Elok Asmaul Husna 4,Dafik 5, Hobri 6

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY

Desi Wahyuningtyas 16, Didik Sugeng Pambudi 17, Dinawati Trapsilasiwi 18

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

Niken 22, Susanto 23,Toto Bara Setiawan 24

Dyna Probo Mukti 19, Susanto 20, Dafik 21

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI UPW SMK NEGERI 1 JEMBER MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION

Key Words: Cooperative learning model with Mind Mapping technic, fraction, student s activity, student s mistakes, effectiveness

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E

Moh. Imam Syafi i 29, Dinawati Trapsilasiwi 30, Susi Setiawani 31

Siti Ati ah 13, Didik Sugeng Pambudi 14, Dinawati Trapsilasiwi 15

Dwi Septi 25,Hobri 26, Arika Indah K. 27

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI ROTATING TRIO EXCHANGE

Devi Yuniar 16, Hobri 17, Titik Sugiarti 18

Idawati Mahanurani 1, Toto Bara Setiawan 2, Ervin Oktavianingtyas 3

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)

Deztyra Nur Imamah 25, Hobri 26 dan Arika Indah K 27

Key Words: Student Teams Achievement Division, mind mapping, students test result, students activities.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE

Arynda 28, Susanto 29, Dafik 30

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION

Girlda Elynikie B. 25, Dinawati Trapsilasiwi 26, Arif Fatahillah 27

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau ABSTRACT

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION

IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC

Jurnal Santiaji Pendidikan, Volume 4, Nomor 1, Januari 2014 ISSN

Key Words: Accelerated learning, student s achievement, Linier Program

Wirdah Pramita N. 1, Didik S.P. 2, Arika I.K. 3

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERKARAKTER BERBASIS QUANTUM TEACHING PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL KELAS VII SMP

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN STRATEGI PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 12 JEMBER

Pendahuluan. Keywords: Mastery Learning, Student Activities, Result Of Learning

PENGGUNAAN METODE TALKING STICK DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SDN PETARANGAN TAHUN AJARAN 2013/2014

Rahmawati et al., Metode Problem Solving...

Kata Kunci: cooperative learning of jigsaw type, student activities and learning outcomes

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Mukarromah et al., Penerapan Model Pembelajaran...

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

Hoiroh et al., Penerapan Strategi Peta Konsep...

PENERAPAN PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)

MODEL BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA KELAS IV SDN LOMPIO. Oleh.

Kadikma, Vol. 5, No. 3, hal 9-18, Desember 2014

Pendahuluan. Novia Tri Yuniawati et al., Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples...

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN 77 PEKANBARU

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Jurnal Santiaji Pendidikan, Volume 7, Nomor 1, Januari 2017ISSN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION)

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN IPA SMP POKOK BAHASAN PEMUAIAN ZAT

Widanti et al., Penerapan Teknik Mind Mapping...

PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH DASAR-DASAR AKUNTANSI II PADA POKOK BAHASAN ASET TETAP

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SETTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Darmawati, Imam Mahadi dan Ria Syafitri Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau Pekanbaru ABSTRACT

ARTIKEL SKRIPSI OLEH NAHWAN SHOLIHAN ZIKKRI E1R PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

PENERAPAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMA NEGERI I TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning...

Azmy Juhayla 37, Hobri 38, Titik Sugiarti 39

PENINGKATAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DIPADU TALKING STICK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SD NEGERI 8 PEKANBARU

Abstrak. Kata Kunci : menyimak wawancara, model think pair share, penerapan model think pair share, peningkatan kemampuan menyimak wawancara.

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, model kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING SISWA KELAS IV SDN MINOMARTANI 1

Key Words: creative thinking, open ended problems. Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember 41

Kata Kunci: Keaktifan, Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi TANDUR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MELALUI METODE COLEGA MEDIASI. Titin Hartini 18

IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA BERKECERDASAN VISUAL SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BANGUN RUANG SISI DATAR

Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING

Pendahuluan. Wardani et all, Pendekatan Kontekstual...

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEAM GAMES TOURNAMENT SISWA KELAS III MI MUHAMMADIYAH NGADIPURO I DUKUN MAGELANG

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika di FKIP Universitas Mataram.

Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE

e-issn Vol. 5, No. 2 (2016) p-issn

PENERAPAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX.4 SMP N 10 PALEMBANG MELALUI PENERAPAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DALAM PEMBELAJARAN PKn

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika OLEH

Pendahuluan. Handayani et al., Penerapan fase-fase Pembelajaran Geometri... 1

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG STRUKTUR BATANG DAN FUNGSINYA MELALUI METODE DEMONSTRASI

Transkripsi:

PENERAPAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENGURANGI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP NEGERI 7 JEMBER SEMESTER GASAL TAHUNAJARAN 2013/2014 Elok Asmaul Husna 4,Dafik 5, Hobri 6 Abstract.This study aimed to know the application of quantum teaching in improving student s mistakes for social arithmetic topic at seventh grade of juniorhigh school. This study involved grade VIID of SMPN 7 Jember school year 2013/2014. The research method is a classroom action research. There are four type of student s mistake, namely the error of using a data, the error of theorem and definition application, technical error, inference error. The result shows that the total error at cycle I reach 38,21% and cycle II reach 28,45%. While the student s activity of cycle I is 88,86% and cycle II 93,90%. It can be concluded that the quantum teaching model can reduce the students mistakes. Key Words:quantum teaching, social arithmetic, student s activity, student s mistakes PENDAHULUAN Belajar dan pembelajaran merupakan dua istilah yang hampir sama. Namun mempunyai makna berbeda. Belajar menekankan pada aktivitas siswa untuk memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup. Sedangkan pembelajaran menekankan pada aktivitas guru untuk membuat siswa belajar. Dimyati dan Moedjiono (2006:7-17). Menurut Dimyati dan Moedjiono (2006:157) pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Selanjutnya Surya (2004:7) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dalam lingkungannya. Dalam pembelajaran matematika, pendekatan lebih bersifat konseptual. Artinya guru lebih menekankan konsep-konsep dalam pembelajaran. Jadi pembelajaran matematika merupakan upaya dalam membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman terhadap suatu ilmu yang memiliki objek dasar yang berupa fakta, konsep, dan prinsip serta memiliki pola pikir deduktif. Pada pembelajaran matematika guru 4 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember 5 Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember 6 Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember

12 Kadikma, Vol. 5, No. 2, hal 11-20, Agustus 2014 dituntut memilih dan menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial sehingga siswa tuntas dalam belajar memahami materi matematika. Dewasa ini telah dikembangkan salah satu model pembelajaran yang menyajikan proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermanfaat dengan menciptakan lingkungan kelas menjadi nyaman. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah quantum teaching yang merupakan penerapan dari quantum learning. (Hobri, 2009:114). Istilah Quantum Teachingberasal dari gabungan kata Quantum dan Teaching. Kata Quantum memiliki makna sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya; sedangkan Teachingberarti mengajar atau membelajarkan, yang berarti interaksi yang terjadi antara guru dan siswa dalam rangka membelajarkan siswa. Dengan demikian istilah Quantum Teaching dapat diartikan sebagai pengubahan bermacammacam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar moment atau peristiwa belajar (Masyhud,2002b). Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain. Keberhasilan pengubahan interaksi-interaksi tersebut menjadi cahaya yang menakjubkan dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain (Masyhud,2002b). Jenis kesalahan siswa diklasifikasikan menjadi enam yaitu kesalahan penggunaaan data, penafsiran bahasa, tidak adanya penyelesaian akhir, kesalahan teorema, kesalahan penggunaan tanda dan simbol serta kesalahan teknis. Menurut Moskovitz-Hadar (dalam Rustamadji, 1999: 7). Dari klasifikasi kesalahan di atas, dipilih empat jenis kesalahan yaitu kesalahan penggunaan data, kesalahan penggunaan teorema/ definisi, kesalahan teknik, dan kesalahan lain. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengurangi kesalahan siswa dan menjadikan guru lebih professional dalam kegiatan belajar mengajar. Daerah penelitian merupakan tempat atau lokasi objek penelitian dilakukan. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah di SMP Negeri 7 Jember. Penelitian

Elok dkk : Penerapan Quantum Teaching Untuk Mengurangi Kesalahan 13 dilaksanakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang berdasarkan pada tes pendahuluan Metode pengumpulan data terdiri atas metode observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan mengola data yang sudah ada.data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Aktivitas guru dan siswa selama penerapan Quantum Teaching. Keaktifan guru dan siswa dalam proses pembelajaran dapat diketahui dari hasil pengamatan. Rumus persentase keaktifan guru dan siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: = 100% ; = 1, 2 Keterangan: = persentase keaktifan ; dimana 1 = guru, 2 = siswa = jumlah skor yang dicapai siswa = jumlah skor maksimal Dengan kriteria pada Tabel 1 Tabel 1. Kriteria Keaktifan Persentase Kriteria 75% < 100% Sangat aktif 50% < 75% Aktif 25% < 50% Cukup aktif < 25% Tidak aktif Sumber: Depdiknas (2004) 2. Mengklasifikasi kecenderungan jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Aritmetika Sosial berdasarkan langkah-langkahnya. Untuk mengetahui persentase tiap jenis kesalahan siswa menggunakan rumus: = 100% Keterangan: = persentase tiap jenis kesalahan siswa = jumlah kesalahan yang dilakukan siswa untuk tiap jenis kesalahan = jumlah seluruh siswa yang mengikuti tes = jumlah soal tes Dengan kategori persentase pada Tabel 2

14 Kadikma, Vol. 5, No. 2, hal 11-20, Agustus 2014 Tabel 2. Persentase Jenis Kesalahan Kategori 55% Sangat tinggi 40% < 55% Tinggi 25% < 40% Cukup tinggi 10% < 25% Kecil < 10% Sangat kecil Sumber: Sutejo (2001: 30) 3. Efektifitas Quantum Teachinguntuk mengurangi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Aritmetika sosial, yakni dengan menggunakan rumus sebagai berikut: = 100% Keterangan: = Efektifitas Quantum Teachinguntuk mengurangi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika = jumlah seluruh persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada tes pendahuluan. = jumlah seluruh persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada tes akhir. Kriteria efektifitas Quantum Teaching untuk mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dari pedoman konversi penilaian secara umum sebagai berikut: Tabel 3. Klasifikasi Efektifitas Pembelajaran Persentase η (%) Kategori Efektivitas 75% η 100% Sangat Efektif 50% η < 75% Efektif 25% η < 50% Cukup Efektif η < 25% Tidak Efektif Sumber: dalam Sumartini (2007: 28)

Elok dkk : Penerapan Quantum Teaching Untuk Mengurangi Kesalahan 15 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui penerapan Quantum Teaching untuk membantu siswa dalam mengatasi kesalahan menyelesaikan soal matematika. Penerapan Quantum Teaching terdiri dari 6 kerangka perancanganpengajaran yang disingkat dengan akronim TANDUR, yaitutumbuhkan, Alami, Namai,Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Tahap tumbuhkan yaitu menumbuhkan minat siswa dengan memberikan motivasi dengan cara mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan nyata atau sehari-hari, tahap alami yaitu memberikan bimbingan kepada siswa dalam menyelesaikan permasalahan dalam bentuk LKS, tahap namai yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuliskan pemecahan masalah kedalam LKS dan buku catatan masing-masing, tahap demonstrasi yaitu meminta siswa mendiskusikan dan membandingkan jawaban dalam diskusi kelas (presentasi), tahap ulangi yaitu memberikan penegasan dan pengulangan materi tentang luas permukaan dan volume bangun ruang, tahap rayakan yaitu keberhasilan proses belajar mengajar dirayakandengan memberikan pujian, memberikan tepuk tangan bersama-sama, ataumemberikan hadiah kepada siswa perwakilan kelompok yang mempresentasikan jawaban di depan kelas dan jawabannya benar. Penerapan Quantum Teaching ini berjalan dengan baik dan lancar meskipun pada pertemuan pertama kelas gaduh dan ramai karena siswa mencari dan berkumpul dengan teman sekelompoknya. Hal ini disebabkan karena teman sekelompok bukan teman akrab sehingga beberapa siswa mengganggu teman dari kelompok lain. Penerapan Quantum Teaching ini cukup berhasil meningkatkan aktifitas siswa. Penelitian yang dilakukan ini dimulai dengan tes pendahuluan yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah tes pendahuluan, pembelajaran siklus I dilaksanakan dan observer mengamati aktifitas siswa. Pada pertemuan pertama di siklus I ini, rata-rata siswa sudah sangat aktif dalam pembelajaran meskipun berdasarkan lembar observasi terdapat beberapa siswa yang masih tidak memperhatikan penjelasan guru dan pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Sedangkan pada pertemuan kedua ini ternyata masih sama dengan pertemuan sebelumnya, rata-rata aktifitas siswa sangat aktif dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan lembar observasi sudah tidak terdapat siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Hasil

16 Kadikma, Vol. 5, No. 2, hal 11-20, Agustus 2014 tersebut menunjukkan bahwa aktifitas siswa selama siklus I mengalami peningkatan. Berikut Tabel 4 persentase aktifitas siswa sebagai berikut : Tabel 4. Persentase Aktifitas Siswa Aktifitas Siswa SIKLUS I SIKLUS II Pembelajaran 4 Pembelajaran 1 Pembelajaran 2 Pembelajaran 3 Memperhatikan penjelasan guru Bertanya kepada guru dan kelompok 88,61% 93,49% 75,61% 80,49% Berkumpul dan berdiskusi 86,18% 91,06% Mengerjakan LKS 86,99% 93,49% Mengumpulkan LKS 98,37% 99,19% 95,93% 100% 81,30% 82,93% 91,87% 93,49% 96,74% 98,83% 99,19% 100% Rata-rata aktivitas siswa setiap pembelajaran Rata-rata aktivitas siswa setiap siklus 87,15% 91,54% 89,34% 92,84% 94,96% 93,90% Pada pelaksanaan siklus II disesuaikan dengan hasil refleksi pada siklus I. Siklus II juga terdiri dari 2 pertemuan seperti siklus I. Pada pertemuan pertama ini aktifitas siswa yang tergolong kurang yaitu bertanya kepada guru dan kelompok, ini diakibatkan karena beberapa siswa cenderung mengerjakan LKS sendiri. Tetapi rata-rata aktifitas siswa tergolong kategori sangat aktif. Sedangkan pada pertemuan kedua dalam siklus II juga mengalami peningkatan meskipun masih ada saja siswa yang mengerjakan LKS sendiri. Aktifitas guru juga mengalami peningkatan setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama dengan menerapkan Quantum Teaching persentase aktifitas guru sebesar 83,33 %, pada pertemuan kedua sebesar 88,89%, pada pertemuan ketiga sebesar 83,33%, dan pada pertemuan keempat sebesar 94,44%. Peningkatan aktifitas siswa dan guru ini sangat membantu memperlancar penerapan Quantum Teaching untuk membantu siswa mengatasi kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Jenis kesalahan siswa dikategorikan menjadi 4 yaitu kesalahan teorema, kesalahan penggunaan data, kesalahan teknik, dan kesalahan lain. Setelah hasil semua tes

Elok dkk : Penerapan Quantum Teaching Untuk Mengurangi Kesalahan 17 dikoreksi dan dianalisis ternyata terjadi penurunan kesalahan pada siklus I maupun siklus II sebagaimana tersaji dalam table berikut: Pelaksanaan Tes Untung dan rugi dalam perdagangan Tes Pendahuluan Tabel 5.Persentase Jenis Kesalahan Siswa pada Siklus I Kesalahan Teorema 8,94% (Sangat Kecil) Tes Akhir 12,19% (Kecil) Kesalahan Penggunaan Data 23,58% (Kecil) 11,38% (Kecil) Kesalahan Teknik 19,51% (kecil) 8,13% (Sangat Kecil) Kesalahan Lain 17,88% (Kecil) 6,50% (Kecil) Dari tabel di atas, terlihat bahwa ada peningkatan kesalahan teorema. Oleh sebab itu, perlu dilanjutkannya pembelajaran di siklus II. Setelah diadakannya pembelajaran di siklus II, tidak terdapat peningkatan di setiap jenis kesalahan. Terbukti bahwa siswa kelas VII D ini mengalami penurunan di semua kesalahan. Maka dari itu, data-data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Quantum Teaching dapat membantu siswa untuk mengurangi kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan kesalahan siswa dalam tes-tes yang telah dikerjakan. Penurunan tersebut sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa penerapan Quantum Teaching dapat membantu siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal matematika pokok aritmetika sosial sehingga penelitian ini berakhir pada siklus II. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan. Pertama, penerapan Quantum Teachinguntuk mengurangi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan aritmetika sosial pada siswa SMP Negeri 7Jember kelas VII semester gasal tahun pelajaran 2013/2014, berjalan dengan baik dan lancar. Siswa sangat senang, aktif dan sangat antusias dalam pembelajaran ini. Dalam pembelajaran ini diawali dengan tahap tumbuhkan yaitu menumbuhkan minat siswa dengan memberikan motivasi dengan cara mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan nyata atau sehari-hari, tahap alami yaitu memberikan bimbingan kepada siswa dalam menyelesaikan permasalahan dalam bentuk LKS, tahap namai yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuliskan

18 Kadikma, Vol. 5, No. 2, hal 11-20, Agustus 2014 pemecahan masalah kedalam LKS dan buku catatan masing-masing, tahap demonstrasi yaitu meminta siswa mendiskusikan dan membandingkan jawaban dalam diskusi kelas (presentasi), tahap ulangi yaitu memberikan penegasan dan pengulangan materi tentang aritmetika sosial, dan tahap rayakan yaitu keberhasilan proses belajar mengajar dirayakandengan memberikan pujian, memberikan hadiah kepada siswa yang mempresentasikan jawaban di depan kelas dan jawabannya benar atau memberikan tepuk tangan bersama untuk siswa yang telah memberanikan diri dan berperan akti dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Kedua, dari hasil analisa data mengenai persentase jenis kesalahan yang dilakukan siswa, baik pada tes pendahuluan ataupun tes akhir diperoleh kesimpulan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 7 Jember tahun ajaran 2013/2014, cenderung melakukan kesalahan teknik dalam mengerjakan soal matematika. Ketiga, efektivitas Quantum Teachingsetelah tes akhir untung dan rugi dalam kegiatan perdagangan sebesar 45,35% dan termasuk kategori efektif. Sedangkan setelah tes akhir rabat/diskon, bruto, netto dan tara efektivitasnya mencapai 57,33% dan termasuk dalam kategori efektif. Dengan demikian, Quantum Teachingefektif untuk mengurangi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan aritmetika sosial pada siswa SMP Negeri 7Jember kelas VII semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebaiknya dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan Quantum Teaching ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran di kelas agar siswa nyaman dan rileks berada di ruang kelas dengan pembelajaran yang biasa dilakukan, namun perlu diperhatikan dalam memilih materi yang cocok untuk diterapkannya Quantum Teaching agar pembelajaran dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan kemudian pengelolaan waktu saat tes akhir hendaknya diperhatikan agar tidak melampaui waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan dalam pembentukan kelompok, sebaiknya guru harus selektif dalam menyusun daftar kelompok siswa sehingga siswa yang suka bergurau tidak ditempatkan dalam satu kelompok serta pengelolaan waktu saat tes akhir hendaknya diperhatikan agar tidak melampaui waktu yang telah ditentukan sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Elok dkk : Penerapan Quantum Teaching Untuk Mengurangi Kesalahan 19 Hobri. 2009. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jember: Center fpr Society Studies. Masyhud, H. M. S. 2002b. Quantum Teaching Dan Quantum Learning Sebagai Alternatif Dalam Strategi Pembelajaran Untuk Peningkatan Kualitas Hasil Hasil Pembelajaran Di SMU. Makalah disajikan dalam acara dialog dan belajar bersama narasumber, yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMUN Ambulu dan SMUN Swasta sekitarnya, pada tanggal 25 Februari 2002 di SMUN Ambulu Jember. Rustamaji, D.1999.Diagnosis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal-soal Rumus Segitiga dalam Trigonometri Siswa Kelas 1 Caturwulan II SMUN 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 1999/2000.Jember: Universitas Jember. Surya, M. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

20 Kadikma, Vol. 5, No. 2, hal 11-20, Agustus 2014