Kemajuan PENETAPAN KAWASAN HUTAN Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Jakarta, 10 November 2014
1. Latar Belakang 2. Substansi NKB 3. Target Percepatan Penetapan KH 4. Realisasi Penetapan KH 5. Pengakuan dan Pembuktian Hak-hak Pihak Ketiga 6. Contoh SK dan Peta Penetapan Kawasan Hutan
1. Tata batas kawasan hutan sampai dengan 2009 a. Panjang + 219.206 km (77,64%), b. Penetapan kawasan hutan 11,29% dari luas total kawasan hutan Indonesia 122.404.872,67 ha. 2. Putusan MK Nomor 45/PUU-IX/2011 tanggal 21 Februari 2012 : Kawasan Hutan yang ditunjuk sah namun belum mempunyai kekuatan hukum mengikat. 3. NKB 12 K/L tentang Percepatan Pengukuhan Kawasan Hutan Indonesia tanggal 12 Maret 2013.
1. Harmonisasi peraturan perundangundangan, 2. Penyempurnaan teknik dan prosedur, 3. Resolusi konflik. [ *) Nota Kesepakatan Rencana Aksi Bersama 12 Kementerian/Lembaga terkait **) percepatan pengukuhan kawasan hutan Indonesia, 12 Maret 2013.] **) Kementerian Kehutanan bersama Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), BAPPENAS, Kementerian Hukum dan HAM, dan Komnas HAM.
1. Kementerian Kehutanan: Penanggungjawab Pengukuhan Kawasan Hutan. 2. Kementerian ESDM: Koordinasi perizinan penggunaan kawasan hutan. 3. Kementerian Pertanian: Koordinasi perizinan penggunaan kawasan hutan. 4. Kementerian Pekerjaan Umum: Sinkronisasi peruntukan dan fungsi ruang. 5. Kementerian Lingkungan Hidup: KLHS dalam rangka perubahan peruntukan kawasan hutan. 6. Kementerian Dalam Negeri: Koordinasi dengan Pemda. 7. Kementerian Keuangan: Koordinasi pengalokasian anggaran untuk percepatan pengukuhan. 8. Badan Pertanahan Nasional: Koordinasi penyelesaian hak-hak pihak ketiga dalam kawasan hutan. 9. Badan Informasi Geospasial: Koordinasi penyediaan peta dasar. 10. BAPPENAS: Dukungan atas Program Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan. 11. Kementerian Hukum dan HAM: Sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundangan. 12. Komnas HAM: Koordinasi mediasi klaim atas kawasan hutan.
Revisi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.44/Menhut- II/2012 menjadi P.62/Menhut-II/2013 Pengakuan Hak-hak pihak ketiga dan hak-hak masyarakat hukum adat. Pendelegasian wewenang penandatanganan Surat Keputusan dan Peta kawasan hutan oleh Dirjen Planologi Kehutanan atas nama Menteri Kehutanan. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.47/ Menhut- II/2010 menjadi P.25/Menhut-II/2014 Penyederhanaan susunan dan tugas Panitia Tata Batas (PTB) Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2004 Terkait penguatan pengakuan hak-hak pihak ketiga dan masyarakat hukum adat (konsultasi publik). Peraturan Bersama MENDAGRI, MENHUT, MENPU dan Kepala BPN, Nomor 79 Tahun 2014, Nomor PB.3/Menhut-II/204, Nomor17/PRT/M/2014, dan Nomor 8/SKB/X/2014 tanggal 17 Oktober 2014
I. Realisasi Percepatan Penetapan= 59.158.821,52 ha (48,98%), terdiri dari: Surat Keputusan 780 buah. Peta Lampiran 4.228 lembar. II. Realisasi Penetapan sebelum 2009= 13.819.510,12 ha (11,44%), terdiri dari: Surat Keputusan 830 buah. III. Peta Lampiran 830 lembar. Total Penetapan= 72.978.331,64 ha (60,42%), terdiri dari: Surat Keputusan 1.610 buah. Peta Lampiran 5.058 lembar. 60,42%
Luas Kawasan Hutan: + 120.988.762 ha Panjang Batas: 282.323 km Realisasi Tata Batas: 219.206 km (77,64%) Luas Penetapan : 13.819.510,12 ha (11,44%) Sisa Tata Batas s/d 2009: 63.117 km (22,36%) Target Renstra 2010-2014: 25.000 km Target 2010-2014 Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Target 3.440 4.560 4.000 6.000 7.000 Target 2010-2014 (New Initiative) Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Target 3.440 4.750 16.000 19.000 20.000 Percepatan Penyelesaian Sisa Tata Batas s/d 2014: 63.117 km
Sampai dengan akhir Desember 2014: Luas: 83.312.731,18 ha Persentase terhadap kawasan hutan: 68,86% 68,86%
Disadari bahwa dalam kawasan hutan yang telah ditetapkan masih dimungkinkan adanya hak-hak pihak ketiga yang sah. Mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Kehutanan mengeluarkan ketentuan dan mekanisme penyelesaian hak-hak pihak ketiga dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.44/Menhut-II/2012 jo P.62/Menhut-II/2013 tentang Pengukuhan Kawasan Hutan, khususnya pada Pasal 23 dan Pasal 24. Hal ini diimplementasikan dalam salah satu AMAR pada setiap Surat Keputusan Penetapan Kawasan Hutan terdapat klausul: Dalam hal masih terdapat hak-hak pihak ketiga yang sah dalam penetapan kawasan hutan ini, dikeluarkan dari kawasan hutan sesuai peraturan perundangan.
PERCEPATAN PENYELESAIAN HAK-HAK PIHAK KETIGA Penanganan konflik kawasan hutan dirasakan belum optimal Disusun PERATURAN BERSAMA KEMENHUT, BPN, KEMENDAGRI, KEMENPU disupervisi KPK Peraturan Bersama Nomor 79 Tahun 2014, Nomor PB.3/Menhut-II/204, Nomor17/PRT/M/2014, dan Nomor 8/SKB/X/2014 tanggal 17 Oktober 2014
Pendelegasian wewenang penandatanganan Surat Keputusan dan Peta kawasan hutan oleh Dirjen Planologi Kehutanan atas nama Menteri Kehutanan
2012 1912
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, November 2014