0
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Oleh Nur Aisyah Harahap Dr. Wisman Hadi, M.Hum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks berita siswa kelas eksperimen setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining diperoleh rata-rata nilai sebesar 86,13 dengan standar deviasi sebesar 9,11 dan hasil uji normalitas diperoleh nilai L hitung < L tabel yaitu 0,0734 < 0,1610 (normal). Sedangkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas kontrol setelah diajarkan menggunakan model demonstration diperoleh rata-rata nilai sebesar 79,33 dengan standar deviasi sebesar 9,18 dan hasil uji normalitas diperoleh L hitung < L tabel yaitu 0,1050 < 0,1610 (normal). Hasil uji homogenitas data kedua kelas diperoleh nilai F hitung < F tabel yaitu 1,02 < 1,85 (homogen). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t, diperoleh t hitung > t tabel yaitu 2,83 > 1,67 sehingga Ho ditolak atau terima Ha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining efektif digunakan terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining, Kemampuan Menulis Teks Berita PENDAHULUAN Bahasa memegang peranan penting di dalam kehidupan. Hal ini haruslah disadari dengan benar khususnya bagi guru bahasa Indonesia. Di dalam tugasnya sehari-hari, guru bahasa Indonesia harus memahami benar-benar bahwa tujuan akhir pengajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa terampil berbahasa. Terdapat empat aspek keterampilan dalam berbahasa antara lain keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. 1
Keterampilan atau kemampuan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dikuasi siswa, karena melalui kemampuan ini siswa akan terlatih berfikir secara kritis. Kemampuan berfikir siswa ini dapat disalurkan dalam berbagai bentuk tulisan, salah satunya adalah teks berita. Kemampuan menulis teks berita penting untuk dikuasi oleh siswa, sebab melalui keterampilan menulis berita siswa diharapkan mampu meyampaikan fakta, kabar, pemberitahuan, ide maupun gagasan kepada orang lain melalui teks berita. Menulis teks berita bukanlah sebuah kerangka ilmu yang bisa diceramahkan begitu saja. Karakteristiknya sebagai sebuah kemampuan membuatnya menjadi pengetahuan individual yang harus dipraktekkan. Rendahnya kemampuan menulis teks berita siswa, disebabkan pola pembelajaran yang monoton, sehingga siswa bosan untuk mengikuti pelajaran. Guru perlu menggunakan alat bantu atau media yang baik, sebagai alat untuk menyampaikan materi agar proses belajar-mengajar tidak monoton sehingga siswa lebih kreatif. Dalam kegiatan menulis, penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosakata. Kemampuan menulis ini tidak akan datang secara otomatis melainkan harus melalui latihan. Berdasarkan jurnal penelitian Liana Diastiti, dengan judul penelitian Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Berita Berbantuan Peta Konsep Kelas VIII SMP Negeri 20 Padang, dijelaskan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks berita masih belum mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau belum tuntas belajar dengan nilai rata-rata belajar adalah 70. Sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah tersebut adalah 75. Demikian halnya berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 6 Medan, peneliti menemukan masih banyak siswa kelas VIII yang belum mampu menulis teks berita dengan baik dan benar. Hal ini terlihat dari masih banyaknya siswa yang belum mencapai KKM pada pembelajaran menulis teks berita, penguasaan kosakata yang minim dan masih banyak kesalahan, penggunaan kata yang berulang-ulang dan tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD), kelengkapan isi tulisan atau berita yang belum mengandung unsur 5W+1H, serta 2
penggunaan tanda baca yang masih terdapat beberapa kesalahan. Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan peneliti, menemukan bahwa proses pembelajaran menulis yang dilakukan guru di dalam kelas masih bersifat konvensional dengan lebih banyak mengandalkan metode ceramah, demonstrasi dan latihan. Bahkan demonstrasi yang dilakukan guru juga kurang efektif, di mana guru hanya memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses atau situasi tanpa melibatkan siswa dalam demonstrasi serta siswa lebih banyak diam dan pasif memperhatikan apa yang diperagakan guru sehingga hasilnya juga kurang maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, maka seorang guru dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga pendidik, harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Guru perlu memiliki pengetahuan tentang pendekatan dan teknik-teknik mengajar yang baik sehingga kegiatan belajar yang efektif dan efisiean dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Sagala, 2005:5). Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan model sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian pada keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Untuk mengatasi problematika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model pembelajaran yang dipandang mampu mengatasi kesulitan guru dalam melaksanakan tugas mengajar dan juga kesulitan belajar peserta didik, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan hasil yang diinginkan. Melihat dan mengamati fakta yang terjadi di dunia pendidikan sekarang ini, sudah sepantasnya jika peneliti selaku calon pendidik untuk memikirkan inovasi baru untuk lebih meningkatkan inovasi dan kreativitas siswa, terutama dalam pembelajaran menulis teks berita. Menulis teks berita diperlukan sebuah penggunan strategi atau model pembelajaran yang baik, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengemukakan idea atau gagasan. Sehingga pembaca dapat menyakini kebenarannya sesuai dengan fakta atau data-data yang disajikan. 3
Agar tujuan tersebut tercapai, dibutuhkan model yang mampu mengoptimalkan pembelajaran menulis teks berita. Pemilihan model dilakukan setelah peneliti mencari berbagai model pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita di sekolah. Peneliti memilih model pembelajaran student facilitator and explaining karena model ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam pembelajaran menulis teks berita. Menurut Trianto (2007:52), model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok. Menurut Suprijono (2010:110), model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) merupakan model pembelajaran di mana siswa/peserta didik belajar mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model ini efektif digunakan untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya. Model pembelajaran ini akan relevan apabila siswa secara aktif ikut serta dalam merancang materi pembelajaran yang akan dipresentasikan. Dengan menggunakan model student facilitator and explaining guru mampu meyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Model pembelajaran student facilitator and explaining, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan pembelajaran yang sedang berlangsung dan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Oleh karena itu, peneliti mencoba sebuah model pembelajaran student facilitator and explaining dalam pembelajaran menulis teks berita. Sehubungan dengan uraian di atas, maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dengan judul Efektivitas Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. 4
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining; (2) kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan menggunakan model demonstration; dan (3) keefektifan model pembelajaran student facilitator and explaining dalam menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun ajaran 2014/2015. METODE PENELITIAN Motode memegang peranan yang sangat penting dalam melakukan penelitian. Hal ini disebabkan karena semua kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian sangat bergantung pada metode yang digunakan. Metode penelitian adalah suatu cara untu mencari kebenaran dengan mengumpulkan data dan menganalisis data yang akan diperlukan guna mencari tunuan penelitian. Arikunto (2006:22), mengemukakan metode penelitian merupakan struktur yang sangat penting, karena berhasil tidaknya penelitian demikian juga rendahnya kualitas penelitian sangat ditentukan oleh ketetapan dalam memilih metode penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Quasi eksperimen dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat dari suatu perlakuan. Motode ini dilaksankan dengan memberikan perlakuan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining dalam menulis teks berita dan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran demontration. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 6 Medan pada semester genap tahun pembelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 7 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 210 siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Sampel penelitian ditentukan secara acak kelas (random sampling). Metode penelitian ini adalah 5
metode quasi eksperimen. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes essay dalam bentuk penugasan menulis teks berita. Teknik analisis data menggunakan uji beda atau uji-t pada taraf α = 0,05. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Peneltian 1. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pelajaran 2014/2015 Menggunakan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Data kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks berita diperoleh dari hasil tes (tugas menulis teks berita) setelah diajarkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE). Berdasarkan data hasil penelitian setelah dilakukan analisis dan perhitungan, diperoleh rata-rata nilai kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks berita (M X ) sebesar 86,13 dengan standar deviasi (SD X ) sebesar 9,11 dan standar error mean kelompok eksperimen (SE MX ) sebesar 1,69. Data kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks berita setelah diajarkan model pembelajaran SFAE, dapat dikategorikan sebagai berikut: Tabel. 1 Kategori Kemampuan Siswa Kelas Eksperimen dalam Menulis Teks Berita No. Nilai Jumlah Siswa F % Kategori 1 85 100 16 53,3% Sangat Baik 2 70 84 12 40,0% Baik 3 55 69 2 6,7% Cukup 4 40 54 0 0,0% Kurang 5 0 39 0 0,0% Sangat Kurang Total 30 100% 6
Berdasarkan data pada Tabel 1 di atas, dapat dijelaskan bahwa dari 30 siswa kelas eksperimen setelah diajarkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, terdapat 16 siswa (53,3%) yang kemampuannya dalam menulis teks berita tergolong kategori sangat baik; sebanyak 12 siswa (40%) yang tergolong kategori baik dan sebanyak 2 siswa (6,7%) tergolong kategori cukup. 2. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pelajaran 2014/2015 Menggunakan Model Pembelajaran Demonstration Data kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita juga diperoleh dari hasil tes (tugas menulis teks berita) setelah diajarkan dengan model demonstration. Berdasarkan data hasil penelitian setelah dilakukan analisis dan perhitungan, diperoleh rata-rata nilai kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita (M Y ) sebesar 79,33 dengan standar deviasi (SD Y ) sebesar 9,18 dan standar error mean kelompok kontrol (SE MY ) sebesar 1,71. Data kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita setelah diajarkan dengan model demonstration, dapat dikategorikan sebagai berikut: Tabel. 2 Kategori Kemampuan Siswa Kelas Kontrol dalam Menulis Teks Berita No. Nilai Jumlah Siswa F % Kategori 1 85 100 6 20,0% Sangat Baik 2 70 84 19 63,3% Baik 3 55 69 5 16,7% Cukup 4 40 54 0 0,0% Kurang 5 0 39 0 0,0% Sangat Kurang Total 30 100% 7
Berdasarkan data pada Tabel 2 di atas, dapat dijelaskan bahwa dari 30 siswa kelas kontrol setelah diajarkan dengan model demonstration, terdapat 6 siswa (20%) yang kemampuannya dalam menulis teks berita tergolong kategori sangat baik; sebanyak 19 siswa (63,3%) tergolong kategori baik dan sebanyak 5 siswa (16,7%) yang tergolong kategori cukup. 3. Efektivitas Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Keefektivan model pembelajaran Student Facilitator and Explaning (SFAE) dalam menulis teks berita dilakukan uji beda dengan membandingkan data kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas eksperimen (model SFAE) dengan siswa kelas kontrol (model demonstration). Diperoleh nilai t o atau t hitung sebesar 2,83. Pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05 dengan dk = N 1 + N 2 2 = 58 dari Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi t, diperoleh t tabel = 1,67. Karena nilai t hitung > t tabel yaitu 2,83 > 1,67 maka Ho ditolak atau terima Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) efektif digunakan terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun ajaran 2014/2015. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pelajaran 2014/2015 Menggunakan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hasil kemampuan menulis teks berita siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining sangat baik. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining merupakan model pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih baik lagi dalam pembelajaran menulis teks berita berdasarkan hasil analisis. 8
Setelah melakukan prosedur penelitian yang panjang seperti uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis akhirnya didapatkan sebuah penelitian yang hasilnya tidak sia-sia. Efektivitas model pembelajaran Student Facilitator And Explaining terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 6 medan tahun pembelajaran 2014/2015 ternyata berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dijawab rumusan masalah yaitu kemampuan menulis teks berita siswa SMP Negeri 6 medan tahun pembelajaran 2014/2015 terhadap kemampaun menulis teks berita sangat baik dengan diperoleh rata-rata nilai sebesar 86,13 dengan perolehan nilai tertinggi sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 60 serta standar deviasi sebesar 9,1. 2. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pelajaran 2014/2015 Menggunakan Model Pembelajaran Demonstration Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun pembelajaran 2014/2015 dalam menulis teks berita menggunakan model pembelajaran Demonstration masih rendah. Hal ini dilihat dengan nilai rata-rata siswa (79,33). Sesuai dengan penelitian yang dilakukan, model pembelajaran Demonstration belum menunjang siswa dalam menulis teks berita. Hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita menggunakan model pembelajaran Demonstration setelah diberikan perlakuan menggunakan metode ceramah diperoleh rata-rata nilai sebesar 79,33 dan nilai terendah sebesar 56. Kecenderungan dengan menggunakan model Demonstration membuat para murid cepat merasa bosan dan membuat murid menjadi kurang aktif dalam proses belajar sehingga nilai yang dihasilkan oleh siswa tersebut kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan standar nilai kelulusan. Oleh karena itu, model Demonstration kurang efektif digunakan dalam proses belajar mengajar karena cenderung yang aktif adalah guru bukan muridnya. Adapun kelemahan dari metode ceramah ini yaitu: 1) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai. 2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang 9
akan disampaikan. 3) Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan,. 4) Menunjuk salah seorang peserta didik untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. 5) Seluruh peserta didik memperhatikan demontrasi dan menganalisisnya. 6) Tiap peserta didik mengemukakan pengalaman peserta didik yang didemontrasikan guru membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dijawab rumusan masalah yaitu kemampaun menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun pembelajaran 2014/2015 dengan menggunakan model pembelajaran Demostration masih rendah. Hal ini dilihat dengan nilai rata-rata siswa yaitu 79,3 dalam kategori kurang. Siswa sebelumnya kurang paham dalam proses pembelajaran menulis teks berita. Guru hanya menjelaskan materi pembelajaran tanpa mempraktikannya dan bahkan terkadang materi tersebut dilewatkan atau tidak dibahas sama sekali oleh guru. Siswa hanya mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa hanya mengetahui sebatas teori. Oleh karena itu, kemampuan siswa dalam menulis teks berita dikategorikan masih rendah. 3. Efektivitas Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Berdasarkan perolehan data pre-test dan post-test dapat dilihat keefektivan model pembelajaran student facilitator and explaining. Dari indikator kemampuan mempresentasikan hasil penelitian, terlihat bahwa perolehan data pre-test lebih unggul daripada perolehan data pro-test. Setelah melaksanakan penelitian dan analisis data pada tahap post-test dan pre-test, diperoleh hasil penelitian bahwa kemampuan menulis tes berita siswa hasil menggunakan model demonstration diperoleh nilai rata-rata 79,33 (cukup). sedangkan pada tahap post test yaitu dengan menggunakan nilai rata-rata 86,13 (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita dibandingkan model demonstration. Efektivitas model pembelajaran student facilitator and explaining juga terlihat dari rata-rata nilai kemampuan siswa dalam menulis teks berita yaitu 10
rata-rata nilai kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks berita setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining mencapai angka 86,31 dan kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita setelah diajarkan dengan menggunakan model demonstration dengan rata-rata nilai 79,33 artinya rata-rata kemampuan siswa dalam menulis teks berita yang diajarkan dengan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih besar dibandingkan rata-rata kemampuan siswa yang diajarkan dengan model demonstration. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita dibandingkan model demonstration. Efektivitas model pembelajaran student facilitator and explaining juga terlihat dari rata-rata nilai kemampuan siswa dalam menulis teks berita yaitu rata-rata nilai kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks berita setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining mencapai angka 86,31 dan kemampuan siswa kelas kontrol dalam menulis teks berita setelah diajarkan dengan menggunakan model demonstration dengan rata-rata nilai 79,33 artinya rata-rata kemampuan siswa dalam menulis teks berita yang diajarkan dengan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih besar dibandingkan rata-rata kemampuan siswa yang diajarkan dengan model demonstration. DAFTAR PUSTAKA Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran, Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.. Jakarta: Prestasi Pustaka. 11