dokumen-dokumen yang mirip















tulungagungkab.bps.go.id



S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N P A G E R W O J O 2012




S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N S E N D A N G 2012


tulungagungkab.bps.go.id

STATISTIK DAERAH KECAMATAN WAY JEPARA TAHUN 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.

S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N S U M B E R G E M P O L

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUMEDANG SELATAN 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA

S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N G O N D A N G 2012

S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N K E D U N G W A R U

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS

tulungagungkab.bps.go.id

tulungagungkab.bps.go.id

Katalog BPS :

NO KATALOG :

S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N S U M B E R G E M P O L 2012


KATALOG BPS BADANPUSATSTATISTIK KABUPATENACEHSELATAN

STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013

Katalog : STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA

kaurkab.bps.go.id Statistik Daerah Kecamatan Padang Guci Hilir 2016 Halaman i


pelalawankab.bps.go.id

KATALOG BPS:

KATALOG BPS BADANPUSATSTATISTIK KABUPATENACEHSELATAN


tulungagungkab.bps.go.id

Katalog : pareparekota.bps.go.id


STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013


tulungagungkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

Katalog BPS :

pelalawankab.bps.go.id

Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA


STATISTIK DAERAH KECAMATAN BONDOWOSO 2015


STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO



STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO



BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN RAJA AMPAT.

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BACUKIKI BARAT 2012

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BANTARAN 2015


Katalog BPS :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015


Katalog BPS


GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PEGANDON 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK TAHUN 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINAKAL 2015

Statistik Daerah Kecamatan Waru 2015

Katalog BPS:

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PAHANDUT 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016

KATALOG BPS BADANPUSATSTATISTIK KABUPATENACEHSELATAN




STATISTIK DAERAH KECAMATAN TOMMO 2012 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAMUJU

Statistik Daerah. Kecamatan Panca Jaya

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SABANGAU 2013

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI


Kecamatan Selat Nasik

KATALOG BPS:

Katalog :


GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Transkripsi:

KATALOG BPS : 1101002.3502150 Goa Lowo, Desa Sampung Sampung BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PONOROGO

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAMPUNG 2015 No. Publikasi : 35020.1540 Katalog BPS : 1101002.3502150 Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah Penyunting Gambar Kulit Diterbitkan oleh : 17,6 cm x 25 cm : iii + 13 halaman : Tri Puji Utomo Koordinator Statistik Kecamatan Sukorejo : Seksi Neraca Wilayah & Analisis Statistik : Seksi Neraca Wilayah & Analisis Statistik : Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

Kata Pengantar Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-nya sehingga publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 dapat diterbitkan. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kecamatan Sampung yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kecamatan Sampung. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 diterbitkan untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang telah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis. Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Sampung yang diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan khususnya di Kecamatan Sampung. Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Sampung, September 2015 Koordinator Statistik Kecamatan Sampung, Tri Puji Utomo, SE Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 ii

Daftar Isi Katalog... Kata Pengantar... Daftar Isi... 1. Geografi 1 2. Pemerintahan 2 3. Penduduk 3 4. Pendidikan 6 5. Kesehatan 7 6. Perumahan 8 7. Pertanian 9 8. Industri Pengolahan 10 9. Perdagangan 11 10. Transportasi & Komunikasi 12 11. Keuangan 13 i ii iii iii Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

GEOGRAFI 1 Kecamatan Sampung terletak di sebelah barat pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo yang mempunyai luas wilayah 80,61 km². Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Sampung di bagian timur, disebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Badegan, sementara di bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Magetan dan di sebelah barat dengan Kabupaten Wonogiri. Dilihat menurut topografinya, Kecamatan Sampung berada pada daerah dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 91 meter s/d 381 meter di atas permukaan laut. Di kecamatan yang sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah (58 persen) tercatat memiliki jumlah hari hujan mencapai 60 hari pada tahun 2014 lebih rendah di banding tahun 2013 yang mencapai 75 hari. Jumlah curah hujan terbesar terjadi pada bulan Januari yang mencapai 388 mm. Dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Sampung yang mempunyai wilayah terluas adalah Desa Sampung dengan luas wilayah 14,72 Km 2 atau sekitar 18,26 persen dari luas wilayah Kecamatan Sampung. Sedangkan yang mempunyai wilayah terkecil adalah Desa Glinggang dengan luas wilayah 1,49 Km 2 atau sekitar 1,85 persen luas wilayah Kecamatan Sampung. Jika ditinjau dari jarak Desa ke ibukota kecamatan, Desa yang terjauh adalah Desa Pagerukir dan Desa Gelang Kulon yaitu sekitar 14 Km, sedangkan yang terdekat adalah Desa Sampung, sebab kantor kecamatan ada di Desa ini. PETA KECAMATAN SAMPUNG Ringinputih Sampung Nglurup Luas Wilayah Per Desa Di Kecamatan Sampung (km 2 ) Jenangan Pohijo Pagerukir Kunti Tulung Carangrejo Glinggang Karangwaluh Gelangkulon 1,49 2,57 2,81 4,63 6,20 7,59 7,86 7,69 7,41 8,96 8,68 Sumber : Kantor Kecamatan Sampung 14,72 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 1

Pria Wanita PNS Non PNS SLTP SLTA >= S1 2 PEMERINTAHAN Pembagian Wilayah Administratif Kecamatan Sampung Unit Pemerintahan Daerah di bawah kabupaten secara langsung adalah kecamatan. Sedangkan kecamatan terbagi habis kedalam desa/kelurahan. 88.96% Perangkat Desa Di Lingkungan Kecamatan Sampung Tahun 2014 92.02% 68.10% Pada tahun 2014 secara administratif Kecamatan Sampung terbagi menjadi 12 Desa yang terbagi lagi menjadi 44 Dusun, 89 Rukun Warga dan 320 Rukun Tetangga. Selain memiliki luas wilayah yang paling besar di Kecamatan Sampung, Desa Sampung juga mempunyai jumlah Rukun Tetangga (RT) yang paling banyak yaitu 48 RT, sedangkan yang mempunyai jumlah RT paling sedikit adalah Desa Pagerukir dan Desa Glinggang sebanyak 12 RT. Jumlah total perangkat di 12 desa sebanyak 163 orang yang terdiri dari 12 Kepala Desa, 12 sekretaris desa, 45 Kaur, 2 Staf Desa, 44 Kaling/Kasun, 9 Jogoboyo, 1 Jogowaluyo, 4 Modin, 13 Sambong, 18 Kebayan dan pegawai lainnya 3 orang. Dari keseluruhan perangkat hanya 7,98 persen yang telah berstatus PNS. 11.04% 7.98% 8.59% 23.31% Sementara bila dilihat berdasar tingkat pendidikannya, ternyata sebagian besar perangkat (68,10 persen) sudah berpendidikan SLTA sederajat, sisanya berpendidikan SLTP dan Perguruan Tinggi. Sedangkan menurut jenis kelaminnya, perangkat desa masih di dominasi kaum pria yang mencapai 88,96 persen. Sumber : Kantor Kecamatan Sampung 2 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

PENDUDUK 3 Jumlah Penduduk Kecamatan Sampung Tahun 2014 Desa Laki-Laki Perempuan Jumlah 1 Gelangkulon 2.194 2.276 4.470 2 Karangwaluh 1.280 1.477 2.757 3 Glinggang 924 936 1.860 4 Carangrejo 2.610 2.581 5.191 5 Tulung 1.827 1.852 3.679 6 Kunti 2.026 2.018 4.044 7 Pagerukir 1.118 1.087 2.205 8 Pohijo 2.193 2.260 4.453 9 Jenangan 1.235 1.253 2.488 10 Nglurup 1.319 1.460 2.779 11 Sampung 2.987 2.921 5.908 12 Ringinputih 2.383 2.422 4.805 Total 22.096 22.543 44.639 Indikator Kependudukan Kecamatan Sampung tahun 2014 Jumlah Penduduk 44.639 Sumber : Hasil Registrasi Penduduk 2014 Menurut hasil Registrasi Penduduk Tahun 2014 jumlah penduduk Kecamatan Sampung berjumlah 44.639 jiwa yang terdiri dari 22.096 laki-laki dan 22.543 perempuan. Sex Ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan adalah 98,02, yang berarti secara rata-rata di Kecamatan Sampung pada tiap-tiap 100 penduduk perempuan terdapat 98 penduduk laki-laki. Di antara 12 Desa yang ada, Desa Sampung mempunyai penduduk yang terbanyak yaitu 5.908 jiwa atau sebesar 13,24 persen dari total penduduk di Kecamatan Sampung, disusul Desa Carangrejo (11,63 persen) dan Desa Ringinputih (10,76 persen). Kepadatan penduduk Kecamatan Sampung pada tahun 2014 tercatat 554 jiwa/km 2. Desa Ringinputih mempunyai kepadatan terbesar yaitu 1.867 jiwa/km 2, sedangkan kepadatan terkecil di Desa Pagerukir sebesar 287 jiwa/km 2. Laki-laki 22.096 Perempuan 22.543 Luas Wilayah (km2) 80,61 Kepadatan (Jiwa/km2) 554 Sex Ratio 98,02 Jumlah Kepala Keluarga 13.259 Rata-rata Penduduk/ Kepala Keluarga 3,37 Jumlah kepala keluarga yang tercatat pada Registrasi Penduduk 2014 di Kecamatan Sampung sebesar 13.259 kepala keluarga. Dengan demikian secara rata-rata setiap keluarga terdiri dari 3 orang anggota keluarga. Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 3

Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam suatu wilayah dapat digambarkan dengan suatu grafik penduduk berdasar kelompok umur. Jumlah penduduk produktif mencapai 68,85 persen (usia 0-14 tahun dan diatas 65 tahun), sementara jumlah penduduk tidak produktif ada 31,15 persen (15-64 tahun). Rasio ketergantungan (RK) atau perbandingan jumlah penduduk tidak produktif dibanding penduduk produktif per 100 penduduk produktif adalah 45,24 artinya setiap 100 orang produktif harus menanggung sekitar 45,24 orang yang tidak produktif. Penduduk Kecamatan Sampung berdasarkan menurut pemeluk agama tahun 2014 mayoritas beragama islam yaitu sebesar 98,94 persen. Sesuai dengan kondisi geografis yang ada, mata pencaharian sebagian besar penduduk Kecamatan Sampung adalah di sektor pertanian yang mencapai 63,47 persen. Hal ini didukung potensi dan kondisi wilayah Kecamatan Sampung yang sebagian besar merupakan tanah pertanian, disusul sektor industri dan sektor perdagangan, masingmasing mencapai 16,18 persen dan 10,10 persen. Persentase Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2014 Piramida Penduduk Kecamatan Sampung Tahun 2014 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 2.000 1.000 0 1.000 2.000 Sumber : Hasil Registrasi Penduduk 2014 Perempu an Penduduk Kecamatan Sampung Menurut Pemeluk Agama Tahun 2014 Desa Islam Kristen & Katolik Lainnya 001. Gelang Kulon 4.349 8 113 002. Karangwaluh 2.700 57 0 003. Glinggang 1.852 8 0 004. Carangrejo 5.167 24 0 005. Tulung 3.679 0 0 006. Kunti 4.038 6 0 007. Pagerukir 2.205 0 0 Pertanian 63,47% Lainnya 7,02% Industri 16,18% Bangunan 4,95% Pensiunan 0,73% Perdagang-an 10,10% Angkutan 0,55% PNS 1,52% Swasta 3,12% TNI/POLRI 0,18% 008. Pohijo 4.453 0 0 009. Jenangan 2.488 0 0 010. Nglurup 2.601 142 36 011. Sampung 5.847 57 4 012. Ringinputih 4.785 20 0 TOTAL 44.164 322 153 Sumber : Kantor Camat Sampung 4 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

Persentase Peserta KB Aktif terhadap pasangan usia subur Tahun 2012-2014 Program keluarga berencana adalah salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mengatur pertumbuhan penduduk. 75,70% 75,84% 75,74% 2012 2013 2014 Sumber : UPTB KBKS Kecamatan Sampung Sangat Miskin; 9,22% Kategori Rumah Tangga Sasaran Hasil PPLS Tahun 2011 Miskin; 14,62% Hampir Miskin; 17,65% Rentan Miskin; 59,15% Sumber : BPS Kabupaten Ponorogo Banyaknya Rumah Tangga Sasaran Program Penanggulangan Kemiskinan Di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Desa Ruta Ruta Raskin Ruta BLSM Jamkesmas 001. Gelang Kulon 288 384 288 002. Karangwaluh 158 202 158 003. Glinggang 202 247 202 004. Carangrejo 315 617 455 005. Tulung 189 243 189 006. Kunti 245 332 245 007. Pagerukir 268 334 268 008. Pohijo 264 346 264 009. Jenangan 144 182 144 010. Nglurup 86 127 86 011. Sampung 196 268 196 012. Ringinputih 140 * * TOTAL 2.495 3.282 2.495 Catatan: Desa Ringin Putih bagian dari Desa Carangrejo Dari capaian program KB tercatat persentase peserta KB aktif terhadap jumlah pasangan subur di Kecamatan Sampung pada tahun 2014 mencapai 75,74 persen, menurun 0,10 persen dibanding tahun 2013. Alasan utama PUS tidak menjadi peserta KB aktif adalah ingin anak segera yaitu 15,92 persen. Saat ini hampir di setiap desa terdapat poskesdes, posyandu serta bidan desa yang dapat melayani peserta KB dengan mudah dan biaya yang murah. Penggunaan alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh peserta KB adalah jenis suntik sebesar 42,89 persen, IUD sebesar 34,70 persen dan PIL sebesar 8,59 persen. Gambaran kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sampung berdasarkan hasil pendataan PPLS 2011 adalah sebagai berikut yaitu rumah tangga sangat miskin mencapai 9,22 persen, miskin 14,62 persen, hampir miskin 17,65 persen dan rentan miskin 59,15 persen. Di dalam peningkatan kesejahteraan rakyat berbagai program-program pembangunan telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Diantaranya adalah program raskin, jamkesmas dan BLSM dengan rincian rumah tangga penerima raskin 2.495 rumah tangga, penerima jamkesmas 3.282 rumah tangga, dan penerima BLSM 2.495 rumah tangga. Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 5

Belum/ Tidak Sekolah Belum/ Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat PT 4 PENDIDIKAN Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Tingkat Pendidikan TK sederajat SD sederajat SLTP sederajat SLTA sederajat Jumlah Sekolah Jumlah Kelas Jumlah Guru Jum-lah Murid 29 43 68 827 36 220 370 3108 6 53 150 1385 2 17 56 347 Sumber : Sekolah di Lingkungan Kecamatan Sampung Persentase Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Tahun 2014 13,65% 15,09% 40,02% 13,61% 16,23% 1,41% Sumber daya manusia dari suatu bangsa merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi (Todaro, 1997). Salah satu usaha untuk membangun sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Ketersediaan sarana maupun prasarana pendidikan baik berupa fisik maupun non fisik yang memadai merupakan upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pada tahun 2014, sarana pendidikan tingkat SD yang tersedia sebanyak 36 sekolah dengan murid sejumlah 3.108 siswa dan guru sebanyak 370 orang. Di tingkat SLTP tersedia sarana pendidikan sebanyak 6 sekolah, 1.385 siswa dan 150 guru. Sedangkan pada tingkat SLTA, sarana pendidikan yang tersedia sebanyak 2 sekolah, 347 siswa dan 56 guru. Berdasarkan tingkat pendidikannya, sebagian besar penduduk di Kecamatan Sampung ternyata hanya tamat SD (40,02 persen). Sementara yang berpendidikan belum/tidak tamat SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi masing-masing sebesar 15,09 persen, 13,61 persen 16,23 persen dan 1,41 persen. Sumber : Data Registrasi Penduduk 2014 Mencermati hal ini pembangunan di bidang pendidikan khususnya di Kecamatan Sampung harus lebih ditingkatkan untuk menjamin tersedianya sumber daya manusia berkualitas di masa mendatang. 6 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

KESEHATAN 5 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat mutlak diperlukan sarana kesehatan maupun tenaga medis yang memadai. Pada tahun 2014, jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Sampung seperti Puskesmas sebanyak 2 unit. Dalam operasionalnya dibantu Puskesmas Pembantu sebanyak 3 unit. Sementara Posyandu yang ada sebanyak 45 buah. Sarana kesehatan tidak akan operasional tanpa didukung oleh tenaga medis yang memadai. Jumlah dokter yang berdomisili di Kecamatan Sampung sebanyak 2 orang, dokter umum. Sementara tenaga bidan dan mantri kesehatan yang ada masing-masing adalah 18 orang dan 22 orang. Penyebaran tenaga medis ini paling banyak terdapat di Desa Sampung dan Desa Kunti hal ini karena Puskesmas berada di kedua desa tersebut dengan jumlah tenaga medis sebanyak 13 orang dan 7 orang. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Jenis Fasilitas Kesehatan Sumber : Puskesmas Kecamatan Sampung Jumlah Tenaga Medis yang Berdomisili di Kecamatan Sampung tahun 2014 2 18 Sumber : Puskesmas Kecamatan Sampung 22 Unit Rumah Bersalin - Puskesmas 2 Puskesmas Pembantu 3 Polindes / Poskesdes 12 Posyandu 45 Dokter Praktek Swasta 1 Bidan Praktek Swasta 13 Apotik/Toko Obat - Dokter Umum Bidan Lainnya Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 7

6 PERUMAHAN Persentase Rumah Menurut Sumber Air Minum dan Jenis Lantai Tahun 2014 89,89% 84,72% Kondisi perumahan dengan segala fasilitas serta lingkungannya dapat menjadi gambaran kondisi sosial ekonomi serta kesehatan suatu masyarakat. 10,11% Air Ledeng Desa Bukan Air Ledeng Akses air bersih terutama sebagai sumber air minum merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Pada tahun 2014 sebanyak 10,11 persen rumah di Kecamatan Sampung menggunakan air leding dan 89,89 persen rumah menggunakan air bukan leding untuk keperluan memasak dan minum seharihari. Permanen Keramik/ Tegel/ Semen Semi Permanen PLN bermeteran Kantor Camat Sampung PLN non Sumber : meteran 15,28% Jumlah Rumah Berdasarkan Kondisi Bangunan di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Tanah Dinding Bambu 001. Gelang Kulon 964 67 36 002. Karangwaluh 643 8 3 003. Glinggang 423 63 17 004. Carangrejo 1,194 62 88 005. Tulung 744 58 161 006. Kunti 914 81 140 007. Pagerukir 268 109 235 008. Pohijo 990 114 57 009. Jenangan 646 32 14 010. Nglurup 606 23 14 011. Sampung 1,398 141 51 012. Ringinputih 822 52 33 TOTAL 9,612 810 849 Persentase Rumah Pengguna Listrik PLN Tahun 2014 95,78% Sebagian besar rumah di Kecamatan Sampung merupakan rumah permanen/berdinding tembok 85,28 persen. Sementara 7,53 persen lainnya berdinding bambu dan 7,19 persen berdinding kayu/semi permanen. Desa yang paling banyak rumah berdinding bambunya adalah Desa Pagerukir sebanyak 38,40 persen dari total rumah di desa tersebut. Sementara bila dirinci menurut jenis lantainya, hampir 84,72 persen rumah di Kecamatan Sampung sudah berlantai tegel / keramik / semen sementara sisanya yaitu 15,28 persen berjenis lantai tanah. 4,22% Seluruh rumah yang ada di Kecamatan Sampung pada tahun 2014 telah menggunakan listrik sebagai sumber penerangan sehari-hari. Dari 11.271 rumah yang ada, 4,22 persen diantaranya belum menggunakan meteran listrik/nyalur. 8 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

PERTANIAN 7 Sesuai dengan mata pencaharian utama penduduk, Kecamatan Sampung merupakan daerah yang cukup potensial di sektor pertanian. Pada tahun 2014 wilayah ini mempunyai luas lahan pertanian mencapai 3.008 Ha atau 37,31 persen dari total wilayah kecamatan dengan rincian lahan sawah 1.910 Ha dan lahan non sawah 1.098 Ha. Padi dan palawija banyak diusahakan pada tahun 2014. Produksi padi mencapai 305.394 kuintal meningkat 33,93 persen dibanding 2013. Produksi jagung di tahun 2014 sebesar 201.243 kuintal meningkat 39,99 persen, ubi kayu sebesar 166.702 kuintal menurun 0,42 persen dan palawija lainnya (kacang tanah dan kedelai) sebesar 10.307 kuintal menurun 6,73 persen. Dari data diatas yang mengalami peningkatan produksi yang paling menonjol adalah tanaman jagung. Peningkatan produksi tanaman jagung di karenakan banyak petani menggunakan benih dengan varietas unggul. Untuk subsektor peternakan, jenis ternak besar yang paling banyak diusahakan adalah ternak sapi sejumlah 5.153 ekor (menurun 2,10 persen) dan kambing 13.100 ekor (menurun 40,72 persen). Sedangkan ternak unggas yang banyak diusahakan adalah ayam kampung sejumlah 83.234 ekor (menurun 5,67 persen) dan ayam pedaging sejumlah 32.000 ekor (menurun 12,77 persen). 228,028 305.394 5.264 Sapi 143,760 Populasi Ternak Sapi dan Kambing Tahun 2013-2014 (ekor) 5.153 Ayam Kampung 201.243 Padi Jagung Ubi Kayu Lainnya Produksi Tanaman Padi Palawija Tahun 2013-2014 (Kwintal) 88.234 83.234 167.405 166.702 22.100 Kambing 13.100 Populasi Ayam Kampung dan Ayam Pedaging Tahun 2013-2014 (ekor) 36.686 32.000 Ayam Pedaging 2013 2014 11.051 10.307 2013 2014 2013 2014 Sumber : Kantor Camat Sampung Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 9

8 INDUSTRI PENGOLAHAN, JASA dan PENGGALIAN Meski tidak cukup mendominasi, Kecamatan Sampung memiliki potensi industri kecil yang layak untuk dikembangkan. Ada berbagai jenis industri kecil yang terdapat di kecamatan ini, namun yang utama adalah industri tanah liat yaitu sebesar 61 persen. Selanjutnya adalah industri kayu sebesar 17 persen, industri makanan dan minuman sebesar 11 persen, industri anyaman sebesar 7 persen, industri logam sebesar 1 persen sedangkan sisa 3 persen adalah industri lainnya. Sentra industri tanah liat yang ada di Kecamatan Sampung berlokasi di beberapa desa. Misalnya sentra industri genteng dan batu bata yang berada di Desa Gelangkulon, industri anyaman berada di Desa Carangrejo dan juga industri batu bata yang berada di Desa Ringin Putih. Selain sektor industri kecil sektor jasa juga sangat menunjang ekonomi penduduk di wilayah Kecamatan Sampung. Jenis usaha jasa yang dominan adalah usaha pijat dan usaha service motor, mobil, sepeda masing-masing sebesar 30,27 persen dan 23,78 persen. Persentase Unit Usaha Sektor Industri Di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Tanah Liat 61% Kayu 17% Logam 1% Makanan & Minuman 11% Anyaman 7% Lainnya 3% Jumlah Usaha Jasa di Kecamatan Sampung Tahun 2014 Lainnya Servis Elektronik Servis Motor & Tukang Cukur Salon Kecantikan Tukang Pijat Tambal Ban 4,91% 3,68% 7,36% 14,11% 8,59% 26,99% 34,36% Jumlah Usaha Penggalian Tahun 2014 (unit) 1.110 Selain sektor industri kecil dan jasa, sektor penggalian juga ikut berperan dalam menunjang ekonomi. Terutama penggalian batu gamping yang menjadi komoditas utama penggalian Kecamatan sampung dengan jumlah unit usaha pada tahun 2014 sebanyak 1.110 unit dan jumlah tenaga kerja 4.817 orang. 47 45 Sumber : Kantor Camat Sampung Jenis usaha penggalian tanah liat gamping "Lainnya" 10 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

PERDAGANGAN 9 Ringinputih Sampung Nglurup Jenangan Pohijo Pagerukir Kunti Tulung Carangrejo Glinggang Karangwaluh Gelangkulon Jumlah Sarana Perdagangan Jenis Usaha 2013 2014 Pasar 5 5 Pedagang Padi/ Palawija Jumlah Usaha Perdagangan menurut Desa Tahun 2014 28 41 45 Sumber : Kantor Camat Sampung 61 67 Toko 182 197 Pracangan 346 359 Depot/ Rumah Makan 11 10 Warung 139 139 54 52 67 67 64 73 77 97 107 Usaha perdagangan dirinci menjadi 3 golongan berdasarkan besaran asset usaha. Usaha perdagangan dengan asset lebih dari 200 juta digolongkan menjadi usaha perdagangan besar, yang assetnya antara 50-200 juta digolongkan menjadi usaha perdagangan menengah, dan usaha dengan asset kurang dari 50 juta dikategorikan sebagai usaha perdagangan kecil. Perdagangan merupakan kegiatan ekonomi yang penting. Selain berguna membuka lapangan pekerjaan juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi, sebab sektor ini yang menghubungkan antara penghasil dan pengguna suatu sektor. Di wilayah Kecamatan Sampung terdapat 5 pasar, yang terletak di Desa Carangrejo, Desa Kunti, Desa Pohijo, Desa Sampung dan Desa Ringin Putih. Sektor perdagangan ditahun 2014 menunjukan perkembangan di bandingkan tahun sebelumnya hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Sampung ada peningkatan. Menurut jumlah usahanya, Desa Sampung merupakan Desa yang paling banyak terdapat usaha perdagangannya yaitu 107 unit. Sektor perdagangan merupakan sektor mata pencaharian terbesar kedua setelah sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sampung. Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 11

10 TRANSPORTASI & KOMUNIKASI Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Dalam kehidupan masyarakat tersedianya pelayanan transportasi merupakan salah satu penunjang dalam melaksanakan aktifitas harian. Untuk itu tentunya sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi untuk memenuhi kebutuhan setempat. Dengan wilayah yang sebagian besar adalah dataran rendah, kondisi permukaan jalan desa di Kecamatan Sampung secara keseluruhan sudah beraspal, hanya sebagian kecil jalan desa yang masih diperkeras dan tanah. Jika dicermati, ternyata jasa ojek masih banyak dijumpai di Kecamatan Sampung. Hal ini disebabkan karena beberapa wilayah di Kecamatan Sampung tidak dilalui angkutan umum sehingga banyak warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi membutuhkan jasa ojek sepeda motor. Banyaknya Kendaraan Bermotor Jenis Kendaraan Sumber : Kantor Camat Sampung Jumlah Bus/Bus mini 7 Angkot/ Angdes 4 Truk 112 Pick-Up 123 Truk Box dan Truk Tangki 1 Station Wagon 311 Sedan, Jip dan Lainnya 43 Banyaknya Sarana Komunikasi Jenis Sarana Komunikasi Jumlah Base Transceiver Station (BTS) 6 Dengan perkembangan dan tuntutan akan informasi sarana penunjang komunikasi sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran roda pembangunan. Secara keseluruhan wilayah yang ada di Kecamatan Sampung telah tersedia jaringan informasi. Jumlah pengguna antena parabola meningkat 6,60 persen dibandingkan tahun 2013. Warnet 4 Telepon Rumah 137 Stasiun Radio 1 Antena Parabola 226 12 Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015

Gelangkulon Karangwal Glinggang Carangrejo Tulung Kunti Pagerukir Pohijo Jenangan Nglurup Sampung Ringinputih KEUANGAN 11 1.200 1.000 800 600 400 90 80 70 60 50 40 30 20 10 200 0 0 Anggaran Pendapatan Desa Tahun 2014 (Juta Rupiah) Jumlah Pemasukan PBB Per Desa Tahun 2014 (Juta Rupiah) Banyaknya Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank BKD 10 Koperasi 21 Bank 1 Pengelolaan keuangan desa adalah unsur penting bagi desa karena mempunyai tujuan mensejahterakan rakyat dengan memaksimalkan pencarian sumber pendapatan sebagai modal atau dana didalam perencanaan anggaran pendapatan dan belanja desa. Selama tahun 2014 total anggaran pendapatan seluruh desa yang ada sebesar 4,716 milyar rupiah (meningkat 36,75 persen dibandingkan tahun 2013) yang digunakan untuk belanja langsung sebesar 2,027 milyar atau 42,98 persen dan belanja tidak langsung sebesar 2,678 milyar atau 57,02 persen. Sebagai salah satu sumber pendapatan desa, pajak berfungsi untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Jumlah pemasukan pajak bumi dan bangunan pada tahun 2014 mencapai 583,403 juta rupiah (meningkat 29,95 persen dibanding tahun sebelumnya). Dengan tersedianya fasilitas bank dan jasa keuangan yang memadai di Kecamatan Sampung sangat membantu pengembangan usaha masyarakat dalam hal permodalan. Fasilitas jasa keuangan baik Bank maupun lembaga bukan bank yang tersedia di Kecamatan Sampung adalah 10 Bank Kredit Desa (BKD), 21 koperasi dan 1 Bank. Sumber : Kantor Camat Sampung Statistik Daerah Kecamatan Sampung 2015 13

D A T A MENCERDASKAN BANGSA Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo Jl. Letjend. Suprapto No. 14 Ponorogo Telp/Fax : 0352-481026 E-mail : bps3502@mailhost.bps.go.id