BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang lingkup A.1. Tempat BKPM Semarang. A.2. Waktu 20 September 20 Oktober 2011. A.3. Disiplin ilmu Disiplin ilmu pada penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Masyarakat. B. Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitan observasional analitik dengan jenis penelitian case control, yaitu jenis penelitian dengan cara membandingkan kelompok kasus dengan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya (retrospektif) untuk menganalisis hubungan antara kualitas fisik rumah dengan kejadian TB paru BTA positif (+). C. Populasi dan sampel C.1. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien TB Paru BTA positif yang memeriksakan diri di BKPM Semarang pada periode bulan Juli sampai bulan Desember tahun 2010 sebanyak 90 orang. C.2. Sampel penelitian Sampel pada penelitian ini adalah setiap pasien TB Paru BTA positif yang memeriksakan diri di BKPM Semarang pada periode bulan Juli sampai bulan Desember tahun 2010 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 62 orang.
D. Variabel Penelitian D.1. Variabel bebas (x) D.2. Variabel terikat (y) : Kualitas fisik rumah. : Kejadian TB Paru BTA positif. E. Bahan dan alat Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan pertanyaan langsung kepada responden dan memberikan jawaban dengan memberikan tanda check list ( ), rol meter untuk mengukur panjang dan lebar ventilasi, luas / volume rumah. F. Data yang dikumpulkan F.1 Data primer : kuisioner F.2.Data Sekunder : rekam medis G. Prosedur pengambilan sampel G.1 Teknik sampling : Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan cara menetapkan seluruh anggota sampel. 17 G.2. Menentukan kriteria sampel. 1. Kriteria inklusi : Kriteria kasus: a. Semua pasien TB Paru yang berusia 20 50 tahun. b. Pasien TB Paru yang tercatat dalam buku register TB Paru dan pada pemeriksaan sputum ditemukan kuman Mycobacterium tuberculosis BTA positif. c. Pasien TB Paru dengan BMI normal (18 23 ) d. Bersedia mengisi informed consent.
Kriteria kontrol : a. Semua pasien TB Paru yang berusia 20 50 Tahun. b. Pasien TB Paru yang tercatat dalam buku register TB Paru dan pada pemeriksaan sputum tidak ditemukan kuman Mycobacterium tuberculosis BTA negatif. c. Pasien TB Paru dengan BMI normal (18 23 ) d. Bersedia mengisi informed consent. 2. Kriteria eksklusi : Responden yang akan diteliti pindah tempat tinggal. H. Alur penelitian 1. Melakukan wawancara dengan pasien yang telah didiagnosis positif TB paru meliputi : a. Wawancara tentang data diri pasien ( nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat ). b. Menjelaskan manfaat, tujuan, prosedur penelitian kepada pasien, dan mendapat persetujuan keikutsertaan dalam penelitin dengan penandatanganan informed consent. c. Pengisian kuesioner kualitas fisik rumah. 2. Cara mengisi kuisioner kualitas fisik rumah a. Memberikan penjelasan secukupnnya pada pasien. b. Mendampingi pasien ketika mengisi kuisioner. c. Mempersilahkan pasien untuk bertannya jika menemui kesulitan. d. Jika pasien tidak dapat mengisi sendiri, maka peneliti dapat melakukan wawancara terhadap pasien untuk pengsian kuisioner. 3. Menghitung skor total kuisioner kualitas fisik rumah dari depkes dan mengelompokkannya. a. Intepretasi hasil kuesioner kualitas fisik rumah menurut depkes RI. Hasil penilaian rumah = nilai x bobot
Hasil penilaian rumah yang didapat : 1. Rumah sehat = 1.068 1.200 2. Rumah tidak sehat = < 1.068 b. Pemberian bobot penilaian rumah di berikan pada masing-masing indikator : 1. Bobot komponen rumah = 31 ( 25/80 x 100% =31,25 ) 2. Bobot sarana sanitasi= 25 ( 20/80 x 100% = 25 ) 3. Bobot perilaku penghuni = 44 ( 35/80 x 100% = 43,75 ) 4. Menilai hubungan antara kualitas fisik rumah dengan kejadian TB paru BTA positif. I. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel terikat : Kejadian TB Paru BTA positif. Kejadian penyakit tuberkulosis adalah penderita penyakit tuberkulosis paru yang dinyatakan dokter dengan pemeriksaan dahak dan hasil BTA positif berdasarkan catatan medik. Parameter : 1. Menderita BTA positif. 2. Tidak menderita BTA positif. 2. Variabel bebas : Kualitas fisik rumah. Kualitas fisik rumah adalah keadaan fisik rumah dari responden. Parameter : 1. Kualitas fisik rumah baik (hasil penilaian rumah : 1.068 1.200) 2. Kualitas fisik rumah buruk (hasil penilaian rumah : < 1.068) Skala pengukuran: nominal
3. Variabel perancu. a. Umur merupakan jumlah tahun yang dihitung sejak kelahiran hingga ulang tahun terakhir saat penelitian dilakukan. Umur diketahui dengan menggunakan kuesioner. Skala : rasio. b. Jenis kelamin adalah pembeda antara laki- laki dan perempuan. c. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. d. Perilaku adalah suatu hal yang sering dilakukan atau sudah menjadi kebiasaan responden. J. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan komputer melalui tahapan editing, scoring, entry data dan analyzing. Jenis analisis yang dilakukan adalah : 1. Analisis Univariat Analisa univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi atau besarnya proporsi berdasarkan variabel yang diteliti. 2. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik analisis yang digunakan adalah uji statistik chi square. Seluruh proses pengolahan dan analisis data menggunakan program spss.
3. Analisis Multivariat Analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui variabel bebas yang merupakan faktor risiko utama dengan menggunakan uji regresi logistik berganda metode backward wald.