BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT BERBASIS FRAKTAL MENGGUNAKAN CLUSTERING FUZZY C-MEANS IYAN MULYANA

PENGGABUNGAN DIMENSI FRAKTAL DAN KODE FRAKTAL UNTUK IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT INDONESIA MENGGUNAKAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK SISKA SUSANTI

BAB III METODE PENELITIAN

dengan metode penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 9. Data Citra Tumbuhan

Panjang bin dari setiap penggabungan disesuaikan dengan skala yang digunakan,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN

Optimasi K-Means Clustering Menggunakan Particle Swarm Optimization pada Sistem Identifikasi Tumbuhan Obat Berbasis Citra

SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Kebutuhan Perangkat Keras. Perangkat Keras Spesifikasi Processor Intel Core i3. Sistem Operasi Windows 7

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

pbab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM APLIKASI uji coba terhadap program aplikasi pengenalan plat nomor kendaraan roda empat ini,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

dan 3. Jumlah partisi vertikal (m) dari kiri ke kanan beturut-turut adalah 1, 2, 3, 4, dan 5. akurasi =.

III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V PENUTUP. Menggunakan Metode Fuzzy C-Means Clustering, dapat diambil kesimpulan

Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner

DAFTAR ISI. BAB II... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini mengacu pada tahapan proses yang ada pada sistem

EKSTRAKSI DAUN MENGGUNAKAN DIMENSI FRAKTAL UNTUK IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT DI INDONESIA DIMPY ADIRA RATU

4 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perbaikan kualitas citra merupakan sebuah langkah awal dalam proses

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Beberapa sampel tanda tangan setiap orang pada umumnya identik namun tidak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan bahan, agar mendapatkan hasil yang baik dan terstruktur. Processor Intel Core i3-350m.

PENERAPAN ALGORITMA K MEANS UNTUK PENENTUAN PENCOCOKAN PEWARNAAN CLUSTERING SECARA OTOMATIS PADA PRODUK FASHION

Pertemuan 2 Representasi Citra

KOMPRESI CITRA. Pertemuan 12 Mata Pengolahan Citra

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Prosesor : Intel Core i5-6198du (4 CPUs), ~2.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah

SAMPLING DAN KUANTISASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN. arsitektur, prosedur, dan hasil model Radial Basis Function Neural Network untuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi

SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan sistem pemugaran citra digital dengan algoritma exemplar-based

BAB III METODE PENELITIAN. tangan dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM).

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4. Menghitung fungsi objektif pada iterasi ke-t, 5. Meng-update derajat keanggotaan. 6. Mengecek kondisi berhenti:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Metode GLCM ( Gray Level Co-Occurrence Matrix)

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berikut ini adalah contoh tampilan hasil dari kueri:

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. menggunakan matlab. Kemudian metode trial dan error, selalu mencoba dan

CLUSTERING KARYAWAN BERDASARKAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY C-MEAN

5. IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN. Pendahuluan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain : akan digunakan untuk melakukan pengolahan citra.

Klasifikasi Mutu Buah Manggis Berdasarkan Warna Berbasis Fuzzy C Means dan Template Matching

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. CV Dokumentasi CV berisi pengolahan citra, analisis struktur citra, motion dan tracking, pengenalan pola, dan kalibrasi kamera.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari

BAB 4 PENGUJIAN DAN EVALUASI. dengan menggunakan 15 tanda tangan yang berasal dari 1 user yang masing masing

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra

BAB III METODE PENELITIAN

Pendekatan Statistik Pada Domain Spasial dan Frekuensi untuk Mengetahui Tampilan Citra Yustina Retno Wahyu Utami 1)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB II Tinjauan Pustaka

BAB IV PERCOBAAN DAN ANALISIS. Percobaan metode kompresi citra fraktal menggunakan algoritma

COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA

Identifikasi Kematangan Mentimun Berdasarkan Tekstur Kulit Buah dengan Fuzzy C-Mean

Akurasi. Perangkat Lunak: Sistem operasi: Windows Vista Home Premium Aplikasi pemrograman: Matlab 7.0

SISTEM IDENTIFIKASI CITRA JENIS KUNYIT (Curcuma Domestica Val.) MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI MINKOWSKI DISTANCE FAMILY

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 2 NO. 1 SEPTEMBER 2010

HASIL DAN PEMBAHASAN. B fch a. d b

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM. pengetahuannya melalui buku-buku yang ada. Pihak perpustakaan harus. sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang disediakan.

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Perancangan Deteksi Citra USG Kepala Janin untuk mencari Biparetal Diameter dan Head Circumference

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai Februari 2015.

PENENTUAN NILAI PANGKAT PADA ALGORITMA FUZZY C- MEANS

ANALISIS CONTRAST STRETCHING MENGGUNAKAN ALGORITMA EUCLIDEAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRAS PADA CITRA BERWARNA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian yang dilaksanakan ditunjukan pada Gambar 6. Akusisi Citra INPUT Citra Query Preprocessing Citra Pre processing Citra Ekstraksi Fitur Menggunakan Metode Fraktal Ekstraksi Fitur Menggunakan Metode Fraktal Clustering Fuzzy C-Means Model Hasil Identifikasi Evaluasi Hasil Identifikasi Gambar 6 Tahapan Penelitian.

16 3.1.1. Akusisi Citra Pada tahap ini citra tumbuhan obat diakusisi dengan sensor larik (sensor array) menggunakan kamera digital. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kumpulan daun tumbuhan obat di kebun Biofarmaka IPB dan di rumah kaca Pusat Konservasi Ex-Situ Hutan Tropika Indonesia, Fakultas Kehutanan IPB. Pada penelitian ini citra daun tumbuhan obat yang digunakan adalah adalah 20 jenis dan masing-masing jenis terdiri atas 30 citra daun sehingga totalnya adalah 600 data. Jenis-jenis daun yang digunakan adalah Jarak Pagar, Dandang Gendis, Iler, Cincau Hitam, Lilin, Daruju, Bunga Telang, Pungpulutan, Kumis Kucing, Sambang Darah, Jambu Biji, Akar kuning, Kemangi, Handeleum, Mrambos, Nandang Gendis Kuning, Tabat Barito, Gadung Cina, Bidani dan Pegagan. Bentuk dan keterangan dari seluruh data dapat dilihat pada Lampiran 1. 3.1.2. Preprocessing Citra Preprocesing yang dilakukan pada penelitian adalah menyeragamkan ukuran citra menjadi 16x16 piksel dan melakukan perubahan bentuk citra ke dalam format grayscale 8 bit (2 8 = 256 derajat keabuan). Untuk mengubah warna RGB ke grayscale digunakan persamaan 12 ( Jianxin et al. 2011). Gray = 0,2989 x R+ 0,5870 x G+ 0,1140 x B.(12) 3.1.3. Ekstraksi Fitur dengan Metode Fraktal Ada dua pendekatan metode fraktal yang digunakan untuk ekstraksi fitur yaitu dimensi fraktal dan kode fraktal. a. Dimensi Fraktal Dimensi fraktal citra daun tumbuhan obat dihitung menggunakan metode Box Counting. Penghitungan dilakukan pada dua model citra, yaitu citra keseluruhan (global) seperti ditunjukan pada Gambar 7(a) dan pada setiap local region yang terdiri atas 4 bagian yang sama seperti ditunjukan pada Gambar 7(b). Hasil ekstraksi citra daun tumbuhan dengan dimensi fraktal menghasilkan lima

17 parameter dimensi fraktal yaitu satu parameter diperoleh dari citra keseluruhan (global) dan empat parameter diperoleh dari citra setiap local region. (a) (b) Gambar 7 Pembagian citra global (a) dan local region (b). b. Kode Fraktal Pada penelitian ini ada dua tahap yang dilaksanakan untuk mendapatkan kode fraktal citra daun tumbuhan obat. Tahap pertama membentuk blok domain dan blok range. Blok domain dibentuk dengan mempartisi citra asli menjadi subcitra ukuran 8x8 piksel dan 4x4 piksel. Setiap empat piksel dari subcitra yag terbentuk dihitung rata-ratanya sehingga ukuran menjadi 4x4 piksel dan 2x2 piksel. Proses partisi ini membentuk 20 blok domain. Ilustrasi partisi pembentukan blok domain ditunjukan pada Gambar 8. Gambar 8 Ilustrasi pembentukan blok domain. Blok range dibentuk dengan mempartisi citra asli menggunakan partisi quadtree. Partisi ini membagi citra menjadi empat bagian yang sama besar secara rekursif sampai ukuran 2 x 2 piksel. Proses partisi ini membentuk 80 blok range

18 yang terbagi ke dalam empat kelompok dan masing masing 20 blok domain. Pembagian kelompok berdasarkan bagian kiri atas, bagian kanan atas, bagian kiri bawah dan bagian kanan bawah. Ilustrasi partisi pembentukan blok range dengan partisi quadtree ditunjukan pada Gambar 9. Gambar 9 Ilustrasi pembentukan blok range. Tahap kedua adalah mengukur kemiripan antara blok domain dan blok range. Kemiripan diukur dengan menghitung skala kontras, faktor kecerahan dan RMS dari masing-masing pasangan blok domain dan blok range. Pasangan dengan nilai RMS atau nilai error terkecil adalah pasangan yang dianggap paling mirip. Hasil Ekstraksi citra daun dengan kode fraktal menghasilkan empat nilai kode fraktal yaitu skala kontras (s), faktor kecerahan (g), rata rata blok range (Avgrange) dan rata-rata blok domain ( Avgdomain ). 3.1.4. Clustering dengan Fuzzy C-Means Pada penelitian ini ada dua rancangan percobaan yang digunakan untuk clustering tumbuhan obat yaitu : - Clustering FCM berdasarkan nilai dimensi fraktal - Clustering FCM berdasarkan nilai kode fraktal Clustering dilakukan terhadap 400 data latih. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Menginput data berupa matrik-matrik ukuran n x m ( n= jumlah sampel data, m = atribut data yang merupakan nilai dimensi fraktal pada percobaan pertama dan nilai kode fraktal pada percobaan kedua

19 2. Menetapkan parameter yang diperlukan antara lain : - Jumlah cluster (c) = 20 - Pangkat (w) = 2 - Maximum iterasi (maxiter) = 100 - Kriteria penghentian (e) = 10 - Fungsi objektif awal (P ) = 0 0 - Iterasi awal t = 1 3. Membentuk matriks partisi awal U (derajat keanggotaan dalam cluster) secara acak menggunakan persamaan (6), dengan ketentuan jumlah setiap kolom pada matrik harus sama dengan 1. 4. Menghitung pusat cluster dengan persamaan (7) 5. Menghitung fungsi obyektif pada iterasi ke t, menggunakan persamaan (8) 6. Memperbaiki derajat keanggotaan setiap anggota, menggunakan persamaan (9) dengan tujuan mencari jarak antara pusat cluster dan data 7. Memeriksa kondisi berhenti ; Jika ( P t - P t-1 < ε) atau ( t > maxiter) Maka proses berhenti dan nilai derajat keanggotaan baru dapat digunakan untuk clustering dari citra daun tumbuhan obat. Jika tidak : t =t+1 Proses kembali ke langkah 4. -5 3.1.5. Pengujian Hasil Identifikasi Citra Daun Pada penelitian ini ada dua pengujian yang dilakukan untuk menentukan keberhasilan identifikasi citra tumbuhan obat, yaitu : 1. Pengujian identifikasi tumbuhan obat menggunakan FCM berdasarkan dimensi fraktal 2. Pengujian identifikasi tumbuhan obat menggunakan FCM berdasarkan kode fraktal Untuk menghitung tingkat akurasi hasil pengujian digunakan confusion matrik antara data real dan data prediksi dari citra daun tumbuhan obat.

20 3.2. Kebutuhan Perangkat dan Peralatan Penelitian Pada penelitian ini dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut : a. Software yang digunakan : - Sistem Operasi : MS Windows XP Profesional Version 2002 SP2 - Pemrograman : PHP, MySQL, Apache, PHPMyAdmin b. Hardware yang digunakan : Processor Intel(R) Core 2 Duo CPU T57550, memori DDR2, RAM 2,99 GB 3.3. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Computational Intelegence Pascasarjana Departemen Ilmu Komputer IPB di mulai bulan Februari 2011 sampai dengan bulan Desember 2011.