BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rumah Sakit XYZ adalah sebuah Rumah Sakit Umum yang melayani pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap. Dalam perawatan Rawat Inap, pasien mendapatkan makan dan konsultasi gizi dari bagian Gizi. Pasien memerlukan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan, baik dalam diagnosa, diet dan sebagainya yang mempengaruhi kondisi pasien. Dalam proses nya, unit gizi harus melakukan screening gizi keruangan-ruangan untuk mendapatkan data pasien sehingga pengolahan makanan sesuai dengan jumlah pasien dan kebutuhan. Setiap shift, ahli gizi harus keliling mengunjungi pasien dan perawat. Saat ahli gizi menemui pasien, ahli gizi memberikan menu ke pasien sebagai pilihan makanan pada waktu itu. Siklus menu adalah 10 hari ganti. Jadi menu bervariasi sampai 10 hari, setelah itu maka akan kembali ke menu di hari pertama. Saat ahli gizi mengunjungi perawat, ahli gizi menanyakan tentang data kondisi pasien, kebutuhan gizi, diet, diagnosa, alergi dan keterangan lain yang membantu memberikan informasi pendukung penunjang gizi. Sistem yang ada berjalan manual tanpa ada koneksi langsung dari unit perawatan keunit gizi. Bagian gizi menyerahkan form ke pasien dan perawat kemudian menunggu pengisian. Setelah lengkap, ahli gizi merekap kebutuhan gizi perpasien. Ahli gizi mengelompokkan dan merekap data gizi sesuai dengan pasiennya. Kemudian memberikan cetakan gizi pada masing-masing nampan pasien sebagai bukti bahwa makanan sesuai dengan kondisi pasien. Jika ada pasien baru setelah proses skrining, unit gizi harus kembali keruangan untuk mengambil data pasien baru tersebut. Karena jauhnya ruang gizi menuju ruang perawatan maka ahli gizi membutuhkan waktu yang lumayan lama terlebih lagi jika si pasien belum selesai 1
administrasinya di bagian pendaftaran. Gaya penulisan perawat macammacam, ada yang jelas bisa terbaca dan ada yang sulit untuk terbaca. Kendala saat sulit dibaca, ahli gizi harus bertanya ke perawat lagi agar jelas dan tidak salah. Berawal dari kendala yang dialami oleh user karna tidak bisa online, salah baca tulisan, tidak efisien waktu dan sebagaianya maka dibutuhkan sebuah sistem yang secara real time mampu memberikan update informasi mengenai distribusi gizi. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan diatas, maka penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana merancang sistem yang dapat membantu user mendistribusikan data pasien dari ruangan kebagian gizi untuk memeberikan update secara real time sehingga bagian gizi bisa melakukan skrining tanpa harus keruangan? 2. Bagaimana merancang aplikasi yang dapat diakses oleh beberapa level user yang berbeda dengan hak akses sesuai kebutuhan masingmasing? 1.3 Ruang Lingkup & Batasan Penelitian Dalam melakukan penelitian diperlukan beberapa batasan masalah agar fokus penelitian lebih jelas dan lebih terarah terhadap masalah yang akan di teliti. Pembatasan masalah tersebut meliputi : 1. Ruang lingkup yang dicakup oleh aplikasi yaitu proses penginputan data pasien, diagnosa, diet dan memilih menu makanan. 2. Menyajikan informasi daftar pasien rawatinap, menu makanan, diagnosa dan diet pasien. 3. Bagaimana merancang aplikasi dengan database terpusat pada perangkat server dengan koneksi jaringan LAN? 4. Bagaimana merancang aplikasi menggunakan bahasa pemograman PHP? 2
5. Bagaimana merancang aplikasi dengan menggunakan database MySql? 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian mengenai sistem Screening Gizi Online di Rumah Sakit XYZ yaitu meliputi : 1. Merancang sebuah sistem yang mampu menyajikan pendistribusian data menu makanan secara real time pasien yang sedang dalam perawatan kepada bagian gizi yang selama ini dilakukan secara manual. 2. Merancang sebuah sistem yang mempermudah ahli gizi mendata pengolahan makanan. 3. Merancang sebuah sistem yang membuat efisien waktu kerja, tepat dan bisa di akses di area rumah sakit. 1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Proses distribusi makanan yang termonitoring dan kemudahan mendapatkan informasi mengenai data pasein yang masih dalam perawatan. 2. Menjalin komunikasi baik tentang siklus gizi pasien antara unit perawatan dengan unit gizi. 3. Mempermudah pekerjaan unit gizi dalam mendistribusikan makanan dan meminimalkan kemungkinan salah baca akibat tulis tangan dan kelebihan jumlah makanan untuk pasien. 4. Hasil membuat sebuah aplikasi ini akan menambah pengetahuan dan wawasan penulis dan pembaca mengenai aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai penyimpanan data. 3
1.6 Metode Penelitian a. Observasi Melakukan observasi atau identifikasi kondisi dan permasalahan yang terdapat pada server dan jaringan. b. Studi Pustaka Mengumpulkan data, informasi dan keterangan aplikasi yang akan dibuat dari beberapa sumber referensi seperti jurnal, buku dan artikel online untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. c. Studi Literatur Studi literature digunakan untuk mengetahui penelitian yang sudah ada sebelumnya sehingga dapat terhindar dari sifat plagiat dalam melakukan penelitian ini. d. Pengembangan Sistem Metodelogi yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Model Waterfall. Model ini merupakan sebuah pendekatan terhadap pengembangan perangkat lunak yang sistematik, dengan beberapa tahapan, yaitu: System Engineering, Analysis, Design, Coding, Testing dan Maintenance. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dari Paradigma Waterfall dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1.1 Ilustrasi Model Waterfall (S & M, 2016) 4
Penjelasan Metodelogi Waterfall: 1. System Engineering, merupakan bagian awal dari pengerjaan suatu proyek perangkat lunak. Dimulai dengan mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek. 2. Analysis, merupakan tahapan dimana System Engineering menganalisis segala hal yang ada pada pembuatan proyek atau pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk memahami sistem yang ada, mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. 3. Design, tahapan ini merupakan tahap penerjemah dari keperluanatau data yang telah dianalisis kedalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pemakai (user). 4. Coding, yaitu menerjemahkan data yang dirancang kedalam bahasa pemrograman yang telah ditentukan. 5. Testing, merupakan uji coba terhadap system atau program setelah selesai dibuat. 6. Maintenance, yaitu penerapan system secara keseluruhan disertai pemeliharaan jika terjadi perubahan struktur, baik dari segi software maupun hardware. 1.7 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Observasi Pengumpulan data dengan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian, dengan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan judul laporan, sehingga diperoleh data yang lengkap dan akurat. 2. Wawancara Pengumpulan data dengan cara melakukan komunikasi dan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak terkait. 3. Studi Pustaka 5
Pengumpulan data dengan menggunakan atau mengumpulkan sumbersumber tertulis, dengan cara membaca, mempelajari dan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas guna memperoleh gambaran secara teoritis. 1.8 Sistematika penulisan Uraian singkat mengenai struktur penulisan pada masing-masing bab adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Membahas Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penelitian, Metodelogi Penelitian serta Sistematika Penulisan. BAB II LANDASANTEORI Memaparkan teori-teori yang didapat dari sumber-sumber yang relevan untuk digunakan sebagai panduan dalam penelitian serta penyusunan laporan. BAB III PERANCANGANSISTEM Berisi tentang perancangan system serta komponen-komponen pemodelan sistem yang digunakan. BAB IV IMPLEMENTASISISTEM Bab ini menguraikan langkah-langkah dalam implementasi sistem, disertai dengan komponen-komponen kebutuhan sistem. BAB V PENUTUP Mengemukakan kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian dan perancangan sistem, serta saran-saran untuk pengembangan selanjutnya, agar dapat dilakukan perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang. 6