Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

ANALISIS GROUND VIBRATION PADA PELEDAKAN OVERBURDEN DI PANEL 4 PIT J PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR

KAJIAN GROUND VIBRATION DARI KEGIATAN BLASTING DEKAT KAWASAN PEMUKIMAN UNTUK MENCAPAI KONDISI AMAN DI PENAMBANGAN BATUBARA.

Pengaruh Peak Particle Velocity ( PPV ) dari hasil kegiatan peledakan terhadap kekuatan lereng penambangan ( FK) pada penambangan Batubara Oleh :

JGP (Jurnal Geologi Pertambangan 28

EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK BERDASARKAN GROUND VIBRATION HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat. Supervisor Departement Drill and Blast, PT Bina Sarana Sukses

Baku tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang terbuka terhadap bangunan

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PERANGKAT LUNAK ANALISIS GETARAN TANAH AKIBAT PELEDAKAN

PENENTUAN JARAK AMAN PELEDAKAN BATUBARA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR WILAYAH PERTAMBANGAN

RANCANGAN SISTEM WAKTU TUNDA PELEDAKAN NONEL UNTUK MENGURANGI EFEK GETARAN TANAH TERHADAP FASILITAS TAMBANG

DAFTAR ISI RINGKASAN ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB III DASAR TEORI. 3.1 Kegiatan Pembongkaran Dengan Peledakan. dalam volume besar akibat reaksi kimia bahan peledak yang melibatkan

EVALUASI PERIMETER BLASTING TERHADAP TINGKAT GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) PADA PRE BENCH PIT AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pertambangan merupakan suatu aktifitas untuk mengambil

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT FRAGMENTASI

Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

PENGARUH HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DI PIT INUL DAN PIT KEONG PT. KALTIM PRIMA COAL DI SANGATTA KALIMANTAN TIMUR

ANALISIS POWDER FACTOR DAN FRAGMENTASI HASIL LEDAKAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KUZ-RAM PADA TAMBANG BATUBARA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BAB I PENDAHULUAN...1

EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK MENGGUNAKAN ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN FRAGMEN PADA PELEDAKAN BATUAN PENUTUP DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA

PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CIRCULAR USGS 1983 DI PT. PACIFIC PRIMA COAL SITE LAMIN KAB. BERAU PROVINSI KALIMATAN TIMUR

MENENTUKAN POLA RADIASI BUNYI DARI SUMBER BERBENTUK CORONG. Robi ullia Zarni 1, Defrianto 2, Erwin 3

STUDI TENTANG PENGARUH PROSENTASE LUBANG TERHADAP DAYA ABSORPSI BUNYI

KATA PENGANTAR. Yogyakarta, Desember 2016 Penulis. (Farah Diba) vii

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Berau Coal merupakan salah satu tambang batubara dengan sistim penambangan

ANALISIS FLYROCK UNTUK MENGURANGI RADIUS AMAN ALAT PADA PELEDAKAN OVERBURDEN PENAMBANGAN BATUBARA

BAB I PENDAHULUAN. yang rinci dan pasti untuk mencapai tujuan atau sasaran kegiatan serta urutan

BAB III KESIMPULAN. Nama Praktikan/11215XXXX 4

STUDY OF GROUND VIBRATION LEVEL REDUCTION IN BLASTING OPERATIONS INTERBURDEN B2-C COAL MINING AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk TANJUNG ENIM

PENENTUAN KOEFISIEN ABSORBSI DAN IMPEDANSI MATERIAL AKUSTIK RESONATOR PANEL KAYU LAPIS (PLYWOOD) BERLUBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TABUNG

ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN LUBANG LEDAK, BURDEN DAN SPACING TERHADAP PEROLEHAN FRAGMENTASI BATUGAMPING

ANALISIS PENGARUH POWDER FACTOR TERHADAP HASIL FRAGMENTASI PELEDAKAN PADAPT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN

ANALISIS BIAYA PELEDAKAN PADA PROSES PEMBONGKARAN BATUGAMPING PT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN

STUDI TARGET PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN KAJIAN PEMBORAN UNTUK LUBANG LEDAK DI PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOBSITE

PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUANPADA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA SITE ADARO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Refraksi Picking First Break

Analisis Karakteristik Prakiraan Berakhirnya Gempa Susulan pada Segmen Aceh dan Segmen Sianok (Studi Kasus Gempa 2 Juli 2013 dan 11 September 2014)

ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP UKURAN FRAGMENTASI OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN

KAJIAN PENATAAN LAHAN PT. ANTAM (PERSERO) TBK UNIT BISNIS PERTAMBANGAN BAUKSIT TAYAN KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT SKRIPSI

EVALUASI BAHAYA GEMPA (SEISMIC HAZARD) DENGAN MENGGUNAKAN METODE POINT SOURCE DAN PENENTUAN RESPONS SPEKTRA DESAIN KOTA KUPANG

ANALISIS KUAT TEKAN BETON TANPA TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE UJI TAK RUSAK BERDASARKAN KECEPATAN GELOMBANG SONIK

Laju Pengembangan Alam Semesta Berdasarkan Data Supernova Tipe Ia

PENGUKURAN GETARAN DAN SUARA

POLA PEMBORAN & PELEDAKAN

Studi Tentang Faktor Granular Tinggi pada Perancangan Campuran Beton Cara Dreux Gorrise

BAB. 1. METODE SEISMIK REFRAKSI

PENGARUH JUMLAH CELAH PERMUKAAN BAHAN KAYU LAPIS (PLYWOOD) TERHADAP KOEFISIEN ABSORPSI BUNYI DAN IMPEDANSI AKUSTIK

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.2. Maksud dan Tujuan

= specific gravity batuan yang diledakkan

PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI

BAB III TEORI DASAR. Metode seismik refleksi merupakan suatu metode yang banyak digunakan dalam

EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS DINAMIK TIME HISTORY MENGGUNAKAN ETABS STUDI KASUS : HOTEL DI KARANGANYAR SKRIPSI

KAJIAN RADIUS AMAN ALAT GALI MUAT TERHADAP FLYROCK PELEDAKAN PADA PIT 4500 BLOK 12 PT TRUBAINDO COAL MINING KUTAIBARAT KALIMANTAN TIMUR

BAB III METODE PENELITIAN. Metode geofisika yang digunakan adalah metode seimik. Metode ini

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK KATA PENGANTAR

EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL

PENGARUH VARIASI GRADASI DAN TINGKAT KEPADATAN TERHADAP NILAI KOEFISIEN DRAINASE DAN KOEFISIEN KEKUATAN RELATIF DARI LAPIS AGREGAT TESIS MAGISTER

BAB IV ANALISA BLASTING DESIGN & GROUND SUPPORT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH VARIASI GRADASI DAN TINGKAT KEPADATAN TERHADAP NILAI KOEFISIEN DRAINASE DAN KOEFISIEN KEKUATAN RELATIF DARI LAPIS AGREGAT

Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014)

Tinjauan Kembali Mengenai Pengaruh Modulus Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton

10/2/2012 TANK SYSTEM AQUACULTURE ENGINEERING

*) KPP Energi Fosil, PMG, Jl. Soekarno Hattta No. 444, Bandung.

Analisis Dinamik Struktur dan Teknik Gempa

AKUSTIKA RUANG KULIAH RUANG SEMINAR 5 LANTAI 4 TEKNIK FISIKA. Dani Ridwanulloh

BAB I PENDAHULUAN. bergerak di sektor pertambangan batubara dengan skala menengah - besar.

PRODUKTIVITAS KINERJA MESIN BOR DALAM PEMBUATAN LUBANG LEDAK DI QUARRY BATUGAMPING B6 KABUPATEN PANGKEP PROPINSI SULAWESI SELATAN

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK

8/1/2012. Wasting assets bahan tambang yang ditambang pada suatu tempat suatu saat akan habis maka.?

Perbandingan Metode Model Based Tomography dan Grid Based Tomography untuk Perbaikan Kecepatan Interval

Metode Tambang Batubara

PEMANTAUAN TINGKAT KEBISINGAN DAERAH KERJA UNTUK MENUNJANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PTLR-BATAN

STUDI PENGARUH PEMASANGAN ANGKUR DARI KOLOM KE DINDING BATA PADA RUMAH SEDERHANA AKIBAT BEBAN GEMPA ABSTRAK

PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Pengaruh Pembebanan Overload Bucket Terhadap Kekuatan Material Komponen Arm Pada Excavator Hitachi 2500 Tipe Backhoe

STUDI TEKNIS PENGEBORAN 3 STEEL DAN 4 STEEL UNTUK PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PT SEMEN TONASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN

TINJAUAN KOEFISIEN GEMPA DASAR DAN PERENCANAAN GESER BALOK PADA BANGUNAN BERDAKTILITAS PENUH DI INDONESIA TESIS. oleh

IDENTIFIKASI PARAMETER SISTEM PADA PLANT ORDE DENGAN METODE GRADIENT

THESIS. OPTIMASI PEMILIHAN KOMBINASI ALAT BERAT DENGAN APLIKASI REKURSIF DYNAMIC PROGRAMMING Studi Kasus : PT. VICO INDONESIA

Baku tingkat kebisingan pada kegiatan pertambangan terhadap lingkungan

FREKUENSI KOMUNIKASI RADIO HF DI LINGKUNGAN KANTOR PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

OPTIMALISASI PRODUKSI PERALATAN MEKANIS SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT

DESAIN ENCLOSURE SEBAGAI PERENCANAAN PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA GAS ENGINE STUDI KASUS PT BOC GASES INDONESIA SITI KHOLIFAH

BAB III TEORI DASAR. 3.1 Tinjauan Teori Perambatan Gelombang Seismik. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari gempa bumi dan struktur dalam bumi

PENGUKURAN KOEFISIEN ABSORPSI BUNYI DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT. Debora M Sinaga 1, Krisman 2, Defrianto 2

PICKING DATA MIKROSEISMIK

PERMODELAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA PADA PIT 2 BLOK 31 PT. PQRS SUMBER SUPLAI BATUBARA PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN

TEKNIK VOLTAMETRI PELUCUTAN ANODIK UNTUK PENENTUAN KADAR LOGAM Pb, Cd, DAN Cu PADA AIR LAUT PELABUHAN BENOA

ANALISIS TEBAL LAPIS TAMBAHAN (OVERLAY) PADA PERKERASAN KAKU (RIGID PA VEMENT) DENGAN PROGRAM ELCON DAN METODE ASPHALT INSTITUTE TESIS

III. TEORI DASAR. A. Tinjauan Teori Perambatan Gelombang Seismik. akumulasi stress (tekanan) dan pelepasan strain (regangan). Ketika gempa terjadi,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Maksud dan Tujuan

PREDIKSI PERKEMBANGAN BEBAN LISTRIK DI KECAMATAN RANAH PESISIR SAMPAI TAHUN 2025

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Analisis Getaran Tanah Hasil Peledakan Berdasarkan Tingkat Peluruhan di PT Dahana JSP PT Ricobana Abadi-Berau Coal, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Analysis of Blasting Vibration Based on Disintegration Rate at PT JSP PT Ricobana Abadi-Berau Coal, Sambaliung Distric, Berau East Kalimantan Province 1 Bella Insan Pribadi, 2 Yuliadi, 3 Dwihandoyo Marmer 1,2 Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandun 3 Sekolah Tinggi Teknologi Minral Indonesia (STTMI) Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail : bellapribadi10@gmail.com Abstract: This research was conducted at Binungan Site PIT D12 PT Dahana JsP PT RBA - BC, Berau, East Kalimantan Province. One of the demolition activities in the research area is the stripping of the overburden. This activity was preceded by dispersing process using drilling and blasting method. One of the effects of the blasting activity is the ground vibration. Based on the standard vibration levels referring to criteria of SNI 7571:2010 classified as two classes, With blasting vibration frequencies in the range between 7.4-7.8 Hz, generates 5 mm/s Threshold Limit Value (TLV). With the PPV value of 1.78-2.82 mm/s at a distance 500-1100 m, declared if it is safe to the building nearby. The calculation of PPV value which is approaching to the actual PPV value is the equation USBM, so it can be used to predict the further ground vibrations. The equation formula of the Peak Particle Velocity (PPV) relations with the Scale Distance (SD) obtained from the ground vibration analysis measurement data is PPV = 41.959(SD) -0.755 with R 2 = 0.7895 and R = -0.8555 expressed that the correlation of the equation is negative and strong. Ground vibration measurement result using Blastware application with the level of trust of 50% bring out the value of disintegration constant generates the coefficient disintegration in the amount of -1.44 and rock factor 502, while the 90% level of trust generates the disintegration coefficient in the amount of -1.44 and rock factor 551. The tie-up design evaluation with the vibration controlling level had not reached the optimum level yet, so the tie-up was redesign and could generate a few holes which exploded at the same time and also could decrease the vibration value. Optimization of explosives according to a threshold limit value that has been determined by company with the value of 3 mm/s, using PPV and SD graph from the Blastware application. With a distance of 300 m for explosives/delay that used 61 kg, while at a distance of 400 m used 109 kg. Keywords. Ground Vibration, Tie-Up Design Evaluation, Explosives Optimization Abstrak: Penelitian ini dilakukan di Site Binungan PIT D12 PT Dahana JsP PT RBA - BC, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu kegiatan pembongkaran di daerah penelitian yaitu pengupasan lapisan tanah penutup. Kegiatan ini didahului dengan proses pemberaian menggunakan metode pengeboran dan peledakan. Salah satu efek dari proses kegiatan peledakan yaitu adanya ground vibration. Berdasarkan standar baku tingkat getaran yang mengacu pada kriteria SNI 7571:2010 tergolong kelas 2, dengan frekuensi getaran peledakan berada pada kisaran 7.4-7.8 Hz, maka nilai ambang batas (NAB) sebesar 5 mm/s. Dengan nilai PPV 1.78-2.82 mm/s dengan jarak 500-1100 m, dinyatakan aman terhadap bangunan. Perhitungan prediksi nilai PPV yang mendekati nilai PPV aktual adalah persamaan USBM, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi getaran tanah selanjutnya. Hasil pengukuran getaran tanah dengan menggunakan aplikasi Blastware didapatkan nilai konstanta peluruhan dengan tingkat kepercayaan 50% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1.44 dan faktor batuan sebesar 502, sedangkan untuk tingkat kepercayaan 90% yaitu koefisien peluruhan sebesar -1.44 dan faktor batuan sebesar 551. Evaluasi rancangan tie-up dengan pengendalian tingkat getaran belum optimal sehingga dilakukan rancangan ulang terhadap desain tie-up yang diterapkan dimana menghasilkan sedikit lubang yang meledak secara bersamaan serta nilai getaran yang dihasilkan akan ikut berkurang. Optimalisasi bahan peledak menurut nilai ambang batas yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu 3 mm/s, dengan menggunakan grafik PPV dan SD dari aplikasi Blastware. Pada jarak 300 m untuk handak/delay yang digunakan sebesar 61 kg dan pada jarak 400 m handak/delay yang digunakan sebesar 109 kg. Kata Kunci : Getaran Tanah, Evaluasi Rancangan Tie-Up, Optimalisasi Bahan Peledak 652

Analisis Getaran Tanah Hasil Peledakan Berdasarkan 653 A. Pendahuluan Terdapat dampak dari kegiatan peledakan, salah satunya ialah getaran tanah yang dapat menyebabkan kerusakan bagi struktur batuan dan bangunan di sekitarnya serta suara bising hasil ledakan yang menimbulkan ketidaknyamanan terhadap warga sekitar. Masalah ini sering timbul akibat besarnya getaran yang dihasilkan, biasanya besar atau kecilnya getaran yang ditimbulkan dipengaruhi oleh adanya struktur geologi di daerah peledakan, banyaknya penggunaan bahan peledak, desain waktu tunda yang tidak tepat. Dari pengamatan di lapangan terdapat informasi bahwa adanya keretakan yang terjadi pada dinding dan kaca rumah warga sekitar lokasi penelitian dan berujung pada protes dari warga terhadap perusahaan dengan tuntutan ganti rugi guna memperbaiki bangunan yang rusak tersebut. Melihat permasalahan tersebut, maka dibutuhkan analisis terhadap dampak dari peledakan itu sendiri terutama dalam hal getaran tanah yang dapat menimbulkan suatu masalah jika melampaui standar yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengukuran getaran tanah akibat peledakan untuk menilai pengaruh getaran terhadap masyarakat sekitar agar getaran yang ditimbulkan masih dalam kondisi aman. B. Tinjauan Pustaka Getaran Tanah Getaran tanah merupakan gelombang yang bergerak di dalam tanah disebabkan oleh adanya sumber energi. Sumber energi tersebut dapat berasal dari alam, seperti gempa bumi atau adanya aktivitas manusia, salah satu diantaranya adalah kegiatan peledakan. Getaran tanah terjadi pada daerah elastis. Tujuan peledakan umumnya untuk memecahkan batuan. Kegiatan ini membutuhkan sejumlah energi yang cukup sehingga melampaui batas elastis batuan. Jika hal tersebut terjadi maka batuan akan pecah. Proses pemecahan batuan akan terus berlangsung sampai energi yang di hasilkan bahan peledak makin lama makin berkurang, dan menjadi lebih kecil dari kekuatan batuan. Sehingga proses pemecahan batuan terhenti dan energi yang tersisa akan menjalar melalui batuan, karena masih dalam batas elastisitasnya. Namun kegiatan peledakan selalu menghasilkan gelombang seismik. (Dwihandoyo, 2012) Energi Pada Peledakan Dalam peledakan dibutuhkan sejumlah energi yang cukup sehingga dapat melampaui kekuatan batuan atau melampaui batas elastik batuan untuk memecahkan suatu batuan. Proses pemecahan batuan ini akan berlangsung terus hingga energi yang dihasilkan oleh bahan peledak makin lama makin berkurang (meluruh) dan menjadi lebih kecil dari kekuatan batuan, sehingga proses pemecahan batuan berhenti. Energi yang tersisa (seismic energy) akan menjalar melalui batuan, mengakibatkan deformasi dalam batuan tetapi tidak memecahkan batuan karena masih didalam batas elastiknya. Hal ini akan menghasilkan gelombang seismik, dimana pada batas tinggi tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan dan juga dapat sangat mengganggu manusia. Ada dua jenis energi yang dilepaskan saat terjadi ledakan, yaitu work energy dan waste energy. Work energy merupakan energi peledakan yang menyebabkan terpecahnya batuan atau lebih pengaruh pada produksi. Sedangkan pada saat peledakan terjadi, tidak semua energi yang dihasilkan akan digunakan untuk menghasilkan fragmen batuan. Energi sisa yang dihasilkan ini disebut waste energy. Waste energy terdiri dari light, heat, sound dan seismic energy. Energi-energi ini (terutama seismic) dapat menimbulkan efek yang berbahaya dalam kegiatan peledakan karena sifat dari Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

654 Bella Insan Pribadi, et al. energi ini yaitu menghancurkan. (Joris, 2013) Faktor yang Mempengaruhi Getaran Ground vibration peledakan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol. Faktor yang tak dapat dikontrol yaitu faktor geologi dan geomekanika batuan. (Sihombing, 2013) Faktor yang dapat dikontrol untuk mengurangi ground vibration, yaitu: 1. Jumlah Muatan Bahan Peledak Perwaktu Tunda 2. Jarak Dari Lokasi Peledakan 3. Waktu Tunda (Delay Period) 4. Letak Penyalaan Awal (Inisiasi Peledakan) Kontrol Vibrasi Peledakan tunda (delay blasting) adalah suatu teknik peledakan dengan cara meledakkan sejumlah besar muatan bahan peledakan tidak sebagai satu muatan tetapi sebagai suatu seri dari muatan-muatan yang lebih kecil. Maka getaran yang dihasilkan terdiri seri kumpulan getaran kecil, bukan getaran besar. Dengan mempergunakan delay, pengurangan tingkat getaran dapat dicapai. Untuk mengetahui seberapa efektifnya peledakan tunda dalam pengurangan tingkat getaran perlu mengerti perbedaan antara kecepatan partikel dan kecepatan perambatan. Kecepatan perambatan adalah kecepatan gelombang seismik merambat melalui batuan, tergantung pada jenis batuan. Untuk suatu daerah dengan batuan tertentu, kecepatan relatif konstan. Kecepatan perambatan tidak dipengaruhi oleh besarnya energi. Peledakan tunda mengurangi tingkat getaran sebab setiap delay menghasilkan masing - masing gelombang seismik yang kecil yang terpisah. Alat Pengukur Getaran Tanah Pengukuran getaran peledakan dilapangan yang digunakan adalah Blastmate III (Gambar 1). Alat ini didesain untuk mengukur dan mencatat getaran tanah dengan tepat. Peralatan ini disebut dengan seismograf yang terdiri dari 2 bagian penting, yaitu geophone dan microphone. Geophone adalah alat untuk mengukur getaran yang dihasilkan peledakan, sedangkan microphone adalah alat untuk mengukur kebisingan dari suara yang dihasilkan dari peledakan. Geophone dan Microphone disambungkan ke Instantel monitor. Volume 3, No.2, Tahun 2017 Gambar 1. Blastmate III Persamaan Peak Particle Velocity (PPV) PPV merupakan kecepatan maksimum yang digunakan untuk menghitung besarnya getaran pada suatu lokasi yang tergantung pada jarak lokasi tersebut dari pusat peledakan dan jumlah bahan peledak per delay. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk menentukan besarnya PPV yang dihasilkan maka dapat ditentukan persamaan PPV sebagai berikut : 1. USBM

Analisis Getaran Tanah Hasil Peledakan Berdasarkan 655 PPV = k x (D / W 0.5 ) -e... (Persamaan 1) 2. Langefors & Kiehlstrom: PPV = k x (D 0.75 / W 0.5 ) -e... (Persamaan 2) Keterangan:: PPV = Ground Vibration as Peak Particle Velocity, (mm/s). D = Jarak muatan maksimum terhadap lokasi pengamatan, (m). W = Muatan bahan peledak maksimum per periode tunda, (kg). k = Konstanta yang tergantung dari kondisi lokal dan peledakan. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Kegiatan penelitian pengukuran getaran tanah (ground vibration) dilakukan pada bulan Oktober 2016 di PT Dahana Job Site PT RBA - BC. Pengambilan data primer dilakukan pada saat diadakan kegiatan peledakan yaitu pada pukul 12.30 WITA dan 15.00 WITA. Penelitian pengukuran getaran peledakan hanya dilakukan pada area produksi Site Binungan Pit D1-2 PT Ricobana Abadi - Berau Coal, yang terdapat keluhan mengenai adanya getaran dan suara bising di pemukiman warga yang diindikasikan akibat adanya kegiatan peledakan. Data penelitian yang diambil sebanyak 16 data dengan jarak pengukuran yang berbeda-beda berkisar antara 300 m hingga 1100 m (Tabel 1) dan peta situasi peledakaannya dapat dilihat pada Gambar 2. Tabel 1. Pengambilan Data Penelitian No. Tanggal Penelitian Lokasi (PIT D1-2 Ricobana Abadi) Jarak (m) PPV Aktual (mm/s) 1 3-Oct-16 Seam D Blok 23-27 600 2.70 2 7-Oct-16 Seam E Blok 16-20 800 2.43 3 8-Oct-16 Seam D Blok 22-26 400 4.23 4 11-Oct-16 Seam E Blok 14-15 500 2.98 5 12-Oct-16 Seam D - E Blok 19-22 1100 1.96 6 14-Oct-16 Seam D Blok 20-22 500 2.29 7 15-Oct-16 Seam D - E Blok 16-18 1100 1.78 8 16-Oct-16 Seam D Blok 17-19 300 4.20 9 17-Oct-16 Seam D Blok 23-25 500 2.94 10 18-Oct-16 Seam D - E Blok 20-23 700 2.03 11 19-Oct-16 Seam D - E Blok 14-16 500 2.49 12 20-Oct-16 Seam D Blok 17-20 400 2.57 13 21-Oct-16 Seam D - E Blok 14-20 600 2.63 14 22-Oct-16 Seam E Blok 13-15 400 3.94 15 23-Oct-16 Seam D - E Blok 17-19 300 8.52 16 25-Oct-16 Seam D Blok 18-22 500 2.82 Mengacu pada SNI 7571:2010 mengenai Standar Baku Tingkat Getaran Terhadap Struktur Bangunan, dilakukan penyesuaian kondisi di lapangan dimana bangunan yang berada di daerah penelitian tergolong dalam kelas 2 yaitu bangunan dengan pondasi, pasangan bata dan adukan semen saja, termasuk bangunan dengan pondasi dari kayu dan lantainya diberi adukan semen. Hasil pengukuran getaran Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

656 Bella Insan Pribadi, et al. peledakan yang telah didapatkan memiliki data frekuensi berkisar antara 7,4 7,8 sehingga batas nilai ambang batasnya (NAB) ialah 3 mm/s Gambar 2. Peta Situasi Peledakan Analisis Getaran Tanah Akibat Peledakan Berdasarkan NAB di lokasi penelitian, diketahui bahwa hasil penelitian yang memiliki nilai PPV 3.94-8.52 mm/s pada jarak 300 m - 400 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan, sedangkan hasil peledakan yang memiliki nilai PPV 1.78-2.82 pada jarak 500 m - 1100 m dinyatakan aman terhadap bangunan. Jika dianalisa didapat bahwa semakin jauh jarak pengukuran dengan area peledakan maka akan menghasilkan nilai PPV yang semakin kecil, sedangkan berbanding terbalik apabila jarak pengukuran dengan area peledakan semakin dekat akan semakin besar nilai getarannya. Analisis Nilai PPV Prediksi Menurut USBM dan Langefors Kiehlstrom Hasil perhitungan prediksi nilai PPV menggunakan persamaan USBM dan Langefors Kiehlstrom, didapatkan hasil yang berbeda. Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perbandingan Nilai PPV Aktual dengan PPV Prediksi Aktual PPV (mm/s) Prediksi menurut USBM Prediksi menurut Langefors - Kiehlstrom 2.7 1.77 5.24 2.43 1.00 2.90 4.23 2.08 5.26 3.01 1.47 3.75 1.96 0.79 2.51 2.29 1.66 4.41 1.78 0.84 2.73 4.2 7.33 22.86 3.14 2.63 7.91 2.03 1.10 3.08 3.49 2.60 7.79 2.57 2.71 7.37 2.63 1.69 4.94 3.94 4.04 12.30 8.52 7.43 23.23 2.82 2.23 6.41 Volume 3, No.2, Tahun 2017

Analisis Getaran Tanah Hasil Peledakan Berdasarkan 657 Berdasarkan tabel diatas, persamaan Langefors Kiehlstrom memiliki nilai PPV yang terlalu besar dibandingkan dengan aktualnya, sedangkan nilai PPV menurut persamaan USBM hampir mendekati nilai PPV aktual. Oleh karena itu, persamaan USBM digunakan untuk memprediksi nilai PPV sebelum kegiatan peledakan dilakukan. Dari tabel tersebut juga diketahui terdapat nilai PPV menurut USBM yang memiliki nilai rentang cukup besar dari data aktual. Sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut faktor yang menyebabkan adanya nilai rentang tersebut. Terdapat faktor yang menyebabkan besarnya nilai PPV yang dihasilkan. Dapat dianalisa bahwa dalam pengisian lubang ledak banyak yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaannya, lalu desain tie-up yang kurang tepat dalam penentuan waktu tundanya, kesalahan dalam menentukan jarak lokasi pengukuran dengan area peledakanpun menjadi penyebab perbedaan nilai PPV yang dihasilkan. Jika dihubungkan dengan kegiatan pengukuran getaran, ada kesalahan yang bisa memperbesar atau memperkecil nilai getaran yang dihasilkan. Perangkat utama pengukuran juga yakni Blastmate III dimana memiliki koreksi data pada saat perekaman dan pengukuran getaran peleakan, oleh karena itu perlunya kalibrasi pada alat yang bersangkutan. Lalu perangkat Geophone, dimana alat ini harus terpasang kuat pada tanah yang masih alami atau fresh. Analisis Rancangan Tie-Up Dari hasil pembuatan rancangan tie-up menggunakan apliaksi Shotplus-I, dapat diketahui bahwa rancangan tie-up aktual yang diterapkan di lapangan belum optimal, hal tersebut karena dari beberapa rancangan aktual terdapat banyak lubang yang meledak bersamaan. Sehingga evaluasi rancangan tie-up harus dibuat dengan seoptimal mungkin agar tidak terjadi lubang yang meledak bersamaan dalam skala besar, maka dibuat rancangan ulang tie-up yaitu menggunakan delay yang besar untuk di control line dan menggunakan delay yang kecil di setiap sayapnya. Hal ini agar tidak terjadi lubang meledak bersamaan, sehingga menghasilkan nilai getaran yang relatif kecil. Hal tersebut dibuktikan dari hasil perancangan ulang tie-up yang diterapkan menghasilkan lubang yang meledak bersamaan lebih sedikit, bahkan terdapat beberapa rancangan ulang tersebut yang tidak terjadi lubang meledak secara bersamaan (hole by hole), sehingga nilai getaran yang dihasilkan ikut berkurang dan dinyatakan optimal. Contohnya dapat dilihat pada Gambar 3, dimana sebelum dan sesudah tie-up dirancang ulang, bahwa setelah dirancang ulang semua lubang tidak ada yang meledak bersamaan atau semua lubang meledak secara hole by hole sehingga dapat mengurangi efek getaran yang dihasilkan terlihat dari hasil ppv prediksi yang memiliki nilai lebih kecil dibandingkan aktualnya dan dinyatakan rancangannya sudah optimal. Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

658 Bella Insan Pribadi, et al. Kurva Peluruhan Getaran Gambar 3. Evaluasi Rancangan Tie Up Analisis dilakukan dari hasil pembuatan grafik PPV dalam skala log di aplikasi Blastware. Model yang digunakan ialah Log Square Root Scaled Distance yang menggambarkan grafik regresi linier yang menganalisis hubungan antara PPV dengan scaled distance yang menggambarkan regresi power dalam skala log agar dapat mengetahui penyebaran dan kecenderungan arah data penelitian. Untuk lebih jelas dalam mengetahui hasil dari grafiknya, dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Gambar 4. Grafik PPV - SD Setelah Pengurangan Data (50%) Volume 3, No.2, Tahun 2017

Analisis Getaran Tanah Hasil Peledakan Berdasarkan 659 Gambar 5. Grafik PPV - SD Setelah Pengurangan Data (90%) Tabel 3. Nilai k dan e Setelah Pengurangan Data Dilihat dari hasil kurva diatas diketahui nilai faktor batuan (k) sebesar 502 untuk selang kepercayaan 50% dan 551 untuk selang kepercayaan 90%, serta koefisien peluruhan (e) sebesar -1.44 yang telah mendekati standar yang ditetapkan oleh para ahli, yakni -1.6. Nilai k dan e ini dapat dijadikan rekomendasi awal sebelum melakukan peledakan berikutnya. D. Kesimpulan Lokasi PIT D1-2 Ricobana Abadi Selang Kepercayaan Koefisien Peluruhan Blastware Faktor Batuan 50% -1.44 502 90% -1.44 551 Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Menurut SNI 7571 : 2010, data pengukuran getaran tanah hasil penelitian tergolong dalam Kelas 2 dimana memiliki nilai ambang batas sebesar 3 mm/s. Sehingga, dapat dinyatakan dengan nilai PPV 3.94-8.52 mm/s pada jarak 300 m - 400 m dinyatakan tidak aman terhadap bangunan, sedangkan hasil peledakan yang memiliki nilai PPV 1.78 2.82 mm/s pada jarak 500 m 1100 m dinyatakan aman terhadap bangunan. 2. Berdasarkan hasil pengukuran ground vibration menggunakan aplikasi Blastware didapatkan nilai koefisien peluruhan (e) dengan tingkat kepercayaan 50% yaitu - 0.755 dan faktor batuan (k)sebesar 47.1, sedangkan untuk tingkat kepercayaan 90% memiliki nilai koefisien peluruhan -0.755 dengan nilai faktor batuan sebesar 55.1. Namun setelah desain tie-up dirancang ulang, didapatkan nilai konstanta yang mendekati nilai standar yang telah ditentukan oleh para ahli, yaitu nilai e dengan tingkat kepercayaan 50% sebesar -1.44 dan nilai k sebesar 502, sedangkan untuk tingkat kepercayaan 90% memiliki nilai e sebesar -1.44 dengan nilai k yaitu 551. 3. Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan aplikasi Shotplus-I, dinyatakan bahwa evaluasi rancangan tie-up dengan pengendalian tingkat getaran tanah yang diterapkan belum optimal. Hal ini dibuktikan dari perancangan ulang tie-up yang Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

660 Bella Insan Pribadi, et al. diterapkan menghasilkan lubang yang meledak bersamaan lebih sedikit, bahkan terdapat beberapa rancangan ulang tersebut yang tidak terjadi lubang meledak secara bersamaan, sehingga nilai getaran yang dihasilkanpun ikut berkurang dan sudah dinyatakan optimal. 4. Optimalisasi bahan peledak menurut ambang batas yang telah ditentukan yakni 3 mm/s, dapat direkomendasikan bahwa pada jarak 300 m untuk handak/delay yang digunakan sebesar 61 kg dan pada jarak 400 m untuk handak/delay yang digunakan sebesar 109 kg. Besaran penggunaan bahan peledak ini dapat dijadikan acuan dalam kegiatan peledakan berikutnya dengan syarat jarak lokasi peledakan relatif sama dan formasi batuannya sama dengan lokasi penyelidikan. Daftar Pustaka Anonim. 2003. Blastmate III Operator Manual & Blastware Operator Manual. Instantel Inc : Kanada. Anonim. 2010. Baku Tingkat Getaran Peledakan Pada Kegiatan Tambang Terbuka Terhadap Bangunan. Badan Standarisasi Nasional : Jakarta. Marmer, Dwihandoyo. 2012. Peran SNI 7571 : 2010 dan SNI 7570 : 2010 Dalam Kegiatan Peledakan Di Tambang Terbuka Di Indonesia. Jakarta. Pasang, Joris. 2013. Analisis Pengaruh Pola Rangkaian Peledakan Terhadap Getaran Tanah. Universitas Mulawarman : Samarinda. Rudini. 2011. Analisis Ground Vibration Pada Peledakan Overburden. Universitas Pembangunan Nasional : Yogyakarta. Sihombing, Jhon Rudolf. 2011. Kajian Teknis Rancangan Peledakan Berdasarkan Pengukuran Getaran. Fakultas Teknologi Mineral, Institut Teknologi Medan : Medan. Volume 3, No.2, Tahun 2017