TIMER DAN COUNTER. ERI SETIADI NUGRAHA, S.Pd. 2012

dokumen-dokumen yang mirip
Timer : teori dan aplikasi. Handy Wicaksono Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Petra

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TUJUAN

BASIC PLC TWIDO BASIC INSTRUCTION SET TIMER COUNTER

MAKALAH. TIMER / TDR (Time Delay Relay)

WORKSHOP INSTRUMENTASI MODUL PRAKTIKUM PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB IV BAHASA PROGRAM PLC

Semua Timer diatas menggunakan jenis timer OnDellay. Untuk jenis-jenis timer bisa dilihat sebagai berikut:

Materi. Siswa Mampu :

BAB III PERANCANGAN PROTOTIPE

BAB IV INSTRUKSI INSTRUKSI DASAR PLC

METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dimulai sejak bulan November 2012

PERCOBAAN 3 I. JUDUL PERCOBAAN PLC

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

OMRON PCM1A. Programmable Logic Controller (PLC) ( Instruksi Dasar Pemrograman dengan Ladder Diagram )

Bab VI : Contoh-contoh Aplikasi ZEN

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pemrogaman HMI Dengan Menggunakan Easy Builder Human Machine Interface yang digunakan penulis untuk

BAB 3 PEMBAHASAN Pendahuluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI KENDALI TRAFFIC LIGHT 4 JALUR DENGAN PLC DISUSUN OLEH:??????????????????????????????????

Kontrol Sekuensial. Ir. Jos Pramudijanto, M.Eng. Jurusan Teknik Elektro FTI ITS Telp Fax

Kontrol Sekuensial. Ir. Josaphat Pramudijanto, M.Eng. Jurusan Teknik Elektro FTI ITS Telp Fax

BAB IV PENGATURAN DAN PENGUJIAN

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

KATA PENGANTAR. Malang, Februari 2014 Penyusun. Slamet Wibawanto 2

kendali pemotongan kertas pada industri rumah tangga, dimana dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Industri Karet Deli Tanjung Mulia

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER (PLC)

sebagai perangkai peralatan control yang satu dengan yang lain.

t o l e a r n t o k n o w P L C BASIC I Instruktur : TOTOK NUR ALIF S.Pd NIP

BAB 4. Rancang Bangun Sistem Kontrol

BAB IV PEMBUATAN SIMULASI MESIN PRES SIL OLI

APLIKASI ZELIO SOFT 2 PADA SISTEM KEAMANAN SMART ROOM DENGAN MENGGUNAKAN SMART RELAY

Gambar 1.1 Berbagai bentuk PLC 1

OTOMASI ALAT PEMBUAT BRIKET ARANG MENGGUNAKAN PLC

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI

SIMULASI TIMER DAN COUNTER PLC OMRON TYPE ZEN SEBAGAI PENGGANTI SENSOR BERAT PADA JUNK BOX PAPER MILL CONTROL SYSTEM

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : B

BAB III LANDASAN TEORI. lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun

BAB VII CONTOH APLIKASI PROGRAM PLC

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT DAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

INSTALASI MOTOR LISTRIK

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : A

PEMODELAN SIMULASI KONTROL PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN PLC

BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Abstrak. Arbye S L2F Halaman 1

Gambar 2.1. Diagram pewaktuan Timer dengan ON-delay Ladder Diagram dari fungsi pewaktuan (on-delay) ditunjukkan dalam gambar 2.2. berikut ini.

Pemisahan Produk Cacad Menggunakan PLC Schneider Twido TWD20DTK

TK3434 Sistem PLC. Hanya dipergunakan di lingkungan Fakultas Ilmu Terapan. Nama : Kelas :

BAB III PERANCANGAN SOFTWARE. Dalam pengerjaan atau pembuatan suatu alat tahapan awal yang harus

Penggunaan PLC di industri dimaksudkan untuk menggantikan penggunaan rangkaian relay dan timer. Keuntungan penggunaan PLC antara lain :

2. Prinsip dan aplikasi Relay

PERANCANGAN LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER BERBASIS PLC (Programmable Logic Controller) Di PT FDK INDONESIA

BAB III PERANCANGAN ALAT

SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB V PERSIAPAN PEMPROGRAMAN

RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM PENGEPAKAN PRODUK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL

II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan

Modul Training PLC untuk Semua

LAPORAN PROYEK AKHIR PRANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PLC-PNEUMATIK BATTERY FILLING EQUIPMENT ( PEMROGRAMAN PLC )

OTOMASI WORK STATION (FMS) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Purnawan

ZELIO LOGIC. Smart Relay

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PENDAHULUAN. Traffic Light adalah suatu lampu indikator pemberi sinyal yang di tempatkan di

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI MESIN PENGISI DAN PENUTUP BOTOL OTOMATIS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA

BAB IV PENGUJIAN ALAT

BAB III REALISASI DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH BERBASIS PLC OMRON CPM 2A

BAB III PERENCANAAN. operasi di Rumah Sakit dengan memanfaatkan media sinar Ultraviolet. adalah alat

BAB II SISTEM KENDALI, DIAGRAM TANGGA & PLC. Sejarah Perkembangan Sistem Kendali dan Otomtisasi Industri

Pertemuan ke-11 P PLC LC Timer & C t oun er

Teknik Pemrograman PLC

Bab 1 Pendahuluan Otomasi Sistem

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.

MONITORING MESIN PRESS INDUSTRI KAROSERI MENGGUNAKAN PLC

4.3 Sistem Pengendalian Motor

ELEKTRO-PNEUMATIK (smkn I Bangil)

WORKSHOP PLC & PNEUMATIK MODUL PRAKTIKUM WORKSOP PLC & PNEUMATIK

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

BAB IV PEMBAHASAN. Gambar 4.1 Sketsa mesin automatic mixing.

TE Programmable Logic Controller Petunjuk Praktikum PLC

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. fitur yang sangat kompleks. GX Developer merupakan software buatan

TE Otomasi Sistem dengan PLC (Prak. PLC) Petunjuk Praktikum PLC

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

Programmable Logic Controller (PLC) Pendahuluan

Daftar Isi. Judul 1. Daftar Isi 2. Bab1 Pendahulua Instruksi-instruksi Dasar 4

Laporan Sementara Praktikum PLC Percobaan 1 Kelas: Kelompok: d.1. Sketsa Tata Letak Konfigurasi PLC yang digunakan untuk Praktikum:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RANCANGAN SISTEM PENANGANAN LORI OTOMATIS BERBASIS PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLER. Ahmad Mahfud ABSTRAK

Bab 2 Relay Prinsip dan Aplikasi

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2014 sampai dengan Desember 2014.

Transkripsi:

TIMER DAN COUNTER ERI SETIADI NUGRAHA, S.Pd. 2012

TIMER Ada beberapa jenis timer yang digunakan pada PLC, akan tetapi yang sering digunakan adalah Timer ON Delay dan Timer OFF Delay. Fungsi pewaktu dalam PLC dapat disesuaikan dengan format program yang dibuat. Keunggulan Timer pada PLC yaitu mempunyai kecermatan dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi relay konvensional. Timer memiliki satu masukan Aktivasi Timer serta dua parameter Timer Number dan Set Value. Timer Number diisi dengan nomor pewaktu, untuk CPM 2A terdapat 226 lokasi (000 225) sedangkan CPM 1A memiliki 128 lokasi (000 127).Set Value diisi dengan nilai waktu tundaan dalam satuan 0,1 detik, antara 0000 sampai dengan 9999 (999,9 detik).

TIMER

TIMER Timer dengan set value 5 detik

TIMER Cara kerja timer: 1. Timer bekerja jika Timer coil mendapat logika 1 dari inputnya 2. Timer akan menghitung sampai preset value dan Timer contact akan aktif 3. Untuk jenis On Delay Timer (deafult) 4. Timer akan mati (kembali ke nilai awal) jika inputnya dimatikan.

TIMER ON DELAY Timer on delay (TON) : timer hidup setelah suatu periode waktu tunda yang telah ditetapkan.

TIMER OFF DELAY Timer off delay (TOFF): timer berada dalam keadaan hidup selama periode waktu yang telah ditetapkan dan kemudian mati

ONE SHOT Timer one shot digunakan untuk menghasilkan sebuah output berdurasi tetap dari sebuah input tertentu.

TIMER ON/OFF DELAY

PENGENDALIAN BEBAN DENGAN ON DELAY : Ketika beban distart, beban tidak langsung bekerja tetapi menunggu beberapa saat (sesuai dengan setting waktu pada timer) beban baru akan bekerja. Untuk ledder diagram pengendalian beban dengan on delay berarti beban akan diaktifkan dari kontak timer dimana kontak timer ini akan bekerja setelah settingan waktu pada timer menghitung mundur ke angka 0 (nol). Bentuk ladder diagramnya seperti pada gambar di bawah ini : Cara kerja rangkaian ini adalah ketika tombol on (input 000.00) ditekan, IR 001.00 akan bekerja dan kontak IR 001.00 aktif sebagai kontak pengunci. Dengan aktifnya IR 001.00, timer 001 pun bekerja. Selanjutnya kontak timer 001 ini akan mengaktifkan output 010.00 saat setelah timer 001 menghitung mundur waktu selama 5 detik.

PENGENDALIAN BEBAN DENGAN OFF DELAY: Pada prinsipnya pengendalian beban dengan off delay hampir sama halnya dengan pengendalian beban dengan on delay. Keduanya menggunakan fungsi timer untuk mengatur keadaan beban. Perbedaannya, pada on delay fungsi timer bekerja bersamaan dengan beban tidak aktif (seting waktu beban tidak aktif) sedangkan pada off delay fungsi timer bekerja bersamaan dengan beban aktif (seting waktu beban aktif) Untuk ledder diagram pengendalian terlihat seperti gambar di bawah ini : Cara kerja rangkaian ini adalah ketika tombol on (input 000.00) ditekan, IR 001.00 akan bekerja dan kontak IR 001.00 aktif sebagai kontak pengunci. Dengan aktifnya IR 001.00, timer 001-pun bekerja. Selanjutnya kontak timer 001 ini akan mengaktifkan output 010.00 saat setelah timer 001 menghitung mundur waktu selama 5.

Latihan : Buatlah ladder diagram dan statement list dari kasus kasus berikut: Lampu Berjalan Satu Arah Keterangan Terdapat 4 deretan lampu diinginkan lampu berjalan dari kanan ke kiri setelah push button diaktifkan. Setelah sampai pada lampu paling kiri. Pergerakan dimulai lagi dari kanan ke kiri setiap lampu akan hidup dan mati selama 5 detik. Konfigurasi sistem: Masukan Alat Keluaran Alat 000.00 Tombol start (PB1) 000.01 Tombol stop (PB2) 010.00 Lampu1 010.01 Lampu2 010.02 Lampu3 010.03 Lampu4

Latihan : Prioritas Bel Kuis Pertama pembawa acara memberikan pertanyaan kepada 3 (tiga) peserta kuis, setelah selesai memberikan pertanyaan, maka ke tiga pemain berlomba lomba untuk menekan tombol dalam rangka menjawab pertanyaan dari pembawa acara; Buzzer akan dibunyikan selama 10 detik setelah ada salah seorang pemain berhasil menekan tombol untuk pertama kalinya; Indikator lampu pada pemain tersebut (yang berhasil menekan tombol untuk pertama kali) akan dinyalakan dan hanya bisa dimatikan dengan saklar reset oleh pembawa acara.

Jawaban : Lampu Berjalan Satu Arah

Jawaban : Lampu Berjalan Satu Arah

Jawaban : Prioritas Bel Kuis

APLIKASI COUNTER

COUNTER Pencacah atau counter pada PLC memiliki dua masukan yaitu Count Pulse dan Reset serta memilki dua parameter yaitu Counter Number dan Set Value. Counter Number diisi dengan nomor pencacah, untuk CPM2A terdapat 226 lokasi. Set Value diisi dengan nilai cacahan (min 0, max 9999). Counter akan mencacah turun dari nilai Set Value hingga 0 setiap perubahan kondisi count pulse dari OFF ke ON. Dan akan mereset nilai Set Value bila Reset berubah dari OFF ke ON. Counter tidak akan mencacah bila Reset masih dalam kondisi ON.

Fungsi Counter : Menghitung banyaknya/jumlah kejadian tertentu. Misal : menghitung jumlah barang untuk pensortiran, pengepakan, dll. Counter mempunyai 2 input : Pulse Input harus berbentuk pulsa Reset Input

COUNTER

Cara kerja Counter: Counter coil akan aktif dan menghitung jika input pulsa berubah dari 0 ke 1 (rising edge) Counter coil akan mati dan nilai kembali ke 0 jika input reset diaktifkan Besar nilai yang akan dihitung Counter ditunjukkan preset value Ketika nilai Counter mencapai preset value, counter contact akan aktif.

COUNTER Counter dengan set value 5 kali

COUNTER

REVERSIBLE COUNTER Perintah CNT atau CNTR adalah perintah menghitung pulsa yang masuk / counter. Bedanya CNT menghitung pulsa yang masuk secara mundur atau sekali saja, tetapi untuk CNTR menghitung pulsa yang masuk bisa maju dan mundur, yaitu setelah hitungan selesai CNTR dari nol sampai yang ditentukan langsung menghitung mundur sampai menjadi nol lagi. Banyak PLC Omron menggunakan counter yang dapat menghitung naik dan turun, yang menggunakan instruksi CNTR (reversibel). Sebuah hitungan naik akan mengontrol increment input Sebuah hitungan turun akan mengontrol decrement input Sebuah hitungan naik akan increment akumulator Sebuah hitungan turun akan decrement akumulator Penghitung juga menggunakan masukan reset yang me-reset counter ke nol.

REVERSIBLE COUNTER

REVERSIBLE COUNTER

PENGENDALIAN BEBAN DENGAN FUNGSI COUNTER : Rangkaian ini biasa digunakan ditempat parkir, dimana kapasitas tempat parkir tidak dihitung secara manual, tetapi dengan menggunakan fungsi counter pada PLC, penghitungan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dapat dilakukan secara otomatis. Counter pada PLC akan menghitung mundur sebanyak set value (jumlah hitungan) yang ditentukan. Bila counter mendapat sekali triger maka set value akan berkurang satu hitungan. Dan apabila pada set value terdapat 10 kali hitungan berarti counter akan mulai bekerja apabila telah mendapatkan 10 kali triger. Apabila telah mencapai 0 (nol) pada set value, counter akan terus on, kecuali kita mereset counter tersebut. Apabila counter direset, maka hitungannya (set value) akan kembali ke posisi awal (misalnya 10).

Latihan Counter 1 Mesin penghitung dan pengepak barang Cara kerja: Tombol Start ON. Conveyor ON Sensor mendeteksi dan menghitung barang di konveyor. Jika 5 barang sudah terdeteksi, solenoid akan ON, conveyor OFF Solenoid akan menyentuh Limit Switch, sehingga solenoid akan OFF, conveyor ON Sensor kembali melakukan perhitungan.

Latihan Counter 2 Tempat Parkir Mobil Cara kerja sistem: Sensor 1 menghitung jumlah mobil yang masuk. Jika jumlah = 5, maka lampu Full akan menyala, dan mobil tidak boleh masuk lagi Jika ada mobil yang keluar, akan dihitung oleh sensor 2, maka lampu Full mati, dan mobil boleh masuk lagi.

Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box

Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box Cara Kerja : Saat ditekan tombol START (PB1), maka dijalankan konveyor pembawa box. Jika sensor box (SE2) mendeteksi keberadaan box maka konveyor pembawa box akan dihentikan dan konveyor pembawa apel mulai dijalankan. Sensor apel (SE1) akan menghitung hingga 10 buah apel kemudian menghentikan konveyor pembawa apel (pencacah apel akan direset) dan proses dijalankan dari awal lagi demikian seterusnya hingga ditekan tombol STOP (PB2).

Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang

Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang Cara kerja: Jika sensor mendeteksi benda sebanyak 5 kali, Conveyor OFF Solenoid ON selama 3 detik. Setelah itu Conveyor ON lagi dan siklus berulang.

Latihan Counter 1 Mesin penghitung dan pengepak barang

Latihan Counter 2 Tempat Parkir Mobil

Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box

Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang