RINGKASAN Kata Kunci:

dokumen-dokumen yang mirip
RINGKASAN Kata Kunci:

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISTEM TENAGA LISTRIK MAHASISWA PTE DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER/IT

KUIS INTERAKTIF TIPE PILIHAN GANDA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI SISWA. Jl. Latamacelling No.19 Kota Palopo

TUTORIAL INTERAKTIF OPERASI BILANGAN DAN PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR PADA MATA KULIAH DASAR TEKNIK DIGITAL MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH

LATAR BELAKANG PENELITIAN

LAPORAN PENELITIAN INSTITUSIONAL PASCASARJANA

2015 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MED IA ELEKTRONIK PENGUKURAN PANGKALA ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 4 BAND UNG


Teguh Pratikno 1, Ewo Termedi 2, Wahid Munawar 3

BAB 1 PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sholat dengan menggunakan adobe flash ini dapat. dan proses penyampaian pesan pembelajaran. Tambunan (2012), media

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN SISTEM OPERASI KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN

Materi I KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

Ferry Ferdianto, S.T., M.Pd. Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unswagati Cirebon ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

2. Terbatasnya alat mengajar guru yang mampu mendukung dan meningkatan daya pikir dan kreatifitas siswa.

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini yaitu research and development atau penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Menurut Undang- Undang tentang sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Dosen Pembimbing: 1. Prof. Drs. Haris Mudjiman, MA. Ph.D. 2. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd TESIS. Oleh : FUAD ABDI NIM : S

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

2015 PENGEMBANGAN MULTIMEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PEMBUATAN BOUSTE HOUDER (BH)

MAKALAH PENELITIAN HIBAH PEMBINAAN RANCANG BANGUN MEDIA VISUAL UNTUK MATA KULIAH K3 DAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menulis merupakan salah satu keterampilan dari empat aspek kebahasaan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi pada masa sekarang ini, penggunaan komputer atau yang disebut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan komputer akhir-akhir ini merambah hampir seluruh aspek

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

, 2016 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MULTIMED IA AD VENTURE GAME MOD EL SOMATIC AUD ITORY VISUAL INTELLECTUAL (SAVI)


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

LAPORAN PENELITIAN INSTITUSIONAL PASCASARJANA

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumberdaya manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang semakin

BAB 1 PENDAHULUAN. komputer digunakan sebagai alat penghitung untuk keperluan matematis

BAB I PENDAHULUAN. yang harus dilakukan untuk membuat mereka menyukai pelajaran matematika. sulit akan menjadi sangat menyenangkan bagi mereka.

BAB 1 PENDAHULUAN. yang semakin hari semakin canggih. Komputer selalu menjadi alat bantu manusia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan dewasa ini dihadapkan kepada masalah-masalah yang mendasar, yaitu

DASAR-DASAR PEMBELAJARAN FISIKA

BAB I PENDAHULUAN. peralatan praktik, penyempurnaan kurikulum maupun peningkatan. profesionalisme guru yang dilakukan secara nasional.

BAB I PENDAHULUAN. negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20, 2003, h. 4).

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan

PENGARUH PEMANFAATAN POWERPOINT TERHADAP PEMEROLEHAN BELAJAR MENGHITUNG VOLUME KUBUS DI KELAS V SDN 03 TEMPUNAK KABUPATEN SINTANG.

BAB I PENDAHULUAN. SMK-Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Tanjungsari merupakan. sekolah menengah kejuruan pertanian dengan salah satu kompetensi

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Perkembangan Multimedia dalam Bidang Pendidikan

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TGT (Team Games Tournament) YANG DILENGKAPI DENGAN MEDIA POWER POINT DAN DESTINASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR

ANIMASI SISTEM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN FLASH CS3 TUGAS AKHIR

Pendekatan Pembelajaran Metacognitive Scaffolding dengan Memanfaatkan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa SMA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. adanya perubahan tingkah laku pada dirinya, menyangkut perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. banyak digunakan sebagai media menyampaikan informasi. Di dunia pendidikan peranan animasi begitu penting dalam menyampaikan

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman atau latihan. Perubahan perilaku yang terjadi setelah belajar bisa. sesuatu, dan perilaku lainnya (Khairani, 2013).

II. TINJAUAN PUSTAKA. medium secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR TEKNOLOGI MOTOR BENSIN MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF FT UNY MELALUI QUIZ HARIAN. Oleh: Lilik Chaerul Yuswono.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Poppy Septiandari, 2013

TINJAUAN MATA KULIAH...

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. demi detik sejak manusia lahir sampai mati. Manusia sejak lahir belajar untuk

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakangPenelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan aktifitas proses belajar mengajar sebagai sarana

II. KERANGKA TEORETIS. Persepsi dalam arti luas menurut Leavitt (2006:27) dapat diartikan Pandangan

Transkripsi:

RINGKASAN Ferry Johnny Sangari, 2017. Kemampuan Pemecahan Masalah Sistem Tenaga Listrik Mahasiswa PTE dengan Pembelajaran Berbasis Multimedia. Disertasi, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Haris A. Syafrudie, M.Pd. (II) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed. (III) Dr. Hary Suswanto, MT. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Sistem Tenaga Listrik, Pembelajaran Berbasis Multimedia. Proses pembelajaran akan lebih efektif jika menggunakan media instruksional yang dikembangkan dalam bentuk visual dan auditori. Ini merupakan konsep pembelajaran multimedia, bahwa manusia dapat belajar secara lebih mudah apabila materi belajar disampaikan dalam bentuk visual dan auditori dibandingkan dengan bahasa lisan. Konsep ini sesuai dengan teori dual-coding, yang menyatakan bahwa mahasiswa akan optimal menerima materi kuliah jika melibatkan asosiasi antara indra penglihatan (visual) dengan indra pendengaran (auditori). Kemampuan pemecahan masalah akan lebih efektif jika proses pembelajaran menggunakan alat bantu multimedia. Pembelajaran berbasis multimedia berlandaskan kepada prinsip tutorial. Multimedia pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan setidaknya enam aspek utama, yaitu: (1) access; (2) cost; (3) technology; (4) interactivity; (5) organization dan (6) novelty. Multimedia berisikan bahan ajar dalam bentuk teks, visual, audio, video dan animasi dengan sasaran kemampuan pemahaman, penalaran, penerapan, analisis dan pemecahan masalah. Materi pembelajaran sistem tenaga listrik terdiri dari konsep abstrak dan konkret. Untuk lebih meningkatkan pemahaman konsep-konsep abstrak diperlukan multimedia dalam pembelajaran. Tujuan penelitian secara rinci adalah mengungkapkan kemampuan pemecahan masalah sistem tenaga listrik mahasiswa PTE dengan pembelajaran berbasis multimedia. Subyek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana subyek penelitian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran berbasis multimedia sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan atau mengunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berbentuk instrumen tes yang terdiri dari tes obyektif sebagai tes awal (pretes) dan tes esai (uraian) sebagai tes akhir untuk mengukur hasil belajar pemecahan masalah sistem tenaga listrik mahasiswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis multimedia lebih unggul dari pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar sistem tenaga listrik mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa hal yang perlu

disampaikan: dalam penelitian ini hanya dilakukan penelitian terbatas pada well structured problems dan moderately structured problems dalam mata kuliah Analisis Sistem Tenaga Listrik yang berisi pengetahuan tentang prosedur dan urutan tindakan, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih menekankan pada ill structured problems, agar dapat memperluas tingkat generalisasi hasil penelitian tersebut.