Vol. 1. No. 1 Januari 2015 ISSN

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh : Endang Dwi Ningsih 1, Tunjung Sri Yulianti 2 Staf Pengajar Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta. Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEBERSIHAN GENETALIA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI SMA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 TAWANGSARI

PENGETAHUAN SISWA TENTANG HIV/AIDS SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN

Pengaruh Promosi Kesehatan Tentang HIV/AIDS Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja

KOSALA JIK. Vol. 2 No. 2 September 2014

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KELAS X DI SMA N 1 GAMPING NASKAH PUBLIKASI

IJMS Indonesian Journal On Medical Science Volume 3 No 1 - Januari 2016

KOSALA JIK. Vol. 3 No. 2 September 2015

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR PADA MAHASISWA TINGKAT II DI AKADEMI KEPERAWATAN PANTI KOSALA SURAKARTA. Abstract

Oleh : Rahayu Setyaningsih 1 Endang Dwi Ningsih 2 Megawati Ahmad 3

PERBEDAAN PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA REMAJA SEKOLAH DENGAN METODE PEMUTARAN FILM DAN METODE LEAFLET DI SMK BINA DIRGANTARA KARANGANYAR

Oleh : Diyono 1 Budi Herminto 2 Dessy Hana Pertiwi 3

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SUMBER INFORMASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KOMUNITAS ANAK JALANAN DI BANJARMASIN TAHUN 2016

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI KELAS XI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 1 TANGEN KAB.

PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWI KELAS X TENTANG PERTOLOGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

Penyerapan Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan. The Knowledge Acceptance Of Cervical Cancer Before And After Counseling

Volume 4 No. 2, September 2013 ISSN : GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA KELAS VII TENTANG PERUBAHAN SEKS SEKUNDER DI SMP N 1 MAYONG JEPARA

Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di SMA Negeri 2 Takengon

PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS PADA REMAJA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA TAHUN 2011

RELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND ADOLESCENT POSITION ABOUT HIV-AIDS WITH BEHAVIOR OF SEX BEFORE MARRIEDINDIUM SMA PGRI 1 SEMARANG ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : NUR ALIEF MAHMUDAH

Diyah Paramita Nugraha 1, Mujahidatul Musfiroh 2, M. Nur Dewi 2 INTISARI

PENGARUH KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SEKSUAL REMAJA (STUDI DI SMAN 1 MARGAHAYU BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. dari program kesehatan reproduksi remaja adalah untuk membantu remaja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PAUD DENGAN KEIKUTSERTAAN ANAK PADA PAUD DI DESA KARANGBANGUN JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMA MUHAMMADIYAH 4 KARTASURA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, perilaku personal hygiene, menstruasi

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : RINI INDARTI PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG DIPLOMA IV SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH

BAB I PENDAHULUAN. macam pekerjaan rumah tangga. Sedangkan HIV (Human Immuno Virus)

Tri Viviyawati 1 1 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency

Oleh : Budi Herminto 1, Diyono 2, Windra Kusumaningtyas 3. Abstract

PENGARUH INTERVENSI PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA)

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TENTANG HIV/AIDS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA KELAS X SMK N 1 BANTUL NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI SMALL GROUP DISCUSSION

BAB III METODE PENELITIAN

NASKAH PUBLIKASI TRI NURIKA Disusun Oleh:

Dinamika Kebidanan vol. 2 no. 1. Januari 2012 STUDI DISKRIPTIF TENTANG GAYA PACARAN SISWA SMA KOTA SEMARANG. Asih Nurul Aini.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. setelah masa kanak-kanak dan sebelum dewasa, yaitu pada umur tahun

PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG ABORSI DI SMPN 1 MULAWARMAN BANJARMASIN ABSTRAK

SKRIPSI PENGARUH KAMPANYE AKU BANGGA AKU TAHU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG HIV/AIDS DI SMA DHARMA PRAJA DENPASAR

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP MOTIVASI MELAKUKAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR

PENGARUH PENDIDIKAN SEKSUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA KELAS X TENTANG KEHAMILAN DI LUAR NIKAH DI SMA NEGERI 1 LUMBUNG KABUPATEN CIAMIS

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN TERHADAP SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN DI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013

Dewi Puspitaningrum 1), Siti Istiana 2)

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP SIKAP SEKSUAL REMAJA DI SMK PIRI 3 YOGYAKARTA 2012

PENGARUH PENYULUHAN KANKER SERVIKS TERHADAP MINAT PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DUSUN SUKOHARJO SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Keywords: Level of knowledge, HIV-AIDS, Counseling

BAB I PENDAHULUAN. keberadaan kelompok remaja tidak dapat diabaikan begitu saja. World Health

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DENGAN PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMA NEGERI 10 PURWOREJO KABUPATEN PURWOREJO

(Submited : 16 April 2017, Accepted : 28 April 2017) Dewi Nurhanifah

PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI DESA MALANGGATEN KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR

BAB III METODE PENELITIAN

SKRIPSI. Sripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN HIV/AIDS TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA)

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR

Oleh: Suryati 3 ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 1, Februari 2012

Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, 21/11 (2016), 69-78

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA `KELAS VII DAN VIII DI SMP NEGERI 7 KOTA SUKABUMI

PENGARUH PENYULUHAN PENCEGAHAN HIV/AIDS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DI SMA MA ARIF KOTA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauan (willingness) dan. meningkatkan kesehatannya (Notoatdmodjo, 2010).

PERBEDAAN PERILAKU SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SD NEGERI TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA

TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA TENTANG HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA

57 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS) SESI 1-4 MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA HIV POSITIF

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN sebanyak 1,1 juta orang (WHO, 2015). menurut golongan umur terbanyak adalah umur tahun dengan

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM DI RS Dr.

Nurul Fatimah, Isy Royhanaty, Sawitry Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, STIKES Karya Husada Semarang

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DENGAN SIKAP TERHADAP ABORSI DI KELURAHAN NGEMPLAK SIMONGAN KOTA SEMARANG

2015 GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SISWI KELAS XI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA NEGERI 24 BANDUNG

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEPUTIHAN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK NEGERI 3 KABUPATEN PURWOREJO. Asih Setyorini, Deni Pratma Sari

III. METODE PENELITIAN. andropause dengan depresi dimana pengukuran dan pengambilan variabel

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran gigi. Oleh: SHANGITA BALA JOTHY NIM:

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP BAGI WANITA PENGHUNI PANTI KARYA WANITA WANITA UTAMA SURAKARTA TENTANG PENCEGAHAN HIV/AIDS

Muhammadiyah Semarang Kedung Mundu 50727, Semarang, Indonesia. 2. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah

Fitriani Nur Damayanti 1), Lia Mulyanti 2), Novita Nining Anggraini 3)

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWI KELAS VIII DI SMP NEGERI 28 SEMARANG

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Maret-28 Mei tahun akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. Menurut DR. Nana Mulyana selaku Kepala Bidang Advokasi dan. Kemitraan Kementerian Kesehatan hasil Riset Kesehatan

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP SEKS PRANIKAH SISWA DI SMAN 1 SEMIN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

Kustriyanti 1),Priharyanti Wulandari 2)

BAB III METODE PENELITIAN. (Quasi Experiment). Rancangan yang digunakan adalah One Group Design. Kelompok Eksperimen 01 X 02

JKK Vol. 11 No. 1, Juni 2015 (SAY)

METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) pelatihan-pelatihan lainnya (Notoatmodjo, 2005).

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PROFIL KB IUD PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONOROJO PACITAN

EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DI WILAYAH UPT PUSKESMAS GAYAMAN MOJOANYAR MOJOKERTO

KOSALA JIK. Vol. 3 No. 2 September 2015

Sartika Tolingguhu NIM :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif. Jenis penelitian yang

Transkripsi:

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS TERHADAP SIKAP GAYA HIDUP BEBAS REMAJA PADA SISWA-SISWI KELAS 11 IPS 3 SMA I KRISTEN SURAKARTA Oleh : Endang Dwi Ningsih 1, Ditya Yankusuma S. 2 Abstract Background: The poor of HIV/AIDS knowledge to be cause the teens promiscuity. Related to this, the author intends to do a research with a title The influence of educating HIV/AIDS health associate with free sex lifestyle attitude toward the teenage students of class 11 IPS 3 SMA I Kristen Surakarta Objective: To determine the influence of educating HIV / AIDS health toward the teenage free sex life style attitude of the students class 11 IPS 3 SMA I Kristen Surakarta. Methods: The quasi-experiments to determine the influence of education HIV / AIDS health associate with the teenagers free lifestyle attitude by using one group pre test and post test that compares the results before and after being given educating HIV/AIDS health. Result: The Paired t test used, the caunting t result is -2, 914 with alpha 5% ( 0,05) obtained the p value of 0,000 < 0,05 it mean H a accepted and H o rejected. Conclusion: The educating HIV/AIDS healh influence to the free sex lifestyle attitude of the students of class 11 IPS 3 SMA I Surakarta. Keywords: Educating HIV/AIDS health, Free sex lifestyle attitude teenagers PENDAHULUAN Mengakhiri abad ke-20, dunia kesehatan dikejutkan dengan munculnya penyakit baru yang sangat berbahaya dan ganas menyerang kehidupan manusia, yakni penyakit HIV/AIDS. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan penyakit menular yang yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Penyebarannya sangat cepat ke seluruh dunia. Pada tahun 1999 dilaporkan 191.000 kasus AIDS ke WHO oleh 145 negara. Sampai pertengahan tahun 2000 diperkirakan 30 juta orang di dunia terinfeksi HIV, yang terdiri dari Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 67

24,5 juta orang dewasa dan 5,5 juta anak-anak. Pada akhir abad ke-20 diperkirakan terdapat 40 juta orang yang terinfeksi HIV. Di negara-negara Amerika Latin dilaporkan 7.215 kasus AIDS melanda kaum muda berusia 20-49 tahun yang sebagian besar adalah kaum homoseksual dan pengguna obat-obat suntik ke pembuluh darah. (Notoatmojo, 2007). Sekitar 1 miliar manusia atau setiap 1 diantara 6 penduduk dunia adalah remaja. Sebanyak 85% diantaranya hidup di negara berkembang. Di Indonesia, jumlah remaja dan kaum muda berkembang sangat cepat. Remaja merupakan suatu masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menemukan identitas diri. Pada masa transisi dari masa anak-anak ke masa remaja, individu mulai memandang diri dengan penilaian dan standar pribadi, tetapi kurang dalam interpretasi perbandingan sosial. Remaja memiliki sifat yang unik, salah satunya adalah sifat ingin meniru sesuatu hal yang dilihat, kepada keadaan, serta lingkungan sekitarnya. Di samping itu, remaja memiliki kebutuhan akan kesehatan seksual, dimana pemenuhan kebutuhan kesehatan seksual tersebut sangat bervariasi. (Kusmiran, 2012) Dalam membicarakan pendidikan kesehatan, terlebih dahulu harus memahami pengertian dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Peranan adalah melakukan intervensi atau perlakuan terhadap faktor perilaku pendidikan kesehatan, sehingga perilaku individu, kelompok atau masyarakat tersebut sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Faktor lingkungan mempunyai andil yang paling besar terhadap status kesehatan dari sekelompok penduduk, kemudian diikuti dengan faktor perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. (Adnani, 2011). Pada SMA 1 Kristen Surakarta terdapat beberapa kelas yang setiap kelasnya terdapat 30 siswa yang memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS pun juga akan bervariasi pula. Pada wawancara awal dengan beberapa siswa kelas 11 IPS 3 tentang pengertian HIV/AIDS, tentang cara penularan dan dampaknya. Siswasiswi tidak dapat menjawab dengan benar seputar HIV/AIDS, mereka hanya mengetahui HIV/AIDS adalah penyakit yang ditularkan karena virus dan belum mengetahui faktor resiko dari penularan HIV/AIDS, yang salah satunya adalah melalui sikap gaya hidup bebas remaja. Terkait dengan hal tersebut penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pendidikan Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 68

Kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap Sikap Gaya Hidup Bebas Remaja pada Siswa-Siswi Kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. TUJUAN PENELITIAN 1. Umum Untuk mengetahui pengaruh tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja pada siswasiswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. 2. Khusus a. Untuk mengetahui sikap gaya hidup bebas remaja pada siswasiswi kelas 11 IPS 3 SMA Kristen 1 Surakarta tentang HIV/AIDS sebelum dilakukan pendidikan kesehatan b. Untuk mengetahui sikap gaya hidup bebas remaja pada siswasiswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta tentang HIV/AIDS sesudah dilakukan. DESAIN PENELITIAN Desain penelitian merupakan bentuk rancangan yang digunakan dalam melakukan prosedur penelitian. Dalam riset keperawatan dapat mengenal beberapa desain penelitian diantaranya rancangan penelitian deskriptif (korelasi, cross seksio, dan lain-lain), rancangan observasional (case control, kohort), dan rancangan intervensi atau eksperimen yang meliputi pre eksperimen, true eksperimen, factorial design, dan quasi eksperimen design. (Hidayat, 2003) Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen untuk mengetahui pengaruh tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja dengan menggunakan one group pre test dan post test yakni membandingkan hasil kuesioner sebelum diberikan tentang HIV/AIDS dan hasil kuesioner setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS. POPULASI, SAMPEL, DAN TEHNIK SAMPLING 1. Populasi Populasi adalah seluruh subjek atau objek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti (Hidayat, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswasiswi kelas 11 IPS 3 SMA Kristen 1 Surakarta dengan jumlah populasi penelitian sebanyak 30 orang. 2. Sampel Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2003). Dengan jumlah populasi penelitian sebanyak 30 orang, maka peneliti menetapkan sampel sebesar 28 orang, berdasarkan tabel krecjie. Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 69

Adapun kriteria inklusi dan ekslusi dari sampel adalah sebagai berikut : a. Kriteria Inklusi Kriteria inklusi merupakan kriteria di mana subyek penelitian mewakili sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel (Hidayat, 2008). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah: siswasiswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta yang bersedia menjadi responden. b. Kriteria eksklusi Kriteria eksklusi merupakan kriteria di mana subyek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian. (Hidayat, 2008) Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah : siswasiswi bukan dari kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta dan siswa-siswi yang tidak bersedia menjadi responden. 3. Teknik Sampling Penelitian Teknik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada. (Hidayat, 2008) Teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan atas pertimbangan peneliti sendiri. HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti tidak membedakan karakteristik responden untuk melakukan penelitian, karena responden yang akan diteliti adalah seluruh siswa kelas 11 IPS 3, yang terlihat jelas pada karakteristik respondennya adalah pada jenis kelamin dan usia. 1. Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Kelompok Usia f % 16 8 25% 17 24 75% Jumlah 32 100% Dari tabel di atas diperoleh informasi terdapat 8 responden (25%) berada pada kelompok usia 16 tahun, 24 responden (75%) berada pada kelompok usia 17 tahun. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin f % Laki-laki 20 62% Perempuan 12 38% Jumlah 32 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa jenis kelamin responden perempuan sebanyak 12 orang (38%) dan responden laki-laki sebanyak 20 orang (62%). 2. Hasil Penelitian a. Distribusi frekuensi sikap gaya hidup bebas remaja sebelum dilakukan Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 70

tentang HIV/AIDS Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap Remaja Nilai f % 7-10 7 22% 11-13 13 41% 14-16 10 31% 17-20 2 6% Total 32 100% Dari tabel di atas ditemukan ada 7 responden ( 22%) berada pada nilai antara 7-10, 13 responden (41% ) pada nilai antara 11-13, 10 responden (31% ) pada nilai antara 14-16, 2 responden (6% ) pada nilai antara 17-20. Jadi responden yang mendapat nilai antara 11-13 adalah responden terbanyak. Berdasarkan Analisa univariat didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Analisa univariat untuk sikap gaya hidup bebas remaja sebelum dilakukan Analisa univariat Hasil Mean 12,59 Median 12,00 Modus 11 b. Distribusi frekuensi untuk sikap gaya hidup bebas remaja sesudah dilakukan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Sikap Remaja Nilai f % 7-10 0 0% 11-13 2 6% 14-16 9 28% 17-20 21 66% Total 32 100% Dari tabel di atas ditemukan tidak ada responden yang berada pada nilai antara 7-10, 2 responden ( 6%) pada nilai antara 11-13, 9 responden (28% ) pada nilai antara 14-16, 21 responden ( 66%) pada nilai antara 17-20. Jadi responden yang mendapat nilai antara 17-20 adalah responden terbanyak. Berdasarkan Analisa univariat didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 6. Analisa univariat untuk sikap gaya hidup bebas remaja sesudah dilakukan Analisa Univariat Hasil Mean 16,72 Median 17,00 Modus 18 Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 71

c. Pengaruh pemberian tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja Tabel 7. Perbandingan Nilai Sikap Remaja Nilai Pre Post 7-10 7 0 11-13 13 2 14-16 10 9 17-20 2 21 Dari data diatas diperoleh informasi bahwa responden pada nilai antara 7-10 sebelum pendidikan kesehatan sebanyak 7 responden dan sesudah 0 responden, pada nilai antara 11-13 sebelum pendidikan kesehatan 13 responden dan sesudah pendidikan kesehatan 2 responden, pada nilai antara 14-16 sebelum 10 responden dan sesudah 9 responden, pada nilai antara 17-20 sesudah pendidikan kesehatan 2 responden dan sesudah pendidikan kesehatan 21 responden. Tabel 8. Perbandingan hasil analisa univariat Analisa Pre Post Univariat Mean 12,59 16,72 Median 12,00 17,00 Modus 11 18 Dari data diatas diperoleh informasi bahwa hasil analisa univariat penelitian ini untuk mean didapatkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 12,59 sedangkan sesudah dilakukan sebanyak 16,72 untuk median didapatkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 12,00 dan sesudah dilakkukan 17,00 untuk hasil modus didapatkan sebelum dilakukan sebanyak 11 dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 18. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan analisa bivariat dengan menggunakan t-test didapatkan hasil sebagai berikut: Nilai t hitung adalah sebesar - 2,914 dengan sig 0,000 dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 32-1=31, dan signifikasi 0,000<0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya tentang HIV/AIDS mempengaruhi sikap gaya hidup bebas remaja kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 72

PEMBAHASAN 1. Perbandingan Sikap Remaja Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Berdasarkan tabel 7 responden pada nilai antara 7-10 sebelum sebanyak 7 responden dan sesudah pendidikan kesehatan 0 responden, pada nilai antara 11-13 sebelum pendidikan kesehatan 13 responden dan sesudah 2 responden, pada nilai antara 14-16 sebelum 10 responden dan sesudah pendidikan kesehatan 9 responden, pada nilai antara 17-20 sesudah pendidikan kesehatan 2 responden dan sesudah 21 responden. Berdasarkan tabel 8. hasil analisa univariat penelitian ini untuk mean didapatkan sebelum dilakukan sebanyak 12,59 sedangkan sesudah dilakukan sebanyak 16,72 untuk median didapatkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 12,00 dan sesudah dilakkukan pendidikan kesehatan 17,00 untuk hasil modus didapatkan sebelum dilakukan sebanyak 11 dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 18. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sebelum dilakukan sikap responden berada pada nilai rendah sampai dengan menengah, hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Mereka hanya mengetahui HIV/AIDS adalah penyakit yang ditularkan karena virus dan belum mengetahui faktor resiko dari penularan HIV/AIDS yang salah satunya adalah melalui sikap gaya hidup bebas remaja. Remaja memiliki kebutuhan akan kesehatan seksual, dimana pemenuhan kebutuhan kesehatan seksual tersebut sangat bervariasi ( Kusmiran, 2012) Maka dalam masa transisi remaja yang demikian peranan dalam hal ini dengan melakukan intervensi atau perlakuan sangat penting agar perilaku individu sesuai dengan nilainilai kesehatan.(adnani, 2011). Dari hasil tabel 7 dan 8, setelah dilakukan sikap responden berada pada menengah sampai dengan tinggi. Jadi memiliki pengaruh yang positif untuk mencapai sikap yang diharapkan. Hal ini sesuai yang diharapkan Adnani (2011) bahwa adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Pendidikan kesehatan juga merupakan kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 73

memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri.( Adnani, 2011) 2. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Sikap Remaja Dari hasil penelitian mengenai pengaruh tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja pada siswasiswi Kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta menggunakan metode pre post eksperimental diperoleh hasil uji dengan Paired t-test program SPSS versi 18 menunjukkan hasil t hitung sebesar -2,914 yang berarti mean pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan berbeda dengan sesudah, nilai negatif pada t hitung menunjukkan nilai awal lebih rendah dari nilai berikutnya. Dengan α=5% (0.05) diperoleh p value sebesar 0.000 sehingga p<0.05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh tentang HIV/AIDS terhadap Sikap Gaya Hidup Bebas pada Siswa-siswi Kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan Fitriani (2011), tujuan untuk mengubah perilaku orang atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat atau belum sehat menjadi perilaku sehat. Sebelum terjadinya perubahan perilaku tentunya didahului dengan sikap yang sesuai. Menurut Adnani (2011), sikap merupakan reaksi atau respons seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi dari sikap tidak dapat langsung dilihat tetapi hanya ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Dalam kehidupan sehari-hari pengertian sikap adalah reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mampu mempengaruhi sikap gaya hidup remaja siswa-siswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai hasil pengisian kuesioner sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS yang digunakan untuk mengukur Sikap Gaya Hidup Bebas Remaja pada Siswa-siswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. Jadi pendidikan kesehatan yang berfungsi memberikan pengetahuan yang baru ternyata juga mampu merubah sikap remaja, hal ini sesuai dengan tingkatan sikap yang diungkapkan oleh Adnani (2011) yaitu bahwa tingkatan sikap yang paling tinggi (responsible), bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya. Hal tersebut sesuai tahapan yang dilalui setelah dilakukan bahwa seseorang yang telah melalui akan mengalami tahap sensitisasi yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 74

mengubah sikap serta mengarahkan pada perilaku yang diinginkan dan tahap motivasi dimana kegiatan benar-benar mampu mengubah perilakunya sesuai yang dianjurkan kesehatan. Maka semakin tinggi pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS maka sikap siswa semakin mampu dikendalikan artinya sikap gaya hidup bebas remaja menjadi lebih terkendali. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilalukan oleh Hidayat (2009) tentang tingkat pengetahuan mahasiswa tentang bahaya penyakit HIV/AIDS di Universitas Gajah Mada yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa tentang bahaya HIV/AIDS maka semakin baik pula seseorang dalam mengendalikan perilakunya. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang berjudul Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja pada siswa-siswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta dapat diperoleh kesimpulan: 1. Terjadi peningkatan nilai hasil sebelum diberi pendidikan kesehatan dan setelah diberi, dimana nilai tersebut digunakan untuk mengukur sikap gaya hidup bebas remaja pada siswa-siswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. 3. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Dependent paired t Test ( uji t) melalui program SPSS for windows seri 18 dengan α = 5% (0.05) diperoleh p sebesar 0.000 sehingga p < 0.05, yang berarti hipotesa diterima maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian tentang HIV/AIDS terhadap sikap gaya hidup bebas remaja pada siswa-siswi kelas 11 IPS 3 SMA 1 Kristen Surakarta. SARAN 1. Bagi Siswa Siswa diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS agar remaja tidak bersikap gaya hidup bebas. 2. Bagi Sekolah Sekolah diharapkan dapat terus memberikan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS khususnya pada program Bimbingan Konseling agar terus dapat meningkatkan pembinaan pada remaja agar tidak bersikap gaya hidup bebas. DAFTAR PUSTAKA Adnani, Soekidjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Yogyakarta: Nuha Medika, 2011. Fitriani, Sinta. Prommosi Kesehatan Yogjakarta: Graha Ilmu, 2011. Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 75

Hidayat, Aziz Alimul. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika, 2003., Metode Penelitian Keperawatan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika, 2007., Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika, 2008., Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika, 2009. Kusmiran, Eny. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika, 2012. Murni, Suzana. Hidup Dengan HIV/AIDS. Jakarta: Yayasan Surviva Paski, 2005 Notoatmodjo, Soekidjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta, 2011. Riwidikdo, Handoko. Statististik Kesehatan : Belajar Mudah Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kesehatan (Plus Aplikasi Software SPSS). Yogyakarta: Pustaka Rihama, 2009. Hidayat, Oriza. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tentang Bahaya Penyakit Aids. URL: http://skripsiugm.wordpress.co. 2009 Sukidno. Pengetahuan HIV dan AIDS Pada Remaja di Indonesia, URL: http:// pasca.uns.ac.id/en/?p=931. 2010. 1 2 Dosen AKPER Panti Kosala Surakarta Staf AKPER Panti Kosala Surakarta Jurnal Keperawatan Intan Husada **AKPER INSAN HUSADA SURAKARTA** 76