BAB 3. ANALISIS SISTEM & PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1. PENDAHULUAN Latar Belakang

Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didapatkan dalam tahap analisis. Berikut adalah tahapan desain penelitian yang

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara

Muhammad wahidul

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

PRATIKUM INSTALASI & JARKOM [Manajemen Bandwidth]

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

BAB III METODE PENGEMBANGAN

BAB 3 METODOLOGI. Melakukan Survey. Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User. Perancangan Jaringan Hotspot

Test running well di RB750 OS ver.4.9 ISP= SAPIDI EXECUTIVE 512 2M

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN


UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN - PAKET 2

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM DAN UJI COBA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pendahuluan Tinjauan Pustaka

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Pengelolaan Jaringan Internet Menggunakan Mikrotik Pada Sekolah Smp Dr Wahidin Sudirohusodo

Gambar 1 Rancangan Penelitian.

Bab 3. Metode dan Perancangan Sistem

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

1. Pendahuluan Pada era digital ini, komunikasi menggunakan paket data sudah menjadi salah satu kebutuhan utama khalayak umum, jadi tidak heran jika

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN. rancangan jaringan baru yang sesuai dengan kebutuhan PT. Cakrawala Lintas Media.

ANALISA PERBANDINGAN MANAJEMEN JARINGAN BERBASIS MIKROTIK DENGAN CISCO (Studi Kasus Universitas Almuslim)

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)

Pembuatan Sistem Jaringan Komputer LAN dengan mikrotik RouterBoard 750. Achmad Muharyadi

BAB I PENDAHULUAN. Di masa sekarang ini, internet sangat berperan besar. Internet digunakan

BAB III PEMBAHASAN. pelaksanaan kerja praktek ada sebagai berikut : WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DIVISI SISKOHAT yang beralamat di

Cara Setting Mikrotik RB750 Untuk Warnet

Bab 3. Metode Perancangan Sistem

PEMBANGUNAN BANDWIDTH MANAGEMENT DENGAN METODE QUEUE TREE HTB DAN PCQ PADA MIKROTIK ROUTERBOARD. (Studi Kasus : SMA Kristen 1 Salatiga) Artikel Ilmiah

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Manajemen Bandwidth

MIKROTIK SEBAGAI NAT...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ketika Winbox sudah diunduh, hal yang pertama dilakukan adalah membuka. utility hingga tampil gambar seperti di bawah ini:

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

Load Balancing 3 Line Speedy 2011

BAB III ANALISIS SISTEM


BAB IV PEMBAHASAN. mengeluh karena koneksi yang lambat di salah satu pc client. Hal ini dikarenakan

Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional. Kategori: Fitur & Penggunaan. Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:

Modul 1 RB N. Pengenalan Mikrotik Router. Konfigurasi Dasar Mikrotik

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Instalasi & Konfigurasi Mikrotik Sebagai Gateway Server

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

Konfigurasi Routing Protocol RIP di Router 2

Konfigurasi Bandwidth Limitter Menggunakan MikroTik RB 750

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Pada artikel ini kami menggunakan RB750 routeros versi 5.1 dengan kondisi sebagai berikut :

Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)

Lampiran A : Hasil Wawancara. Hasil wawancara dengan Bapak Setiawan Soetopo, manager Internet Service

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISA PERBANDINGAN KINERJA CACHE PROXY SERVER ANTARA METODE PROXY INTERNAL DAN EXTERNAL

BAB 3 IMPLEMENTASI LOAD BALANCING

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah aplikasi perkantoran (Microsoft office: word, excel, power point) yang seluruh

BAB III PERANCANGAN MODEL SIMULASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM

Mikrotik dapat di install di PC dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:

MODUL 9 PENGUKURAN QoS STREAMING SERVER

Contoh Kasus Management Bandwidth dengan Mikrotik BGP Web-Proxy

Pemanfaatan Graphic Tools pada Sistem Operasi MikroTik untuk Menganalisa Bandwith Kustanto 4)

BAB III PERENCANAAN SISTEM

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

CARA SETTING LOAD BALANCE MIKROTIK (2 MODEM DI GABUNGKAN DALAM SATU MIKROTIK ROUTER) DALAM BENTUK GUI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN

Cara seting winbox di mikrotik

PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN HOTSPOT DENGAN MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK (Study Kasus : SMKN 1 JUWIRING)

Bandwidth Limiter RB750

e. Sebuah Mikrotik RB750r2 f. Sebuah TP-LINK

Blog: GerakanOpenSource.Wordpress.Com

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi Berikut adalah gambaran alur metodologi yang di gunakan sebagai acuan dalam penelitian ini :

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan

SETTING MIKROTIK SEBAGAI HOTSPOT DAN WEB PROXY

LOAD BALANCING. - Load Balancing Menggunakan RB750 Mikrotik configurasi By Shop.Pingintau.com - Port RB750 dari kiri ke kanan ada 5 buah port :

III. METODE PENELITIAN. Waktu : Oktober 2009 Februari : 1. Pusat Komputer Universitas Lampung. 2. Pusat Komputer Universitas Sriwijaya

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Konfigirasi Router Lanjutan

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. multicast menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut:

Transkripsi:

BAB 3. ANALISIS SISTEM & PERANCANGAN Bab ini menyajikan pembahasan mengenai analisis permasalahan yang dihadapi dan perancangan sistem yang akan dibuat. Bagian analisis mendiskusikan analisis masalah yang penulis teliti, serta solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagian perancangan menjelaskan tentang konfigurasi yang akan dilakukan pada router Mikrotik, untuk menyelesaikan masalah pada analisis permasalahan sebelumnya. 3.1 Analisis Masalah Dalam kegiatan perkantoran maupun perkuliahan, internet sudah menjadi kebutuhan utama dalam hal itu. Kegiatan seperti browsing maupun download file sudah menjadi hal yang biasa dilakukan para mahasiswa maupun pegawai. Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses tersebut yaitu akses internet yang penggunaannya kurang terkontrol, seperti kegiatan men-download file dalam ukuran besar. Hal ini mengakibatkan bandwidth terbagi secara tidak merata dan mengakibatkan internet menjadi lambat. Pada penelitian terdahulu yang dijadikan acuan penulis, ruangan workshop di Politeknik Telkom memiliki topologi dari modem ADSL yang di sambungkan ke router kemudian dipecah ke beberapa segmen dengan menggunakan switch. Di perangkat router tersebut bertugas hanya sebagai pengatur bandwidth secara global saja. Sehingga perangkat router tersebut belum mampu melakukan penyaringan file ekstension dan pengalokasian bandwidth untuk jenis file ekstensi yang di download. Maka pada penelitian terdahulu, penulis membuat sebuah proxy server squid yang bertugas untuk melakukan penyaringan file ekstension dan pengalokasian bandwidth untuk jenis file ekstensi yang di download. Pada penelitian kali ini akan dilakukan penelitian dengan menggunakan perangkat Mikrotik. Perangkat Mikrotik ini akan mempunyai fungsi yang sama dengan proxy server squid tersebut. Sehingga dapat di bandingkan antara kinerja dari Proxy Server di Linux Squid dan Web Proxy di perangkat Mikrotik. 12

3.2 User Requirement 3.2.1 Kebutuhan Minimum Perangkat Keras Adapun kebutuhan minimum yang diperlukan untuk membangun proxy server ini adalah : 1. Spesifikasi Mikrotik a. Tipe : RouterBoard 45G b. Prosesor : AR7161 68 MHz c. RAM : 256MB d. Storage : 512MB e. Ethernet Port : 5 f. Serial Console Port : 1 Gambar 3.1 RouterBoard 45G 13

2. PC User a. Prosesor : Pentium IV 1,8 GHz b. RAM : 1GB c. Harddisk : 8 GB d. 2 Fast ethernet card / 3.2.2 Kebutuhan Minimum Perangkat Lunak Adapun kebutuhan minimum perangkat lunak yang diperlukan untuk membangun proxy server ini adalah : 1. Mikrotik a. Sistem Operasi RouterOS b. Winbox 2. User a. Sistem Operasi Windows XP SP 2 b. Web browser (mozilla firefox) 14

3.3 Alur Kerja Sistem start Download error check Proxy Access Access invalid Valid? no yes Check firewall parameter Downloading file end Gambar 3.2 Alur Sistem Web Proxy akan di mulai ketika client melakukan permintaan download suatu file. Sistem akan melakukan pengecekan ekstensi file yang akan di download, pengecekan ini dilakukan oleh Web Proxy Access di Mikrotik dimana file itu di kategorikan. Bila Web Proxy Access file itu termasuk dalam Web Proxy Access yang melakukan deny maka sistem akan melakukan deny terhadap proses download itu dan user tidak dapat men-download file tersebut. Bila file itu termasuk dalam Access yang lain maka sistem akan mengizinkan proses download tersebut. Kemudian sistem akan membaca Layer7 Protocol dalam firewall Mikrotik. Dalam Layer7 Protocol terdapat beberapa ekstensi file yang telah di definisikan didalam Layer7 Protocol 15

tersebut. Kemudian ekstensi file tersebut akan di mark menjadi beberapa jenis paket di fungsi mangle dalam firewall Mikrotik. Paket paket yang telah di mark dalam mangle ini kemudian akan dipanggil oleh fungsi Queue. Fungsi Queue inilah yang kemudian akan melakukan pembatasan kecepatan download yang diterima client sesuai dengan kategori jenis file apa yang akan di download oleh client. 3.4 Perancangan Mikrotik Setelah melakukan observasi dan menentukan user requirement di dapatkan hasil untuk perancangan implementasi sebagai berikut : Topologi yang akan digunakan adalah topologi Star. internet Web Proxy Router Mikrotik Switch LAN Gambar 3.3 Perancangan Implementasi Topologi yang akan di gunakan dalam pengujian menggunakan topologi Tree, yang akan terdiri atas satu PC/laptop sebagai Web Proxy, 1 buah switch, dan 3 buah PC/laptop sebagai user. Router ini akan melakukan tugasnya sebagai penyaring jenis file apa saja yang tidak dapat dan dapat di download oleh client. Sehingga bila client ingin melakukan proses download terhadap suatu file yang ternyata sudah di blok oleh sistem maka client tidak dapat mendownload file 16

tersebut. Jika file yang ingin di download itu tidak masuk dalam daftar blok, maka sistem akan melakukan tugas selanjutnya sebagai pengatur besarnya kecepatan download yang akan diterima client sesuai jenis file yang di download oleh client. Selanjutnya mengenai perancangan konfigurasi penyaringan file pada perangkat Mikrotik adalah sebagai berikut : 1. Hidupkan service dari web proxy pada mikrotik pada menu IP -> Webroxy Gambar 3.4 Menu Web Proxy Mikrotik 2. Kemudian pada menu web proxy -> Access pilih tombol "+" untuk menambahkan rule pada web proxy 3. Pada bagian Path, isi dengan jenis jenis file yang akan di filter. Gambar 3.5 Rule Web Proxy 17

Selanjutnya mengenai perancangan konfigurasi pengalokasian kecepatan download pada perangkat Mikrotik via command line adalah sebagai berikut, : 1. Masuk kedalam menu New terminal. Gambar 3.6 Command Line 2. Lalu tambahkan ekstensi File yang akan di alokasikan kecepatan download-nya. /ip firewall layer7-protocol add comment= name= Extension \.exe \ regexp= ^.*get.+\\.exe.*\$ 3. Tambahkan ekstensi File ke dalam firewall mikrotik. /ip firewall mangle add action=mark-connection chain=prerouting comment= disabled=no layer7- protocol= Extension \.exe \ new-connection-mark= download_aplikasi passthrough=yes 18

add action=mark-packet chain=prerouting comment= connectionmark= download_aplikasi disabled=no new-packet-mark=paket_aplikasi passthrough=no 4. Alokasian bandwidth pada tiap tiap File sesuai perancangan bandwidth. /queue tree add name="download Total" parent=global \ limit-at= priority=8 max-limit=m burst-limit=\ burst-threshold= burst-time=s /queue tree add name="aplikasi" parent=" Download Total " \ packet-mark= download_aplikasi limit-at=448k queue=default priority=8 maxlimit=448k burst-limit= burst-threshold= burst-time=s 3.5 Perancangan Filter File Dan Pengalokasian Throughput Untuk perancangan pengalokasian kecepatan download yang di dapat pada tiap jenis File mengacu pada data penelitian terdahulu yang sudah penulis dilakukan. Pada penelitian terdahulu penulis menyebar sebanyak 5 kuesioner yang di ikuti oleh 5 mahasiswa Politeknik Telkom. Hasil dari kuesioner tersebut adalah sebagai berikut : 1. Format File dokumen yang paling sering anda download : 35 3 25 2 15 5 *.doc/*.docx *.xls *.ppt *.pdf *.rtf *.chm Lainnya:... Format file dokumen yang sering di download a) *.doc/*.docx : 12 orang 19

b) *.xls : orang c) *.ppt : 2 orang d) *.pdf : 32 orang e) *.rtf : orang f) *.chm : orang g) Lainnya : 4 orang 2. Ukuran File dokumen yang sering anda download itu : 18 16 14 12 8 6 4 2 Besar file <2 MB 2-5 MB 5 - MB > MB Lainnya a) <2 MB : 17 orang b) 2 5 MB : 13 orang c) 5 MB : 11 orang d) > MB : 8 orang e) Lainnya : 1 orang 2

3. Format File arsip yang paling sering anda download : 45 4 35 3 25 2 15 5 Format file arsip yang paling sering di download *.rar *.zip *.7z *.tar Lainnya a) *.rar : 4 orang b) *.zip : 8 orang c) *.7z : orang d) *.tar : orang e) Lainnya : 2 orang 4. Ukuran File arsip yang sering anda download itu : 16 14 12 8 6 4 <2 MB 2-5 MB 5 - MB > MB Lainnya 2 Besar file 21

a) <2 MB : 12 orang b) 2 5 MB : 13 orang c) 5 MB : 14 orang d) > MB : 8 orang e) Lainnya : 3 orang 5. Format File audio yang paling sering anda download : 5 45 4 35 3 25 2 15 5 Format file audio yang paling sering di download *.mp3 *.wav *.mp2 *.ogg Lainnya a) *.mp3 : 45 orang b) *.wav : 2 orang c) *.mp2 : orang d) *.ogg : orang e) Lainnya : 3 orang 22

6. Ukuran File audio yang sering anda download itu : 25 2 15 5 <2 MB 2-5 MB 5 - MB > MB Lainnya Besar file a) <2 MB : 6 orang b) 2 5 MB : 21 orang c) 5 MB : 17 orang d) > MB : 4 orang e) Lainnya : 2 orang 7. Format File video yang paling sering anda download : 18 16 14 12 8 6 4 2 Format file video yang paling sering di download *.avi *.mp4 *.mkv *.mpg *.flv *.rmvb *.3gp Lainnya a) *.avi : 16 orang 23

b) *.mp4 : 6 orang c) *.mkv : 4 orang d) *.mpg : 3 orang e) *.flv : 17 orang f) *.rmvb : orang g) *.3gp : 3 orang h) Lainnya : 1 orang 8. Ukuran File video yang sering anda download itu : 3 25 2 15 5 <2 MB 2-5 MB 5 - MB > MB Lainnya Besar file a) <2 MB : 2 orang b) 2 5 MB : 7 orang c) 5 MB : 12 orang d) > MB : 24 orang e) Lainnya : 5 orang 24

9. Format File aplikasi yang paling sering anda download : 5 45 4 35 3 25 2 15 5 Format file aplikasi yang paling sering di download *.exe *.iso *.msi *.sys *.jar Lainnya a) *.exe : 47 orang b) *.iso : 2 orang c) *.msi : orang d) *.sys : orang e) *.jar : 1 orang f) Lainnya : orang. Ukuran File aplikasi yang sering anda download itu : 25 2 15 5 <2 MB 2-5 MB 5 - MB > MB Lainnya Besar file a) <2 MB : 6 orang b) 2 5 MB : 12 orang 25

c) 5 MB : 9 orang d) > MB : 22 orang e) Lainnya : 1 orang 11. Apakah besar bandwidth yang ada sekarang sudah mencukupi kebutuhan mahasiswa? 5 45 4 35 3 25 2 15 5 Bandwidth yang ada sekarang sudah mencukupi kebutuhan mahasiswa atau tidak Ya Tidak a) Ya : 6 orang b) Tidak : 44 orang 26

12. Apakah dalam men-download File anda menggunakan download manager? 45 4 35 3 25 2 15 5 Menggunakan download manager dalam download file atau tidak Ya Tidak a) Ya : 4 orang b) Tidak : orang 13. Berapa File yang anda download dalam kurun waktu 1 minggu? 16 14 12 8 6 4 2 Berapa banyak file yang di download dalam waktu 1 minggu <5 file 5 - file - 2 file >2 file Lainnya a) <5 : 11 orang b) 5 : 12 orang c) 2 : 14 orang d) >2 : 11 orang 27

e) Lainnya : 2 orang Berdasarkan hasil kuesioner diatas, kecenderungan jenis File ekstensi yang sering di download adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Jenis File Jenis Ekstensi Banyak di download Besar rata rata Dokumen *.doc 12 2 MB *.pdf 32 Aplikasi *.exe 47 MB Arsip *.rar 4 5 MB Multimedia *.mp3 45 5 MB Video *.avi 16 MB *.mpg 3 *.flv 17 *.mp4 6 *.mkv 4 *.3gp 3 3.5.1 Analisa Filter File File.exe File.exe adalah File program executable yang berjalan pada Windows, dan menjadi standar File ekstensi yang di gunakan oleh program di Windows. Executable File dapat di jalankan oleh program di Microsoft DOS atau Windows dengan perintah klik ganda. Karena tipe File ini menyebabkan sistem operasi akan menjalankan program tersebut, pengguna harus lebih berhati hati dalam men-download, menyimpan atau menggunakan File ekstensi ini. Sebab sangat rentan terhadap infeksi virus, atau bahkan virus yang menyamar menjadi suatu aplikasi. Karena berpotensi untuk menyebarkan virus, maka File ekstensi ini tidak aman di download. 28

File.doc File.doc adalah ekstensi dokumen untuk aplikasi pengolah kata yang terdapat di Microsoft Word Binary File Format, yang biasanya berisi teks, gambar, tabel, dan grafik. Sayangnya File.doc dapat berisi kode program Visual Basic Application (VBA), yang dapat digunakan untuk membuat virus Makro yang bersifat merusak. Hal inipun diantisipasi oleh Microsoft yang sejak Aplikasi Office 23 mulai di tambahkan pengamanan terhadap virus Makro tersebut. Sehingga File.doc pun saat ini relatif aman untuk di download. File.pdf File.pdf adalah File dokumen multi-platform, biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen di format standar yang bisa di pakai di berbagai platform. Pdf juga tidak terlepas dari sasaran virus atau program yang berbahaya. Salah satu caranya yaitu menyisipkan program executable yang akan bekerja ketika File pdf itu di buka. Pihak Adobe menyadari hal ini, dan pada tanggal 13 April 2 Adobe meluncurkan update otomatis yang berjalan di background, dengan fungsi untuk meningkatkan keamanan terhadap ancaman virus. Sehingga File.pdf pun saat ini relatif aman untuk di download. File.mp3 File.mp3 adalah File yang menggunakan Layer 3 audio kompresi dan di kembangkan oleh Moving Picture Experts Group. Bisanya di gunakan untuk menyimpan musik pada hard disk, dan mampu memiliki kualitas mendekati Compact Disc (stereo, 16-bit). Sampai saat ini File.mp3 aman digunakan sebab tidak dapat menginfeksi sistem. Sehingga File.mp3 pun saat ini relatif aman untuk di download. File.rar File.rar adalah File arsip yang terdapat satu atau lebih File yang telah di kompresi di dalamnya. Rar menggunakan kompresi rasio yang lebih tinggi di bandingkan dengan kompresi lainnya. Karena memiliki satu atau lebih File di dalam nya, Rar pun dapat menyimpan virus yang berbahaya. Namun File virus jika terdapat 29

di dalam rar tersebut, tidak akan bisa di jalankan karena haus di ekstrak terlebih dahulu. Walaupun di ekstrak pun antivirus akan langsung mendeteksi virus tersebut dan menghapusnya. Sehingga File.rar pun saat ini relatif aman untuk di download. File.avi File.avi merupakan format File video buatan Microsoft. Format AVI memiliki berbagai pilihan metode kompresi-dekompresi (codec), antara lain: Cinepak, Indeo, Microsoft Video 1, Clear Video (IVI). Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menyimpan film, dan memiliki ukuran File yang besar. Karena berukuran besar dan berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. File.mp4 File.mp4 atau MPEG-4 digunakan untuk berbagi File di web. Trek video dan audio dikompres secara terpisah dimana File video dikompres dengan pengkodean MPEG-4 dan audio dengan kompresi AAC, yang merupakan tipe kompresi audio yang sama dengan yang digunakan pada File.AAC. Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menyimpan film, dan memiliki ukuran File yang besar. Karena berukuran besar dan berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. File.mkv File.mkv adalah format video yang serupa dengan format.avi,.asf, dan.mov. File ini mendukung beberapa jenis codec audio dan video dan juga sub judul.srt,.ssa, atau.usf (Universal Subtitle Format). File MKV juga mendukung sub judul VobSub dari DVD. Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menyimpan film, dan memiliki ukuran File yang besar. Karena berukuran besar dan berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. 3

File.mpg File.mpg mengintegrasikan kompresi video dan audio MPEG-1 dan MPEG-2. MPEG-1 hampir secara eksklusif digunakan untuk VCD (Video Compact Disk). MPEG-2 (juga dikenal sebagai H.262) digunakan untuk DVD dan menyiarkan HDTV. Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menyimpan film, dan memiliki ukuran File yang besar. Karena berukuran besar dan berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. File.flv File.flv telah ada selama beberapa waktu dan hadir dalam berbagai versi. Pada versi lama cenderung menggunakan codec Sorenson dan versi baru menggunakan H.264. File ini adalah format yang populer untuk streaming video di internet namun ada kelemahan besar karena tidak didukung perangkat ios seperti iphone dan ipad. Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menyimpan film, dan memiliki ukuran File yang cukup besar. Karena berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. File.3gp File.3gp dikembangkan dengan maksud untuk menghemat ruang disk, bandwidth, dan penggunaan data, karena itulah mereka sering terlihat pada perangkat seluler. Sayangnya tipe File ini sering di salah gunakan untuk menyimpan konten porno, dan di sebar oleh oknum yang tidak bertanggug jawab. Karena File ini mengandung konten yang tidak baik dan berpotensi menarik bandwidth pada satu waktu, maka File ekstensi ini tidak boleh di download. 31

Berdasarkan penjelasan diatas maka jenis ekstensi File yang boleh dan tidak boleh di download adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Perlakuan Perlakuan Jenis File Jenis file yang dapat di download (*.doc, *.pdf, *.rar,*.mp3) Jenis file yang tidak dapat di (*.exe, *.avi, *.mp4,*.mkv, download *.mpg, *.flv, *.3gp) 3.5.2 Perancangan Pengalokasian Throughput Berdasarkan tabel perlakuan diatas, dan ketersediaan bandwidth pada saat pengujian yaitu 1 Mbps, maka rancangan alokasi throughput yang akan diterapkan berdasarkan tipe file yang di download adalah seperti di bawah ini. Perhitungan untuk file dokumen : Sesuai data kuesioner, besar rata rata File dokumen adalah 2 KB, dan di harapkan waktu download mencapai 2 menit atau 12 detik sehingga di dapat throughput untuk file dokumen adalah : Perhitungan untuk File arsip : Sesuai data kuesioner, besar rata rata file arsip adalah 5 KB, dan di harapkan waktu download mencapai 4 menit atau 24 detik sehingga di dapat throughput untuk file arsip adalah : 32

Perhitungan untuk File multimedia : Sesuai data kuesioner, besar rata rata file multimedia adalah 5 KB, dan di harapkan waktu download mencapai 5 menit atau 3 detik sehingga di dapat throughput untuk file multimedia adalah : berikut : Sehingga di dapat skenario throughput pada masing - masing file ekstension sebagai Jenis File Tabel 3.3 Skenario throughput Dokumen : (*.doc,*.pdf) Besar Bandwidth 17 KBps Arsip : (*.rar) Multimedia : (*.mp3) Saring (*.exe, *.avi, *.mp4,*.mkv, *.mpg, *.flv, *.3gp) 2 KBps 17 KBps - 3.6 Skenario Pengujian Skenario pengujian yang dilakukan untuk penyaringan File ekstensi dan pengalokasian bandwidth File ekstensi adalah sebagai berikut: Menggunakan 1 komputer sebagai client. File file yang akan di tes di hosting pada server internal di lokasi pengujian dan di akses melalui IP ftp://192.168.2.129. 33

Tiap ekstensi file akan di test dengan ukuran yang berbeda yaitu 2 MB, 5 MB, MB dan 2 MB. Kondisi pertama akan dilakukan pengujian dengan menggunakan perangkat Mikrotik. Kondisi kedua akan dilakukan pengujian dengan menggunakan perangkat proxy server squid, untuk membandingkan kinerja di antara keduanya. Pada kedua kondisi tersebut, akan dilakukan proses download File ekstensi sesuai dengan skenario troughput sebelumnya. Pada proses download tersebut akan di gunakan tools wireshark untuk memantau troughput yang sedang berjalan. 34