BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian bulan Desember 2011 hingga Februari 2012.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi

BAB III METODE PENELITIAN. laboratoris murni yang dilakukan secara in vitro. Yogyakarta dan bahan uji berupa ekstrak daun pare (Momordica charantia)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat,

BAB III METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman Fakultas

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian

BAB III METODE PENELITIAN. Nazir (1999: 74), penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 7 perlakuan

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan di halaman

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian tentang pemanfaatan kunyit putih (Curcuma mangga Val.) pada

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Asam Jawa (Tamarindus indica L) yang diujikan pada bakteri P. gingivalis.

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

bio.unsoed.ac.id MATERI DAN METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Materi Penelitian 1.1. Bahan Penelitian

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25

BAB III METODE PENELITIAN. dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampai bulan November 2009

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksplorasi dengan cara menggunakan isolasi jamur endofit dari akar kentang

BAB III METODE PENELITIAN. dan tingkat kerusakan dinding sel pada jamur Candida albicans merupakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan dengan menggunakan

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 hingga Februari tahun

BAB III METODOLOGI. III. 1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan sabun pencuci piring ialah :

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen karena dalam

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

Laporan Tugas Akhir Inovasi Pembuatan Free Germs Hand sanitizer (Fertz) yang Praktis dan Ekonomis dari Ekstrak Daun Kersen BAB III METODOLOGI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan (Mei - Juni) bertempat di

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL ). Perlakuan yang diberikan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas

BAB III METODOLOGI. Laporan Tugas Akhir Pembuatan Mouthwash dari Daun Sirih (Piper betle L.)

BAB III METODE PENELITIAN. lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN. reaksi, piring kultur sel atau di luar tubuh makhluk hidup, syarat penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PERCOBAAN. Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu perlakuan jenis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan Peremajaan Aktinomiset dari Kultur Penyimpanan Perbanyakan Sclerotium rolfsii dari Kultur Penyimpanan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2016.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2012 pukul WITA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experiment dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit

BAB III METODE PENELITIAN. Pembuatan ekstrak buah A. comosusdan pembuatan hand sanitizerdilakukan

MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Plant Physiology and Culture

No Nama Alat Merk/Tipe Kegunaan Tempat 1. Beaker glass Pyrex Tempat membuat media PDA

BAHAN DAN METODE. Pembiakan P. fluorescens dari Kultur Penyimpanan

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek pada penelitian ini adalah bakteri Enterococcus faecalis yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2011

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman dan Laboratorium

BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorium dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Februari 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan berdasarkan metode Experimental dengan meneliti

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan the post test only controlled group design (Taufiqurahman, 2004).

BAB III. METODE PENELITIAN

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat Dan Waktu Penelitian. Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian dilakukan selama

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Tanaman Industri dan Penyegar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2012

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Botani, Fakultas Matematika dan Ilmu

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. mengujikan L. plantarum dan L. fermentum terhadap silase rumput Kalanjana.

bio.unsoed.ac.id METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian

bio.unsoed.ac.id III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. MATERI DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan uji daya hambat ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae. Penelitian eksperimen adalah penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research), yaitu kegiatan percobaan (experiment), yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari perlakuan tertentu. Percobaan ini berupa perlakuan atau intervensi terhadap suatu variable dan menyediakan kontrol sebagai perbandingan. Dari perlakuan tersebut diharapkan terjadi perubahan atau pengaruh terhadap variable yang lain (Notoatmodlo, 2010 dalam Dewi, 2015 hlm 21). Penelitian ini menggunakan teknik Dilusi yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan ekstrak bawang putih (Allium sativum) dapat dijadikan sebagai fungisida alami dalam mengendalikan pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae penyebab penyakit busuk batang (Diplodia) pada tanaman jeruk. B. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) menggunakan teknik dilusi dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Prinsip teknik dilusi adalah larutan uji diencerkan hingga diperoleh beberapa konsentrasi. Pada dilusi padat, tiap konsentrasi larutan uji dicampurkan ke dalam media agar. Setelah padat kemudian ditanami jamur Botryodiplodia theobromae kemudian diinkubasi di dalam incubator pada suhu 28 o C dan diamati pertumbuhan diameter koloni jamur Botryodiplodia theobromae (mm). Untuk menentukan pengulangan menggunakan rumus Fereder yaitu sebagai berikut: (t-1)(r-1) 15 (6-1)(r-1) 15 5(r-1) 15 27

28 5r-5 15 5r 20 r = 4 keterangan: t = Treatment (jumlah perlakuan) r = Replication (jumlah pengulangan) perlakuan yang digunakan yaitu dengan memberikan beberapa konsentrasi ekstrak bawang putih yaitu: 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan kontrol menggunakan aquades yang dilakukan secara in vitro. Penelitian ini perlu adanya suatu desain penelitian, berikut ini adalah desain penempatan plot sampel Botryodiplodia theobromae yang diberi perlakuan dengan perbedaan konsentrasi ekstraksi bawang putih dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut: Tabel 3.1 Desain Penelitian Pengulangan Perlakuan PL1 PL2 PL3 PL4 PL5 PL6 1 60% K K 30% 40% 30% 2 50% 40% 50% K 60% 40% 3 K 70% 70% 60% 70% 60% 4 50% 50% 30% 40% 30% 70% Keterangan: K : Aquades (kontrol) PL : Perlakuan Dalam % : Konsentrasi Ekstrak Bawang Putih 1 4 : Pengulangan C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek pada penelitian ini yaitu ekstrak bawang putih (Allium sativum) sebagai fungisida yang telah diekstrasikan yang akan digunakan pada

29 konsenterasi 30%, 40%, 50%, 60%, dan 70% dan kontrol menggunakan aquades. 2. Objek penelitian yaitu jamur Botryodiplodia theobromae, dengan cara menginokulasikan jamur Botryodiplodia theobromae pada PDA yang telah di campur dengan ekstrak bawang putih dalam cawan pertri kemudian diinokulasi dalam incubator pada suhu 28 o C. a. Waktu dan Tempat Penelitian uji mikrobiologi (uji in vitro penghambatan pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae) dilakukan pada bulan Mei 2017 hingga Juni 2017 di Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Univesitas Pasundan Bandung. b. Alat dan bahan Dibawah ini merupakan alat dan bahan yang digunakan dalam proses penelitian, yaitu sebagai berikut : 1) Alat Tabel 3.2 Alat yang digunakan dalam penelitian No Nama Alat Kegunaan Spesifikasi Jumlah 1 Cawan perti Digunakan untuk menyimpan bahan Diameter 10 25 buah kimia, mikrobiologi. 2 Kertas saring Digunakan Ukuran 1 buah memisahkan partikel suspensi dengan cairan. 58x58 cm 3 Toples Digunakan untuk 2000 ml, 3 buah menyimpan ekstrak bawang putih dalam proses maserasi. 3000 ml 4 Beaker glass wadah / tempat penampung untuk mengaduk, mencampur, dan 250 ml, 1000 ml, 2000 ml 3 buah

30 memanaskan cairan yang digunakan dilaboratorium. 5 Pipet tetes Digunakan untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. 6 Gelas ukur Digunakan untuk mengukur cairan. 7 Ose Digunakan untuk memindahkan jamur kedalam cawan perti. 8 Labu Digunakan untuk erlenmeyer mengukur dan mencampur bahan bahan analisa. 9 Bunsen Digunakan untuk proses sterilisasi. 10 Inkubator Sebagai tempat inkubasi. 11 Autoclave Untuk mensterilisasi suatu benda atau media. 12 Blender Digunakan untuk menghaluskan spesimen / untuk pembuatan serbuk simplisia. 13 Korek api Digunakan untuk menyalakan bunsen. 14 Masker Digunakan untuk menjaga kebersihan Kaca dan 3 buah karet 10 ml, 250 3 buah ml, 500 ml - 1 buah 1000 ml 1 buah Kaca dan 1 buah spirtus 28 C 1 buah 121 C 1 buah 2 liter 1 buah kayu 1 buah Kain 1 buah

31 dan alat pelindung. 15 Jas lab Digunakan untuk menjaga kebersihan dan alat pelindung 16 Sarung tangan Digunakan untuk menjaga kebersihan/alat pelindung. 17 Kamera Digunakan untuk mengambil gambar sebagai dokumentasi. 18 Penggaris Digunakan untuk mengukur panjang / luas 19 Pisau Digunakan untuk memotong 20 Baki plastik Digunakan untuk menyimpan spesimen 21 Kertas label Digunakan untuk penamaan atau tanda 22 Rotatory Alat untuk pemisahan evaporator dari bahan padat maupun cair 23 Batang Digunakan untuk pengaduk mencampur bahan kimia 24 Alumunium Untuk menutup / foil melindungi spesimen 25 Timbangan Digunakan untuk menimbang bahan 26 pembolong Digunakan untuk gabus membuat bolongan kain 1 buah karet 1 pasang Optik 1 bauh Panjang 30 1 buah cm besi 1 buah plastik 1 buah kertas secuku pnya 40 C 1 buah Panjang 20 1 buah cm 1 gulung Digital 1 buah Diameter 5 1 buah mm

32 pada jamur Botryodiplodia theobromae. 27 Stirrer Digunakan untuk besi,tembaga 1 buah menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan 28 Oven Alat pemanas tertutup besi 1 buah 29 Spatula Alat untuk Alumunium 1 buah mengambil objek 30 Corong Alat untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah Diameter 75 mm 1 buah 2) Bahan Tabel 3.3 Bahan yang digunakan No Nama Bahan Spesifikasi Jumlah 1 Bawang putih (Allium sativum) Ekstrak 500 gram 2 Jamur Botryodiplodia theobromae Jamur Secukupnya 3 Etanol 70% Cair 2500 ml 4 Aquades Cair 2000 ml 5 PDA (Potato Dextrose Agar) Serbuk 40 gram c. Bahan yang di Uji Bawang putih yang masih segar sebanyak 1 kg dilakukan pemisahan umbi dari kulit pembungkusnya. Selanjutnya bawang putih dipotong kecil-kecil untuk memperbesar luas permukaan sehingga mempercepat proses pengeringan dan mempermudah penggilingan. Bawang putih dikeringkan di bawah terik sinar

33 matahari secara tidak langsung agar kandungan senyawa kimia yang terpadat pada umbi bawang putih tidak mengalami kerusakan. Kemudian umbi bawang putih ditata dalam Loyang dengan ketebalan rata dan dimasukkan ke dalam oven pada suhu 38 o C untuk memaksimalkan proses pengeringan. Bawang putih yang telah kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penggeling (Blender) sehingga diperoleh serbuk yang kecil dan halus. Kemudian serbuk bawang putih diekstrakan dengan cara maserasi. Sebanyak 500 gram serbuk bawang putih (Allium sativum) dimasukkan kedalam toples besar dan ditambahkan 2500 ml etanol 70% kemudian di rendam selama 24 jam. Kemudian setalah 24 jam dalam perendaman simplisia bawang putih disaring dengan menggunakan kertas saring dan ampas yang diperoleh dimaserasi kembali dengan pelarut yang sama etanol 70%. Tahap dilakukan hanya 1 kali sesuai kebutuhan filtratnya dalam penelitian. Filtrat hasil maserasi dievavoporasi dengan rotary evaporator pada suhu 40 0 C sampai didapatkan ekstrak pekatnya. d. Sampel Penelitian Sampel pada penelitian skripsi ini adalah jamur Botryodiplodia theobromae yang diinokulasikan pada media PDA (Potato Dextrose Agar) yang telah dicampurkan oleh ekstrak bawang putih (Allium sativum) berada pada cawan petri. D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Observasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek yang diteliti. Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi/berlangsungnya peristiwa. 2. Instrumen Penelitian Pada prinsipnya penelitian adalah melakukan sebuah pengukuran terhadap suatu fenomena sosial dan maupun alam. Karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan sebuah pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Menurut Nurhasan dan Hasanudin (Setiadi, 2013 hlm 39) menjelaskan bahwa pengkuran

34 adalah proses pengumpulan data atau informasi dari suatu objek tertentu, dengan bantuan alat ukur. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Untuk memperoleh data yang akurat seorang peneliti harus menggunakan alat atau instrumen yang dapat membantu untuk mempermudah jalannya penelitian. Instrumen pada penelitian ini adalah jangka sorong dan penggaris yang berfungsi untuk mengukur pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae. Hasil pengukuran diameter kolini jamur Botryodiplodia theobromae seperti di Tabel berikut:

35 Tabel 3.4 Hasil Pengamatan Diameter Koloni Jamur Botryodiplodia theobromae (mm) Perlakuan Kontrol 30% 40% 50% 60% 70% Pengulangan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Hari ke-1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-2 25 31 35 40 5 6 8 5 3 4 5 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-3 40 45 50 55 10 13 15 15 5 8 10 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-4 55 60 65 70 15 20 23 24 10 12 14 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-5 70 75 80 80 20 25 30 30 14 16 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-6 83 84 85 85 26 30 36 35 20 22 25 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Hari ke-7 85 85 85 85 32 35 34 35 25 28 30 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

36 Tabel 3.5 Hasil Pengamatan Rata-Rata Diameter Pertumbuhan Koloni Jamur Botryodiplodia theobromae (mm) perhari Diameter Pertumbuhan Koloni (mm) Pengulangan Perlakuan dengan beberapa konsentrasi kontrol 30% 40% 50% 60% 70% 1 51.14 15.42 10.71 0 0 0 2 54.28 18.42 12.85 0 0 0 3 57.14 20.85 14.85 0 0 0 4 59.28 20.57 14.85 0 0 0 Rata-rata 55.46 18.82 13.32 0 0 0 E. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, jika hasilnya terdapat perbedaan yang signitifikan maka dilanjutkan uji ANOVA one-way dan uji lanjutan menggunakan Tukey tetapi bila hasilnya tidak signitifikan maka dilanjutkan dengan uji non parametric yaitu pengujian Kruskal-Wallis dan Mann Whitney untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan yang diajukan pada bahan. Analisis data menggunakan uji statistik dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Science versi 24.0 for windows (SPSS). F. Prosedur Penelitian 1. Persiapan Sampel Penelitian ini dimulai dengan persiapan sampel, mencari jamur Botryodiplodia theobromae serta membelinya pada salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan bawang putih (Allium sativum) diperoleh dari Pasar Baru, Kota Bandung, Jawa Barat. Selain menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam proses penelitian. 2. Pembuatan Ekstrak Bawang Putih Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk mengekstrak bawang putih (Allium sativum) adalah metode maserasi. Maserasi adalah suatu contoh

37 metode ekstraksi simplisia yang sederhana, yang dilakukan dengan membiarkan padatan terendam dalam suatu pelarut. Proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur kamar (Ditjen POM, 2000 dalam Rahmadani, 2015 hlm. 8). Keuntungan ekstraksi dengan cara maserasi adalah pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana, sedangkan kerugiannya yakni cara pengerjaannya lama, membutuhkan pelarut yang banyak dan penyaringan kurang sempurna Tiwira, dkk, 2011 dalam Rahmadani, 2015 hlm. 8). Pada metode maserasi ini menggunakan pelarut etanol 70%. Sebanyak 500 gram serbuk umbi bawang putih (Allium sativum) yang sebelumnya sudah dihaluskan dimasukkan kedalam toples dan ditambahkan pelarut etanol sebanyak 2500 ml, kemudian di rendam selama 24 jam. Kemudian setalah 24 jam dalam perendaman simplisia bawang putih disaring dengan menggunakan kertas saring dan diperoleh filtrat bawang putih yang disaring sebanyak 2000 ml. Filtrat hasil maserasi dievavoporasi dengan rotary evaporator pada suhu 40 0 C sampai didapatkan ekstrak pekatnya. Hasil proses evavoporasi dengan rotary evaporator sebanyak 400 ml ekstrak pekat bawang putih. 3. Pembuatan Konsentrasi Bawang Putih Konsentrasi larutan bawang putih yang divariasikan dengan menggunakan pelarut aquades steril yaitu 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan kontrol dengan menggunakan larutan aquades. Dalam melakukan perhitungan konsentrasi ekstrak bawang putih digunakan rumus sebagai berikut: M 1. V 1 = M 2. V 2 a. Konsentrasi ekstraksi bawang putih 30% M 1. V 1. = M 2. V 2 100. V 1 = 30. 160 = 48 ml Pembuatan konsentrasi ekstrak bawang putih 30% adalah dengan melarutkan 48 ml ekstrak bawang putih ke dalam 112 ml aquades steril.

38 b. Konsentrasi ekstraksi bawang putih 40% M 1. V 1. = M 2. V 2 100. V 1 = 40. 160 = 64 ml Pembuatan konsentrasi ekstrak bawang putih 40% adalah dengan melarutkan 64 ml ekstrak bawang putih ke dalam 96 ml aquades steril. c. Konsentrasi ekstraksi bawang putih 50% M 1. V 1. = M 2. V 2 100. V 1 = 50. 160 = 80 ml Pembuatan konsentrasi ekstrak bawang putih 50% adalah dengan melarutkan 80 ml ekstrak bawang putih ke dalam 80 ml aquades steril. d. Konsentrasi ekstraksi bawang putih 60% M 1. V 1. = M 2. V 2 100. V 1 = 60. 160 = 96 ml Pembuatan konsentrasi ekstrak bawang putih 60% adalah dengan melarutkan 96 ml ekstrak bawang putih ke dalam 64 ml aquades steril. e. Konsentrasi ekstraksi bawang putih 70% M 1. V 1. = M 2. V 2 100. V 1 = 70. 160 = 112 ml Pembuatan konsentrasi ekstrak bawang putih 70% adalah dengan melarutkan 112 ml ekstrak bawang putih ke dalam 48 ml aquades steril. 4. Sterilisasi Alat Alat alat yang digunakan pada saat penelitian ini dilakukan proses sterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan Autoclave selama 15 20 menit. 5. Pembuatan PDA (Potato Dextrose Agar) Pembuatan PDA (Potato Dextrose Agar) menggunakan PDA yang telah disediakan oleh Laboratorium. Menyiapkan PDA dan menimbangnya sebanyak 40

39 gram, kemudian dituangkan kedalam labu elemeyer. Setelah itu siapkan aquades sebanyak 1000 ml yang telah diukur dengan gelas ukur, kemudian aquades dicampurkan dengan PDA didalam labu elemeyer. Panaskan dan diaduk dengan menggunakan stirrer. Setalah proses pemanasan dan pengadukan selesai, PDA di sterilisasi menggunakan Autoclave dan setelah di sterilisasi PDA dituangkan pada setiap cawan petri. 6. Uji in vitro Penghambatan Pertumbuhan Jamur Botryodiplodia theobromae Pengujian dilakukan dengan menumbuhkan miselium jamur Botryodiplodia theobromae pada media PDA yang telah dicampur dengan larutan ekstrak bawang putih sesuai dengan konsentrasi. PDA cair dengan suhu 40 o C dituangkan ke dalam cawan petri. Kemudian larutan ekstrak dicampurkan ke dalam cawan petri hingga merata dan didiamkan hingga padat. Miselium Botryodiplodia theobromae diambil dengan cara memotong PDA yang telah ditumbuhi biakan murni Botryodiplodia theobromae dengan pemotong media berdiameter 5 mm. Miselium tersebut diinokulasikan pada PDA yang telah dicampur dengan larutan ekstrak di bagian tengah cawan petri, kemudian diinkubasi inkubator pada suhu kamar dan diamati setiap hari. Parameter yang diamati adalah diameter koloni jamur Botryodiplodia theobromae dan persentase penghambatan jamur Botryodiplodia theobromae. 7. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan selama 6 7 hari terhadap miselium jamur Botryodiplodia theobromae yang telah diinkubasi didalam inkubator dan dilakukan pengamatan setiap harinya dengan mengukur dan menghitung hambatan pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae. Setelah selesai pengambilan data dihitung dan diolah menggunakan one-way ANOVA.

40 Persiapan Sampel Persiapan Pembuatan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Proses Pembuatan Konsentrasi Ekstrak Bawang Putih(Allium sativu) Sebagai fungisida alami Sterilisasi Alat Proses Pembuatan PDA (Potato Dextrose Agar) Tahap Proses pengujian Uji in vitro Penghambatan Pertumbuhan Jamur Botryodiplodia Pengambilan Data Pengambilan Data