BAB I PENDAHULUAN. pada episentrum LU BT (http://wordpress.com/2010/10/25

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. Gempa bumi merupakan bencana alam yang relatif sering terjadi di

BAB 1 PENDAHULUAN. Gempa bumi merupakan bencana alam yang relatif sering terjadi di

BAB I PENDAHULUAN. bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. satu bukti kerawanan gempa tersebut adalah gempa tektonik yang terjadi pada

BAB I PENDAHULUAN. dan dikepung oleh tiga lempeng utama (Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik),

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi

BAB I PENDAHULUAN. empat lempeng raksasa, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Hindia-Australia,

BAB I PENDAHULUAN. lempeng raksasa, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan

BAB I PENDAHULUAN pulau besar dan kecil dan diantaranya tidak berpenghuni.

BAB I PENDAHULUAN. gempa bumi. Gempa bumi merupakan pergerakan (bergesernya) lapisan. batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi.

BAB 1 PENDAHULUAN. mengenai bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

BAB I. yaitu lempeng Eurasia, lempeng Samudera Hindia- Benua Australia dan lempeng

PENGETAHUAN SISWA SMA MTA SURAKARTA KELAS X DAN KELAS XI TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPABUMI ARTIKEL PUBLIKASI. Guna Mencapai Derajat S-1

BAB I PENDAHULUAN. mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat disebabkan oleh faktor. alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga

BAB 1 PENDAHULUAN. bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Undang- bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

BAB I PENDAHULUAN. yaitu Lempeng Euro-Asia dibagian Utara, Lempeng Indo-Australia. dibagian Selatan dan Lempeng Samudera Pasifik dibagian Timur.

BAB I PENDAHULUAN. dan 10 Kelurahan, dengan luas ha. Kabupaten Klaten merupakan BT dan LS LS.

BAB I PEDAHULUAN. yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 ).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. (Undang-undang nomor 24 tahun 2007). Australia yang bergerak relative ke Utara dengan lempeng Euro-Asia yang

BAB I PENDAHULUAN. Klaten merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota

BAB I PENDAHULUAN. baik oleh faktor alam, atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Klaten merupakan daerah dengan potensi bencana yang

BAB 1 : PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGAHADAPI BENCANA GEMPABUMI DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN

BAB I PENDAHULUAN. Kepulauan Indonesia secara geografis terletak di 6 LU - 11 LS dan

menyatakan bahwa Kabupaten Klaten memiliki karakter wilayah yang rentan terhadap bencana, dan salah satu bencana yang terjadi adalah gempa bumi.

BAB I PENDAHULUAN. tiga lempeng tektonik dunia yaitu Hindia-Australia di Selatan, Pasifik di

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Klaten merupakan bagian dariprovinsi Jawa Tengah, yang

BAB 1 PENDAHULUAN. lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Gerakan ketiga

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pantai selatan Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling besar berpotensi gempa bumi sampai kekuatan 9 skala

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. terletakm pada 3 pertemuan lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Euro-Asia

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia menempati wilayah zona tektonik tempat pertemuan tiga

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulstiwa dan berada pada

BAB I PENDAHULUAN. manusia, yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan, yang. serta melampaui kemampuan dan sumber daya manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. 35 Bujur Timur dan 70` 36 70` 56 Lintang Selatan. Batas. Timur adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar,

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi geologi Indonesia yang merupakan pertemuan lempeng tektonik

BAB I PENDAHULUAN. bahaya gempabumi cukup tinggi. Tingginya ancaman gempabumi di Kabupaten

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI DESA BERO KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

BAB I PENDAHULUAN. empat lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Euro-Asia di bagian utara,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, terutama Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa merupakan bagian dari

BAB I PENDAHULUAN. 1

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan baik oleh faktor alam dan/ faktor non-alam maupun faktor

BAB 1 : PENDAHULUAN. bumi dan dapat menimbulkan tsunami. Ring of fire ini yang menjelaskan adanya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

BAB I PENDAHULUAN Posisi Indonesia dalam Kawasan Bencana

BAB I PENDAHULUAN. 141 BT. Letak lintang yang berada di 6 LU 11 LS memberi pengaruh pada

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

BAB I PENDAHULUAN. samudra Hindia, dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur

I. PENDAHULUAN. semakin kuat gempa yang terjadi. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Sebaran episenter gempa di wilayah Indonesia (Irsyam dkk, 2010). P. Lombok

tektonik utama yaitu Lempeng Eurasia di sebelah Utara, Lempeng Pasifik di

POTENSI KERUSAKAN GEMPA BUMI AKIBAT PERGERAKAN PATAHAN SUMATERA DI SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA. Oleh : Hendro Murtianto*)

BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda kerusakan lingkungan,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 2004 yang melanda Aceh dan sekitarnya. Menurut U.S. Geological

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. pada 6`LU- 11` LS dan antara 95` BT - 141` BT1. Sementara secara geografis

BAB 1 : PENDAHULUAN. Samudera Pasifik yang bergerak kearah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 10

PENGETAHUAN MITIGASI NON STRUKTURAL BENCANA GEMPABUMI. SISWA SMP MUHAMMADIYAH 8 WEDI di KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN ARTIKEL PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN MENGENAI INFORMASI DAN ANTISIPASI BENCANA GEMPA BUMI

KARAKTERISTIK GEMPABUMI DI SUMATERA DAN JAWA PERIODE TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. Bencana adalah sebuah fenomena akibat dari perubahan ekosistem yang terjadi

KESIAPSIAGAAN SISWA KELAS X DI SMA BERBUDI KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI ARTIKEL PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Negara dibawah koordinasi Satkorlak Bencana Gempa dan Tsunami di Banda

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. hidrologis dan demografis, merupakan wilayah yang tergolong rawan bencana,

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN. strategis secara geografis dimana letaknya berada diantara Australia dan benua Asia

GEMPA BUMI DAN AKTIVITASNYA DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada

PELATIHAN TEKNIK MITIGASI BENCANA GEMPABUMI BAGI KOMUNITAS SMPN 2 BANTUL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.1

MITIGASI, REHABILITASI DAN RECOVERY MAKAM RAJA-RAJA MATARAM IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA PASCA GEMPA BUMI 27 MEI 2006

BAB I PENDAHULUAN I.1. Judul Penelitian I.2. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dan melalui

TINGKAT KERAWANAN BENCANA TSUNAMI KAWASAN PANTAI SELATAN KABUPATEN CILACAP

Transkripsi:

BAB I PENAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan mengalami bencana alam yang disebabkan oleh banjir, tsunami, gempabumi, tanah longsor, letusan gunung berapi. Frekuensi kejadian bencana tersebut bisa dikatakan tidak sedikit yaitu 121 kali kejadian gempa bumi pada tahun 2010. alam catatan BMKG pada April 2010 terjadi 7,2 SR di Sumatera Utara, tepatnya pada episentrum 2.236 LU 97.046 BT (http://wordpress.com/2010/10/25 /gempa-sumatera-barat-7,5.). Akibat yang ditimbulkan sangat besar, dilaporkan bahwa 145 rumah mengalami kerusakan ringan, dua unit bangunan sekolah rusak berat, dua lainnya rusak ringan, dan 12 warga Sinabang, Kabupaten Simuelue mengalami luka berat dan ringan. Gempa berpotensi menimbulkan berbagai macam fenomena alam. Salah satu diantaranya adalah soil liquefaction yang dapat menyebabkan penurunan tanah, yang selanjutnya dapat mengakibatkan kerusakan struktur di atasnya, seperti dermaga, breakwater, struktur bangunan pantai yang lain. Pacitan terletak di koordinat 110º 55-111º 25 BT dan 7º 55-8º 17 LS berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, dimana terdapat pertemuan lempeng tektonik yang sangat berpotensi terjadi gempa. Seperti halnya gempa yang terjadi Bantul pada tahun 2006 dan yang terbaru Tasikmalaya pada tahun 2009 yang berkekuatan 7,3 SR dengan pusat gempa 142 kilometer barat daya Tasikmalaya, kedua daerah tersebut 1

2 terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Tentunya, sebelum mencapai semua itu diperlukan kepastian bahwa daerah tersebut strategis dan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat merusak infrastruktur. Salah satu diantaranya adalah gempabumi yang dapat mengakibatkan Soil Liquefaction.(http://www.tempo.co/read/news/2013/11/25/058532179/Gempa- 52-SR-Goyang-Tasikmalaya). Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik seperti, letusan gunung berapi, gempabumi, tanah longsor, dll) dan aktivitas manusia. Gempabumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Negara Indonesia. Bencana gempabumi dapat diartikan suatu pergerakan (pergeseran) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi yang menyebabkan guncangan-guncangan dan tekanan diwilayah gempabumi yang menimbulkan kerusakan-kerusakan material, dan non material serta jumlah korban perlu diminimalisir terhadap daerah rawan gempa. Berdasarkan teori tektonik lempeng (plate tectonic), kulit bumi disusun oleh lempeng-lempeng.lempeng bumi ini merupakan lapisan masa batuan padat yang keras dan kaku. Akibat dari proses pergerakan lempenglempeng bumi itu muncul peristiwa gempabumi (laporan Tim PECP LIPI, 2007, 2008). Kesiapsiagaan adalah tindakan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi suatu bencana untuk memastikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dilaksanakan secara tepat dan efek pada saat setelah bencana dan upaya pemilihan kembali ke kondisi normal. Upaya-upaya yang dapat

3 dilakukan pada tahapan kesiapsiagaan ini diantaranya mempersiapkan diri untuk melakukan pertolongan pertama setelah terjadi bencana bagaimana melakukan kordinasi dalam kondisi tanggap darurat serta bagaimana melakukan evakuasi dari daerah yang terkena bencana ke daerah yang aman (Krishna S dkk, 2008). Kabupaten Klaten rawan akan bencana alam salah satunya adalah kecamatan Bayat yaitu bencana gempabumi, seperti di tahun 2006 setelah menyebabkan kerusakan material maupun non material, korban jiwa yang banyak sehingga diperlukan adanya kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi disekolah untuk mengurangi ancaman korban jiwa dan material. Kecamatan Bayat terletak 7 km disebelah tenggara kota Klaten. aerah ini termasuk dalam kelompok pegunungan selatan. Gempabumi Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 menimbulkan bencana di Kecamatan Bayat. Kabupaten klaten merupakan daerah yang berada pada ancaman gempabumi tingkat menengah dengan warna kuning berdasarkan klasifikasi peta kawasan rawan bencana (KRB) jawa tengah sehingga berpotensi terkena dampak bencana gempabumi. Contoh gempabumi yang terjadi pada tanggal 27 mei 2006 kurang lebih pada pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempabumi tersebut bertekuatan 5,9 Skala Richter. Lokasi gempa menurut badan geologi epartemen Energi dan Sumberdaya Mineral Replubik Indonesia terjadi di koorfinat 8,007 LS dan 110,286 BT pada kedalaman 17,1 KM sedangkan menurut Badan Meteorologi dan Geofisika, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26 LS dan 110,31 BT pada 33KM itu di realisasi sesaat terjadi

4 gempa. Gempa tersebut menyebabkan korban luka berat 842 orang,korban meninggal sebanyak 119 orang, bangunan warga roboh mencapai 12.073 dan rusak berat 1.950 rumah serta rusak ringan 4.768 rumah (sumber : Antar News.Com). Kecamatan Bayat adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Klaten yang terkena dampak akibat gempbumi 27 Mei 2007. ampak tersebut antara lain : Tabel 1.1 ampak Kerusakan Bangunan Rumah di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten NO Kecamatan Bayat Rusak total Rusak Berat Rusak Ringan 1 s Banyuripan 51 191 553 2 s beluk 52 182 259 3 s Bogem 21 80 304 4 s ukuh 141 252 339 5 s Gunung Gajah 19 158 441 6 s Jambakan 92 329 323 7 s Jarum 24 177 532 8 s Jotangan 19 137 441 9 s Kebon 33 243 368 10 s Krakitan 254 746 1332 11 s Krikilan 12 134 295 12 s Nengahan 33 133 219 13 s Ngerangan 46 336 955 14 s Paseban 114 495 702 15 s Talang 67 275 604 16 s Tawangrejo 35 165 308 17 s Tegalrejo 73 251 488 18 s Wiro 16 198 606 Jumlah 1102 4482 9049 Sumber :BPB Kabupaten Klaten Sumber:Surya Prasetya wi Nugroho

458000mT 460000 462000 464000 466000 Kecamatan Trucuk Kecamatan Kalikotes 746 1332 Wiro 16 198 606 Kecamatan Wedi 254 Krakitan Krikilan 12 134295 702 495 114 Paseban C 441 19 137 52 182259 33 243368 Kebon 304 33 133219 21 80 Nengahan Bogem Jotangan Beluk 51 191 532 177 24 Jarum 35 155308 Tawangrejo 441 19 158 533 Banyuripan Gunung Gajah 141 252339 ukuh 604 275 67 Talang 488 73 251 Tegalrejo Jambakan 329323 92 955 Ngerangan 336 46 Kecamatan Cawas kecamatan gedangsari 9136000 9138000 9140000 9142000 9144000 9136000 9138000 9140000 9142000 9144000 JUMLAH KERUSAKAN BANGUNAN RUMAH I KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN 2014 SKALA 1 : 55.000 0 0.55 1.1 1.65 2.2 Km Proyeksi Grid Koordinat Zona atum 7 45'0" 110 30'0" 110 30'0" : Transverse Mercator : Universal Transverse Mercator : 49 South : WGS - 1984 110 40'30" 110 40'30" Sumber: 1. Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1:25.000 2. BPB Klaten 2006 110 51'0" 110 51'0" 7 45'0" 7 34'30" 7 34'30" LS LEGENA C Kantor Camat Kantor esa Jalan Kolektor Jalan Lokal batas kabupten batas kecamatan batas desa sungai 670 rsk_ttl rsk_brt rsk_rgn PROVINSI.I.Y BT KABUPATEN BOYOLALI KABUPATEN KLATEN KECAMATAN BAYAT PROVINSI.I.Y aerah Yang ipetakan KABUPATEN SUKOHARJO isalin Oleh : Surya Prasetya wi Nugraha A610090013 Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta ½U mu kecamatan ngawen 458000 460000 462000 464000 466000

6 Peneliti ingin mengajukan judul skripsi KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT ALAM MENGHAAPI BENCANA GEMPABUMI I KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut ada 2 masalah yang perlu dicari jawabannya. 1. Apakah tindakan masyarakat dalam kesiapsiagaan mengahadapi bencana gempabumi di Kecamatan Bayat? 2. Bagaimana tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten? C. Tujuan Masalah Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dalam penelitian adalah : 1. Mengetahui tindakan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempabumi di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, dan 2. Mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Bayat dalam menghadapi bencana gempabumi... Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak baik penulis maupun bagi masyarakat di daerah Bayat Kabupaten Klaten. Manfaat dari penelitian tersebut diantara lain : 1. Mampu melihat kekurangan apa saja yang di dapat di lapangan upaya kesiapsiagaan bencana gempabumi dan dapat gambaran yang jelas mengenai upaya kesiapsiagaan yang baik,benar,tepat, dan aman sehingga

7 upaya yang terarah dan terencana dapat meminimalisasikan kerugian akibat bencana meletusnya gunung merapi baik secara material ataupun non material. 2. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi pemerintah daerah dalam hal menetapkan kebijakan kampung siaga bencana khususnya program penanggulangan bencana yang berbasis kesiapsiagaan masyarakat agar pemerintah dapat mengetahui kendala yang di hadapi masyarakat dalam mencari solusi pemecahan kesiapsiagaan pada pelaksanaan penanggulangan bencana. 3. Memberi masukan bagi masyarakat setempat tentang kesiapsiagaan yang dapat di berikan dalam mengantisipasi bencana. E. aftar Istilah 1. Kesiapsiagaan adalah tindakan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi di lakukan dalam rangka mengantisipasi suatu bencana untuk memastikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dilaksanakan secara tepat dan efektif pada saat dan setelah terjadi bencana (Krishna S dkk, Pendidikan Siaga Bencana, 2008). 2. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Krishna S dkk, Pendidikan Siaga Bencana, 2008).

8 3. Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk meunjukan pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat di lakukan sebelun bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakantindakan pengurangan resiko jangka panjang (Krishna S dkk, Pendidikan Siaga Bencana, 2008). 4. Gempabumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan (Krishna S dkk, Pendidikan Siaga Bencana, 2008).