PERTUMBUHAN KARANG LUNAK

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN GAMET KARANG LUNAK Sinularia dura HASIL TRANSPLANTASI DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA

DISTRIBUSI DAN PREFERENSI HABITAT SPONS KELAS DEMOSPONGIAE DI KEPULAUAN SERIBU PROVINSI DKI JAKARTA KARJO KARDONO HANDOJO

DENSITAS DAN UKURAN GAMET SPONS Aaptos aaptos (Schmidt 1864) HASIL TRANSPLANTASI DI HABITAT BUATAN ANCOL, DKI JAKARTA

Gambar 11. Pemilihan dan pemotongan bibit karang lunak (Alcyonacea).

PENGARUH WAKTU FRAGMENTASI KOLONI SPONS Petrosia sp. TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA BIOAKTIF

TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN SPONS JENIS

PERTUMBUHAN KARANG LUNAK

ANALISIS KINERJA RANTAI PASOKAN DAGING AYAM SEGAR PADA RUMAH POTONG AYAM (RPA)

MODEL MATEMATIKA STRUKTUR UMUR INFEKSI VIRUS HIV DENGAN KOMBINASI TERAPI OBAT MUHAMMAD BUWING

SEBARAN DAN ASOSIASI PERIFITON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN (Enhalus acoroides) DI PERAIRAN PULAU TIDUNG BESAR, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA UTARA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT DI BANK UMUM MILIK NEGARA PERIODE TAHUN RENALDO PRIMA SUTIKNO

STUDI PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI PERAIRAN BAGIAN BARAT DAYA PULAU MOYO, SUMBAWA

PERANCANGAN PROTOKOL AKTA NOTARIS DIGITAL INAYATULLAH

ANALISIS POLA KELAHIRAN MENURUT UMUR STUDI KASUS DI INDONESIA TAHUN 1987 DAN TAHUN 1997 SUMIHAR MEINARTI

STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA SAING PRODUK UNGGULAN DAERAH INDUSTRI KECIL MENENGAH KABUPATEN BANYUMAS MUHAMMAD UNGGUL ABDUL FATTAH

MODIFIKASI METODE RELE UNTUK MODEL PENDUDUK QUASI-STABIL CECEP A.H.F. SANTOSA

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN IKLIM ORGANISASI DENGAN KINERJA PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL

PERBANDINGAN ANTARA UNWEIGHTED LEAST SQUARES (ULS) DAN PARTIAL LEAST SQUARES (PLS) DALAM PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL MUHAMMAD AMIN PARIS

HUBUNGAN EFEKTIVITAS SISTEM PENILAIAN KINERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PUSAT PT PP (PERSERO), TBK JULIANA MAISYARA

ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN NON-TUNAI

PENDUGAAN PARAMETER WAKTU PERUBAHAN PROSES PADA 2 CONTROL CHART MENGGUNAKAN PENDUGA KEMUNGKINAN MAKSIMUM SITI MASLIHAH

KAJIAN REHABILITASI SUMBERDAYA DAN PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR M.

KINETIKA AKTIVITAS REDUKSI NITRAT BAKTERI NITRAT AMONIFIKASI DISIMILATIF DARI MUARA SUNGAI PADA KONSENTRASI OKSIGEN (O 2 ) YANG BERBEDA TETI MARDIATI

BEBERAPA METODE PENDUGAAN JUMLAH KOMPONEN DALAM CAMPURAN SENYAWA KIMIA MURDAN ALFA SATYAWAN SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008

ANALISIS KETAHANAN DAN APLIKASINYA UNTUK PEMODELAN INTERVAL KELAHIRAN ANAK PERTAMA HARNANTO

Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. Vol. 3. No. 1 November 2012: ISSN

FORMULASI STRATEGI PEMASARAN SAYURAN ORGANIK PT. PERMATA HATI ORGANIC FARM CISARUA. Oleh: Laura Juita Pinem P

PENENTUAN PELUANG BERTAHAN DALAM MODEL RISIKO KLASIK DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI LAPLACE AMIRUDDIN

KAJIAN EKONOMI SUMBERDAYA PERIKANAN DI PERAIRAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS EKA SUPRIANI

PROFIL FOTO BERITA DALAM SURAT KABAR REPUBLIKA EDISI TAHUN 2004

ISOLASI, SELEKSI DAN OPTIMASI PERTUMBUHAN GANGGANG MIKRO YANG POTENSIAL SEBAGAI PENGHASIL BAHAN BAKAR NABATI

PERBANDINGAN HASIL PENGGEROMBOLAN METODE K-MEANS, FUZZY K-MEANS, DAN TWO STEP CLUSTER

PERAN MODEL ARSITEKTUR RAUH DAN NOZERAN TERHADAP PARAMETER KONSERVASI TANAH DAN AIR DI HUTAN PAGERWOJO, TULUNGAGUNG NURHIDAYAH

STUDI BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAYUR (Superfamili Trichiuroidea) DI PERAIRAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT DEVI VIANIKA SRI AMBARWATI

BIOLOGI REPRODUKSI IKAN PELANGI MERAH (Glossolepis incisus Weber, 1907) DI DANAU SENTANI LISA SOFIA SIBY

KAJIAN BRUSELLOSIS PADA SAPI DAN KAMBING POTONG YANG DILALULINTASKAN DI PENYEBERANGAN MERAK BANTEN ARUM KUSNILA DEWI

FORMULASI HAMILTONIAN UNTUK MENGGAMBARKAN GERAK GELOMBANG INTERNAL PADA LAUT DALAM RINA PRASTIWI

EVALUASI KINERJA KEUANGAN SATUAN USAHA KOMERSIAL PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM DARSONO SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2014

APLIKASI CONTINGENT CHOICE MODELLING (CCM) DALAM VALUASI EKONOMI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA FAZRI PUTRANTOMO

MANAJEMEN RISIKO DI PERUSAHAAN BETON (STUDI KASUS UNIT READYMIX PT BETON INDONESIA) MUAMMAR TAWARUDDIN AKBAR

PENDUGAAN PARAMETER BEBERAPA SEBARAN POISSON CAMPURAN DAN BEBERAPA SEBARAN DISKRET DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITME EM ADE HARIS HIMAWAN

MODEL DISTRIBUSI PERTUMBUHAN EKONOMI ANTARKELOMPOK PADA DUA DAERAH ADE LINA HERLIANI

HUBUNGAN TERPAAN PESAN PENCEGAHAN BAHAYA DEMAM BERDARAH DENGAN SIKAP IBU RUMAH TANGGA (KASUS: KELURAHAN RANGKAPAN JAYA BARU, KOTA DEPOK) KUSUMAJANTI

ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS DI KAWASAN AGROPOLITAN BATUMARTA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU ROSITADEVY

MODEL PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI MUZAKKI TERHADAP KEPUTUSAN MEMBAYAR ZAKAT PROFESI (Studi Kasus: Karyawan PT PLN Region Jawa Barat) PEMI PIDIANTI

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN DAN KETERIKATAN KARYAWAN BUDI KARYA GROUP, BOGOR IKA MEYLASARI

PERBANDINGAN KEKONVERGENAN BEBERAPA MODEL BINOMIAL UNTUK PENENTUAN HARGA OPSI EROPA PONCO BUDI SUSILO

PERKEMBANGAN GAMET KARANG LUNAK Sinularia dura HASIL TRANSPLANTASI DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA

PERENCANAAN BEBERAPA JALUR INTERPRETASI ALAM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TRI SATYATAMA

PENGEMBANGAN FUZZY INFERENSI SISTEM UNTUK SELEKSI METODE PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK TINGKAT LANJUT INDAH MUSI INDRIA DEWI G

FITOPLANKTON : DISTRIBUSI HORIZONTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER FISIKA KIMIA DI PERAIRAN DONGGALA SULAWESI TENGAH

SIMULASI STABILITAS STATIS KAPAL PAYANG MADURA ARIYANTO

KETERKAITAN NILAI TUKAR RUPIAH DENGAN INDEKS SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA. Oleh : Venny Syahmer

STUDI KONDISI VEGETASI DAN KONDISI FISIK KAWASAN PESISIR SERTA UPAYA KONSERVASI DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM FERI SURYAWAN

PEMODELAN SISTEM PENDULUM TERBALIK GANDA DAN KARAKTERISASI PARAMETER PADA MASALAH REGULASI OPTIMAL HASBY ASSIDIQI

MODEL PERAMALAN HARGA SAHAM DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK TRIANA ENDANG

MODEL MATEMATIKA PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE JUMADI

METODE EKSPLORATIF UNTUK MENGUJI KESAMAAN SPEKTRUM FTIR TEMULAWAK

KOREKSI KONSTRUKSI PERANGKAP JODANG PENANGKAP KEONG MACAN DI PALABUHANRATU, SUKABUMI, JAWA BARAT AYU ADHITA DAMAYANTI

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM RASKIN DAN KEPUASAN RUMAH TANGGA PENERIMA MANFAAT DI DKI JAKARTA

PELABELAN OTOMATIS CITRA MENGGUNAKAN FUZZY C MEANS UNTUK SISTEM TEMU KEMBALI CITRA MARSANI ASFI

PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI ABRIDGED LIFE TABLE

PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH OLEH TEH HIJAU DAN ATAU TEH DAUN MURBEI PADA TIKUS DIABETES RUSMAN EFENDI

PENGARUH KECEPATAN ARUS TERHADAP DINAMIKA JARING KEJER PADA PERCOBAAN DI FLUME TANK

ANALISIS HUBUNGAN DESAIN PEKERJAAN DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI CV DINAR KABUPATEN TANGERANG, PROPINSI BANTEN FENNY FARIANTI

PERANCANGAN PROTOKOL AKTA NOTARIS DIGITAL INAYATULLAH

PENDUGAAN TURUNAN PERTAMA DAN TURUNAN KEDUA DARI FUNGSI INTENSITAS SUATU PROSES POISSON PERIODIK SYAMSURI

SINTESIS SENYAWA ANALOG UK-3A DAN UJI AKTIVITAS SECARA IN VITRO TERHADAP SEL KANKER MURINE LEUKEMIA P-388 UJIATMI DWI MARLUPI

PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP PERAN KELOMPOK TANI PADA PENERAPAN TEKNOLOGI USAHATANI BELIMBING

DESAIN DAN SINTESIS AMINA SEKUNDER RANTAI KARBON GENAP DARI ASAM KARBOKSILAT RANTAI PANJANG RAHMAD FAJAR SIDIK

IMPLEMENTASI SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG) TERHADAP APLIKASI e-learning STUDI KASUS UNIVERSITAS TERBUKA (UT) RUSTAM EFFENDY

ANALISIS REGRESI TERPOTONG BEBERAPA NILAI AMATAN NURHAFNI

STRATEGI MENSINERGIKAN PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DENGAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

METODE BINOMIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI CALL INDONESIA DAN STRATEGI LINDUNG NILAINYA JAENUDIN

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

IDENTIFIKASI LAHAN KRITIS DALAM KAITANNYA DENGAN PENATAAN RUANG DAN KEGIATAN REHABILITASI LAHAN DI KABUPATEN SUMEDANG DIAN HERDIANA

PENGARUH SERTIFIKASI GURU TERHADAP KESEJAHTERAAN DAN KINERJA GURU DI KABUPATEN SUMEDANG RIZKY RAHADIKHA

MENENTUKAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD KEPlTlNG BAKAU KAITANNYA DENGAN PERKEMBANGAH GAMET

PERTUMBUHAN DAN TOLERANSI MELASTOMA TERHADAP ANTIBIOTIK KANAMISIN DAN HIGROMISIN SECARA IN VITRO NANI SUMARNI

RISIKO GEMUK (FAT-TAILED ADRINA LONY SEKOLAH

KAJIAN PENGOLAHAN DAN TOKSISITAS KHITOSAN LARUT AIR DENGAN MENGGUNAKAN TIKUS PUTIH ( Rattus norvegicus ) MUNAWWAR KHALIL

PERILAKU MAKAN GORILA (Gorilla gorilla gorilla ) DI PUSAT PRIMATA SCHMUTZER TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA SAHRONI

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELAKU USAHA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN PADA PUSAT PERIZINAN DAN INVESTASI KEMENTERIAN PERTANIAN

KAJIAN PERKEMBANGAN OOSIT KARANG LUNAK Lobophytum strictum NON FRAGMENTASI DAN FRAGMENTASI BUATAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU

ANALISIS POLA KELAHIRAN MENURUT UMUR STUDI KASUS DI INDONESIA TAHUN 1987 DAN TAHUN 1997 SUMIHAR MEINARTI

PEMANTAUAN DAN KAJIAN KEBERADAAN KUMBANG KHAPRA,

ANALISIS EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KELURAHAN PANGGANG, KABUPATEN ADMINISTRATIF KEPULAUAN SERIBU

ANALISIS PELAKSANAAN REDISTRIBUSI TANAH DALAM RANGKA REFORMA AGRARIA DI KABUPATEN PATI. Oleh: Darsini

PENGARUH PADAT PENEBARAN 1, 2 DAN 3 EKOR/L TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAANVIS Pterophyllum scalare BASUKI SETIAWAN

PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI DI SEAMEO BIOTROP DEWI SURYANI OKTAVIA B.

SEBARAN ASIMTOTIK PENDUGA KOMPONEN PERIODIK FUNGSI INTENSITAS PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT RO FAH NUR RACHMAWATI

ABSTRAK Desty Maryam. Pengaruh kecepatan arus terhadap komponen desain jaring millenium (percobaan dengan prototipe dalam flume tank

PENGEMBANGAN LEMBAGA SIMPAN PINJAM BERBASIS MASYARAKAT (LSP-BM) SINTUVU DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA-USAHA MIKRO TENRIUGI

STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA PESISIR DI SENDANG BIRU KABUPATEN MALANG PROPINSI JAWA TIMUR MUHAMMAD ZIA UL HAQ

EVALUASI POTENSI OBYEK WISATA AKTUAL DI KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT UNTUK PERENCANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN EDWIN PRAMUDIA

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DAERAH PARUNG KABUPATEN BOGOR. Oleh: Novie Fajar Ismanto

MODEL MATEMATIKA UNTUK PERUBAHAN SUHU DAN KONSENTRASI DOPANT PADA PEMBENTUKAN SERAT OPTIK MIFTAHUL JANNAH

Hak cipta milik IPB, tahun 2009

ANALISIS ENERGI DAN EKSERGI PADA PRODUKSI BIODIESEL BERBAHAN BAKU CPO (Crude Palm oil) RISWANTI SIGALINGGING

Transkripsi:

PERTUMBUHAN KARANG LUNAK (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura DAN PERKEMBANGAN GONAD Sinularia dura HASIL FRAGMENTASI BUATAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA DONDY ARAFAT SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Pertumbuhan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura Dan Perkembangan Gonad Sinularia dura Hasil Fragmentasi Buatan Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini. Bogor, Juli 2009 Dondy Arafat NRP. C651060061

ABSTRACT DONDY ARAFAT. Soft Coral Growth (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum and Sinularia dura and Gonadal Development Sinularia dura as a Result of Artificial Fragmentation in Pramuka Island, Kepulauan Seribu, Jakarta. Under direction of Neviaty P. Zamani, Adi Winarto Soft coral is one of the important parts of the coral reef ecosystem, as the second largest component after hard coral. Soft coral contribute to the formation of reef in coral reef ecosystems. The aim of this research were to examine information on reproduction and growth of soft coral, as a basic information for soft coral culture and soft coral stock. This research was conducted using the fragmentation method of the soft coral Lobophytum strictum and Sinularia dura on two water depth (3m & 10m). Sampling were carried out since June 2007 until March 2008, at the Marine Protected Area (MPA), Pramuka Island, Seribu Islands, Jakarta. Sinularia dura and Lobophytum strictum have a high survival rate after fragmentation, the growth rate of Lobophytum strictum was bigger than Sinularia dura. In comparison evaluation of gametocyte growth showed that the number of Sinularia dura s ovum, at the full moon phase, with the age 18 months was bigger than the 10 months. Keywords: Soft Coral, Sinularia dura, Lobophytum strictum, fragmentation, reproduction, Pramuka Island ii

RINGKASAN DONDY ARAFAT. Pertumbuhan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura Dan Perkembangan Gonad Sinularia dura Hasil Fragmentasi Buatan Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Dibimbing oleh NEVIATY P. ZAMANI dan ADI WINARTO Penelitian ini dilakukan sejak Bulan Juni 2007 hingga Maret 2008 di perairan Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup dan Pertumbuhan karang lunak, serta menganalisa struktur histologi dan perkembangan gonad karang lunak (Octocorallia:Alcyonacea) spesies Sinularia dura hasil fragmentasi buatan. Lokasi penurunan rak transplantasi terletak di Area Perlindungan Laut (APL) pada dua kedalaman yakni kedalaman 3 meter dan 10 meter. Penelitian ini dilakukan melewati beberapa tahapan yakni tahap awal 1 bulan persiapan, 10 bulan waktu pengukuran pertumbuhan (Juni 2007 - Maret 2008). Bulan ke-10 dan ke-18 setelah pengukuran dilakukan analisa histologi untuk melihat perkembangan gonad karang lunak yang telah ditransplantasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup tertinggi yakni terdapat pada karang lunak jenis Lobophytum strictum dikedalaman 3 meter dan 10 meter yakni 100 %, sedangkan tingkat kelangsungan transplantasi karang lunak selama penelitian pada spesies Sinularia dura yakni 80 % pada kedalaman 3 meter, sedangkan pada kedalaman 10 meter yakni 100%. Pertumbuhan Sinularia dura pada kedalaman 3 meter yakni panjang 1,785 cm dan lebar 2,061 cm, berikutnya pertumbuhan pada kedalaman 10 meter yakni panjang 1,512 cm dan lebar 1,541 cm. Hasil analisis ragam dengan selang kepercayaan 95%, menunjukkan antar perlakuan (kedalaman) pada pertumbuhan panjang dan lebar diperoleh hasil tidak berbeda nyata (Pvalue > 0,05). Spesies yang kedua yakni Lobophytum strictum memiliki pertumbuhan panjang 4,03 cm dan lebar 3,39 cm pada kedalaman 3 meter, sedangkan pada kedalaman 10 meter memiliki pertumbuhan yakni panjang 3,63 cm dan lebar 3,69 cm. Hasil dari Analisis ragam dengan selang kepercayaan 95%, bahwa antar perlakuan (kedalaman) pada pertumbuhan panjang dan lebar diperoleh hasil tidak berbeda nyata (Pvalue > 0,05). Pembuktian adanya proses oogenesis dan spermatogenesis dilakukan dengan analisa histoligis. Menurut penelitian sebelumnya, pemijahan (spawning) karang biasa terjadi akibat terjadi perubahan lingkungan. Hasil pengamatan penampang vertikal pada bulan ke-10, diketemukan sel jantan (sperm) di dalam saluran misentri. Sedangkan, sel telur yang diketemukan mayoritas masih pada tahap perkembangan awal. Diduga sel telur telah dikeluarkan (spawning) ke alam dan ada beberapa yang masih tersisa pada lapisan misentri filament. Pada bulan ke-18, pada saat bulan purnama, yang diperoleh yakni penampang vertikal dari karang lunak Sinularia dura memiliki jumlah sel telur yang lebih banyak dari pengamatan bulan ke-10. Hasil pengamatan pada bulan ke 18 menunjukkan, bahwa sel telur terdapat dalam lapisan misentri filamen (msf), diduga masih akan terus bertambah dalam sayatan berikutnya. Oosit biasanya melekat pada mesoglea di mesenteri bersama dengan oosit tahap I yang lain. Ukuran oosit semakin iii

membesar karena butiran-butiran sitoplasma mulai berkembang menyebar ke seluruh bagian oosit sehingga warna oosit mulai agak terang. Oosit pada tahap ini dapat ditemukan pada rongga gastrovaskular karena sudah terlepas dari pedikel. Ada beberapa oosit yang telah matang dan mencapai ukuran maksimum. Variasi perkembangan sel gamet pada karang lunak Sinularia dura hasil fragmentasi buatan yang ditransplantasi, menunjukkan bahwa fragmentasi tidak mempengaruhi siklus reproduksi perkembangan karang lunak. Kata kunci: Karang lunak, Lobophytum strictum, Sinularia dura, Pulau Pramuka, Fragmentasi, Histologis iv

Hak Cipta milik IPB, tahun 2009 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh Karya tulis dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB v

PERTUMBUHAN KARANG LUNAK (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura DAN PERKEMBANGAN GONAD Sinularia dura HASIL FRAGMENTASI BUATAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA DONDY ARAFAT Tesis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Ilmu Kelautan SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 vi

Judul : Pertumbuhan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura Dan Perkembangan Gonad Sinularia dura Hasil Fragmentasi Buatan Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Nama Mahasiswa : Dondy Arafat N R P : C551060061 Program Studi : Ilmu Kelautan Disetujui Komisi Pembimbing Dr. Ir. Neviaty P. Zamani, M.Sc Ketua drh. Adi Winarto, Ph.D Anggota Diketahui Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Dekan Sekolah Pascasarjana Dr. Ir. Neviaty P. Zamani, M.Sc. Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, M.S. Tanggal Ujian : 29 Juli 2009 Tanggal Lulus : vii

PRAKATA Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia-nya berupa kesehatan dan keluangan waktu sehingga penelitian tesis mengenai Pertumbuhan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura dan Perkembangan Gonad Sinularia dura Hasil Fragmentasi Buatan Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta ini dapat diselesaikan dengan baik sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi di Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Kelautan Bogor. Terima kasih penulis sampaikan kepada Dr. Ir. Neviaty P. Zamani, M.Sc dan drh. Adi Winarto, Ph.D selaku komisi pembimbing yang banyak memberikan masukan dalam penyusunan tesis ini. Penulis juga sangat berterimakasih kepada Program Hibah Bersaing tahun 2006 yang diketuai Dr. Hefni Effendi, M.Phil selaku penyandang dana penelitian. Tim Hibah Bersaing 2006 (Prof. Dr. Ir. Dedi Soedharma, DEA, Beginer Subhan, S.Pi, Ir. Mukzijat Kawaroe, M.Si) yang telah memberikan bantuan baik fisik maupun moral, rekan-rekan kuliah Program Studi Ilmu Kelautan 2006 (Rico, Dobo, Iis, Mila, Mukti, Erna, Ria, Pak Ngadiran, Ira, Ratih, Syahrul, Om faisal, Tante Katrin dan Bung Degen), teman-teman [Gita Pradipta, Beginer Subhan, Citra, Iqbal S Goeltom, Ramadian Bachtiar] yang telah menginspirasi dan menjadi teman diskusi, keluarga [Ayahanda Sastra Yuddin dan Ibunda Doetje Eka Dharma, dan Adinda Goura Genni Perca yang senantiasa memberi doa dan dukungan selama penulis menempuh pendidikan serta semua yang telah berkontribusi dalam penyusunan tesis ini. Ucapan terima kasih kepada Program Beasiswa COREMAP yang telah memberikan bantuan dana penulisan tesis. Tentunya masih ada berbagai kekurangan dalam tesis ini sehingga saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. Bogor, Juli 2009 Dondy Arafat viii

RIWAYAT HIDUP Penulis lahir di Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada tanggal 1 Mei 1982, anak pertama dari dua bersaudara dari ayah Sastra Yuddin dan ibu Doetje Eka Dharma. Pendidikan penulis diawali dengan bersekolah di TK Pertiwi-Sitiung pada tahun 1987 dan kemudian dilanjutkan di SD Miranti Jakarta (1988-1994). Pada tahun 1994-1997 penulis menempuh pendidikan lanjutan pertama di SMPN 1 JAKARTA, dan pada tahun 1997-2000 dilanjutkan di SMUN 1 SITIUNG Dharmasraya- Sumatra Barat. Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB) pada tahun 2000 dan memilih Program Studi Ilmu Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan tamat pada tahun 2005. Selama di IPB, di bidang organisasi penulis aktif di himpunan profesi HIMITEKA (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan), MBC (Marine Biology Club), Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO). Sejak tahun 2005 hingga kini penulis bekerja sebagai asisten dosen pada Bagian Hidrobiologi Laut, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 2006, penulis meneruskan pendidikan pascasarjana di IPB dengan program studi Ilmu Kelautan. Selama mengikuti pendidikan pascasarjana, penulis aktif dalam kegiatan kemahasiswaan Wahana Interaksi Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kelautan (WATERMASS-IKL). Tahun 2007 penulis mendapat beasiswa penulisan tesis dari Program Mitra Bahari- COREMAP II. Untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Magister Sains pada Sekolah Pascasarjana IPB penulis melakukan penelitian mengenai Pertumbuhan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) Lobophytum strictum, Sinularia dura dan Perkembangan Gonad Sinularia dura Hasil Fragmentasi Buatan Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. ix

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv PENDAHULUAN... 1 Latar Belakang... 1 Pendekatan Masalah... 2 Tujuan Penelitian... 3 Hipotesa Penelitian... 3 TINJAUAN PUSTAKA... 4 Deskripsi Umum Karang Lunak (Soft Coral)... 4 Morfologi dan Anatomi... 5 Bentuk Pertumbuhan dan Sistematika Karang Lunak... 7 Karang Lunak yang Ditransplantasi... 8 Marga Lobophytum menurut Verseveldt (1982)... 8 Marga Sinularia menurut Verseveldt (1980)... 9 Perbedaan Karang Lunak dengan Karang Batu... 10 Reproduksi Karang Lunak... 12 Reproduksi Aseksual... 12 Reproduksi Seksual... 13 Gametogenesis... 13 Spermatogenesis... 15 Pemijahan dan Fertilisasi... 15 Distribusi Karang Lunak... 16 Senyawa Terpenoid pada Karang Lunak... 17 Peranan Senyawa Terpenoid pada Karang Lunak... 17 Senyawa terpenoid sebagai pelindung terhadap predator... 17 Senyawa terpenoid untuk merebut ruang hidup... 18 Faktor Pembatas Pertumbuhan Karang... 18 Metode Transplantasi Karang... 21 x

METODE PENELITIAN... 23 Lokasi dan Waktu Penelitian... 23 Bahan dan Alat... 24 Bahan dan alat penelitian untuk transplantasi... 24 Bahan dan alat penelitian untuk Histologi... 24 Prosedur Penelitian... 25 Analisis Data... 30 Tingkat Kelangsungan Hidup... 30 Pertumbuhan... 31 Rancangan Percobaan... 31 Pengukuran Tingkat Kematangan Gonad... 31 HASIL DAN PEMBAHASAN... 32 Adaptasi Karang Lunak Hasil Fragmentasi (Pemotongan)... 32 Tingkat Kelangsungan Hidup Fragmen karang Lunak... 35 Pertumbuhan... 37 Pertumbuhan Spesies Sinularia dura... 38 Pertumbuhan Spesies Lobophytum strictum... 40 Laju Pertumbuhan... 43 Laju Pertumbuhan spesies Sinularia dura... 43 Laju Pertumbuhan spesies Lobophytum strictum... 45 Pertambahan Jumlah Cabang Fragmen Karang Lunak... 47 Pengamatan Struktur Histologi Gonad Karang lunak... 48 Struktur Histologi Karang lunak Hasil Transplantasi... 48 Alat Reproduksi Seksual Karang Lunak Hasil Transplantasi... 51 Kondisi Lingkungan Perairan Lokasi Penelitian... 55 Parameter Fisika Lingkungan... 56 Parameter Kimia Lingkungan... 58 KESIMPULAN DAN SARAN... 62 DAFTAR PUSTAKA... 64 xi

DAFTAR GAMBAR Halaman 1. Kerangka pendekatan masalah... 2 2. Penampang melitang polip karang lunak Anggota Octocorallia (Bayer, 1956)... 5 3. Karang lunak suku Alcyonacea: (a) Sarcophyton (b) Lobophytum (c) Sinularia (d) Cladiella (e) Alcyonium... 9 4. Perbedaan morfologi karang lunak dan karang batu (Ryan, 1985 dalam Manuputty, 2002)... 11 5. Hasil potongan histologis polip karang lunak Heteroxenia fuscescens (Achituv dan Benayahu, 1990)... 14 6. Lokasi Rak Transplantasi Penelitian; Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, DKI Jakarta... 23 7. a. Perakitan Rak Transplantasi Karang Lunak, Lokasi Pulau Pramuka... 25 b. Desain rak transplantasi karang lunak, dilapisi dengan jaring... 25 8. Bibit Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) yang diambil disekitar perairan Pulau Pramuka... 26 9. Susunan fragmen karang lunak jenis Lobophytum strictum ditransplantasi dengan substrat dan disusun pada rak transplantasi... 27 10. Ilustrasi Penempelan Karang Lunak (Octocorallia:Alcyonacea) pada substrat... 28 11. Pemilihan dan pemotongan bibit karang lunak (Alcyonacea)... 32 12. Proses adaptasi karang lunak spesies Lobophytum strictum hasil fragmentasi pada kedalaman 3 m (periode Juni-Agustus 2007)... 34 13. Tingkat Kelangsungan Hidup (survival) karang lunak spesies Sinularia dura di perairan Pulau Pramuka... 35 14. Tingkat Kelangsungan Hidup (survival) karang lunak spesies Lobophytum strictum di perairan Pulau Pramuka... 36 15. Pertumbuhan Fragmen karang lunak spesies Sinularia dura pada awal penelitian hingga akhir penelitian (selama 10 bulan)... 37 16. Pertumbuhan spesies Sinularia dura hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 3 meter, di perairan Pulau Pramuka... 38 17. Pertumbuhan spesies Sinularia dura hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 10 meter, di perairan Pulau Pramuka... 39 18. Pertumbuhan spesies Lobophytum strictum hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 3 meter, di perairan Pulau Pramuka... 41 xii

19. Pertumbuhan spesies Lobophytum strictum hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 10 meter, di perairan Pulau Pramuka... 41 20. Kurva laju pertumbuhan Sinularia dura pada kedalaman 3 meter di perairan Pulau Pramuka... 44 21. Kurva laju pertumbuhan Sinularia dura pada kedalaman 10 meter di perairan Pulau Pramuka... 44 22. Kurva laju pertumbuhan Lobophytum strictum pada kedalaman 3 meter di perairan Pulau Pramuka... 45 23. Kurva laju pertumbuhan Lobophytum strictum pada kedalaman 10 meter di perairan Pulau Pramuka... 46 24. Sampel spesies Sinularia dura yang dilakukan pengamatan struktur histologi... 48 25. Penampang vertikal bagian antokodia dari Sinularia dura setelah dilakukan transplantasi karang lunak selama 10 bulan... 49 26. Penampang melintang jaringan karang lunak Sinularia dura setelah selama 10 bulan pasca transplantasi... 50 27. Sel telur (oosit) yang diketemukan pada Sinularia dura selama 10 bulan pasca transplantasi. Oosit dalam tahap 1... 51 28. (A) Sel jantan dan (B) Oosit mencapai kematangan di lapisan misentri filamen, setelah ditransplantasi selama 10 bulan... 52 29. Sel telur (oosit) diketemukan pada Sinularia dura setelah 18 bulan pasca transplantasi. (a. Oosit tahap III; b. Oosit tahap IV)... 53 30. Sel telur (oosit) pada Sinularia dura setelah 18 bulan pasca transplantasi (Oosit tahap V)... 54 31. Sebaran suhu pada kedalaman 3 meter dan 10 meter... 56 32. Kandungan Oksigen Terlarut (DO) di kedalaman 3 meter dan 10 meter pada daerah transplantasi... 59 33. Kandungan Nitrat peraiaran di kedalaman 3 meter dan 10 meter... 60 34. Kandungan Nitrit di kedalaman 3 meter dan 10 meter pada Daerah transplantasi... 60 35. Kandungan Fosfat di kedalaman 3 meter dan 10 meter pada Daerah transplantasi... 61 xiii

DAFTAR TABEL Halaman 1. Famili dan Genus Karang Lunak Sub-Ordo Alcyonina... 8 2. Alat dan Bahan yang digunakan dalam Penelitian... 24 3. Parameter Fisika-Kimia Perairan, Satuan dan Alat yang digunakan... 29 4. Persentase kondisi homeostatis karang lunak (Alcyonacea) dari spesies Sinularia dura dan Lobophytum strictum akibat fragmentasi buatan... 33 5. Pertambahan jumlah cabang karang lunak (Alcyonacea) ari spesies Sinularia dura dan Lobophytum strictum hasil fragmentasi buatan... 47 xiv

DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Rata-rata pertumbuhan relatif fragmentasi karang lunak Sinularia dura selama 10 bulan... 69 2. Rata-rata pertumbuhan relatif fragmentasi karang lunak Lobophytum strictum selama 10 bulan... 70 3. Rata-rata sebaran parameter kimia di lokasi penelitian pada masing-masing kedalaman... 71 4. Analisis Ragam antar perlakuan pada pertumbuhan Soft Coral Jenis Sinnularia sp dengan selang kepercayaan 95%... 72 5. Analisis Ragam antar perlakuan pada pertumbuhan Soft Coral Jenis Lobophytum sp dengan selang kepercayaan 95%... 73 6. Gambar kondisi perkembangan karang lunak (Sinularia dura) hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 3m... 74 7. Gambar kondisi perkembangan karang lunak (Sinularia dura) hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 10 m... 75 8. Gambar kondisi perkembangan karang lunak (Lobophytum strictum) hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 3m... 76 9. Gambar kondisi perkembangan karang lunak (Lobophytum strictum) hasil fragmentasi buatan pada kedalaman 10 m... 77 10. Uji F hit terhadap hubungan waktu dengan perubahan panjang dan lebar pada spesies Sinularia dura dikedalaman 3 meter... 78 11. Uji F hit terhadap hubungan waktu dengan perubahan panjang dan lebar pada spesies Sinularia dura dikedalaman 10 meter... 79 12. Uji F hit terhadap hubungan waktu dengan perubahan panjang dan lebar pada spesies Lobophytum strictum dikedalaman 3 meter... 80 13. Uji F hit terhadap hubungan waktu dengan perubahan panjang dan lebar pada spesies Lobophytum strictum dikedalaman 10 meter... 81 14. Analisa Sidik Ragam pertambahan jumlah cabang dengan kedalaman berbeda (3 meter dan 10 meter)... 82 xv