1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan mengalami perkembangan bisnis yang baik jika produksi di perusahaan mengalami kenaikan. Hal ini dapat dilihat dari distribusi produksi yang semakin luas dan penjualan produk yang terus meningkat. Keripik Rujak Mamah Enung merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi makanan yang bersifat home industry yang beralamat di Jl. Braga Gg. Apandi No 103/11 A RT 06/04, Bandung. Perusahaan ini awalnya melakukan produksi keripik setiap hari, namun karena perekonomian masyarakat mengalami penurunan maka berdampak terhadap pemesanan makanan sehingga perusahaan sekarang memiliki target produksi 1000 pcs/minggu dengan berat 150 gram/pcs dimana pengolahan keripik rujak dilakukan pada hari sabtu dan pengemasan dilakukan pada hari minggu. Rasa keripik rujak ini sendiri terdiri dari original, honje, kacang, dan jengkol. Perusahaan Keripik Rujak Mamah Enung sudah mempunyai pemasok tetap untuk pembelian bahan baku yang dilakukan dua minggu sekali sebanyak 100 kg/buah yaitu buah mangga kweni yang dipasok dari Indramayu, buah jambu biji dipasok dari Caringin, buah nanas dipasok dari Subang dan tepung dipasok dari Pasar Baru. Bahan pembuatan keripik rujak ini terdiri dari 80% buah serta 20% tepung dan bumbu rujak. Setelah buah diolah dengan tepung dan menjadi keripik, kemudian keripik tersebut dicampur dengan bumbu rujak. Setelah keripik dan bumbu rujak sudah dicampur sesuai rasanya maka akan dilakukan pengemasan sehingga keripik dapat dipasarkan. Tenaga kerja variabel yang terlibat di perusahaan ini ada 8 orang tenaga kerja dengan upah sebesar Rp200.000/minggu, tenaga kerja variabel tambahan jika kekurangan karyawan yaitu sejumlah 4 orang dengan upah sebesar Rp200.000/minggu, tenaga kerja variabel untuk mengirimkan barang ke toko yaitu sejumlah 7 orang dengan upah sebesar Rp 500.000/bulan. Tempat pendistribusian ke toko-toko maupun rest area di wilayah Jawa Barat dengan harga jual untuk pelanggan tetap (toko) yaitu Rp15.000/pcs dengan menentukan nilai keuntungan 1
dari harga jual yaitu Rp2000/pcs. Keripik Rujak Mamah Enung mempunyai biaya pengeluaran (biaya operasional) untuk menjual keripik setiap bulannya seperti pembelian bahan bakar motor, biaya makan, biaya telepon, biaya listrik, biaya PAM, biaya sewa tempat untuk produksi dan biaya sewa 3 mobil dan kemasan keripik Rp2000/pcs untuk kemasan keripik yang selesai diproduksi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, perusahaan melakukan perhitungan biaya produksi dengan melakukan perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik untuk menghasilkan suatu produk dengan menggunakan kalkulator. Perusahaan juga melakukan pencatatan persediaan bahan baku yang digunakan untuk produksi yang dicatat pada selembar kertas dan bisa saja karena tidak memperhatikan kerapihan sehingga resikonya kertas tersebut bisa hilang. Hal ini menyebabkan untuk pembuatan laporan tidak dapat dilakukan secara tepat waktu. Kendala yang dihadapi di perusahaan Keripik Rujak Mamah Enung yaitu perhitungan biaya produksi dan pencatatan bahan baku tidak dilakukan dengan konsisten, sehingga menimbulkan perhitungan taksiran kira-kira. Hal ini juga ditandai dengan belum dilakukan pencatatan biaya produksi secara teratur dengan menggunakan suatu metode dan tidak ada pembuatan laporan harga pokok produksi. Dalam penentuan harga pokok produksi, hanya membebankan biaya produksi variabel saja ke dalam harga pokok produk, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja variabel serta biaya overhead pabrik variabel. Variable costing merupakan perhitungan biaya-biaya variable yang digunakan dalam membuat sebuah produk dimana biaya tersebut berfluktuasi (naik dan turun) secara proporsional dengan kuantitas volume produksi. Biaya variabel akan naik ketika volume produksi meningkat dan akan turun saat volume produksi dikurangi. Contoh biaya variabel adalah bahan baku dan kemasan yang terlibat dalam proses manufaktur perusahaan. Dari permasalahan di atas perusahaan membutuhkan aplikasi yang dapat membantu dalam melakukan pencatatan persediaan bahan baku, biaya tenaga kerja variabel, biaya overhead pabrik, dan perhitungan harga pokok produksi keripik maka dibuat judul Aplikasi Perhitungan Harga Pokok Menggunakan Metode 2
Variabel Costing Berbasis Web (Studi kasus di Keripik Rujak Mamah Enung, Bandung). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan maka diperoleh beberapa perumusan masalah. a. Bagaimana mengelola dengan baik proses pencatatan persediaan bahan baku, pencatatan tenaga kerja variabel, dan pencatatan overhead pabrik variabel secara terkomputerisasi di Keripik Rujak Mamah Enung? b. Bagaimana proses perhitungan dan pencatatan biaya produksi pada Keripik Rujak Mamah Enung secara terkomputerisasi? c. Bagaimana aplikasi yang dapat menghasilkan jurnal, buku besar, kartu stok, dan laporan harga pokok produksi? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dalam penyusunan proposal proyek akhir ini adalah membuat aplikasi berbasis web yang dapat: a. Menangani pencatatan persediaan bahan baku, pencatatan tenaga kerja variabel, dan pencatatan overhead pabrik variabel di perusahaan Keripik Rujak Mamah Enung; b. Melakukan perhitungan dan pencatatan biaya produksi di perusahaan Keripik Rujak Mamah Enung; c. Menghasilkan Jurnal, buku besar, kartu stok, dan laporan harga pokok produksi. 1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembuatan aplikasi adalah sebagai berikut. a. Tidak menentukan harga jual untuk setiap produk; b. Metode penilaian persediaan menggunakan metode First in, First Out (FIFO); c. Biaya Overhead Pabrik yang digunakan adalah Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya; d. Tidak menangani pengendalian stok (stok di-input-kan secara manual); 3
e. Pembuatan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL untuk pembuatan basis data; f. Tahap pengembangan aplikasi ini sampai dengan tahap pengujian. 1.5 Definisi Operasional Aplikasi perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing berbasis web ini akan diterapkan pada sistem yang akan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL dari sistem tersebut. a. Variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya produksi variabel saja kedalam harga pokok produk. b. Harga pokok produksi adalah seluruh biaya yang dikorbankan dalam proses produksi untuk mengelola bahan baku menjadi barang dalam proses akhir. Adapun biaya-biaya tersebut meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja variabel, dan biaya overhead pabrik. c. Web adalah sebuah kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan link. d. Aplikasi ini menghasilkan output berupa jurnal, buku besar, dan laporan harga pokok produksi dan juga menangani kartu stok sebagai acuan untuk menambahkan dan mengurangi stok pada gudang. 1.6 Metode Pengerjaan Software Development Life Cycle (SDLC) adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model model dan metodelogi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem sistem sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara cara yang sudah teruji baik). SDLC memiliki beberapa model dalam penerapan tahap prosesnya, yang diantaranya model waterfall atau sering juga disebut dengan model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model waterfall 4
menyediakan alur perangkat lunak secara sekuensial atau turun dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem terlihat pada gambar berikut[1]. a. Analisis Gambar 1-1 Metode Waterfall [1] Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan untuk mengatahui bagaimana spesifikasi sistem yang dibutuhkan oleh user. Teknik pengumpulan data kebutuhan sistem ini dilakukan dengan cara: 1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab dengan pemilik perusahaan yang terkait dengan objek penelitian. Komunikasi tersebut dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung untuk memenuhi data yang diperlukan untuk pembuatan Proyek Akhir ini. 2) Observasi Observasi merupakan teknik turun langsung ke perusahaan yang akan diteliti, untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati sistem yang berjalan serata meminta data yang telah ada atau data pada periode sebelumnya. 5
3) Studi literatur Studi literatur merupakan teknik penelitian melalui buku dan media dengan tujuan untuk mencari referensi dan sumber sumber yang berhubungan dengan penelitian. b. Desain Pada tahap ini dilakukan perancangan sistem yang nantinya akan mempermudah proses pengkodean. Desain yang dihasilkan dari tahapan perancangan ini yaitu menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD) dengan desain Microsoft Visio, serta perancangan antarmuka pengguna menggunakan Mockup. c. Coding Aplikasi coding atau bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah HyperText Pre-Processor (PHP), sedangkan untuk basis data menggunakan MySQL. d. Pengujian Tahap pengujian dilakukan supaya sistem yang dibuat telah menjamin bahwa semua persyaratan terpenuhi, agar sistem bebas dari error dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya. Setelah sistem dilakukan pengujian, sistem diberikan atau diterapkan di perusahaan. Metode yang digunakan dalam melakukan pengujian adalah metode blackbox testing. e. Penerapan program Penerapan program tidak dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini. 6
1.7 Jadwal Pengerjaan Berikut adalah jadwal pengerjaan selama melakukan pembuatan Proyek Akhir. Tabel 1-1 Jadwal Pengerjaan 7