SYRINGE PUMP Definisi

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

PENGATUR ALIRAN CAIRAN INFUS BERBASIS ATMEGA8535

PRAKTIKUM 6 PEREKAMAN EKG, INFUS PUMP DAN PEMANTAUAN CVP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERENCANAAN. operasi di Rumah Sakit dengan memanfaatkan media sinar Ultraviolet. adalah alat

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PEMBAHASAN ALAT

Perancangan Tata Letak Penempatan Alat Kedokteran Gigi Yang Ergonomis. Dewi Auditiya Marizka, Sondi Pramono ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi yang semakin canggih

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

FIRE ALARM SYSTEM GEDUNG TERMINAL BANDARA. Elektronika Bandara Kualanamu International Airport

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. = Alat Pengatur Cairan Infus Dilengkapi dengan Sensor

PETUNJUK OPERASIONAL PENGGUNAAN DENTAL UNIT GNATUS

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III METODOLOGI PENULISAN

Sistem Pengaman Rumah Dengan Sensor Pir. Berbasis Mikrokontroler ATmega : Ayudilah Triwahida Npm : : H. Imam Purwanto, S.Kom., MM.

BAB IV PENGUJIAN DAN PENGUKURAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

Alat Monitoring Infus Set pada Pasien Rawat Inap Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535

BAB II KONSEP DASAR LEMARI PENGERING PAKAIAN

BAB III METODE PENGUJIAN

OTOMASI ALAT PEMBUAT BRIKET ARANG MENGGUNAKAN PLC

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem. bau gas yang akan mempengaruhi nilai hambatan internal pada sensor gas

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

SISTEM MONITORING LEVEL DAN TETESAN CAIRAN INTRAVENA PADA PASIEN RAWAT INAP MENGGUNAKAN KOMUNIKASI NRF24L01

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Rancang Bangun Perangkat Pengukur Jumlah Tetes Cairan Infus Dengan Memanfaatkan LED

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Spesifikasi Alat Berikut adalah gambar Mixer menggunakan tabung V tampak dari

AID-420. Multi-Beam IR Sensors. Introduction

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM. menggunakan media filter untuk memisahkan kandungan partikel-partikel yang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

RN 1200 RN 2000 UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY ICA

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Tujuan Pengukuran 4.2. Peralatan Pengukuran

Teknik Otomasi [PengenalanPLC]

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN ALAT

PERCOBAAN I PENGAMATAN GENERATOR

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

1.5 Metode Penelitian Tahapan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan tugas akhir ini dibagi bebrapa tahapan, diantaranya:

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

Rancang Bangun Syringe Pump Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 Dilengkapi Detektor Oklusi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti darah, ludah dan lendir. Berikut spesifikasi

BLOK DIAGRAM DAN GAMBAR RANGKAIAN

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN MODUL. Nama Alat : Simulasi Pengukuran Timer Pada Terapi Inframerah. Menggunakan ATmega16

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. proses aplikasi power window dan central door lock pada mobil Mitsubishi

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM. menggunakan sensor gas MQ-2 yang ditampilkan pada LCD 16x2 diperlukan

BAB III METODE PENELITIAN

SIMULASI SENSOR TETESAN CAIRAN, PADA INFUS KONVENSIONAL

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

Rancang Bangun Otomatis Sistem Infus Pasien

BAB 3 PEMBAHASAN Pendahuluan

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID

Desain Prototype sterilisator. Hari Agung Fitriadi

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III RANCANG BANGUN

BAB III PERANCANGAN 3.1. PERANCANGAN SISTEM KONTROL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Waterbath terapi rendam kaki menggunakan heater dan peltier sebagai

BAB III SISTEM KERJA RANGKAIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan

Dalam pengoperasiannya ada tiga jenis pengoperasian yang harus dilakukan pada stasiun bumi pemantau gas rumah kaca ini, yaitu :

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

MP-01/03 Volumetric MAHAMERU. Model. Operation Manual. Quick Guide HMI Operational Making Program System Check Troubleshooting MACHINES INDUSTRY

INSTRUKSI KERJA ALAT CENTRIFUGE THERMOSCIENTIFIC LABOFUGE 200

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENELITIAN Spesifikasi Alat. Alat terapi ini menggunakan lampu blue light yang diletakkan dibagan

JOB SHEET SISTEM KELISTRIKAN RTU

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat

PENDAHULUAN. Traffic Light adalah suatu lampu indikator pemberi sinyal yang di tempatkan di

BAB III PERANCANGAN ALAT

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

kali tombol ON ditekan untuk memulai proses menghidupkan alat. Setting

Transkripsi:

SYRINGE PUMP Definisi - Salah satu cara untuk memberikan obat melalui pembuluh darah balik / vena dengan alat yang namanya syring pump. - Syringe pump adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur pemberian medikasi intravena pada klien. - Syringe pump merupakan salah salah satu peralatan elektromedis yang berfungsi untuk memasukkan cairan obat ke dalam tubuh pasien dalam jangka waktu tertentu secara teratur. Pada dasarnya pada syringe pump terdiri dari beberapa rangkaian yaitu - rangkaian pengatur laju motor (pendeteksi rpm), rangkaian komparator - rangkaian sinyal referensi Motor akan berputar untuk menggerakkan spuit merespon sinyal yang diberikan oleh rangkaian pengendali motor, tetapi putaran motor itu sendiri tidak stabil sehingga perubahanperubahan itu akan dideteksi oleh rangkaian pendeteksi rpm. Sinyal yang didapat dari pendeteksi rpm akan dibandingkan dengan sinyal referensi, dimana hasil dari perbandingan tersebut akan meredakan ketidakstabilan motor. Motor akan mengurangi lajunya jika perputarannya terlalu cepat dan sebaliknya akan menambah kecepatan jika perputarannya terlalu pelan sehingga didapatkan putaran motor yang stabil. Syringe pump didesain agar mempunyai ketepatan yang tinggi dan mudah untuk digunakan. Syringe pump dikendalikan dengan mikro computer dan dilengkapi dengan system alarm yang menyeluruh.

Tujuan 1. Untuk memberikan obat melalui vena dengan dosis dan jumlah yang tepat sesuai kondisi pasien dengan jumlah volume maksimal 50 cc / jam. 2. Pemberian obat secara kontinyu dengan dosis terukur dan tepat Bagian-bagian syringe pump Bagian-bagian pada Syringe Pump Type Terumo TE-311 antara lain : 1. Operation panel: yang didalamnya terdapat beberapa tombol untuk mengoperasikan syringe pump. 2. Clamp: berfungsi sebagai penjepit syringe (suntikan). 3. Slit: merupakan celah untuk menempatkan syringe. 4. Slider Hook. 5. Cluth. 6. Slider. 7. Dial. Pengoperasian Pada panel pengoperasian atau operation panel terdapat beberapa bagian, antara lain: 1) Power Display, terdiri dari : a. [AC/DC] indicator; lampu akan menyala jika syringe pump menggunakan sumber AC ataupun DC. b. [BATTERY] indicator. 2) Power Switch : berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan syringe pump.

3) Syringe size Indicator : menunjukkan ukuran dari syringe. Adapun syringe pump type TE- 311 ini mampu mendeteksi ukuran syringe (suntikan) dengan berbagai ukuran diantaranya adalah (10, 20, 30, 40, 50 ml). 4) Start Switch: merupakan tombol untuk memulai proses pemasukan cairan kedalam tubuh pasien. 5) Alarm Indicator. Terdapat beberapa alarm diantranya : a. Occlusion Alarm : artinya alarm akan berbunyi jika terjadi kemacetan pada proses pemasukan cairan kedalam tubuh pasien. b. Nearly Empty : artinya alarm akan berbunyi jika cairan yang terdapat dalam syringe (suntikan) akan habis atau mendekati habis. c. Low Battery : alarm akan berbunyi jika tegangan dalam baterai lemah sehingga perlu dilakukan pengisian kembali (recharge). d. (Flow Rate/Delivery Limit/Volume Delivered) Display : berfungsi menampilkan aliran rata-rata / flow rate dalam dalam satuan ml/h. Fokus perhatian pada pasien yang terpasang obat menggunakan syring pump Yang perlu diperhatikan pada pasien dan peralatan 1. Perhatikan keadaan umum dan keluhan pasien saat dilakukan terapi 2. Pastikan penghitungan obat sudah sesuai dengan kebutuhan dengan pengenceran yang dilakukan. 3. Pastikan bahwa memberikan obat menggunakan syring pump, dosis yang masuk kedalam sirkulasi adalah dalam bentuk cc per jam, sehingga didapatkan dosis sesuai kebutuhan 4. Pengenceran obat yang dilakukan untuk mempermudah memberikan jumlah dosis sesuai kebutuhan. Persiapan Alat a. Syringe pump dan tiang penyangga b. Spuit 10 cc/ 20 cc/ 30 cc/ 50 cc dan medikasi klien. c. Selang penghubung. Prosedur kerja 1. Bawa alat-alat ke dekat klien. 2. Siapkan spuit dan medikasi klien.

3. Pasangkan spuit pada syringe pump dan hubungkan spuit dengan akses intravena. 4. Nyalakan syringe pump. 5. Atur jumlah medikasi yang akan diberikan dalam cc/jam. 6. Tekan start untuk memulai pemberian medikasi. 7. Jika ada hal yang kurang tepat, alat akan memberikan peringatan dengan suara dan lampu yang menyala merah. 8. Evaluasi respon klien terhadap pemberian cairan. Daftar Pustaka 1. Dougherty, M. Information for Consideration in an Ergonomic Standard for Dentistry. 2. Design by Feel Papers. www.designbyfeel.com. Diakses 4 Juli 2006. 3. Murdick, B. dkk. Service Operation Management. Boston : Allyn and Bacon. 1990. 4. Heizer, J. dan B. Render. Operation Management. Sixth Edition. Upper Saddle River :Prentice Hall.

INFUSION PUMP 1. Pengertian dan Fungsi Infusion Pump Infusion pump adalah suatu alat untuk mengatur jumlah cairan / obat yang masukkan kedalam sirkulasi darah pasien secara langsung melalui vena. Nama lain Inffusion Pump adalah alat infuse 2. Komponen Alat - Alarm control - Pump system - Sensor tetesan - Kontrol gelembung udara - Pengatur jumlah tetesan - Display system 3. Prinsip Kerja Buzzer drive / Buzzer volume variable circuit akan berbunyi dan digunakan sebagai sumber alarm. Motor drive circuit, yang digunakan pada unit ini adalah motor stepper untuk motor penggerak, rasio dari motor tersebut adalah: PK244-01 4V : 2 phasa, 1,8 / step. Tegangan pada motor akan senantiasa dipilih pada masing-masing kecepatan digunakan untuk menstabilkan output putaran. Proses kenaikan tegangan motor dilakukan oleh tipe switching regulator untuk mengurangi kerugian tegangan yang hilang. Spesifikasi tegangan dapat dipilih yaitu sebanyak 32 step.

Nurse call I/O circuit, nurse call relay dikontrol oleh sinyal nurse call relay dari CPU atau signal run out of control stop. Air in-line detection circuit, untuk mendeteksi keberadaan gelembung pada pipa atau selang pada infus pump, untuk mendeteksi the air in-line maka diigunakan ultrasonic sensor. Delivery detection circuit, digunakan untuk mendeteksi berapa besar tetesan yang sudah dikeluarkan atau diberikan. Tetesan pada drip chamber dideteksi dengan infra red emitting element yang terletak pada drop sensor probe. Occlusion detection circuit, rangkaian ini berguna untuk mendeteksi terjadinya penyumbatan saat terjadi tekanan internal pada selang keluaran, dimana pendeteksian secara mekank diatur pada bagian terendah dari fingger unit. Oclusion plunger yang menggunakan magnet akan mendeteksi posisi yang berubah dikarenakan oleh bergeraknya tabung/selang. Door detection circuit, mendeteksi keadaan door, dimana akan terdeteksi oleh magnet yang dipasang pada pintu dan semua bagian element dihubungkan pada display circuit. Fail safe circuit, berguna untuk mengetahui keadaan bekerjanya control circuit dan display circuit board CPU yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan bagian lain pada saat status operasi dengan CPU. Hal yang perlu diperhatikan: - Tegangan - Jumlah tetesan / menit - Display - Control system - Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal - Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali