Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

KAJIAN KUALITAS LIMBAH CAIR KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL PT. ANEKA TAMBANG TBK, HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA

Lampiran 1. Kebutuhan air di kampus IPB Dramaga saat libur

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 429/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 TANGGAL: 19 APRIL 2010 PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

Lampiran F - Kumpulan Data

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal

GUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN FORMULIR PERMOHONAN IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE SUMBER AIR

TARIF LINGKUP AKREDITASI

L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam kegiatan seperti mandi, mencuci, dan minum. Tingkat. dimana saja karena bersih, praktis, dan aman.

SNI butir A Air Minum Dalam Kemasan Bau, rasa SNI butir dari 12

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/330/KPTS/013/2012 TENTANG

LAMPIARAN : LAMPIRAN 1 ANALISA AIR DRAIN BIOFILTER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

3. METODE PENELITIAN. Gambar 3. Peta lokasi pengamatan dan pengambilan sampel di Waduk Cirata

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA

Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 1990, tanggal 5 Juni 1990 Tentang Pengendalian Pencemaran Air

I. Tujuan Setelah praktikum, mahasiswa dapat : 1. Menentukan waktu pengendapan optimum dalam bak sedimentasi 2. Menentukan efisiensi pengendapan

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :...

III. METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1 Hasil analisa laboratorium terhadap konsentrasi zat pada WTH 1-4 jam dengan suplai udara 30 liter/menit

BAB I PENDAHULUAN. udara, air dan tanah berupa kegiatan industri dan pertambangan.

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 09 TAHUN 2006 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL

EVALUASI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR YANG DITERIMA PELANGGAN PDAM KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR

Air mineral SNI 3553:2015

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN,

Bab V Hasil dan Pembahasan

STUDI KUALITAS AIR DI SUNGAI DONAN SEKITAR AREA PEMBUANGAN LIMBAH INDUSTRI PERTAMINA RU IV CILACAP

DAMPAK PENGOPERASIAN INDUSTRI TEKSTIL DI DAS GARANG HILIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DAN AIR PASOKAN PDAM KOTA SEMARANG

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM. - Mg/l Skala NTU - - Skala TCU

Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Salah satu sumber air baku bagi pengolahan air minum adalah air sungai. Air sungai

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/331/KPTS/013/2012 TENTANG

Air mineral alami SNI 6242:2015

PEMERINTAH KOTA PASURUAN

NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO SERI. E

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/331/KPTS/013/2012 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR, 4. Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Jasa Tirta I ;

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BERUPA LABORATORIUM

PENENTUAN STATUS PENCEMARAN KUALITAS AIR DENGAN METODE STORET DAN INDEKS PENCEMARAN (Studi Kasus: Sungai Indragiri Ruas Kuantan Tengah)

EVALUASI KUALITAS AIR MINUM PADA HIPPAM DAN PDAM DI KOTA BATU

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

KAJIAN KUALITAS AIR DAN SEDIMEN DASAR SUNGAI KUTAI LAMA-KAB. KUTAI KARTANEGARA SEBAGAI PERTIMBANGAN AWAL RENCANA PENGERUKAN

PENAATAN PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR TERHADAP PERATURAN AIR LIMBAH PERTAMBANGAN

ANALISIS BOD dan COD DI SUNGAI SROYO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI DI KECAMATAN JATEN

Lampiran 1. Kep.Men. LH Nomor 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut

Kawasaki Motor Indonesia Green Industry Sumber Limbah

ph TSS mg/l 100 Sulfida mg/l 1 Amonia mg/l 5 Klor bebas mg/l 1 BOD mg/l 100 COD mg/l 200 Minyak lemak mg/l 15

Oleh: Rizqi Amalia ( ) Dosen Pembimbing: Welly Herumurti ST. M.Sc

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM PADA LIMBAH TAILING (RED MUD) TAMBANG BAUKSIT. Andi Zulfikar

PENENTUAN NILAI MUTU AIR PERMUKAAN PADA LAHAN PASCA TAMBANG RAKYAT KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

REKAPITULASI HASIL PEMANTAUAN KUALITAS AIR SUNGAI OYO TAHUN Jembatan Kedungwates Gunungkidul

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian. Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata. Dekstruksi Basah

: Baku mutu air kelas I menurut Peraturan Pemerintah RI no. 82 tahun 2001 (hanya untuk Stasiun 1)

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kriteria mutu air berdasarkan kelas (PP Nomor 82 Tahun 2001) PARAMETER SATUAN KELAS I II III IV FISIKA

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

POTENSI HIDROLOGI DANAU DAN LAHAN GAMBUT SEBAGAI SUMBERDAYA AIR (STUDI KASUS: DANAU AIR HITAM, PEDAMARAN, OKI)

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KAWASAN INDUSTRI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI AJKWA AKIBAT BUANGAN LIMBAH INDUSTRI PT. FREPORT INDONESIA KABUPATEN MIMIKA

Konsentrasi (mg/l) Titik Sampling 1 (4 April 2007) Sampling 2 (3 Mei 2007) Sampling

III. METODE PENELITIAN

BAB I. Logam berat adalah unsur kimia yang termasuk dalam kelompok logam yang

Lampiran 1. Perhitungan Jumlah Zooplankton yang ditemukan. Jumlah Individu/l St 1 St 2 St 3 St 4 St 5

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM TERHADAP KAN- DUNGAN CU. ZN, CN, NI, AG DAN SO4 DALAM AIR TANAH BEBAS DI DESA BANGUNTAPAN, BANTUL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pertumbuhan penduduk dan populasi penduduk yang tinggi

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No Seri D

2. TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2. Zonasi pada perairan tergenang (Sumber: Goldman dan Horne 1983)

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 21/ KPTS/013/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 51/MENLH/10/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI

HASIL DAN PEMBAHASAN. Lanjutan Nilai parameter. Baku mutu. sebelum perlakuan

SEA WATER QUALITY MONITORING OF NICKEL SAND SPILL CONTAMINANTS IN THE GULF OF BULI, HALMAHERA

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI

BAB IV TINJAUAN SUMBER AIR BAKU AIR MINUM

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PENENTUAN STATUS MUTU AIR

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT

BIOAKUMULASI LOGAM Fe OLEH CACING AKUATIK DALAM PROSES REDUKSI LUMPUR

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 51 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

Lampiran 1. Pengukuran Konsentrasi Logam Sebenarnya

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. contohnya adalah tailing yang merupakan limbah hasil pengolahan mineral

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem bijih porfiri berasal dari fluida magmatik hidrotermal bertemperatur tinggi,

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lampiran 1 ph. Hasil seperti pada tabel berikut : Tabel 1 Hasil pengukuran ph sebelum dan sesudah elektrokoagulasi ph. Pengambilan Sampel 1 4,7 6,9

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera Minerals Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara Wastewater Quality in Gold Mining of PT. Minerals Nusa Halmahera Regency, North Halmahera, North Maluku Province 1 Nurain Ishak, 2 Dudi Nasrudin, 3 Sri Widayati 1,2,3 Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 email: 1 nurainishakkalfangare@gmail.com Abstract. PT. Nusa Halmahera Minerals is a company that did the gold mining activity. The activity has impacted the environment, one of which is the change in water quality in the area around the mining site. To cope with these impacts, monitoring and management of wastewater quality becomes an important thing to do for the quality of wastewater mining activities which can meet the standard of wastewater management. This activity performes an analysis of the wastewater and river water quality standards in the area of Reclamation Gosowong Cut Back, Kencana Mine, Mine Toguraci, and tailings dam at PT. Nusa Halmahera Minerals. Water quality standards were analyzed referring to the Minister of Environment Decree No. 202 of 2004 Regarding Waste Water Standard for Gold and Copper Mine Activities and/or Bussinesses. As for the river water quality standard refers to Government Regulation No 82 of 2001 regarding the water quality management and wastewater controlling. The waste water quality parameters include ph value, total suspended solids and total dissolved solids. Total dissolved solids that has been analyzed are Arsenic, Cadmium, Chromium, Copper, Lead, Mercury, and Zinc. The results of the analysis based on the data management and monitoring in the reclaimed area Gosowong Cut Back, Mine Toguraci, Mine gold, and tailings dam illustrates that the waste water from the area Reclamation Gosowong Cut Back is released into the river of Tobobo has met the water quality standard of class I, II, III, and IV stipulated in Government Regulation No. 82 of 2001. The wastewater from gold mine that is released into the river of Sambiki, wastewater from Toguraci mine released to the Bora river, and wastewater from the Tailings Dam released into the Kobok river has met the water quality standard grade IV stipulated in Government Regulation Government Regulation No. 82 of 2001. Keywords: Wastewater Quality, Gold Mining and Reclamation Gosowong CutBack Abstrak. PT. Nusa Halmahera Minerals merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan bijih emas. Kegiatan pertambangan emas akan berdampak pada lingkungan salah satunya adalah perubahan kualitas air di daerah sekitar lokasi kegiatan. Untuk menanggulangi dampak tersebut, kegiatan pemantauan dan pengelolaan kualitas air limbah menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar kualitas air limbah hasil kegiatan pertambangan dapat memenuhi baku mutu air limbah yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan ini, dilakukan analisis baku mutu air limbah dan baku mutu air sungai di area Reklamasi Gosowong Cut Back, Tambang Kencana, Tambang Toguraci, dantailing Dam di PT Nusa Halmahera Minerals. Baku mutu air limbah yang dianalisa berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 202 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga. Sedangkan untuk baku mutu air sungai mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air Tercemar. Parameter kualitas air limbah tersebut meliputi nilai ph air, total padatan tersuspensi, dan total padatan terlarut. Total padatan terlarut yang dianalisa adalah Arsen, Kadmium, Kromium, Tembaga, Timbal, Merkuri, dan Seng. Hasil analisis berdasarkan data pengelolaan dan pemantauan di area reklamasi Gosowong Cut Back, Tambang Toguraci, Tambang kencana, dan Tailing Dam memberikan gambaran bahwa air limbah dari area Reklamasi Gosowong Cut Back yang dilepaskan kesungai Tobobo memenuhi baku mutu air kelas I, II, III, dan IV yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Sedangkan air limbah dari Tambang kencana yang dilepaskan ke sungai Sambiki, air limbah dari Tambang Toguraci yang dilepas ke Sungai Bora, dan air limbah dari Tailing Dam yang dilepas ke Sungai Kobok memenuhi baku mutu air kelas IV yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Kata Kunci: Kualitas Air Limbah, Penambangan Emas, dan Reklamasi Gosowong Cut Back 104

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 105 A. Pendahuluan Latar Belakang Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga serta Peraturan Peraturan Pemerintah Lingkungan Hidup Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas air dan Pengendalian Pencemaran Air dituntut untuk melakukan pengolahan dan pemantauan air limbah untuk menanggulangi kerusakan lingkungan akibat pencemaran air limbah. Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut, maka PT Nusa Halmahera Minerals menyediakan beberapa kolam pengendapan dan kolam pencucian di setiap area penambangan, reklamasi, dan kolam penampungan tailing yang untuk kegiatan pengolahan dan pemantauan kualitas air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan emas di PT Nusa Halmahera Minerals. Dalam hal ini, parameter kualitas air limbah yang dikaji berupa ph air, total padatan tersuspensi, dan Total Padatan Terlarut. Total padatan terlarut yang dianalisa antara adalah Arsen, Kadmium, Kromium, Tembaga, Timbal, Merkuri, Seng, dan Sianida. Tujuan Penelitian Tujuan dari kegiatan pemantauan dan pengolahan air limbah ini adalah untuk menganalisis kualitas air limbah yang berasal dari kegiatan penambangan dan pengelolaan di PT Nusa Halmahera Minerals dan kualitas air yang dilepaskan ke sungai yang berperan sebagai badan penerima air. B. Landasan Teori Air Limbah Air limbah adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena pengaruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Air limbah yang telah diolah dilepaskan ke badan air penerima melalui saluran pengeluaran. Sistem pembuangan air adalah infrastruktur fisik yang mencakup pipa, pompa, penyaring, kanal, dan sebagainya yang digunakan untuk mengalirkan air limbah dari tempatnya dihasilkan ke titik di mana ia akan diolah atau dibuang. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 tahun 2004, baku mutu air limbah usaha dan kegiatan pertambangan bijih emas adalah batas ukuran atau kadar maksimum unsur pencemar dan jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke sumber air dari kegiatan pertambangan bijih emas. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan bijih emas terdiri dari: 1. air limbah kegiatan penambangan bijih emas yaitu air yang terkena dampak kegiatan penambangan bijih emas sehingga kualitasnya berubah dan perubahan tersebut terkait langsung dengan kegiatan penambangan bijih emas. 2. air limbah kegiatan pengolahan bijih emas dan yang dibuang ke badan air. 3. air limbah bagi kegiatan reklamasi paska penutupan tambang. 4. Lokasi titik pemantauan dan pengelolaan air limbah dilakukan pada: 5. Air yang keluar dari sistim pengolahan air limpasan (run off) sebelum dibuang ke badan air dan sengaja tidak terkena pengaruh dari kegiatan lain atau sumber lain selain dari kegiatan penambangan emas. 6. Air yang keluar dari sistim pengolahan air limbah dari proses pengolahan bijih Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

106 Nurain Ishak, et al. emas sebelum dibuang ke badan air dan sengaja tidak terkena pengaruh dari kegiatan lain atau sumber air lain selain dari kegiatan pengolahan bijih emas tersebut. Pengelolaan Kualitas Air Tabel 1. Baku Mutu Air Limbah Penambangan Bijih Emas Parameter Satuan Kadar Maksimum Metode Analisis ph 6 9 SNI 06-6989-11-2004 TSS mg/l 200 SNI 06-6989-3-2004 Cu mg/l 2 SNI 06-6989-6-2004 Cd mg/l 0,1 SNI 06-6989-18-2004 Zn mg/l 5 SNI 06-6989-7-2004 Pb mg/l 1 SNI 06-6989-8-2004 As mg/l 0,5 SNI 06-2913-1992 Ni mg/l 0,5 SNI 06-6989-22-2004 Cr mg/l 1 SNI 06-6989-22-2004 Sumber: KepMen LH Nomor 202 Tahun 2004. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas yang diinginkan sesuai fungsi peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisis alamiahnya. Pengelolaan kualitas air dilakukan untuk menjamin kualitas air agar tetap dalam kondisi alamiah dan menjamin kualitas sesuai dengan bahan baku mutu air melalui upaya pencegahan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air. Upaya pengelolaan kualitas air dilakukan pada: a. sumber air yang terdapat di dalam hutan lindung, b. mata air yang terdapat di luar hutan lindung, c. akuifer air tanah dalam. Baku mutu air sungai adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air (sungai) dari suatu kegiatan. Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas, yaitu: d. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air minum dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; e. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; f. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; g. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Volume 3, No.1, Tahun 2017

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 107 Tabel 2. Kriteria Baku Mutu Air Berdasarkan Kelas FISIKA Parameter Sumber: Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 C. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Analisis Baku Mutu Air Limbah I II III IV Temperature 0C Deviasi 3 Deviasi 3 Deviasi 3 Deviasi 5 Residu Terlarut mg/l 1000 1000 1000 2000 Residu Tersuspensi mg/l 50 50 400 400 LOGAM TERLARUT Satuan ph mg/l 06-Sep 6 9 6 9 5 9 BOD mg/l 2 3 6 12 COD mg/l 10 25 50 100 DO mg/l 6 4 3 0 Total fosfat sebagai P mg/l 0,2 0,2 1 5 NO3 sebagai N mg/l 10 10 20 20 NO3-N mg/l 0,5 - - - Arsen mg/l 0,05 1 1 1 Kobalt mg/l 0,2 0,2 0,2 0,2 Barium mg/l 1 - - - Boron mg/l 1 1 1 1 Selenium mg/l 0,01 0,05 0,05 0,05 Kadmium mg/l 0,01 0,01 0,01 0,01 Khrom mg/l 0,05 0,05 0,05 1 Tembaga mg/l 0,02 0,02 0,02 0,2 Besi mg/l 0,3 - - - Timbal mg/l 0,03 0,03 0,03 1 Mangan mg/l 0,1 - - - Air Raksa mg/l 0,001 0,002 0,002 0,005 Seng mg/l 0,05 0,05 0,05 2 Khlorida mg/l 600 - - - Sianida mg/l 0,02 0,02 0,02 - Fluorida mg/l 0,5 1,5 1,5 - Nitrit sebagai N mg/l 0,06 0,06 0,06 - Sulfat mg/l 400 - - - Khlorin bebas mg/l 0,03 0,03 0,03 - Belerang sebagai H2S mg/l 0,002 0,002 0,002 - Tabel 3. Analisis Baku Mutu Air Limbah di Gosowong Cut Back Periode Triwulan I Tahun 2016 Buku Mutu Air Limbah S1SP S1SP S1SP RPL RPL RPL (*) Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6-9 7.3 6.91 6.52 6.46 6.99 6.52 TSS mg/l 200 2 2 4 <1 <1 <1 Arsen As mg/l 0.5 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Kadmium Cd mg/l 0.1 0.006 0.003 0.006 0.0019 0.002 0.0008 Kromium Cr mg/l 1 0.001 0.001 0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 2 0.009 0.005 0.005 0.014 0.01 0.005 Timbal Pb mg/l 1 0.001 0.001 0.01 0.001 0.001 0.008 Merkuri Hg mg/l 0.005 0.00005 0.00005 0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 Nikel Ni mg/l 0.5 0.004 0.001 0.002 0.012 0.014 0.002 Seng Zn mg/l 5 0.084 0.06 0.058 0.281 0.273 0.255 Kelas Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

108 Nurain Ishak, et al. Gambar 1. ph Air Limbah pada Titik Pengamatan S1SP dan RPL Berdasarkan gambar 1. dan tabel 3. dimana kondisi ph air limbah pada Gosowong Cut Back bersifat netral dan relatif stabil serta tidak ada perbedaan yang signifikan antara stasiun S1SP dengan stasiun RPL. Tabel 4. Analisis Baku Mutu Air Limbah di Tambang KencanaPeriode Triwulan I Tahun 2016 Buku Mutu Air Limbah S16WP S16WP S16WP RSPK RSPK RSPK (*) Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6-9 7.77 7.7 7.2 8.65 8.88 7.44 TSS mg/l 200 28 29 8 1 1 4 Arsen As mg/l 0.5 <0.005 <0.005 <0.005 0.014 0.0129 0.005 Kadmium Cd mg/l 0.1 0.0002 0.0002 0.0007 0.0001 0.0001 0.0005 Kromium Cr mg/l 1 <0.001 <0.001 <0.001 0.012 0.014 0.001 Tembaga Cu mg/l 2 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Timbal Pb mg/l 1 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Merkuri Hg mg/l 0.005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 Nikel Ni mg/l 0.5 0.002 0.001 0.003 0.001 0.001 0.002 Seng Zn mg/l 5 0.054 0.034 0.005 0.103 0.046 0.005 Gambar 2. ph Air Limbah pada Titik Pengamatan S16WP dan RSPK Untuk gambar 2. dan tabel 4. bahwa dari awal bulan januari hingga pertengahan Volume 3, No.1, Tahun 2017

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 109 bulan februari, nilai ph air berada di atas 8 hingga 8,9 yang hampir melewati batas baku mutu air limbah yang telah ditentukan. Kondisi basa air limbah pada stasiun RSPK disebabkan oleh aktivitas concrete untuk penstabilan dinding lubang tambang, yaitu paste fill yang digunakan merupakan campuran semen dan tuff yang diduga sebagai salah satu penyebab tingginya nilai ph air pada tambang Kencana. Selain itu juga dapat dilihat pada zona mineralisasi di Tambang Kencana adalah mineralisasi low sulfida, dimana Larutan bijih dari sistem sulfidasi rendah bersifat alkali (basa) hingga netral (ph 7). Sama halnya dengan stasiun RSPK, air limbah pada stasiun S16WP juga bersifat basa namun masih terkontrol yaitu berkisar diantara 7 dan 8. Tabel 5. Analisis Baku Mutu Air Limbah di Tambang Toguraci Triwulan I Tahun 2016 Parameter Buku Mutu Air Unit Limbah WQ9 WQ9 WQ9 (*) Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6-9 7.44 7.31 7.13 TSS mg/l 200 1 1 3 Arsen As mg/l 0.5 0.097 0.103 0.022 Kadmium Cd mg/l 0.1 0.0001 0.0002 0.0009 Kromium Cr mg/l 1 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 2 0.007 0.005 0.005 Timbal Pb mg/l 1 0.002 0.004 0.005 Merkuri Hg mg/l 0.005 0.00008 0.00005 0.00005 Nikel Ni mg/l 0.5 0.003 0.002 0.002 Seng Zn mg/l 5 0.061 0.06 0.007 Gambar 3. ph Air Limbah pada Titik Pengamatan WQ9 Hasil analisa pada gambar 3 dan tabel 5 bahwa kondisi ph air limbah pada Tambang Toguraci bersifat relatif stabil yaitu berada di atas 7 dan dibawah 8. Sama halnya dengan Tambang Kencana, dapat dilihat pada zona mineralisasi di Toguraci adalah mineralisasi epitermal rendah (low sulfida), dimana Larutan bijih dari sistem sulfidasi rendah bersifat alkali (basa) hingga netral (ph 7). Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

110 Nurain Ishak, et al. Tabel 6. Analisis Baku Mutu Air Limbah di Tailing Dam Triwulan I Tahun 2016 Buku Mutu Air Limbah S16WP S16WP S16WP RSPK RSPK RSPK (*) Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6-9 8.03 7.25 7 7.06 7.34 6.88 TSS mg/l 200 <1 2 1 13 3 10 Sianida CN mg/l 0.5 0.113 0.132 0.009 <0.005 <0.005 <0.005 Arsen As mg/l 0.5 0.005 0.0024 0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Kadmium Cd mg/l 0.1 0.0001 0.0002 0.0007 <0.0001 0.0001 0.0005 Kromium Cr mg/l 1 0.005 0.004 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 2 0.114 0.04 0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Timbal Pb mg/l 1 <0.001 <0.001 <0.001 0.001 0.003 0.01 Merkuri Hg mg/l 0.005 0.00011 0.00005 0.00006 0.00007 0.00005 0.00005 Nikel Ni mg/l 0.5 0.001 0.001 0.002 <0.001 <0.001 0.003 Seng Zn mg/l 5 0.047 0.039 0.005 0.047 0.044 0.005 Volume 3, No.1, Tahun 2017 Gambar 4. ph Air Limbah pada Titik Pengamatan S8TD dan S10PP Hasil pemantauan dan analisa data menunjukan bahwa ph air limbah, TSS (total padatan tersuspensi) dan TDS (total padatan terlarut) yang berasal dari area Reklamasi Gosowng Cut Back, Tambang Kencana, Tambang Toguraci, dan Tailing Dam masih memenuhi baku mutu air limbah yang telah ditetapkan pada KepMen Lingkungan Hidup Nomor 202 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga. Analisis Baku Mutu Air Sungai Tabel 7. Analisis Baku Mutu Air Sungai di Gosowong Cut Back Periode Triwulan I Tahun 2016 Baku Mutu Air Sungai (*) Kelas I II III IV S1SP S1SP S1SP RPL RPL RPL Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6 -- 9 6 -- 9 6 -- 9 5 -- 9 7.3 6.91 6.52 6.46 6.99 6.52 TSS mg/l 50 50 400 400 2 2 4 <1 <1 <1 Arsen As mg/l 0.05 1 1 1 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Kadmium Cd mg/l 0.01 0.01 0.01 0.01 0.006 0.003 0.006 0.0019 0.002 0.0008 Kromium Cr mg/l 0.05 0.05 0.05 1 0.001 0.001 0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 0.02 0.02 0.02 0.2 0.009 0.005 0.005 0.014 0.01 0.005 Timbal Pb mg/l 0.03 0.03 0.03 1 0.001 0.001 0.01 0.001 0.001 0.008 Merkuri Hg mg/l 0.001 0.002 0.002 0.005 0.00005 0.00005 0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 Seng Zn mg/l 0.05 0.05 0.05 2 0.084 0.06 0.058 0.281 0.273 0.255

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 111 Berdasarkan hasil dari analisis data, dapat dilihat bahwa semua parameter dari air limbah pada tabel 7, tidak ada yang melewati batas baku mutu air kelas I, II, III, dan IV yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jika air limbah dari Gosowong Cut Back dibuang atau dilepas ke sungai, maka air sungai (Sungai Tabobo) tersebut dapat dimanfaatkan sebagai air minum, sarana/ prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan tawar, peternakan, pertanian (mengairi tanaman), serta peruntukan lainnya yang mempunyai syarat baku mutu yang sama. Tabel 8. Analisis Baku Mutu Air Sungai di Tambang Kencana Periode Triwulan I Tahun 2016 Baku Mutu Air Sungai (*) Kelas I II III IV S16WP S16WP S16WP RSPK RSPK RSPK Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6 -- 9 6 -- 9 6 -- 9 5 -- 9 7.77 7.7 7.2 8.65 8.88 7.44 TSS mg/l 50 50 400 400 28 29 8 1 1 4 Arsen As mg/l 0.05 1 1 1 <0.005 <0.005 <0.005 0.014 0.0129 0.005 Kadmium Cd mg/l 0.01 0.01 0.01 0.01 0.0002 0.0002 0.0007 0.0001 0.0001 0.0005 Kromium Cr mg/l 0.05 0.05 0.05 1 <0.001 <0.001 <0.001 0.012 0.014 0.001 Tembaga Cu mg/l 0.02 0.02 0.02 0.2 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Timbal Pb mg/l 0.03 0.03 0.03 1 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Merkuri Hg mg/l 0.001 0.002 0.002 0.005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 <0.00005 Seng Zn mg/l 0.05 0.05 0.05 2 0.054 0.034 0.005 0.103 0.046 0.005 Hasil analisis menunjukan bahwa dari semua parameter air limbah pada tabel 8, Seng pada bulan Januari di stasiun S16WP dan RSPK tidak memenuhi baku mutu air kelas I, II, dan III yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Seng (mg/l) 0,11 0,1 0,09 0,08 0,07 0,06 0,05 0,04 0,03 0,02 0,01 0 S16WP RSPK Baku Mutu Air Kelas I, II, III Januari Februari Maret Sumber: Hasil Pemantauan dan Analisa Data, 2016 Gambar 5. Kandungan Seng pada Air Limbah di S16WP dan RSPK Seng yang terlarut pada stasiun S16WP yaitu 0,054 mg/l dan 0,103 mg/l di stasiun RSPK melewati batas baku mutu kelas I, II, dan III yaitu 0,05 mg/l namun masih memenuhi baku mutu kelas IV yaitu 2 mg/l. (Gambar 5). Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

112 Nurain Ishak, et al. Tabel 9. Analisis Baku Mutu Air Sungai di Tambang Toguraci Periode Triwulan I Tahun 2016 Baku Mutu Air Sungai (*) Kelas I II III IV WQ9 WQ9 WQ9 Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6 -- 9 6 -- 9 6 -- 9 5 -- 9 7.44 7.31 7.13 TSS mg/l 50 50 400 400 1 1 3 Arsen As mg/l 0.05 1 1 1 0.097 0.103 0.022 Kadmium Cd mg/l 0.01 0.01 0.01 0.01 0.0001 0.0002 0.0009 Kromium Cr mg/l 0.05 0.05 0.05 1 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 0.02 0.02 0.02 0.2 0.007 0.005 0.005 Timbal Pb mg/l 0.03 0.03 0.03 1 0.002 0.004 0.005 Merkuri Hg mg/l 0.001 0.002 0.002 0.005 0.00008 0.00005 0.00005 Seng Zn mg/l 0.05 0.05 0.05 2 0.061 0.06 0.007 Hasil analisis menunjukan bahwa dari semua parameter air limbah pada tabel 9, Seng pada bulan Januari hingga Februari tidak memenuhi baku mutu air kelas I, II, dan III serta Arsen pada bulan Januari hingga Februari di tidak memenuhi baku mutu air kelas I yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Sumber: Hasil Pemantauan dan Analisa Data, 2016 WQ9 (mg/l) 0,12 0,11 0,1 0,09 0,08 0,07 0,06 0,05 0,04 0,03 0,02 0,01 0 Seng Arsen Baku Mutu Air Kelas I,II,III Januari Februari Maret Volume 3, No.1, Tahun 2017 Gambar 6. Kandungan Seng dan Arsen pada Air Limbah di WQ9 Seng yang terlarut pada stasiun WQ9 yaitu 0,061 mg/l dan 0,06 mg/l melebihi batas baku mutu kelas I, II, dan III yaitu 0,05 mg/l namun tidak melebihi baku mutu kelas IV 2 mg/l. Arsen yang terlarut pada stasiun WQ9 yaitu 0,097 mg/l dan 0,123 mg/l melebihi batas baku mutu kelas I yaitu 0,05 mg/l namun tidak melebihi baku mutu kelas II,III, dan IV 1 mg/l. (Gambar 6). Jika air limbah yang berasal dari Tambang Kencana yang dilepas ke Sungai Sambiki dan air limbah dari Tambang Toguraci yang dilepas ke Sungai Bora, maka air sungai tersebut hanya dapat digunakan untuk mengairi tanaman (kegiatan pertanian), serta peruntukan lainnya yang mempunyai syarat baku mutu yang sama dan tidak dapat digunakan untuk air minum, sarana/prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan tawar, dan peternakan.

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 113 Tabel 10. Analisis Baku Mutu Air Sungai di Tailing Dam Periode Triwulan I Tahun 2016 Baku Mutu Air Sungai (*) Kelas I II III IV S10PP S10PP S10PP S8TD S8TD S8TD Tanggal Pengambilan Sampel 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 6-Jan-16 1-Feb-16 2-Mar-16 ph 6 -- 9 6 -- 9 6 -- 9 5 -- 9 8.03 7.25 7 7.06 7.34 6.88 TSS mg/l 50 50 400 400 <1 2 1 13 3 10 Sianida CN mg/l 0.02 0.02 0.02-0.113 0.132 0.009 <0.005 <0.005 <0.005 Dissolved Metals Arsen As mg/l 0.05 1 1 1 0.005 0.0024 0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Kadmium Cd mg/l 0.01 0.01 0.01 0.01 0.0001 0.0002 0.0007 <0.0001 0.0001 0.0005 Kromium Cr mg/l 0.05 0.05 0.05 1 0.005 0.004 <0.001 <0.001 <0.001 <0.001 Tembaga Cu mg/l 0.02 0.02 0.02 0.2 0.114 0.04 0.005 <0.005 <0.005 <0.005 Timbal Pb mg/l 0.03 0.03 0.03 1 <0.001 <0.001 <0.001 0.001 0.003 0.01 Merkuri Hg mg/l 0.001 0.002 0.002 0.005 0.00011 0.00005 0.00006 0.00007 0.00005 0.00005 Seng Zn mg/l 0.05 0.05 0.05 2 0.047 0.039 0.005 0.047 0.044 0.005 Hasil analisis menunjukan bahwa dari semua parameter air limbah pada tabel 5.8, kandungan sianida dan Tembaga pada bulan Januari hingga Februari di stasiun S10PP belum memenuhi baku mutu air kelas I, II, dan III yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kandungan sianida yang terdapat pada stasiun S10PP berasal dari kegiatan leaching sianida yang telah mengalami proses penghancuran di tangki detoxification, namun air limbah di stasiun S10PP belum dilakukan proses pembersihan di polishing pond sehingga kandungan Tembaga dan Sianida belum sesuai dengan standar air limbah kelas I, II, dan III. Air limbah yang telah melalui proses pembersihan di polishing pond adalah air yang berada di stasiun S8TD, sehingga kandungan Sianida dan Tembaga pada stasiun S8TD berada di bawah 0,005 mg/l. S10PP (mg/l) 0,16 0,14 0,12 0,1 0,08 0,06 0,04 0,02 Tembaga Sianida Baku Mutu Kelas I,II,III 0 Januari Februari Maret Sumber: Hasil Pemantauan dan Analisa Data, 2016 Gambar 7. Kandungan Tembaga dan Sianida pada Air Limbah di S10PP Pada stasiun S10PP, kandungan sianida 0,113 mg/l hingga 0,302 mg/l dan Tembaga 0,114 mg.l hingga 0,04 mg/l pada stasiun S10PP melewati batas baku mutu kelas I, II, dan III 0,02 mg/l, namun tidak melewati batas baku mutu kelas IV. (Gambar 7). Jika air limbah dari air limbah dari Tailing Dam yang dilepas ke Sungai Kobok, maka dapat dimanfaatkan sebagai air minum, sarana/ prasarana rekreasi air, Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

114 Nurain Ishak, et al. pembudidayaan ikan tawar, peternakan, pertanian (mengairi tanaman), serta peruntukan lainnya yang mempunyai syarat baku mutu yang sama. D. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Saran Berdasarkan hasil kegiatan penelitian dan analisis data didapat kesimpulan: 1. Kualitas air limbah yang terdiri dari ph air, TSS (total padatan tersuspensi) dan TDS (total padatan terlarut) pada area Reklamasi Gosowong Cut Back, Tambang Kencana Underground, Tambang Toguraci Underground, dan Tailing Dam memenuhi baku mutu air limbah dari kegiatan pertambangan bijih emas yang telah ditetapkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 tahun. 2. Air limbah dari area Reklamasi Gosowong Cut Back yang dilepas ke Sungai Tabobo dan air limbah dari Tailing Dam yang dilepas ke Sungai Kobok memenuhi baku mutu air kelas I, II, III, dan IV yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 3. Air limbah dari Tambang Kencana yang dilepas ke Sungai Sambiki dan air limbah dari Tambang Toguraci yang dilepas ke Sungai Bora memenuhi baku mutu air kelas IV yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 1. Pengolahan air limbah dari Tambang Kencana agar lebih dioptimalkan lagi, mengingat kondisi ph air yang hampir melewati batas baku mutu air limbah walaupun masih memenuhi baku mutu air limbah pada kegiatan pertambangan emas. 2. Pengolahan tambahan pada air limbah dari Tambang Kencana dan Tambang Toguraci yang akan dialirkan ke Sungai agar dapat dimanfaatkan juga untuk air minum atau dikonsumsi manusia, sarana/prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan tawar, peternakan, pertanian (mengairi tanaman), serta peruntukan lainnya yang mempunyai syarat baku mutu yang sama. Daftar Pustaka Anonim, 2004, Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan Atau Tembaga. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 202 Tahun 2004. Anonim, 2010, Potensi Sumberdaya Maluku Utara. Departemen Kehutanan dalam dephut.go.id. Anonim, 2016, Stratigrafi Gosowong Area PT Nusa Halmahera Minerals. Technical Service Department PT Nusa Halmahera Minerals. Anonim, 2016, Data Pemantauan Harian Kualitas Air Limbah di PT Nusa Halmahera Minerals. Environment Department PT Nusa Halmahera Minerals. Anonim, 2016, Data Pemantauan Bulanan Kualitas Air Limbah di PT Nusa Halmahera Minerals. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku Utara. Apandi, T., dan Sudana, D., 2000, Mandala Geologi Maluku Utara, Institut Teknologi Bandung, Bandung. Bessho, 1944, Zona Sesar Maluku Utara, Dalam Hamilton 1979, Institut Teknologi Volume 3, No.1, Tahun 2017

Kualitas Air Limbah Penambangan Emas di PT. Nusa Halmahera... 115 Bandung Dep. Umum Research Nasional, Bandung. Corbett, G.J. dan Leach, T.M., 1996, Southwest Pacific Rim Gold-Tembaga Systems: Structure, Alteration, and Mineralization: SEG Special Publication No. 6. Hamilton, 1979, Zona Sesar Maluku Utara, Institut Teknologi Bandung Dep. Umum Research Nasional, Bandung. Hartman, Howard L., 1987, Introductory Mining Engineering, John Wiley & Sons Inc., Canada. Hedenquist J.W., Izawa E., Arribas A.R. and White N.C., 1996, Epithermal Gold Deposits: Styles, Characteristics, and Exploration : The Society of Resource Geology, Resource Geology Special Publication Number 1. Hidayat, Wahyu., 2012, Penelitian Geologi Pulau Halmahera. Bina Karya Nusa, Halmahera Utara. Katili, J.A., 1974, Geologi Daerah Halmahera Barat, Institut Teknologi Bandung Dep. Umum Research Nasional, Jakarta. Supriatna, Sam., 1980, Geologi Regional Lembar Gosowong, Maluku Utara. Widowati, W. 2008. Efek Toksik Logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: Penerbit Andi. Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017