BAB IV ANALISA DATA 1.1 Data Kualitatif Data Batik Di Indonesia

dokumen-dokumen yang mirip
PENGENALAN TEKNOLOGI DASAR (PTD)

BAB II METODE PENULISAN

BAB V STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL MEDIA INFORMASI MOTIF BATIK MERAK NGIBING

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang memiliki tradisi dan hasil budaya yang

BAB I PENDAHULUAN. Daerah penghasil batik banyak terdapat di pulau Jawa dan tersebar. di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

BAB I PENDAHULUAN. rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad XVIII atau awal

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aini Loita, 2014 Pola Pewarisan Budaya Membatik Masyarakat Sumedang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Batik di Indonesia bukan merupakan sesuatu yang baru. Secara historis, batik

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

DAFTAR ISI... HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... i. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... ii. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS MATERI... iii

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Definisi Batik

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... ii. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... iii

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. 1. Latar Belakang I Latar Belakang Pengadaan Proyek

DAFTAR ISI... HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS MATERI...

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Terdiri

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

ANALISIS VISUAL MOTIF BATIK KARAWANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang LAPORAN TUGAS AKHIR

Bab 2 Tinjauan Pustaka

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... ii. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... iii. LEMBAR PERNYATAAN... iv. KATA PENGANTAR...

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... ii. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG... iii

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Selain keberagaman kebudayaan Indonesia, juga dikenal sebagai negara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

promosi batik genes bagi remaja di Surakarta Oleh :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, desain kebaya

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. Moses, 2014 Keraton Ismahayana Landak Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB V VISUALISASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI RUMAH MAKAN DAPUR KERATON

Teknik pembuatan promosi pada media utama dan media pendukung. pada kampanye ini menggunakan warna-warna dominan, ilustrasi dan

JURNAL TUGAS AKHIR JUDUL PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PERAHU WARAG SEMARANG

BAB V PENGANTAR KARYA

Blangkon gaya Yogyakarta ditinjau dari bentuk motif dan makna simbolisnya

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Ujian Tengah Semester Pengenalan Teknologi Dasar (PTD) Kelas VII

ABSTRAK. xiii. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dapat meningkatkan ekonomi dengan cara melakukan pemasaran lebih luas,

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

I. PENDAHULUAN. kerajinan batik itu sendiri yang juga ditopang oleh peningkatan sumber daya

BAB1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I GAMBARAN USAHA. India, Cina, Thailand, dan terakhir Malaysia, mengakui bahwa Seni Batik berasal

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB VI HASIL KARYA DAN SPESIFIKASI TEKNIS

BAB I PENDAHULUAN. GambarI.1 Teknik pembuatan batik Sumber: <

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL.. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... ii. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG.. iii

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB III STRATEGI DAN KONSEP VISUAL

I. PENDAHULUAN. dilestarikan dan dikembangkan terus menerus guna meningkatkan ketahanan

2015 KEARIFAN LOKAL PADA JENIS DAN MOTIF BATIK TRUSMI BERDASARKAN NILAI-NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT CIREBON

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL.. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN SIDANG... ii. HALAMAN PENGESAHAN SIDANG.. iii

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB 1 PENDAHULUAN. komoditas terbesar dari budaya Indonesia, karena batik mewariskan suatu nilai

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Koentjaraningrat (2015: 116), sebanyak 250 juta masyarakat

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi mengakibatkan terjadinya

CIKEMBULAN BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. dan dampaknya bagi perusahaan adalah semakin beragam pilihan jenis media

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENCIPTAAN SERAGAM BATIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB III SRATEGI KONSEP DAN PERANCANGAN VISUAL

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI 4.1 Poster 1

Potensi Budaya Indonesia Dan Pemanfaatannya

BAB V VISUALISASI KARYA. A. CD Edukasi Interaktif

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 12. Konsep Logo

Pengertian. Ragam hias. Teknik. Pada pelajaran Bab 4, peserta didik diharapkan peduli dan melakukan aktivitas berkesenian,


Transkripsi:

BAB IV ANALISA DATA 1.1 Data Kualitatif 4.1.1 Data Batik Di Indonesia Pada zaman dahulu, Batik banyak dijumpai di kawasan yg memiliki kerajaan atau keraton. Batik mulai berkembang pada zaman Kerajaan Majapahit di akhir abad ke XVII. Pembatik saat itu adalah puteri-puteri keraton dan dibantu abdi dalem. Karena yang dilakukan puteri hanya ngrengreng(ngelowong), proses isen-isen dilakukan oleh pembantu keraton dan selanjutnya pengetahuan batik ini berkembang ke masyarakat luas. Selain di Pulau Jawa, Batik juga telah dikembangkan di Sumatera, seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Jambi, dan Lampung, bahkan Batik telah semarak di Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua. Semakin banyak motif yang dikembangkan oleh masing-masing daerah, semakin menambah khasanah Batik Nusantara. Saat ini, hampir tiap daerah di Indonesia sudah mengembangkan Batik dengan corak atau ragam hias yang bercirikan daerah tersebut. Batik tidak hanya milik daerah DI.Yogyakarta atau Jawa Tengah seperti Solo atau Pekalongan saja, namun kini sudah menyebar di seluruh Indonesia.Daerah di Jawa Barat yang telah mengembangkan Batik diantaranya Batik Cirebon, Bandung,Tasikmalaya, Inramayu, Garut, Tasik, Cimahi, Cianjur, bahkan Bogor. Batik Cirebon termasuk dalam jenis Batik pesisiran yang dominan berwarna cerah. Motif khasnya adalah Mega Mendung yang mendapat pengaruh dari budaya Cina. Bagi masyarakat Jawa, ia melanjutkan, batik merupakan bagian dari denyut napas kehidupan. Dalam siklus kehidupan, manusia Jawa tidak akan terlepas dari batik yang mencatat sejarah kehidupan seseorang.

Mulai pertama dilahirkan ke bumi sebagai bayi, ia berbungkus kain batik demi melindungi tubuh mungilnya dari panas dan dingin. Berangsur tumbuh menjadi remaja sampai dewasa, ia mengenakan kain batik. Lalu ke jenjang pernikahan, seseorang memakai batik sebagai busana pengantinnya. Hingga meninggal pun, saat masuk ke liang lahad, tubuhnya berbungkus kain panjang batik. selama ini tanah Jawa, yang dikenal sebagai penghasil Batik adalah daerah-daerah di Jawa Tengah, kali ini kita perlu mengetahui lebih banyak seputar Batik hasil kreasi masyarakat Jawa Barat,. Sebagaimana masyarakat Jawa Tengah, masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat pun memiliki beragam motif Batik khas yang terinspirasi dari berbagai cirri khas dan symbol-simbol yang berkaitan erat dengan daerah yang bersangkutan. Bahkan, untuk semakin mengembangkan kreasi, inovasi, dan bisnis para pengrajin dan pengusaha Batik di Jawa Barat, telah dibentuk pula Yayasan Batik Jawa Barat(YBJB). 4.1.2 Data Objek Perancangan Batik Tradisiku adalah plopor Batik Bogor yang didirikan pada tanggal 13 januari 2008 atas prakarsa Siswaya. Sekilas terlihat batik Bogor ini tak ada bedanya dengan batik lainnya, karena teknik pewarnaan dan pembuatannya memang tak jauh berbeda dengan batik lainnya. Namun batik bogor memiliki ciri khas pada motifnya, yang berupa kepala kijang sampai teratai. Selain motif kijang dan teratai, batik bogor juga punya motif unik lainnya seperti motif pisau kujang dan hujan gerimis. Sebagian besar motif batik bogor yang diaplikasikan dalam goresan batik ini merupakan simbol dari kota Bogor itu sendiri. Motif kepala kijang merupakan cermin Istana Bogor, teratai menjadi simbol Kebun Raya Bogor, pisau kujang sebagai lambang kota Bogor, dan hujan gerimis merujuk pada sebutan Bogor sebagai kota hujan. Warna khas batik bogor adalah ungu.

Motif-motif batik Bogor terinspirasi dari peninggalan kerajaan Pakuan, benda-benda sejarah, fenomena alam, dan kebudayaan. Salah satu motif yang terkenal adalah motif Kujang Kijang. Motif ini mengandung dua ikon kota Bogor, yaitu Kujang dan Kijang. Kujang merupakan senjata tradisional khas Sunda, sedangkan kijang merupakan hewan yang berada di Istana Bogor Baru empat tahun tapi sudah mulai dikenal luas warga lainnya di luar Bogor. batik "Bogor Tradisiku" memiliki motif andalan yang langsung berhubungan dengan Kota Bogor, yaitu senjata kas Jawa Barat, yakni kujang, dan binatang kijang atau rusa yang terdapat di areal Istana Bogor. Kujang dinilai sebagai perlambang ketenteraman dan keamanan Kota Bogor. Posisinya yang menghadap empat penjuru mengamankan Kota Bogor. Sedangkan motif lainnya hujan gerimis, Bogor dikenal kota hujan. Siswaya pencipta batik bogor mengatakan, hingga kini sudah banyak inovasi yang di lakukan untuk menciptakan motif terbaru dari batik bogor. Sampai saat ini sudah 35 motif yang ciptakan. Namanama motif batik itu antara lain Kujang Kijang (Kuki), Hujan Gerimis, Harmoni Sutera Alam, Kijang Terbang, Kujang Kijang Hujan, Kijang Kawung Kujang Parang, Kijang Loncat, Kijang Kembar, dan Kujang KijangKepala8. Dalam perkembanganya, batik bogor telah dipakai oleh berbagai kalangan termasuk dinas-dinas, sekolah-sekolah, dan istansi di kota bogor maupun luar kota bogor. Semoga batik bogor tradisiku dapat menambah khasanah budaya batik Indonesia dan dapat menjadikan tradisi di dalam setiap kegiatan. media ataupun organisasi lainnya yang ada di kota bogor untuk bisa mempromosikan bahwa bogor punya batik dengan desain icon kota bogor. batik bogor bukan sekedar batik karena memiliki nilai sejarah ekonomi dan nilai pendidikan. kota bogor dilihat dari sejarahnya adalah tempat berdirinya kerajaan pertama yang dikenal di indonesia kerajaan hindu tarumanagara pada

abad kelima. beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama disebabkan sejarah kota bogor, di bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 m yang menggunakan bahasa melayu kuno. pada zaman sriwijaya bahasa melayu kini bahasa indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah. 1.2 Analisis Perancangan Buku Tentang Batik Bogor Tradisiku Kriteria penentuan buku tentang Batik BogorTradisiku ini adalah: Non komersial Buku untuk pemda Bogor Tidak bersifat keagamaan Non politik Berwawasan nasional Diperuntukan bagi semua masyarakat dalam negri maupun luar negri Diajukan oleh pendiri Batik Bogor yang telah diakui dan diterima Dapat diiklankan Mendapatkan dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut mendapatkan dukungan media local maupun media nasional. 1.2.1 Program Promosi Menurut Harold D. Lasswell mengemukakan teori proses komunikasi sebagai berikut who says what in which channel to whom with what effect, maksudnya: Siapa yang menyebarkan pesan (komunikator/ perilaku) Organisasi/Komunitas bogor merupakan komunitas didirikanya Batik Bogor Tradisiku dengan pemerintah Kota Bogor yang dapat bekerja sama dengan pecinta batik Indonesia lainnya dan juga didukung oleh lembaga lain yang peduli. Apa saja yang akan disampaikan (pesan) Melalui pameran ini dapat memperkenalkan Batik Bogor Tradisiku secara lebih dalam, khususnya masyarakat dalam

negri untuk mencintai dan menjadikan batik bogor sebagai tradisi Indonesia. Dalam wujud media apa yang digunakan (media) Promosi disampaikan melalui berbagai media cetak maupun elektronik menggunakan media above the line dan below the line. Kepada siapa pesan ditujukan (komunikan/ sasaran) Masyarakat dalam negri maupun luar negri dan pecinta batik khususnya di Indonesia. Apa saja efek, dampak, dan tujuan yang akan dicapai (efek) - Menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut serta mencintai dan melestarikan warisan budaya lokal yang akan memperkaya budaya Nasional. - Dapat mengetahui sejarah perkembangan batik tatar sunda khususnya Batik Tradisiu untuk dijadikan wawasan ilmu pengetahuan dalam mengenal kerajinan tradisi local Indonesia. 1.2.2 Strategi Promosi Penyampaian pesan harus jelas dan sederhana sehingga memudahkan pembaca mengerti pesan yang disampaikan penulis. Penggunaan media harus tepat dan sesuai tema agar jelas. Kegiatan promosi dilakukan rutin, terorganisasi, dan terarah. Perusahaan, organisasi pecinta batik, lembaga lainnya.

1.3 Analisa Penggunaan kombinasi Warna Penggunaan kombinasi warna Warna Warna Warna Split Warn Warna Warna Analogue Komplemen Komplemen a Tetradic Square s ter ter Triadi c 1.4 Analisa Pemilihan typografi Penggunaan Typografi Serif San Roma Gothi Text Block Script Italic Serif n c 1.5 Analisa Bentuk Format Desain Dalam mengaplikasi media promosi dalam pameran menggunakan format desain costum berbentuk portrait maupun landscape, ukuran juga berragam agar terlihat menarik dan lebih bervariant. 1.6 Analisa Pemilihan gaya Visual Gaya Visual Ilustrasi Digital Imaging

1.7 Analisa Pemilihan Komponen Media Komponen Media Checklist Buku Poster Mini X-Benner Billboard Spanduk Flyer Iklan TVC Kartu Nama Majalah Koran Flag chain 1.8 Analisa Penggunaan Media Event Pameran Media event pameran Poster Spanduk X-Banner 1.9 Analisa Pemilihan Merchandise/ Gimmick Merchandise/ Gimmick

T-Shirt Paper Bag Pin Gantungan Kunci Stiker Topi mug Stiker coating 1.10 Analisa Pemilihan Teknik Cetak Teknik Cetak Rotogravure Cetak Saring/Sablon Flexografi Digital Offset Printing 1.11 Analisa 5W+1H Sebelum dilakukan perumusan strategi perancangan promosi dengan menggunakan rumus 5W+1H, yang diperoleh hasil sebagai berikut: a. What, memberikan informasi kepada khalayak sasaran mengenai Batik Bogor Tradisiku agar selalu di lestarikan dan di cintai sebagai salah satu budaya Indonesia. Mulai dari sejarah sampai penjelasan filosofi batik dan teknik membatik. b. Why, masih cukup banyak masyarakat yang masih belum sadar dan kenal batik-batik di Indonesia khususnya Batik Bogor. Dan perlu di perluas informasi untuk lebih mengenal batik dengan jelas. c. Who, Organisasi atau lembaga Batik Bogor Tradisiku

d. When, ketika masyarakat masih belum sadar keberadaan batik maka perlu dilakukan sosialisai untuk informasi lebih luas agar masyarakat ikut mencintai dan menjaga budaya bangsa yaitu batik. e. Where, kota Bogor sebagai kota pendiri Batik Bogor Tradisiku. f. How, memberikan informasi secara luas tentang kesadaran masyarakat akan menjaga dan melestarikan Batik Bogor Tradisiku. Melalui media berbentuk verbal ataupun secara visual yang unik dan menarik agar masyarakat tertarik dan ikut serta dalam mencintai salah satu budaya bangasa Indonesia yaitu Batik Bogor Tradisiku.