METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian Jenis Data yang Dikumpulkan

BAB III METODELOGI PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari Februari 2017.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BEBERAPA CONTOH PENYAKIT YANG DAPAT DITERAPI DENGAN BRITISH PROPOLIS

!" # $ % ! "# $ %&&' ( ) " $( ***# ) $+++ ( "" & $%, &&' /0 1 '-(-2 3 #45 6. (. (-/ 7 -( $ $%, &&&' % * '!*% % +, " () % %!( 0 (.

DAFTAR PENYAKIT YANG MAMPU DISEMBUHKAN SIRUP HERBAL FIDES

Tabel 1. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat No Nama Tumbuhan. Bagian yang Dimanfaatkan

Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013

Formulir Pernyataan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. berbagai spesies flora. Dari jenis flora yang tumbuh di dunia diantaranya tumbuh

BAB XXI. Nyeri atau Sakit di Perut bagian bawah. Nyeri perut hebat yang mendadak. Jenis nyeri perut. Beberapa pertanyaan mengenai nyeri perut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Panti Asuhan Harapan Kita. merupakan Panti Asuhan yang menampung anak-anak terlantar dan yang sudah

Formulir Pernyataan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami. penurunan akibat proses degeneratif (penuaan) sehingga

PROPOSAL PENAWARAN KEAGENAN NANOPRO

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS

Lampiran 1 Kuesioner. Nama sheet : Coverld. 1. Tanggal wawancara : MK1. 2. Nama responden : MK2. 3. Nama balita : MK3. 4.

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

TEORI FENOMENA ORGAN

TEORI PENYEBAB PENYAKIT 2. By: Syariffudin

Medan, Maret 2014 Hormat saya,

Formulir Pernyataan Kesehatan

INVENTARISASI PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT SECARA TRADISIONAL OLEH SUKU OSING BANYUWANGI

Negara Asal (bagi WNA) Tempat / Tanggal lahir * / - -

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIALatihan Soal 4.2. Parotitis. Diare. Apendisitis. Konstipasi

Manfa'at Buah-buahan

Formulir Pernyataan Kesehatan dan Perubahan Data Polis PENTING :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pijat urat akupuntur

DAFTAR PENYAKIT YANG MAMPU DISEMBUHKAN FIDES PLUS MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil, VCO)

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU AKSEPTOR KB TERHADAP NY. Y DI BPS HERTATI

FORMULIR PERUBAHAN POLIS (A3)

Materi 13 KEDARURATAN MEDIS

FORMULIR INFORMASI KESEHATAN PRIBADI PESERTA. Alamat. T/T Lahir Jenis Kelamin Tinggi / Berat Badan

Apa Obat Diabetes Untuk Komplikasi Neuropati Otonom?

BAB XXIII. Masalah pada Saluran Kencing. Infeksi saluran kencing. Darah pada urin/air kencing. Keharusan sering kencing. Perembesan urin/air kencing

KUESIONER SURVEY MAWAS DIRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Negara Asal (bagi WNA)

DROPSHIP HERBAL PRODUK (HELTA ALAMI)

Fakta Kehidupan. Masa muda mengumpulkan harta Masa tua menghabiskan harta untuk membeli kesehatan. Bersama Produk RATU NUSANTARA

BAGIAN 1: MENGAPA PERLU DETOKS?

PANGGILAN PEMERIKSAAN FISIK (LULUS PSIKOTEST & FGD) DIRECT SHOPPING LOKASI BANDUNG TINGKAT S1/D4/D3 TAHUN 2013

Kesehatan Anak - Aneka penyakit anak yg perlu diketahui semua ortu

KATALOG HARGA ADDAWA S RESEARCH CV. RIZKI ABADI TUBAN - INDONESIA ISI PER BOTOL

Pembahasan Video : :1935/testvod/_definst_/mp4:(21). 8 SMP BIOLOGI/4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA/BIO mp4/manifest.

FORMULIR PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS STIKES HANG TUAH SURABAYA

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Konstipasi adalah kelainan pada sistem pencernaan yang ditandai dengan

KUESIONER PENELITIAN SKRIPSI HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN PERILAKU KEPATUHAN MINUM OBAT

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. seluruh bagian dari tanaman ini dimanfaatkan sebagai obat bagi manusia (Deptan,

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I. PENDAHULUAN. Sejak tahun 2006 saat harga minyak dunia bergerak naik, jarak pagar

SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN

Jurnal Abdimas Mahakam Online ISSN : Januari 2017, Vol.1 No. 1

Temanggung. Persetujuan Studi Pendahuluan RSUD Kabupaten

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang optimal dan untuk mengatasi berbagai penyakit secara alami.

MATERI 7 PEMBAHASAN MASALAH

Gejala Diabetes pada Anak yang Harus Diwaspadai

SATUAN ACARA PENYULUHAN. A. Tujuan Umum Agar klien dapat mengetahui dan mengerti tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. dan E (jarang) sering muncul sebagai kejadian luar biasa, ditularkan secara fecal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. seperti tumbuhan yang sudah dibudidayakan maupun tumbuhan liar. Obat herbal

KUESIONER PENELITIAN. Berbasis Masyarakat di desa Ronga-Ronga kecamatan Gajah Putih

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

KEDARURATAN LINGKUNGAN

Tanaman Obat Keluarga TOGA

BAB I PENDAHULUAN. kegelisahan oleh beberapa pihak. Iklan-iklan susu yang sedemikian marak sangat

FORMULIR INFORMASI KESEHATAN PRIBADI SISWA SMA SAMPOERNA (SAMPOERNA ACADEMY BOARDING SCHOOL) Alamat. Tempat/ Tanggal Lahir: Jenis Kelamin

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL BUDIDAYA TEMULAWAK. Mono Rahardjo dan Otih Rostiana

LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN

Zat Kimia Berbahaya Pada Makanan

KEDARURATAN LAIN DIABETES HIPOGLIKEMIA

PENYAKIT-PENYAKIT DITULARKAN VEKTOR

SERI BACAAN ORANG TUA. Faktor. Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan Janin. Milik Negara Tidak Diperjualbelikan

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 16. SISTEM PENCERNAANLATIHAN SOAL BAB 16. Biasa

UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK TANAMAN PUTRI MALU (Mimosa pudica) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella dysentriae

Lampiran 1 SURAT PERSETUJUAN SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN ( INFORMED CONCENT) Bapak/Ibu diundang untuk berpartisipasi dalam studi hubungan dukungan

BAB I PENDAHULUAN. masing-masing.dari sekian banyaknya tanaman tersebut, tidak sedikit yang dapat

Surat Pernyataan Riwayat Kesehatan Calon Mahasiswa Baru Universitas YARSI

DAFTAR ISI PERNYATAAN...

BUKU MENGHADIRKAN DOKTER DIRUMAH KITA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. rabi, dan kale. Jenis kubis-kubisan ini diduga dari kubis liar Brassica oleracea

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang terpenting di dambakan oleh setiap umat

BAB I PENDAHULUAN. ketergantungan dan menjadi beban tanggungan baik oleh keluarga, masyarakat,

Gejala Penyakit CAMPAK Hari 1-3 : Demam tinggi. Mata merah dan sakit bila kena cahaya. Anak batuk pilek Mungkin dengan muntah atau diare.

KESAKSIAN. Makassar, 5 Februari Nama : DRA.HJ.A BAIDURIATI

Manfaat Minum Air Putih

BOTANI EKONOMI SUKU ZINGIBERACEAE SEBAGAI OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI KOTAMADYA BANJARBARU ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Transkripsi:

METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tapin, Propinsi Kalimantan Selatan selama selama 6 (enam) bulan, yaitu pada Bulan Juli Desember 2005. Adapun identifikasi jenis dan spesimen tumbuhan obat dilakukan di Laboratorium Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. Bahan dan alat Bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini, antara lain : dokumen Kabupaten Tapin dalam Angka 2003 dan dokumen atau laporan hasil survey/penelitian tumbuhan secara umum maupun tumbuhan obat yang telah dilakukan oleh instansi terkait di Kabupaten Tapin; sedangkan alat-alat yang digunakan, antara lain : kamera digital, tally sheet, kuesioner, alat tulis -menulis, serta komputer dan perlengkapannya. Metode Penelitian Pengumpulan Data Data Sekunder Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian ini, meliputi : kondisi umum lokasi setiap kecamatan, jenis-jenis tumbuhan obat yang telah ditemukan, jenis-jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat, dan data etnobotani tumbuhan obat yang tersedia di Kabupaten Tapin. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur, yaitu mengumpulkan data dan informasi dari berbagai laporan atau dokumen yang terdapat di instansi terkait. Jenis data dan informasi yang dikumpulkan dan metode pengumpulan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1, sedangkan instansi yang dihubungi guna pengumpulan data sekunder tersaji pada Tabel 2.

14 Tabel 1 Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian kajian potensi dan perumusan strategi pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di Kabupaten Tapin No. Jenis Data Sekunder 1. Kondisi Umum Lokasi Kabupaten Tapin 2. Jenis-jenis tumbuhan obat yang telah ditemukan di Kabupaten Tapin 3. Jenis-jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Kabupaten Tapin 4. Data etnobotani tumbuhan obat yang ada di Kabupaten Tapin Data dan Informasi yang Dikumpulkan 1. Letak geografis setiap Kecamatan 2. Luas wilayah setiap kecamatan 3. Batas wilayah Kab. Tapin 4. Topografi dan konfigurasi lapangan setiap kecamatan 5. Geologi dan tanah setiap kecamatan 6. Iklim setiap kecamatan 7. Keadaan penduduk setiap kecamatan 8. Pola penggunaan lahan setiap kecamatan 9. Kondisi sosial ekonomi masyarakat setiap kecamatan 1. Jenis-jenis tumbuhan obat di areal HPH, hutan Adat, dan hutan lindung. 2. Jenis-jenis tumbuhan obat di areal HTI dan perkebunan. 3. Jenis-jenis tumbuhan obat di ladang, kebun, dan pekarangan. 1. Jenis-jenis penyakit yang diderita oleh orang dewasa 2. Jenis-jenis penyakit yang diderita oleh anak-anak 3. Jenis-jenis penyakit yang diderita oleh balita 1. Jenis-jenis penyakit yang dapat diobati 2. Jenis-jenis tumbuhan yang digunakan 3. Habitus 4. Habitat 5. Status 6. Bagian tumbuhan yang digunakan 7. Takaran bahan dan ramuan 8. Cara pemakaian 9. Cara pengolahan 10. Lama pengobatan Metode Pengambilan Data 1. Studi Literatur 2. Kunjungan ke kantor berbagai instansi terkait 1. Studi Literatur 2. Kunjungan ke kantor berbagai instansi terkait 1. Studi Literatur 2. Kunjungan ke kantor berbagai instansi terkait 1. Studi Literatur 2. Kunjungan ke kantor berbagai instansi terkait Tabel 2 Daftar instansi yang dihubungi guna pengumpulan data sekunder dalam penelitian kajian potensi dan perumusan strategi pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di Kabupaten Tapin No. Nama Instansi 1. Balai Pusat Statistik (BPS) kabupaten 2. BAPPEDA 3. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 4. Dinas Kesehatan 5. Dinas Pertanian Tanaman Pangan 6. Hak Pengusahaan Hutan (HPH) 7. Hutan Tanaman Industri (HTI) 9. Kantor Kecamatan 10. Lembaga-lembaga kajian/penelitian 11. Pemda 12. PTPN 13. Puskesmas 14. Rumah Sakit 15. Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam 16. Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarbaru 17 Dinas POM (Pengawasan Obat dan Makanan)

15 Data Primer Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini, meliputi : data etnobotani tumbuhan obat pada berbagai etnis Sub Suku Dayak, pamasaran simplisia, dan persepsi stakeholder terhadap pengembangan tumbuhan obat di Kabupaten Tapin. Data Etnobotani Tumbuhan Obat Pengumpulan data etnobotani pada berbagai Sub Suku Dayak di Kabupaten Tapin dilaksanakan di 6 (enam) desa, yaitu (1) 2 (dua) desa berada di Kecamatan Piani (mewakili daerah pegunungan dengan ketinggian tempat di atas 400 m dpl) yakni Desa Balawaian Hulu dan Balawaian Hilir, (2) 2 (dua) desa berada di Kecamatan Lokpaikat (mewakili dataran rendah dengan ketinggian 200-400 m dpl) yakni Desa Budi Mulia dan Puncak Harapan, dan (3) 2 (dua) desa berada di Kecamatan Tapin tengah (mewakili daerah rawa dengan ketinggian 0-200 m dpl), yakni Desa Hiyung dan Pandahan. Pemilihan desa dilakukan secara stratified random sampling berdasarkan desa yang memiliki hutan alam, tingkat ketinggian dari permukaan laut dan etnis/suku yang mendiami desa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat adalah wawancara open -ended dan semi terstruktur (Purwanto,2003). Penarikan sampel dilakukan secara sengaja (non probability) berdasarkan purposive sampling yaitu sampel diambil secara sengaja berdasarkan tujuan penelitian dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan alokasi sampel yang berimbang, dan menetapkan beberapa informan kunci yang diambil berdasarkan status dan perannya dalam masyarakat. Jumlah responden sebanyak 32 orang penduduk untuk tiap desa, seperti tersaji pada Tabel 3. Data etnobotani tumbuhan obat yang dikumpulkan, meliputi : 1. Karakteristik responden 2. Pengobatan yang dilakukan oleh tabib/dukun bayi dan penderita/pengguna : a. Jenis -jenis penyakit yang dapat diobati b. Jenis -jenis tumbuhan yang digunakan. c. Habitus d. Habitat e. Status

16 f. Bagian tumbuhan yang digunakan g. Takaran bahan dan ramuan h. Cara pemakiaan i. Cara pengolahan j. Lama pengobatan k. Jenis -jenis tumb. obat yang sulit diperoleh Tabel 3 Jenis dan jumlah responden untuk pengumpulan data etnobotani tumbuhan obat di Kabupaten Tapin No. Jenis Responden Jumlah Responden/Desa (orang/desa) Jumlah Desa (desa) Total Responden (orang) 1. Tokoh masyarakat 2 6 12 2. Tabib/dukun bayi 2 6 12 3. Masyarakat pemakai : a. Laki-laki dewasa 5 6 30 b. Perempuan dewasa 5 6 30 4. Penderita/pengguna : a. Dewasa/remaja 5 6 30 b. Anak-anak 5 6 30 c. Balita 5 6 30 Jumlah 29 6 174 Bersamaan dengan pengumpulan data etnobotani tumbuhan obat dilakukan juga pengambilan foto/gambar jenis-jenis tumbuhan obat yang ditemukan. Foto/gambar jenis-jenis tumbuhan tersebut selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB untuk mendapatkan nama ilmiahnya. Data Pemasaran Simplisia Tumbuhan Obat Pengumpulan data pemasaran tumbuhan obat dilakukan di 4 (empat) pasar, yaitu (1) Pasar Binuang, (2) Pasar Rantau, (3) Pasar Banjarmasin (pengecer besar), dan (4) Pasar Banjarmasin (grosir). Pengumpulan data dilakukan dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu wawancara langsung dengan pedagang dan pembelian simplisia yang dijual. Data yang dikumpulkan, meliputi : 1. Rantai pemasaran simplisia 2. Jenis -jenis simplisia TO yang diperjualbelikan di pasar dan toko atau warung jamu 3. Harga jual masing-masing simplisia jenis -jenis TO yang dijual.

17 4. Harga beli simplisia 5. Asal simplisia jenis-jenis TO 6. Jenis -jenis simplisia yang paling laku dijual 7. Jenis -jenis simplisia yang susah diperoleh Data Persepsi seluruh Stakeholders Pengumpulan data persepsi seluruh stakeholders terhadap rencana pengembangan tumbuhan obat di Kabupaten Tapin dilakukan melalui wawancara langsung dengan berbagai pihak/instansi terkait, seperti tersaji pada Tabel 4. Data yang dikumpulkan, meliputi : 1. Persepsi semua stakeholders : 2. Permasalahan yang dihadapi 3. Harapan dari semua stakeholders. Identifikasi Jenis Tumbuhan Obat Identifikasi jenis tumbuhan obat dilakukan melalui cek silang dengan berbagai buku/literatur tentang tumbuhan obat yang ada. Data yang dikumpulkan, meliputi : nama lokal, nama botani, nama famili, habitus, khasiat atau manfaat, bagian yang digunakan. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan Data Data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan kemudian diolah, baik secara manual maupun dengan komputerisasi. Tahapan kegiatan dalam pengolahan data, meliputi : 1. Penyuntingan data, yaitu bertujuan meneliti kembali catatan untuk mengetahui apakah catatan tersebut sudah cukup baik untuk keperluan proses berikutnya dalam arti penyuntingan dilakukan terhadap data-data yang telah diperoleh. 2. Pengkodean data, yaitu mengadakan klasifikasi terhadap data-data yang diperoleh menurut macamnya dengan memberi kode tertentu pada catatan atau mempertegas jawaban terhadap informasi tertentu. 3. Perhitungan frekuensi, yaitu tabulasi atau penyusunan data ke dalam tabeltabel, yaitu data dikelompokkan kedalam kategori-kategori, yang setiap kategori telah menampung dan memuat data dalam jumlah/frekuensi tertentu.

18 Kemudian membuat tabel frekuensi yang memuat jumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori. Tabel 4 Daftar nama instansi yang dijadikan sebagai responden dalam pengumpulan data persepsi stakeholders terhadap rencana pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di Kabupaten Tapin No. Nama Instansi Jumlah (orang) 1. Balai Pusat Statistik (BPS) kabupaten 1 2. Dinas Penaman Modal, Tenaga Kerja dan Lingkungan 1 3. BAPPEDA 1 4. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 1 5. Dinas Kesehatan 1 6. Dinas Perindustrian dan Perdagangan 1 7. Dinas Pertanian Tanaman Pangan 1 9. Dinas POM (Pengawasan Obat dan Makanan) 1 10. Dinas Pendidikan Nasional 1 11. Hak Pengusahaan Hutan (HPH) 1 12. Hutan Tanaman Industri (HTI) 1 13. Industri Obat Tradisional 1 14. Kantor Kecamatan 1 15. Komisi terkait di DPRD (Komisi B) 1 16. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 1 17. Lembaga-lembaga kajian/penelitian 1 18. Pemda 1 19. PTPN 1 20. Puskesmas 1 21. Rumah Sakit 1 22. Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam 1 23. Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarbaru 1 24. Lembaga Swadaya Masyarakat 1 25. Pengusaha Tumbuhan Obat 2 26. Penjual simplisia 5 27. Kepala SMP 3 28. Kepala SMK 1 29. Kepala SMA 1 30. Pengawas SMP 3 31. Pengawas SMK 1 32. Pengawas SMA 1 33. SMP (siswa kelas I, II dan III) 15 34. SMK (siswa kelas I, II dan III) 15 35. SMA (siswa kelas I, II danm III) 15 36. Guru SMP, SMA dan SMK 15 Jumlah 105 Pengklasifikasian data dilakukan terhadap kelompok penyakit/penggunaan tumbuhan obat dengan cara melakukan penyaringan (screening) terhadap khasiat masing-masing jenis tumbuhan obat berdasarkan kelompok penyakit/penggunaannya seperti tersaji pada Tabel 5.

19 Tabel 5 Klasifikasi kelompok penyakit/penggunaan dan macam penyakit/ penggunaannya No. Kelompok Macam Penyakit/penggunaan Penyakit/ Penggunaan 1. Gangguan Peredaran Darah Darah kotor, kanker darah, kurang darah, pembersih darah, penasak, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan darah 2. Keluarga Berencana (KB) Keluarga berencana (KB), membatasi kelahiran, menjarangi kehamilan, pencegah kehamilan, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan KB 3. Penawar Racun Digigit lipan, digigit serangga, keracunan jengkol, keracunan makanan, penawar racun, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan keracunan 4. Pengobatan Luka Luka, luka bakar, luka baru, luka memar, luka bernanah, infeksi luka, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan luka 5. Penyakit Diabetes Kencing manis (diabetes), menurunkan kadar gula darah, sakit gula, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan penyakit diabetes 6. Penyakit Gangguan urat syaraf Lemah urat syaraf, susah tidur (insomnia), dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan gangguan urat syaraf 7. Penyakit Gigi Gigi rusak, penguat gigi, sakit gigi, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan gigi 8. Penyakit Ginjal Ginjal, sakit ginjal, gagal ginjal, batu ginjal, kencing batu, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan ginjal 9. Penyakit Empedu Empedu berlebih, batu pada empedu, sakit empedu 10. Penyakit Limpa Sakit limpa, radang limpa dan pembengkakan pada limpa/limpa membesar 11. Penyakit Jantung Sakit jantung, stroke, jantung berdebar-debar, tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah tinggi, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan jantung. 12. Penyakit kanker/tumor Kanker rahim, kanker payudara, tumor rahim, tumor payudara, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tumor dan kanker. 13. Penyakit Kelamin Beser mani (spermatorea), gatal di sekitar alat kelamin, impoten, infeksi kelamin, kencing nanah, lemah syahwat (psikoneurosis), rajasinga/sifilis, sakit kelamin, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kelamin. 14. Penyakit Khusus Wanita Keputihan, terlambat haid, haid terlalu banyak, tidak datang haid, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit khusus wanita. 15. Penyakit Kulit Koreng, bisul, panu, kadas, kurap, eksim, cacar, campak, borok, gatal, bengkak, luka bernanah, kudis, kutu air, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kulit. 16. Penyakit Kuning Liver, sakit kuning, heoatitis, penyakit hati, hati bengkak, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit kuning. 17. Penyakit Malaria Malaria, demam malaria, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit malaria. 18. Penyakit Mata Radang mata, sakit mata, trakoma, rabun senja, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mata. 19. Penyakit Mulut Gusi bengkak, gusi berdarah, mulut bau dan mengelupas, sariawan, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mulut 20. Penyakit Otot dan Persendian Asam urat, bengkak kelenjar, kejang perut, kejang-kejang, keseleo, nyeri otot, rematik, sakit otot, sakit persendian, sakit pinggang, terkilir, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan otot dan persendian. 21. Penyakit Telinga Congek, radang anak telinga, radang telinga, radang telinga tengah (otitis media), sakit telinga, telinga berair, telinga berdenging, telinga merasa gatal, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan telinga. 22. Patah Tulang Tulang patah, tulang retak, sakit pada tulang 23. Penyakit Tulang Patah tulang, sakit tulang, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tulang. 24. Penyakit Saluran Pembuangan Ambeien, gangguan prostat, kencing darah, keringat malam, peluruh kencing, peluruh keringat, sakit saluran kemih, sembelit, susah kencing, wasir, wasir berdarah, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit saluran pembuangan. 25. Penyakit Saluran Pencernaan 26. Penyakit Saluran Pernafasan (THT) 27. Perawatan Kehamilan dan Persalinan 28. Perawatan Organ Tubuh Wanita 29. Perawatan Rambut, Muka, Kulit Maag, kembung, masuk angin, sakit perut, cacingan, mules, murus, peluruh kentut, karminatif, muntah, diare, mencret, disentri, sakit usus, kolera, muntaber, berak darah, berak lendir, usus buntu, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Asma, batuk, flu, influensa, pilek, pilek, sesak nafas, Sakit tenggorokan, TBC, TBC paru, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan saluran pernafasan/tht. Keguguran, perawatan sebelum/sesudah melahirkan/persalinan, uterine tonic, penyubur kandungan, susu bengkak, ASI, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan Kegemukan, memperbesar payudara, mengencangkan vagina, pelangsing, peluruh lemak, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan perawatan organ tubuh wanita. Penyubur rambut, penghalus kulit, menghilangkan ketombe, perawatan muka, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan rambut, muka dan kulit.

20 Lanjutan Tabel 5. No. Kelompok Penyakit/ Penggunaan 30. Sakit Kepala dan Demam Macam Penyakit/penggunaan Sakit kepala, pusing, pening, demam, demam pada anak-anak, demam pada orang dewasa, demam menggigil, penurun panas, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam. 31. Tonikum Obat kuat, tonik, tonikum, penambah nafsu makan, kurang nafsu makan, meningkatkan enzim pencernaan, patah selera, astringen/pengelat, dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tonikum. 32. Lain -lain Limpa bengkak, beri-beri, sakit kuku, sakit sabun, obat tidur, obat gosok, penenang, dan penggunaan lainnya yang tidak tercantum di atas. Analisis Data Analisis data diarahkan untuk melihat sejauh mana kelayakan seluruh aspek berkaitan dengan pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di Kabupaten Tapin. Aspek-aspek yang dianalisis, meliputi : (1) ketersediaan jenisjenis tumbuhan obat potensial/unggulan yang dapat dikembangkan di setiap kecamatan, (2) kesesuaian kondisi ekologis (ketinggian tempat) setiap kecamatan dengan jenis-jenis tumbuhan obat unggulan, (3) dukungan kebijakan dan peraturan perundangan, serta (4) dukungan kelembagaan dan kemitraan, seperti tersaji pada Tabel 6. Tabel 6 No. Analisis deskriptif kualitatif kelayakan pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional pada setiap kecamatan di Kabupaten Tapin Aspek 1 Ketersediaan jenis -jenis tumbuhan obat unggulan/ potensial yang akan dikembangkan di setiap kecamatan 2. Kesesuaian kondisi ekologis (ketinggian tempat) setiap kecamatan dengan jenis-jenis tumbuhan obat unggulan 3. Dukungan kebijakan dan peraturan perundangan 4. Dukungan kelembagaan dan kemitraan Layak Jenis-jenis tumbuhan obat unggulan yang akan dikembangkan di setiap kecamatan tersedia Kondisi ekologis (ketinggian tempat) setiap kecamatan masuk dalam interval ketinggian tempat habitat jenis-jenis tumbuhan obat unggulan Kebijakan sudah ada dan memadai Peraturan perundangan sudah ada dan memadai Sistem kelembagaan sudah ada dan memadai Kemitraan sudah terbentuk dan memadai Kelayakan Tidak Layak Tidak tersedia jenis-jenis tumbuhan obat unggulan yang akan dikembangkan di setiap kecamatan Kondisi ekologis (ketinggian tempat) setiap kecamatan tidak masuk dalam interval ketinggian tempat habitat jenis-jenis tumbuhan obat unggulan Kebijakan belum ada atau sudah ada, namun belum memadai Peraturan perundangan belum ada atau sudah ada, namun belum memadai Sistem kelembagaan belum ada atau sudah ada, namun belum memadai Kemitraan tidak ada atau sudah terbentuk, namun belum memadai

21 Ketersediaan Jenis-jenis Tumbuhan Obat Potensial/Unggulan yang dapat Dikembangkan di Setiap Kecamatan Kriteria yang digunakan untuk menentukan jenis-jenis tumbuhan obat potensial/unggulan di setiap kecamatan, meliputi : (1) jenis-jenis tumbuhan obat tersebut ditemukan di Kabupaten Tapin; (2) teknik pengembangannya sudah diketahui, mulai dari teknik budidaya sampai pengolahannya; (3) memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu dapat dipasarkan secara lokal maupun ekspor dan dibutuhkan oleh industri-industri obat tradisional; dan (4) jenis-jenis tumbuhan obat tersebut berguna untuk mengobati penyakit-penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Kabupaten Tapin. Pendeskripsian jenis-jenis tumbuhan obat unggulan yang telah ditentukan dimaksudkan sebagai bahan acuan dalam pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di setiap kecamatan. Informasi-informasi yang dituangkan didalam deskripsi dari jenis -jenis tumbuhan obat tersebut, meliputi : nama famili, sinonim, nama daerah, nama simplisia, botani, ekologi, distribusi, budidaya, sifat organoleptik dan efek farmakologis/manfaat empirik, kandungan kimia dan kegunaan. Kesesuaian Kondisi Ekologis setiap Kecamatan dengan Jenis-jenis Tumbuhan Obat Unggulan Kondisi ekologis (ketinggian tempat) suatu kecamatan dikatakan sesuai, jika ketinggian tempat kecamatan tersebut berada sesuai termasuk dalam interval ketinggian tempat yang diharapkan oleh jenis-jenis tumbuhan obat unggulan yang bersangkutan. Untuk mengetahui kesesuaian kondisi ekologis setiap kecamatan dengan jenis -jenis tumbuhan obat unggulan dilakukan dengan cara mencocokkan data ketinggian tempat setiap kecamatan dengan kondisi ketinggian tempat dimana jens-jenis tumbuhan obat unggulan tersebut dapat tumbuh dengan baik. Dukungan Kebijakan dan Peraturan Perundangan Dukungan kebijakan dan peraturan perundangan yang memadai sangat diperlukan dalam pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional di setiap kecamatan di Kabupaten tapin. Untuk mengetahui sejauh mana kebijakan dan peraturan perundangan tersebut memadai atau tidak, maka perlu dilakukan

22 analisis terhadap kebijakan dan peraturan perundangan yang sudah ada dengan yang seharusnya ada guna mendukung pengembangan tumbuhan obat tersebut. Dukungan Kelembagaan dan Kemitraan Keberhasilan dalam pengembangan tumbuhan obat pada setiap kecamatan di Kabupaten Tapin sangat diperlukan adanya kelembagaan yang kuat dan kemitraan antara pelaku di kecamatan dengan instansi terkait yang memadai. Untuk mengetahui sejauh mana kelembagaan dan kemitraan tersebut memadai atau tidak, maka perlu dilakukan analisis terhadap kelembagaan dan kemitraan yang sudah ada dengan yang seharusnya ada guna mendukung pengembangan tumbuhan obat di setiap kecamatan.