E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KAPUKANDA ARTIKEL JURNAL

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Kelas V SD Negeri 111 Pekanbaru

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING DI SDN 09 AIR PACAH PADANG

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS III SDN GRENDEN 02 PUGER JEMBER

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Key Words: map board media, social science learning achievement, ethnic and culture diversity in Indonesia

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD NEGERI 35 PAGAMBIRAN PADANG

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X.8 DENGAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

SILVIA HANDAYANI. MEGA PUTRI, M.Pd. REDO ANDI MARTA, M.Pd. ABSTRACK

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.E DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD KARTIKA I-10 PADANG

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE KATA LEMBAGA SISWA KELAS I SD KARANGGAYAM ARTIKEL JURNAL

KEMAHIRAN MENYIMAK CERPEN MELALUI MEDIA AUDIO SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS N 2 MORO

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SCRAMBLE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 KAMPUNG OLO PADANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV MELALUI PENDEKATAN QUANTUM TEACHING SDN 15 V KOTO KAMPUNG DALAM

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Padang

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Pendahuluan. Rizkya et al., Peningkatan Kemampuan Menyusun Kata menjadi Kalimat Tanya...

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL ANAK TUNAGRAHITA MELALUI MEDIA GAMBAR

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

EVA BETTY SIMANJUNTAK DAN JUNIKO ESRA TARIGAN Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED

MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SDN 26 BUKIT TAMBUN TULANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS PENDEK DENGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SDN 03 SEDAU TAHUN PELAJARAN 2017/2018 JURNAL SKRIPSI

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE ROUND TABLE

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PREVIEW, READ, REVIEW (P2R) SISWA KELAS IV SD KARTIKA 1-10 PADANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IVPADA BAHASA INDONESIA MELALUI DI SDN 01 ULAKKARANG SELATAN PADANG

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN METODE STRUKTURAL ANALISIS SINTESIS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD ARTIKEL PENELITIAN.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI POGUNG KIDUL

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Kata Kunci: kemampuan menulis,card sort, bahasa Indonesia

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MEDIA VCD FILM KARTUN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PEGANDEKAN ARTIKEL SKRIPSI

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS DI SMK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat

Oleh Neli Yanti ABSTRACK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SUKU KATA MENGGUNAKAN MODIFIKASI PERMAINAN KARTU DOMINO PADA TUNAGRAHITA SEDANG

IMPROVING SKILLS ESSAY WRITING BARE INDONESIAN THROUGH COOPERATIVE LEARNING TYPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

PENGGUNAAN METODE SAS DENGAN MEDIA KARTU HURUF DALAM PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I

Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo Vol. 1, No. 2, September 2013 ISSN:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PELAFALAN KATA BENDA BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA RECORDER BAGI ANAK LOW VISION

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

EFEKTIFITAS MERONCE BALOK HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA BAHASA INGGRIS MELALUI BERNYANYI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL

Eva Renlia, Otang Kurniaman, Hendri Marhadi

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

PENGGUNAAN PENDEKATAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 26 LUBUK ALUNG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN STRATEGI PQ4R KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI GEMBONGAN

Abstract. Keywords : Science, Learning Outcomes, Graphics Card.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN MEDIA VCD FILM KARTUN SISWA KELAS V SD

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN GIVING REWARD AND PUNISHMENT

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSESDI KELAS IV SD NEGERI 22 SALIMPATKABUPATEN SOLOK

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V.A SD KARTIKA 1-10 PADANG DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL DELIKAN (DENGAR-LIHAT-KERJAKAN)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASH CARD

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS VII.B DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY

Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Media Boneka Tangan pada Siswa Kelas II SDN Nogosari 04 Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember

Rustam Effendi dan Hendra

PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA NARASI SISWA KELAS IV SDN 1 KEKERI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PKN DENGAN MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) BAGI SISWA SMK

PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS TEKS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

PENGGUNAAN KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES KELAS X

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D3/C MELALUI MEDIA KARTU SUKU KATA. (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SLB AL HIDAYAH MAEK PAYAKUMBUH) Oleh Yelni Eva Roza Abstract: The background of this research came from the discovery of a mild grade III Tunagrahita students who have problems reading the syllables, in which the child difficult to distinguish between the letter [b], [d], and [p]. The purpose of this penilitian is improving reading skills for children Tunagrahita said light [X and Y] in the base class III in SLB maek Hidayah Al-Kab. Fifty Cities. This type of study is classroom action research (classroom action research) is conducted in collaboration with colleagues. The study was conducted three cycles. I cycle of meetings held four times in the learning process that starts from listening to the teacher about the use of media, said the letter clearly distinguish the letters in a word, syllable reading, read words and complete the exercise. Based on the average value obtained by students at the end of the cycle I can see that X before given the action obtain a value of 20% and after a given action I get the value of 60%. Y before the action was given a value of 10% and after a given action I get the value of 60%. Whereas in the second cycle performed four times in the learning process through the use of media to read the beginning of the syllable card. Where X is the cycle of 60% grades II and Y gets value of 60%. Proceed to the third cycle, the cycle was conducted six sessions. X get Y value of 80% and 70% get results. Kata Kunci : Membaca kata. Media kartu suku kata. PENDAHULUAN Penelitian ini dilator belakangi dengan adanya pengamatan yang dilakukan pada anak tunagrahita ringan kelas D 3 /C di SLB AL-Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota, yang mengalami kesulitan membaca kata. Hasil tes asesmen anak membaca yang dimulai pada saat pembelajaran bahasa Indonesia menunjukkan dalam membaca kata, X dan Y mengalami kesulitan. X terlihat seperti berpikir keras dalam membaca namun bacaan yang dibaca anak salah. Anak sering menghilangkan salah satu huruf dan kadang-kadang menambahkan huruf yang seharusnya tidak ada dalam kalimat. Mengingat pentingnya kemampuan membaca bagi siswa dan kesulitan yang dihadapi siswa serta metode yang digunakan guru selama ini, merupakan satu masalah yang harus dicari jalan keluarnya maka penulis tertarik melakukan penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan teman sejawat guna mengatasi masalah tersebut. Peneliti tertarik melakukan penelitian guna membantu anak dalam mengalami kesulitannya dalam membaca Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 198

dengan menggunakan melalui kartu suku kata. Hodgson (dalam Henry Guntur Taringan, 2005: 7) membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata / bahas tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Azhar Arsyad (2006:4) mengartikan media adalah alat yang menyampaikan atau menggambarkan pesan-pesan pengajaran. Dalam proses belajar mengajar, penerima pesan itu siswa. Pembawa pesan (media) itu berintegrasi dengan siswa melalui alat indra mereka. Siswa dirangsang oleh media itu untuk menggunakan indranya menerima informasi. Media kartu suku kata dibuat lebih menarik, lebih bervariasi sehingga bahan pelajaran lebih jelas maknanya. Media kartu suku kata berbentuk empat persegi panjang, yang terbuat dari karton manila yang diberi gambar, ditempel huruf, suku kata dan kata yang sesuai dengan gambar yang ada sehingga dapat meningkatkan motivasi dan semangat siswa mengikuti pelajaran membaca. Melalui media kartu suku kata diharapkan dapat membantu anak tunagrahita ringan dalam meningkatkan kemampuan membaca kata. Secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberhasilan meningkatkan kemampuan membaca kata pada anak tunagrahita ringan kelas D 3 /C di SLB AL-Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas siklus-siklus yang terbentuk dari kegiatan :perencanaan, tidakan, pengamatan dan refleksi. Zainal Aqib, dkk (2009: 3) menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil bekerja siswa meningkat. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas dan dua orang anak tunagrahita ringan dengan inisial (X dan Y) yang berada di SLB Al-Hidayah Maek Payakumbuh kelas D 3 /C. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu: kemampuan membaca kata anak tunagrahita ringan merupakan variable terikat, dan media kartu suku kata merupakan variable bebas. Dimana defenisi operasional dari masing-masing variable adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan membaca kata. Membaca kata mengandung konsep makna dan mempunyai Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 199

peran di dalam pelaksanaan bahasa. Dalam penelitian ini membaca kata yang dimaksud adalah kemampuan anak membaca yang dimulai dari pengenalan huruf [b, d, p], membaca suku kata dan membaca kata. (2) Media kartu suku kata. Kartu yang berbentuk empat persegi panjang, yang terbuat dari karton manila yang diberi gambar, ditempel huruf, suku kata dan kata yang sesuai dengan gambar yang ada. Data penelitian ini dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan menggunakan teknik observasi, dimana subjek ditargetkan mampu menguasai kata benda sebanyak 10 kata. Tes yang diberikan pada subjek sebanyak duabelas kali. Data dengan menyebutkan/membaca 10 kata yang dilakukan yang dikunpulkan oleh peneliti dilakukan Februari 2012 sampai April 2012. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data melalui pedoman observasi dan ukuran target penelitian ini menggunakan persentase. HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Data Kemampuan awal Bedasarkan data yang diperoleh melalui observasi dan tes, diperoleh data seperti pada diagram di bawah ini 20% BDB 80% Diagram 1: Hasil tes kemampuan membaca X sebelum diberikan tindakan Berdasarkan diagram di atas menunjuk hasil kemampuan anak dalam membaca kata yaitu anak mampu membaca kata dengan bantuan guru sebesar 80% dan tidak bisa sebesar 20%. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 200

10% BDB 90% Diagram 2: Hasil tes kemampuan membaca Y sebelum diberikan tindakan Terlihat pada diagram 2 saat melaksanakan tes kemampuan awal menunjuk hasil kemampuan anak dalam membaca kata yaitu anak mampu membacaa kata dengan bantuan guru sebesar 90% dan tidak bisa sebesar 10%. Kemampuan membaca kata setelah diberikan tindakan pada siklus I Kemampuan membaca kata melalui media kartu suku kata B 40% 60% Diagram 3: Hasil tes kemampuan membaca X setelah diberikan tindakan I Pada diagram 3 yaitu tes kemampuan membaca X setelah diberi tindakan I terlihat terjadi peningkatann dari hasil tes kemampuan awal yaitu bisa membaca menjadi sebesar 60% dari sepuluh kata yang diberikan dan tidak bisa membaca kata yang diberikan sebanyak empat buah kata dengan benar. Mendapat perolehan nilai 40%. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 201

Kemampuan membaca kata melalui media kartu suku kata B 40% 60% Diagram 4: Hasil tes kemampuan membaca Y setelah diberikan tindakan I Pada diagram 4 yaitu tes kemampuan membaca Y setelah diberi tindakan I terlihat terjadi peningkatann dari hasil tes kemampuan awal yaitu bisa membaca menjadi sebesar 60% dari sepuluh kata yang diberikan dan tidak bisa membaca kata yang diberikan sebanyak empat buah kata dengan benar. Mendapat perolehan nilai 40%. Kemampuan membaca kata setelah diberikan tindakan pada siklus III Kemampuan membaca kata melalui media kartu suku kata 60% 40% B Diagram 5: Hasil tes kemampuan membaca X setelah diberikan tindakan II Pada diagram 5 yaitu tes kemampuan membaca X setelah diberi tindakan I terlihat terjadi peningkatann dari hasil tes kemampuan awal yaitu bisa membaca menjadi sebesar 60% dari sepuluh kata yang diberikan dan tidak bisa membaca kata yang diberikan sebanyak empat buah kata dengan benar. Mendapat perolehan nilai 40%. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 202

Kemampuan membaca kata melalui media kartu suku kata B 40% 60% Diagram 6: Hasil tes kemampuan membaca Y setelah diberikan tindakan II Pada diagram 6 yaitu tes kemampuan membaca Y setelah diberi tindakan I terlihat terjadi peningkatann dari hasil tes kemampuan awal yaitu bisa membaca menjadi sebesar 60% dari sepuluh kata yang diberikan dan tidak bisa membaca kata yang diberikan sebanyak empat buah kata dengan benar. Mendapat perolehan nilai 40%. Kemampuan membaca kata setelah diberikan tindakan pada siklus II II Kemampuan membaca melalui media kartu suku kata 20% BS 80% Diagram 7: Hasil tes kemampuan membaca X setelah diberikan tindakan III Pada diagram 7 yaitu tes kemampuan membaca X setelah diberii tindakan III terlihat terjadi peningkatan dari hasil tes pada tindakan II yaitu bisa membaca kata sebesar 80% tanpa bantuann guru dan tidak bisa sebesar 20%. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 203

Kemampuan membaca kata melalui media kartu suku kata 30% BS 70% Diagram 8: Hasil tes kemampuan membaca Y setelah diberikan tindakan III Dalam membaca kata, menuliskan kata, dan menyelesaikan tes di akhir pertemuan siklus ketiga ini, peneliti pada saat memberikan latihan tidak membimbing siswa. Didapat hasil pada akhir pertemuan di siklus ketiga, X bisa membaca 80% dari sepuluh kata yang diberikan. Begitu juga dengan Y bisa membaca 70% dari sepuluh kata yang diberikan. 2. Analisi Data Setelah melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dimulai dari siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga terhadap anak tunagrahita ringan melalui penggunaann media kartu suku kata, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kataa bagi anak tunagrahita ringan kelas D3/C dapat ditingkatkan dengan menggunakan media kartu suku kata. Hal ini dapat dilihat dari tabel analisis siklus di bawah ini: Analisis Siklus I Pada siklus I ini, perencanaan yang dususun belum semuanya terlaksana dengan baik, dan belum menunjukkan tujuan penelitian yang ingin dicapai Analisis Siklus II Pada siklus II ini, perencanaan yang disusun hampir semuanya terlaksana dengan baik, dan telah menunjukkan tujuan penelitian yang ingin dicapai Analisis Siklus III Pada sikluss III ini, perencanaan yang disusun terlaksana dengan baik, dan telah menunjukkan tujuan penelitian yang ingin dicapai Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 204

Penggunaan media pembelajaran belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan sebagai alat yang dapat membantu peneliti dalam proses pembelajaran, karena ternyata anak masih bingung menggunakan media kartu suku kata. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dan siswa belum terkondisikan dengan baik. Hal ini dikarenakan anak masih belum mengerti mengunakan media dan peneliti masih belum secara bertahap memberikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan media kartu suku kata. Rata-rata hasil kemampuan anak dalam membaca belum mencapai tujuan yang diharapkan. Penggunaan media kartu suku kata yang dibuat telah menunjukkan hasil seperti yang diharapkan sebagai alat yang dapat membantu peneliti dalam proses pembelajaran, Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dan siswa terkondisikan dengan baik. Anak juga mengerti mengunakan media dan peneliti sudah menyampaikan langkahlangkah pembelajaran menggunakan media kartu suku kata secara bertahap. Rata-rata nilai kemampuan anak dalam membaca telah mencapai tujuan yang diharapkan. Penggunaan media kartu suku kata yang dibuat ternyata menunjukkan hasil seperti yang diharapkan sebagai alat yang dapat membantu peneliti dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dari antusiasnya anak dan motivasi anak dalam mengikuti pelajaran. Hasil pengamatan ternyata menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dan siswa menggunakan media kartu suku kata sangat berperan dalam membantu anak membaca. Rata-rata nilai kemampuan anak dalam membaca telah menunjukkan hasil yang sangat baik dan tujuan yang diharapkan tercapai. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 205

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu suku kata dapat meningkatkan kemampuan anak dalam membaca. Dari tabel analisis silklus di atas dapat terlihat jelas peningkatan kemampuan membaca kata pada anak tunagrahita ringan. Dimana dari sepuluh kata yang diberikan pada tes kemampuan awal, X hanya dapat dibaca dengan bantuan guru dan diberi nilai 80%. Setelah diberi tindakan pada siklus I, X bisa membaca enam kata dengan nilai 60% dari sepuluh kata yang diberikan. Didapat hasil pada akhir pertemuan di siklus II, X bisa membaca enam kata dengan hasil kemampuan 60% dari sepuluh kata yang diberikan. Dan pada siklus III dari sepuluh kata yang diberikan dengan hasil kemampuan 80% dan tidak bisa membaca dua kata lain dengan hasil kemampuan 20% tidak bisa. Kemampuan Y sebelum diberi tindakan mendapatkan nilai 10% dari yang diujikan oleh peneliti. Setelah diberi tindakan pada siklus I, Y bisa membaca enam kata dari sepuluh kata yang diberikan dengan hasil kemampuan 60%. Didapat hasil pada akhir pertemuan di siklus kedua, Y bisa membaca enam kata dengan hasil kemampuan 60% dari sepuluh kata yang diberikan dan empat kata lainnya tidak dapat dibaca dengan hasil kemampuan 40%. Dan Setelah diberi tindakan pada siklus ketiga Y bisa membaca tujuh kata tanpa bantuan dari tujuh kata yang diberikan dengan hasil kemampuan 70% dan tidak bisa membaca tiga kata lain dengan hasil kemampuan 30% tidak bisa. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca kata dapat ditingkatkan melalui kartu suku kata. PEMBAHASAN Untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita ringan, maka pada pembelajaran membaca dilaksanakan melalui penggunaan media kartu suku kata. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian didapat hasil bahwa proses pembelajaran meningkatkan kemampuan membaca kata terutama kata yang huruf [b, d, p] pada anak Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 206

tunagrahita ringan kelas D 3 /C SLB AL-Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa, peneliti dan kolaborator sehubungan dengan materi yang disampaikan dalam pelaksanaan tindakan. Dari deskripsi hasil penelitian diketahui juga bahwa media kartu suku kata efektif dijadikan media untuk meningkatkan kemampuan membaca kata pada anak tunagrahita ringan kelas D 3 /C SLB AL-Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Kemampuan membaca bagi anak tunagrahita ringan dalam pembelajaran diperlukan berbagai usaha antara lain penyediaan alat dan penggunaan media. Media pembelajaran merupakan ada berbagai jenis yang dapat meransang mereka untuk belajar. Agar penggunaan media ini efektif, maka diperlukan pemilihan media yang tepat, menarik, mudah didapat, mudah dibuat dan tidak banyak biaya, seperti media kartu suku kata. Kartu suku kata berbentuk empat persegi panjang, yang terbuat dari karton manila yang diberi gambar, ditempel huruf, suku kata dan kata yang sesuai dengan gambar yang ada sehingga dapat meningkatkan motivasi dan semangat siswa mengikuti pelajaran membaca. Melalui media kartu suku kata diharapkan dapat membantu anak tunagrahita ringan dalam meningkatkan kemampuan membaca kata. Hal ini berkaitan dengan anak tunagrahita karakteristik anak tunagrahita yang sulit berpikir abstrak, kurang konsentrasi, mudah bosan kurangnya perbendaharaan kata dan lainlain. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Moh. Amin (1995:21) anak tunagrahita disebut juga dengan debil atau anak mampu didik. Hasil dari penelitian tentang membaca kata setelah pemberian tindakan siklus I, siklus II dan siklus III tentang peningkatan kemampuan membaca kata benda yang huruf ada [b, d, p] dapat dideskripsikan sebagai berikut: Dimana dari sepuluh kata yang diberikan pada tes kemampuan awal, X hanya bisa membaca dengan bantuan guru dan diberi nilai 80%. Setelah diberi tindakan pada siklus I, X bisa membaca enam kata dengan nilai 60%. Didapat hasil pada akhir pertemuan di siklus II, X bisa membaca enam kata dengan hasil kemampuan 60%. Dan pada siklus III dari sepuluh kata yang diberikan dengan hasil kemampuan 80%. Kemampuan Y sebelum diberi tindakan mendapatkan nilai 10% dari yang diujikan oleh peneliti. Setelah diberi tindakan pada siklus I. Setelah diberi tindakan pada siklus I, Y bisa membaca enam kata dengan nilai 60% dari sepuluh kata yang diberikan. Didapat hasil pada akhir pertemuan di siklus II, Y bisa membaca enam kata Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 207

dengan hasil kemampuan 60%. Dan Setelah diberi tindakan pada siklus III Y bisa membaca tujuh kata tanpa bantuan dari peneliti dengan hasil kemampuan 70%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan membaca kata bagi anak tunagrahita ringan kelas D 3 /C di SLB AL-Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggunakan media kartu suku kata menunjukkan hasil yang memuaskan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab IV, dapat diambil kesimpulan bahwa membaca kata pada anak tunagraita ringan kelas D 3 /C di SLB AL- Hidayah Maek Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dapat ditingkatkan melalui media kartu suku kata. Penggunaan media kartu suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca kata bagi anak tunagrahita dilaksanakan dengan langkah langkah kegiatan: penggunaan media, menyebutkan huruf dengan jelas, membedakan huruf dalam kata, membaca kata, membaca suku kata, dan menyelesaikan latihan. Proses pembelajaran ini dilaksanakan dengan menggunakan latihan membaca, menggunakan metoda yang bervariasi seperti metoda ceramah, tanya jawab, penugasan, bermain dan inkuiri dan memberikan reward dalam bentuk verbal, gerakan fisik, mimik wajah yang cerah mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menunjukkan kegairahan serta semangat anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Melihat dari hasil penelitian, maka penggunaan media kartu suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca kata bagi anak tunagrahita ringan. Ini dapat dilihat pada peningkatan kemampuan belajar siswa, dimana pada awalnya kemampuan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya materi membaca hasilnya rendah, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru. Dengan menggunakan media kartu suku kata ini terlihat kemampuan membaca kata siswa dapat meningkat. Peningkatan kemampuan anak dapat dilihat pada diagram lingkaran yang digunakan. SARAN Berdasarkan penelitian tindakan yang penulis lakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut : Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 208

1. Saran bagi sekolah a. Bagi kepala sekolah. Kepala sekolah luar biasa diharapkan membuat kebijakan untuk memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran yang bebas dan kreatif, tanpa harus terfokus dengan tradisi belajar yang lama yang sama sekali tidak membantu siswa menemukan cara belajar yang sesuai dan menyenangkan baginya. Diharapkan kepala sekolah membantu dan menyediakan alat, media dan bahan pembelajaran yang sekiranya diperlukan dalam mengembangkan setiap kecerdasan siswa dan mengembangkan setiap ide-ide guru kelas dalam memberikan pembelajaran pada siswa. b. Bagi guru. Agar pembelajaran dapat dicapai, maka sebainya dapat memberikan pembelajaran dengan memberikan media dan metode yang menarik serta bervariasi sesuai dengan karakteristik anak serta menggunakan media yang menarik dalam proses belajar mengajar di kelas. 2. Bagi calon peneliti selanjutnya Bagi calon peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian yang berkaitan dengan menggunakan media kartu suku kata dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa, dapat dikembangkan dalam mata pelajaran yang lainnya sesuai dengan materinya. DAFTAR RUJUKAN Abdul Chaer. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta. Azhar Arsyad. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Eli Jaswita. 2011. Skripsi. Peningatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Ringan Dengan Menggunakan Media Kartu Berjendela. UNP. Padang. Farida Rahim. 2008. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara. Henry Guntur Tarigan. 2005. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Maria J. Wantah. 2007. Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita Mampu Latih. Ditjen Dikti Depdikbud. Jakarta. M. Subana. 2009. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 209

Nurul Zuriah. 2003. Penelitian Tindakan Dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Malang: Bayumedia. Ritawati Mahyudin. 1996. Bahan Ajar Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas-Kelas Rendah SD. Padang IKIP. Padang. Sabarti Akhadiah. 1992. Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar SDLB-C. 2006. Jakarta: Depdiknas. Subana & Sunarti. 2009. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Suharsimi Arikunto. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Suhardjon. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Sutjihati Somantri. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama. Syaiful Sagala. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Syaiful Bahri Djamarah. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks. Zainal Aqib dkk, 2009. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: CV Yrama Widya. Yelni Eva Roza Jurusan PLB FIP UNP 210