 5.867.281.315,97. Biaya tersebut merupakan penjumlahan dari total biaya rawat jalan untuk 198 pasien (246 episode) sebesar Rp. 98.102.668,72 dan total biaya rawat inap untuk 408 pasien (424 episode) sebesar Rp. 5.769.178.647,25. Pada biaya riil stroke iskemik rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor usia, jenis kelamin, dan cara bayar pasien (p<0,05), sedangkan pada biaya riil stroke hemoragi rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor jenis kelamin dan cara bayar (p<0,05). 102

Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi Pada biaya riil pasien stroke rawat jalan terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari tipe stroke (p<0,05). Pada biaya riil stroke iskemik rawat inap terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor usia, kelas perawatan, lama perawatan dan jumlah komorbid (p<0,05), sedangkan pada biaya riil stroke hemoragi rawat inap terdapat perbedaan signifikan ditinjau dari faktor kelas perawatan, lama perawatan, dan jumlah komorbid (p<0,05). DAFTAR PUSTAKA Aouinti, S., Malouche, D., Mallek, H. o., Saidi, O., Lassaoud, O., Hentati, F., et al., 2013, Predictive Risk Factors for Increased Direct Medical Cost of Stroke in Tunisia, http://www.academia.edu/5779963/predict ive_risk_factors_for_increased_direct_med ical_cost_of_stroke_in_tunisia, diakses 31 Maret 2015. Chow, W.L., Tin, A.S., Meyyappan, A., 2010, Factor Influencing Cost of Inpatient Ischaemic Stroke Care in Singapura, SingHealth Centre for Healyh Services Research, 19 (4): 283-291. Damayanti, 2010, Analisis Biaya Terapi Pasien Stroke Rawat Inap di RSUP Dr. Sardjito tahun 2007, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Finkelstein, E.A., Chay, J., dan Bajpai, S., 2014, The Economic Burden of Self-Reported and Undiagnosed Cardiovascular Diseases and Diabetes on Indonesian Households. PLoS ONE, 9 (6): 1-3. Gnonlonfoun, D.D., Adoukonou, T., Adjien, C., Nkouei, E., Houinato, D., Avode, D.G., et al., 2013, Factors Associated with Stroke Direct Cost in Francophone West Afirca, Benin Example, World Journal of Neuroscience, 3 (4): 287 292. Haast, R.A.M., Gustafson, D.R., dan Kiliaan, A.J., 2012, Sex Differences in Stroke, Journal of Cerebral Blood Flow and Metabolism, 32 (12): 2100 2107. Huang, Y.-C., Hu, C.-J., Lee, T.-H., Yang, J.-T., Weng, H.-H., Lin, L.C., et al., 2013, The Impact Factors on the Cost and Length of Stay among Acute Ischemic Stroke, Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, 22 (7): e152 e158. Nasution, D.K., 2007, Strategi Pencegahan Stroke Primer,http://repository.usu.ac.id/bitstream /123456789/20531/1/ppgb_2007_darul_kutn i.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/1 23456789/20531/1/ppgb_2007_darul_kutni. pdf, diakses 2 September 2014. Nordin, N.., Ajunid, S.., Aziz, N.A., Nur, A.M., Sulong, S., 2012, Direct Medical Cost of Stroke: Finding from a Tertiary Hospital in Malaysia, Medical Journal Malaysia, 67 (5): 473-477. Specogna, A.V., Patten, S.B., Turin, T.C., dan Hill, M.D., 2013, Cost of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage in Canada During 1 Decade, Stroke, 45 (1): 284-286. Stroke Unit Trialists Collaboration, 2007, Organised Inpatient (Stroke Unit) Care for Stroke, The Cochrane Database of Systematic Reviews, CD000197. 103