3.2 METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL

dokumen-dokumen yang mirip
III. LANDASAN TEORI A. TEKNIK HEURISTIK

III. METODOLOGI. Tahap Pengumpulan Data dan Informasi

III. LANDASAN TEORI A. PERENCANAAN PROYEK INVESTASI

LANDASAN TEORI Sistem Manajemen Ahli

A. Kerangka Pemikiran

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian

VIII. ANALISIS FINANSIAL

PEMODELAN SISTEM 6.1. KONFIGURASI MODEL

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

VII. RENCANA KEUANGAN

IV. PEMODELAN SISTEM. A. Konfigurasi Sistem EssDSS 01

III. KERANGKA PEMIKIRAN

VIII. ANALISIS FINANSIAL

IV. METODE PENELITIAN

Gambar 9 Sistem penunjang keputusan pengembangan klaster agroindustri aren.

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014.

III. METODE PENELITIAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS. Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ

MODUL 13 PPENGANTAR USAHATANI: KELAYAKAN USAHATANI 1. PENDAHULUAN SELF-PROPAGATING ENTREPRENEURIAL EDUCATION DEVELOPMENT

I. PENDAHULUAN. budidaya perikanan, hasil tangkapan, hingga hasil tambaknya (Anonim, 2012).

PEMODELAN SISTEM Konfigurasi Model

III. METODE PENELITIAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB V ANALISIS BIAYA PENGERINGAN GABAH MENGUNAKAN PENGERING RESIRKULASI

Ada tiga prinsip dasar dalam proses hirarki analitik, yaitu : secara hirarkis, yaitu memecah-mecah persoalan menjadi unsur-unsur yang terpisah-pisah.

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Menurut Kadariah (2001), tujuan dari analisis proyek adalah :

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara. Pemilihan lokasi

BAB I PENDAHULUAN. Industri (HTI) sebagai solusi untuk memenuhi suplai bahan baku kayu. Menurut

3 METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian 3.4 Metode Pengambilan Responden 3.5 Metode Pengumpulan Data

BAB I PENDAHULUAN. baik agar penambangan yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian baik. dari segi materi maupun waktu. Maka dari itu, dengan adanya

A. Kerangka Pemikiran

BAB IV METODE PENELITIAN. dan data yang diperoleh. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yaitu

III. METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 KERANGKA PEMIKIRAN

Pendekatan Perhitungan Biaya, Pendapatan & Analisis Kelayakan Usahatani

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Peralatan Penelitian 3.3 Metode Penelitian 3.4 Pengumpulan Data

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur. Lokasi penelitian

III. METODE PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI

VII. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. LANDASAN TEORETIS

MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL

6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI

III METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Penentuan Metode Destilasi Minyak Pala

IV. METODE PENELITIAN. (Desa Cogreg dan Desa Ciaruteun Ilir), Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan

BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pemikiran

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kabupaten Lampung Barat pada bulan Januari

III. METODOLOGI. A. Kerangka Pemikiran. B. Pendekatan Studi Kelayakan

IV. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran. 3.2 Metode Penelitian

METODE PENELITIAN. ini yang dianalisis adalah biaya, benefit, serta kelayakan usahatani lada putih yang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN

IV. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI

III. PELAKSANAAN TUGAS AKHIR

III. METODE PENELITIAN Definisi Operasional, dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

II. BAHAN DAN METODE

Pengertian Metode AHP

BAB IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data

III. KERANGKA PEMIKIRAN

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Penentuan Narasumber

EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE

Pengambilan Keputusan Berbasis Indeks Kinerja. Analisis Keputusan TIP FTP UB Mas ud Effendi

III. METODE PENELITIAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

ANALISIS MASALAH. kayu akan memberikan keartistikan tersendiri. Hal ini mendorong. timbulnya berbagai industri baru untuk memenuhi tuntutan dari

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Alat Penelitian

III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual

INISIASI PROYEK PERTEMUAN 3

IV METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

Analisis Kelayakan Finansial Produk Pakan Ternak Sapi Perah di Koperasi Susu Kota Batu

TUGAS PENGANTAR EKONOMI PRODUKSI ANALISIS USAHA JAHIT ARYAN TAILOR

ABSTRAK. Kata kunci: town house, pasar, teknis, NPV, BCR, IRR, PBP

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN POLA KEMITRAAN (Studi Kasus di CV. MUSTIKA Semarang)

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. METODE PENELITIAN. informasi dari kalangan aparat pemerintah dan orang yang berhubungan erat

IV. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN B. PENDEKATAN SISTEM

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUK KOPI HERBAL INSTAN TERPRODUKSI OLEH UD. SARI ALAM

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011.

METODE PENELITIAN. yang dikeluarkan selama produksi, input-input yang digunakan, dan benefit

KERANGKA PEMIKIRAN. dengan membangun suatu tempat pengelolaan sampah, tetapi yang dapat

Transkripsi:

III. LANDASAN TEORI 3.1 TEKNIK HEURISTIK Teknik heuristik adalah suatu cara mendekati suatu permasalahan yang kompleks ke dalam komponen-komponen yang lebih sederhana untuk mendapatkan hubungan-hubungan dalam permasalahan yang dikaji atau dengan kata lain yaitu berupa bentuk pemecahan masalah dengan menggunakan kecerdasan manusia dan ditulis dengan program komputer. Eriyatno (1999) berpendapat bahwa teknik heuristik merupakan pengembangan dari operasi aritmatika dan matematika logika. Ciri-ciri teknik heuristik secara umum yaitu: 1) Adanya operasi aljabar, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian 2) Adanya suatu perhitungan bertahap 3) Mempunyai tahapan yang terbatas sehingga dapat dibuat algoritma komputernya. Lebih lanjut lagi Eriyatno (1999) menyebutkan bahwa karakteristik teknik heuristik adalah: 1) Meringkas ruang lingkup keputusan sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat. 2) Banyak masalah yang kompleks, walaupun esensi permasalahan dapat diformulasikan secara sistematis. 3) Perencanaan kebijakan strategis manajemen demikian sulit dihitung dan sangat rumit sehingga tidak dapat ditangkap dengan model matematik. Pada teknik heuristik, tidak ada suatu model yang baku sehingga setiap pemasalahan menggunakan teknik heuristik yang spesifik. Teknik heuristik tidak menjamin penyelesaian permasalahan yang optimal, tapi dapat memberikan pemecahan yang memuaskan bagi pengambil keputusan (Eriyatno 1999). 3.2 METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL Metode perbandingan eksponensial merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dari beberapa alternatif keputusan dengan kriteria majemuk. Metode ini dikembangkan dengan cara merubah penilaian kualitatif yang berasal dari subyektifitas dari pengambil keputusan menjadi nilai kuantitatif (Manning 1984). Eriyatno (1999) menambahkan bahwa Metode Perbandingan Eksponesial (MPE) digunakan sebagai pembantu bagi individu mengambil keputusan untuk menggunakan rancang bangun yang telah terdefinisi dengan baik tiap tahap proses. MPE digunakan untuk membandingkan beberapa alternatif dengan menggunakan sejumlah kriteria yang ditentukan berdasarkan hasil survei dengan pakar terkait. MPE adalah salah satu metode pengambilan keputusan yang mengkuantitaskan pendapat seseorang atau lebih dalam skala tertentu. Metode ini mempunyai keuntungan dalam mengurangi bias yang mungkin terjadi dalam analisis. Nilai skor menggambarkan urutan prioritas menjadi besar (fungsi eksponensial) ini mengakibatkan urutan prioritas alternatif keputusan menjadi lebih nyata. 15

Manning (1984) melanjutkan bahwa tahapan dalam menggunakan metode perbandingan eksponensial adalah: 1) Menyusun alternatif keputusan yang akan dipilih. 2) Menentukan kriteria atau pertimbangan kriteria keputusan yang penting untuk dievaluasi 3) Menentukan tingkat kepentingan dari setiap kriteria keputusan atau pertimbangan kriteria 4) Melakukan penilaian terhadap semua alternatif pada setiap kriteria 5) Menghitung nilai atau skor alternatif 6) Menentukan urutan prioritas keputusan didasarkan kepada skor atau nilai total masing-masing alternatif. Formulasi pehitungan skor untuk setiap alternatif dalam metode perbandingan eksponensial adalah sebagai berikut: Skor = (Nilai ij ) krit j Skor i Nilai ij Krit j i j = nilai skor dari alternatif ke-i = nilai dari alternatif ke-i pada kriteria ke-j = tingkat kepentingan kriteria ke-j = 1,2,3,.,n : jumlah alternatif = 1,2,3,.,n : jumlah kriteria Penentuan urutan prioritas keputusan dilakukan dengan cara mengurutkan nilai skor dari alternatif yang terbesar sampai dengan alternatif yang terkecil. 3.3 METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah suatu pendekatan analisis yang bertujuan untuk membuat suatu model permasalahan yang tidak mempunyai struktur. Analisis ini biasanya diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang terukur (kuantitatif), maupun masalah-masalah yang memerlukan pendapat (judgement), AHP banyak digunakan pada pengambilan keputusan untuk banyak kriteria. Perencanaan, alokasi, sumberdaya, dan penentuan prioritas dari strategi yang dimiliki pihak yang terlibat (aktor) dalam situasi konflik (Saaty 1993). AHP memungkinkan pengguna untuk memberikan nilai bobot relatif dari suatu kriteria majemuk (atau alternatif majemuk terhadap suatu kriteria) secara intuitif, yaitu dengan melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparison). Semua elemen dikelompokan secara logika dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis (Marimin 2004). Prinsip kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata dalam suatu hierarki. Kemudian tingkat kepentingan setiap variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut (Marimin 2004). 16

Tahap terpenting dalam analisis pendapat adalah penilaian dengan teknik komparasi berpasangan (pairwase comparation) terhadap elemen-elemen keputusan pada suatu tingkat hierarki keputusan. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan nilai skala pengukuran yang dapat membedakan setiap pendapat serta mempunyai keteraturan, sehingga memudahkan proses transformasi dalam perhitungan matematis dari bentuk pendapat (kualitatif) ke dalam bentuk nilai angka (kuantitatif). Tingkat kesahihan (validitas) pendapat bergantung pada konsistensi dan akurasi pendapat. Revisi pendapat dapat dilakukan apabila nilai rasio konsistensi pendapat cukup tinggi. Namun demikian, penggunaan revisi pendapat ini sangat terbatas guna mencegah terjadinya penyimpangan dari jawaban sebenarnya (Saaty 1993). 3.4 METODE PENGURUTAN (SORTING) Pengurutan (sorting) diartikan sebagai proses penyusunan kembali sekumpulan objek ke dalam urutan tertentu. Tujuan pengurutan ialah untuk mendapatkan kemudahan dalam pencarian anggota dari suatu himpunan disamping dapat mempercepat mengetahui data terbesar dan terkecil (Ardhi 2010) Menurut Fauzi (2011) metode sorting yang berkembang hingga saat ini antara lain: 1) Buble sort merupakan metode pengurutan yang paling lambar daripada metode pengurutan lainnya karena metode ini melakukan pengurutan dengan cara membandingkan 1 elemen dengn yang lain selama 2 kali looping. Namun, metode ini merupakan metode yang paling mudah digunakan daripada metode yang lainnya 2) Selection sort yaitu pengurutan dengan cara menyeleksi elemen elemen ada dalam suatu array. Terdapat 2 kali looping dalam metode ini, loop yang pertama melakukan seleksi terhadap elemen awal. Loop kedua melakukan seleksi terhadap elemen kedua lalu membandingkan antara kedua loop tersebut 3) Insertion Sort, disebut- sebut sebagai metode pertengahan. Artinya, metode ini memiliki kecepatan rata- rata antara metode primitif (buble dan selection) dan modern (merge dan quick). Metode ini didasarkan pada sebuah key yang diambil pada elemen ke-2 pada sebuah array, lalu menyisipkan elemen tersebut jika branching terpenuhi 4) Merge Sort merupakan algoritma sorting yang sudah menerapkan teknik rekursif. Metode ini bisa dibilang cukup sulit dan membutuhkan pemikiran yang agak berat. Namun, kecepatan yang dihasilkan jauh melebihi metode primitif 5) Quick Sort, Inilah metode sorting yang tercepat diantara metode 5 metode sorting yang paling umum digunakan. Selain menerapkan teknik rekursif devide dan conquer, Teknik ini juga didasarkan pada pivot yang menjadi kunci perbandingan. 3.5 KRITERIA INVESTASI Kriteria investasi adalah metoda untuk mencari ukuran secara menyeluruh tentang baik tidaknya suatu investasi untuk dilaksanakan yang ditinjau dari segi finansial. Kriteria-kriteria itu tergolong ke dalam kriteria dinamis karena memasukan faktor nilai uang berdasarkan waktu dan suku bunga (Kadariah dan Gray 1999) 17

3.5.1 Net Present Value (NPV) Net Present Value adalah selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Rumus yang digunakan untuk menghitung NPV tersebut sebagai berikut: n Bt Ct NPV = t i ( ) t= 0 1+ Keterangan: NPV = Net Present Value Bt = Total pendapatan yang diperoleh pada tahun ke-t (Rp) Ct = Total biaya yang dikeluarkan pada tahun ke-t (Rp) i = tingkat suku bunga yang digunakan (%) t = umur proyek n = jumlah tahun terdapat tiga kemungkinan nilai NPV yang akan dihasilkan, yaitu: 1) NPV > 0, hal ini mengartikan bahwa proyek tersebut dianggap layak untuk dijalankan 2) NPV = 0, hal ini mengartikan bahwa proyek tersebut tidak untuk tetapi juga tidak rugi 3) NPV < 0, hal ini mengartikan bahwa proyek tersebut dianggap tidak layak untuk dijalankan karena tidak menguntungkan 3.5.2 Benefit Cost Ratio (B/C ratio) Benefit Cost Ratio (B/C ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah present value yang positif (sebagai pembilang) dengan jumlah present value yang negatif (sebagai penyebut). Secara umum rumusnya adalah : NetB / CRatio n t t t t 0 ( 1+ i) Ct Bt t t 0 ( 1+ i) = n B C Keterangan: Bt = Total pendapatan yang diperoleh pada tahun ke-t (Rp) Ct = Total biaya yang dikeluarkan pada tahun ke-t (Rp) i = tingkat suku bunga yang digunakan (%) t = umur proyek n = jumlah tahun 3.5.3 Break Even Point (BEP) Menurut Sutojo (1993) suatu proyek dikatakan impas apabila jumlah hasil penjualan atau total penerimaan pada satu periode tertentu sama dengan jumlah biaya yang ditanggung sehingga proyek tersebut tidak mengalami kerugian ataupun laba. Break Even Point (BEP) adalah suatu cara untuk mendapatkan tingkat produksi dimana jumlah penjualan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, BEP merupakan titik dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Rumus untuk menghitung BEP adalah: 18

BEP (Rupiah) = BEP (Jumlah Produksi) = TFC + VC Q TFC P - VC Keterangan : TFC VC P Q = Total biaya tetap = Biaya variable per unit = Harga produk per unit = Jumlah produk yang dihasilkan 3.5.4 Pay Back Period (PBP) Pay Back Period (PBP) adalah suatu metode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas (Umar 2007). Dengan kata lain adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal dimana kriteria keputusan yang diambil berdasarkan kriteria waktu. Semakin cepat tingkat pengembalian investasi, maka bisnis ini dinilai semakin baik untuk dilaksanakan. Rumus untuk menghitung PBP adalah: PBP = t 2 + NPV 2 (t 2 t 1 ) NPV 2 NPV 1 Keterangan: NPV1 = nilai NPV kumulatif negatif NPV2 = Nilai NPV kumulatif positif t 1 = tahun umur proyek yang memiliki nilai NPV kumulatif negatif t 2 = tahun umur proyek yang memiliki nilai NPV kumulatif positif 3.5.5 Analisis Sensitivitas Nilai NPV, B/C Ratio, BEP dan PBP dalam analisis finansial dan ekonomi dipengaruhi oleh besarnya penerimaan dan biaya. Analisis sensitivitas dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejauh mana perubahan-perubahan unsur dalam aspek finansial dan ekonomi berpengaruh terhadap keputusan yang dipilih. Analisis sensitivitas diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan suatu unsur harga pada saat pelaksanaan proyek. Melalui analisis ini dapat diketahui seberapa jauh proyek tetap layak jika terjadi perubahan-perubahan terhadap parameter-parameter tertentu, misalnya kenaikan biaya bahan baku dan bahan penunjang, serta penurunan harga jual (Gray et.al 1992) 19