PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP

PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

APPLIED BUZZ GROUP METHOD FOR STUDENT ACHIEVMENT LEARNING ON THE SUBJECT COLLOID CLASS XI SMA PGRI PEKANBARU

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH U. SISWANTO NIM F

PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NURUL AMALIYAH TANJUNG MORAWA

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DENGAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE

Diana Puspitasari, Eko Swistoro dan Eko Risdianto

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS

Makmur Sirait dan Euodia Siaen Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN MEDIA GAMBAR PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA N 7 Bandar

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V

Darussalam Banda Aceh, ABSTRAK. Kata Kunci: Project Based Learning, Hasil Belajar Kognitif, Sistem Pernapasan Manusia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS LESSON STUDY LEARNING COMMUNITY (LSLC)

Nova Rina Setia Sari Sinaga dan Sehat Simatupang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V

PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

Yosico Indagiarmi 1 and Abd Hakim S 2

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Natar

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 22 PADANG

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research).

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ)

Siva Fauziah, Purwati Kuswarini Suprapto, Endang Surahman

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PERCUT SEI TUAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK FLUIDA STATIS

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Complex Instruction Terhadap Hasil Belajar IPS

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

: Model Pembelajaran Guided Discovery, Hasil Belajar Fisika.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MA Negeri 1 Bandar Lampung

PENGARUH MODEL KOOPERATIF THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD

Derlina dan Bintang Nainggolan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROJECT BASED LEARNING

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) DALAM KOMPETENSI MENDIAGNOSIS GANGGUAN SIMTEM REM

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester ganjil

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS PADA SISWA SMA

Ema Yesha Sinaga dan Abd. Hakim Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRACT

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MEMBACA GAMBAR TEKNIK SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerak Lurus Kelas VII MTs Bou

Iramaya Fridayanti Sinaga dan Nurdin Siregar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACIEVEMENT DIVISION

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penilitian ini adalah Eksperimental-semu

ABSTRAK Lestari, Yuni, Kata kunci:

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING DIPADU DENGAN METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

(The Influence of Cooperative Learning Model Type of Question Student Have toward Students Learning Achievement on Excretion System Subject) ABSTRACT

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Yadika Bandar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA

The Efectiveness Of Learning Base Card Sort Game Method to PPKn Learning Result Of Students in Man 1 Mataram. Nurul Fitriyani

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE

DAMPAK PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PESERTA DIDIK

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 2, Nomor 1, Hal 15-25, Februari 2017

Julianti Saragih dan Ida Wahyuni Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 3 PARIAMAN ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA KOLASE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP 18 BANDA ACEH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. antara kelas yang menggunakan LKS paperless dan kelas yang menggunakan LKS

PENGARUH MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA)

BAB III METODE PENELITIAN

Influence of Cooperative Learning Type Snowball Throwing

EEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TPS (THINK-PAIR-SHARE) BERBASIS OPEN-ENDED-PROBLEM TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA

MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP TERHADAP PRESTASI BELAJAR

PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI KELAS VII SMP TUNAS BARU BATAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JAMUR DI KELAS X SMK NEGERI 1 RAMBAH TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

ABSTRAK

Rappel Situmorang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar Pasar V, Medan 20221

Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar Kognitif

Citra Yunita dan Khairul Amdani Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

III. METODOLOGI PENELITIAN. siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4

PENERAPAN MEDIA BENDA SEBENARNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN CARA PENGGUNAAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester genap SMA

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE INKUIRI DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI IPA SMA

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DI SMA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS IX MTSN 4 BANDA ACEH

Transkripsi:

Ade Rahmawita dkk, (2017). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Melalui Media. 253 PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Adelia Rahmawita *), Soewarno S, Agus Wahyuni Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Unsyiah Email: *) cicirahmawita@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh hasil belajar menggunakan model problem based learning melalui media animasi pada materi pesawat sederhana di SMP Negeri 7 banda Aceh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu VIII-6 sebagai kelas eksperimen, dan VIII-1 sebagai kelas kontrol. Dalam kegiatan mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen tertulis atau tes berupa sejumlah soal yang diberikan kepada siswa. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji homogenitas dan uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang diteliti bersifat homogen atau tidak. Kemudian untuk mengetahui apakah sampel yang diambil terdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui adanya atau tidaknya perbedaan pengaruh hasil belajar yang segnifikan antara kelas VIII-6 (eksperimen) dan VIII -1 (kontrol), maka perlu dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t (uji pihak kanan) dengan kriteria taraf segnifikan 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dianalisis terdapat kriteria nilai t hitung = 4,44 dan nilai t tabel = 1,67109 dimana t hitung >t tabel yang menunjukkan bahwa tolak H 0 dan terima H a. Dimana dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar menggunakan model problem based learning melalui media animasi pada materi pesawat sederhana di SMP Negeri 7 banda Aceh. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Hasil belajar Abstract The purpose of this study was to investigate the effect of learning outcomes using a model of problem based learning through the medium of animation on the best materials simple at SMP Negeri 7 Banda Aceh. The sample used in this study were two classes of VIII-6 as the experimental class, and VIII-1 as the control class. In this activity, gather data, researchers used a test in the form of a written instrument or a number of questions given to students. The data were then tested the homogeneity and normality test to determine whether the data studied are homogeneous or not. Then to find out if sample taken normally distributed or not. To determine whether or not the differences in learning outcomes segnifikan influence between classes VIII-6 (experiment) and VIII-1 (control), it is necessary to test the hypothesis. Test hypothesis is t-test (test right side) criteria segnifikan 0.05 level. Based on the results of data processing that have been analyzed are the criteria of the value t = 4.44 and a value table = 1.67109 where thitung> ttabel indicating that reject H0 and accept Ha. Where it can be concluded that there are significant learning outcomes using a model of problem based learning through the medium of animation on the best materials simple at SMP Negeri 7 Banda Aceh. Keywords: Model learning, Problem Based Learning, learning outcomes. PENDAHULUAN Pendidikan sudah menjadi bagian yang sangat kompleks di lingkungan manusia. Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Dengan adanya pendidikan, manusia mempunyai pengetahuan, kemampuan, dan sumber daya manusia yang tinggi, sehingga pendidikan menjadi salah satu modal utama untuk kita dalam menjalani hidup di era globalisasi ini. Salah satu sarana pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang melakukan proses belajar mengajar yang mempunyai peranan penting dalam mentransfer ilmu dan pengetahuan untuk peserta didik. Semakin berkembangnya dunia pendidikan, semakin menuntut guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang mengaktifkan interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa serta dengan

254 Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. Vol. 2 No.2 April 2017, 253-258 lingkungannya. Sanjaya (2006:133) mengatakan, Pembelajaran didesain untuk membelajarkan siawa. Artinya, sistem pembelajaran menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dengan kata lain, pembelajaran ditekankan atau berorientasi pada aktivitas siswa. Fisika dapat dikaitkan dengan beberapa model dan media, salah satunya model pembelajaran problem based learning dan media animasi. Tujuan dari Model pembelajaran problem based learning (PBL) adalah memberikan kondisi belajar aktif pada siswa. Riyanto (2009:285) mengatakan, Pembelajaran berbasis masalah ( problem based learning) adalah suatu model pembelajaran yang menuntut keterampilan berpartisipasi dalam tim. Problem based learning adalah suatu model pembelajaran, yang mana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan percaya diri. Model problem based learning menuntut siswa agar belajar lebih mandiri, dan berpikir kritis. Sedangkan guru yang merupakan fasilitator yang membimbing agar siswa harus gigih dalam menyelesaikan masalah yang disajikan. Penelitian Ajeng Utrifani dan Betty (2014:15) menunjukkan bahwa nilai rata-rata postes kelas eksperimen (74,97) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata postes kelas kontrol (69,87) sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kinematika gerak lurus kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun pengajaran 2013/2014 Berkenaan dengan media, Roestiyah (2008:67) mengemukakan bahwa media pendidikan adalah sarana yang sangat penting untuk membantu dalam proses belajar mengajar. Animasi adalah gerakan teks yang diatur sedemikian rupa sehingga kelihatan menarik dan kelihatan lebih hidup. Berdasarkan penelitian oleh Rosnanda (2014:62), hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara penggunaan media animasi 3D dengan pembelajaran langsung pada materi Gerak lurus Siswa kelas XI di MAN Kuta Baro. Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian iniadalah Apakah ada pengaruh hasil belajar menggunakan model Problem based Learning (PBL) melalui media animasi pada materi pesawat sederhana di SMP Negeri 7 Banda Aceh. Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh hasil belajar menggunakan model problem based learning (PBL) melalui media animasi pada materi pesawat sederhana di SMP Negeri 7 Banda Aceh. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eskperimen semu ( quasi eksperimental). Sampel adalah sebagian dari hasil keseluruhan objek yang diteliti, yang dianggap mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-6 berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan VIII- 1 berjumlah 32 siswa sebagai kelompok control. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa tes. Data kuantitatif diperoleh dari hasil test, berupa pretest dan posttest siswa yang diambil dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk data kuantitatif ini menggunakan statistik parametrik. Data pretest digunakan untuk mengetahui normalitas ( uji Kai kuadrat) dan homogenitas (uji F) data, ini merupakan syarat untuk melakukan uji hipotesis atau uji t (uji pihak kanan). a. Uji Normalitas, Dengan kriteria pengujian tolak Ho apabila hitung tabel dan terima Ho jika nilainya tidak sama. Dalam penelitian ini derajat kebebasan (dk) = k-3 dan α = 5 % b. Uji Homogenitas, Dengan kriteria pengujian tolak Ho apabila dan terima Ho bila nilainya tidak sama. Ftabel dalam penelelitian ini derajat kebebasan (dk) = k-3 dan α = 5 %

Ade Rahmawita dkk, (2017). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Melalui Media. 255 Ho: kelas eksperimen dan kelas control bersifat homogen Ha: Kelas eksperimen dan kelas kontol tidak bersifat homogen c. Uji Hipotesis, hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: Ho : Tidak ada pengaruh model PBL melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa. (bila Ho : ) Ha : Ada pengaruh model PBL melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa (bila Ho : ) Dengan ketentuan tolak Ho, terima H0 jika: dan tolak Ho jika th mempunyai harga- harga lain. Selanjutnya data kuantitatif diperoleh dari hasil test, baik test pretest dan postest siswa dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Untuk data kuantitatif ini akan diolah secara statistik parametrik. Data pretest digunakan untuk mengetahui normalitas ( uji Kai kuadrat) dan homogenitas (uji F) data, ini merupakan syarat untuk melakukan uji hipotesis atau uji t (uji pihak kanan). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian a. Kelas Eksperimen Berdasarkan nilai pretes yang diperoleh pada kelas eksperimen (VIII-6) dengan jumlah sampel 32 siswa. Selanjutnya, didapatkan nilai Varian (s 2 ) dan simpangan baku (s) diperoleh sebagai: s1 2 = 148,60 dan s = 12,19. Kelas Kontrol Berdasarkan nilai pretes yang diperoleh dari kelas eksperimen (VIII-6) dengan jumlah sampel 32 siswa. Selanjutnya, didapatkan nilai Varian (s 2 ) dan simpangan baku (s) diperoleh sebagai: s1 2 = 434,38 dan s = 20,84. 1. Uji Normalitas Data Adapun langkah- langkah untuk melakukan uji normalitas adalah sebagai berikut: a. Menentukan batas kelas (x) dengan cara: -Untuk nilai terkecil dikurangi 0,5 -Untuk nilai terbesar ditambah 0,5 b. Menentukan angka baku (z) dengan menggunakan rumus: (Sudjana, 2002:99) dengan nilai rata-rata kelas ( ) dan simpangan baku (s) c. Menentukan batas luas daerah yang didasarkan pada tabel distribusi Z (daftar normal baku) yang berada dibawah lengkungan normal standar dari 0- Z (Sudjana, 2002: 490) d. Menentukan luas kelas (A) dengan mengurangkan batas luas daerah kelas atas dengan batas daerah kelas bawah e. Menghitung frekuensi harapan ( ) dengan cara mengalikan banyaknya sampel atau dengan = 31 orang siswa untuk kelas eksperimen, dan = 32 orang siswa untuk kelas kontrol. f. Syarat normalitas yang digunakan : -Terima H0 jika -Tolak H0 jika Berikut di bawah ini adalah penyajian untuk data normalitas dari kedua kelas. 1. Kelas Eksperimen Berdasarkan cara yang telah diuraikan untuk menghitung normalitas di atas, diperoleh nilai = 8,65, maka dapat disimpulkan bahwa yakni 8,65 11,07 maka hipotesis untuk data tes awal menunjukan bahwa kelas eksperimen (VIII-6) berdistribusi normal. 2. Kelas Kontrol Disadarkan pada syarat normalitas yang telah disertakan, diperoleh nilai = 8,46, maka dapat disimpulkan bahwa yakni 8,46 11,07 maka hipotesis untuk data tes awal menunjukan bahwa kelas kontrol (VIII -1) juga berdistribusi normal. Dikarenakan kedua kelas telah berdistribusi normal, maka kelas ini telah memenuhi salah satu syarat untuk digunakan dalam penelitian peneliti. 2. Uji Homogenitas data Pretes. Sesuai data yang telah didistribusikan di atas telah diperoleh nilai rata-rata(, varians (s 1 2 ) dan simpangan baku (s 1) dari kedua kelas. Untuk kelas eksperimen diperoleh = 58,18; s1 2 = 148,61; dan s1 =12,19. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh = 54,93; s2 2 = 434,38; dan s2 = 20,84.

256 Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. Vol. 2 No.2 April 2017, 253-258 Untuk hipotesis yang diujikan pada taraf signifikan = 0,05 yakni: - Terima Ho, tolak Ha: jika - Terima Ha, tolak Ho : jika Fhitung >Ftabel. Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa hasil dari Fhitung = 0,34, sedangkan Ftabel dengan dk pembilang 31` dan dk penyebut 31 diperoleh Ftabel = 1,84. Hal ini menunjukan bahwasanya Ftabel>Fhitung atau 1,84>0,34, hal ini menunjukan bahwa kedua kelas bersifat homogen dan Ho di terima. 3. Uji Rata- Rata dua pihak Pretes Setelah melalui pengujian normalitas dan homogenitas, data pretes juga akan dilakukan uji rata- rata dua pihak ( Uji t dua pihak) untuk mengetahui serta membuktikan bahwa kemampuan awal untuk kedua kelas sama. Hal ini merupakan syarat penting untuk penelitian dapat dilanjutkan. Syarat dari pengujian ini adalah terima H0 jika, dan tolak H0 jika sebaliknya. Pengujian yang akan diujikan adalah: : Kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. : Kedua kelas memiliki kemampuan awal yang berbeda. Menggunakan taraf signifikan α=0,05 dan derajat kebebasan dk =, yakni dk = 62 menggunakan distribusi t dua pihak dimana diperoleh ttabel sebesar -2,000 2,000. Sehingga diperoleh atau = -2,000<,0,76< 2,000. Hal ini menunjukkan H0 diterima, yang artinya kemampuan awal untuk kedua kelas adalah sama. 4. Uji Normalitas data Postes a. Kelas Eksperimen Dengan menggunakan taraf signifikaan = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k 1= 6-1= 5, diperoleh dari distribusi tabel Chi kuadrat = 11,07. Berdasarkan syarat normalitas yang telah disertakan sebelumnya, diperoleh nilai = 3,41, maka dapat disimpulkan bahwa yakni 3,41 11,07 maka hipotesis untuk data tes awal menunjukan bahwa kelas eksperimen (VIII-6) berdistribusi normal b. Kelas Kontrol Menggunakan taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k 1= 6-1= 5, diperoleh dari distribusi tabel Chi kuadrat = 11,07. Kemudian disadarkan pada syarat normalitas yang telah disertakan, diperoleh nilai = 9,89, maka dapat disimpulkan bahwa yakni 9,89 11,07 maka hipotesis untuk data tes awal menunjukan bahwa kelas kontrol (VIII -1) juga berdistribusi normal. Dikarenakan kedua kelas telah berdistribusi normal, maka kelas ini telah memenuhi salah satu syarat untuk melakukan rata- rata satu pihak (uji t). 5. Uji Homogenitas data Postes Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui tingkat homogen atau tidaknya nya kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ini dilakukan jika telah melakukan uji normalitas kedua kelas. Analisis varians yang digunakan untuk menguji kesamaan kedua varians disini adalah dengan menggunakan uji F (uji fisher), yang membandingkan varians terbesar dengan varians terkecil. Sesuai data yang telah didistribusikan di atas telah diperoleh nilai rata-rata(, varians (s 1 2 ) dan simpangan baku (s 1) dari kedua kelas. Untuk kelas eksperimen diperoleh = 55,42; s1 2 = 526,53; dan s1 = 22,94. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh = 75,37; s2 2 = 118,88; dan s2 = 10,90. Dari hasil perhitungan yang telah dicari, diperoleh hasil dari Fhitung = 1,22, sedangkan Ftabel dengan dk pembilang 31 dan dk penyebut 31 diperoleh Ftabel = 1,84. Hal ini menunjukkan bahwasanya Ftabel > Fhitung atau 1,84 > 1,22, ini menunjukan bahwa kedua kelas bersifat homogen dan terima Ho. 6. Uji Rata-rata Satu Pihak Postes Uji hipotesis didambil pada data postes yang telah dilakukan. Ini untuk melihat ada tidaknya pengaruh setelah dilakukan pembelajaran. Dari data postes kedua kelas diperoleh data pada tabel berikut.

Ade Rahmawita dkk, (2017). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Melalui Media. 257 Tabel 3.1 Nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol Kelas Nilai terting gi Nilai teren dah Ekspe 100 50 55, 526, 22,9 rimen Kontr ol 90 0 42 75, 37 53 118, 88 4 10,9 0 Selanjutnya, dari data tabel di atas dapat diperoleh nilai standar deviasi gabungan dari kedua kelas adalah 17,96. Adapun hipotesis yang akan diuji pada taraf signifikan α = 0,05 yaitu: Ho : Tidak ada pengaruh penggunaan model PBL melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana Ha : Ada pengaruh penggunaan model model PBL melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana Dengan syarat: Ho : Ha : Dengan kriteria pengujiannya adalah: - Tolak Ho, terima Ha jika - Tolak Ha, terima Ho jika Diperoleh nilai thsebesar: 4,44. Menggunakan taraf signifikan α = 0,05 dan derajat kebebasan dk =, yakni dk = 62 menggunakan distribusi t serta tipe uji pihak kanan, diperoleh ttabel sebesar 1,67. Sehingga diperoleh atau 4,44 1,67. Hal ini menunjukkan bahwasanya ada pengaruh penggunaan model PBL melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, nilai ratarata pre- Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata pretest yang diperoleh kelas eksperimen 58,18 dan kelas kontrol 54,93. Kelas eksperimen maupun kelas kontrol perolehan nilai rata-rata pre-test nya tidak memiliki perbedaan yang cukup jauh, melainkan sebesar 3,25. Dari hasil pengujian hipotesis diatas dapat dinyatakan bahwa adanya pengaruh hasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan model problem based learning melalui media animasi dengan siswa yang diajarkan menggunakan model problem based learning tanpa media animasi. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai ratarata siswa yang diajarkan menggunakan model problem based learning melalui media animasi lebih tinggi dari siswa yang diajarkan menggunakan model problem based learning tanpa media animasi, yaitu untuk nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 75,37 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 55,42 Dalam proses pembelajaran fisika siswa ditekankan mampu belajar mandiri, aktif, dinamis dan eksploratif. Terbukti siswa yang belajar dengan model problem based learning melalui media animasi lebih aktif dalam proses pembelajaran, siswa yang merasa sudah memahami materi pesawat sederhana, mengajarkan siswa lain yang belum memahami materi tersebut, tanpa disadari siswa menjadi learning centre, bukan guru. Secara umum dari kedua kelas yang diteliti, tampak bahwa model problem based learning melalui media animasi membuat siswa lebih aktif dalam mencari informasi dari sumber yang telah diberikan dan dijelaskan dan menjelaskan kembali hasil yang telah mereka peroleh. Disisi lain juga kerjasama antara siswa dalam proses belajar menjadi lebih baik, dengan menggunakan bahasa yang sederhana siswa satu sama lain saling berdiskusi dan dapat memahami, siswa yang lebih mampu memberi pemahaman kepada siswa yang belum memahami materi pesawat sederhana. Pembelajaran dengan model problem based learning melalui media animasi memberikan peluang kepada siswa untuk mampu memahami materi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model problem based learning melalui media animasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar fisika kelas VIII-6 (kelas eksperimen) yang menggunakan model problem based learning melalui media animasi lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika kelas VIII-1 (kelas kontrol) yang menggunakan model problem based learning tanpa media animasi.

258 Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. Vol. 2 No.2 April 2017, 253-258 DAFTAR PUSTAKA Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Mengimplementasi Pembelajaran yang Efektif & Berkualitas. Jakarta: Kencana. Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Rosnanda, Dena. 2014. Perbedaan hasil belajar siswa antara Penggunaan Media Animasi 3D Dengan Pembelajaran Langsung Pada Materi Gerak Lurus di Kelas X MAN Kuta Baro Banda Aceh. (Skripsi). Tidak Terbit. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. Sudjana. 2005. Metode Statiska. Bandung: Tarsito Utrifani, Ajeng dkk. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Kinematika Gerak Lurus Kelas X SMA Negeri 14 Medan : Jurnal Inpafi, 2(2).