BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pembangkit Harmonisa Beban Listrik Rumah Tangga. Secara umum jenis beban non linear fasa-tunggal untuk peralatan rumah

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat

Gambar 1.1 Gelombang arus dan tegangan pada beban non linier

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Serdang. Dalam memenuhi kebutuhan daya listrik industri tersebut menggunakan

Rancang Bangun Rangkaian AC to DC Full Converter Tiga Fasa dengan Harmonisa Rendah

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. induk agar keandalan sistem daya terpenuhi untuk pengoperasian alat-alat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. modern saat ini. Setiap tempat, seperti perkantoran, sekolah, pabrik, dan rumah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Beban non linier pada peralatan rumah tangga umumnya merupakan peralatan

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN SINGLE TUNED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 4.

BAB III METODE PENELITIAN. pembebanan pada sistem tenaga listrik tiga fasa. Percobaan pembebanan ini

PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

² Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri 3 Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri

Peredaman Harmonik Arus pada Personal Computer All In One Menggunakan Passive Single Tuned Filter

BAB 1 PENDAHULUAN. kelistrikan maka konsumsi daya semakin meningkat. Seperti halnya komputer,

PERANCANGAN FILTER PASIF SINGLE TUNED FILTER UNTUK MEREDUKSI HARMONISA PADA BEBAN NON LINIER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yaitu beban linier dan beban non-linier. Beban disebut linier apabila nilai arus dan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sistem Catu Daya Listrik dan Distribusi Daya

BAB 1 PENDAHULUAN. tertentu seperti beban non linier dan beban induktif. Akibat yang ditimbulkan adalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA)

BAB I PENDAHULUAN. tegangan, disebabkan jarak sumber ke saluran yang sangat jauh ke beban

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS FILTER HARMONISA BERBASIS ELECTROMAGNETIC COMPATIBILITY (EMC) PADA CONVERTER DC TO DC TIPE BUCK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan pemakaian peralatan elektronika dengan sumber DC satu fasa

Reduksi Harmonisa dan Ketidakseimbangan Tegangan menggunakan Hybrid Active Power Filter Tiga Fasa berbasis ADALINE-Fuzzy

NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN HIGH PASS DAMPED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 9 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 7.

BAB 1 PENDAHULUAN. ini terlihat dengan semakin banyaknya penggunaan peralatan elektronik baik pada

tuned filter dan filter orde tiga. Kemudian dianalisa kesesuaian antara kedua filter

ANALISIS UPAYA PENURUNAN BIAYA PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA LAMPU PENERANGAN

RANCANG BANGUN MODUL POWER FACTOR CONTROL UNIT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pada suatu jaringan distribusi arus bolak-balik dengan tegangan (V), daya

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Saat ini sebagian besar pemakaian beban listrik di masyarakat hampir 90%

TEORI LISTRIK TERAPAN

STUDI PENGGUNAAN RANGKAIAN FILTER UNTUK MENGURANGI EFEK HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI

PENGURANGAN ARUS NETRAL PADA SISTEM DISTRIBUSI TIGA FASA EMPAT KAWAT MENGGUNAKAN ZERO SEQUENCE BLOCKING TRANSFORMER

BAB IV ANALISIS DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi listrik merupakan peran penting dalam kehidupan diberbagai sektor

LAMPIRAN A RANGKAIAN CATU DAYA BEBAN TAK LINIER. Berikut adalah gambar rangkaian catu daya pada lampu hemat energi :

Hilman Herdiana Mahasiswa Diploma 3 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemakaian daya listrik dengan beban tidak linier banyak digunakan pada

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemakaian energi listrik pada bangunan industri sebaiknya menjadi kajian

DAYA ELEKTRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC)

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN HIGH PASS DAMPED FILTER

50 Frekuensi Fundamental 100 Harmonik Pertama 150 Harmonik Kedua 200 Harmonik Ketiga

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem distribusi tiga (3) fasa digunakan untuk melayani beban-beban tiga (3)

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

ABSTRAK Kata kunci : Beban non linier, Harmonisa, THD, filter aktif high-pass.

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH BANK KAPASITOR TERHADAP KELUARAN GENERATOR INDUKSI 1 FASA KECEPATAN RENDAH

BAB I PENDAHULUAN. utama dari sebagian besar bidang teknik tenaga listrik adalah untuk menyediakan

BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK

RANCANGAN BANGUN PENGUBAH SATU FASA KE TIGA FASA DENGAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pembangkit tegangan tinggi DC sangat diperlukan pada riset dibidang fisika

ANALISIS KEBUTUHAN CAPACITOR BANK BESERTA IMPLEMENTASINYA UNTUK MEMPERBAIKI FAKTOR DAYA LISTRIK DI POLITEKNIK KOTA MALANG

BAB III METODE PENELITIAN. blok diagram seperti yang terlihat pada Gambar 3.1. Sistem Blok Diagram Penelitian

PENGARUH KAPASITOR BANK TERHADAP OUTPUT DARI GENERATOR INDUKSI 1 FASA

Gambar 2.1 Alat Penghemat Daya Listrik

BAB I PENDAHULUAN. tombak pemikulan beban pada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut akan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. rendah banyak dibahas dalam forum-forum kelistrikan. Permasalahan kualitas daya

NOPTIN HARPAWI NRP Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, MT Ir. Sjamsjul Anam, MT

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

2015 PERANCANGAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS DAN PERANCANGAN FILTER PASIF UNTUK MEREDUKSI PENGARUH HARMONISA PADA INVERTER 3-FASA MENGGUNAKAN MATLAB/SIMULINK

Perancangan Alat Perbaikan Faktor Daya Beban Rumah Tangga dengan Menggunakan Switching Kapasitor dan Induktor Otomatis

PENGUJIAN HARMONISA DAN UPAYA PENGURANGAN GANGGUAN HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: B-91

III. METODE PENELITIAN

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

ANALISIS HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN LAMPU LED HARMONICS ANALYSIS ON THE USE OF LED LAMP

ANALISIS PENGARUH BEBAN NONLINIER TERHADAP KINERJA KWH METER INDUKSI SATU FASA

BAB I PENDAHULUAN. Renewable energy atau energi terbarukan adalah energy yang disediakan oleh alam

MODUL III PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

BAB II DASAR TEORI. bersumber dari kualitas daya listrik seperti yang tercantum

BAB III METODE PENELITIAN. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari

ANALISIS DAN PERANCANGAN FILTER HARMONIK PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI PUSAT PENAMPUNGAN PRODUKSI MENGGUNG PERTAMINA ASSET IV FIELD CEPU

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KELUARAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA GENERATOR INDUKSI 1 FASA

Studi Analisis dan Mitigasi Harmonisa pada PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh

BAB III. PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS φ) DAN PERHITUNGAN KOMPENSASI DAYA REAKTIF

Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kw) dengan daya nyata (kva) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r.

PERANCANGAN DAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER

JOM FTEKNIK Volume 2 No. 1 Februari

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

Pemasangan Kapasitor Bank untuk Perbaikan Faktor Daya

Arus Bolak Balik. Arus Bolak Balik. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

PENGURANGAN ARUS NETRAL PADA SISTEM DISTRIBUSI TIGA FASA EMPAT KAWAT MENGGUNAKAN TRANSFORMATOR WYE-DELTA

ANALISIS FILTER HARMONISA PASIF UNTUK MENGURANGI HARMONISA PADA PENYEARAH TERKENDALI SATU FASA

BAB 1 PENDAHULUAN. Harmonisa dan faktor daya merupakan acuan utama dalam menilai sebuah

Starter Dua Speed Untuk Motor dengan Lilitan Terpisah. (Separate Winding)

PERBANDINGAN PASSIVE LC FILTER DAN PASSVE SINGLE TUNED FILTER UNTUK MEREDUKSI HARMONISA VARIABLE SPEED DRIVE DENGAN BEBAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di Lab Lama Teknik Elektro FPTK UPI dengan perencanaan rangkaian listrik yang dipasang beberapa beban listrik. Pengukuran dilakukan pada rangkaian listrik dengan beban listrik yang telah ditentukan pada rangkaian instalasi buatan. Rangkaian ini digunakan dalam pengukuran awal untuk mengetahui karakteristik tingkat harmonisa pada beban listrik. Perencanaan sistem secara keseluruhan bisa dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Diagram Satu Garis Rangkaian Pada rangkaian ini digunakan MCB sebagai pengaman dan kabel sebagai penghantar arus. Tabel 3.1. Komponen pada Rangkaian MCB Merk BBC (BS 3871) G 6 A 220/380 volt Kabel Merk Supreme NYA 2,5 mm 450/760 volt

31 3.2 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran tingkat harmonisa pada beban listrik dan perancangan filter single tuned LC untuk meredam harmonisa. Cara yang dilakukan yaitu: 1. Perancangan rangkaian listrik dengan beberapa beban listrik. 2. Pengujian rangkaian 3. Melakukan perhitungan parameter beban. 4. Melakukan pengukuran tingkat harmonisa pada beban listrik 5. Pemilihan beban yang sesuai untuk difilter 6. Melakukan perhitungan filter pasif LC 7. Perencanaan dan pengujian filter pasif yang akan dipasang pada rangkaian 8. Kesimpulan, apakah tingkat harmonisa tereduksi oleh filter yang telah dirancang, sehingga dapat menurunkan harmonisa dan memperbaiki kualitas daya listrik pada sistem. 3.3 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari rangkaian listrik yang dipasang beberapa beban listrik dan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kandungan harmonisa. Gambar 3.2. Prototype Rangkaian Listrik untuk Pengukuran.

32 3.3.1 Beban Listrik yang dipakai Ada beberapa jenis beban listrik yang dipakai pada penelitian ini, beban yang dipakai sedikitnya telah mewakili beban listrik pada rumah tangga. 1. lampu hemat energi Tabel 3.2. Lampu Hemat Energi Beban Listrik Jumlah Philips 18 watt 2 36 watt Philips 23 watt 3 69 watt Total 5 105 watt 2. lampu pijar Tabel 3.3. Lampu Pijar Beban Listrik Jumlah Philips 5 watt 5 25 watt Total 5 25 watt 3. Motor induksi satu fasa Tabel 3.4. Spesifikasi Motor Single-Phase Squirrel Cage-Induction Motors Tipe 080-4 P V I 0,75 kw Cos 0,95 220 Volt Rpm 1410 4,8 Ampere

33 4. Peralatan elektronik yang terdiri dari 2 buah laptop dan 2 buah handphone. Tabel 3.5. Spesifikasi Peralatan Elektronik Jenis Beban Listrik Jumlah Laptop merk Toshiba 1 Laptop merk Acer 1 Handphone merk 1 Nokia Hanphone merk 1 Smarfren Total 4 3.3.2 Alat ukur 1. 1 buah multimeter ( merk ) 2. HIOKI3286-20 Gambar 3.3. HIOKI 3286-20

34 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam tugas akhir ini adalah dengan menggunakan analisis data yang diperoleh melalui pengukuran dan perhitungan perencanaan. Teknik pengumpulan data tersebut dipilih dengan pertimbangan karena subyek dapat menghasilkan data yang lebih akurat. Pengukuran dilakukan beberapa kali sehingga dapat diketahui kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pengukuran. Pengukuran dilakukan berdasarkan pengalaman praktek dan analisis perhitunganperhitungan yang telah dipelajari. Gambar 3.4. Flow Chart Langkah-Langkah Pereduksian Harmonisa

35 3.5 Analisis Data Besaran Parameter-parameter beban yang akan diukur dapat dilihat pada tabel berikut ini: V (volt) I (Ampere) S (kva) P (kw) Cos φ f (Hz) THD Arus THD Tegangan Besaran V (volt) I (Ampere) S (kva) P (kw) Cos φ f (Hz) THD Arus THD Tegangan Tabel 3.6. Perencanaan Data Pengukuran Hari/tanggal : pukul: motor HE + Pijar Lampu HE Hari/tanggal : HE + PE Lampu Pijar Pijar + PE Peralatan elektronik Motor + Pijar Semua Beban pukul: Motor + HE ket ket Seperti yang terlihat pada tabel 3.1, parameter yang akan diukur berupa daya semu, daya nyata, tegangan, arus, faktor daya, frekuensi dan tingkat harmonisa. Pengukuran dilakukan beberapa kali pada beberapa jenis beban untuk memperoleh data pengukuran masing-masing beban dan keseluruhan atau gabungan beban pada rangkaian, pengukuran juga bertujuan untuk mendapatkan hasil sebelum dan sesudah pesangan filter pasif harmonisa. Peralatan pengukur utama pada penelitian ini yaitu Hioki 3286-20, peralatan ini dapat mengukur parameter seperti daya, tegangan, arus, faktor daya, frekuensi sistem THD arus dan THD tegangan.

36 Gambar 3.5. Tampilan Layar dari Alat Ukur (Hioki3286-20 E.E Coorporation, 2010:7) 3.5.1 Pengukuran Beban Pengukuran beban dapat dijelaskan pada gambar 3.4 yang dapat dilihat di bawah ini: Gambar 3.6. Power Measurment on Single-Phase Two-Wire Circuit (Hioki3286-20 E.E Coorporation, 2010:15)

37 Kabel hitam dan kuning dipasang pada kawat netral, sedangkan kabel merah dipasang pada kawat fasa. Selanjutnya tekan tombol power pada alat ukur, pada alat terdapat tombol parameter yang ingin kita ukur seperti yang terdapat pada gambar di bawah: Gambar 3.7. Perhitungan Daya Nyata, Daya Semu, Tegangan dan Arus (Hioki E.E Coorporation, 2010:9) Dengan menekan tombol Watt alat akan menampilkan daya aktif sistem yang diukur dan parameter tegangan dan arus yang berada pada sisi kanan dan kiri bawah, seterusnya dengan menekan tombol Watt lagi maka akan muncul daya semu dan seterusnya dan kembali lagi ke penampilan pertama sesuai yang diperlihatkan oleh gambar 3.6. Setelah mendapatkan hasil pengukuran diatas, selanjutnya akan dilakukan pengukuran harmonisa. 3.5.2 Pengukuran Harmonisa Pada alat ukur, harmonisa yang muncul yaitu Total Harmonic Distortion (THD). THD yang dapat diukur yaitu THD tegangan dan THD arus. THD yang bisa ditampilkan alat ukur dibatasi hanya sampai pada orde ke-20. Sesuai dengan yang diperlihatkan pada gambar 3.7.

38 Gambar 3.8. Perhitungan Harmonisa (Hioki E.E Coorporation, 2010:11) Dengan menekan tombol LINE/HARM alat akan menampilkan besaran faktor daya satu fasa, selanjutnya tiga fasa, harmonisa arus satu fasa dan harmonisa tegangan satu fasa begitu selanjutnya akan berulang kembali. Untuk menampilkan harmonisa arus, dengan menekan LINE/HARM HARM I selanjutnya menekan tombol MODE dan memilih THD yang diinginkan (THD real, THD fundamental, dan THD keseluruhan. Dalam penelitian ini THD yang dipilih yaitu THD keseluruhan yang didapat dengan menekan tombol MODE tiga kali. Begitu juga berlaku dalam pengukuran harmonisa tegangan. Fungsi dari tombol I/panah atas dan U/panah bawah yaitu untuk memilih orde harmonisa yang akan diukur. Harmonisa yang telah didapat kemudian di analisis apakah tingkat kandungan harmonisa yang terdapat dalam sistem sesuai atau melewati batas standar tingkat harmonisa yang diperbolehkan.

39 Untuk mengetahui tingkat harmonisa masing-masing beban, dilakukan pengukuran awal yang bertujuan untuk mendapatkan beban yang paling dominan menghasilkan harmonisa dalam sistem. Adapun hasil pengukuran awal yang didapatkan yaitu: Tabel 3.7. Pengukuran Awal pada Rangkaian Besaran motor Lampu Lampu Peralatan HE Pijar elektronik V (volt) 220,1 220,4 219,6 220,6 I (Ampere) 2,04 0,81 0,54 0,07 S (kva) 0,449 0,178 0,118 0,017 P (kw) 0,285 0,109 0,118 0,007 Cos φ 0,642 0,614 1,0 0,446 f (Hz) 50 50,2 50 50,2 THD Arus 1 100 100 100 100 2 1,1 0,4 0,4 1,9 3 16,6 73,7 0,9 53,7 4 0,4 0,6 0,2 4,2 5 17,0 43,7 3,0 40,6 6 0,4 0,3 0,2 2,0 7 3,8 39,8 0,9 13,4 8 0,0 0,8 0,2 3,8 9 2,0 40,4 1,0 3,0 10 0,0 1,1 0,3 4,3 THD Tegangan 1 100 100 100 100 2 0,2 0,2 0,4 0,3 3 1,6 1,7 1,6 1,7 4 0,1 0,0 0,1 0,0 5 2,5 2,7 2,7 2,6 6 0,0 0,0 0,0 0,0 7 0,9 1,0 0,9 1,0 8 0,0 0,0 0,0 0,0 9 0,6 0,8 0,7 0,6 10 0,0 0,0 0,0 0,0

%THD I 40 Dilihat dari harmonisa arus orde ke-3 didapatkan hasil: motor (16,6%); lampu hemat energi (73,7%); lampu pijar (0,9%) dan peralatan elektronik (53,7%). Sedangkan untuk harmonisa tegangan masih dalam batas standar yang diperbolehkan. Jadi beban yang dapat dikatakan penyumbang terbesar harmonisa dalam sistem yaitu lampu hemat energi dan peralatan elektronik. 120 100 80 60 harmonisa motor harmonisa lampu pijar 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Orde Harmonisa harmonisa lampu hemat energi harmonisa peralatan elektronik Gambar 3.9. Perbandingan Tingkat Harmonisa Arus masing-masing Beban Oleh karena itu beban tersebut yang akan dijadikan beban dalam perancangan filter pasif pada tugas akhir ini. 3.5.3 Perencanaan Filter Pasif Sebelum perancangan filter pasif ini, maka perlu diketahui besarnya kebutuhan daya reaktif pada sistem dan beban yang menjadi penyumbang harmonisa terbesar. Daya reaktif pada sistem ini diperlukan untuk memperbaiki sistem tersebut. Beban yang menjadi pembangkit harmonisa terbesar dapat diketahui melalui pengukuran yang telah dilakukan.

41 Hasil pengukuran beban yang akan difilter yang terdiri atas: 5 lampu hemat energi (merk: Philips) Peralatan elektronik ( 2 laptop dan 2 handphone) Tabel 3.8. Hasil Pengukuran Beban yang Akan Difilter Besaran Peralatan Elektronik + LHE P (kw) 0,149 S (kva) 0,203 V (Volt) 218,9 I (Ampere) 0,93 Cos ϕ 0,734 f (Hz) 50 Perencanaan desain antara lain: 1. Menentukan besarnya daya reaktif yang diperlukan sesuai kebutuhan kompensasi faktor daya Faktor daya, Cos φ = 0,734 φ = 42,77 tan φ = 0,92 diperbaiki menjadi: Cos φ = 0,99 φ = 8,10 tan φ = 0,14 maka dicari daya reaktif, Q c = P (tan φawal tan φakhir ) = 149 (0,92 0,14) = 116,22 V

42 2. Menentukan nilai kapasitor, C = = ( ) ( ) C = 7,64 µf 3. Menentukan nilai induktor, Pada harmonisa ke-3, Dengan f 3 = n 3 f 1 = 3 50 = 150 Hz Pada harmonisa ke-5, f 5 = n 5 f 1 = 5 50 = 250 Hz Maka, L 3 = ( ) = ( ) L 3 = 147 mh L 5 = ( ) = ( ) L 5 = 53 mh

43 4. Perencanaan induktor, b = = h = = 2,8 cm 2,5 cm (sesuai di pasaran) = = 4,27 cm 4 cm (sesuai di pasaran) Luas penampang kern, A C = b h = 2,5 4 = 10 cm 2 Panjang kawat, n 3 = = n 5 = = 113,925 114 lilitan = = 41,075 41 lilitan Diameter kawat, d =

44 = = 0,48 0,5 mm 2 (sesuai pasaran) Pengukuran akan memperlihatkan perbandingan sebelum pemasangan filter dan sesudah pemasangan. Untuk pemasangan filter dipakai dua buah filter pasif single tunes. Filter terdiri dari rangkaian seri induktor dan kapasitor yang dipasang paralel dengan rangkaian dapat dilihat pada gambar 3.10. (a) (b) (c) Gambar 3.10. Pemasangan Filter Pasif, (a) Pemasangan Filter orde 3, (b) Pemasangan Filter orde 5, (c) Pemasangan Filter orde 3 dan 5

45 Keterangan Gambar: C3 = Kapasitor pada filter orde 3 L5 = Induktor pada filter orde 3 C5 = Kapasitor pada filter orde 5 L5 = Induktor pada filter orde 5 LHE = Lampu hemat energi PE = Peralatan elektronik Setelah pemasangan filter, dilakukan lagi pengukuran pada rangkaian, untuk mengetahui kinerja dari filter pasif tersebut. Apabila filter dapat mereduksi harmonisa berarti filter berjalan dengan baik dalam mereduksi harmonisa dan akan dilakukan pengujian filter dengan penambahan beban atau pengurangan beban.