Searching Location nearest public facility based on distance and road s route based GIS

dokumen-dokumen yang mirip
Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Berdasarkan Jarak dan Rute Jalan Berbasis SIG

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ANGKUTAN UMUM DI SURABAYA BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PERIBADATAN WILAYAH SURABAYA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN TRANSPORTASI DAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA KEDIRI

PENENTUAN TAMAN KOTA SURABAYA SEBAGAI PENYUMBANG KEBUTUHAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN GIS. Joko Santoso, Arif Basofi, Arna Fariza

SISTEM ONLINE UNTUK PELACAKAN PAKET MENGGUNAKAN GPS. Dodo Zaenal Abidin,M.Kom. Abstrak

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KEPADATAN LALU LINTAS DAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN KOTA SURABAYA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAN ANALISADAERAH PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO

PEMETAAN DAN ANALISA SEBARAN SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN KEDIRI DENGAN GIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PELAYANAN UMUM DI KOTA TUBAN BERBASIS WAP

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAN ANALISADAERAH PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PENGOLAHAN BARANG BEKAS DI SURAKARTA

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:

ANALISA PENYEBARAN SMK NEGERI 1 TUBAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAERAH BENCANA LUMPUR LAPINDO SIDOARJO MENGGUNAKAN J2ME

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemetaan Lahan Pertanian di Wilayah Mojokerto

SISTEM MITIGASI BANJIR BENGAWAN SOLO BERBASIS J2ME

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada

Aplikasi GIS PDP3D G.I.S P.D.P.3.D PT. Lexion Indonesia

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasif 2008) ISSN: UPN Veteran Yogyakarta, 24 Mei 2008

SIG PEMETAAN JENIS HAK ATAS TANAH

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang berkembang saat ini, pengelolaan informasi dapat dilakukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan bantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia selalu menginginkan kemudahan, kecepatan dan sistem

BAB I PENDAHULUAN. zaman komputerisasi saat perusahaan-perusahaan atau instansi baik itu negeri

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PELAYANAN KESEHATAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

BAB I PENDAHULUAN. merupakan daerah tujuan wisatawan domestik dan internasional yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan

PENERAPAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE PADA PETA INTERAKTIF KOTA BANDUNG UNTUK HANDPHONE CLDC/1.1 dan MIDP/2.0

WEBGIS. Tujuan. Arna fariza. Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN JALUR KERETA API DAN ANALISA TRAFFIC

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana diketahui, Sistem Informasi Geografis merupakan Sistem. yang dapat menjelaskan situasi dan keadaan tempat tersebut.

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN WEBSITE satutujuan.co.id SEBAGAI PORTAL RIDESHARING UNTUK CIVITAS AKADEMIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. berbentuk hard copy maupun bertanya kepada beberapa orang sekitar. Dimana ini

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PERIBADATAN WILAYAH KOTA PADANG BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI UNTUK DATA KECELAKAAN BERBASIS MOBILE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Proposal. PT. Lexion Indonesia. Aplikasi GIS Database Saluran Air Hal. 0

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR DENGAN VISUALISASI JALUR BERBASIS GIS (Study Kasus : Surabaya)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. adalah Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis

KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEKOLAH DI DKI JAKARTA

BAB II LANDASAN TEORI. lingkungan, interaksi unsur dengan suatu tujuan yang akan dicapai. Berikut ini pengertian sistem menurut beberapa ahli:

1.2 TUJUAN PENELITIAN

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEMPAT IBADAH DI KOTA BOGOR BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

Web GIS untuk Bank Swasta di Kota Semarang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK KAWASAN RAWAN BENCANA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Metode dan Teori-Teori Sistem Informasi Geografis. Pengembangan perangkat lunak mempunyai langkah-langkah yang terstruktur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. dengan bantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis

BAB I PENDAHULUAN. dengan bantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis

BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. lingkungan, interaksi unsur dengan suatu tujuan yang akan dicapai. Berikut ini pengertian sistem menurut beberapa ahli:

BAB I PENDAHULUAN. beberapa pertanyaan seperti lokasi, kondisi, tren, pola dan pemodelan.

BAB I PENDAHULUAN. akhir, hal itu menjadi sebuah peluang bagi para pengembang Information

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI FASILITAS UMUM BERBASISKAN LAYANAN LOKASI (LOCATION BASED SERVICE)

lebih memilih internet sebagai sumber informasinya. Dengan alasan bahwa informasi yang disajikan akurat dan selalu baru. Salah satu bentuk pelayanan d

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1 Alur Metodologi Penelitian

PENGEMBANGAN WEBGIS DALAM PEMETAAN SEKOLAH (SCHOOL MAPPING) UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN SUKOHARJO MAKALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang

BAB I PENDAHULUAN I-1

ABSTRAK. Kata kunci: Pelayanan kesehatan, Georaphical Information System (GIS), Kebumen, Rumah sakit dan puskesmas

BAB 1 PENDAHULUAN. dan jasa, mempromosikan produk dan jasa, mengambil bahan dari supplier dan

PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan a. Deskripsi Umum Sistem b. Kebutuhan Fungsional Sistem c. Karakteristik Pengguna

BAB I PENDAHULUAN. terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. permasalahan yang dibahas dan juga menjelaskan aplikasi-aplikasi yang akan

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN ALUMNI PENS-ITS

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media

Geographic Information System (GIS) Arna Fariza TI PENS. Apakah GIS itu?

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan

Jurnal Informatika dan Komputer PENS

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENANGANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

Searching Location nearest public facility based on distance and road s route based GIS Subtitle Healthy, Communication, Transportation, Security, Industrial, Sport and Tourism Yulius Hadi Nugraha, Arif Basofi, Arna Fariza Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, Dosen Pembimbing Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus PENS-ITS Keputih Sukolilo Surabaya 60111 Telp (+62)31-5947280, 5946114, Fax. (+62)31-5946114 Email : bross_qeren@plasa.com Makalah Proyek Akhir Abstrak Sistem Informasi Geografi adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan. Dengan menggunakan SIG maka diharapkan akan lebih mudah bagi para pengambil keputusan untuk mengetahui lokasi fasilitas umum terdekat beserta fasilitas-fasilitasnya yang ada di kotamadya Surabaya. Karena dengan adanya SIG maka akan digambarkan juga letak lokasi fasilitas umum pada kondisi sesungguhnya dalam hal ini adalah peta kotamadya Surabaya. Pada proyek akhir ini, kami membuat suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web tentang informasi fasilitas umum terdekat yang ada di kotamadya Surabaya khususnya bidang kesehatan, komunikasi, transportasi, keamanan, pariwisata, pendidikan, olah raga, perkantoran dan industri. Disini nantinya akan didapatkan suatu analisa-analisa dan visualisasi dalam bentuk web yang dapat digunakan sebagai referensi untuk para pengambil keputusan terutama dalam pencarian lokasi fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya. Dari informasi yang didapatkan nantinya diharapkan dapat memberikan informasi tentang fasilitas umum terdekat yang ada di Kotamadya Surabaya khususnya bidang kesehatan, komunikasi, transporstasi, keamanan, pariwisata, pendidikan, olah raga, perkantoran dan industri berdasarkan query yang dimasukkan. Kata kunci : SIG, sistem informasi geografis, fasilitas umum. I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di kota-kota besar di Indonesia pencarian suatu lokasi, tempat atau daerah oleh orang selama ini masih dilakukan secara manual yaitu dengan cara melihat peta yang berbentuk hard copy maupun bertanya kepada orang sekitar, khususnya pencarian mengenai lokasi fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya. Dimana hal ini merupakan suatu permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah kota khususnya di kotamadya Surabaya sehingga dibutuhkan suatu pemecahan permasalahan, yaitu permasalahan mengenai pencarian lokasi atau tempat fasilitas umum kota. Untuk mengatasi aneka permasalahan ini, perencanaan spasial fasilitas umum kota sangat berperan dalam memecahkan berbagai permasalahan mengenai fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya. Penerapan Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan langkah yang tepat dalam melakukan proses perencanaan mengenai fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya. Hal ini telah diakui bahwasanya Sistem Informasi Geografi (SIG) mempunyai kemampuan analisis keruangan (spatial analysis) maupun waktu (temporal analysis). Dengan kemampuan tersebut SIG dapat dimanfaatkan dalam perencanaan apapun karena pada dasarnya semua perencanaan akan terkait dengan dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian

setiap perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan rencana akan terpantau dan terkontrol secara baik. Penerapan SIG mempunyai kemampuan yang sangat luas, baik dalam proses pemetaan dan analisis sehingga teknologi tersebut sering dipakai dalam proses perencanaan tata ruang. Selain itu, bahwasannya pemanfaatan SIG dapat meningkatkan efisiensi waktu dan ketelitian (akurasi). Dalam proyek akhir ini akan dibangun SIG fasilitas umum di Kotamadya Surabaya. Dari sistem informasi ini akan direkomendasikan informasi mengenai lokasi fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya bagi pengguna berdasarkan analisaanalisa data yang terkait.rekomendasi ini disusun dengan bantuan struktur informasi yang berbasis pemetaan geografis.dengan dukungan SIG, diharapkan mampu memberikan hasil rekomendasi informasi mengenai fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya bagi pengguna yang ingin mencari lokasi-lokasi fasilitas umum yang ada di kotamadya Surabaya. I.2 Tujuan Berdasarkan fakta dan analisa terhadap fasilitas umum yang telah ada di Surabaya, serta adanya keinginan untuk turut memberikan solusi terhadap masalah fasilitas umum yang ada saat ini, maka tujuan dari proyek akhir ini adalah membangun sistem informasi geografis fasilitas umum di Kotamadya Surabaya berbasis web untuk memberikan informasi lokasi-lokasi fasilitas umum yang ada di Kotamdya Surabaya kepada pengguna di saat akan berpergian. I.3 Permasalahan Permasalahan yang timbul dalam pengerjaan proyek akhir ini adalah : 1. Bagaimana mendapatkan data-data terkait yang akurat dan lengkap sebagai bahan untuk pengerjaan proyek akhir ini. 2. Bagaimana mengolah data pendukung menjadi data spasial GIS. 3. Bagaimana membangun aplikasi SIG untuk proses pencarian fasilitas umum terdekat berdasarkan jarak dan rute jalan yang berbasis web berdasarkan data-data yang didapat sehingga dapat memberikan informasi mengenai fasilitas umum terdekat dan rute jalan yang ada di Kotamadya Surabaya. I.4 Batasan Masalah Adapun batasan masalah dalam proyek akhir ini diantaranya adalah : 1. Daerah yang menjadi objek adalah Kotamadya Surabaya. 2. Data yang dipakai yaitu data sekunder meliputi Bidang Kesehatan yang terdiri dari rumah sakit dan puskesmas. Bidang Komunikasi yang terdiri dari atm, surat kabar, stasiun tv, radio am, radio fm, kantor pos dan kantor majalah. Bidang Transportasi yang terdiri dari bengkel motor, bengkel mobil, spbu, stasiun, terminal dan taxi. Bidang Keamanan terdiri dari polisi dan pmk. Bidang Industri terdiri industri. Bidang Pariwisata terdiri tempat wisata, hotel, restoran, akomodasi, tempat hiburan. Bidang Keagamaan terdiri tempat ibadah (masjid, gereja, pura, klenteng). Bidang Pendidikan terdiri sma, smp, perguruan tinggi. Bidang Perkantoran terdiri kedinasan, bank, kedutaan. Bidang Olahraga terdiri tempat olahraga. Bidang Angkutan kota. Bidang Rute Jalan. 3. Data yang ditampilkan hanya sebatas informasi lokasi, alamat dan fasilitas yang tersedia. 4. Jarak terdekat dalam proyek akhir ini di asumsikan sebesar radius 1 km. 5. Rute jalan dalam hal ini adalah rute angkutan kota. 6. Software yang digunakan adalah Mapserver serta software tool pendukung lain. II. TINJAUAN PUSTAKA II.1 Teori Tentang Fasilitas Umum `Fasilitas publik atau fasilitas umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa fasilitas, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.[1] II.2 GIS (Geographic Information System) GIS(Geographic Information System) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi GIS mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis statistic dengan menggunakan visualisasi yang khas

serta berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar-gambar petanya. Komponen GIS adalah sistem komputer, data geospatial dan pengguna, seperti diperlihatkan pada Gambar 2.1 Gambar 2.1 Komponen Kunci SIG Data yang diolah pada GIS ada 2 macam yaitu data geospasial atau yang biasanya disebut data spasial dan data non-spasial (atribut). Jika pada gambar diatas data atribut tidak digambarkan karena memang dalam GIS yang dipentingkan adalah tampilan data secara spasial. Tetapi sebenarnya pada GIS kadang-kadang juga melibatkan data atribut baik secara langsung maupun secara tidak langsung.[2] II.3 Web GIS Web-GIS merupakan Sistem Informasi Geografi berbasis web yang terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait. Web- GIS merupakan gabungan antara design grafis pemetaan, peta digital dengan analisa geografis, pemrograman komputer, dan sebuah database yang saling terhubung menjadi satu bagian web design dan web pemetaan. Berikut adalah contoh aplikasi Web-GIS : Gambar 2.2 Komponen Web-GIS Nama lain untuk Web-GIS sendiri bermacammacam yang diantaranya adalah sebagai berikut : - Web-Based GIS - Online GIS - Distributed GIS - Internet Mapping Dimana sebuah Web-GIS yang potensial merupakan aplikasi GIS atau pemetaan untuk pengguna di seluruh dunia, tidak memerlukan software GIS, tidak tergantung pada platform ataupun sistem operasi.[8] II.4 Mapserver MapServer merupakan aplikasi freeware dan open source yang memungkinkan kita menampilkan data spasial (peta) di web. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universitas Minesota, Amerika Serikat untuk proyek ForNet (sebuah proyek untuk manajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (Nasional Aeronautics and Space Administration). Dukungan NASA dilanjutkan dengan dikenbangkan proyek TerraSIP untuk manajemen data lahan. Saat ini, karena sifatnya yang terbuka (open source), pengembangan MapServer dilakukan oleh pengembangan dari berbagai Negara. Pengembangan MapServer menggunakan berbagai aplikasi open source atau freeware seperti Shapelib untuk baca/tulis format data Shapelib, FreeType untuk merender karakter, GDAL/OGR untuk baca/tulis berbagai format data vector maupun raster dan Proj.4 untuk menangani beragam proyeksi peta. Pada bentuk paling dasar, MapServer berupa sebuah program CGI (Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web server dan berdasarkan beberapa parameter tertentu (terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta atau bentuk lain.[8] II.5 Database MySQL MySQL merupakan software resmi yng dikembangkan oleh perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang waktu itu bernama TcX Data Konsult AB.Pada awalnya MySQL memakai nama msql atau mini SQL sebagai antarmuka yang digunakan, ternyata dengan menggunakan msql itu mengalami banyak hambatan, yaitu sangat lambat dan tidak fleksibel. Oleh karena itu, Michael Widenius ( Monty ), panggilan akrabnya, berusaha mengembangkan interface yang tersebut hingga ditemukan MySQL. Kala itu, MySQL didistribusikan secara khusus, yakni untuk keperluan nonkomersial bersifat gratis sedangkan untuk kebutuhan komersial diharuskan membayar lisensi. Barulah sejak versi 3.23.19, MySQL dikategorikan software berlisensi GPL, yakni dapat dipakai tanpa biaya untuk kebutuhan apapun. MySQL dapat

dijalankan di berbagai sistem operasi misalnya Linux, Unix, Windows. Kelebihan MySQL adalah pada kecepatan akses, biaya, konfigurasi, tersedia source code karena MySQL dibawah Open Source License dan menjadi database open source yang sangat popular. MySQL merupakan database relational (RDBMS) yang mempunyai kemampuan yang sangat cepat untuk menjalankan SQL dengan multithread dan multiuser. Oleh karena itu, dengan dengan melihat begitu tingginya potensi MySQL untuk dijadikan sebagai database yang andal, segala feature pendukung terus dikembangkan agar penggunaan MySQL dapat lebih optimal lagi. III. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN III.1 Diagram Sistem Perencanaan dan Pembuatan Sistem Gambar 3.1 Diagram Sistem Perencanaan Pembuatan III.2 Pre Processing Pre-processing adalah proses awal mengelola data sebelum pengolahan data yang dilakukan pada sistem SIG. Proses ini bertujuan agar data yang ada (awal) dapat dipakai pada proses di dalam SIG, dalam hal ini adalah software MapServer. Data yang digunakan pada sistem informasi ini adalah data peta Kotamadya Surabaya, yang meliputi wilayah Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Peta yang didapat berupa peta digital yang sudah mengalami digitasi sebelumnya, yaitu peta dengan format SHP (ESRI shape file). Format tersebut tidak dapat ditampilkan pada halaman web. Untuk dapat menampilkannya format tersebut harus diubah ke dalam format gambar yang didukung oleh web misalnya JPG, GIF dan PNG. Oleh karena itu, dibutuhkan perangkat lunak MapServer yang bersifat gratis dan open source, karena selain hanya menampilkan peta dalam bentuk gambar, perangkat lunak ini juga harus memungkinkan overlay antara peta serta proses query terhadap basis data atribut. III.3 Perancangan Database Data atribut merupakan keterangan dari data spatial yang telah didigitasi sebelumnya. Data atribut ini disimpan dalam satu tabel dengan kolom-kolom sesuai dengan informasi yang akan disampaikan. Pembentukan data atribut ini dilakukan di ArcView yang nantinya akan dimasukkan dalam MySQL. Berikut merupakan data-data bidang yang akan diproses : Bidang Kesehatan : - Rumah Sakit - Puskesmas Bidang Komunikasi : - Stasiun TV - Radio AM - Radio FM - Kantor POS - Surat Kabar - Kantor Majalah Bidang Transportasi : - Terminal - Stasiun - Bengkel Motor - Bengkel Mobil - Pool Taxi - Spbu Bidang Keamanan : - Kantor Polisi - Kantor PMK Bidang Industri : - Industri Bidang Pendidikan : - SMP - SMU - Perguruan Tinggi Bidang Perkantoran : - Kedutaan - Bank - Dinas Bidang Olahraga : - Driving Range - Gedung dan Lapangan Olahraga - Lapangan Golf - Kolam Renang

III.4 Perancangan Sistem Perancangan sistem bertujuan untuk mencari bentuk yang optimal dari aplikasi yang akan dibangun dengan mempertimbangkan berbagai faktor-faktor permasalahan dan kebutuhan yang ada pada sistem. Upaya yang dilakukan adalah dengan berusaha mencari kombinasi penggunaan teknologi dan perangkat lunak (software) yang tepat sehingga diperoleh hasil yang optimal dan mudah untuk diimplementasikan. Pada bagian ini akan dibahas mengenai tahapan perancangan antarmuka aplikasi. Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang berbasis web, oleh karena itu antarmuka yang dibangun adalah antarmuka web. Antarmuka yang akan dibangun dirancang sesederhana mungkin sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Rancangan antarmuka dari aplikasi ini adalah sebagai berikut : 1. Halaman maps 2. Halaman menu pencarian 3. Halaman informasi dari pencarian 4. Halaman data fasilitas umum 5. Halaman data angkutan kota 6. Halaman galery fasilitas umum 7. Halaman budaya dan boga 8. Halaman reference IV. PENGUJIAN DAN ANALISA IV.1 Pengujian Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah aplikasi yang dibangun telah berjalan dengan baik dan memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Pada bagian ini akan dibahas mengenai tahapan perancangan antarmuka aplikasi. Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang berbasis web, oleh karena itu antarmuka yang dibangun adalah antarmuka web. Antarmuka yang akan dibangun, dirancang sesederhana mungkin sehingga memudahkan user dalam menggunakannya. Halaman ini merupakan halaman yang menampilkan visualisasi peta surabaya yang dilengkapi dengan kemampuan navigasi peta seperti show all, zoom in, zoom out, recenter, informasi, reference map, scalebar dan legend dari semua bidang yang kita cari. Halaman maps beserta informasi hasil pemilhan lokasi dapat dilihat pada Gambar 4.1. Gambar 4.1 Halaman maps Berikut ini merupakan halaman yang memberikan fasilitas untuk mencari data lokasi-lokasi fasilitas umum yang berada di wilayah surabaya utara, timur, selatan, pusat dan barat berdasarkan query yang diinputkan user sesuai jl ataupun nama fasilitas umum yang dicari. Halaman pencarian dapat dilihat pada Gambar 4.2. Gambar 4.2 Halaman pencarian Berikut adalah salah satu contoh halaman fasilits umum yang di cari beserta informasi hasil pemilhan lokasi pada bidang komunikasi (ATM) dapat dilihat pada Gambar 4.3. Gambar 4.3 Halaman area ATM Berikut adalah halaman fasilits umum terdekat dari alamat jalan yang di inputkan yang beserta informasi hasil pemilhan lokasi jalan pada dari bidang komunikasi (ATM) dapat dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Halaman area Fasilitas Umum (ATM) Terdekat IV.2 Analisa Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa secara keseluruhan aplikasi web dapat berjalan dengan baik pada software maupun hardware. Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang berbasis web dan perangkat lunak Mapserver, MySQL serta PHP dapat bekerja dengan baik dalam memvisualisasikan data-data spasial. Untuk Area Kesehatan menampilkan layer rumah sakit dan puskesmas. Untuk Area Komunikasi menampilkan layer surat kabar, stasiun tv, radio am, radio fm, kantor pos dan kantor majalah. Untuk Area Trasnsportasi menampilkan layer bengkel motor, bengkel mobil, spbu, stasiun, terminal dan taxi. Untuk Area Keamanan menampilkan layer kantor polisi dan pmk. Untuk Area Industri menampilkan layer industri. Untuk Area Pariwisata menampilkan tempat wisata, hotel, akomodasi, rumah makan, tempat hiburan. Untuk Area Pendidikan menampilkan smp, sma, perguruan tinggi. Untuk Area Perkantoran menampilkan kedutaan, bank, dinas. Untuk Area Olahraga menampilkan driving range, gedung dan lapangan olahraga, golf, kolam renang. Selain itu aplikasi memiliki navigasi query untuk mencari lokasi fasilitas umum untuk wilayah baik surabaya utara, selatan, barat, timur, pusat dan seluruhnya. Faktor utama yang mendukung hal ini adalah kompatibilitas yang cukup tinggi baik antara sistem operasi Windows dengan perangkat lunak pendukung aplikasi maupun kompatibilitas diantara perangkat-perangkat lunak pendukung tersebut. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya kesalahan atau error yang terjadi pada sistem operasi Windows pada saat menjalankan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut maupun error yang terjadi pada perangkat-perangkat lunak pendukung tersebut pada saat dijalankan. V. KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan Setelah dilakukan serangkaian pengujian terhadap sistem yang dibangun maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Web GIS ini memberikan informasi kepada pengguna mengenai lokasi fasilitas umum terdekat yang ada di Kotamadya Surabaya. 2. Aplikasi ini hanya menampilkan informasi mengenai Bidang Kesehatan, Komunikasi, Transportasi, Keamanan, Pariwisata, Olahraga, Perkantoran dan Industri. 3. Software Mapserver merupakan software yang bersifat open source yang dapat menampilkan informasi data spasial dari SHP ke web. 4. Aplikasi ini dapat juga melakukan proses query untuk pencarian lokasi fasilitas umum terdekat yang ada di Kotamdya Surabaya sehingga memudahkan user untuk membantu mencari lokasi yang diinginkan. 5. Perangkat lunak MapServer, MySQL dan PHP memiliki kinerja yang cukup baik dalam menampilkan data-data spasial sehingga layak dikembangkan untuk aplikasi web GIS untuk informasi fasilitas umum di Kotamadya Surabaya. 6. Daerah yang memiliki fasilitas-fasilitas umum yang saling berdekatan mengakibatkan terbatasnya ruang gerak pada ruas jalan yang berada di sekitarnya, serta mengakibatkan sistem pergerakan hanya terpusat pada satu titik atau daerah. V.2 Saran Dari beberapa kesimpulan yang diambil diatas, dapat dikemukakan saran-saran yang berguna untuk perbaikan dari sistem yang kami bangun dalam proyek akhir ini : 1. Diharapkan dapat mengembangkan MapServer ke arah Graphic User Interface (GUI) yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami dari data peta yang didapat. 2. Perlunya studi literarur yang lebih banyak tentang topik yang akan dibuat pada SIG. 3. Perlunya lebih mendalami lagi fungsifungsi maupun pemrograman yang ada pada MapServer terutama untuk data vektor agar dapat dikembangkan ke aplikasi yang lebih luas. 4. Adanya suatu dukungan sarana / peralatan yang dibutuhkan dalam melakukan proses pembuatan GIS (misalnya : meja digitasi, GPS, dll) akan membantu menghasilkan GIS yang lebih akurat.

5. Untuk mendapatkan tampilan yang lebih bagus dan menarik maka perlu ditambahkan coding java script. VI. DAFTAR PUSTAKA [1]. Artikel dan tutorial tentang GIS pada ilmukomputer.com [2]. Basofi, A, Fariza, A, Hardiansyah, M, Puspita Ayu, O, WEB GIS UNTUK INFORMASI PELAYANAN UMUM DI KOTAMADYA SURABAYA, Penerbit Proceeding Of The 9th INDUSTRIAL ELECTRONICS Seminar 2007. [3]. Artikel dan tutorial pada http://www.inigis.info/blog [4]. Artikel dan tutorial pada www.hatma.info/download/gis/webgis/ [5]. Nuryadin, R, Panduan Menggunakan MapServer, Penerbit Informatika, Bandung, 2005. [6]. MS4W, MapLab, Chameleon, www.maptools.org [7]. PostGIS Manual, http://postgis.refraction.net [8]. Artikel Web-GIS with MapServer pada http://mapserver.gis.umn.edu [9]. Artikel MapServer Indonesia pada http://mapserver-id.net