NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SERAT WASITADARMA

dokumen-dokumen yang mirip
Nilai Pendidikan Moral dalam Serat Pamorring Kawula Gusti dan Relevansinya dalam Kehidupan Sekarang

KAJIAN NILAI MORAL TEMBANG MACAPAT DALAM BUKU MÉGA MENDUNG KARANGAN TÉDJASUSASTRA DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN SEKARANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tentang kehidupan, berbagai buah pikiran, gagasan, ajaran, cerita, paham dan

Alih Kode dan Campur Kode dalam Roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata

KIRNILAI MORAL DALAM NOVEL PELANGI DI ATAS CINTA KARYA CHAERUL AL-ATTAR DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA

AJARAN ETIKA JAWA DI PADEPOKAN PAYUNG AGUNG CILACAP

ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SULUK SUKSMA LELANA KARYA RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA

Nilai Pendidikan Moral dalam Serat Suluk Bodho Karya KGPA Anom Amangkunagara V

ANALISIS NILAI RELIGIUS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SEKUNTUM NAYSILA KARYA M. BUDI ANGGORO DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS X MAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA

Wahyu Aris Aprillianto Universitas Muhammadiyah Purworejo

Kata kunci: kesalahan ejaan, karangan siswa kelas V.

Analisis Kajian Moral dalam Kumpulan Gendhing-Gendhing Lan Lagon Dolanan Karya Ki Narta Sabda

Nilai Moral Dalam Serat Dongeng Asmadaya (Sebuah Tinjauan Filologi Sastra)

Analisis Kesalahan Menulis Karangan Narasi Ragam Krama pada Siswa Kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang

BAB I PENDAHULUAN. bahasa, dan sastra (Baried, 1983: 4). Cipta sastra yang termuat dalam naskah,

ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA

Nilai Moral dalam Serat NitipranaKarangan Raden Ngabehi Yasadipura

KAJIAN STRUKTURAL DALAM SERAT PARARATON: KEN ANGROK

KAJIAN SEMIOTIK DALAM KUMPULAN GEGURITAN PADA MAJALAH DJAKA LODANG EDISI TAHUN 2011

Analisis Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif dalam Novel Kembang Saka Persi Karya Soebagijo I. N.

Oleh: Aji Dwi Prasetyo, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia ABSTRAK

ABSTRAK. Kata kunci : kesalahan kebahasaan, surat dinas, pemerintahan desa grugu.

BAB I PENDAHULUAN. tingkah laku manusia dengan adanya norma-norma tertentu yang harus

Analisis Nilai Moral Rubrik Wacan Bocah dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni-Desember 2013 dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang

Nilai Moral dalam Kumpulan Cerkak Usada Kang Pungkasan karya Sukardo Hadisukarno

ABSTRAK. Kata kunci : unsur intrinsik, nilai moral, bahan pembelajaran sastra

TRANSLITERASI. Pengertian Transliterasi. Manfaat Transliterasi. Metode Transliterasi. Masalah-Masalah Transliterasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Oleh: Dwi Astuti Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

Analisis Semiotik Syair-Syair Tembang Campursari karya Didi Kempot pada Volume 1, 2, 3

KAJIAN NILAI PENDIDIKAN MORAL PADA KUMPULAN GEGURITAN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT TERBITAN TAHUN 2012 DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN SEKARANG

PATHISARI. Wosing těmbung: Sěrat Pangracutan, suntingan lan jarwanipun teks, kalěpasan.

Kajian Etika dan Estetika dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 karya Ki Padma Sujana

ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA

Analisis Gaya Bahasa dan Ajaran Moral dalam Antologi Geguritan Sapu (Antologi Geguritan lan Esai Bengkel Bahasa dan Sastra Jawa 2012)

Analisis Struktural Objektif Cerita Sambung Rembulan Wungu Karya Ardini Pangastuti dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Maret-Juli 2011

Campur Kode pada Tuturan Siswa dalam Proses Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas XI di SMK Batik Sakti 1 Kebumen

Analisis Nilai Moral dalam Serat Sana Sunu Karya Raden Ngabehi Yasadipura II

NILAI MORAL DALAM NOVEL MENEBUS IMPIAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Emas Sumawur Ing Baluarti Karya Partini B

BAB I PENDAHULUAN. bangunan besar, benda-benda budaya, dan karya-karya sastra. Karya sastra tulis

ANALISIS DIKSI DAN KONSEP SEMANTIK MANTRA DALAM PRIMBON ADJIMANTRAWARA TERBITAN SOEMODIDJOJO MAHADEWA

DEIKSIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 2 SRAGEN

Nilai Moral dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang

PENGGUNAAN BAHASA JAWA PADA ANAK USIA 8 DAN 9 TAHUN DI DESA LUNDONG KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN

Oleh: Nurul Habibah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

ANALISIS STRUKTURAL DAN MORALITAS TOKOH DALAM DONGENG PUTRI ARUM DALU KARANGAN DHANU PRIYO PRABOWO

ANALISIS BENTUK TINDAK TUTUR PADA NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE-LIYE. Naskah Publikasi

NILAI MORAL NOVEL KUTITIPKAN AZEL KEPADAMU KARYA ZAYYADI ALWY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

: SUNTINGAN TEKS BESERTA KAJIAN PRAGMATIK

Analisis Kesalahan Kebahasaan pada Lembar Kerja Siswa Kuncaraning Widya Bagelen Kelas X SMA Kabupaten Purworejo

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN PELESTARIAN BUDAYA DAERAH MELALUI PERTUNJUKAN KETHOPRAK

ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL MERENGKUH CITA MERAJUT ASA KARYA ARIF YS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

BAB I PENDAHULUAN. Suatu negara atau kerajaan tentu mempunyai sistem hirarki dalam

ANALISIS MAKNA DALAM KATA MUTIARA PADA ACARA TELEVISI HITAM PUTIH DI TRANS7 BULAN AGUSTUS 2011: TINJAUAN SEMANTIK NASKAH PUBLIKASI

TINJAUAN FILOLOGI DAN AJARAN MORAL DALAM SÊRAT DRIYABRATA

ANALISIS SEMIOTIK TEKSKIDUNG RUMEKSA ING WENGI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya. Salah satu kekayaan yang

Etika dan Estetika Tembang Campursari Album VCD Karaoke Hits Campursari Volume 2 Oleh Cak Diqin

ANALISIS SEMANTIK PUISI TINTRIM KARYA LELANA BRATA DALAM ANTOLOGI GEGURIT SEWINDU PUSTAKA CANDRA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMK

Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Ngulandara Karya Margana Djajaatmadja

Analisis Psikologi dan Nilai Moral Roman Ketanggor dalam Trilogi Kelangan Satang Karya Suparto Brata

BAB II LANDASAN TEORI. masyarakat itu sendiri. Akan tetapi, masyarakat itu sangatlah kompleks. Untuk menjadikan

PENDIDIKAN UNTUK ANAK DALAM SERAT BRATASUNU

BAB II KAJIAN TEORI. Filologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu philos yang

KAJIAN SEMIOTIK SYAIR SINDHEN BEDHAYA KETAWANG PADA NASKAH SERAT SINDHEN BEDHAYA

Oleh: Mukhlisotun Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

Analisis Kesalahan Kalimat Teks Pidato Berbahasa Jawa Siswa Kelas IX di SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang Tahun Pembelajaran 2014/2015

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak hanya berupa arca atau prasasti, tetapi juga dapat berasal dari naskahnaskah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS)

Nilai Moral dan Relevansinya dalam Serat Jaladara Rabi Karya Ki Reditanaya

BAB I PENDAHULUAN. dapat berupa benda (tangible culture) atau budaya-budaya non-benda (intangible

STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL BAHASA JAWA SMP/SMPLB/MTs PROVINSI JAWA TENGAH

ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL DALAM NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. Tg. JASAWIDAGDA

SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM ROMAN KADURAKAN ING NGISOR DRINGU KARYA SUPARTO BRATA

ETIKA DAN ESTETIKA DALAM NOVEL RANGSANG TUBAN KARYA PADMASUSASTRA

BAB I PENDAHULUAN. dipandang sebagai cipta sastra karena teks yang terdapat dalam teks mengungkapkan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NONSASTRA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE PQRST

Analisis Semantik Geguritan dalam Majalah Panjebar Semangat Periode Januari-Juli 2013 Edisi 1-30

KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA

Pendidikan Karakter Berbasis Moral dalam Novel Eliana Karya Tere Liye dan Pembelajarannya di Kelas XII SMK

ABSTRAK. Kata kunci : kesalahan kebahasaan, surat dinas, pengadilan negeri kabupaten wonosobo

BAB I PENDAHULUAN. bagi kehidupan, karena dapat memberi kesadaran kepada pembaca tentang

BAB I PENDAHULUAN. Jika kita membaca berbagai macam karya sastra Jawa, maka di antaranya ada

BAB I PENDAHULUAN. dapat dibaca dalam peningglan-peninggalan yang berupa tulisan.

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

KAJIAN KOHESI DAN KOHERENSI DALAM NOVEL KADURAKAN ING KIDUL DRINGU KARYA SUPARTO BRATA

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MORAL DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE DAN PEMBELAJARANNYA PADA KELAS XI SMA

BAB I PENDAHULUAN. pikir manusia demi menunjang keberlangsungan hidupnya. Dalam Kamus Besar

Analisis Kesalahan Ortografi dalam Karangan Narasi Berbahasa Jawa Siswa Kelas XI di SMA N 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013

NILAI MORAL DALAM NOVEL SUJUD NISA DI KAKI TAHAJUD SUBUH KARYA KARTINI NAINGGOLAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

Analisis Morfo-Semantis Jeneng Tuwa Masyarakat Jawa di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen

RANCANGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG BAHASA, SASTRA, DAN AKSARA JAWA

Analisis Sapaan Dalam Novel Gumuk Sandhi Karya Poerwadhie Atmodihardjo

PENGEMBANGAN DUNIA HIDROKARBON UNTUK MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TESIS

BAB II KAJIAN TEORI. A. Pengertian Filologi. kebudayaan suatu bangsa melalui teks-teks tertulis di dalam naskah-naskah klasik

ANALISIS SEMIOTIK SYAIR-SYAIR TEMBANG CAMPURSARI KARYA MANTHOUS

Transkripsi:

NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SERAT WASITADARMA Oleh: Mutiara Wandan Sari program studi pendidikan bahasa dan sastra jawa kenzoarafa@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) deskripsi Serat Wasitadarma; (2) transliterasi Serat Wasitadarma; (3) nilai moral yang ada pada Serat Wasitadarma; dan (4) relevansi Serat Wasitadarma terhadap kehidupan sekarang. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu dekskriptif kualitatif dengan metode teknik pustaka dan pendekatan filologi. Sumber data penelitian ini adalah Serat Wasitadarma yang disimpan di museum Sonobudoyo Yogyakarta dengan nomor kodeks PB A.262, data penelitian ini berupa syair tembang macapat. Tempat penelitian yaitu Museum Sonobudoyo Yogyakarta bagian perpustakaan, waktu penelitian 9 bulan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Penelitian ini membahas deskripsi naskah Serat Wasitadarma, transliterasi naskah Serat Wasitadarma, nilai pendidikan moral dalam Serat Wasitadarma, dan Relevansinya terhadap kehidupan sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam naskah Serat Wasitadarma mengandung nilai moral, yaitu nasihat seorang bapak kepada putrinya. Transliterasi naskah Serat Wasitadarma menggunkan transliterasi ortografis. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam SW adalah: 1) moralitas hubungan manusia dengan Tuhan yaitu, percaya bahwa Tuhan maha adil; dan 2) moralitas hubungan manusia dengan sesama manusia, yaitu a) moralitas hubungan orang tua terhadap anak, meliputi: menasehati anak agar menjadi anak yang baik hati; perilaku seorang istri yang baik meliputi: patuh/ berbakti kepada suami, tidak boleh marah dan membuat suami bersedih, dan memiliki tatakrama yang baik. Relevansi terhadap kehidupan sekarang meliputi: 1) orang tua menasihati anak agar menjadi anak yang baik; 2) seorang istri harus patuh kepada suaminya; dan 3) seseorang harus memiliki kasih sayang yang besar terhadap sesama. Kata Kunci : nilai moral, Serat Wasitadarma, relevansi Moralitas dalam karya sastra dapat berbentuk tingkah laku yang sesuai dengan kesusilaan, budi pekerti, dan akhlak yang mulia. Melalui karya sastra, pembaca dapat mengambil hikmah dari pesan-pesan yang diamanatkan. Karya sastra Jawa merupakan suatu karya tulis yang menggunakan bahasa Jawa sebagai media penulisannya, baik bahasa Jawa Kuna, bahasa Jawa Pertengahan, maupun bahasa Jawa Baru atau modern. Sastra tulis merupakan karya sastra yang diwariskan melalui tulisan-tulisan resmi, baik berupa prasasti ataupun naskah. Naskah pada dasarnya merupakan sarana komunikasi antara penulis Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 48

yang merupakan bagian pemilik kebudayaan masa lalu dan pembaca di masa kemudian (Saputra, 2008: 26). Serat Wasitadarma merupakan salah satu karya sastra Jawa yang berupa naskah, dan disimpan di Perpustakaan MSB Yogyakarta. Untuk menggali informasi isi kandungan naskah tersebut dengan cara dialihbahasakan, diterjemahkan dan dianalisis isinya agar dapat dipahami ajaranajaran moral yang ada sebagai tuntunan tingkah laku manusia pada masa kini. Permasalahan yang dibahas yaitu deskripsi naskah, transliterasi naskah, nilai moral yang terkandung dalam naskah, dan relevansinya terhadap kehidupan sekarang. Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan yang akan dicapai adalah untuk mendiskripsikan (1) Serat Wasitadarma; (2) transliterasi Serat Wasitadarma; (3) nilai-nilai pendidikan moral yang terdapat dalam Serat Wasitadarma; dan (4) relevansi terhadap kehidupan sekarang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penelitian teknik pustaka dan pendekatan filologi. Sumber data menurut Arikunto (2010: 172) adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dalam penelitian ini adalah Serat Wasitadarma koleksi MSB bagian perpustakaan dengan nomor koleksi PB A. 262, data penelitian ini adalah syair tembang macapat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Teknik pustaka adalah mempergunakan sumbersumber tertulis untuk memperoleh data (Subroto, 1992: 42). Teknik catat menurut Sudaryanto (1993: 135), adalah catatan pada kartu yang segera dilanjutkan dengan klasifikasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan dikategorikan sesuai nilai hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama manusia. Secara etimologi kata wasita berasal dari bahasa Kawi yang berarti pitutur atau wewarah, sedangkan darma berasal dari bahasa Jawa Kuna yang berarti nindakake apa-apa mung marga netepi kawajibane. Kata Wasitadarma dapat diartikan nindakake pitutur amarga netepi kawajiban yaitu memberi nasihat Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 49

karena nasihat itu merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Isi kandungan naskah ini, menceritakan tentang nasihat dari seorang bapak kepada putrinya yang akan menjalani kehidupan berumah tangga. Hal tersebut bertujuan agar kehidupan rumah tangganya selalu bahagia dan selamat dunia dan akhirat. Transliterasi atau disebut juga alih aksara menurut Saputra (2008: 98) merupakan tujuan utama kerja filologi yaitu pengubahan suatu sistem aksara berikut ejaan dan tanda-tandanya ke sistem aksara yang lain. Transliterasi ortografis yaitu pengalihan huruf dari huruf Jawa ke huruf Latin dengan berpedoman pada sistem tulisan Latin atau sesuai dengan EYD. Transliterasi ortografis dilakukan dengan cara mengalih aksarakan dengan menambah tanda baca yang sesuai dengan konteks kalimatnya, membuat huruf besar dan kecil, serta membetulkan kesalahan bacaan pada naskah. Nilai Pendidikan Moral dalam Serat Wasitadarma dapat dibagi menjadi dua: (a) NPM hubungan manusia dengan Tuhan yakni Percaya bahwa Tuhan maha adil pada pupuh Dhandanggula pada 17, kutipan kalimatnya Lire ampuh kataken kinapti, kang pininta sipating Hyang sukma, murah asih nekakake, tinimbang adilipun lire adil lasung nekani, temen dora paminta, boboting tyas suhu, myang bobott doraning driya, wus tinimbang kalawan adhiling widhi sarambut tan sulaya. Bila ingin menjadi wanita yang hebat maka mintalah pada Hyang Sukma yang senantiasa memiliki kasih sayang kepada sesama menimbang keadilan yang selalu mengabulkan permintaan dalam hati pada kemarahan hatimu dan janganlah kamu mengeluh pada keadilan yang telah diberikan oleh Nya. Pada kutipan tersebut, terdapat nasihat agar percaya pada keadilan Allah. Nasihat itu dijelaskan bahwa Tuhan maha adil dalam membagi segala sesuatu; (b) NPM hubungan manusia dengan sesama yakni moralitas hubungan orang tua terhadap anak yaitu: menasihati anak dengan tekun agar anak menjadi baik hati, dalam Serat Wasitadarma terdapat pada pupuh Dhandanggula pada 2, kutipan kalimatnya Kudu amung prawiteng sudarmi, kang prawita guru tegesira, sudarma bapa tegese, marmanta bapa gendhuk, Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 50

ingaranan mau sudarmi, suluwih (2) tegesira, darma tegesipun, becik dadi mangsudira, luwih becik bapa mau marang siwi, luwih becik tegesnya. Wanita itu harus berhati lembut, untuk mengajarkan padamu menjadi seperti itu maka bergurulah, Bapak yang akan menjadi gurumu nak artinya berhati lembut itu adalah memiliki hati yang sangat baik, bapak bermaksud baik untuk menuntunmu agar menjadi lebih baik. Dijelaskan bahwa seorang bapak yang sangat menyayangi putrinya maka sang bapak akan menjadi seorang guru untuk memberikan nasihat kepada putrinya agar sang anak menjadi wanita yang lebih baik; dan perilaku seorang istri yang baik melipiti: 1) Patuh/ berbakti kepada suami terdapat pada pupuh Dhandanggula pada 5, kutipan kalimatnya Mungguh janma manudya yen uwis, darbe garwa garweku dumadya, prawita guru tegese, (3) dene tegese guru, ingkang kudu den atut wuri, bapa ibu myang kadang, werda nom myang jalu, lan kadang pawestri werda, nanging nini kabeh mau wong ngaurip, anata kalanira. Manusia yang sudah mapan itu apabila sudah memiliki pasangan hidup atau menjadi suami ia akan menjadi guru, artinya guru adalah orang yang harus dianut dan dipatuhi yaitu seorang bapak dan ibu kepada para saudara muda priya dan juga wanita, tetapi dalam hidup manusia ini ada kalanya tidak seperti yang kita inginkan. Kutipan tersebut berisi nasihat, istri yang dinilai memiliki kepribadian baik, yaitu istri yang patuh dan berbakti kepada suaminya; 2) Tidak boleh marah dan membuat suami bersedih, terdapat dalam pupuh Dhandhanggula pada 19, kutipan kalimatnya Lawan tresna lire wedi nini, nora wani sira dhingin ana, sabarang narwa karsane, lire asih punika, kahanane karsanta nini, kang babar seneng bungah, pamikir mring kaliring, busana dhahar saminya, myang ngladeni den prigel wekel ta nini, lire tresna wruhanta. Kasih sayangmu samakanlah dengan rasa takutmu jangan sekali-kali kamu berani menolak apa yang diinginkannya, kasih sayangmu itu harus selalu ada untuk nya itulah yang dapat membuat hati suamimu menjadi senang, demikian pula bila berpakaian haruslah yang pantas itu akan membuat nyaman dalam pikiran,dalam melayani harus terampil sebagai tanda kasih sayang yang tulus. Kutipan tersebut menjelaskan nasihat agar seorang istri harus takut atau tunduk kepada Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 51

suaminya; 3) Memiliki tata krama yang baik, terdapat pada pupuh Dhandanggula, pada 12, kutipan kalimatnya Nora kena degsura ing dhiri, kudu andhap asor raganira, bisa mapanken empane lan masa kalanipaun, aja kongsi aselang titih den tata myang den krama, angempera gendhuk, trah ngeksiganda lirira, kang ngingaran bujuk mataram puniki, traping tembung den bisa. Tidak boleh kurang ajar atau menyombongkan diri sendiri, harus selalu merendahkan hati dan bisa menempatkan dalam berbagai keadaan, jangan pernah bersikap keras di dalam rumah tangga, jadilah orang yang suka merendah nak, karena kamu itu menjadi panutan pada trah di Mataram ini maka harus bisa bertutur kata yang baik. Nasihat tersebut menjelaskan agar seseorang memilki tatakrama yang baik dalam setiap segi kehidupan. Relevansi Isi Serat Wasitadarma dengan Kehidupan Sekarang yaitu: (a) menasihati anak agar menjadi orang yang baik hati, pada pupuh Dhandhanggula pada 2, kutipan kalimatnya Kudu amung prawiteng sudarmi, kang prawita guru tegesira, sudarma bapa tegese, marmanta bapa gendhuk, ingaranan mau sudarmi, suluwih (2) tegesira, darma tegesipun, becik dadi mangsudira, luwih becik bapa mau marang siwi, luwih becik tegesnya. Wanita itu harus berhati lembut, untuk mengajarkan padamu menjadi seperti itu maka bergurulah, Bapak yang akan menjadi gurumu nak artinya berhati lembut itu adalah memiliki hati yang sangat baik, bapak bermaksud baik untuk menuntunmu agar menjadi lebih baik. Uraian tersebut masih relevan dengan kehidupan sekarang. Dari jaman dahulu hingga sekarang, orang tua itu pasti memiliki rasa kasih sayang terhadap anaknya sehingga, orang tua selalu ingin anaknya menjadi orang yang baik dan benar; (2) seorang istri haruslah patuh kepada suaminya, pada pupuh Kinanthi pada 4,kutipan kalimatnya Gedhingkring amangkruk-mangkruk, jaluk kudu den ajeni, linuhurna ing babasan, kalawan denya pepeki, iku murka kawibawan,dene murkaning kamukten. Haruslah tundhuk dan patuh terhadap apapun yang dikehendakinya hal itu merupakan budi yang luhur, namun bila kamu tidak memenuhinya maka kamu sama saja memurkai kewibawaan dan murka pada kebaikan. kutipan tersebut masih relevan dengan kehidupan sekarang, seorang Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 52

suami merupakan kepala keluarga yang harus dipatuhi; (c) memiliki rasa kasih sayang yang besar terhadap sesama terdapat pada pupuh Dhandhanggula pada 11, kutipan kalimatnya Sugih singgih bungah seneng ati, mungguh pasal ingkang kaping tiga, sumurupa sira angger, upama sira gendhuk, yen tinitah sugih myang singgih, bungah senenging driya, kudu duwe laku, sugih lakune tyas lilan, asih marang pekir miskin den wewehi, mungguh singgih lakune. Kaya akan kebahagiaan dalam hati merupakan bab yang ketiga, kamu harus bisa melihat apabila kamu memiliki kekayaan hati maka kamu akan merasakan kebahagiaan maka milikilah perilaku yang iklas dalam hati dan mempunyai belas kasih kepada fakir miskin begitulah yang dinamakan kebahagiaan dalam hidup. Kutipan ini merupakan nasihat yang luhur dan relevan, kebaikan dan rasa kasih sayang kepada sesama merupakan hal yang utama dalam menjalani hidup ini, karena di dunia, manusia hidup berdampingan dan tidak dapat hidup sendiri. Serat Wasitadarma mengandung nilai moral yang luhur dan relevan terhada kehiduan sekarang. Sarannya adalah meskipun modernisasi dan globalisasi telah mengubah pandangan hidup masyarakat sekarang, sebaiknya kita tetap menjaga, melestarikan, dan menjalankan nilai yang baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Asdi Mahasatya. Saputra, Karsono. 2008. Pengantar Filologi Jawa. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Subroto, Edi. 1992. Pengantar Metoda Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 53