BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:

KOPERASI.

TUGAS AKHIR MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Perbedaan koperasi dengan arisan maupun perusahaan swasta/negara adalah sebagai berikut:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Koperasi merupakan suatu bentuk kerja sama dalam perekonomian,

KOPERASI. Tujuan Pembelajaran

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB III. Pelaksanaan Kerja Praktek. Koperasi sebagai salah satu pilar penyangga perekonomian nasional memiliki ketentuanketentuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. reaksi terhadap sistem perekonomian kapitalisme di Negara-negara

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN

BAB II LANDASAN TEORITIS

Koperasi. By :

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orangorang,

Ekonomi untuk SMA/MA kelas X. Oleh: Alam S.

BAB II PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG P E R K O P E R A S I A N

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam Kajian Pustaka ini akan dijelaskan mengenai pengertian-pengertian yang

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II RUANG LINGKUP KOPERASI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DAN UNDANG-UNDANG

BAB II BAHAN RUJUKAN

URAIAN MATERI. A. Pengertian Koperasi

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

III. LANDASAN TEORI Sejarah Koperasi Internasional

a. Koperasi dimiliki oleh anggota yang bergabung atas dasar sedikitnya ada satu kepentingan ekonomi yang sama.

BAB II URAIAN TEORITIS. Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang mengandung arti

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

Koperasi 1

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II LANDASAN TEORI. Kata koperasi berasal dari bahasa Latin cooperere yang dalam bahasa Inggris

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PERANAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA. Oleh Sri Zulhartati (IPS, FKIP, Universitas Tanjungpura, Pontianak)

SKRIPSI WINARSIH B FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

PUSTAKA ELEKTRONIK YAYASAN ENAMGE UNTUK PRAKTISI MANAJEMEN S.D.M.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SMA/MA IPS kelas 10 - EKONOMI IPS BAB 10. KOPERASILatihan Soal , 2, dan 3. 1, 2, dan 4. 2, 3, dan 4. 2, 3, dan 5. 3, 4, dan 5.

KONSEP DASAR KOPERASI

BAB II URAIAN TEORITIS. KP. Telkom Padang. Pengaruh jumlah modal sendiri (X1) terhadap SHU adalah

BAB I PENDAHULUAN. memberikan sebuah pinjaman dengan bunga yang ringan maupun menjual

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

KONSEP DASAR PERKOPERASIAN. 1. Pendahaluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Perkoperasian bahwa : Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi

Dosen Fakultas Hukum USI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang pekoperasian pada Pasal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Persediaan merupakan elemen yang penting bagi keseluruhan aktiva lancar

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi berasal dari kata ko yang berarti bersama dan operasi memiliki

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Menimbang : a. Mengingat : 1.

Bandung, 04 Maret Pertemuan ke - 2

Pentingnya Koperasi bagi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Koperasi Pengertian Koperasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dilihat dari segi bahasa, secara umum koperasi berasal dari kata-kata latin yaitu

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN DAN KOPERASI. Perikatan-Perikatan yang dilahirkan dari Kontrak atau Perjanjian,

BAB III TINJAUAN TEORITIS. dengan harga murah (tidak bermaksud mencari untung) 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR PERKOPERASIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. cocok untuk perekonomian Indonesia. Menurut Undang-undang Republik

BAB I PENDAHULUAN. demokrasi ekonomi terdapat unsur-unsur usaha koperasi. perkoperasian menegaskan bahwa: Pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Koperasi Unit Desa (KUD) Anugerah

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana kegiatannya berlandaskan

Definisi Koperasi adalah bekerja bersama dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

BENTUK BADAN USAHA Oleh: Endra Murti Sagoro

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Sejarah Koperasi Bina Usaha Bersama Yayasan Istiqamah Bandung

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam Kajian Pustaka ini akan dijelaskan mengenai pengertian-pengertian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

SD kelas 4 - ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BAB 7. KOPERASILATIHAN SOAL BAB 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mengalami banyak kendala dalam mempertahankan kelangsungan usahanya yang. disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas

BAB II LANDASAN TEORI. mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi

KOPERASI INDONESIA. Lambang Koperasi Indonesia. 2. Gigi Roda : menggambarkan, Usaha Karya yang terus menerus dari golongan Koperasi.

KOPERASI. Published by : M Anang Firmansyah

BAB II KAJIAN TEORI. merupakan bentuk analisis untuk membuat data-data tersebut mudah diatur. Semua

PENGARUH JUMLAH MODAL SENDIRI DAN JUMLAH MODAL LUAR TERHADAP SISA HASIL USAHA MELALUI VARIABEL VOLUME USAHA PADA KOPERASI-KOPERASI DI KOTA LHOKSEUMAWE

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. sumber usaha ekonomi nasional di kalangan masyarakat, tiga pelaku ekonomi

Oleh: Ny. Neti Budiwati Ukanda -Dosen pada Prodi Pend. Ekonomi & Koperasi UPI -Ketua Umum Koperasi Wanita Mekar Endah Kab. Bandung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pekerjaan yan dilakukan secara bersama-sama sebenarnya dapat dikatakan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 6, NO 1, Edisi Februari 2014 (ISSN : ) MENGELOLA PAJAK KOPERASI UNTUK KESEJAHTERAAN ANGGOTA.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membuat laporan keuangan yang harus selesai dalam waktu 6 (enam) bulan

PERATURAN DAERAH KOTA TERNATE NOMOR 03 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH DALAM DAERAH KOTA TERNATE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam bentuk komunikasi bisnis sesuai dengan kebutuhan setiap pihak. Untuk

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang bergerak dibidang

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Tujuan Koperasi Pemerintah Indonesia terus memberikan peluang dan kesempatan koperasi untuk berkembang bersama-sama dengan badan usaha lainnya (BUMN dan BUMS) dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sesuai undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang pokok-pokok perkoperasian Indonesia yang menyebutkan pengertian koperasi pada pasal I ayat 1, sebagai berikut : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sedangkan pengertan Koperasi menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.27 (Revisi 1998) tahun 2007 : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dari pengertian tersebut maka koperasi bukan lagi sebagai lembaga sosial tetapi merupakan lembaga ekonomi yang menjalankan usahanya sebagaimana lazimnya lembaga usaha lain yang mencari keuntungan namun berpegang pada prinsip koperasi. Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang 7

disebut koperasi primer, sedang koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi (badan hukum koperasi) dsebut koperasi sekunder. Koperasi mempunyai kedudukan dan peran yang penting dalam menumbuhkembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi yang mempunyai cirri-ciri demokratis, kebersamaan, kekeluargaan dan keterbukaan. Pemerintah telah memberikan kesempatan dan ruang gerak yang luas bagi koperasi untuk mengembangkan dan mengusahakan kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Dengan kesempatan dan peluang tersebut maka koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam ranka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. 2.2 Sejarah Perkembangan Koperasi Indonesia Koperasi Indonesia dimulai dengan didirikannya Bank Penolong dan Penyimpanan (Hulp en Spaar Bank) tahun 1890 yang diprakarsai oleh Patih Purwokerto Raden Aria Wiria Atmaja dengan bantuan Asisten Residen E. Sieburgh. Bank penolong dan penyimpanan ini ditujukan untuk para priyayi (pegawai pamong praja) untuk menghilangkan pengaruh pengijon dan tengkulak. Kemudian Asisten Residen E.Sieburgh diganti oleh Dewolf Van Westerrede. Dari bank ini Dewolf mengembangkan untuk membantu para petani dengan mengadakan pembentukan koperasi simpan-pinjam berdasarkan prinsip koperasi 8

kredit Schulze dan Raiffeisien. Untuk itu Dewolf mengganti nama bank tersebut menjadi Bank Penolong, Tabungan dan Kredit Pertanian. Pada tahun 1908 lahir Budi Utomo yang dipimpin oleh Soetomo dan Gunawan Mangunkusumo yang menjadi pelopor pembentukan koperasi industry kecil dan kerajinan. Pada kongres Budi Utomo di Yogyakarta ditetapkan : 1) Memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui pendidikan 2) Memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi dengan membentuk koperasi konsumsi yang berdasarkan prinsip Rochdale Pada tahun 1911 Serikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh H. Samanhudi dan HOS Cokroaminoto yang menganjurkan agar para pedagang pribumi membentuk koperasi dikalangan mereka. Pada tanggal 7 April 1915 penjajah Belanda menetapkan undanng-undang koperasi yang disebut Verordening op de Cooperative Verenigigen berlaku bagi semua bangsa bukan untuk kaum Bumi Putera saja. Dalam Undang-Undang koperasi (Staatblad 431) yang dibentuk penjajah belanda ini menghambat perkembangan koperasi Indonesia karena menetapkan : a) Anggaran Dasar koperasi harus ditulis dalam bahasa Belanda b) Pengesahan harus dilakukan oleh notaries Belanda c) Harus diumumkan melalui Berita Negara yang berbahasa Belanda Pada tahun 1927 melalui Staatblad 91 yang mengatur Koperasi Golongan Pribumi yang memuat aturan : a. Undang-undang koperasi menjadi dasar perkumpulan koperasi b. Mendidik bangsa Indonesia asli di bidang koperasi 9

c. Memberi bimbingan dan penerangan tentang koperasi Tahun 1933 penjajah Belanda menerbitkan UU Koperasi yang dikenal Staatblad No.108 tanpa mencabut Staatblad 91 sehingga terjadi dualism peraturan koperasi di Indonesia, namun pergerakan koperasi terus berkembang bahkan tahun 1936 dilakkukan penggabunngan koperasi yang diberi nama Moerder Central yang selanjutnya diubah dengan nama Gabunngan Pusat Koperasi Indonesia (GAPKI) sehingga pada tahun 1940 sudah ada 656 buah koperasi. Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menetapkan UUd 1945 pasal 33 yang menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar dan sokoguru perekonomian Indonesia maka koperasi maju dengan pesat. Tahuun 1946 para pemimpin pergerakan koperasi mengadakan konperensi di Ciaray yang berhasil membentuk Pusat Koperasi Primer. Organisasi ini bertugas mengkoordinir gerakan koperasi yang ada di seluruh Jawa Barat, mendorong terbentuknya koperasi di seluruh Jawa Barat, mendorong dan mendesak terselenggaranya Kongres Koperasi Seluruh Indonesia. 2.3 Landasan dan Asas, Fungsi dan Peran, dan Prinsip Koperasi 2.3.1 Landasan dan Asas Koperasi Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 atas asas kekeluargaan. Asas kekeluargaan ini sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang menganut tata kehidupan kekeluargaan dan bekerjasama saling bantu membantu. Koperasi Indonesia hendaknya menyadari bahwa dalam dirinya terdapat suatu kepribadian Indonesia sebagai pencerminan dari aris petumbuhan bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh keadaan dan tempat lingkungan serta suasana 10

waktu sepanjang masa dengan ciri-ciri Ketuhanan Yang Maha Esa, kekeluargaan dan gotong royong dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Asas kekeluargaan berarti terdapat keinsyafan dan kesadaran semangat bekerjasama dan tanggung jawab bersama terhadap akibat dari kerja tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri akan tetapi, selalu untuk kesejahteraan bersama. Masalah solidaritas merupakan unsur penting karena koperasi tidak dapat berkembang secara sendiri, satu sama lain harus saling membantu untuk kemajuan bersama. Asas kekeluargaan ini mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia untuk bekerja sama dalam koperasi oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan pengurus serta pemilikan dari para anggota atas dasar keadilan dan kebenaran serta keberanian berkorban bagi kepentingan bersama. Asas kekeluargaan ini hendaknya merupakan pikiran dinamis yang dapat menggambarkan suatu kerjasama dalam pelaksanaan kewajiban dan hak yang bersifat bantu-membantu berdasarakan keadilan dan cinta kasih. 2.3.2 Fungsi dan Peran Koperasi Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut: Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 11

Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa. Masyarakat Indonesia pada umumnya telah menyadari dan merasakan pengembangan koperasi yang semakin meningkat. Berbagai kegiatan perekonomian telah dilaksanakan misalnya penyaluran pupuk, gula pasir, pembelian beras dalam rangka pengadaan persediaan nasional dan sebagainya. Koperasi yang merupakan bagian integral dari perekonomian nasional, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat, pembangunannya diarahkan untuk mengembangkan koperasi yang semakin maju, makin mandiri dan makin berakar dalam masyarakat serta menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan disemua bidang usaha. Pembangunan koperasi diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi, manajemen, kewirausahaan dan permodalan dengan didukung oleh peningkatan jiwa dan semangat berkoperasi menuju pemantapan peranannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. 2.3.3 Prinsip Koperasi Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu: 12

Keanggotaan bersifat demokratis Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal Kemandirian Pendidikan perkoprasian Kerjasama antar koperasi Dalam mengembangkan koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut : 1) Pendidikan koperasi 2) Kerjasama antar-koperasi Prinsip koperasi tersebut merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut, koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas dan jati diri koperasi yang membedakannya dari badan usaha lain. Sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. 13

Sifat kesukarelaan juga mengandung makna bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasinya sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam anggaran dasar koperasi. Sifat terbuka memiliki arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan/diskriminasi dalam bentuk apapun. Pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Pembagian SHU (laba koperasi) kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan yang demikian ini merupakan perwujudan nilai kekeluaragaan dan keadilan. Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk keperluan anggota dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan semata. Oleh karena itu balas jasa terhadap modal, yang diberikan kepada para anggota juga terbatas (wajar dalam arti tidak melebihi suku bunga bank yang berlaku di pasar) dan tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan. Kemandirian koperasi berarti dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan dan usaha sendiri. Mandiri berarti bebas yang bertanggung jawab, otonomi, swadaya, berani mempertanggungjawabkan perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri. 14

Untuk menngembangkan dirinya (koperasi) juga malaksanakan prinsip koperasi lainnya yaitu pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi baik tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan anggota, dan memperkuat solidaritas dalam mewujudkan tujuan koperasi. 2.3.4 Karakteristik Koperasi Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 27 tahun 2007, karakteristik utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lain adalah bahwa anggota koperasi memiliki identitas ganda (the dual identity of the member), yaitu anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi (user own oriented firm), oleh karena itu : a. Koperasi dimiliki oleh anggota yang bergabung atas dasar sedikitnya ada satu kepentingan ekonomi yang sama. b. Koperasi didirikan dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai percaya diri untuk menolong dan bertanggung jawab kepada diri sendiri, kesetiakawanan, keadilan, persamaan dan demokrasi, selain itu anggota-anggota koperasi percaya pada nilai-nilai etika kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap orang lain. c. Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya. d. Tugas pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan anggota (promotion of the members welfare) 15

e. Jika terdapat kelebihan kemampuan pelayanan koperasi kepada anggotanya maka kelebihan kemampuan pelayanan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang non-anggota koperasi. 2.3.5 Jenis-jenis Koperasi Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya. Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Konsumen Koperasi Produsen Koperasi Pemasaran Koperasi Jasa Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman. Koperasi Konsumen adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi. Koperasi Produsen adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil menengah (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya. Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. 16

2.3.6 Sumber Modal Koperasi Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut: Simpanan Pokok Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota. Simpanan Wajib Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan khusus/lain-lain misalnya:simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka. Dana Cadangan Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, 17

pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan. Hibah Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat. Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut: Anggota dan calon anggota. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi. Bank dan lembaga keuangan bukan bank lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku. Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber lain yang sah. 2.3.7 Pengurus Koperasi Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota. Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang 18

bersangkupan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota). Dalam hal dapatlah diterima pengecualian itu dimana yang bukan anggota dapat dipilih menjadi anggota pengurus koperasi. 2.3.8 Perangkat Organisasi Koperasi Rapat Anggota Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu., termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas. Pengurus Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota 19

pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota. Pengawas Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. 2.4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 2.4.1. Uji Validitas Validitas menujukkan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan makin tinggi validitas suatu alat test, maka alat test tersebut makin mengenai pada sasarannya, atau makin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Salah satu cara untuk menghitung validitas suatu alat test dengan menggunakan korelasi Pearson Produk Moment. Dengan rumus : rxy = Dimana : X= X - ҧݔ ௫௬ ඥ ௫ మ ௬ మ (2.1) 20

y=y - ത (Arikunto, 2002) 2.4.2. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat keterpercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliable). Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empiris ditunjukkan oleh suatu angka yang dissebut koefisien reliabilitas. Besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0,00-1,00 (Hartono, 2004). Teknik perhitungan reliabilitas yang digunakan adalah dengan menggunakan koefisien reliabilitas alpha.(arikunto, 2002). 2.5 Analisis Regresi Analisis regresi merupakan analisis yang menggunakan metode kuadrat terkecil (method of least squares) yang dapat dipakai untuk menganalisis data dan mengambil kesimpulan yang bermakna tentang hubungan kebergantungan yang mungkin ada. Hubungan regresi merupakan hubungan yang melibatkan independen variabel dan dependen variabel. Dari hubungan tersebut akan dicari bentuk hubungannya dengan tujuan membuat prediksi/ramalan mengenai harga dependen variabel berdasarkan harga independen variavel yang diketahui atau ditentukan. Persamaan regresi : Persamaan matematik yang digunakan untuk melakukan peramalan nilai-nilai suatu variabel tak bebas dari nilai-nilai satu/lebih variabel bebas. (Walpole, 1995) 21

2.5.1 Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana adalah persamaan regresi yang menggambarkan hubungan antara satu variabel bebas dan satu variabel tak bebas yang dapat digambarkan sebagai garis lurus. (Mattjik & Sumertajaya, 2000) Bentuk umum regresi sederhana : Yi = α + βxi + εi ; i = 1,2,..., n (2.2) Keterangan : α dan β X ε = Parameter-parameter tetap = Diasumsikan sebagai suatu ukuran tanpa kesalahan = Variabel acak yang menyebar secara normal disekitar nol dan mempunyai variansi σ 2. 2.5.2. Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda adalah persamaan regresi linier dengan satu variabel tak bebas yang akan diduga dan terdapat 2 atau lebih variabel bebas. Hubungan fungsional antara variabel Y dengan variabel X1, X2,..., Xk bisa dinyatakan oleh sebuah persamaan : Y = β0 + β1x1 + β2x2 +... + βkxk + ε (2.3) Persamaan 2.3 di atas disebut dengan model regresi linier multiple/berganda. Disebut linier karena semua variabel pangkatnya satu dan disebut multiple karena variabelnya lebih dari satu. 22