BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN ELEMEN 1. Ikon Logo Ikon logo Candra Buana dibuat menggunakan gaya lettering yang meliuk-liuk agar mendapat kesan luwes dan tidak kaku, ketebalan pada hurufnya dibuat lebih bold agar lebih menarik mata. ikon-ikon garis, ikan, dan daun ialah visual yang terdapat didalam cerita. Gambar 3. Logo Candra Buana Gambar 4. Tataran elemen pada Logo Candra Buana 28
ss 2. Karakter Ilustrasi candra buana menggunakan gaya kartun, karakter candra buana dibuat berdasarkan hasil riset karakter manga, dimana mata manga yang besar menjadi fokus utama sehingga lebih expresif, mata manga yang besar tersebut kemudian di modifikasi lagi sehingga menjadi bentuk yang berbeda. [Gambar 5. Tataran Karakter Pada Candra Buana Dalam ukuran chibi karakter akan digambar seperti ukuran anak-anak pada umumnya (di dunia nyata) ukuran kepala dalam penggambaran memiliki perbandingan 1:3 dengan tubuh. Lalu terdapat beberapa modifikasi pada bagian mata karakter. 29
Gambar 6. Tataran Karakter Pada Candra Buana Seperti yang terlihat di samping kiri dan kanan karakter, karakter candra buana merupakan hasil modifikasi dari gaya kartun yang telah ada, namun dalah hal ini penulis mengeksplor lagi kedalam bentuk-bentuk yang belum pernah di gunakan, mata manga yang lebar tetap menjadi esensi dari karakter tersebut namun dengan outline yang bersifat bundar tidak seperti manga yang memiliki ujung runcing. Kemudian modifikasi juga dilakukan pada garis hidung yang tidak dibuat runcing, sedangkan karakter candra buana sendiri tidak menggunakan outline, hanya ada beberapa outline di mata untuk mempertegas lekukan. 30
Gambar 7. Tataran Karakter Pada Candra Buana Berikut adalah pengaplikasian elemen-elemen garis karakter candra buana di dalam ilustrasi, mata diberi outline untuk menambah ketegasan garis mata, sedangkan hidung tidak memerlukan outline karena hidung sudah menggunakan warna gelap sebagai shadow untuk menambah kedalaman, sehingga hidung akan terbentuk dan tidak perlu memerlukan outline hitam. Namun dibeberapa cerita dibeberapa cerita rakyat hewan yang tidak ada tokoh manusia muncul didalamnya, karakteristik hewan dibuat menggunakan konsistensi minim outline, dan dengan konsistensi warna yang digunakan. Gambar 8. Tataran Karakter Pada Candra Buana 31
3. Warna Menggunakan warna-warna terang, penuh dengan warna sehingga dapat mengenalkan anak dengan berbagai macam warna, tanpa melupakan keaslian warna di dalam cerita rakyat, warna di dasari pada warna pakaian adat, rumah adat, dan atribut budaya lainnya. warna-warna yang ada menggunakan warna dasar pada cat air sakura, namun dalam aplikasiannya terkadang ada modifikasi warna dan penggabungan warna satu ke warna yang lain. Gambar 9. Tataran Warna Karakter Pada Candra Buana 32
Gambar 10. Tataran Warna Karakter Pada Candra Buana Warna-warna modifikasi tersebut antaralain iyalah sebuah gradasi warna, dimana warna gelap dikombinasikan dengan warna terang demi mendapatkan efek pencahayaan yang penuh dengan warna, sehingga gelap terang objek seperti daun tidak lagi menggunakan warna turunan 1 warna hanya untuk mendapatkan kesan hidup, namun penulis disini menggunakan 2 warna komplementer dimana warna gelap biasanya menjadi warna dasar dan bagian shadow setelah nya di kombinasikan dengan warna lawan dari warna gelap tersebut untuk membentuk cahaya. Contoh nya ialah warna ungu menjadi dasar dan ungu gelap menjadi shadow, lalu untuk pencahayaan diberikan warna lawan dari ungu ialah kuning terang. Sehingga ilustrasi menjadi kaya warna dan sesuai bagi anak-anak yang sedang mengeksplor warna-warna. 33
B. TATARAN PRODUK Gambar 11. Tataran Produk A. Buku Cerita Buku Cerita berilustrasi dibuat sebagai media utama dalam membangun kembali cerita rakyat, buku dapat dibawa kemana-mana oleh anak. B. Poster Poster di buat sebagai media pendukung untuk menarik minat anak-anak, poster juga bisa ditempel didinding kamar sehingga anak-anak terus teringat. C. Mug Sebagai souvenir yang dapat disenangi oleh anak-anak dengan gambar kartun yang menarik, juga sebagai media pendukung. D. Stiker Stiker sangat dekat dengan anak-anak, sebagai media pendukung stiker juga dapat menambah awareness anak-anak. 34
C. TATARAN SISTEM Gambar 12. Tataran Sistem Dalam membuat sebuah karya dibutuhkan sebuah proses yang panjang sebelum menjadi sebuah produk yang layak. Pada perancangan ini, proses diawali dengan riset yang sebelumnya telah dilakukan oleh penulis di semester 7 lalu, diantaranya riset mengenai ilustrasi pada buku cerita rakyat. Selanjutnya penulis menetapkan strategi yang cocok untuk anak-anak dalam mengingat muatan lokal, selanjutnya buku cerita rakyat akan sesuai bila dibentuk dengan picture book langkah selanjutnya ialah brainstorming visual yang akan digunakan, disini proses modifikasi terhadap ilustrasi karakter dilakukan dengan mengeksplorasi berbagai macam jenis gaya ilustrasi. Selanjutnya ditetapkan 35
visual yang tepat dan akan digunakan di perancangan buku candra buana. disini terdapat eksekusi karya yang divisualisasikan berdasarkan cerita yang diangkat. setelah visualisasi rampung kemudian di pilih media yang sesuai untuk target usia. Setelah melewati proses cetak, selanjutnya buku candra buana dipamerkan ke masyarakat. D. TATARAN KOMUNITAS A. Penggunaan Karya Karya ini ditujukan untuk membantu anak-anak dalam mengembangkan minat baca nya terhadap cerita rakyat, sehingga cerita rakyat tetap populer dikalangan anak-anak. B. Sasaran Anak Remaja Usia 7-17 tahun C. Tujuan - Membangun generasi muda yang cinta akan budaya sendiri terutama cerita rakyat. - Mengembangkan minat baca anak. - Mengingatkan remaja tentang pentingnya cerita rakyat. D. Manfaat - Awareness terhadap pentingnya keberlangsungan budaya lokal - Memupuk kecintaan terhadap budaya sendiri terkhususnya pada cerita rakyat indonesia. 36