PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG PROSES PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) DENGAN EXPLICIT INSTRUCTION (EI) PADA SUB KONSEP SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen di Kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah) Differences Result of Learning Students that use Student Facilitator and Explaining (SFAE) with Explicit Instruction (EI) on Human Digestive System Sub Concept Tati Herawati, Purwati Kuswarini Suprapto, Diana Hernawati Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kotak Pos 164 Tlp (0265) 330634 Tasikmalaya 46115 e-mail : info@unsil.ac.id ABSTRACT This study aims to determine the differences in result of learning student are in process using learning model cooperative learning type Student Facilitator and Explaining (SFAE) with Explicit Instruction (EI) on the sub concept of human digestive system in 8 th grade of the 2 nd Public Junior High School Cipatujah. This study was conducted in December to June 2015 in 2 nd Public Junior High School Cipatujah. The method used in this study are pre-experimental. The population in this study were all eight grade of 5 classes, the number of students totaly 174 student. The sample is taken as two classes using cluster random sampling technique. To measure the learning result student, used the test results in the form of Post-test study of 35 items in the form multiple choice with 4 options. Data obtained from the Post-test were analyzed using t-test for two samples of data associated with the significant level of 5% and a descriptive t-test to determine whether the study has reached the minimum completeness criteria (MCC) or not. Based on the results of data analysis and hypothesis testing concluded that there are differences in result of learning sudent are in process using learning of model cooperative type Student Facilitator and Explaining (SFAE) with Explicit Instruction (EI) in class 8 th grade of the 2 nd Public Junior High School Cipatujah 2014/2015 and models cooperative learning Student Facilitator and Explaining (SFAE) better than cooperative learning model Explicit Instruction (EI). Keywords: Student Facilitator and Explaining (SFAE), Explicit Instruction (EI), Human Digestive System.
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining (SFAE) dengan explicit instruction (EI) pada sub konsep Sistem Pencernaan Pada Manusia di kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015 di SMP Negeri 2 Cipatujah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII sebanyak 5 kelas, dengan jumlah peserta didik sebanyak 173 orang. Adapun sampel penelitian adalah sebanyak dua kelas yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Untuk mengukur hasil belajar peserta didik, digunakan tes hasil belajar berupa Post-test berjumlah 35 butir soal yang berbentuk pilihan ganda dengan 4 options. Data yang diperoleh dari Post-test dianalisis dengan menggunakan uji t untuk data dua sampel yang berhubungan dengan taraf signifikan 5% dan uji t deskriptif untuk mengetahui apakah pembelajaran tersebut sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) atau belum. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis didapat kesimpulan bahwa ada perbedaan hasil belajar peserta didik yang proses pembelajaranya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining (SFAE) dengan explicit instruction (EI) di kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah tahun ajaran 2014/2015 dan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining (SFAE) lebih baik dari model pembelajaran kooperatif tipe explicit instruction (EI). Kata kunci : Student Facilitator and Explaining (SFAE), Explicit Innstruction (EI), Sistem Pencernaan Pada Manusia PENDAHULUAN Pendidikan merupakan elemen penting pembangunan bangsa karena melalui pendidikanlah dasar pembangunan karakter manusia dimulai. Pendidikan karakter merupakan salah satu hal penting untuk membangun jati diri bangsa ini. Sejalan dengan hal tersebut, sebagai respon terhadap perkembangan tuntutan global dan sebagai upaya untuk megadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang, maka pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk
mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya. Salah satu unsur Sumber Daya Manusia dalam proses pendidikan ialah guru. Guru sangatlah berperan dalam proses pendidikan kerena guru merupakan seseorang yang bertugas untuk menuangkan sejumlah bahan pelajaran kepada anak didiknya dan juga sebagai pembimbing dan pembina anak didiknya, agar menjadi pribadi yang aktif, kreatif, inovatif dan berguna bagi Bangsa dan Negara. Untuk itu guru haruslah cakap dan pandai dalam melakukan proses pembelajarannya, agar dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep dan teknologi yang harus dimiliki siswa sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang berguna bagi Bangsa dan Negara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah pada tanggal 05 Januari 2015. Diketahui bahwa rata-rata nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah, khususnya pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia pada tahun ajaran 2013/2014 yakni mencapai 60,00 sedangkan KKM yang harus dicapai adalah 66,75. Hal ini menunjukan kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa tidak dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan pada saat ulangan dilaksanakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dalam belajar mengajar di sini guru dituntut agar lebih kreatif dalam penyampian materi dan penggunaan model pembelajaran yang tepat, sehingga materi dapat tersampaikan dengan tepat dan siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Dan untuk memotivasi siswa agar dalam proses pembelajarannya lebih aktif, kreatif dan inovatif, maka dalam hal ini penggunaan model
pembelajaran yang tepat sangatlah berpengaruh terhadap proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas. Banyak sekali model-model pembelajaran yang dapat digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa, salah satunya adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFAE) dengan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI). Dimana model pembelajaran tersebut merupakan bentuk pembelajaran yang berorientasi pada siswa, sehingga siswa dapat termotivasi untuk lebih aktif, kreatif dan dapat berpikir kritis serta berani berpendapat sehingga nantinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and expalining (SFAE) dengan explicit instruction (EI) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia di Kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Expalining (SFAE) dengan Explicit Instruction (EI) pada sub konsep Sistem Pencernaan Pada Manusia di Kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah.
Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre experimental (eksperimen yang belum baik). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 5 kelas, dengan jumlah siswa sebanyak 174 orang. Populasi dianggap homogen dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian siswa setiap kelas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling (teknik random atas himpunan). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one shot case study yang artinya peneliti disini hanya melakukan treatment satu kali yang diperkirakan sudah mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kemudian diadakan post test dan dari hasil post test diambil kesimpulan. Tes yang digunakan adalah tes akhir belajar (post test) berupa pilihan ganda dengan 4 option, dan berjumlah 35 butir soal. Tes ini dilakukan setelah proses belajar mengajar selesai, dengan tes ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar yang telah dicapai oleh siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar siswa pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia. Bentuk tes berupa tes tertulis yaitu berupa soal pilihan ganda dengan 4 option sebanyak 50 butir soal. Hasil belajar siswa yang diukur yaitu ranah kognitif yang dibatasi pada jenjang mengingat (C1), memahami (C2), dan menerapkan (C3). Setelah data hasil penelitian diperoleh, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji t (uji statistika parametrik) untuk mengetahui perbedaan
rata-rata hasil post-test dan uji t deskriptif untuk mengetahui apakah nilai post-test sudah mencapai KKM atau belum pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. Hasil Penelitian Data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi data hasil post-test di kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan Explicit Instruction (EI). Dimana sampel penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia mendapatkan rata-rata nilai 29,79. Sedangkan sampel penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI) mendapatkan rata-rata nilai 25,30. 1. Perhitungan Chi-kuadrat (χ 2 ) No. Data χ 2 hitung χ 2 tabel 1 A 2,81 7,81 2 B 1,52 7,81 Hasil Analisis χ 2 hitung < χ 2 tabel χ 2 hitung < χ 2 tabel Kesimpula n Terima H0 Terima H0 Kesimpulan Analisis data berasal dari populasi yang berdistribusi normal data berasal dari populassi yang berdistribusi normal
2. Dengan Pengujian Uji t thitung ttabel Hasil analisis Kesimpulan 10,95 2,00 thitungberada didaerah penolakan H0 Tolak H0 Dengan demikian, hipotesis yang diajukan yaitu terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang proses belajarnya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan tipe Explicit Instruction (EI) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia di kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah dapat diterima. 3. Pengujian dengan Uji t Deskriptif Diketahui bahwa nilai thitung = 6,70 terletak di daerah penerimaan H0 maka hipotesis yang peneliti ajukan, yaitu Nilai post test siswa kelas VIII.D SMP Negeri 2 Cipatujah yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia telah mencapai KKM diterima. Sedangkan nilai thitung = -3,61 terletak di daerah penolakan H0 maka hipotesis yang peneliti ajukan, yaitu Nilai post test siswa kelas VIII.B SMP Negeri 2 Cipatujah yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia belum mencapai KKM tidak diterima.
b. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari dua kelas yang berbeda, didapat bahwa hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) dan tipe Explicit Instruction (EI) pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia terdapat perbedaan, dimana hasil belajar siswa yang proses pembelajarnya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) lebih tinggi daripada yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI). 80 70 60 50 40 30 20 10 0 74,75 66,75 63,25 KKM Kelas VIII D Kelas VIII B KKM Student Facilitator and Explaining Explicit Instruction Berdasarkan diagram tersebut diketahui bahwa hasil belajar siswa yang proses pembelajaranya menggunakan model pembelajaran kooperatip tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) memiliki rata-rata nilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang proses pembelajaranya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Explicit Instruction (EI).
Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan Explicit Insruction (EI) Model Pembelajaran Kooperatif Model Pembelajaran Tipe Student Facilitator And Kooperatif Tipe Explicit Explaining (SFAE) Instruction (EI) Kelebihan Kekurangan Kelebihan Kekurangan Dapat meningkatkan potensi intelektual siswa, melatih siswa untuk bertanggung jawab secara individu maupun kelompok, dan membuat siswa terbiasa untuk berinteraksi dengan teman sekelasnya. Siswa mendapat kesulitan untuk memberikan/ mengutarakan pendapat pada teman lainnya, karena belum terbiasa dengan kemampuan berpikir kritis dan analisis dalam memecahkan suatu permasalahan yang diajukan, memerlukan waktu yang cukup lama karena dengan tidak terbiasanya mereka dalam diskusi dan berkelompok menjadikan susana dikelas kurang kondusif. Saling mendengarkan dan mengutarakan pendapat atau pandangan mengenai hasil pemikiran antara guru dan siswa, siswa mampu berinteraksi dan mau mengutarakan pendapatnya, siswa cenderung lebih aktif dan mampu bertanggung jawab baik secara individu maupun kelompok. Memerlukan waktu yang lama dalam proses pembelajaran berlangsung, guru harus bisa mengendalikan kelas, kerena jika tidak maka bisa menciptakan situasi kelas yang tidak kondusif, da guru harus lebih intensif dalam membimbing siswa dalam proses pembelajarnnya Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE), guru harus fokus dalam memberikan pengarahan terhadap satu orang dari masing-masng kelompok yang menjadi perwakilanya agar siswa tersebut mampu menyampaikan kembali apa yang sudah diarahkan guru kepada anggota
kelompok yang lainnya agar dapat mengisi LKS dengan tepat dan memahami materi yang dipelajari pada saat itu. Sedangkan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Explicit Instruction (EI) guru terfokus kepada semua kelompok agar siswa dapat memahami LKS yang telah diberikan dan memahami materi yang dipelajari pada saat itu. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student Facilitator And Explaining dengan tipe Explicit Instruction pada sub konsep sistem pencernaan pada manusia di Kelas VIII SMP Negeri 2 Cipatujah. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis menyarankan: 1. Dalam penggunaan model pembelajaran guru harus memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi yang akan disampaikan; 2. Diperlukan persiapan yang matang dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga dalam pelaksanaannya guru dan siswa dapat memaksimalkan tahapan-tahapan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang sesuai; 3. Proses belajar mengajar harus lebih bervariasi, terutama dalam penggunaan model pembelajaran agar siswa tidak jenuh pada waktu menerima materi dari guru;
4. Agar dalam pembelajarannya siswa lebih aktif dan kreatif, sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFAE) khususnya pada sub konsep Sistem Pencernaan Pada Manusia; dan 5. Guru harus terampil mengefektifkan waktu dalam kegiatan belajar mengajar namun sesuai dengan tahapan-tahapan pembelajaran dalam model pembelajaran yang digunakan. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta. Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Suprijono, Agus. 2014. Strategi Pembelajaran. Surabaya : Pustaka Pelajar. Riwayat Hidup Tati Herawati, adalah mahasiswa angkatan 2011 pada Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi yang sedang melaksanakan peyusunan skripsi untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan (lulus tahun 2015)